Jump to ratings and reviews
Rate this book

Tamalatea

Rate this book
Gio dan Lila adalah sepasang sahabat yang tak terpisahkan.

Bagi Gio, Lila adalah mataharinya. Dia hidup dan bahagia di bawah sinarnya, sekalipun sinar itu belum tentu memancar untuknya.

Dan bagi Lila, Gio sudah lebih dari sekadar sahabat. Gio sangat berjasa menenemani Lila melewati masa-masa sulit ketika dia berada dalam titik terendah dalam hidupnya.

Namun, ketika sebuah perasaan muncul dalam diri mereka, akankah Gio dan Lila tetap mempertahankan status sahabat yang sejak dulu mereka miliki?

“Tamalatea memiliki arti tak kunjung layu. Pantang layu dan pantang menyerah untuk terus berjuang. Saling menjaga dan menguatkan satu sama lain.”

204 pages, Paperback

Published December 1, 2022

1 person is currently reading
5 people want to read

About the author

Ansar Siri

6 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (11%)
4 stars
4 (15%)
3 stars
11 (42%)
2 stars
7 (26%)
1 star
1 (3%)
Displaying 1 - 8 of 8 reviews
Profile Image for nasya.
846 reviews
June 23, 2024
Konfliknya terbilang ringan sih, cuma satu masalah aja, nggak ada masalah tambahan. Tapi aku kurang bisa ngerasain chemistry dua main character-nya sih, jadi sewaktu mereka saling cemburu atau jadian, kayak yang flat aja. Terus agak bingung juga kenapa kisah-kisah flashback-nya selalu ada di bagian akhir tiap babnya, kayak kenapa nggak ditaroh di depan aja semuanya, jadi alurnya nggak perlu maju-mundur. Sama ada satu scene dimana Lila habis perform di sekolah adeknya Gio, terus waktu turun panggung dia nangis, dan tertulis adegannya: '"Ada apa sayang?" Salim menarik tubuh Lila hingga duduk di pangkuannya.' Maaf tapi menurutku ini agak aneh soalnya kan Lila udah SMP dan Salim bukan ayah kandungnya, jadi menurutku sih nggak wajar yaa, walau memang nggak ada arah ke sana.
Profile Image for Bunga Mawar.
1,359 reviews43 followers
June 18, 2023
Saya duluan tau dan membaca salah satu tulisan Ansar Siri ini di salah satu aplikasi novel daring. Cuma ujung depan dan ujung belakang, karena gak punya cukup koin untuk baca penuh 😄

Tapi dari situ saya suka gaya menulisnya. Rapi plotnya, rapi tatanan bahasanya, nyaman diksinya, dan karakter tokohnya bikin geregetan. Pasti ini bukan penulis kemarin sore. Maka saya cari nama penulis ini di GD, dan ketemu deh satu, Tamalatea ini.

Cerita yg sebelumnya saya baca di KBM App itu adalah cerita dewasa, dalam artian, tokoh-tokohnya sepasang suami istri yg sudah dikaruniai anak balita, lalu menghadapi cobaan kehadiran orang ketiga dan keempat dalam rumah tangga mereka.

Sementara Tamalatea ini adalah kisah remaja, latar lokasi di Surabaya (walau bisa di mana saja sih karena tidak melekat pada cerita secara signifikan). Tokohnya sepasang anak SMA dan kuliahan (Lila dan Gio) yang berawal dari persahabatan sejak SMP, rupanya jadi witing tresno jalaran soko kulino. Tema yg biasa banget, kan. Konfliknya pun nggak berat, biasalah anak muda. Insekyur, gamang, cemburu, nggak jauh-jauh. Tentu ada bayangan orang ketiga dan keempat juga. Juga drama terkait hubungan dengan orang tua, walau dikesankan membayangi, tapi gak banyak, kok. Gitu, gak jauh-jauh. Bacaan ringan, bisa selesai sekali duduk.

Dan tata bahasanya masih rapi. Plotnya mungkin agak bolong tentang kenapa ada ketidakterbukaan satu pihak kepada pihak lain. Tapi ya, lagi-lagi, biasalah anak muda. Kita yang sudah kurang muda harap maklum aja, mungkin berharap bisa mencubit gemas dari jauh.

Ujung cerita gampang ditebak? Ya nggak papa. Intinya kan semangat "tamalatea" itu, yg artinya "pantang pudar.

Oiya, sepertinya buku ini lebih banyak narasi daripada dialog, salah satu ciri khas penulis. Ya nggak papa juga sih, tapi rasanya pembaca kurang mendapat emosi dari tokoh. Antara sedih, takut, kecewa, galau, baper, jadi bersandar pada tuturan penulis. Satu lagi, tetap ada porsi unsur Sulawesi Selatan yang dibawa penulis, kali ini berupa tempat asal para ibu kedua tokoh utama.

Walau demikian, senang juga sih, bisa nemu buku satu penulis yg baru saya dapat bukunya sekarang. Walau berupa pinjaman digital adanya.
Profile Image for tema.ran.
30 reviews
December 26, 2023
Lila dan Gio telah bersahabat sejak SMP. Suka dan duka mereka lewati bersama-sama. Semakin dewasa semakin terasa berbeda, ada perasaan lain yang tumbuh yang membuat keduanya saling menjauh. Antara ingin tetap dalam status sebagai sahabat atau menaikkan level menjadi pacar.
.
Pertama-tama, aku sukaa banget dengan cover dan judul bukunya. Indah.
Aku pengen ke Tamalatea, café mamanya Lila wkwk hah, suka sekali dengan latar ini. Tamalatea berarti tak kunjung layu dan Tamalatea sendiri merupakan nama salah satu kecamatan di Kab. Jeneponto, Sulawesi Selatan yang mana menjadi latar tempat kelahiran ibu Lila dan Gio.
.
Selanjutnya untuk dari segi cerita, mungkin kisah terjebak friendzone bukan hal baru, tapi setiap cerita memiliki kekhasan tersendiri. Aku merasa cerita ini punya getaran yang segar dan kisah Lila-Gio bikin aku gemas sekaligus gregetan. Tokoh Lila sejujurnya bikin aku frustasi, rada kekanak-kanakan dan agak egois. Okay, aku ngerti kenapa dia takut untuk punya hubungan serius dengan Gio karena aku juga punya kekhawatiran sejenis, tapi ternyata jatuhnya nyebelin. Positifnya aku jadi punya gambaran gimana diriku sendiri, tapi bedanya aku nggak nahan sih. Yaa karena yang mau ditahannya juga nggak ada😭🙏
.
Sikap Lila mengenai Gio bikin aku ingat buku Second Chance yang mana kurang lebih intinya tuh pengalaman buruk kita nggak bisa dijadikan pembenaran atas tingkah kita sekarang yang mana sampai menyakiti orang lain. Kalau kata Gio, nggak adil buat dia. Setelah dipikir-pikir yaa benar juga sih.
.
Aku nggak ada bikin catatan tentang apa aja yang "kurang" bagi aku terkait buku ini karena aku lupa dan kemarin tuh nggak ada energi untuk ngereview. So, aku bakal skip part ini. Intinya ada, tapi aku lupa👌
.
Overall, aku menikmati buku ini. Buku yang bikin aku ketawa dan gemas dengan tarik ulur hubungan Lila-Gio. Aku rasa buku ini bakal cocok untuk yang nyari bacaan ringan.
Profile Image for Amaya.
763 reviews58 followers
November 4, 2024
Trope sahabat jadi cinta sebenarnya bukan trope favorit. Biasanya bakal berakhir cringe atau yah, setidaknya nggak bisa mengangkat perasaan berdebar seperti di trope romance lain. Memang nggak semua cerita sahabat-jadi-cinta berkesan begitu, tapi untuk yang satu ini harus kuakui, elemen-elemen yang bikin sahabat-jadi-cinta bukan trope favoritku mewujud nyata.

Lila dan Gio bersahabat. Hubungan mereka sangat erat. Bisa dibilang, Lila adalah soulmate Gio, pun sebaliknya. Namun, masa lalu Gio datang. Lila jelas tidak bisa menerima hal itu. Semua orang mendorongnya untuk mengatakan perasaannya pada Gio sebelum terlambat. Sayang, Lila masih berat mengakui perasaannya pada Gio berkembang, lebih dari sekadar sahabat karena trauma masa lalu.

Premisnya bukan tipikal premis unik. Bahkan, banyak yang pakai premis serupa. Eksekusinya nggak begitu bombastis memang dan ada beberapa yang sebetulnya bisa banget dikembangkan. Misalnya, soal trauma masa lalu Lila. Hubungan Lila dengan masa lalu ini rumit banget kalau ditelaah. Tapi entah kenapa hanya dijadikan pemanis hidangan saja.

Bagi Gio, perlakuan Lila ke perasaannya itu nggak adil. Eh, maksudnya bagiku. Yah, siapa juga yang bakal mau digantung, padahal sinyalnya udah jelas banget? Gio juga mau-mau aja menunggu, hmmm, dia lagi memaklumi perilaku Lila atau mau diam menunggu aja sampai Lilanya berubah, ya? Entahlah. Yang pasti, hubungan mereka nggak rumit. Atau yah, rumit, tapi bagiku malah jadi ajang tarik-ulur Lila ke Gio.

Ada beberapa hole yang kutemuin. Walaupun kecil, sayangnya mengganggu. Aku lupa bagian mana aja, cuma ingat ada satu bagian waktu Lila menangis terus peluk bapaknya Gio karena ingat sama bapaknya. Kayak ... hmmm, rasanya agak kurang pantas aja gitu.

Oh, cemburu membabi buta bukannya udah bukan tren lagi, ya, sekarang?

Agak disayangkan perkenalan dengan penulis jadi berkesan begini. Semoga next bisa baca buku-bukunya yang lain serta tulisannya makin berkembang lebih baik lagi.
Profile Image for Edward.
49 reviews
April 6, 2025
Bagaimana kalau rasa itu muncul hanya karena kita sering bersama? Itulah salah satu kalimat yang tertera dalam sampul novel Talamatea karya Ansar Siri. Sebuah novel berkategorikan fiksi remaja yang menceritakan tentang persahabatan Gio dan Lila yang menumbuhkan rasa sayang karena sering bersama. Konflik dalam cerita ini tidak banyak. Hal itu wajar sebab novel ini tebalnya hanya sekitar 200 halaman.

Menurutku, cerita dalam novel ini tidaklah jelek. Namun, alur cerita yang digunakan oleh penulis untuk buku ini adalah maju mundur. Hal itu membuat pembaca pusing saat membaca novel karena tidak terbiasa dengan alur tersebut. Pada setiap akhir bab selalu menceritakan kilas balik kehidupan Gio dan Lila. Hal itu membuat pembaca terpaksa memusatkan perhatian pada 2 plot cerita.

Dari sisi penulisan dalam buku, masih kurang sesuai dengan yang diharapkan karena banyak sekali format tulisan yang menggunakan mode italic pada saat setiap akhir bab. Diriku mungkin tahu alasan penulis menggunakan format tulisan yang dimiringkan semua. Mungkin hanya untuk membedakan cerita saat ini dan cerita kilas balik. Menurutku, ini yang menjadi kekurangan dalam buku ini karena membuat pembaca menjadi tak nyaman saat membaca.

Walaupun novel ini masih banyak memiliki kekurangan, penulis mampu memberikan sedikit wawasan kepada pembaca. Pembaca jadi mengenal tentang makna tamalatea, adanya kota Jeneponto di Sulawesi Selatan, serta kue khas Jeneponto yaitu bannang-bannang. Selain itu, pembaca juga dapat memahami pesan yang disampaikan dari cerita novel ini. Menurutku, novel ini lumayan untuk dibaca walau ada kekurangan.
Profile Image for Wesmokecigar.
69 reviews
December 29, 2024
2.5/5

Best friends to lovers trope. Tapi alurnya lambaaaat, dan dengan halaman yg ga tebel juga cuma 200, jadi ya menurutku cukup lama baru bisa dapat chemistry 2 tokohnya.

Buku ini nyeritain soal riwehnya hubungan Gio-Lila yg sebenarnya punya perasaan tp sama² ga mau ngaku. Jadi ya mereka ganti²an salah paham.

Selain itu, Lila punya trust issue soal hubungan karena ditinggal Papanya. Di situ jg dia cuma punya Gio (selain mamanya) yg nyemangatin dia. Lila punya ketertarikan besar & punya bakat main piano, dia suka musik klasik karena papanya, nah karena udah ditinggal, dia jadi benci sama piano. Tapi Gio dan keluarganya yg pertama kali bikin Lila jadi semangat lagi buat ngejar mimpinya.

Jadi meski kelihatan sederhana tp masalahnya lumayan juga. Soal trauma Lila, mimpi dia, dan perasaannya, yg saling terhubung kayak benang kusut.

Narasinya rapih banget. Harusnya oke, cuma dialognya terkesan kaku banget, terus ga seberapa banyak, banyakan narasi yg mana bikin bbrp momen jadi kurang hidup. Kebanyakan pakai teknik tell, agak bosan.

Endingnya oke, seperti yg diharapkan. Overall, buku ini cukup buat selingan.

“Dan jangan pernah melakukan sesuatu hanya karena mengharapkan pengakuan orang lain. Lakukan karena kamu memang suka dan itu membuatmu bahagia.”
Ini kutipan yg aku suka.
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
Read
June 14, 2023
Dua bab terakhirnya giuuung (buat saya). Ternyata cerita ini pernah tayang di Wattpad dengan judul dan trope berbeda (naksir anak atasan). Saya senang akhirnya direvisi jadi sahabat-jadi-cinta dan jarak umurnya lebih dekat. Ada tambahan sejarah kafe Tamalatea juga yang bikin ceritanya semakin menarik, karena berdirinya kafe itu juga berhubungan dengan hubungan Gio dan Lila. Gaya bahasanya straightforward, kalaupun ada detail biasanya lebih difokuskan ke perasaan dua tokoh utama. Selebihnya bumbu seperti minat Lila pada musik terutama piano dan perkuliahan Gio hanya dijelaskan secukupnya. Saya suka bagian flashback yang menceritakan perjuangan mamanya Lila, Hania, setelah pernikahannya kandas.

Oh ya, kekhawatiran yang saya tulis di reading progress tidak terjadi, ternyata. Dan ada satu hal, yaitu saat Gio memanggang cupcake, mungkin semestinya oven alih-alih microwave yang daya dan ukurannya lebih kecil. Kecuali yang dimaksud itu mug cake, karena meski sama-sama berarti 'kue mangkuk', resep dan caranya beda.

Buat yang sedang cari bacaan ringan yang manis dan rapi, boleh coba baca Tamalatea.
Profile Image for Jessy Willy Pramestie.
154 reviews1 follower
September 8, 2024
Buku yang ringan dengan total sampai tamat 198 halaman. Yah, lumayan utk mengisi waktu kosong. Tapi mungkin bisa secara konsisten mau pakai bahasa formal/informal di setiap dialognya. Agak mengganggu soalnya. Overall, it's okay.

Aku beri 3,5/5 bintang
Displaying 1 - 8 of 8 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.