Jump to ratings and reviews
Rate this book

Rival

Rate this book
Tiga siswa terbaik di bidang masing-masing: Aline, Friska, dan Raya memperebutkan jabatan terpopuler di SMA, Ketua OSIS. Tapi hanya satu yang berhak menduduki posisi itu.
Apakah itu Aline—siswa teladan yang pintar dan perfeksionis?
Ataukah Friska—cheerleader terhebat yang punya segudang penggemar?
Ataukah Raya—aktivis Pramuka yang nggak suka konflik?

Jangan terkecoh…
Cerita ini sama sekali bukan tentang cinta segi tiga…
(Tapi yah, mereka juga jatuh cinta sih…)

320 pages, Paperback

First published January 1, 2006

7 people are currently reading
116 people want to read

About the author

Amalia Suryani

3 books21 followers
Amalia Suryani started her writing career when she was 12. Her first short story was published in a children magazine: Bobo. She was then active writing short stories for teenage magazine, newspaper, and some poetry in her blog.

In 2005, she first published a teenlit novel titled "Being 17." Her second and third novel followed.

In 2007, the latest novel "100 Jam" she wrote with a co-writer, Andryan Suhardi, won Adikarya IKAPI Award - as the best teenage novel. This novel was also translated to Malay in the following year.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
25 (11%)
4 stars
57 (26%)
3 stars
92 (42%)
2 stars
31 (14%)
1 star
9 (4%)
Displaying 1 - 25 of 25 reviews
Profile Image for Christian.
Author 32 books840 followers
June 10, 2013
description

****Reviu ini ditulis karena baru-baru ini mendengar keluhan, "Ih, bosen deh baca novel remaja yang cinta-cintaan melulu."****

Bukan rahasia umum, novel remaja paling sering menjadikan cinta sebagai tema besar yang tak habis-habisnya. Itu juga yang membuat penulis terdorong untuk menulis bagi target pembaca belasan tahun ini. Penerbit-penerbit lokal belakangan juga semakin gencar menerbitkan novel roman remaja.

Muncullah pertanyaan besar: apakah selain percintaan, tak ada tema lain buat remaja?

Sebagai editor, gue mendapati ternyata banyak juga penulis di luar sana yang terpikir untuk menulis hal lain di luar percintaan. Good for them, actually. Hanya saja, yang muncul justru gelombang novel yang menggurui. Which is bukan sesuatu yang dicari target pembaca ini. Tujuh-delapan jam sudah dihabiskan mereka di sekolah, bertemu dengan guru-guru yang, err, menggurui... dan di novel mereka juga harus bertemu hal serupa? Tak usah ya!

Dan 'Rival' pun muncul di toko buku. The cover is not my fave part (gambar orang berlomba lari itu terlalu sporty buat gue), tapi isinya jelas adalah kebalikannya. Novel ini simply bercerita tentang tiga kandidat yang sama-sama unggul dan sama-sama berambisi jadi ketua OSIS. Kinda reminds me of 'Election' but with local taste. :)

Oh yeah, ada kisah cinta juga di novel ini. Tapi tak ada pun sebenarnya nggak akan melukai kualitas novel ini. Plotnya terjalin baik, tokoh-tokohnya bersuara seperti karakternya, dan penulis memilih menuliskan pesannya secara tersirat--bukan tersurat.

Tahun ini, 'Rival' dirilis lagi dengan cover baru. Meskipun tetap nggak sesuai selera (siluet cewek di kiri agak kayak Kyary Pamyu-Pamyu), this is MUCH better than the old one. Gue berharap cover baru ini bisa mendorong orang untuk tergoda menikmati novel ini dan terkagum-kagum juga dengan cara penulis bercerita.

Dan untuk orang yang ngeluh ke gue waktu itu, ini jawaban buat lo, "Ngana emangnya udah baca 'RIVAL'-nya Amalia sampe bisa-bisanya nyimpulin begitu?" Yep. Sekian dan terima kasih.
Profile Image for Orkhiroz.
241 reviews1 follower
June 9, 2025
❓️ Ketua ekskul pemandu sorak, KIR, dan pramuka masing-masing mencalonkan diri sebagai ketua OSIS. Pertikaian pribadi Friska dan Aline yang melibatkan kehidupan keluarga mereka pun membuat Raya terpaksa ikut terlibat.

Secara keseluruhan, aku kaget bisa sangat menikmati novel teenlit ini walaupun sudah bukan target pembacanya. Mungkin karena ternyata cerita ini lebih fokus ke aktivitas mereka dalam kegiatan kesiswaan dan hubungan pertemanan, bukan percintaan—genre yang hit or miss banget untukku. Rasanya jadi bernostalgia terkait banyak hal pada masa SMA kayak kegiatan OSIS, acara voting untuk ketua OSIS, drama para teman cewek, dan cowok gebetan yang karismatik—serta aku juga dapat ilmu baru soal berbagai macam ekskul tadi. Saking kangennya, aku sampai merinding pas baca bagian susunan pengurus OSIS inti di akhir cerita.

Kalimatnya ringan dan gaul khas anak remaja, namun tidak terlampau asyik sendiri. Selain itu, hal yang membuat kegiatan membacaku jadi lancar jaya adalah karena aku bacanya di Ipusnas. Setelah sekian lama enggak merasakan betapa enaknya menge-scroll buku e-book gratis, aku jadi teringat betapa membantunya aplikasi tersebut bagi manusia berdompet tipis yang malas jalan ke perpustakaan di dunia nyata. Kapan-kapan aku baca di sana lagi.

Aku suka sekali tiga tokoh utama di sini ditampilkan kelemahan dan kelebihan masing-masing. Ketika mereka biasanya langsung dicap buruk di karya-karya lain, di sini kita bisa dikasih kesempatan untuk lebih memahami cerita dari sisi mereka. Namun, itu tidak berarti bahwa kita menjustifikasi semua tingkah para remaja kayak mereka. Kita bisa merasakan mereka lebih hidup dan relatable. Dan hal itu sangat menyenangkan. Secara mengejutkan, tokoh Rena yang awalnya membuatku gemas—dalam artian buruk—aku berubah menjadi hormat kepadanya di akhir novel itu.

Sayang sekali, untuk bagian pemilihan ketua baru secara enggak adil di ekskul pemandu sorak, kukira itu bakal jadi permasalahan di halaman-halaman berikutnya dan ternyata enggak. Jadi, rasanya kayak ada yang enggak tuntas terkait bagian itu. Ya, Friska memang kandidat terbaik di sana, tetapi ... tetap saja .... Selain itu, ini akunya yang lupa atau terlalu keasyikan baca cepat, tetapi Friska kok mendadak mencalonkan diri jadi ketua OSIS, ya? Perasaan, pas terakhir kali aku baca dulu, pikiran Friska cuman disibukkan oleh visi-misi kalau berhasil jadi ketua ekskul pemandu sorak dan sosok cowok yang pantas jadi pacarnya.

Untuk soal dua kakak kelas yang bersemangat banget dalam memilih Raya .... Ya, di antara para kandidat itu, aku sendiri juga berpikir bahwa Raya adalah yang terbaik. Ya, aku juga berpikir bahwa dia keren bisa inisiatif mengajak diskusi dan menyelesaikan permasalahan dengan kalem tanpa perlu tersorot lampu panggung. Namun, aku masih berpikir bahwa penceritaan karakteristiknya masih belum cukup memuaskan. Aku ingin tahu kenapa dua kakak kelas itu bisa dengar, ingat, dan "nge-fans" sama pencapaian Raya sebagai manusia berkasta biasa-biasa saja yang berasal dari ekskul kurang populer itu.

Soal rahasia keluarga Friska, aku jadi penasaran. Kira-kira apa yang bakal terjadi kalau semua detail kebenaran tentang mereka terungkap ke seluruh sekolah? Ya, mungkin ini bukanlah fokus utama pengarang dan memang banyak rahasia remaja yang tahan lama dipendam, yang terkadang memang lebih baik disembunyikan saja kalau masalah itu sudah terselesaikan dengan sendirinya. Tetapi, tetap saja, rasanya ada yang mengganjal di hati karena kukira dramanya dengan teman-teman populer bakal lebih parah daripada ini.

Aku enggak tahu ini karena aku bacanya terlalu cepat atau bukunya sempat kuletakkan beberapa hari, tetapi setelah Bab 14, rasanya cerita dan kepenulisannya kayak berantakan. Untuk ceritanya, kita punya tiga tokoh utama dengan permasalahan hidup masing-masing yang lebih dari satu. Namun sayang, ada beberapa yang tidak terselesaikan dengan memuaskan atau bahkan enggak dibahas lagi. Untuk kepenulisannya, aku agak kaget karena tidak ada sesuatu yang memisahkan perubahan POV orang pertama dengan POV orang ketiga. Yang di Bab 19 akhir, rasanya si Penulis malas membuat dialog dan malah jadi kayak naskah drama.

Aku suka banget soal adegan penyebutan nama calon ketua OSIS di kertas terakhir yang disebut ketika perhitungan suara. Jadi, kurang lebih aku sudah tahu bahwa jagoankulah yang bakal menang. Tetapi, berkat pemosisian paragraf yang cerdas di sini dan terlebih aku baca bukunya sangat cepat, maka aku sempat salah menafsirkan adegan itu. Dalam sepersekian detik, aku sudah sempat memikirkan plus dan minus keputusan yang tadi salah kubaca.

Omong-omong, sebelumnya, aku agak sedih karena punyanya kover yang versi tiga remaja lomba lari. Dibandingkan versi yang biru, kelihatannya kover yang ini kurang estetis dan tidak ikonis. Namun, setelah baca ceritanya, aku langsung menerima kover trio pelari itu dengan lapang dada. Soalnya, kover yang biru itu seolah memberi kesan bahwa konflik rival yang ditekankan di novelnya itu adalah cinta segitiga, padahal enggak, apalagi tanda panah si Cheerleader dan si Cowok kayak atau memang malah salah sasaran.

Versi video bisa dilihat di channel YouTube-ku.
Profile Image for Chacha.
90 reviews6 followers
February 10, 2019
Novel yang berkesan. Mengisahkan tiga tokoh dengan masalahnya masing-masing dan mereka bertekad untuk menjadi ketua OSIS.
Novel ini udah lama, tapi aku baru baca dan aku enjoy waktu bacanya, meskipun untuk genre remaja, romance nya sedikit. Tapi dari segi persahabatan dan persaingan. Novel ini punya nilai yang bagus.
Recomendeed novel.
Profile Image for Gloria Fransisca Katharina.
207 reviews6 followers
December 18, 2017
Salah satu novel zaman remaja yang gue suka banget hahahaha! Siap-siap berpisah sama buku ini, supaya bisa mempengaruhi anak muda lain :)
Profile Image for Gus.
605 reviews62 followers
September 11, 2016
--- Rival ---
Plot: Ok.
Penokohan: Ok.
Gaya bercerita: Saya rasa menyenangkan^^ (novel yang berhasil membuat saya menyelesaikan dalam waktu dua atau tiga hari berarti kalimatnya ringan, haha).

Kalau di sekolah saya dulu, jabatan ketua OSIS itu jabatan yang tidak nampak begitu menarik. Tapi di novel ini, 180 derajat berbeda^^.

Tampuk Ketua OSIS diperebutkan oleh para kandidatnya. Tiga diantaranya adalah Aline si murid teladan-nan-cerdas, Friska si cantik-dan-sosialit (nb: maksud saya punya banyak kenalan), dan Raya yang (cukup untuk dibilang) netral. Semuanya memiliki keunggulan tersendiri, lantas siapakah yang akan memenangkan jabatan ini?

...Kurasa sebaiknya membaca sinopsisnya langsung.
Ush! Kovernya bagus. Saya jadi makin mudah membayangkan penampilan Friska dan Aline. Tapi sebenarnya, saat membaca teenlit ini saya jadi membayangkannya dalam format... webtoon (hanya di kepala saya ya^^).

Ceritanya seru, saya suka jalannya plot yang kadang membuat saya senang sampai gemas. Untuk ukutan teenlit, novel ini memang bagus. Tidak salah saya mendengar pendapat para goodreaders disini fufufu... Tapi meski menikmatinya, saya tidak bisa memberi bintang yang lebih tinggi dari ini. Soalnya, kadang saat saya membacanya-- kepala saya berpikir kalau 'kenapa dunianya sempit sekali? Semua serba kebetulan. Si itu ternyata anu-nya itu, si itu ternyata mendengar soal ini, dsb'. Tapi yah, bahkan penulisnya juga membahas soal ini di dalam novelnya. Jadi saya tidak sekesal itu juga sih^^ Kebetulan semacam itulah yang mendorong cerita, bukan?

Nah, tapi soal penokohan itu urusan yang lain. Karena saya tipe orang yang pas sekolahan sangat pendiam, kupikir saya akan lebih menyukai Aline si tokoh pintar. Tapi arah penokohan yang digambarkan penulis malah membuat saya tidak menyukainya. Nyaris sangat-teramat-duper tidak menyukainya. Dilain pihak, saya menyukai rivalnya, si cantik Friska (haha). Soalnya bagaimanapun, Friska menggambarkan egoisme dan rasa simpatik. Jadi sulit untuk tidak menyukainya di buku ini.

Ngomong-ngomong saya suka tamatnya dan terlebih: cara penulis menuliskan tiga sudut pandang dari tokoh utama di bagian akhir. Pemungkas yang menyenangkan.
[8/10]
Profile Image for Dhea.
33 reviews
April 23, 2015
Keren keren keren. Temanya beda dari teenlit kebanyakan yg fokus ke percintaan. Ini tentang 3 murid yg bersaing jd ketua osis. Ada dialog yg lucu juga haha. Aku paling suka karakter friska, dia penyabar ternyata dan cuek banget. Dan karakter yg bikin aku pengen sobek sobek bukunya (sangking nyebelinnya,bukan berarti karakter itu sebuah kesalahan didalam cerita tp memang begitulah karakternya digambarkan: nyebelin) adalah aline. Dia super sombong iuh mentang murid teladan trs pake acara benci cheerleader tanpa alasan yg kuat lg,dikiranga cheerleader cuma kumpulan cewe genit? Cheerleader itu cewe kuat dan berani. Emg dia berani bikin formasi piramida? Oke aku bukan cheerleader tp aku bener bener jijik sm aline. Dia ngecap setiap anggota cheers adalah cewe genit yg berotak kosong iuh lebay. Haha sorry emosi.
Aku baru sadar disini karakternya jg ga dibuat buat. Kayak novel lain,biasanya anggota cheers dibikin annoying, genit abis abisan,bitchy banget deh pokoknya. Eh disini malah ga,bagus malah,friska pekerja keras jg bantuin nyokapnya masal katering. Nah sedangkan aline,kutu buku dan pinter yg biasanya dibikin penyabar dan suka ditindas malan dibikin super sombong dan gengsi berat. Aku liat dari sudut pandangku sebgai pembaca, friska orgnya suka ngalah. Dia benci aline karena aline benci dia duluan. Dan kenapa aline benci friska? Ya itu td, hanya karena friska itu anggota cheers, sesederhana itu alasannya. Aline nyebarin brosur katering mamanya friska,ngebongkar rahasia friska tp apa yg friska lakuin? Ga ada balas dendam. Oke memang ada niat busuknya tp ga terlaksana. Dia ga ngelakuin apa apa. Ckck kasian bener dia. Auah ngomongin karakter mele. Aku ga pinter ngereview, aku jg gatau ini review atau bukan haha yg penting ya gitu deh, novel ini bagus banget. Harus baca!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for P.P. Rahayu.
Author 1 book36 followers
December 15, 2013
“ Tidakkah kamu pikir segala batas itu tipis?
Antara cinta dan benci...
Antara jenius dan tolol...
Antara berani dan nekat...
Antara saingan dan.. teman


Ini teenlit yang seru. Nggak main-main lo temanya. Perebutan kursi ketua OSIS. Jadi banyak belajar, bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik. Jangan kepedean, jangan terlalu yakin, jangan berharap kamu sellau jadi nomer satu karena dunia ini berputar.
Yaa, aku puas baca novel ini. Emang sih, ceritanya panjang banget. Mulai dari Friska dan Aline yang musuhan. Eh, ternyata Friska lagi pedekate sama kakaknya Aline. Aline yang disukai oleh Dimas—calon ketos yang gugur. Aline yang dibenci oleh Dito—calon yang gugur juga. Raya yang tertarik dengan Aline padahal di udah punya pacar, Rena. Panjang amat ya?
Tapi menurutku seru kok. Bahasanya nyantai. Tapi sebel sama tokoh Aline. Keras kepalanya itu lho minta ditimpuk. Jadi sebel sendiri waktu bacanya.
Yaa,tetap menyenangkan membaca novel teenlit. Nggak melulu cinta-cintaan soalnya.
Profile Image for Tiara Orlanda.
201 reviews18 followers
September 16, 2015
Musuh terbesarku adalah rasa malas. Kalau aku bisa mengalahkannya, aku bisa mengalahkan apapun selain itu. (hal 20)

Friska, seorang cheerleader yang punya banyak penggemar dari segala jenis murid. Tipe murid yang percaya diri, famous. Dan untuk itu Friska mencalonkan diri menjadi ketua OSIS.

Alien, tipe murid pintar yang benci cheerleader karena dianggapnya hanya “modal tampang”. Sangat pintar dalam akademis, anggota ekskul KIR, membuat Aline tanpa ragu mencalonkan dirinya menjadi ketua OSIS.

Raya, anggota ekskul pramuka yang awalnya tidak diperhitungkan sama sekali. Bukan murid yang sangat baik di akademis bukan juga tipe yang famous di sekolah. Tapi demi pramuka, Raya mencalonkan diri menjadi ketua OSIS.

Aku suka sekali buku ini. Sukaa syekaliw lebih tepatnya. Bukunya tuh tentang persaingan manjadi ketua OSIS. Buku ini gak bikin bosen sama sekali. Bikin penasaran jadi baca terus.

Rival menggunakan POV 3. Membuat kita tau ceritanya dari segala sisi tokoh.

Soalnya aku tau rasanya perasaan sayang yang enggak bisa bersatu. (hal 311)

Aku spoiler ya, jadi endingnya Aline dan Friska bakalan temenan akrab. Klise ya ? Tapi pas baca itu sama sekali gak klise :) Seru bacanya.

Persahabatan, musuhan, romance, patah hati, ada semua di buku ini.
Profile Image for Ninditya Nareswari.
17 reviews1 follower
September 13, 2013
novel ini merupakan salah satu contoh novel teenlit indonesia yang bermutu, cocok deh dibaca buat para anak SMA, apalagi yang lagi pada nyalonin jadi ketua osis hehehe.

berkisah antara tiga siswa : Aline, siswi terpintar yang PD dengan otaknya yang cerdas, Friska, siswi populer kapten cheerleader yang fansnya banyak, dan Raya siswa biasa-biasa saja, ketua ekskul pramuka. Mereka sama-sama memperebutkan jabatan ketua OSIS. Sebelumnya Aline dan Friska tak pernah damai. Hingga Aline memfotokopi brosur usaha katering mama friska, padahal friska sebelumnya terkenal sebagai putri pengusaha real estat. Friska dijebak hingga akhirnya dia dituduh menyebarkan berita bahwa mama Aline seorang alkoholik. Hingga Friska pdkt dengan kakak Aline, suasana makin kacau.

Raya yang kelihatannya tenang juga punya masalah, sahabatnya,Aldo yang selalu ingin ikut campur urusannya tentang organisasi merasa dikhianati ketika Raya mempunyai program kerja yang bagus tetapi harus bekerja sama dengan ekskul pecinta alam- dimana sebelumnya ekskul pecinta alam bermusuhan dengan pramuka. Belum lagi masalah Rena, pacar Raya yang akhirnya tahu bahwa ternyata Raya suka sama Aline, bukan dirinya.

Cerita-cerita abege ringan, tapi dikemas dengan bagus dan menarik!
Profile Image for Dita.
24 reviews10 followers
April 5, 2015
4 bintang unuk genre novel remaja aka teenlit, sebenernya pengen banget baca dari jamannya masih cover lama tapi apa daya malah baru baca sekarang.

Gw sebagai pembaca yang bukan lagi remaja sudah berasumsi di awal bahwa novelnya pasti udah kurang pas dengan selera 'gw' saat ini, pasti ringan banget deh kaya kerupuk, dan ujung-ujungnya bacanya lompat-lompat demi memuaskan hasrat penasaran masa lalu.

Asumsi gw meleset ternyata guys, buku ini enak dibaca.. engga berat memang... tetapi engga bikin gw gampang bosen juga, gaya penulisan yang cocok dengan selera, temanya yang engga melulu berporos dengan cinta-cintaan galau mungkin 2 hal yang bikin buku ini tetap menarik sampai lembar terakhir.

Buat yang kangen masa SMA, ataupun yang masih SMA, ataupun siapa aja yang pengen baca novel remaja, novel ini salah satu novel yang layak untuk dibaca ;)
Profile Image for Tiara Mylanie.
2 reviews
May 16, 2014
Keren. Ceritanya ga mainstream hehe tentang 3 orang yang memperebutkan kursi ketua OSIS


Suka banget sama karakternya Friska. Walaupun cuek, tapi dia ga pernah bales dendam sama orang yang udah jahatin dia. pokoknya keren bangetlah Friska. Dia orangnya termasuk orang yang mau ungkapin sesuatu duluan. hhhm contohnya cowok...... walaupun buat sebagian cewek ga banget mulai duluan, tapi buat Friska enggak ;) Dia juga mulai duluan 'mencairkan' permusuhan dia sama Aline. Awesome deh Friska.

Aline. Ga suka sama cewek yang satu ini fix .-.

Rival keren deh pokonya!
Profile Image for Hasna.
7 reviews2 followers
April 28, 2011
honestly i like this book. teenlit dengan bahasa teenlit pada umumnya dan tentunya ada cerita percintaan a la anak sma, tapi ada satu hal yang bikin beda, topik utama yang diangkat oleh teenlit ini adalah tentang persaingan 3 orang siswa menjadi ketua osis, dari mulai pencalonan, kampanye, sampai akhirnya terpilihlah ketua osisnya. suka aja :)
Profile Image for Anis Arafah.
135 reviews24 followers
February 19, 2015
Inget pinjem ini buku di perpusda yang waktu itu kalau gak salah ingat 'fresh from the oven' ditaruh di rak.
Empat bintang aku rasa setimpal dikasih buat buku ini dengan ide ceritanya yang pada waktu itu aku merasa 'aku banget'. :D Tentang persaingan tiga orang keren di bidangnya masing-masing untuk memperebutkan jabatan Ketua OSIS.

Profile Image for Nike Andaru.
1,638 reviews111 followers
July 21, 2010
Beli di obral Gramedia.
Khas remaja. Rebutan kursi ketua osis dibumbui cerita cinta. Ah, selalu mengingatkan dengan masa2 sma :D

Review ngutang dulu ya *piss*
Profile Image for Dina.
215 reviews10 followers
July 27, 2012
bagus, persaingan 3 siswa menjadi ketua osis. jadi inget jaman sma...
Profile Image for Agnialam.
3 reviews
February 8, 2013
menarik juga, baca kisah cinta masa SMA. Jadi inget masa-masa lalu. Jarang-jarang ada cerita persaingan menjadi ketua OSIS dengan latar belakang yang berbeda-beda. Jadi suka bacanya :D
Profile Image for Alfiah Mega.
62 reviews
May 2, 2015
Waah.. SMA banget, nih! Tentang persaingan tiga orang yang ngerebutin posisi sebagai ketua OSIS dengan berbagai alasan, walau alasan Friska yang paling gak banget. Enak deh bacanya! Mengalir...
40 reviews15 followers
November 18, 2010
engga bisa berhenti waktu baca, ktawa2 ndiri inget masa-masa SMA
nice
Displaying 1 - 25 of 25 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.