Siska patah hati. Tunangannya membatalkan perkawinan mereka dan menikah dengan gadis lain. Kehilangan semangat hidup, Siska keluar dari pekerjaannya dan hidup menyendiri.
Leo, teman karib abang Siska, mendekatinya. Sebenarnya Leo yang dikenal sebagai Don Juan mempunyai motif tersendiri untuk membangkitkan semangat hidup Siska yang sudah terlelap dalam apati dan beku bagaikan gunung es. Tetapi�
Muncul pula Helmi, seniman pegawai nite-club, seorang pemuda yang lincah, perayu, dan licik.
Badai demi badai yang hitam pekat melanda hati Siska. Kapankah badai dalam hidupnya akan berlalu?
***
Novel klasik Indonesia yang sudah berkali-kali dicetak ulang; sudah terjual lebih dari 80.000 eksemplar. Sudah difilmkan di tahun 1974 dengan bintang Christine Hakim, Roy Marten, dan sutradara Teguh Karya. Pernah disinetronkan dengan bintang Dian Nitami dan Ari Wibowo. Tahun ini difilmkan ulang dengan bintang Vino Bastian, Raihaanun, dan Winky Wiryawan. Film re-make ini akan diputar mulai tanggal 14 Februari 2007.
Marga Tjoa (born 27 January 1943) is an Indonesian popular romance and children's literature writer better known by the pen name Marga T. One of Indonesia's most prolific writers, she first became well-known in 1971 for her serial Karmila that was published as a book in 1973 and later made into a film.
Kisah yang emosional berending lucu hanya karena kesalahpahaman. Tapi membaca novel ini sangat membuat penasaran hingga lembar terakhir. Novelnya cukup detail,emosional,dramatis,tragis tapi tetap ada keindahannya... Novel ini diadaptasi menjadi film oleh teguh karya tahun 1977 dengan aransemen musik yang diciptakan oleh eros djarot yang dinyanyikan oleh chrisye...hingga kini album badai pasti berlalu begitu mengesankan dan menjadi album terbaik sepanjag masa... Kisah dalam novelnya juga menurut saya cukup bagus.. Dan karena difilmkan saya jadi tertarik dengan novelnya... 🌟
My mom isn’t a bookish person by nature. She’s more of a tabloid house wife type. So I don’t have a slightest idea what kind of book she would love. In order to fulfill the challenge, I showed her two books when she accompanied me to a library. The first one was a book title “Emak” by Daoed Joesoef and the other was this book. I chose it because my mom said she remembered a movie with the same title when she was young. It was starring by Roy Marten and Christine Hakim. The only thing I remembered about that movie was the protagonist riding a Vespa somewhere. There were a remake of the movie based loosely from the book.
Okay, back to the book. If you seeking a purely torture reading, this one is definitely for you. The package contains of drama, a spoilt girl, a playboy, a gigolo, and too much mention of sex (and it scarred my mind worst than a harlequin could do with that “b” word). I amazed that this book could be published in 70s. And a successful one at that if it made into a movie. I thought that era was rather strict and considered a taboo to talk about the act of sex.
I could relate to Siska at the beginning, it was hard losing your fiancé and to make it worst, lost it to your own best friend. But as the story goes, I felt she was beyond help, too busy in her pity party. And she was too weak willed to my taste, the perfect picture of a damsel in distress waiting for her knight to save her. Blergh… and I didn’t felt comfortable reading the endearment they used in their family. It might sound normal to said my dear in English to a family member, but Kekasihku in Bahasa totally freak me out.
Ga tau kenapa, buku yang katanya fenomenal hingga difilm-kan dua kali ini ga bisa membuat aku betah untuk sampai ke halaman akhir.
Terlalu lambat alur ceritanya, itu yang membuat aku bosan. Di 10 menit pertama masih coba konsen, di menit ke-20 mulai goyang-goyang kaki, di menit ke-25 mulai ngelirik-lirik siaran televisi, dan di menit ke-30 sukses membuat buku ini masuk lemari lagi.
Hoaaaaahhh, membosankan!!! Ga tau aku gimana cerita akhirnya. Ada yang mau minjem? Boleh, dengan senang hati akan ku berikan!!!
dm bukan alasan yang bagus untuk membatalkan sebuah hubungan cinta...bukanya dm ga 100 % menurun? banyak faktor lain yang berpengaruh...rasanya sayang sekali siska sampai menghabiskan sebagian besar waktunya dalam penderitaan hanya karena alasan yang tidak dikonfirmasi dulu kebenarannya.............jadi gemes but...bagaimanapun juga buku ini menarik dan everlasting banget ost-nya...
Buku ini sangat fenomenal, dicetak berulang2, dibuat film layar lebar 2 kali dan sinetron 1 kali. Bahkan album sountrack-nya (yg original by chrisye)jadi everlasting album.
Buku ini pertama kali aku baca saat ada tugas mereview novel secara kelompok saat SMP dulu. Sebelumnya aku memang sudah melihat versi sinetronnya yang diperankan oleh Dian Nitami dan Ari Wibowo saat itu, namun tentu saja rasanya berbeda dengan saat kita membaca bukunya.
Ceritanya cenderung sederhana tanpa konflik yang bertele-tele. Tentang Siska yang patah hati setelah ditinggal menikah oleh mantan tunangannya, yang akhirnya dijatuhi cinta oleh Leo, teman kakak lelakinya yang seorang playboy.
Sebuah kesalahpahaman akibat candaan Leo yang keterlaluan membuat Siska kembali menyendiri dan akhirnya memilih menikah dengan Helmi yang mempunyai rencana licik karena mengetahui rahasia ayah Siska yang tidak sesuci yang dikira selama ini.
Leo yang merasa bersalah telah mempermainkan Siska berusaha mengambil hari mantan kekasihnya tersebut, apalagi saat rumah tangga Siska goyah karena kelakuan Helmi yang sudah tidak terkontrol lagi. Dan Siska pun kembali luluh dalam pesona sang play boy.
Salah satu ciri Marga T. dalam setiap karyanya adalah dia memasukkan latar dunia kedokteran walaupun hanya sekilas saja. Hal ini tentu saja dapat menambah sedikit pengetahuan para pembacanya tentang hal tersebut.
Satu hal lagi, versi film pertama cerita ini sangat fenomenal shingga membuat album soundtracknya sangat populer hingga saat ini, bakan saat dibuat versi filmnya lagi. Everlasting love song untuk sebuah kisah cinta yang fenomenal di masanya :)
didnt know it was that similar to raumanen jakarta in the 60s catholic kids catholic guilt dansa dansi villa di puncak penyakit tak ada penyembuhnya and i daresay much more superior i dreamt that i read this literary journal and this garing academic wrote that the truth of the world in badai pasti berlalu is delivered from the pulpit of a sunday misa preacher who doesnt really care about the truth anymore he just loves telling stories and i thought isnt he right on the money this garing academic then i realised it was me the garing academic was me! arent i clever yeh unlike the truth in raumanen which gets stuffed down yr throat by a schizophrenic spoilt brat yg kurang gaul aja gitu loh
Setelah menonton filmnya dari dua generasi dan dua versi penggarapannya, jadi suka nih sama nih film, Terus jadi penasaran sama isi novelnya yang sudah pasti akan jauh lebih detail dibandingkan filmnya. Ditambah dua sutradara dari dua generasi menggarapnya menjadi adopsi layar lebar yang apik dan akan menguras imaji.
Dengan modal searching-browsing dapat nh buku, sekarang dah ditangan bukunya, mau baca dulu ya...doakan berhasil...(loh memang mau ujian wek wekwekwkwkwkw). maksudnya berhasil membaca buku dengan cepat dan mantap juga yang terpenting dapat hikmah dari intisari novel ini.
Seperti buku2 Marga T lain yg pernah saya baca... perl waktu agak lama untuk tune in sama ceritanya... pembukanya emang hampir selalu bikin saya bosan di setiap buku Marga T yg saya baca. Tapi rasa bosan itu segera hilang setelah sampai di konflik utama cerita. yang tersisa adalah rasa penasaran, kira2 akan seperti apa akhir ceritanya... Saya telah menonton versi filmnya, baik yang jadul (yang diperankan oleh Christine Hakim dan Roy Marten) maupun yang baru (yang diperankan oleh Raihaanun dan Vino G. Bastian). jadi sudah tau sebenarnya ceritanya seperti apa... tapi ya memang beda sih sensaninya antara baca buku dengan nonton filmnya... :D
Baru bongkar2 rak buku teman, eeeh nemu banyak novel Marga T dan Lupus hehhee... jadi keingat jaman SMP-SMA. Padahal dulu juga jarang baca Marga T sebenarnya :D jadi baru mulai baca sekarang nih, baru halaman 12, lumayan mengobati kangen Indo. Tapi aneh juga rasanya waktu baca si tokoh taruhan 100ribu yg merupakan jumlah yg sangat2 besar jaman itu. Jadi makin merasa cepatnya waktu berlalu, cepatnya kondisi berubah...... *tanda2 ketuaan kayanya
ini salah satu karya Marga T yang cukup fenomenal mungkin.... karna dibuat versi filmnya sebanyak 2 kali.... bahkan ada judul lagu yang serupa (walaupun ga tau apa ada hubungannya :P) yup....ini juga salah satu buku Marga T yang kusuka...karna kekompleks-annya yang bikin pusing :P... kalo ga salah ada dua buku deh...
Awalnya justru liat filmnya duluan, baru saya baca bukunya. Baca bukunya pun dapet pinjem dari perpus sekolah xppppp Gara-gara liat film badai pasti berlalu inilah saya pertama kali ngefans banget sama Vino, ckikikiki. Ceritanya bagus, penuh konflik dan perjuangan hidup. Tapi saya lebih suka nonton filmnya berulang-ulang daripada baca bukunya. XPPPPP (apa gara2 ada vino nya yaaa??? XPPPP)
Hmmm. I don't quite like this book since it has a slow slow pace and the stories are not that logical. I guess I just feel intrigued since there is the movie and everything..
I am disappointed by the book. The stories drone on and on and the only parts I like are where Leo is in it :)
Alurnya sangat pas dengan judulnya,"Badai Pasti Berlalu" yang berkisah tentang kehidupan Siska yang banyak sekali diterpa badai sebelum akhirnya menemukan kebahagian sejatinya
Dimulai dari gagalnya percintaannya, dilanjut vonis diabetes yang mengharuskannya rutin suntik insulin, dan menjalani kehidupan rumah tangga yang runyam berlumur dosa, serta kematian seseorang yang disayangi sepenuh hati
Ceritanya bagus, ketegaran Siska menghadapi semua masalah itu sendirian. Namun disini yang tidak pas nya adalah karakter dan setting tempat nya yang itu-itu aja dan disitu-situ aja.
Siska digambarkan sebagai gadis berhati es selepas putus cinta, jadi sepanjang hari cuma duduk melamun, nggak mau makan minum, hampir selama setahun. Heran dia masih hidup sehat 😀
Trus kalau ketemu cowok yang memuji kecantikan dia, Siska tu langsung menilai fisik lawannya. "Lumayan tampan" 🥴
Selama menikah dengan Helmi, dia mau-mau aja nurut perkataan Helmi yang tidak masuk akal. Bahkan pekerjaan suaminya sebagai gigolo pun dia tidak mau komentar, sekedar "Ah biarlah." Tapi menangis dalam hati. Dan ada Siska di ajak nonton film porno di rumah teman Helmi dalam rangka tukar pasangan satu malam. Tapi dia nggak ada tindakan apa-apa
Lalu rumah Siska dijadikan tempat Mariana "berdagang jasa" juga di diamkan.
Konfliknya seputar di pesta ulang tahun, pesta tahun baru, perayaan natal, pesta di rumah Siska menyambut tamu. Dan trus di ulang-ulang disitu aja dengan setting waktu berbeda.
Sebenarnya konflik yang diciptakan penulis tidak serumit itu. Cuma penulis membuatnya rumit dan memberi detail yang bertele-tele sehingga terbentuklah 552 halaman kisah pilu Siska. Bisa bayangkan? Jangan ....
Tapi paling konyolnya, sekaligus bikin aku jengkel setengah mati adalah Siska menolak Leo karena prasangka yang tidak mau dia tanyakan sejak awal. Memang kalau tidak begitu tidak ada konflik kan, tapi Ya Allah rasanya pengen ku antok kepala mereka berdua 😭 benar-benar seremeh itu lho penyebabnya sampe aku "HAH?" 😱
Judul : Badai Pasti Berlalu Author : Marga T. Penerbit : @bukugpu Tebal : 552 hal Tahun terbit : 2002 (cetul) ISBN : 9786020654966 Baca di : @gramediadigital
Novel Klasik Indonesia ini sudah berkali-kali dicetak ulang dan sudah terjual lebih dari 80.000 eksemplar.
Aku ingat dulu kecil mama ku suka banget nonton sinetron ini di Televisi kala itu. Pertama kali dibintangi oleh Christine Hakim, Roy Marten dan disutradarai oleh Teguh Karya. Lalu di sinetron kan di TV dengan dibintangi oleh Dian Nitamu dan Ari Wibowo dimana saat itu sinetron ini begitu booming. Ternyata film ini di-remake kembali pada tahun 2007 yang dibintangi oleh Vino Bastian, dkk.
Kisah nya sendiri sederhana dan mengalir banget tentang gadis manis bernama Siska yang mengalami patah hati. Bagaimana tidak, tunangan yang ia cintai membatalkan pertunangan mereka dan menikahi gadis lain.
Disaat Siska kehilangan harapan dan semangat hidup, muncullah seorang lelaki bernama Leo, sahabat Abang Siska. Leo ini seorang lelaki playboy yang luluh pada pesona Siska. Ia berusaha mendekati Siska dan menyemangati nya hingga Siska membuka hati dan berpacaran dengan nya.
Namun cinta mereka tidak bertahan lama karena Leo ini membuat siska salah paham, dimana menurutku salah pahamnya ga banget. Lalu Siska ini dirayu sama orang laen bernama Helmi, yang ternyata laki-laki licik, bermulut manis. Plus mau juga si Siska sama Helmi. Hmm.. Jaman itu kalo baca buku ini pasti rasanya ga ada yang janggal. Tapi disaat jaman sekarang baca yang ga masuk diakal, bakal di kritisin :p
Akhirnya drama di kehidupan Siska silih berganti dan banyak problema yang ia hadapi. Alurnya pun kerasa lambat. Tapi lagu yang di Sinetron nya itu loh bener-bener buat nostalgia dan terngiang-ngiang : "Badai pasti berlalu..🎶.."
Waktu saya kecil, mama saya mengoleksi buku karya Marga T. (di antara yang lainnya). Saya iseng dan penasaran baca, tapi saya tidak pernah bisa membaca lebih dari 1 halaman. Lalu, waktu saya SMP, saya menonton film "Badai Pasti Berlalu" yang diperankan oleh Raihaanun dan Vino G Bastian yang diadaptasi dari novel Marga T. dengan judul yang sama. Lalu, saat saya sudah cukup dewasa (hahahaha) saya memutuskan untuk membeli novel ini.
Well, novel ini betah nongkrong di TBR saya selama berbulan-bulan semenjak dibeli. Bahkan, ketika saya memutuskan untuk membacanya, saya berhenti di halaman 40an untuk waktu berbulan-bulan juga. Kenapa, ya? Mungkin saya terlalu 'pusing' dengan gaya bahasa dan bercerita yang menurut saya agak lampau, mengingat Bu Marga T. menulis buku ini pasti sebelum tahun 1974. Pengenalan kehidupan tiap karakter yang terlalu berjalan lambat dan membosankan, juga menjadi salah satu alasan kenapa saya tidak melanjutkan buku ini. Sampai suatu saat, saya 'memaksakan' diri untuk membacanya. Eh, malah keterusan dan saya menyelesaikan 400an halaman hanya dalam 1 minggu kurang.
Memang, sih, butuh 'adaptasi' dengan gaya bercerita Bu Marga T. mengingat kesenjangan waktu (menurut saya). Dialog-dialog yang kaku, entah kenapa menurut saya jadi sebuah bentuk sastra yang indah. Ternyata, di luar dugaan, saya menyukai gaya bernarasi Bu Marga T., yang terkadang membuat saya cekikikan sendiri, tertawa sendiri, cemberut mengerut, mengumpat (seperti kebajingan Helmi dan Marina), dan mengucap 'awwwww' di saat membaca bagian di mana Leo diam-diam menunjukkan perhatiannya pada Siska.
Harus saya akui, saya agak pening memikirkan bahwa Siska harus menjalani kehidupan yang sedemikan berat karena kebodohan dan wataknya yang buat geregetan. Dia tidak harus menikahi Helmi, kalau saya jadi dia malah saya lawan itu si lintah penyedot harta! Dia bisa memilih menikah dengan Leo, kalau saja dia mau berterus-terang dan tidak mengemban penderitaan sendiri! Ini semua gara-gara turunan diabetes!
Walau memang, sih, di sini tidak banyak dijabarkan bagaimana Siska dan Leo jatuh cinta. Tiba-tiba, jatuh cinta saja. Bahkan tidak banyak bagian di mana mereka berinteraksi, tidak seperti novel romansa yang sering kita temui. Mungkin di situlah indahnya jatuh cinta, karena sifatnya yang abstrak?
Saya menilai karya ini sebagai sastra yang menggugah. Bukan hanya karena romansa di dalamnya, tapi gaya bahasa dan penuturan kisah yang menggunakan rangkaian kata-kata kesusastraan. Berkat novel ini, saya jadi lebih percaya diri dan ingin mengoleksi buku-buku karya Bu Marga T. yang lainnya.
Omong-omong, di saat saya menyelesaikan novel ini, grup musik Diskoria duet dengan BCL 'mendaur ulang' lagu Chrisye dengan elemen-elemen baru, berjudul 'Badai Telah Berlalu' dengan lirik yang benar-benar mengingatkan saya dengan novel ini, apalagi di MV-nya ada bu Christine Hakim yang dulu berperan sebagai Siska di film 'Badai Pasti Berlalu' pada tahun 1977.
5 bintang karena bacanya waktu SMA (tahun 96), wow cukup disturbing buat anak SMA jaman dulu, kalo buat anak SMA jaman sekarang mungkin biasa aja. Isinya bener2 'badai' senada dengan filmnya (versi ori) yang dark dari menjelang pertengahan sampai akhir. Kalau masalah plot dan penulisan yang lambat dan bertele2 mungkin karena gaya trend penulisan jadul ya emang begitu, mungkin beliau terinspirasi dengan agatha christie yang lambat. Jika disuruh ngulang lagi baca, sy ogah, karena ada scene anak sakit n meninggal, yang gak sanggup sy baca karena sy punya anak kecil sekarang.
Bukunya bagus bgt memanv alurmya sedikit lambat dan terasa kurang perlu d detailkan, tapi bagaimana sikap leo yg menyebalkan perlahan benar jatuh hari pada sang guru taman kanak kanak membuatku senyum sendiri. Terutama scene di vila yg begitu detail membuat imajinasi tentang sosok siska dan kehidupannya terasa begitu nyata.
Menghabiskan cerita novel ini di audiobook dan selama 3 hari lebih ini aku merasa tidak ada titik romansanya ☺️🙏🏻 isinya "jangan lupa mandi" "jangan lupa makan" "casino" "nite-club" "manja" "Oho" ARGHHH BUKAN TIPE KU 🤧 lebih-lebih lagi siska manjanya minta ampun tolongggg
Agak terasa sia" aku mendengarkannya tapi sampek habis juga 😭 laen betol