Jump to ratings and reviews
Rate this book

Seven Days

Rate this book
Nilam's Diary

Day 1: Selamat pagi, Pantai Kuta. Selamat pagi, Shen

Day 2: Ah, kamu membawaku ke Pasar Seni Sukowati, tempat favoritku.

Day 3: Sendratari Ramayana ini membuatku bertanya-tanya, apa aku sudah bertindak tidak setia?

Day 4: "Aku juga punya rasa takut. Aku takut kamu terluka!"

Day 5: Seminyak, kamu, kejutan, dan pantai di malam ini.

Day 6: Pantai Padang-Padang ini menjadi saksi kamu mengacaukan semuanya..

Day 7: Bandara Ngurah Rai. Kami, sepasang sahabat sejak kecil, yang kini bersikap seperti orang asing...

296 pages, Paperback

First published March 1, 2013

11 people are currently reading
218 people want to read

About the author

Rhein Fathia

7 books173 followers
Unromantic Author who writes romance novels.

She was born in and grew up Indonesia, now living in Prague, Czech Republic. Rhein is a cat person, love traveling, sometimes jumped to stupid situations, and always seek for adventurous things.

Her first novel published when she was in senior high school. Once she stopped writing novel when she was studied in university majoring Physics (sure, she was busy writing lab reports). After graduated, she's back writing novel and traveling until now.

Follow her daily activities on instagram and twitter: @rheinfathia.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
34 (18%)
4 stars
46 (25%)
3 stars
69 (38%)
2 stars
23 (12%)
1 star
8 (4%)
Displaying 1 - 30 of 50 reviews
Profile Image for Ajen Angelina.
20 reviews6 followers
July 16, 2013
7 days berkisah tentang dua orang shabat sejak kecil bernama Shen dan Nilam yang berlibur selama 7 hari di Bali. Nilam telah bersahabat dengan Shen sejak kecil. Shen selalu melindungi Nilam dan menjaga Nilam sejak kecil. Hanya kemudian Nilam akhirnya memutuskan untu tunangan sama Reza. Shen kemudian menggagas liburan berdua ini ke Bali.. Dan setelah tujuh hari Nilam menyadari bahwa dia menyukai Shen. Gimana kelanjutannya? baca sendiri aja…


Gue harus bilang 7 days karya Rhein Fatia adalah sebuah novel yang biasa saja.. Romancenya sihh udah ketahuan bahkan sejak gue membaca blurbnya Si Em pemeran tokoh cewenya Nilam bakalan jadian sama sahabatnya..

Baca Buku ini entah mengapa membuat gue mau tak mau mengenang Dee Lestari dengan kisah Keenan Dan Kugi yang dimulai dengan persahabatan. Gue berkeyakinan kalau 7 Days terinspirasi dari kisah itu. Keyakinan gue bertamabah sejak tahu nama tunagan Nilam adalah Reza dan akhir dari bagaimana si Reza di 7 days sangat mirip Remi di perahu kertas yang memilih melepaskan cinta sesayang apa pun mereka.

Bedanya kalau Dee yang maestro itu mengkaraterisasi tokohnya dengan kuat sedangkan Rhein kurang mengekplore tokoh-tokohnya.. Gue bahkan bingung si Nilam ini cewe mandiri atau manja.. Si Shen apa lagi? Kok bisa lo diam aja setelah selama tiga tahun sahabat lo pacaran dengan orang lain? belum lagi Si Reza yang biasa aja mengetahui pacarnya jalan sama laki-laki lain.. Hallo? Hati Reza terbuat dari batu yah? Kalau cowo gue tahu gue jalan ama sahabat gue ke Bali bisa diputusin kali gue yakk hahahha…

Salah satu hal yang menganggu adalah, di awal dibilang kalau Ayah Shen ini adalah seorang astronom lalu di halaman berikut-berikutnya dibilang kalau Shen mengukuti jejak Ayahnya sebagai Arsitektur *hemm

Terlepas dari itu semua, setting Balilah yang menyelamatkan novel ini. Meski ada beberapa lembaran yang gue skip novel ini cukup menghibur.. Gue juga suka waktu Shen dan Nilam ngomongin Astronomii.

Oleh karena itu gue kasih ratting 2 dari 5 bintangg :)

Buat Mbak Rhein teruslah menulis.. Ini hanyalah komen dari bukan penggemar Romance yang terjebak baca romance :D
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
March 18, 2013
Sering kali kita dibuat bimbang oleh pertanyaan siapa yang kita cintai sebenarnya? Sosok yang selalu hadir menemani atau yang sejatinya dipilih oleh hati? Bagiku, keduanya tetap cinta. Cinta tidak pernah memaksa kita untuk memilih, hiduplah yang mengharuskan untuk memilih. Termasuk memilih, kita ingin hidup dengan siapa.

Ini tentang 7 hari yang mengubah segalanya, 7 hari yang menyadarkan akan sebuah perasaan yang telah lama menyusup jauh didalam relung hati. Perasaan takut akan kehilangan, perasaan nyaman satu sama lain, yang selama ini bersembunyi dalam nama "persahabatan" yang lambat laun berubah menjadi "cinta".

Ini tentang kisah Shen dan Nilam, dua sahabat sejak kecil, yang memutuskan berlibur ke Bali, liburan terakhir bagi Nilam yang akan segera menikah. Bali dengan segala keromantisannya membawa sejuta kenangan dan pengalaman yang tak terlupakan bagi keduanya, dan menimbulkan sejuta pertanyaan dan keraguan dihati Shen, khususnya Nilam tentang perasaannya sebenarnya. Nilam pun semakin dibuat dilema, karena disatu sisi Nilam telah mempunyai Reza, seorang kekasih sejak 3 tahun silam, yang begitu baik dan sangat mencintainya, bahkan telah melamarnya.

Setting Bali pun sangat mendukung cerita ini, walau sejak awal kita sudah tahu akan dibawa kemana kisah Shen, Nilam dan Reza. Ditulis dari hari pertama hingga hari ketujuh, sebagai pembaca aku larut dengan kisah mereka. Tempat-tempat yang mereka kunjungin pun sudah pernah kukunjungi waktu ke Bali, dan itu semacam dejavu ^^ Sebagai pembaca, aku suka dengan penulisan kisah ini dalam sebuah diary, karena kita bisa memahami perasaan yang berkembang diantara mereka, konflik yang dirasakan. Sosok Reza yang walau muncul gak terlalu banyak dieksplor pun menambah menarik cerita ini. Simple but romantic ^_^
Profile Image for Dyah Rinni.
Author 13 books75 followers
March 17, 2013
Seven days bercerita tentang perjalanan dua sahabat berlibur ke Bali. Masalahnya, yang cewek sudah mempunyai tunangan dan yang cowok adalah sahabat masa kecilnya yang diam-diam menyimpan rasa. Oops...
Dari awal, cerita sudah menampilkan potensi adanya percik-percik asmara di antara keduanya. Gimana enggak, orang dari awal mereka sempat tidur satu kamar walaupun sebenarnya itu kesalahan hotel, sih. Nilam berusaha tetap setia dengan calon suaminya. Tetapi bagaimana mungkin sementara hatinya terus terpikat pada Shen? Apakah bisa dia melewati tujuh hari di Bali tanpa mengubah persahabatan mereka? Atau....

Aku suka dengan cerita ini karena idenya yang sederhana tetapi bisa dieksekusi dengan baik. Penokohan, alur cerita, setting dijabarkan dengan lancar dan halus. Kurasa ada beberapa cerita yang nggak perlu dimacem-macemin, gak perlu heboh atau seperti apa, tetapi cukup dituliskan dengan menarik dan seimbang, maka cerita itu sudah menjadi menarik. Seperti Seven Days.

Dengan cantik, cerita ini juga dibagi atas tujuh hari. Jadi terasa banget seven daysnya. Ending ceritanya sebenarnya bisa ditebak, sih. Tetapi romance memang begitu, kan? Dari awal sudah harus jelas siapa jadian dengan siapa. Tetapi bagaimana proses menjadi jadian itu yang penting.

Overall, it's a good romance. Definitely worth a place in your book shelf.
Profile Image for MY.
92 reviews14 followers
April 3, 2013
Abis baca Marginalia, lanjut baca ini.......kenapa rasanya muak ya?
Baru halaman kedua bawaannya udah males. ._.
Semoga nanti mood mendukung untuk lanjut baca.

----------------------------

Sampe halaman 18.....nyerah deh. Gak sanggup lagi. x__x
Kalimat-kalimatnya terlalu panjang, susunannya berbelit-belit, diksinya biasa banget, dan bahkan gw sama sekali gak dibuat penasaran untuk tau kelanjutan ceritanya. Gw gak peduli si Nilam ini akhirnya beneran jadi sama Reza atau dengan entah gimana caranya jadi sama Shen.
Jujur aja, gw kurang suka cerita-cerita jualan setting, macam you-know-what yang bersetting Seoul, London, Paris, Tokyo, dkk, tanpa mempertimbangkan efeknya pada unsur-unsur intrinsik lain seperti plot, tokoh, dsb.
Untuk Seven Days ini, gw gak bisa judge juga sebagai novel yang cuma-jual-setting atau bukan karena gw bahkan gak sanggup baca tamat.

In short, Seven Days is not my type and I have to say, Marginalia is far better.
Profile Image for Dhani.
257 reviews17 followers
January 19, 2014
Fuih..sepertinya ini record tercepat saya menyelesaikan sebuah novel, kurang dari dua jam. Dan itu bisa terjadi karena memang secara keseluruhan ceritanya menarik.Oh ya, novel ini juga jadi juara 1 Romance Qanita tahun 2013.

Novel setebal 292 halaman ini bercerita tentang Alnilam Rahma Soeminta(Nilam) dan Shen( Shen Luthfi Ardiwinata), yang bersahabat sejak kecil, karena kedua orang tua mereka yang juga bersahabat dan tinggal berdekatan. Walau pun sudah berpacaran dengan Reza selama 3 tahun, hubungan Nilam dan Shen tetap terjalin, dengan sepengetahuan Reza. Mereka berdua layaknya sepasang kembar yang saling memahami sama besarnya.

Suatu saat, Reza melamar Nilam. Momen yang seharusnya membahagiakan itu malah menimbulkan kecemasan. Karena berarti waktunya bersama Shen akan berkurang banyak atau bahkan tak ada lagi. Mengetahui suasana hati Nilam yang tak begitu baik, Shen mengajaknya berlibur ke Bali selama seminggu, setelah mendapatkan ijin dari orang tua Nilam, Reza dan ijin cuti dari boss Shen. Buat Nilam ini akan jadi perjalanan pertamanya menggunakan pesawat terbang, juga mengunjungi Pulau Bali.Oh ya, karena pekerjaan Nilam sebagai desainer lepas, perkara menyempatkan waktu seminggu untuk liburan bukanlah masalah.

Lantas dimulailah perjalanan selama semingguan menyusuri keindahan Bali, dalam agenda- agenda yang telah direncanakan dengan rapi oleh Shen.Dan kisah- kisah indah, menyenangkan, menyebalkan, Nilam alami dengan Shen yang selalu ada untuknya.Tanpa mereka sadari, ada yang berubah dalam hubungan mereka. Debar- debar aneh yang dialami Nilam saat karena sesuatu hal mereka harus berdekatan, mood Shen yang seringkali berubah. Shen bisa berubah dari seseorang yang cuek, lalu jadi penuh perhatian dan kemudian mendadak menjauh.Sampai pada suatu momen di mana entah karena suasana atau adanya chemistry di antara mereka, kedua sahabat ini berciuman.

Dan setelah itu, segalanya tak pernah sama lagi. Nilam baru menyadari bahwa dia menyintai Shen. Tapi Shen malah melakukan hal yang sebaliknya. Meminta maaf terhadap apa yang terjadi dan mulai bersikap menjauhi Nilam.Dan luburan pun berakhir dengan suasana yang tidak mengenakkan bagi keduanya.

Di bandara, Nilam dijemput Riza sedangkan Shen dijemput Anne, teman kantornya.Setelah kejadian itu, Nilam lalu memikirkan perasaannya kepada Reza dan Shen, menimbangnya dan menyelesaikan semuanya. Lantas, apakah yang terjadi di antara mereka bertiga? Di akhir cerita, ada ending yang sudah bisa diduga, tapi dengan eksekusi yang bisa memainkan emosi pembacanya.

Sebagai pembaca, saya terpuaskan olek novel ini. Tema yang sebenarnya sederhana, yakni tentang cinta yang tumbuh dalam sebuah persahabatan, juga keindahan Pulau Bali, berhasil disajikan dengan cantik, masing- masing dengan porsi yang berimbang. Keindahan Bali ditampilkan dengan jujur, juga persahabatan yang manis di antara Nilam dan Shen.Dari segi kesantunan pun, saya rasa interaksi antara Shen dan Nilam pun ditampilkan dengan wajar, tidak berlebihan seperti yang banyak ditampilkan di novel sejenis.

Gaya penceritaan yang menggunakan POV 1 pun menjadikan novel ini enak dinikmati.Hampir seluruh bagiannya masuk akal, kecuali sedikit di halaman 26. Di situ diceritakan bahwa Nilam duduk di dekat jendela, dengan tangan Shen menepuk nepuk menenangkannya. Lalu diceritakan Nilam menyengkeram tangan Shen yang satunya.Dalam logika saya, tangan Shen yang mengusap Nilam pasti tangan yang terdekat dengan tubuhnya. Jadi kalau Nilam mencengkeram tangan satunya, rasanya dia harus melewati tangan dan tubuh Shen dan rasanya itu ribet. Lebih masuk akal kalau Nilam menyengkeram tangan Shen yang sama. Satu lagi, penulis terlalu sering menggunakan kata mengacak- acak rambut( Shen ke Nilam).Padahal masih banyak sikap yang bisa dipilih, seperti mnbenepuk tangannya, menarik ujung rambutnya atau menyentuh ujung hidungnya.

Setelah membaca novel ini, saya rasa menjadi juara 1 untuk sebuah sayembara Romance tidaklah berlebihan. Penulis cukup berhasil mengirimkan pesannya ke pembaca..dan bukankah itu yang paling dikehendaki pembaca?
Profile Image for Atria Dewi Sartika.
115 reviews10 followers
September 11, 2013
Saya membeli buku ini karena suka dengan cerita Macaroon Love yang telah saya baca sebelumnya. Akhirnya saya tertarik untuk membeli buku-buku yang memenangi Lomba Penulisan Romance Qanita. Saya pun mendatangi salah satu toko buku di Bandung dan cukup kesulitan menemukan rak buku yang memajang novel terbitan Qanita. Tapi syukurlah sambil menikmati jajaran buku-buku di rak-raknya saya berhasil menemukan buku ini.

Membaca Seven Days, maka bagian Prelude nya sungguh membuat kita bisa menebak alur ceritanya. Ya, ide buku ini benar-benar umum dan sudah banyak dituliskan dalam novel-novel lain. Cerita tentang persahabatan yang berbeda jenis kelamin dan telah terjalin sejak kanak-kanak sudah tentu bukan hal yang baru bagi para penikmat fiksi. Ditambah lagi kehadiran seorang kekasih dari kedua sahabat tersebut. Ide yang sangat umum, pikirku. Pertanyaanya adalah, “Kenapa karya ini berhasil menjadi juara pertama di lomba tersebut?”

Maka saya pun melanjutkan membacanya. Harus saya akui antusiasme tokoh Nilam ketika menginjakkan kaki pertama kali di Bali benar-benar terasa dari deskripsi yang dituangkan oleh penulis. Kita seolah bisa ikut merasakan dan melihat melalui mata dan hati seorang Nilam. Dengan ditemani Shen, sahabat Nilam sejak kecil, ia pun berpetualang di Pulau Dewata itu. Kehadiran Shen-lah yang membuat petualangan itu semakin menyenangkan.

Shen adalah sahabat Nilam sejak kecil. Shen yang sangat efisien dan cenderung cepat dalam bertindak sebenarnya membuat Nilam terkadang agak kepayahan. Shen-lah yang mengusulkan acara liburan ke Bali. Shen-lah yang mengurus segala keperluan terkait liburan itu mulai dari beli tiket, booking hotel, izin ke mama bahkan izin ke Reza. Ya, Reza adalah kekasih Nilam selama 3 tahun terakhir. Bahkan Reza baru saja melamar Nilam. Namun sampai keberangkatannya untuk berlibur pun, Nilam masih belum memberi Reza jawaban. Ada yang terasa mengganjal di batin Nilam.

Maka ketika petualangannya selama 7 hari bersama Shen, Nilam menemukan banyak hal baru. Selain karena ia baru pertama kali datang ke Bali, tapi ia juga merasa ini seperti sebuah pengalaman yang kelak akan sulit dia lakukan bersama Shen lagi jika ia sudah menikah dengan Reza. Maka dengan semangat menggebu Nilam mengeksplorasi Bali. Menikmati pemandangan alam, menemui lingkungan yang berbeda dari kota Jakarta karena penduduk yang ramah dan lalu lintas yang teratur, hingga belajar menyembuhkan ketakutannya pada anjing.

Namun selama 7 hari itu pula Nilam bolak-balik mempertanyakan perasaannya pada Shen. Cintakah? Sayang bak saudara kah? Apakah Shen mencintainya? Nilam kebingungan dengan sikap Shen yang berubah-ubah. Kadang Shen terasa lebih perhatian, kadang biasa saja, dan bahkan terkadang cuek. Ini mengganggu Nilam. Di lain pihak ia pun mempertanyakan dirinya sendiri. Apakah dia sudah bertindak tidak setia pada Reza?

Di novel ini kita akan sibuk menebak-nebak. Apa yang terjadi selanjutnya? Cintakah Nilam pada Shen? Cintakah Shen pada Nilam? Siapa yang akan Nilam pilih? Ya, konflik seputar itu. Tapi di samping itu, kita akan disuguhi deskripsi tempat-tempat wisata di Bali yang mungkin bisa jadi referensi bagi yang belum pernah ke Bali atau ke tempat-tempat yang ia sebutkan.

Dari segu sampul sih sudah menarik. Ukurannya juga lebih ramah untuk dibawa ke mana-mana. Layout tulisannya pun bagus dan tidak menyulitkan pembaca. Jadi, jika harus memberi nilai pada buku ini dalam skala 1-10, maka saya memberinya nilai 8 (^_^)

Oiya, kalau mau intip salah satu scene di dalam novel ini bisa di baca di sini.
Profile Image for Agus Dwi R.
137 reviews8 followers
February 26, 2014
Sepertinya sejak add friend Rhein di goodreads, gw jadi ingin tau tulisannya seperti apa. Makanya, waktu tuker pinjem buku ke puput, sekalian gw minta pinjem salah satu bukunya Rhein. Di antara 2 pilihan, gw pilih buku ini karena ini yang terbaru.

Kesan pertama tentang bukunya, dimensinya kecil dan fontnya agak gede. Kalo dibandingkan dengan buku Agatha Christie yg dimensinya sama, jumlah baris di buku AC itu sampe 31 baris, sedangkan di buku ini 22 baris. Jadi sebenarnya buku ini lebih singkat dari yg diperkirakan. Mungkin sekitar 200 halaman lebih dikit.

Plotnya. Nilam, yg masih belum menjawab lamaran pacarnya, Reza, sejak dua bulan yg lalu, tiba-tiba diajak Shen, sahabatnya sejak kecil, buat berlibur ke Bali selama seminggu, berdua aja. Shen ini udah deket banget, udah kayak saudara kembar barangkali ya buat Nilam, jadi mereka pergi berdua ga dipermasalahkan.

Tentu saja, sesuai dengan pola yg biasanya beredar, Shen sebenarnya cinta dengan Nilam. Dan ajakannya berlibur ke Bali sebenarnya strategi yang sudah dipersiapkan dengan rapi untuk menggoyahkan keyakinan Nilam, supaya dia tidak menikah dengan Reza, dan memilih dia.

Normalnya, gw akan membenci karakter Shen karena nyoba ngerebut pacar orang. Tapi dalam hal ini, menurut gw situasinya fair. Shen mungkin sudah cinta dengan Nilam sejak lama, tapi enggan untuk bilang. Nilam pacaran dengan Reza sudah 3 tahun, tapi sebagian besar dihabiskan dengan LDR. Dan satu hal lagi, Nilam ga langsung menjawab lamaran Reza. Jadi, mungkin ada keraguan di dia. Dengan inilah bisa kita nyatakan kalo situasinya fair.

Bagaimana dengan Nilam? Tentu saja dia bimbang. Dia belum menjawab lamaran Reza, karena alasannya memang dia belum siap berpisah dengan Shen, yg juga dia sayangi sebagai sahabat/saudaranya. Ya logisnya sih kalo udah punya pacar, hubungan dengan sahabat2 cowok yg lain harusnya jangan terlalu akrab. Tapi dalam urusan cinta, logika seringnya kalah sama hati. Jadi Nilam mesti memutuskan, siapa yg lebih dia cintai. (Dalam hal ini, posisi Shen bagus banget soalnya dia terus nemenin Nilam di Bali)

Gw jadi inget film Hari untuk Amanda. Ditikung di saat akhir, tapi gagal karena penulis skenarionya ngerusak karakternya Oka Antara. Di buku ini tidak, kedua kandidat, Shen dan Reza, sama-sama gentleman. Pilihan yg sulit mestinya buat Nilam, tapi kalo dilihat bahwa dengan Reza LDR dan mereka sudah kenal 3 tahun, dibandingan dengan Shen yg jauh lebih sering bersama dia dan sudah kenal baik dari kecil, wah selesai lah persoalannya.

Gw suka dengan bahasanya. Rapi, ngalir, dialognya juga natural. Bebas dari typo pula. Palingan ada satu di halaman 249 yg ada tanda jeda yg harusnya ga ada di situ.

Gw juga suka dengan detail-detail tentang Bali yg dipaparkan di buku ini, kayak suasana malam di Kuta yg rame dengan disko dan night club, tapi ga ada yg ganggu orang lain atau berantem, atau anjing2 yang banyak terdapat di Bali, dan orang-orang di sana yg taat berlalu lintas. Gw pernah ke sana jadi tau kalo emang bener seperti itu. Boleh dibilang, buku ini juga bisa digunakan sebagai panduan wisata di Bali :D

Intinya, gw suka dengan cerita di buku ini. Good one.
Profile Image for Muhammad Ridwan.
193 reviews25 followers
January 31, 2014
*masukkan ke daftar favorit*

Aku lahir di Denpasar, Bali. Menghabiskan masa balita di sana. Sejak dulu mempunyai hobi jalan-jalan tapi yang gak malu-maluin. Artinya, jalan-jalannya gak mau bawa bekal banyak-banyak (tahu kan, berarti gak perlu pakai backpack yang gedhe banget). Barang yang akan dibawa pun biasanya baru kupersiapkan mepet sebelum berangkat. LOL. Bahkan lokasi objek tujuan berwisata pun baru akan ditentukan kalau udah di jalan menuju kota yang akan kusinggahi. Bener-bener mendadak, tanpa persiapan, dengan uang seadanya. Bisa dibayangkan bagaimana nasibku sesampainya di tujuan. Celingak-celinguk di kota orang padahal tampang jelas-jelas menunjukkan kalau aku bukan orang dewasa. Bisa ditebak pula alasan ibuku melarangku bepergian sendirian seperti dulu saat ini. :D .

Eh, kok malah curcol.

Seven Days menceritakan perjalanan cinta dua makhluk bersahabat sejak kecil. Shen dan Nilam. Mereka berwisata ke pulau paling terkenal di dunia asal Indonesia, Bali.

Ah, udah bisa ditebak dong gimana kelanjutannya. :D . Klise memang, tapi gaya penulisan penulis yang asyik benar-benar membuatku nyaman. Plotnya rapi, cuma pas bagian Nilam ketemu Made terlalu too good to be true. Mana ada yang langsung dekat seperti itu, di Bali, apalagi bagi seorang cewek kaya Nilam yang katanya introvert. Mungkin aja sih, terjadi. Tapi 1000 banding 1.

Pendeskripsian tempat-tempat wisata di Bali ditambah kritik sosial yang ingin disampaikan penulis juga baik. Pokoknya aku kangen dan pingin ke Bali lagi. *teringat pas tour SMA setahun yang lalu memutuskan gak ikut hanya gara-gara satu kata, MALES. LOL*

Secara keseluruhan, aku suka novel ini. Novel romance yang pasti akan membuat salah seorang teman cewek penggila novel-novel fantasi di kelasku yang imut dan lucu itu kalau tahu aku suka novel ini bakalan bilang, "Ih, Ridwan sukanya novel cinta-cintaan." :D

NB: Dulu pas Bentang Street Festival sebenarnya secara tidak sengaja aku ketemu sama penulisnya, Mbak Rhein. Pas aku lagi milih-milih buku (sendirian, cuma aku sama dua penjaga) di stan paling dekat RS Mata Dr. Yap (jalan masuk ke Jalan Sagan), Mbak Rhein yang berjilbab dengan (sorry to say) dandanan menornya turun dari mobil dengan Mbak Christina Juzwar (kalau gak salah) buat nyari buku biografinya Steve Jobs, tapi kagak ada. Aku sih tahunya kalau itu Mbak Rhein setelah lihat foto-foto BSF di facebook. Tahu gitu, pas ketemu itu, beli Coupl(ov)e + tanda tangannya sekalian ya. #plak . :D .

Ralat, buku Einstein.
Profile Image for Hidya Nuralfi Mentari.
149 reviews15 followers
September 22, 2014
|"Memercayainya adalah hal mudah yang bisa kulakukan tanpa beban."|


Nilam menjalani seumur hidupnya bersama Shen, sahabatnya. Kedekatannya terjalin karena kedua orangtua mereka yang bersahabat, kemudian menular begitu saja pada keduanya. Seperti nama mereka, Alnilam dan Shen. Shen adalah rasi bintang Orion, dan Alnilam bintang di sabuk Orion.

Suatu hari, Shen mengajaknya untuk berlibur ke Bali. Perpisahan, katanya. Sebelum Nilam benar-benar dimiliki sepenuhnya oleh Reza--pacarnya, dan menerima lamaran lelaki itu.

Tapi, siapa sangka, perjalan tujuh hari ke Bali itu membuka mata dan hati Nilam. Di sana, ia menyadari tentang perasaan yang selama bertahun-tahun tak sempat disadari.


|"He loves you. Shen. Trust me."

"Aku sempat bertanya-tanya apa pernah ada rasa cinta muncul di antara kami. Hatiku tidak memberi jawaban sama sekali."|


Selain itu, perasaan Shen pun terkuak perlahan. Nilam bimbang. Apakah perjalanan tujuh hari bersama sahabatnya ini menjadi sebuah pengkhianatan untuk Reza?


|"Nilam, menurutku ada dua jenis cinta dalam memilih pasangan hidup. Ada cinta yang tumbuh karena witing trisno jalaran soko kulino. Lalu, ada juga cinta yang memang muncul tanpa ada alasan. Cinta itu hadir, ditunjukan pada seseorang, karena hati memang memilihnya."

"In other word, please be true.
In other word, I love you."|


-----Seven Days-----


As usual, what can I say?

Friend become lover; the reason why I like it, absolutely.

Aku suka cara penceritaan Kak Rhein. Jadi, setelah terpukau dengan CoupL(ov)e, aku langsung berburu mencari novel ini, ditambah lagi, tema novel ini sama: friend become lover. Dan alhamdulillah, bisa cepat dapat dengan harga terjangkau. Padahal dulu, waktu datang ke Jakarta Book Fair, buku ini banyak tertumpuk di rak obralan. Sayang banget belum kenal tulisan Kak Rhein waktu itu :(

Sebenarnya, nggak ada yang spesial dari alur ceritanya. Predictable. Tetapi, cara penulisan Kak Rhein yang mengalir dan sangat enak dibaca menjadi poin utama. Ditambah lagi, pendeskripsian tempat-tempat di Bali yang indah itu. Kak Rhein menuliskannya dengan sangat mengalir.

Di samping itu, aku tidak menemukan hal mengganjal. Aku suka. Bikin nggak mau berhenti baca dan one-stand reading :)
Profile Image for Dini Novita  Sari.
Author 2 books37 followers
April 2, 2013
Sebuah perjalanan kerap kali memaparkan kita akan kenyataan dan hal-hal yang selama ini terlupa di kehidupan kita sehari-hari. Demikian pula yang dialami oleh Nilam dan Shen. Persahabatan yang telah mendarah daging, sejak kanak-kanak hingga kini umur mereka seperempat abad, mulai menyiratkan perasaan yang selama ini tak pernah mereka duga. Perjalanan yang diawali dengan keriangan, berakhir dengan mereka menjadi layaknya dua orang asing yang tak perlu saling berakrab. Apakah ada yang salah di antara mereka berdua?

Saya suka dan secara keseluruhan, saya nyaman membaca novel ini. Membuat saya kangen untuk kembali ke Pulau Bali. Mungkin jika ada sedikit kekurangan, novel ini ditulis dalam sudut pandang pertama dan Nilam adalah penceritanya. Sempat merasa sedikit bosan, karena di novel ini Nilam seolah sedang curhat pada kita dengan begitu panjangnya. Mungkin jika alur ditulis dari dua sisi, Shen pun diberi kesempatan untuk bercerita dan mengijinkan pembaca mengetahui perasaannya tanpa perlu membocorkan jalan akhir ceritanya, sepertinya akan lebih menarik.

Lalu karena sebenarnya unsur ceritanya adalah roman, bahasa tubuh yang ditunjukkan oleh Shen kepada Nilam juga sudah banyak menunjukkannya. Tapi memang unsur perjalanannya kuat sekali, terlebih tentang keterangan tempat-tempat yang dikunjungi. Mungkin jika unsur romannya ditambah sedikit lagi, novel ini juga akan semakin kuat. Karena itu juga sih yang sempat saya gumulkan. Ketika saya sedang mencoba menulis cerita fiksi-perjalanan, harusnya memang ada yang diutamakan. Apakah fiksinya ataukah perjalanannya? Syukur-syukur jika keduanya dapat berpadu dengan manis tanpa harus ada salah satu unsur yang menjatuhkan unsur lainnya.

Resensi lengkap saya ada di sini:

http://dinoybooksreview.wordpress.com...
Profile Image for Fitriii.
54 reviews3 followers
January 31, 2015
Lima bintang seandainya halaman 169-180 nggak double dan justru membuat saya kehilangan halaman 109-120. Ditambah ada juga beberapa halaman yang terpotong cetakannya sampai kehilangan kira-kira satu huruf disetiap baris dari ujung atas sampai bawah di halaman tsb. Ya udah siiiih.. hehe

Lagi-lagi tentang sahabat-jadi-cinta seperti novel Ka Rhein berikutnya yang justru saya baca lebih dulu daripada Seven Days ini, Coupl(ov)e.. Jauh lebih suka Coupl(ov)e lha, karena lebih tebal novelnya jadi lebih detail juga ceritanya.

Kisah perjalanan Nilam yang diajak berlibur ke Bali oleh sahabatnya, Shen. Shen sudah merencanakan segala sesuatunya secara mendetail untuk perjalanan mereka. Dia benar-benar membuat tujuh hari di Bali itu menjadi jalan bagi Nilam 'memantapkan hati'. Shen tahu bahwa sahabatnya itu masih ragu untuk menerima lamaran Reza, pacarnya Nilam. Tapi dia nggak cukup berani untuk berterus terang alias gamblang menyatakan perasaannya pada Nilam. Walau sebenarnya sikap dan segala perhatiannya pada Nilam selama mereka di Bali seharusnya sudah lebih dari cukup untuk meyakinkan Nilam agar 'memantapkan hati' untuk Shen saja, bukan Reza. Jadi, pada siapa akhirnya Nilam 'memantapkan hatinya'?? Walau bisa ditebak, tetap saja menarik membacanya dari awal sampai akhir.

Intinya, novel ini tetap membuat saya makin suka sama karyanya Ka Rhein Fathia. Jadi nggak sabar nunggu Gloomy Gift yang kayaknya sebentar lagi terbit. Sambil nunggu novel baru dari penulis favorit lain, Ka Nina Ardianti yang duet bareng Ka Maher Zain-nya, eh, Ka Mahir Pradana maksudnya hehe; dan Ka Orizuka dengan Kronik si Audy. Entah kapan(?!)
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,438 reviews73 followers
June 18, 2016
Kayaknya ini novel buat mempromosikan tempat-tempat wisata di Bali ya XD

Dia nggak cuma mengangkat sisi eksotis Bali, tapi juga sisi "kelam"nya. Misalnya adegan waktu Nilam dan Shen datang ke Pura Besakih dan "dipalak" oleh para pemuda yang mengaku sebagai pengelola pura. Keduanya dipaksa membeli sarung seharga 100 ribu, naik ojek seharga 150 ribu untuk mencapai wilayah atas, juga pakai jasa guide seharga 100 ribu. Akhirnya mereka menolak.

Katanya itu terjadi karena selain penduduk di sekitar sana pendidikannya rendah, juga karena kesenjangan sosial. Mereka yang selama ini hanya jadi penonton para wisatawan yang membanjiri kawasan mereka :( Apa di tahun ini masih begitu?

Aku sebut ini novel promosi wisata karena... sepanjang cerita disuguhi scene-scene di Bali dengan cukup detail. Uluwatu, Tanah Lot, Pasar Sukowati, acara sendratari Ramayana, dan masih banyak lagi. Semua untuk mendukung chemistry antara Shen dan Alnilam, sepasang Orion kita. Seperti FTV.

Secara emosi dan konflik kurang begitu terbangun. Sudah ketebak kalau akhirnya Shen dan Nilam bakal jadian, dan Reza akan terlupakan. Novel ini bikin kembali mempertanyakan. Apa itu cinta dan apa itu kesetiaan yang sebenarnya.

Kelebihannya ya... pada scene-scene dan background latar tempat yang kece itu.

*Nama Shen dan Alnimal diambil dari rasi bintang Orion. Shen adalah nama Orion dalam bahasa Cina *meski Shen sepertinya bukan orang Tionghoa*, Alnilam adalah salah satu nama bintang di rasi Orion dalam bahasa Arab, yang berarti untaian mutiara
Profile Image for Nina Ardianti.
Author 10 books400 followers
May 30, 2013


Ini kali pertama saya membaca bukunya Rhein Fathia, dan baru sadar kalau ini adalah pemenang pertama Lomba Penulisan Romance Qanita.

Membaca blurbnya (dan judulnya) saya berekspektasi lebih dari segi proses jatuh cinta (atau menyadari bahwa telah jatuh cinta) antara hero dan heroine-nya. Karena judul Seven Days sendiri menunjukkan waktu yang dibutuhkan selama proses itu terjadi.

Tapi sayangnya, tiga perempat buku ini lebih banyak bercerita tentang deskripsi tempat-tempat wisata di Bali. That should be okay, kalau saja hubungan antara Shen dan Nilam diceritakan dengan lebih detail juga. Secara mereka udah temenan dari kecil dan Nilam punya hubungan asmara dengan pacarnya yang pastinya kompleks. Udah diajak kawin, bok.

Cerita sahabat jadi cinta itu adalah salah satu premis paling klise dalam novel romance (posisinya sama lah kayak enemies become lovers)--tapi seperti yang kita semua tahu, there's nothing new under the sun. Jadi bagaimana proses jatuh cintanya lah yang saya cari dan saya ingin nikmati. Di novel ini, sayangnya kurang dapet. Interaksi antara Nilam dengan Shen kebanyakan dari cerita Nilam. Padahal saya ingin banget merasakan interaksi dan komunikasi lebih dalam antara Nilam dan Shen. Yah, ada sih... cuma kayaknya kurang nampol aja gitu, hehehe...

On the bright side, bahasanya bagus. Saya suka. Berasa manis dan halus gitu. Sesuatu yang sampai saat ini kayaknya saya nggak bisa buat. Huehuehu...

Profile Image for Jessica Ravenski.
360 reviews4 followers
July 23, 2013
Hmmm. Bentar-bentar inget-inget ceritanya dulu .__.

Jadi inti ceritanya itu sepasang sahabat yang saling jatuh cinta. Di sini, si cowok, Shen sahabatan sama Nilam. Ternyata Shen itu punya perasaan sama Nilam. Tapi Nilam enggak pernah tau dan dia juga udah punya pacar penyabar namanya Reza.

Suatu ketika, Shen dan Nilam berlibur ke Bali, itung-itung ya sebelom Nilam nikah (yang sok pasti setelah nikah, Nilam enggak boleh sering-sering berduaan ama cowok lain, yah walaupun sama sahabatnya sendiri. Ngerti kan maksudku? .__.).

7 hari di Bali itulah yang mengubah segalanya, yang membuat Nilam menyadari perasaan Shen dan perasaannya yang sebenarnya.

Hffft, kalo ngomongin topik sahabat yang jadi cinta itu kadang enggak ada abisnya ya *kibas poni* Secara keseluruhan, detail tentang Bali bener-bener komplit menurutku, tapi enggak bikin bosen. Biasanya sih aku paling enggak suka detail tempat yang bener-bener ke akar-akarnya, karena ngeselin, baru kali ini loh engga *standing applause*

Oke deh, itu aja review-ku. Kayaknya seru nih kalo berburu buku-buku kak Rhein yang lain :))
Profile Image for Atiqoh Hasan.
Author 3 books8 followers
July 21, 2013
Seperti buku-buku Rhein sebelumnya, gaya bertuturnya selalu mengalir dan ringan, membuat saya tidak merasa berat untuk menyelesaikan. Alur yang teratur, rapi, dan detail membuat saya bisa membayangkan sikon di dalam cerita. Katanya, tiupan nyawa dalam tokoh kuat banget. Membaca buku ini juga membuat saya memflash-back saat ke Bali dulu. Dari gambaran, belum banyak berubah sepertinya. Sayang, waktu penulisan yang mungkin tergolong singkat membuat novel terlihat kurang matang. Ada beberapa bagian yang datar karena terlalu banyak percakapan. Sehingga membuat percakapan dan adegan kurang mengena, cenderung biasa, dan merasa gini-gini aja. Mungkin, waktu penulisan juga yang membuat novel ini terlihat terburu-buru selesai dan menjadi mirip diary (lah, iya, namanya juga Nilam's diary :))). Atau, pembatasan jumlah halaman yang ngebikin Rhein kurang mengeksplor kata-kata kali, ya? Jadi terbatasi *sotoy :))* Tapi hal itu tertutupi dengan ending yang oke kok. Overall, bagus. Sukses, Rhein! :d
Profile Image for Ruru.
47 reviews4 followers
November 7, 2013
Bingung mau kasih rating dua atau tiga. Aku putuskan untuk kasih dua aja deh. Dua setengah sebetulnya.

Secara cerita, aku kurang suka ceritanya. Terlalu gampang ditebak.

Sebetulnya sih, yang kubaca, cerita-ceritanya Rhein selama ini emang cukup gampang ditebak, tapi biasanya tetep bikin aku betah bacanya karena ada hal-hal unik di dalamnya. Alasan ini yang bikin aku berani ambil novel ini, walau aku sendiri udah yakin bisa nebak akhirnya. Aku berharap Rhein, seperti biasa, bisa mengemas plot 'mainstream' menjadi unik. Tapi ternyata aku mesti kecewa di novel ini.

Novel ini betul-betul sesuai dugaan dari awal sampai akhir. Jujur aku bosan bacanya, karena sudah bisa nebak.

Tapi poin plus di novel ini adalah setting Bali yang ditulis dengan cara sangat apik. Betul-betul seperti melihat Bali secara langsung. Sepertinya sih Rhein emang lebih fokus ke setting ini dibandingkan ceritanya sendiri.

Aku acungkan jempol untuk penggambaran Bali-nya. Tapi kecewa untuk ceritanya.
Profile Image for Rido Arbain.
Author 6 books99 followers
April 27, 2014
Baru benar-benar menamatkan buku ini, setelah insiden 'dipinjam' ponakan. Fyuh!

Seven Days mengangkat tema "sahabat jadi cinta". Tentang Nilam dan Shen, sepasang sahabat (sejak kecil) yang liburan ke Bali selama satu minggu. Selama 7 hari di sana, mereka terjebak perasaan yang lebih intim. Persoalannya ada pada Nilam, yang notabene sudah punya kekasih bernama Reza, yang konon sudah ngajak nikah pula. Jadilah, 7 hari di Bali menjadi momen pemantapan hati bagi keduanya. Ending? Semua pembaca (include yang sering nonton FTV) pasti sudah bisa menebak klimaksnya.

Yang juara dari novel ini adalah deskripsi suasana dan tempat wisata di Bali yang ditulis dengan detail dan mengalir. Cukup menambah wawasan dan ke-mupeng-an. Walaupun bacanya kadang di-skimming juga, sih. :))

PS: buku ini dipinjam ponakan TEPAT waktu aku ke acara KGF di Jakarta dan di sana ketemu Rhein Fathia. Sebenarnya mau ajak foto bareng, tapi nggak punya alasan karena nggak bawa novelnya. -___-
Profile Image for Caca Venthine.
372 reviews10 followers
April 1, 2014
Oke oke lagi dan lagii baru pertama kalinya baca karya Rhein Fathia..

Dan lagi dan lagii intinya tentang persahabatan dari kecil..

Nilam dan Shen sahabatan dari kecil. Ternyata Shen suka sama Nilam tapi Nilam gk sadar.. Dan ternyata Nilan sendiri juga udah punya pacar. Sampe suatu hari kedua sahabat ini liburan ke Bali berdua.. Awalnya sih biasa aja.. Cuma sampe akhirnya Nilam tahu kalo Shen cinta sama dia, dan begitu juga Nilam..

Jadi yaudalah yaa, akhirnya Nilam putus sama Reza, pacarnya dan yaapp namanya cerita yaa Nilam jadi deh sama Shen ^^

Okee untuk segi cerita bisa dibilang ya memang terlalu biasa aja sih. Hanya aja gue kagum sama kak Rhein ini untuk deskripsiin suasana Bali kya apa begitu juga sama tempat2 keren di sana. Bisa jadi referensi sih ^^

Tapi cerita ini pun gk bisa dibilang jelek, karena gue cukup menikmati bacanya. Bahkan gk butuh waktu lama untuk gue nyelesain nih novel. Bahasa yang dipake juga ringan, gk bikin otak gue mumet..
Profile Image for Asmira Fhea.
Author 7 books31 followers
April 3, 2014
Shen bilang. "Ada cinta yang tumbuh karena witing trisno jalaran soko kulino, tapi, ada juga cinta yang muncul tanpa ada alasan. Cinta itu hadir, ditujukan pada seseorang, karena hati memang memilihnya."
Ah, Sheeen... Sosok yg paling saya suka di novel ini. Tipikal cowok ideal kebanyakan cewek. Dan saya tanpa sadar beberapa kali menahan napas kalau-kalau muncul adegan romantis ala Shen. Meltiiiiinggg :(((
Ceritanya mengalir, dan saya memang suka dengan novel-novelnya Rhein Fathia. Bagus!
Konfliknya sederhana dan klimaksnya justru muncul mendekati akhir, ketika gejolak emosi antara Shen, Nilam, dan Reza. Selebihnya, pembaca disuguhkan pemandangan di Bali yang dideskripsikan Rhein lewat ceritanya.
Oh, rasanya seneng banget bisa nemuin novelnya Rhein di tumpukan buku diskon yg dijual di kampus. Nggak nyesal abisin waktu buat bacanya.
Can't wait buat memburu novel-novel Rhein selanjutnya!!

-AF:)
Profile Image for Dian Putu.
232 reviews9 followers
July 13, 2015
“Sering kali kita dibuat bingung oleh pertanyaan, siapa yang kita cintai sebenarnya? Sosok yang selalu hadir menemani atau yang sejatinya dipilih oleh hati? Bagiku, keduanya tetap cinta.” – Nilam – hlm. 292

Seven Days, Novel pemenang pertama Lomba Menulis Romance Qanita. Bertema tentang frienzone yang dibalut dengan cerita traveling. Cukup menarik, apalagi cara bercerita Rhain Fathia terasa ringan dengan pilihan diksi yang enak.
Karakter Shen menurutku cukup memikat, meskipun aku kurang menangkap jelas seperti apa Shen itu. Meskipun Shen jadi tokoh utama kedua setelah Nilam, aku merasa Shen kurang tereksplor penuh.
Konfliknya lebih ke perasaan Nilam. Padahal, Shen punya konflik yang lebih komplek dan seru untuk dibahas. Kayaknya – kayaknya nih, ya – novel ini akan seru kalau menggunakan sudut pandang Shen juga, tidak hanya Nilam yang sibuk galau.

Baca selengkapnya >> http://dianputu26.blogspot.com/2015/0...
Profile Image for Cindy Pricilla.
Author 4 books13 followers
March 8, 2014
premisnya klise. sahabat jadi cinta.

tapi yang buat saya memberi 4 bintang untuk buku ini adalah bahasanya yang lincah, mengalir. proses jatuh cinta antara Shen dan Nilam selama 7 hari yang menyenangkan.
deskripsi setting yang detail. membuat saya mengingat-ingat tempat yang dulu saya pernah kunjungi di Bali.

yang saya kurang suka justru penyelesaian konflik yang terasa mudah dan pertemuan kembali antara Shen dan Nilam di Bali yang terjadi secara kebetulan itu. sudah bisa menebak sih endingnya bakal seperti apa. namun, cukup membuat saya tersenyum puas saat menutup lembaran terakhir buku ini.

karakter favorit saya justru jatuh pada Reza, kekasihnya Nilam. dia tipe pria yang sabar, pengertian, dan baik banget, duh mengingatkan saya akan seseorang... *ok, forget it*

romantis. manis. eksotis. 3 kata itulah yang dapat menggambarkan buku ini. :)
Profile Image for Putri Ananta.
Author 1 book12 followers
June 2, 2014
Aku suka style menulis Kak Rhein, rasanya nggak kaku-kaku banget. Lalu, penggambaran tokohnya di sini, aku suka semua. Sebenarnya novel ini perfect banget menurutku, mungkin karena ini juga karena tag di pojok cover ya? :D Hehehe Novel ini kuselesaiin beberapa minggu yang lalu, tapi ceritanya masih melekat di pikiranku. Kak Rhein berhasil menghipnotis dengan settingnya, sukses bikin dada sakit xD Mungkin aku membayangkan settingnya lebih mudah karena aku pernah ke Bali dan destinasinya hampir sama.
Pas di bagian akhir, aku makin cinta Shen. Huaaa, need sekuel nih Kak Rhein, waktu mereka di kota itu (no spoiler). heheh! Sukses, Kak Rhein!
Profile Image for Ruth Munthe.
203 reviews159 followers
June 22, 2013
Yaahh lumayan lah dibacanya kalau lagi senggang. Walaupun ada beberapa hal yang agak aneh. Misalnya tempat-tempat yg Nilam sama Shen datangi. Rasanya ada yang jaraknya jauh banget, tapi mereka tiba-tiba udah nyampe gitu aja seakan-akan jaraknya dekat banget. Soalnya pengalaman ke Bali dulu, 1 hari cuma bisa ngunjungin 3-4 tempat. Ini banyak banget dalam 1 hari. Ya aneh aja. But, it was ok. Lagian ini kan masih buku pertama penulis yang aku baca. Ada coupl(ov)e yang sudah jadi wishlist. Semoga nggak mengecewakan :)
Profile Image for April Silalahi.
227 reviews213 followers
June 19, 2015
gue berekspektasi tinggi sebenarnya sama novel ini. Kirain bisa sama kayak couplove setidaknya. ternyata gak. Gue gak nemuin apa yang spesial baca novel ini. Selain sikap Shen tang gentle sekali jadi seorang laki-laki. Ikatan sahabat Nilam dan Shen juga bisa aku nikmati dengan baik. Tapi gak ada yang spesial. Konfliknya juga gitu aja. Kirain bakalan bisa dieksplore lebih mungkin terkait dengan kepergian Shen ke Eropanya? entahlah..
Kurang puas yang jelas. 2* saja.
Profile Image for Dian Hartati.
Author 37 books35 followers
April 16, 2013
Perjalanan dalam buku ini, mengingatkan aku pada Taufik Walhidayat. Kami pernah mengunjungi beberapa tempat yang dideskripsikan dalam buku ini.

Cerita romantis dengan alur sederhana dan akhir cerita yang tak disangka-sangka (jika membandingkan dengan sinopsisnya).

Layak mendapat posisi pertama dalam lomba novel yang diadakan Qanita.
Profile Image for Danis Syamra.
15 reviews2 followers
April 23, 2013
Simple dan manis. Kisah persahabatan yang akhirnya terjebak dalam cinta. Walau ending cerita sudah tertebak dari sepertiga novel, narasi dan gaya penulisan yang mengalir bikin pengin baca sampe selesai.
Dan deskripsi tempat dalam cerita yang lumayan detail membuat gua jadi ngerasa ikut jalan-jalan dan pergi bersama si tokoh utama. :D
Profile Image for Hairi.
Author 3 books19 followers
April 27, 2014
rumit ya kalau punya sahabat lawan jenis dri masih bayi trus kitanya mau nikah ama cowok lain. Untung sy kagak punya :p :p :p

novel kedua Rhein Fathia yg sy baca dan sama dgn yg pertama ceritanya ttg sahabat jd cinta. Entah novel yg lainnya jg bercerita ttg gitu atau tidak.
Profile Image for Abdul Azis.
127 reviews13 followers
June 7, 2014
sebenernya gue gak baca sampai selesai karena bukunya hilang - padahal minjem dan yang punya juga belom baca *dibeli dan ditumpuk tanpa bersalah :p * . sebenernya udah ketebak endingnya kaya gimana. intinya si novel satu ini punya tutur atau gaya bahasa yang asik ditambah alur yang gak beranakan.
Profile Image for Rhein.
Author 7 books173 followers
March 16, 2013
1st Winner of Qanita Romance novel Competition :)
Displaying 1 - 30 of 50 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.