Komposisi: Cinta, Dingin, Kesegaran, Kebekuan, dan Mint Cara Penyajian: Tuangkan dingin, kesegaran, kebekuan, dan mint ke dalam cangkir. Tambahkan 180cc air cinta, aduk dan sajikan.
Mencintaimu seperti menikmati seporsi mint ice cream. Kebekuan hatimu, dingin menyentuhku. Tak cukup satu sendok untuk merasamu. Butir pahit yang melebur di dalamnya justru membuatku menyendok lagi, dan lagi ….
Perjalanan “Wherever You Want” itu pasti akan menyenangkan. Asalkan bersamamu memang semua akan jadi menggairahkan. Tapi ketika sosok lain membuatku seorang Luna diliputi kesalahpahaman. Mungkin akulah yang seharusnya pergi dan melupakan.
Kebanyakan karyanya adalah fiksi romance dan selalu mengambil tema yang ringan. Sebab, menulis untuknya adalah salah satu caranya bersenang-senang. Selain fiksi romance, ia juga menulis novelisasi dari beberapa film dan novel biografi. Selepas studi komunikasi di Universitas Indonesia, penulis bekerja sebagai editor di salah satu penerbit buku di Jakarta. Novel "Frenemy" adalah pemenang lomba penulisan teenlit "30 hari 30 buku" Bentang Pustaka
Gaya ceritanya menarik dan detail banget, sampe saya penasaran tiap bab-nya.
Tokoh-tokohnya juga kuat. suka interaksi Leon dan Luna. meskipun gemes karena sikap mereka berdua ini bikin salah paham. tapi untungnya selalu ada jalan keluar yaa dari misskom ini.
Konfliknya ringan sih, tapi penulis mampu membuat menarik apalagi dengan sikap mereka berdua yang sungguh ajaib.
Awalnya bingung kenapa judulnya begini, oh ternyata ini julukan buat Leon dari Luna.
overall saya menikmati dan suka sama ceritanya! rekomen bagi cari cerita romance ❤
So I finally acquired this book and had another nice round of reading in the town park. At first... I was actually quite hesitated, because a part of this madame still can't get over The Coffee Memory. And the blurb... ugh, sorry to say but it sorta gave me bad signals.
So, oooh, here be the rants.
Impression: I enjoyed this book, although Lucy Love-Dove my dear friend might have enjoyed this book more.
First things first. See the cover? I thought it was only embossed, but turns out the mint leaves form a sleeve with a hole right above the book title. *slide, take book out* Quite a fresh look.
Next up, character ensemble. So we have two protagonist through whose points of view the story is told: Leon, the so-called "ice king" photographer and his antithesis, the hyper travel journo Lula. Plus some people around them: Da Editor Patricia, the fashion editor Juno (to me he's like a mix between Ivan Gunawan's unusual taste and the late Tata Dado's charm), Anika and Rifo (guess what role they play), also several other workmates playing supporting roles.
"Love changes people" is something Lula and Leon portray. Yet, like most other romance story characters, the cool guy tries hard to maintain his image. And Patricia, while her authority as their supreme is quite the good reason not to rebel against her, she seems to have a soft side .
Yet, so far, Juno scores the highest in "the reason why I keep reading". He might be quirky, and his new boa he keeps carrying around since the start might look like he got it in someone else's trash can and it makes him look like a caterpillar, but he fulfills his role as the catalyst perfectly, in my opinion.
Then comes the storyline. Misunderstanding forms the ups and downs of this novel as it starts to crack when Anika appears on Leon and Lula's reporting job in Makassar.
(On an unrelated matter: The madame's favorite place, to be true. I lived there for three years and it was an amazing experience. Some extra points for the author for re-evoking memories. Although the scenes at Losari is not so detailed, I really feel refreshed when I recall how Bantimurung Butterfly Park is like!)
Worse still, this Rifo guy appears in the last location for the first "Wherever You Want" reportage series as a model. But why don't either parties--Leon and Lula, most definitely--try to at least straighten up the misunderstanding, just a little? It does get resolved in the end, but the lack of attempt--mostly Leon's guilt, IMHO--just creates more conflicts that could have been avoided, which kept me biting my pencil as I turned the pages (just to read Juno's oration which will move this guy around).
The romantic element of the story is actually quite... well, mainstream. Pretty guessable that Leon is going to melt away his "ice king" facade and actually admits that he is in love with Lula. But why does he have to be so poetic when he said: "Ah, if only after sharing secrets, we can share dreams as well."
HISSSS. Sorry. Just one HISSS over there and I'm done. Promise.
Last comes formatting. Quite the neat one, although my pencil still needs to get off its back and work in almost every chapter. (Which is still quite good compared to most other books I've read recently.)
So... I find this book entertaining. I like it, although some factors (it's just an old madame being bitter about romantic stuff) still linger in my head as I went through the whole plot. Yet, although Lucy Love-Dove will surely love this book, I figure I will keep this book a secret from her, at least until she returns my medical student jokes book. It's been half a year and that book still looms at her possession.
Akhirnya kebaca juga novelnya Ayuwidya yang telah kutunggu-tunggu. The Mint Heart. Kenapa kutunggu? Karena aku sudah terlanjur kesengsem sama novel keempatnya, Frenemy, yang fun dan asyik itu. Yeah, besok mau cari novel-novel lamanya ah. Belum dapet-dapet sampai sekarang. :D *syukur-syukur kalau dapat gratis #plak *
The Mint Heart menceritakan perjalanan "cinta" dua orang beda jenis kelamin dan beda juga sifatnya. Lula, seorang wanita yang berkerja sebagai reporter yang tugasnya meliput destinasi-destinasi pilihan di sebuah majalah travel terkemuka. Ia ditugaskan untuk meliput tempat wisata yang menjadi pilihan pembaca majalah itu. Bersama dengan Leon, sang fotografer, yang mempunyai sifat dingin dan cool (?) .
Cerita selanjutnya baca sendiri :P .
Jujur, novel ini lucu dan sukses bikin ngakak buatku. Bahasanya ringan dan POV 1-nya bener-bener nyaman. Ingat! Selera orang beda-beda ya. Jadi, kalau baca novel ini dianggap garing oleh yang lain, jangan salahkan aku! :P
Ayuwidya sukses menghidupkan karakter Lula, Leon, hingga Juno. Tapi yang jadi favoritku jelas Anita. Pingin deh punya cewek kaya dia #plak . Semuanya punya andil dan gak cuma jadi tempelan. Mungkin beberapa jadi tempelan ya. Tapi benar-benar sesuai dengan kebutuhan cerita.
Novel ini cocok kalau mau dibuat FTV. Kalau buat film bioskop? Jangan deh, terlalu ringan. :D . Sinetron juga cocok kali ya... Banyak adegan sinetron di novel ini yang mampu bikin ngakak :D .
Kalau boleh jujur, memasuki halaman 90-110 bukan lucu yang berkesan. Tapi freak, alay. Seperti kehilangan arah cerita. Tapi selanjutnya mulai balik lagi kok.
I'm waiting for your next novel, Miss Ayuwidya. :)
Pertama baca agak aneh, krn bahasa deskripsinya agak gaul & basaha karakternya pas bicara agak formal. Alurnya agak ga mudah ditebak. Sebenernya saya udah menduga endingnya kmn, tapi diulur sampe bener-bener halaman terakhir. Saya kira endingnya bakal bombastis, tapi ternyata biasa aja. Yang saya suka adalah kata-kata deskripsi atau kata-kata yang diucapkan karakter yang terkadang lucu & membuat saya tertawa. Overall: not bad.
Awalnya, membaca buku ini cukup menyenangkan. Dua tokoh utamanya lumayan menarik perhatian saya. Lula si reporter kelihatannya lucu, pintar karena punya predikat reporter teladan dan reporter favorit pilihan pembaca. Sedangkan Leon, fotografer cakep, badannya keren, ditambah cool pula, tambah histerislah cewek-cewek yaa, kan dimana-mana kan yg cool misterius gitu lebih bikin penasaran, kayak jenglot.
Salah satu yg naksir berat sama Leon, ya si Lula ini. Lula bahkan mengibaratkan Leon ini seperti MINT ICE CREAM saking dinginnya nih cowok. Saat mereka terpaksa (Leon sih yg terpaksa, Lula sih kayak kejatuhan bulan) harus bekerja sama dalam satu proyek, maka dimulai jugalah proyek Lula menaklukan hati Leon, kata Lula agar hati Leon mencair seperti ice cream yg lupa dimasukan ke dalam kulkas (hmppp sambil mutar mata). Jujur saja, ekpektasi saya tinggi untuk buku ini, tapi mungkin ada yg aneh dengan selera saya, karena itu saya kurang cocok dengan cara bercerita mbak Ayu, saya bahkan dnf untuk buku beliau yg berjudul strawberry cheescake. Jadi, ini catatan saya, maaf kalo ada yg kurang berkenan
1. Saat sang atasan punya proyek yg mengharuskan mereka bekerja sama, Lula jelaaas girang banget. Proyek ini dinamai "whereever you want". Mereka akan meliput tempat wisata yang sebelumnya sudah dipilih pembaca melalui polling. Nah, polling pembaca juga bisa jadi point penting dalam membangun cerita loooh, andai bisa diceritakan dengan seru. Maksudku, mgk mbak ayu bisa sedikit mengambarkan, polling yg diadakan melalui apa? sms, fb, ig atau di web majalah mereka. Atau sebelum menentukan tujuan LeonLula ini ada masukan-masukan seru dari pembaca ttg daerah yg selanjutnya didatangi, nggak sekedar "eh besok flight kemana? tunggu polling ya jam 12 malam" dan sampai proyek berakhir, tak pernah ada bahasan ttg polling. Sayang sekali.
2.Aku kurang cocok dengan narasinya. Agak alay menurutku. hahahaha. contohnya nih: "Dia memang selalu begitu, dingin. Namun, begitulah dia, dan aku menyukainya tanpa banyak protes, seperti aku menyukai mint ice cream yang membekukan lidahku. Dia mirip seperti itu, paling dingin dari yang terdingin." atau "Ketika tangannya menggengam tanganku, sepertinya tidak ada hal lain yg ingin kuraih. Kini, bekas genggaman tangannya, terasa meninggalkan sayatan. Tapi aku tidak menyesal, sayatan ini bisa kuterima asal genggaman tanganku tadi memberinya detik-detik ketenangan." Dan kalimat-kalimat begini. ada banyaaakk di buku ini, apalagi pas Lula ngerasa patah hati, duhh bertaburan kalimat begini. Aku suka kok narasi yg indah, tapi indah bukan berarti harus ngalay kan.
3. Kemunculan Anika, tunangan Leon yang tiba-tiba. Saat mereka di Makassar, setelah melewati moment manis hujan2an tapi nggak pake daun pisang, tiba di Hotel tempat mereka menginap, tiba-tiba aja ada Anika yang udah nunggu Leon. Saking tiba-tibanya ini Anika muncul, Leon aja sampe bertanya "kamu disini?" yg dijawab Anika "bisnis, ada klienku disini" yang artinyaa, Leon memang nggak tau kaan Anika ini datang, dan nggak ada penjelasan gimana Anika bisa tahu Leon di Makassar, dan berada di hotel mana. okee, mgk Leon ngabarin, tapi bisa kali sedikit ngasi penjelasan ttg ini. Misal si Anika naro alat pelacak di ransel Leon, jadi tanpa dikasi tau, dia bisa tau Leon ada dimana, Nggak dibuat kayak tiba2 nongol aja gitu. Ah.
4. Perubahan karakter Leon. Dari awal, kan Leon ini terkenal dengan sikap dinginnya. Tapi setelah hlmn 50an, kenapa Leon ini malah kayak Raffi Ahmad (sorry yaa yg fansnya), cerewet, bawel, dan garing. Kebanyakan bergaul sama Juno-teman kantornya-kali ya, yang kelakuannya so so bencis.
5. Konfliknya sesuatuuu banget. Konflik salah paham yang bertahan sampe ending, dan bikin 2 tokoh yg manis ini jadi terlihat ababil yang kurang pintar. Endingnya juga biasa banget.
Satu seri flavour Bentang Pustaka yang gue lahap.. Buku ke2 kak Ayu juga yang gue baca setelah Frenemy ^^
Leon dan Lula. Dua nama yang menurut gue cocok dan agak unik.Padahal gk sedikit orang yang punya nama kya gini,tapi entah kenapa mereka terlihat unik di mat ague. Apa karena memang karakter mereka? Yap, itu yang gue suka..Oke mari kita bedah acak acak buku ini..
Lula seorang reporter yang bekerja 1 kantor bersama Leon, Leon sendiri seorang photographer. Sosoknya dingin sedingin ice cream mint,tapi ganteng and sexy. Nah naahh wainiii nihh yang bikin cewe klepek-klepek gk karuan kalo denger cowo kya gini *benerin konde+kutang* Begitu juga dengan Lula,doi suka sama Leon. Cuma ya karena memang Leon dingin, Lula pun cuma bisa gigit jari aja..
Sampai suatu haru (jailah bahasa gue suatu hari) bos mereka nugasin Lula and Leon buat pergi meliput bareng. Tentu aja Lula seneng banget nget ngett.. Ini yang bikin Lula makin cinta sama Leon. Gimana dengan Leon nya? Setelah bersama-sama kya gitu,akhirnya Leon juga sadar gk sadar mulai jatuh cinta sama Lula. Terus gimana dong? Mereka langsung jadian? Gk langsung gitu juga sih,masih ada beberapa konflik lagi..
Ternyata Leon punya tunangan bernama Anika, yang adalah anak dari teman dekat ayahnya. Jadi iya kya dijodohin gitu. Leon nya sendiri pun gk cinta sama Anika, sampai akhirnya Anika nyadar itu dan memutuskan pertunangannya dengan Leon. Sedih sih emang jadi si Anika,untung aje ini doi gk kya si Mischa yang di cinta fitri entu yee.. Karena memang Anika sendiri pun sudah punya pilihan lain,cowok bernama Leonard apa Leinard apa apaan yee? Lupa saya. Pokoknya inisialnya juga L lah (bukan Lisa ya bukan,itu mah nama asli gue) Dan mereka pun memutuskan untuk menikah (si Anika and Leonard or Leinard ini)
Fiuuhh jadi ya begitu. Terus gimana dengan Leon and Lula? Bodohnya disini, Lula gk tau kalo Leon udah putus dari Anika. Jadi ya Lula patah hati deh dan mulai jaga jarak sama Leon. Lalu ada lagi sosok Rifo,sang cinta pertama alias cinta monyetnya Lula pas jaman sekolah. Rifo seorang model dan mukanya udah sering nongol di tv embak gue *oke sorry ini kenapa jadi bawa embak gue gini dah??* Lula yang tentu aja senang dengan adanya Rifo ini makin dekat sama dia. Tentu aja Leon gk suka dan agak cemburu,ditambah Lula sendiri bilang ke Leon kalo dia suka sama Rifo,padaha; *CATAT* Lula sama sekali gk cinta Rifo,dia bilang gitu ke Leon buat jaga jarak gitulah..
Nah nahh mulai disini nih kebodohan-kebodohan terjadi. Leon gk sengaja liat gossip kalo Rifo lagi deket sama seorang ABG labil,tentu aja Leon gk mau kalo Lula sampe tahu hal ini. Dia takut Lula patah hati dengernya. Dimulailah dia dengan cara-cara anehnya biar Lula sampe gk tau hal itu. Sementara Lula juga salah paham,dikira Leon dan Anika ini mau nikah *duuhh* jadilah dia masih aksi jauhin diri dari Leon..
Yah sampai akhirnya, kesalah pahaman itu berakhir juga.. Yaudalah happy ending dah mereka berdua, si duo L itu ^^
Seru ya. Iyaaaa.. Nyesel ya baru baca sekarang? Iyaaa.. Pas awal terbit memang gk ngelirik ininovel sih,maksudnya gk niat beli ._. Cuma pas kemaren2 ada temen yang rekomendasiinnih novel,dan pas diliat review manusia-manusia di goodreads,ternyata ratingnya tinggi-tinggi ya.. Jadi yauda karena saya orangnya polos dan mudah terpengaruh, jadi yauda saya beli aja deh ^^
Suka sama gaya cerita kak Ayu, suka sama idenya,walau memang lagi dan lagi idenya sangat sederhana. Suka sama karakter 2 L ini,bikin cerita ini makin hidup dan seru. Alur ceritanya juga mengalir kya duit yang ngaliirrrrrrr terus kalo ngeliat tas,sepatu apalagi buku murah gitu.. Kemaren di twitter pun gue sempet share #NovelKeren2013 versi gue,nah novel ini masuk salah satunya ^^
Sukasukasukasukasukasukasukasukasuka pake banget sama The Mint Heart. Nyesel dulu kenapa gak beli buku ini. Ya Tuhan, semoga bukunya masih ada di toko buku.
Ceritanya tentang Lula, seorang reporter yang naksir fotografer bernama Leon. Mereka bekerja di majalah yang sama. Si Leon ini ganteng tapi dingin. Kata Lula, Leon ini persis kaya mint ice cream. Tipe cowok yang keren tapi nyebelin karena dinginnya. Tapi Lula naksir berat sama Leon.
Si Lula ini sudah mendeklarasikan dirinya sebagai penggemar Leon. Tapi Leon-nya tetap cuek dan bermuka jutek. Sampai ada proyek bernama Whatever You Want yang membuat Leon dan Lula jadi satu tim. Tugas mereka meliput tempat-tempat wisata hasil pilihan pembaca.
Si Lula tentu saja girang karena bakalan pergi ke tempat-tempat indah bareng Leon. Leon-nya, tetep cuek aja. Sampai akhirnya berbagai peristiwa lucu selama perjalanan berhasil mencairkan hati Leon. Tapi cuma sedikit sih, hehehe.
Namun, Lula harus menyadari kalau cowok seganteng Leon pastinya sudah punya “seseorang”. Lula sebenarnya sudah siap dan nyadar diri sih untuk menghadapi hal itu. Tidak apa-apa kata Lula. Mengagumi tanpa harap adalah jalan teraman.
Tapiiiiii….akankah semudah itu? Tentu saja tidak. Lula merasakan hatinya hancur saat melihat Leon bersama seorang gadis yang sangat sempurna untuknya. Tapi bagaimana pula dengan hati Leon yang sudah mencair itu? Akankah masih ada harapan untuk Lula ataukah dia harus mundur dan pergi? Hmmmm….ga asik dong kalau saya kasih tahu, hahaha. Silakan dibaca sendiri bukunya :D
Haahhhhh….cerita ini memang berasa mint ice cream banget. Saya sukaaaaaaaaa. Konyol, lucu, bikin gemes. Leoooon ituuu keren banget deh pokoknya. Tipe cowok yang ganteng dan dingin. Tipe saya banget tuh, haha. Tapi biasanya sih cowok yang kayak gitu nyebelinnya setengah mati. Biasanya sih.
Dan saya kalau jadi Lula pasti naksir Leon juga #eh. Dan sama seperti Lula, saya pasti ngerasa tahu diri juga. Gak mungkin lah cowok seganteng dan sekeren itu naksir cewek “aneh” kayak kita-kita. Tapi saya salut sama Lula yang punya kepercayaan diri untuk memberitahukan rasa sukanya sama Leon. Kalau saya mah pasti bungkam, hahhhaahh. Btw, Leon, lo bakalan gw jadiin salah satu book boy friend gw tahun ini.
Satu lagi yang saya suka adalah banyak banget quote keren dari buku ini. Bukan cuma keren sih, tapi pas banget kena juga quote-nya ke saya *LOL*. Sayang buku ini bukan punya saya. Kalau punya saya sih bakalan saya tempelan bookmark. Alhasil saya jadi update status terus di Goodreads. Semoga teman-teman GR saya tidak bosan ngelihat update-an status saya di dinding updates :D
Total ada 17 quote yang saya suka. Kebanyakan kali ya kalau saya tulis di sini. Setelah pilih-pilih saya memutuskan untuk memajang quote ini saja karena rasanya memang indah *eaaaa* :
“Malaikat penjagamu tersenyum karenamu. Nah, apa lagi yang lebih indah daripada itu?”
At last, selamat merasakan mint ice cream-nya kisah cinta Lula dan Leon. Mereka berdua ini konyol dan lucu banget deh pokoknya. Saya sampai senyum-senyum sendiri pas bacanya. Padahal bacanya pas di kantor #eh. Semoga rekan-rekan kerja saya menganggap saya masih waras ^^
And, 5 dari 5 bintang untuk The Mint Heart. Yeah…full rated. It was amazing for me
Eh ketinggalan, cover-nya keren juga. Daun mint-nya itu loh, berasa mint-nya *apacoba*. Dan untuk kategori buku love flavour, saya rasa buku ini kena banget. Siip deh *wink*
"Dia memang selalu begitu, dingin. Tapi begitulah dia, dan aku menyukainya tanpa banyak protes.."
Saya suka desiran2 yang ditimbulkan mbk Ayu saat saya baca novel ini. Rasanya ada yang membahagiakan dan ada yang menyesakkan juga :)
The mint Heart bercerita tentang Lula seorang reporter yang naksir fotografer majalahnya yaitu Leon. Satu rubdrik d majalah itu, menyebabkan Leon dan Lula bekerja sabagai satu team dan dihadapkan pada perjalanan ke suatu destinasi yang ditentukan oleh polling pembaca. Lula senang bukan main saat tau dia harus bekerja sama dengan Leon. Leon sih masih biasa saja, dia kan tipe cowok cool. Saking senangnya, Luna niat sekali hingga membuat Couple Shirt untuk mereka berdua. Perjalanan yang mereka hadapi pun membawa warna sendiri bagi perasaan yang meraka rasakan. Melihat Lula yang sangat 'drama' dan tidak segan menunjukkan perasaannya pada Leon, membuat Leon mulai memiliki perasaan khusus padanya. Hingga suatu ketika, saat d Makassar Lula bertemu dengan Anika, tunangan Leon. Dan semuanya berubah, Lula jadi menghindari Leon, dan binar di matanya meredup. Leon sendiri masih gengsi untuk menanyakannya.
Jarak yang dibuat Lula itu, semakin menjadi ketika di Jogja Lula bertemu dengan Rifo, cinta pertamanya. Dan sejak itulah terjadi banyak kesalahpahaman diantara Lula dan Leon. Well, kesalahpahaman yang terjadi karena keduanya tidak mau berbicara jujur, dan masih gengsi mungkin ya, dan kesalahpahaman yang membuat mereka berdua, semakin menyadari perasaannya sendiri.
Novel ini bikin saya berdebar2 sendiri pas baca. Saya langsung jatuh hati begitu membaca caption di bab awal bovel ini. Simple tapi dalem. Karakter Mbk Ayu jago deh kalau bikin kesalahpahaman yang bisa berbiah manis, tapi bikin gemess saat proses pertumbuhannya. Gimana saya menikmati moment2 yang diciptakan mbk Ayu tiap ada keslaahpahaman bisa hati saya bedesir lembut, hingga bikin saya pengen teriak2. Bahasa yang digunakan mbk Ayu juga atraktif, ada yang bisa bikin saya ketawa ngakak samapai bisa bikin saya ikut patah hati. Saya suka karakter yang Lula, dia ceria, ramai orangnya. Dan ketika lagi sedih, semuanya kelihatan jelas lewat bahasa tubuh Lula dan juga matanya. Pas dia lagi patah hati itu lho yang bikin saya sedih. Mengharapkan cinta yang dia tau nggak mungkin dimiliki.
Saya nggak pernah nyangka kalau dari sebuah payung, bisa terjadi perhatian2 kecil yang membahagiakan. Gimana perhatiannya Leon kepada Lula sangat terpancar dari sebuah payung. Perhatian yang sederhana tapi dalam. Mbk Ayu bisa bikin saya dapet banget feel romance nya tanpa harus mengumbar adegan2 romance yang berlebihan. Sepertu yang saya bilang, sederhana tapj dalam. Hahahah...Masih banyak hal yang saya suka, sampai bigung mau nyebutin yang mana saja, yang sedikit saya sesalkan adalah ending yang kurang nendang buat saya. Endingnya bagus, tapi sumpah kurang lama romancenya....hehehe,.,.
Well, novel keren untuk saya...ditunggu karya2 selanjutnya :))
Cerita dimulai ketika Patricia -editor in-chief- mencetuskan ide "Wherever You Want" sebagai bentuk perayaan ulang tahun ke-30 tahun majalah Travel Lover's Magz. Ide ini menjadikan Leon dan Lula sebagai pelaksana proyek. Leon adalah sosok Mint ice cream bagi Lula, sedangkan Lula adalah cewek berisik yang mengganggu bagi Leon. Ceritanya ngalir dan mengundang tawa. Ringan banget. Konflik dimulai ketika Anika -tunangan Leon- muncul ketika mereka di Makassar. Menyusul kemudian Rifo -First Love Lula- yang menjadi model dalam perjalanan mereka di Jogja. Ayuwidya menggunakan sudut pandang orang pertama dari sudut Leon dan Lula secara bergantian. Ia menggambarkan ekspresi tokoh-tokohnya dengan baik. Menurut saya, sosok Leon nggak dingin-dingin amat si. Mungkin efeknya akan beda kalau novel ini dibagi dua, side-A dari sudut pandang Lula dan side-B dari sudut pandang Leon. So far, saya suka novel ini walau kurang banyak konfliknya si. Ditengah tren novel dengan latar luar negeri, novel ini semacam #antimainstream karena memilih latar dalam negeri. Untuk orang yang suka novel dengan tema travelling, novel ini recommended.
"Begini... saya memutuskan kalian berdua yang akan bertugas untuk liputan rubrik 'Wherever You Want'."
Itulah awal petaka bagi hidup Leon, setidaknya itulah yang dipikirkannya. Bagaimana tidak, Leon si fotografer tepaksa harus melakukan proyek itu bersama Lula sang reporter berkat ide cemerlang Bu Patricia - Boss mereka yang hanya peduli dengan kecantikan kukunya. Proyek ini diselenggarakan bertepatan dengan ulang tahun ke-30 Travel Lovers Magz dengan aturan reporter akan meliput tempat-tempat wisata berdasarkan polling pembaca. Bagi Lula, hal ini adalah kesempatan yang sangat ia tunggu-tunggu karena dengan begitu ia bisa dekat dengan Leon. Lula begitu menyukai Leon dan sudah bukan rahasia lagi untuk orang-orang Travel Lovers Magz. Dibantu dengan Juno tentunya - Biang Gosip di kantor mereka, sumber informasi terpercaya =] Lula begitu bersemangat sampai-sampai mengusulkan untuk memakai couple tee untuk mereka berdua pakai saat liputan. Sedangkan Leon, menganggap itu adalah ide konyol.
Suka suka sukaa sama karakter tokoh-tokohnya! Lula & Leon!! Awal cerita seru banget, karakter Lula bener-bener hidup. Ada ya orang segila itu kalau ngfans seseorang? Haha Leon dengan segala kecuekannya, seorang fotografer handal dan selalu penuh persiapan yg akhirnya luluh juga sama Lula yang punya banyak ide gila buat Leon. Ceritanya baguus, mungkin dari ketertarikanku juga dengan sebuah kantor majalah percetakan dsb. Banyak dialog yang bikin nahan ketawa sampe ketawa lepas. Sampe orang serumah bingung ngeliatin. Selalu suka sama adegan-adegan yang sweetnya parah kebangetan. Apa yang dilakuin Leon ke Lula itu perhatian dan romantis banget :') Tapi sampe pertengahan, ceritanya bikin gemeeesss. Kayaknya penulisnya sengaja nih bikin pembaca sedikit jengkel. Dan akhirnya, wherever you want membawa si mint heart leleh :D 4 stars kyaa!!
Salah satu alasan membeli novel ini adalah karena judulnya dan juga resensi2nya digoogle. Soalnya dari judulnya sudah kelihatan banget kalau salah satu tokohnya kemungkinan besar punya hati yang 'dingin'~~ Memang cerita the mint heart tipe tipe seperi ftv dan drama korea gitu, tapi mbak ayu berhasil membawakan certa dengan bahasa yang ringan, enak dibaca, alur ceritanya juga bagus (ga bikin pengen nyekip beberapa halaman hehe) dan juga diselingi dengan candaan2 yang nggak garing. Apalagi pas mendekati ending, GREGETAN BANGET NGET NGEETT karna dibagian itu mulai muncul kesalahpahaman antar tokoh, kayak drama2 korea gitu deh pokoknyaa hehe. Maunya ksh 5 bintang tp 1 bintang gajadi karna ceritanya yang menurutku mainstream. Tapi overall novel ini bagus dan menarik^^
Kalau liat judul & blurb, saya pikir ini nantinya soal cewek yang berusaha menaklukkan cinta cowok super cool gitu. Ya memang secara garis besar begitu sih, tapi Leon ini nggak ada dingin-dinginnya tuh. Karakternya terlalu bawellll~
Tema besar novel ini jadinya malah soal kesalahpahaman. Saya bukan penggemar cerita dengan tema itu sih, jadi lumayan capek juga baca salah paham antara Leon-Lula ini yg dipanjang-panjangin. Untung gaya berceritanya oke, besok2 saya jadi nggak ragu lagi utk nyomot Frenemy & CLBK yang lumayan sering nongol di bookfair dengan harga miring, hehe.
Leon dan Lula. Cocok kan dari namanya? Berawal dari job yang mereka emban. Editor in chief mereka membuat project 'Wherever You Want' gue juga mau lah kalo jalan-jalan dibayarin :) Sebenernya ceritanya mudah di tebak. Tapi... Cara mba Ayuwidya mengemasnya bikin lucu dan menarik. Two thumbs up! :D Awalnya mau ngasih bintang empat untuk novel ini. But... Saat sudah mendekati antiklimaks itu. Kurang nampol!! *mintaditampol* yah... Tapi itu menurut gue sih. Kereen! B)
Ini novel komedi bukan, sih? Kok saya suka ngakak sendiri di beberapa part, apalagi part lagu Indonesia Raya itu. Haduh, Leon. :3
Ngerasa tokoh Leon kurang dingin, saya nangkepnya galak. Abis sensian. Tapi kesini-sininya, kelakuan doi apa banget haha lucu!
Pengeksekusian konflik kurang greget. Apalagi pas Lula tau tentang kartu undangan itu, udah gitu doang? Oh ya ampuuuun. Endingnya juga, udah gitu doang? Wkwk but worth to read.
mencintaimu benar - benar seperti ini. pahit namun dingin membekukan. bukunya bagus, namun lebih mendominasi kepada proses jatuh cintanya dari pada hasil dan kebersamaan 2 tokoh. agak kecewa, namun itulah Mint-nya cinta. tokoh lagi2nya bener2 menggemaskan. sangat dingin dan menyebalkan. GREAT! ayuwidya berhasil membangkitkan greget pembacanya!
buku yang ini...jenis buku yang light...kaya makan sup ayam di hari hujan. bukan jenis cerita yang rumit, simple... kenapa ngasih 4 bintang? karena ada part-part yang sempet bikin ketawa...ngakak...sendirian di kosan, menghibur...habis dibaca seharian efeknya :D tapi bagus buat temen perjalanan....ada ulasan tentang beberapa destinasi-destinasi wisata juga...asik! :)
Coudn't stop read this novel, the plot was flowing eventhough not really dramatically (because character of Luna was very active and silly, hihi) High recommend, am not kinda person who enjoy reading metropop, but Mint Heart changed my perspective of reading metropop genre. Thankies!
buku yang keren... dari awal emg udh bkin tertarik soalnya pilihan kata yang ringan dan agak kocak. rasanya ga cukup deh baca 1x doang... dan komposisi lucu, gokil, sedih, sama romantisnya pas banget.. bkin geregetan org yg baca
Dari ketiga love flavour yang sudah saya baca, moccha eyes, strawberry surprise dan mint heart. Saya lebih suka yang strawberry surprise. Kalau yang ini sih saya kecewa sama tokoh cowok utamanya, di novel ini disebutkan bahwa cowoknya itu bersifat dingin. Dingin apanyaaaa.... yang ada sifatnya malah bawel, cerewet, jutek. Sebelah mana dinginnya? -_- Di mana-mana yang dingin itu misteriuuuss, orang lain gak akan ada yang tau apa yg ada di dalam kepala si orang dingin itu. Laah ini mah si Leon baru juga dua hari seperjalanan sama Lula udah mau ngumbar-ngumbar rahasianya segala. --" Leon itu too much talking ke Lula menurutku. Yaaah, walaupun kecewa gini masih bisa menikmati ceritanya kok. Jadi saya kasih bintang 3 juga. Ada beberapa konflik yang menurut saya penulis terlalu maksa di sini. Apa lagi masalah undangan pernikahan yang membuat Leon dan Lula jadi salah paham. Penyelesaiannya itu loh terlalu simple. Saya sampe mikir 'udah gitu doang?'. Padahal masalah udndangan itu bisa buat kedua tokoh utama jadi agak renggang. Tapi penyelesaiannya itu terlalu simple. Bah. Ya udah lah yah, terserah penulisnya juga mau digimanain ceritanya. Hahaha Oke deh, tapi ceritanya mengalir kok. Dan ada beberapa kelakuan Leon yang bisa menghibur saya. :)
Kesan pertama membaca novel ini adalah kisah romansa pada umumnya. Si wanita tergila-gila pada sang pria, sedangkan si pria cuek pada si wanita. Tapi sesuai dengan penggambaran penulis mengenai cara pandang Lula-tokoh utama wanita pada Leon - tokoh utama pria, kisah cinta mereka sebenarnya manis seperti es krim dengan sikap dingin yang seperti mint.
Yang membedakan novel ini dengan novel lainnya adalah diangkatnya sisi travellingnya ditambah setting tempat digambarkan dengan jelas, sehingga aku sebagai pembaca dapat membayangkan tempat yang dimaksud oleh penulis.
Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama dari kedua tokoh utama yakni Lula dan Leon. Alur bergerak maju. Tata bahasa yang digunakan juga baik.
Suka si dari awal aku udh baca telat banget bacanya di tahun 2018? Kalo ga salah trus karna aku bacanya disekolah sempet disita wkwk dan aku ambil buku aku tahun 2020 dan aku baca ulang lg padahal waktu itu udh sampe selesai, tapi karena alurnya seru yang pas Lula Sama Leon reporter ke pantai sana sini aku jd suka aj baca ulang tapi aku juga suka sih banyak kata kata cinta gt di setiap bab. Tapi kekurangan novelnya menurut aku alurnya agak lambat, banyak basa basi saat terjadi salah paham yg pas Lula kira Arika sama Leon nikah pdhl mah bukan Leon yang mau nikah disituh aku bete banget kenapa alurnya kebanyakan basa basi ga to the point aj udh si itu aj kekurangannya menurut aku, yang lain udh okeh tp endingnya mustinya Leon nembak Lula wkwkk
NGEGEMESIN BANGEEEEEEET!!! DARI HALAMAN PERTAMA SAMPAI AKHIR SUKA BANGET SAMA LULA DAN LEON (dan Juno syal bulubulu hahahahahahahahah)!!!
(IYA CAPSLOCK JEBOL. KENAPA? MAU PROTES?)
Salah satu buku yang bisa bikin lupa kalau udah tengah malam! Dan salah satu buku yang nggak akan keberatan untuk kubaca ulang!
(And I'm still hoping pembatas bukunya lucu kayak Vanilla Heart gitu.. daun mint beserta tangkainya mungkin? Apa harus kucari sendiri ya biar buku ini makin PERFECT? Sumpah kulebay hahahah!)
pertama baca buku ini, sekitar tiga tahun lalu, dan nggak ada kesan mendalam, kecuali ada cukup banyak quotes yang bisa ditemukan.
leon sebenarnya kurang cocok kalo disebut "the mint heart" karena ya dia nggak sedingin itu.
di beberapa dialog juga ada penggabungan antara kata baku dan non baku, yang jatohnya nggak enak dibaca.
dan yang paling nggak habis pikir adalah tingkah leon waktu dia berusaha menyembunyikan fakta tentang rifo dari lula. kek?? dude, lo udah dewasa. cara lo yang pake ini sama sekali nggak dewasa
This entire review has been hidden because of spoilers.
4 bintang kayaknya cukup untuk novel ini. Sebenernya aku kurang suka baca novel dgn pov kedua toko tp untuk novel ini pengecualian. Aku suka Karakter mereka berdua, dengan gejolak perasaan masing2 yang digambarkan secara jelas dan detail. Interaksinya juga lucu, plus ide cerita yang menurut aku wort it banget! Intinya aku suka! Walau adegan romantisnya masih kurangggg