Jump to ratings and reviews
Rate this book

Andai Kau Tahu

Rate this book
Pengakuannya membuatku merona. Dalam sesaat aku terpaku memandangnya... seolah ia hanya imaji belaka. Bahwa semua ini hanya mimpi di suatu malam.

Seolah tak mengerti kejengahanku, kejujuran demi kejujuran meluncur keluar dari bibirnya. Tentang pujian tulusnya akan maknaku di hidupnya. Tentang harapannya akan diriku yang hadir di hidupnya selamanya.

Aku belum cukup mengenalnya. Aku tak pernah memikirkannya. Jadi, bagaimana caraku mengatakan yang sebenarnya, bahwa perasaanku dan perasaannya tidak berada di garis yang sama?

366 pages, Paperback

First published April 3, 2013

61 people are currently reading
1085 people want to read

About the author

Dahlian

11 books223 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
337 (32%)
4 stars
331 (31%)
3 stars
272 (25%)
2 stars
74 (7%)
1 star
35 (3%)
Displaying 1 - 30 of 107 reviews
Profile Image for Christian.
Author 32 books840 followers
April 1, 2013
Personally, I prefer Promises Promises to this book. TAPI... bukan berarti gue nggak nganggep novel ini istimewa lho.

Premis ceritanya tentu saja sangat biasa, tentang perjodohan. Tapi menariknya, gue menganggap lalu elemen 'biasa' itu dan terus membaca sampai tiba pada kesimpulan 'akh, asyiknya luar biasa'. :)

Tokoh cowok super bersih memang sepintas gengges banget, tapi selama membaca AKT, gue nggak merasa itu hal minus. Sebaliknya, karakter utama cowok jadi terlihat benar-benar berbeda dengan tokoh utama cewek yang, ehem, juorroknya luar biasa. Dan yang paling penting, chemistry antartokoh diterjemahkan dengan baik oleh Dahlian. Jadi, aftertaste setelah menyelesaikan novel ini adalah... melayang-layang di langit ketujuh. Halah.

jadi pengen dijodohin... #eh
Profile Image for tiTa.
513 reviews20 followers
May 30, 2013
Ini seriusan si Tania ini umurnya 23 tahun? Ngak salah umur ya? Kalau umurnya 19 -ato 19 setengah paling enggak- mungkin saya masih bisa terima sifatnya yang nyebelin pakai banget itu. Tapi 23 yo? Ada gitu cewek usia segitu yang masih sekanak-kanak, seegois, dan setidak-berpikir-panjang seperti Tania? Atau, apa hidup saya aja yang terlalu sempit, sehingga –untungnya- nggak pernah ketemu cewek macam Tania?
Ehm, ini salah satu dari omelan panjang saya selama membaca novel ini. Beneran deh, kesel banget sama (karakter) Tania. Baca novel ini, berasa lagi nonton sinetron. Bikin ngomel sendiri. *insert devil grin here*.

Lalu saya akhirnya berdamai. Dengan pikiran saya sendiri. Well, mungkin penulis ingin membuka mata manusia seperti saya ini dengan menyampaikan bahwa me.mang.a.da cewek semacam Tania ini (itu?). Dan kalau saya pikir-pikir lagi, novel ini sukses berarti dong ya. Sukses buat saya ngedumel sendiri, dan sukses buat saya kesel abis sama karakter Tania.

Jadi, let say kalo masalah Tania.Dan.Saya sudah selesai.

Yang kedua, ini ceritanya novel pertama Dahlian yang saya baca. Dari awal, saya pikir kalau Dahlian itu adalah nama cowok. Bukan cewek. Jadi saya sudah mau protes –lagi- saja ‘kok tulisannya seperti tulisan cewek ya?’ Dan, o-ow, ternyata memang cewek toh yang menulis. Well, yah, saya cuma bisa mbatin ‘baiklah’.

Tapi sepanjang apapun omelan saya, sedalam apapun kerutan-kening-tanda-ketidak-setuju-an saya, sesering apapun saya memicingkan mata tanda nggak terima selama membaca novel ini *ketularan drama nya*, sebenarnya saya penasaran juga sama ceritanya. Itu yang membuat saya bertahan dan tetap lanjut membaca novel ini hingga selesai. Penasaran bagaimana jalan ceritanya. Penasaran seperti apa akhirnya. Dan saya suka. Bukan suka sekali sampai buat saya pingin koprol trus bilang WOW. Melainkan cukup suka sampai saya ngak perlu regret sudah menghabiskan sore with a cup of latte PLUS novel ini.

Saya menikmati romance manis yang disuguhkan Dahlian disini. Dan, tentu saja, saya suka karakter Reza. Dokter Reza. Walau kadang berasa agak kaku dan terlalu formal, I like Reza’s style. Hehe,, dangkal banget yah saya. Sue me ^^

Oh ya, Reza ini kan dokter saraf ya? Boleh gitu, ngebedah ‘anak orang’ di tempat umum? Saya bukan anak kedokteran lho, jadi sama sekali nggak paham sama prosedurnya. Makanya penasaran. Trus pisau buat ngebedah kan HA-RUS steril kan ya? Pakai vodka saja sudah bisa jadi steril tuh, pisaunya? Nggak perlu di bakar dulu? Well, lagi, saya ngak paham masalah begini, jadi ini hanya pertanyaan saya sebagai seorang awam. Hehee

Kalau mau diurut-urut, ada banyak sebenarnya yang mau saya pertanyakan. Tapi ya sudahlah, novel ini kan ya. Mau di protes juga udah jadi ini. Ntar malah diteriakin yang lain ‘Ya udah, lu buat aja sendiri’ hahha. Bagi saya, penulis novel punya hak penuh mau dibuat seperti apa ‘dunia’nya. Sama seperti pembaca yang punya hak penuh menentukan mau, apa tidak ikut larut dalam dunia itu. Tergantung selera saja.

3,5 stars.

Keep semangat, mbak Dahlian. Sampai ketemu di novelnya yang lain ^^
Dan, oh, saya suka covernya. Hai lagi mbak Dwi Anisa Anindhika, selalu suka deh sama designnya.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
August 22, 2016
On our own way, each of us is imperfect. But together, we complete each other

Ini novel terbaru Dahlian, dan tidak perlu pikir panjang aku langsung menambahkan kedalam koleksiku. Ya, aku punya lengkap novel penulis, dan aku selalu suka cara penulis bercerita.

Sejak pertama kali melihat covernya dengan warna soft pink dengan bunga2 itu aku suka, judulnya pun cukup menggelitik, walau awalnya aku berpikir ini tentang cinta didalam hati, cinta yang tak tersampaikan, ternyata bukan seperti yang kubayangkan.

Ide cerita novel ini sederhana, bahkan mungkin cukup familiar, tentang kisah perjodohan, dan salah 1 pihak tidak setuju, kemudian kabur dari rumah dan akhirnya bertemu dengan seseorang yang mengubah seluruh kehidupan si tokoh.

Ini tentang 2 orang, tentang Tania, gadis remaja 23 tahun yang mempunyai ayah seorang dokter yang ternyata telah menjodohkan Tania dengan anak dari koleganya, yang kebetulan juga seorang dokter. Padahal dilain sisi, Tania telah mempunyai seorang kekasih, seorang musisi, Hendrik, dan dia sangat mencintai pria tersebut. Akhirnya, Tania pun kabur dari rumahnya, karena dia selalu bertentangan dengan ayahnya, dan menolak dijodohkan, apalagi dia benar-benar membenci profesi "dokter" yang dianggap tidak punya hati. Hanya memikirkan pasien dan menjadikan keluarganya sendiri prioritas kesekian, seperti ayahnya. Ternyata dugaannya tidak selalu benar.

Ditengah kaburnya Tania, dia bertemu kembali dengan sesosok pria yang pernah menabraknya. Dan kebetulan pria itu adalah calon jodohnya, yang dia tidak pernah tahu ^^ Berdasarkan permintaan ayah Tania, Reza akhirnya mengizinkan Tania untuk tinggal bersamanya di apartemen miliknya. Namun, semua ternyata tidak mudah. Mereka benar-benar sungguh berbeda, bagaikan 2 kutub yang saling bertentangan, kepribadian yang sangat berbeda.

Reza yang kaku, rapi, sangat menjaga kebersihan dan kesehatan yang segala sesuatunya harus bersih, teratur dan harus sesuai pada tempatnya, dianggap membosankan oleh Tania. Karena Tania punya sifat yang berkebalikan dengan Reza, hidup dan pergaulannya bebas, penyuka makanan fastfood, berantakan dan masih meledak-ledak. Apakah hubungan mereka bisa berhasil? Baca sendiri kisah mereka, bagaimana perbedaan yang ada tidak bisa menghalangi rasa yang diam-diam hadir diantara keduanya =)

Sebenarnya dari awal aku cukup bisa menebak akan dibawa kemana cerita ini, tapi gaya bercerita penulis yang mengalir membuat aku tidak bosan membacanya, penasaran dan terus membaca hingga akhirnya sampai di halaman terakhir. I really love Reza, he's so romantic with his own way to protect, care and love Tania.

Dan seperti novel-novel yang lain, aku selalu menyukai novel yang menyelipkan ilmu/info baru didalamnya, dan itu menarik. Aku jadi bertambah pengetahuan tentang dunia kedokteran, khususnya bedah saraf ^^
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Fairuz K.
120 reviews169 followers
April 25, 2013
I rarely give a book five stars, but I must say that this book is totally worth it.
I can't put this book down once I opened it. Aku suka sekali semuanya; plot cerita, tokoh, konflik, dan endingnya. Simply irresistible. Aku juga suka sekali buku ini karena semuanya terasa masuk akal, mulai dari awal hingga akhir cerita. Semuanya dijelaskan dengan begitu detail sehingga ketika aku baru saja akan memulai untuk mencela, mulutku langsung terdiam begitu membaca penjelasan logis yang harus aku akui memang cukup masuk akal. And if anything, aku bahkan ga sadar ada typo apa nggak di buku ini (kalau memang ada) saking excited-nya membaca. Aku juga bahkan baru sadar setelah selesai membaca kalau di buku ini ternyata hanya ada beberapa kalimat berbahasa Inggris, yang practically saat ini rasanya sudah menjadi suatu kebiasaan dalam novel Indonesia. And I really appreciate that you are using Indonesian in this book most of the time, Mbak Dahlian.

I find myself giggling and even laughing reading this book. Every dialogue is smart and witty, and I really enjoy that! Moreover, this book is very light and sweet...

Mungkin kalau ada yang harus aku cela, it's the cover and the title. Sorry, but for a really great book that it is, this book deserves a better one. Covernya terlalu 'biasa' aja, dan kurang menarik perhatian. Jujur aja, aku baru memutuskan untuk membaca buku ini setelah 'mengintip' isinya. And not to mention its 'boring' synopsis. Aku kadang-kadang suka bingung dengan sinopsis di cover belakang yang seringkali jauh dari isi buku itu sendiri. So yeah, don't judge a book by its cover.

Oh did I mention that I really love Reza? No? Oh well, I really love Reza. Ganteng, kaku, super bersih, tapi kadang-kadang sweet juga. And a doctor! Oh my God, did I already say that Reza is super hot?
Reza and Tania definitely make a cute (and good) couple. Tapi kalau Reza kenal aku duluan pasti dia cinta matinya sama aku.

Duh, kenapa ini niat review jadi curhat panjang begini. Overall, this book is really entertaining and worth to keep. So far, this is my favorite of Dahlian's!
Profile Image for Nina Ardianti.
Author 10 books400 followers
April 21, 2013


This was my first time I read Dahlian's book.
Pertama kali membaca nggak ada ekspektasi apa-apa, karena penasaran aja karena ratingnya bagus dan saya adalah pecinta romance dengan happily ever after ending. Membaca banyak review tentang buku Dahlian yang katanya 'romance at its core', maka kurang lengkap rasanya kalau orang yang ngaku sebagai hardcore romantic belum baca bukunya Dahlian. Huehuehue...

Saya menyukai cara berceritanya. Manis dan halus gitu, khas romance banget deh. Walaupun bersetting di kota besar dan ceritanya masa kini, saya nggak bisa mengategorikan ini sebagai contemporary romance. Padahal saya berharap ini bakalan kontemporer gituuu... Tapi ya sudahlah.

Mesti diakui, ceritanya cheesy abis. Saya sebel banget sama heroine-nya. Manja, snobbish, (mungkin pintar, tapi sepanjang cerita nggak terlihat menggunakan otaknya sehngga kelihatan) bodoh, dan sering tantrum. Tapi mungkin itu memang kesan yang diharapkan untuk ditangkap oleh pembaca. Namun sayangnya sampe terakhir membaca buku ini (menghabiskan waktu seminggu pula, diselingi baca yang lain), saya nggak merasa simpati sama sekali sama si heroine.

Hero-nya perfect abis. Kalau ada yang komplain tentang betapa sempurna-nya si hero, well--YA UDAH BIARIN AJA KENAPA SIH?? We need something that's very rare in our real life: perfect guys. Right?
Tapi saya pengennya si hero jatuh cinta kepada si heroine lebih dari sekedar fisik, jadi saya agak kecewa gimana gitu kok kayaknya gampang banget jatuh cintanya.... Tapi yah, namanya juga jatuh cinta. 'Jatuh' itu kan seringnya nggak bisa diprediksi kapan, dimana, dengan siapa.

Overall, manis. Endingnya memang predictable, but as long as it's HEA, I don't mind :))

Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews142 followers
February 15, 2021
3.5🌟

Gaya cerita kak Dahlian selalu menarik, tema perjodohan ini bikin gemes.

Agak sebel sih sama sikapnya Tania yang agak keras kepala dan susah diatur. Ditambah lagi sikap semaunya ini emang bikin kepala Reza geleng2. Reza dengan sikap yg kaku malah kadang membuat Tania sebel juga sih ya. Ditambah lagi Reza ini taat banget sama aturan, hidupnya tertata dg rapi. Serapi apartemennya 😂.

Gaya bahasanya ringan dan mengalir, memakai sudut pandang orang ketiga. Perasaan para tokohnya emang diceritakan dg baik.

Interaksinya ini suka dan gregetan, chemistrynya dapet feelnya.

Konfliknya emang lebih ke konflik batin, ditambah lagi Tania merasa kecewa karena merasa dia dibohongi. Hubungan romannya pas porsinya, eksekusinya apik. Endingnya suka 😍.

Overall, aku suka ceritanya dan tulisan kak Dahlian ini emang selalu jd page turner bgt 🤍.
Profile Image for Dhyn Hanarun .
329 reviews202 followers
February 25, 2015
Andai Kau Tahu menceritakan hidup Tania, anak seorang dokter ternama, yang merupakan mantan model. Dia kabur dari rumah setelah ayahnya berencana menjodohkannya dengan anak temannya yang sesama dokter. Tania benci profesi ayahnya itu. Karena pekerjaan itu, ayahnya menelantarkan ibunya yang sakit keras dan akhirnya meninggal. Tania memilih minggat ke rumah pacarnya, Hendrick, seorang vokalis band. Tapi mereka malah bertengkar. Hendrick tampak enggan menampung Tania, dia juga sering menghilang tanpa kabar, dan kepergok sedang merangkul wanita lain. Tania marah dan memutuskan pergi demi melindungi egonya sendiri. Saat sedang kebingungan, Tania bertemu dengan Reza, orang yang menabrak mobilnya beberapa hari yang lalu dan juga berprofesi sebagai dokter. Reza bersedia menampung Tania di apartemennya sebagai bentuk tanggung jawabnya atas kecelakaan itu. Diam-diam, dia juga ingin tahu apa watak calon istrinya itu.

Asal kamu tau ya, Andai Kau Tahu, surprisingly, was really good! I love it! Cerita perjodohan dan formula benci-jadi-cinta mungkin agak mainstream dan mudah ketebak, tapi justru itu yang aku suka, oddly. Aku selalu penasaran bagaimana dan apa faktor yang membuat kedua manusia itu tiba-tiba jadi madly in love about each other. Untungnya ceritanya diambil dari sudut pandang kedua tokoh utama. Tania dan Reza bergantian, atau malah rebutan, mengeluarkan isi hati dan pikiran mereka. Walaupun sebelumnya aku agak pusing, rasa penasaranku terobati lah. Lalu pinternya, kedua orang itu dibuat tinggal dalam satu rumah (well, apartemen) yang sama. Jadi mau nggak mau, interaksi keduanya lebih intens! :D

Kekuatan lain yang mendukung ceritanya adalah deskripsi saat Tania dan Reza diam-diam jatuh cinta, memuji kelebihan bahkan tersenyum geli kalau mengingat kekurangan masing-masing dan cara mereka bermesraan (yeah, I’m talking about kissing parts). Don’t get me wrong, deskripsi ciumannya begitu kuat tapi tidak masuk area vulgar. Jadi kesannya ciuman itu memang terjadi karena rasa cinta, bukan nafsu. Padahal kan di dunia nyata, kedua hal itu susah dipisahin. Tapi disini, yang aku bayangkan dan rasakan memang masih area cinta, sepenuhnya. Deskripsi yang manis itu bikin aku book hangover! Damn, masa aku book hangover gara-gara gitu doang? But it’s true. Last time this happene is when I was reading Mahogany Hills. Ah, I think I love mainstream romance :p

Baca review selengkapnya di sini --> http://dhynhanarun.blogspot.com/2013/...
Profile Image for Kania Rucita.
1 review4 followers
May 15, 2013
Alis Tania terangkat satu. Murung terus? Ia tersenyum getir. Apa anehnya? sejak ia mampu mengingat, ayahnya hanya memiliki tiga ekspresi di wajah; murung, lumayan murung, dan sangat murung.


Ini buku karya Dahlian kedua yang aku baca setelah Promises, promises. jadi mungkin aku masih awam dengan karya2 Dahlian :). Jujur, pas tau buku ini keluar aku bener2 punya harapan besar kalau buku ini bakal ngasih kepuasan yang sama dengan Promises, promises, karena buku itu bener2 ngena banget sama aku dan aku puas.

tapiiiiii... aku sedikit kecewa.
Dari pertama buka halaman buku dan mulai baca aku udah ngerasa nggak nyaman dengan adanya penjelasan akan istilah2 kedokteran yang penempatannnya terasa kurang pas, aku lebih suka keterangannya dalam footnote aja, apalagi kalo keterangan yang uda dikasihin nggak juga bikin aku ngerti heheheh ntah akunya yang oon dan lelet kalo soal istilah kedokteran yang ribet. tapi yang jelas ini bikin aku keganggu dan gak nyaman. udah gitu cerita di awal2nya kerasa ntah kenapa kayak sinetron banget dan temanya juga uda biasa diangkat.

Bagusnya, gaya penulisan Dahlian yang ringan dan dibumbui dengan adegan2 romantis dan juga kata2 yang sedikit kocak disepanjang perjalanan ceritanya mengobati kekecewaanku diawal. Semakin lama cerita terasa semakin menarik dan ending yang memuaskan banget aku tipe yang suka ending yang pasti juga tokoh Reza yang bikin aku kepincut banget bikin aku nggak nyesel beli buku ini.

secara keseluruhan buku ini bagus walau buat aku lebih bagus Promises, promises heheheheheh
Profile Image for Nana.
405 reviews27 followers
July 24, 2013
Sori sori stroberi.

Sebenarnya gaya berceritanya baguuss... Enak dibaca. Tapi kisahnya pasaran banget, dalam arti.. Beneran ketebak dari awal sampai akhir. Ya saya tahu bahwa di dunia ini udah ga ada lagi yang original, bahkan di KFC pun pamor ayam original udah kalah sama ayam crispy (ini maksudnya apa yak??) tapi.. bahkan untuk ayam kayak KFC pun masih banyak variasinya kan, ayam KFC beda rasanya sama ayam A&W, beda juga dengan ayam McD apalagi dengan ayam Rocky yang dijual di gang seberang kantor gue yang enaknya kebangetan tapi abis makan kepala keliyengan, walau mereka sama-sama ayam broiler ditepungin trus digoreng ke dalam kolam minyak. The point is, tema bisa pasaran, tapi kan masih bisa divariasiin. Itu yang sayangnya ga saya temukan di novel ini.

Lalu.. lalu.. tokoh utamanya nyebelin banget. Ok saya gak keberatan dengan tokoh utama yang imperfect, tapi saya mengharapkan ada perkembangan kepribadian selama berjalannya cerita. Ini nggak. Dari awal sampai akhir tetap aja si tokoh utama bitchy abis dan cowoknya, anehnya, terima-terima aja. Hadoh..

Yah begitulah.

Tapi ingat, gaya berceritanya enak diikuti. Makanya saya kasih bintang 2. Hehe. Peace. Hidup ayam goreng!!

Profile Image for bakanekonomama.
573 reviews84 followers
July 5, 2016
Cari bacaan sambil nunggu buka puasa bersama keluarga besar. Daripada bosen, kan. Eh, nemu buku ini punya sepupu. Meskipun buku semacam ini biasanya bukan jenis kesukaan saya, tapi daripada bosan menanti waktu Maghrib, maka saya menantang diri saya untuk membaca. Hasek.

Sebenarnya tema oke, gaya bahasa penulisnya juga cocok sama saya. Cuma ya gitu deh, ketebak banget ceritanya. Jadi nggak ada ketegangan dan gairah untuk membaca. Hahaha. Setelah skimming skimming skimming, ternyata ya gitu aja ceritanya. Ya, okelah ya. Nggak jelek-jelek amat. Meski kedua tokoh utamanya tipikal cerita romens banget. Cantik, ganteng, tinggi, nggak bercela (dari segi fisik). Jadi, dua bintang saja untuk menemani di kala senggang nggak ada kerjaan.
Profile Image for Desy Miladiana.
Author 10 books14 followers
May 4, 2013
Ah, gila! Jatuh cinta sama sosok Reza.
Meski dari awal bakal duga endingnya, tapi suka gimana cara penulis menuliskan alur-alur cerita dengan baik. Saya baca novel ini aja sampai nggak berhenti-henti :p

Berawal dari sebuah kecelakaan saat Reza yang tengah buru-buru tiba-tiba menabrak sebuah mobil. Ternyata mobil itu milik seorang gadis bernama Tania. Tania yang habis bertengkar dengan pacarnya merasa kesal karena Reza menabrak mobilnya. Gimana ya, inti novel ini itu, Jodoh itu nggak bakal kemana kok. Lo mau kabur sejauh apapun lo pasti bakal ketemu jodoh lo, so why you hide from the truth? :P
Profile Image for Adri Christy.
87 reviews
August 20, 2013
Semua buku karangan mbak kita yang satu ini memang supeeeer ROMANTIS!!!

Novel ini berlatar belakang seorang perempuan muda mantan model, Tania, yang tengah "digantung" sama pacarnya, si Hendrik yang pemusik super kurang ajar yang ternyata menyelingkuhinya.
Peremuan nggak sengaja dengan Reza, si dokter bedah syaraf, mengubah semua cara pandang Tania terhadap sebuah profesi bernama Dokter yang sangat dibenci Tania.

As you know kalo baca novel Dahlian pasti bikin geregetan.

Pokoknya recommended banget deh :D
Profile Image for bibliofienna.
60 reviews
June 15, 2024
Cerita drama romansa yang membahagiakan.

Deskripsi buku ini sebenernya sangat sedikit memberikan informasi mengenai alur cerita atau tentang karakter-karakternya, jadi mungkin aku akan memberikan sedikit pengenalan. Ini novel romansa dari karakter utama bernama Tania dan Reza. Mereka berdua Merupakan dua karakter yang sangat bertolak belakang, tapi takdir mengharuskan Tania bergantung pada Reza untuk menyelamatkan egonya. Sebaliknya, Reza juga dengan sadar memberikan bantuan untuk Tania karena kebaikan hatinya... atau.. ada niat lain yang terpendam?

Walaupun latar belakang Tania tidak berkenaan dengan cerita orang pada umumnya, penulis masih memberikan sisi yang berkenaan, yakni masalahnya dengan orang tua dan sikap pemberontak yang dicerminkan. Selain itu ada istilah dan prosedur medis yang aku ga tahu sesuai atau tidak jadi ga bisa menilai dari sisi itu😬
Tapi aku suka drama percintaannya yang menggunakan daya tarik karakter yang berlawanan dan pesona cinta berbeda usia (masing-masing digambarkan sudah memasuki usia dewasa, walaupun Tania orang yang sangat kekanakan). Ada juga sedikit unsur penyangkalan (padahal demen) yang menambah kesan greget. Gak ketinggalan adegan-adegan panas ringan dengan gaya memudar jadi pelengkap perjalanan cinta Reza dan Tania.

Membaca ulang novel ini membuatku menyadari bahwa ternyata aku masih suka novel ini dan bukan semata karena kacamata anak smp yang penuh hal indah saja. Ini bacaan yang ringan dan sangat cepat untuk dibaca, cocok untuk yang mencari bacaan penuh kebahagiaan cinta💗😋
Profile Image for Ifnur Hikmah.
Author 5 books13 followers
October 12, 2013
Tania, si manja yang merasa hanya mencintai pacarnya si musisi kere Hendrik, kabur dari rumah karena ingin dijodohkan oleh ayahnya dengan anak sahabat sang ayah. Tania yang membenci dokter karena papanya yang dokter terlalu sibuk dan enggak pernah ada waktu untuknya, bahkan ketika ibunya meninggal, membuat Tania menolak perjodohan itu. Apalagi karena jodohnya adalah dokter. Dan, alasan sang ayah adalah agar ada nanti yang mengelola rumah sakit peninggalan kakeknya.
Awalnya Tania tinggal bareng pacarnya Hendrik. Tapi ketika tahu Hendrik selingkuh dan Tania sudah kehabisan uang karena semua kartu kredit dan ATM diblokir ayahnya, Tania memutuskan untuk menjual kalung peninggalan ibunya. Saat itu dia enggak sengaja bertemu Reza yang beberapa malam sebelumnya menabraknya. Tania minta ganti rugi memperbaiki mobilnya dengan meminta tempat tinggal. Akhirnya Reza mengajak Tania ke apartemennya.
Tindakan Reza bukan karena dia bisa dibodoh-bodohi oleh ancaman Tania karena kecelakaan itu, tapi karena dia tahu siapa Tania, cewek yang dijodohkan dengannya oleh ornagtuanya. Dan, atas izin ayah Tania, Reza pun menjaga Tania.
And the rest of history.
Memang, sih, Neruda udah berbusa-busa bilang there is nothing new under the sun. Formula kayak gini memang udah familiar banget. Cewek dijodohin-menolak mentah-mentah-lalu malah jatuh cinta enggak sengaja. But in this book I can’t find something new. Anything. Benar-benar ketebak dari awal akan berakhir bagaimana.
Minimal sampai dua tahun lalu, gue akan klepek-klepek dengan cowok-cowok ciptaan Dahlian. Let’s say Daniel, Roy, dan yah gue lupa yang di The Pilot’s Woman sama Promises, Promises. But not now. Yang ada gue geuleuh dengan romantisme berlebihan yang diberikan Reza. Harusnya gue sudah antisipasi hal ini, secara gue baca hampir semua buku Dahlian dan udah hafal formulanya. Tapi, seiring pertambahan usia, gue udah eneg sama romantisme berlebihan yang sama sekali enggak real. Bolehlah dulu gue mupeng begitu baca Baby Proposal di mana Daniel merayakan ulang tahun Karina dengan mengajaknya naik helicopter ke Bandung lalu candle light dinner di atas atap gedung hotel kepunyaan Daniel. Ketika baca sekarang, gue yakin cuma akan berkomentar satu kata. Meh.
Okay, back to this book. Seharusnya gue sudah mengantisipasi kehadiran romantisme berlebihan itu, tapi pas baca tetap saja gue enggak bisa menahan diri buat enggak rolling eyes. And, again, birthday. In the middle of the night. In the middle of candles. With pick up line who oh so….. entahlah, terlalu manis, enggak terasa real. Mungkin karena akhir-akhir ini gue banyak baca cerita romance yang walaupun judulnya romance tapi enggak mengumbar romantisme berlebihan yang enggak real. I need something real. Yang buat gue related dengan isi cerita.
Enough about that. Character. Oke, harus diakui kalau di sini Dahlian jago banget penggambaran karakternya. Memang, sih, Reza oh-so-perfect-and-please-God-he’s-too-good-to-be-true yang udah kaya, tajir, tinggi plus badan bagus, dokter lagi. Tapi OCD yang dimilikinya bikin Reza somehow masih kayak manusia, bukan dewa yang turun ke bumi. Gue suka dengan sikap nyebelin Reza. Dan, ya, dia dokter. Dan, ya, jangan salahin gue kalau ngebandingin dia dengan dokter-ganteng-berlidah-tajam-tapi-sebenarnya-oh-so-sweet lainnya aka Beno Wicaksono. Ya, lumayan sebandinglah.
And what about the heroine? Tania bukan karakter yang bisa bikin gue simpati. Manja, suka tantrum, gaje, snobbish, impulsif, dan bodoh. Literally bodoh. Cantik, sih, tapi apa kelebihan dia yang lain, yang bisa bikin dokter keren semacam Reza bisa jatuh cinta itu gue enggak dapet. Gue berharap ada perkembangan karakter Tania di belakang, tapi enggak ada. Gue berharap Reza seenggaknya bikin Tania bisa bertanggungjawab atau mendukung Tania mencari jati dirinya or at least kuliahlah di jurusan yang dia mau. Reza bilang kalau Hendrik cuma nafsu sama Tania, lalu dia apa? Karena yang gue tangkap, Reza cuma tertarik karena fisik Tania. Terlalu dangkal untuk dokter sekeren Reza.
Tapi, terlepas dari semua itu, gaya menulis Dahlian yang mengalir enak dibaca jadi daya tarik buku ini kenapa gue bisa membaca sampai akhir, mengingat gue udah hilang simpati sama Tania. Gue suka cara Dahlian membangun chemistry dengan dialog-dialog lucunya. Cuma… beberapa narasi yang bikin gue terganggu, seperti penempatan bibir indah di mana-mana, pundak indah, and so on and so on. Bahkan gue enggak bisa menahan diri buat enggak rolling eyes ketika baca ini.
Di bawah penerangan lampu jalan, Reza mengobservasi gadis di hadapannya dengan cepat. Tak ada luka ataupun memar di wajah cantiknya. Reza menurunkan pandangan ke leher indah gadis itu yang diganungi berlian—juga tampak baik-baik saja. pundak mulus yang terbuka, dan lengan langsingnya yang bebas memar dan luka. Reza menurunkan pandangan lebih jauh, ke kaki jenjang yang terbungkus heels—kening Reza berkerut—yang amat tinggi. Seperti bagian tubuh yang lain, kaki indah itu juga tampak baik-baik saja.
Masalahnya itu kejadiannya tengah malam, ketika abis kecelakaan, dan Reza buru-buru harus ke rumah sakit karena ada pasien yang harus ditangani. Tapi, sempat-sempatnya meneliti sedetail itu? Oh my…
Dan, penjelasan tindakan medis yang bikin gue serasa baca text book.
Oh, plusnya adalah di sini pekerjaan Reza sebagai dokter bukan hanya sekadar tempelan. Me likey.
Gue tahu kualitas seorang Dahlian, jadi rasanya sayang aja jika Dahlian terus-terusan menulis cerita dengan formula seperti ini. Come on, Dahlian, make something different.
142 reviews4 followers
February 9, 2021
Ryan adalah seorang dokter yang akan dijodohkan dengan putri pemilik R.S bernama Tania. Karena suatu kecelakaan, Ryan dan Tania berkenalan namun impresi keduanya buruk satu sama lain. Tania tahu dia akan dijodohkan tapi tak tahu jika Ryan adalah orangnya sementara Ryan diam-diam tahu. Ketika akhirnya mereka saling mengenal satu sama lain, keduanya malah saling jatuh cinta.
Secara garis besar, plotnya sangat main stream ditambah tokoh utama wanita nya yang terkesan manja dan plin plan.
Profile Image for Shrunkula.
62 reviews
February 28, 2020
I gifted this book to myself during the 11th grade (I think). I enjoyed it very much. I like Dahlian's writing I think it's easy to read and flows flawlessly. And I think this is my first adult themed book because previously I constantly reading YA.
94 reviews3 followers
August 25, 2013
Tania merasa harinya buruk sekali. Baru selesai bertengkar dengan pacarnya, Hendrik, ia malah ditabrak oleh seorang om yang menurutnya tidak bisa menyetir dengan baik. Akibatnya mobilnya lecet. Pria itu tampaknya buru- buru tetapi khawatir akan kondisi Tania sedangkan perempuan itu asyik mengomel tidak jelas.
Reza, pria yang – tanpa sengaja – menabrak mobil Tania, sedang dikejar waktu sehingga setelah memastikan bahwa kondisi Tania baik- baik saja, ia segera membuka cek sebagai ganti rugi kerusakan mobil dan memberikan perempuan itu kartu namanya kemudian pergi.
Seolah tidak peduli, Tania malah merobek cek itu kemudian pulang. Sesampainya di rumah, seolah melengkapi kesialannya, Ayah Tania malah menyuruhnya untuk makan malam bersama sahabat sekaligus dokter di rumah sakit Ayah Tania, dr. Mahendra. Dan ini bukan makan malam biasa. Tania akan dijodohkan dengan anak dr. Mahendra. Mendengar hal ini membuat emosi Tania meluap ke permukaan. Tentu saja ia tidak akan setuju. Ditambah dengan hubungannya dengan Ayahnya yang tidak pernah akur membuat Tania malas untuk meladeni Ayahnya.
“Nggak ada yang Tania pilih! Ini hidup Tania, bukan hidup Papa! Kalau Papa begitu khawatir dengan rumah sakit, Papa saja yang menikah dengan anak Dokter Mahendra! Atau, kalau perlu, serahkan saja rumah sakit itu sama dia sekarang juga!” - hal. 13
Maka Tania kabur dari rumah untuk menghindari acara perjodohan itu. Meski baru bertengkar dengan Hendrik, tidak ada tempat lain yang bisa Tania tuju. Perempuan itu memutuskan untuk pergi ke rumah pacarnya. Namun Hendrik terlihat biasa saja bahkan mengacuhkan Tania. Mengapa Hendrik sama sekali tidak khawatir pada Tania? Ada apa sebenarnya? Perasaan tidak enak itu akhirnya terjawab saat Tania menangkap basah Hendrik tengah berselingkuh. Tidak hanya itu, Hendrik juga mengusir Tania dari rumah pria itu.
Hati Tania seakan tercabik- cabik. Sakit sekali. Dengan rasa kehilangan, Tania mengepak kembali barang- barangnya ke dalam koper dan keluar dari rumah Hendrik. Kini ia benar- benar tidak punya tempat tujuan lagi. Mau kembali ke rumah, ia terlalu gengsi, juga ia masih kesal pada Papanya. Uang di dompetnya juga sudah hampir habis.
Satu- satunya cara agar ia dapat bertahan hidup adalah dengan menjual kalung berlian milik mendiang Ibunya yang menempel di lehernya. Meski berat, Tania tidak punya pilihan. Saat itu, pria yang menabraknya tempo hari muncul, menawarkan bantuan untuk mengangkat koper Tania yang terjatuh. Setelah mengingat siapa pria itu, ide cemerlang terlintas di benak Tania. Ia tidak perlu menjual kalung warisan Ibunya lagi. Ia akan meminta pertanggungjawaban dari pria itu.
Reza keheranan melihat permintaan Tania. Tapi ia mengiyakan juga pada akhirnya. Jadilah Tania tinggal bersama Reza di apartemen pria itu. Melalui interaksinya dengan Reza, Tania tahu bahwa Reza ternyata adalah seorang dokter bedah. Astaga, mengapa hari- harinya harus dipenuhi oleh dokter?
“Papa tahu kamu menyalahkan Papa atas meninggalnya Mama. Kamu boleh benci sama Papa, tapi jangan biarkan kebencian kamu menghalangi kebahagiaan kamu.” – hal. 325
Ketidaksukaan Tania terhadap Ayahnya membuat ia tidak menyukai dokter juga. ia mengganggap Ibunya tidak pernah bahagia karena waktu Ayahnya tersita di rumah sakit. Juga ketika Ibunya sedang sakit. Semua itu menimbulkan kebencian di hati Tania. Kini saat ia memiliki kesempatan untuk jauh- jauh dari Ayahnya, ia malah tinggal bersama seorang dokter pula. Dunia sungguh sempit.
Gaya hidup Reza berbanding 1800 dengan Tania. Reza sangat rapi, pola makannya sehat, dan bersih. Tania mengganggapnya aneh. Tidak boleh ini juga tidak boleh itu. Menurutnya hidup Reza terlalu membosankan. Ditambah dengan suasana apartemennya yang didominasi oleh warna putih. Sama sekali bukan tipe Tania.

selanjutnya baca di sini ya:
ertalin.blogspot.com
Profile Image for Annisa Nur Widya.
378 reviews
May 2, 2013
Tania. Reza.

Bukunya ringan. Walaupun ringan, lumayan membawa emosi. Di akhir-akhir. Sedikit di awal. Sedikit lebih banyak di tengah.

Seorang perempuan bernama Tania, berumur awal dua puluhan kalau gak salah. Ibunya meninggal karena sakit. Bapaknya dokter dan pemilik rumah sakit. Dia benci bapaknya. Menyalahkan bapaknya. Dia kesal dan marah sama bapaknya karena bapaknya gak ada di sisi ibunya, pas ibunya sekarat. Dia juga benci dokter, karena itu profesi yang membuat bapaknya gak bisa selalu berada di sisi ibunya saat dibutuhkan.

Tania ini orangnya spoiled brat parah. Khas wanita muda zaman sekarang. Gak berpikir panjang, punya uang banyak, manja. Dia juga jorok. Naro barang dan pakaian dimana-mana, makan makanan yang membunuh (kalau kata Reza), sembarangan ngeberantakin dan ngotorin sofa sekaligus apartemen Reza. Bikin Reza stress dan pusing tujuh keliling.

Ide ceritanya biasa banget dan bahkan udah bosen saya denger. Perjodohan. Orang tua sahabatan, bapak Tania gak punya penerus untuk melanjutkan usaha rumah sakit, dan sebagainya, dan sebagainya.

Tapi pertemuan pertama mereka bukan dari situ. Reza gak sengaja nabrak mobil Tania pas dia ada panggilan darurat ke rumah sakit. Ternyata hari itu, Tania habis berantem sama pacarnya. Singkat cerita, dia gak dibolehin pacaran sama si pacar yang kerjaannya nge-band, kabur dari rumah, dan tinggal di tempat si pacar. Tapi ternyata si pacar itu selingkuh. Jadilah dia pergi, miskin, dan berniat menjual perhiasan dari ibunya yang paling berharga.

Disitu dia ketemu lagi sama Reza. Tania, si perempuan yang implusif, tanpa pikir panjang langsung minta ganti rugi atas mobilnya. Bukan dengan uang, tapi dengan mengijinkannya tinggal di apartemen Reza. Reza kaget tapi ngambil tanggung jawab itu dan memindahkan Tania ke apartemennya. Sambil begitu, sambil dia hubungi bapaknya Tania dan bapaknya sendiri. Mereka sepakat untuk ngerahasiain semuanya.

Yah ketebak, sih. Tania sama Reza akhirnya jatuh cinta, kebohongan yang Reza simpen terbongkar, Tania gak terima.

Tapi yang saya gak bisa tebak itu di awal, malah. Pas Tania udah di campakin sama pacarnya, dia malah terus mencari cara untuk balikan lagi sama pacarnya itu. Gimana sikap posesif Reza yang udah menganggap Tania miliknya juga lucu hehe. Apalagi masalah karpet dan sofa. Lucu juga, sih. Sikap-sikap Tania yang konyol dan gak bisa dipercaya Reza itu loooh. Hm. Novel tebal dan berbobot yang sekaligus santai dan ringan dari Dahlia.
Profile Image for Nisa.
327 reviews18 followers
May 2, 2013
So,

Aku menyelesaikan novel sebanyak 366 halaman ini selama tiga hari. Bisa aja sih cuma sehari tapi sayang banget kalau novel seindah ini diselesaikan cepat-cepat hihi :P

Bintang pertama aku berikan untuk tokoh cowoknya yang bernama Reza. Penjabaran mbak Dahlian tentang cowok ini keren banget lho. Bikin aku yang bacanya senyum-senyum sendiri membayangkan betapa romantisnya dokter satu ini *mupeng*.

Yah, meskipun kalau boleh jujur nih cowok kayak Reza gini tuh langka nyaris nggak nyata. Too perfect! but that's okay. Judulnya juga novel *ya nggak?* hihi

Bintang kedua buat alur ceritanya yang menarik. Emosiku sampe kebawa-bawa lho baca novel ini :) Susah banget lepas sama novel ini buat berhenti sebentar aja. Padahal mata udah protes pengen tidur ckck

Tapi menurut aku pribadi sih, ceritanya gampang ketebak. Apalagi pas tau si Hendrik musisi yang belum mampan udah gitu males-malesan waktu nerima Tania di rumahnya. Otakku udah kebayang Hendrik selingkuh dan Reza someday bakal nyelamatin Tania. Hem.

Bintang ketiga buat idenya yang berhubungan sama dokter. Don't know why tapi aku suka banget lho sama cerita-cerita tentang dokter dan pilot :) Mungkin karena aku sendiri suka sama cowok-cowok kalem yang diem gitu ya #kode #eh hahaha

Aku sebenernya agak ga percaya kalau cowok macam Reza mau sama Tania yang nggak berpendidikan. Maaaaap, tapi zaman gini kan mana ada cowok keren-kaya-pinter-punya segalanya mau sama cewek yang nggak punya apa-apa selain uang dan cantik secara fisik *apa kebalik ya?* haha ya sutralah ~

dan, bintang yang terakhir buat endingnya yang sweet banget :) bikin aku menghembuskan napas puas udah beli dan baca novel ini.

kenapa aku ga ngasih lima bintang?

karena aku nggak suka sama covernya :( sweet sih buat novel romantis kayak gini tapi kurang menarik. Oh ya, menurutku judulnya juga kurang pas deh. Kurang mewakili seluruh isi novelnya aja gitu :3 'Andai Kau Tahu' tuh kesannya kayak cinta terpendam yang nggak bisa diungkapkan. Eh tapi itu menurutku lho hehe pandangan tiap orang itu kan beda ya :)

Oke,
segitu aja review dariku tentang novel ini. Singkat kata sih novel ini seru, bikin penasaran, dan bawaannya jadi pengen diromantisin orang hahaha nggak rugi deh beli novel ini. Isinya sesuai dengan harganya yang *bagiku* agak mahal :P


♥Best Regards♥
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Halida Hanun.
325 reviews13 followers
April 17, 2013
3,5 of 5 stars

begitu tahu tokoh cowoknya (Reza) berprofesi sebagai dokter bedah syaraf say langsung ingat Divortiare. apalagi pas sampai di bagian yang menerangkan umur masing-masing tokoh, yang ternyata reza dan Tania itu beda 8 tahun. tapi tenang aja, secara karakter, apalagi cerita, jaauuuuuh bangeeet sama yang ada di Divortiare.

untuk ceritanya sendiri sih mengangkat tema yang sudah banyak dipakai ya, yaitu mengenai perjodohan. sejujurnya, di akhir bab 1 juga saya sudah bisa baca sih tentang perjodohan yang dimaksud.

kalo karakter, hmmm, cukup baik dideskripsikan. misalnya tidak pernah luput dengan kebiasaan Tania yang suka menyentuh hidungnya saat dia gugup. Atau Reza yang orangnya apik, teratur, dan amat menyukai kebersihan. mungkin kalo bukan seorang dokter, sifat cowok yang suka kebersihan itu agak ganggu dan anomali sih. tapi berhubung Reza ini dokter, jadi bisa dimaklumi. tapiiii....saya merasakan kalo si Reza ini kayak berpribadian ganda. nggak tau deh, kok saya kurang bisa menangkap sisi romantis dari Reza. apa karena begitu mengeluarkan sisi romantisnya, nggak lama setelah itu dia kembali ke sifatnya yang suka meledek dan nggak mau kalah itu? atau karena lebih banyak adegan adu mulut sama tania daripada adegan romantisnya? ya, intinya saya nggak menangkap sisi romantis reza yang bisa bikin saya klepek-klepek sama dia.

tadinya, saya mau kasih 2,5 atau 3 bintang aja. tapi karena saya menyukai adanya perkembangan dalam tulisannya (mbak?) dahlian ini, jadi saya tambahin deh rating-nya. di AKT ini, ketertarikan terhadap fisik yang terjadi antara tania dan reza tidak dituliskan berkali-kali secara berlebihan. dan yang paling saya suka adalaaaahh...di bukunya kali ini, penulis memberikan 'teman' bagi tokoh di dalamnya, misal tania bisa curhat ke reza tentang masalahnya mengenai hendrik dan ayahnya. konflik yang ada pun tidak hanya berkutat di dua tokoh utama. terlihat dalam cerita di AKT ini ada konflik antara hendrik-tania-reza, tania-ayahnya, dan tania-reza. tokoh pendukunya pun makin banyak di buku ini, ada ayahnya tania, mona, bik asih, pasien yang tersedak di restoran, dr. mahendra dan istri.

jadiiii, saya kasih 3,5 bintang untuk Andai Kau Tahu ini :)
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
April 9, 2013
"Nggak ada yang Tania pilih! Ini hidup Tania, bukan hidup Papa! Kalau Papa begitu khawatir dengan rumah sakit, Papa saja yang menikah dengan anak Dokter Mahendra! Atau, kalau perlu, serahkan saja rumah sakit itu sama dia sekarang juga!"

Kisah ini diawali dengan terjadinya sebuah kecelakaan yang terjadi antara dua orang pada tengah malam. Tania, seorang perempuan yang dalam perjalanan pulang setelah bertengkar hebat dengan pacarnya, bernama Hendrik; dan Reza, seorang dokter bedah saraf yang sedang dalam perjalanan untuk menangani pasiennya. Meskipun tidak ada yang terluka dalam kecelakaan tersebut, sikap Tania yang menyebalkan sempat membuat Reza terkejut. Kejadian itu pun berakhir dengan tidak begitu baik, dan semakin memburuk saat setibanya di rumah Tania disambut berita dari Ayahnya. Tania akan dijodohkan dengan seorang dokter, anak lelaki Dokter Mahendra - sahabat Ayahnya.
Hubungan Tania yang tidak begitu baik dengan sang Ayah membuat gadis itu semakin marah terhadap keputusan sepihak Ayahnya. Ayah Tania ingin menjodohkan anaknya dengan seorang dokter untuk mewarisi rumah sakitnya di kemudian hari. Tania yang merasa terluka dan menolak keras keputusan Ayahnya, memutuskan untuk pergi dari rumah. Akan tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa saat Ayahnya memblokir semua kartu kreditnya. Dengan terpaksa Tania pergi ke rumah Hendrik dengan muka tebal karena mereka baru saja bertengkar. Sayangnya, keputusan yang di ambil oleh Tania saat itu malah menimbulkan patah hati....

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2013/0...
Profile Image for Viona.
185 reviews6 followers
May 3, 2014
Jujur, saya kurang suka sama tokoh utamanya, Tania. Tania di sini digambarkan menjadi gadis yang ‘cukup’ bodoh. Tania cinta mati sama pacarnya, Hendrik. Hendrik bukanlah lelaki yang baik-baik, dia anak band.

Disisi lain, Tania akan dijodohkan pada lelaki pilihan ayahnya yang merupakan seorang dokter, Tania menolak mentah-mentah perjodohan itu dan memilih untuk kabur dari rumah.

Bodoh banget kan? Padahal yang dijodohkan itu orangnya ganteng, baik, kaya. Namanya Reza. Gawd!

Okay, back to topic.

Sebenarnya, kalo diliat dari covernya itu tidak begitu menarik, but dalemannya ‘cukup’ memuaskan. Don’t judge book from the cover, remember?

Saya beli buku ini because penulisnya Dahlian, one from my favourite authors!

Then, balik ke isi.

Saya suka dengan tokoh utama Pria-nya, Reza. Why?

Dahlian menggambarkan bahwa Reza adalah pria yang sangat baik dan juga selalu menjaga kebersihan (In Real Life, jarang bangett ada cowok kayak gini.)

Perkenalan Reza mulai dari Rumahnya yang putih bersih, mirip rumah sakit (Wajar sih ya, dia kan dokter), selalu makan makanan yang bersih, higenis, sehat. Say No to Junk-Food!

Meskipun tokoh Reza sangat sulit ditemukan di Dunia – PERFECT GUYS.

Seperti biasa, saya akan meng-’kritik’ tentang tema, Tema yang diangkat sudah biasa.

Cewek dijodohkan, dan berakhir jatuh cinta satu sama lain, it’s to common.

But It’s Okay.

Why?

Karena Dahlian pandai menggambarkan keadaan, tulisan yang rapih, alur yang teratur. Sehingga mencegah penyakit ‘bosan’ para pembaca.

Saya merekomendasi kan buku ini untuk yang 14 tahun keatas saja. Why? Karena Perilaku Tania yang ‘cukup’ buruk. Seperti Alcoholic, Club, Free Sex.
Profile Image for Joue Abraham Trixie.
18 reviews
November 8, 2013
Andai Kau tahu adalah novel keenamnya Dahlian. Sudah lama saya ingin sekali membelinya. Akhirnya saya mendapatkannya juga. Sayangnya yang saya dapatkan adalah cetakan ketiga. Tak apalah. Toh, isinya juga sama.

Dari covernya saja saya sudah dapat memperkirakan seperti apa jalannya cerita. Yang pastinya sama seperti Promise, Promise. Jalan cerita yang sudah dapat ditebak ketika awal membaca. Namun, dapat memainkan emosi para pembaca. Mampu membuat pembaca seolah ikut merasakan konflik yang tengah terjadi. Itu merupakan salah satu ciri khas dari tulisan Dahlian. Dan saya temukan ciri tersebut di sini.

Andai Kau Tahu sendiri berkisah tentang Tania yang akan dijodohkan dengan anak dr. Mahendra. Tania sendiri amat membenci dokter. Mengingat ayahnya adalah seorang dokter juga. Yang membuat ia benci adalah di saat ibunya sedang sekarat, ayahnya malah sibuk tak menentu. Tidak ada di saat - saat terakhir ibunya. Padahal, ayahnya amat mencintai ibunya. Dan dengan berjam - jam di laboraturium untuk menemukan obat penyembuh adalah cara sang ayah mencintai ibunya. Lucunya, Tania yang menolak mentah - mentah perjodohan ini malah jatuh cinta pada Reza, tanpa ia ketahui sebelumnya bahwa ternyata reza adalah anak dari dr. Mahendra.

Bagian yang menjadi favorit saya adalah ketika Reza menyatakan cintanya pada Tania. Begitu menyentuh.

Hanya satu yang menjadi kelemahan. Penyelesaian masalah terlalu cepat. berbeda dengan Baby Proposal yang begitu kompleks.

4 dari 5 bintang untuk Andai Kau Tahu
Profile Image for Dian Putu.
232 reviews9 followers
July 19, 2014
Apa yang kamu pikirkan saat mendengar tentang perjodohan? Kuno? Atau malah menarik? Bagi Tania, satu kata itu adalah awal dari keajaiban yang terjadi pada dirinya.
Tania adalah putri seorang dokter yang sejak kematian ibunya menjadi anak yang selalu membuat ayahnya marah dan dalam dirinya, ayah adalah orang yang paling dibenci.
“Mungkin selama ini ia hanya membenci dokter yang berlabel “Papa”. Entahlah…” – Hlm. 263

Hidup Tania yang bergelimang harta membuat dia sesuka hati bersenang-senang. Kehidupan malam dan memiliki kekasih seorang vokalis band membuat dia semakin menjadi.
Melihat putrinya yang seperti itu, jelas ayahnya tak mungkin mempercayakan rumah sakit keluarga pada putri satu-satunya. Inilah kenapa ayah Tania ingin putrinya menikah dengan Putra dr. Mahendra. Beliau berharap, Putra dr. Mahendra bisa menjadi penerusnya.
Tania jelas tidak terima dengan keputusan ayahnya. Dia memutuskan pergi dari rumah dan tinggal dengan kekasihnya, Hendrik. Namun, perlahan ada yang berubah pada diri kekasihnya. Dan ternyata, Hendrik selingkuh.
Saat Tania tak tahu lagi harus ke mana, dia bertemu Reza, seorang dokter yang ternyata dulu pernah menabrak mobil Tania. Dan saat itu, masalah belum selesai karena Reza meninggalkan Tania begitu saja hanya dengan cek dan kartu namanya. Dia harus segera ke rumah sakit untuk melakukan operasi mendadak.

Baca selengkapnya disini >> http://dianputu26.blogspot.com/2014/0...
Profile Image for Atika.
11 reviews2 followers
August 15, 2014
Ini adalah novel kedua Dahlian yang aku baca setelah Promises Promises. Sengaja tidak membuat resensi dari novel yang pertama karena aku bacanya setengah jalan. Karena aku sudah terlebih dulu bosan. Hehe.
Pertama, aku mau nilai kavernya dulu. People do judge the cover, right? Warnanya oke banget! Aku suka sama perpaduan vintage dan pastel pada background dan bunga-bunga di sisi kaver. Untuk font style, enak dipandang mata. Artistik! Aku selalu suka dengan novel-novel keluaran gagasmedia karena kavernya unik, menarik, fantastik! Give two thumbs for the designer!
Kedua, blurb. Meskipun pembaca tidak terlalu terpengaruh pada tulisan singkat di belakang kaver, namun blurb ini dapat meningkatkan keinginan pembaca untuk lebih mengetahui apa isi di dalamnya. Sesuai kah? Atau malah tidak seperti yang dibayangkan? Oke, menurutku, blurbnya ngena banget! Hanya saja, aku lebih tertarik pada satu kalimat terakhirnya aja. Namun, setelah buka halaman kedua, ada yang membuatku terkejut. Oh! Kenapa font-nya malah berubah kinclong-kinclong kayak font apa gitu, ya? Nggak sinkron. Aku lebih suka font awal. Sorry, illustrator! But, it’s true....



continue... http://atikarf.blogspot.com/2014/08/r...
Profile Image for Nur Fauziah.
109 reviews
April 25, 2013
Kalo aja kemarin sore nggak mampir kerumah temen. Nggak bakal dapat pinjeman novel ini.
hehehehe, barter sama Paris nya Prisca buat dapetin Andai Kau Tahu.

Ayo kita mulai reviewnya:
Dahlian adalah salah satu penulis favoritku. Alasannya nggak muluk-muluk, aku butuh bacaan ringan meski kadang suka juga baca buku yg agak berat. Dan seperti biasa, cerita yg dibawakan selalu mengalir, dengan konflik yg sederhana tapi dibawakan dengan menarik.
Nggak perlu pusing-pusing mikir karena dari awal pun udah ketebak akhirnya bagaimana. Jadi aku cukup enjoy aja menikmati halaman demi halamannya. Dan dalam sekali duduk (ih, semalem abis berapa jam ya buat baca ini?) bukunya pun tuntas.
Ceritanya sendiri nggak sedalam Promises-Promises atau seseksi Baby Proposal. Tapi juga nggak seringan duet Menunggu loh ya. Cerita Tania sama Dokter Reza ini lebih seru dan asik.
Kasus perjodohannya juga diangkat dan diceritakan tanpa kesan dibuat-buat. ya nggak harus ada ngamuk-ngamuk kayak sinetron lebay gitu lah.

Semoga Dahlian akan terus menulis kisah0-kisah manis seperti ini ya ^^
Profile Image for Olenka Tiara Siregar.
4 reviews1 follower
November 28, 2013
Ok, novel terbaru dari Dahlian. Dibanding dengan After Office Hours, jelas Andai Kau Tahu ini lebih menarik alur & ide ceritanya. Dan Dahlian sukses bikin saya jatuh cinta setengah mati sama tokoh dr. Reza. Gimana nggak ? Si cowok digambarkan sebagai dokter yang benar2 bertanggung jawab, dewasa, simple, gak neko2, gak banyak bacot, rapi (nah ini dia nih, baik, penyayang, perhatian dan so pasti ganteng. Tapi di sisi lain dr. Reza juga digambarkan sebagai cowok yang tertutup, kaku, agak suka memerintah, rada bossy, terobsesi sama kebersihan & kesehatan (gimana tuh coba). Dan si cewek, Tania.....well, jujur saya gak suka sama tokoh si cewek yang manja, urakan, childish, bodoh, liar, pemarah & hobi ngambek. Yaahh..tipe2 cewek kaya yang taunya dugem2 & ngabisin uang ortu. Si Tania ini sukses menjungkirbalikkan hidup dr. Reza yang tadinya tenang, aman, damai, tentran plus sukses juga bikin hati dokter dingin ini gak karu2an. Anyway, beneran menarik untuk dibaca, karena di sini ada sisi sedihnya, kocaknya, dan konyolnya juga.
Profile Image for Romsiyah.
116 reviews6 followers
July 31, 2014
Selesai...
Mau nge review mumpung msh seger diingetan.
Perjodohan, cerita yg tokoh cewenya nolak dijodohin trs trnyta dy jth cinta sama cowo yg dijodohin itu berasa kena karma deh. Hahaha
Bela2in beli novel ini, wlpn ga sesuai harapan tp ttp bagus. Ga sesuai harapan krna ngarepnya si cowo lbh sesuatu dr Evan di Promises Promises, ok lah dokter keren tp businessman itu lbh segalanya.. Hahaha
Setuju sama yg blg cara penulisannya sama kaya novel yg lalu, tp ga bosen dan pngn lanjut trs.
^_^v
Kl boleh ngebandingin sama novel Dahlian yg prnh ku baca ttp Promises Promise yg paling bagus. Evan romantis + familyman banget (^⌣^ʃƪ)
Nah kl dokter Reza, operasi kecil di restoran itu kerennn bangettt, keren lah dokter bedah saraf, suka deh pkknya tp lbh suka yg promises promises..
Udah tebar kiss- sepanjang novel... (⌣́_⌣̀)
Tania juga gtu(?)ya, intinya dua org ini sama2 menggairahkan.. (⌣́_⌣̀).
Hahahah..
Profile Image for Ratih Darwanto.
56 reviews
May 11, 2013
Novel ini berkesan banget buat aku :)
Pertama, karena aku membaca novel ini di dalam gerbong eksekutif kereta Taksaka Pagi Gambir-Yogyakarta. Ooh ketahuilah, ini merupakan perjalanan terjauh pertama yang pernah aku lakukan seorang diri --tanpa teman siapapun-- :p
Kedua, karena aku suka banget dengan penulisnya yaitu ka Fidriwida. Aku suka banget dengan novel-novel yang pernah ditulisnya, sehingga begitu Andai Kau Tahu terbit langsung deh aku memutuskan untuk beli.
Ketiga, karena ceritanya bener-bener keren. Novel ini bercerita tentang perjodohan antara Tania dengan seorang lelaki yang merupakan anak dari sahabat ayahnya. Hmmm, gimana sih rasanya dipaksa melakukan sesuatu yang nggak kita suka. Ya gitu deh, kalau baca ini pasti ikut hanyut karena ka Fidriwida menyajikan dengan sangat menarik. Gimana juga kalau ada takdir lain yang ternyata bersinggungan ? iiiiih seru banget pokoknya. Dijamin puas baca novel ini :p
Profile Image for Dian Maya.
194 reviews12 followers
June 9, 2013
Setelah menyelesaikan novel ini saya sempat terkesima. Hah? Sudah selesai nih? Beneran? Kok cuma segini doang? Flat. Tak ada twist. Ceritanya masih sama novel-novel Dahlian yang lain.
Berasa sinetron & tokoh laki-lakinya too good to be true.

Agak menyayangangkan sih sebenarnya karena ceritanya tidak sesuai ekspektasi. Di Twitter dan Facebook responsnya heboh sekali, setelah baca, ceritanya cuma standar begini. Atau saya yang seleranya beda? Ya, mungkin. Untungnya sih, cuma pinjaman, jadi tidak nyesel-nyesel amat.

Dan yang lebih mengejutkan lagi, menurutku ini belum pantas untuk pembaca 21 tahun kebawah. Tokoh-tokohnya kelewat hedonis & banyak adegan dewasanya. Mestinya novel-novel Dahlian dilabeli "novel dewasa" sih biar ABG-ABG tidak asal comot.

Oh iya, sampai halaman terakhir, saya masih gak ngerti kenapa novelnya diberi judul Andai Kau Tahu? Ya, sudahlah. #abaikan Terakhir, satu bintang saya berikan untuk dialog-doalognya yang lucu.
Displaying 1 - 30 of 107 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.