Caligula, salah satu kaisar paling gila yang pernah memerintah Romawi. Meski jabatan Kaisar Romawi dipegang hanya selama 3-4 tahun, tetapi rangkaian kekejaman dan teror selama pemerintahannya tidak dapat ditandingi Kaisar Romawi lainnya.
Kisah tentang Caligula sendiri menarik minat banyak orang, termasuk sejarawan. Kisah seputar kekejamannya selalu menimbulkan perdebatan. Sejauh manakah kekejaman Kaisar Romawi tersebut? Silakan membaca buku ini.
Penulis lahir di Bogor dan menghabiskan masa kecil di sekolah umum, sekolah madrasah, dan bermain sepak bola antar kampung. Pernah bercita-cita jadi pemain sepak bola hebat, ia mulai mencintai buku bacaan ketika masuk SMP dan mulai mengkliping beberapa bacaan dari koran tentang berbagai hal. Lulus dari SMA, keinginannya melanjutkan kuliah kandas karena masalah ekonomi. Tahun 2002, ia mulai mengadu nasib ke Jakarta, tepatnya di daerah Cakung dengan berprofesi sebagai pengangkut minuman dari satu agen ke agen lainnya. Di sela itu, ia masih tetap membaca berbagai buku dan mulai rutin membuat catatan soal keseharian yang ia lakoni.
Ketika bekerja sebagai operator warnet tahun 2006, pengetahuan literasinya makin bertambah karena akses internet yang mudah. Informasi seputar dunia buku dan menulis pun jadi lebih gampang. Catatan-catatan yang ia tulis lantas disertakan dalam sebuah workshop menulis bareng Raditya Dhika dan terpilih sebagai peserta gratis untuk dibina dengan mendapatkan beasiswa menulis dari Gagas Media Group. Dari situlah karir kepenulisannya dimulai. Ia mengenal beberapa penulis dan editor, lantas menerbitkan beberapa buku.
Semua hal yang ia pelajari berasal dari buku dan pengalaman yang dilakukan secara otodidak.
Buku yang mengulas dengan apik kisah caligula, sebagai salah satu sosok penting dalam sejarah romawi. Sebagai pembaca sejarah amatiran, buku ini dapat saya cerna dengan baik. Tidak terlalu terburu-buru menggiring pembacanya masuk ke dalam riwayat si caligula, tapi justru menggiring pembaca untuk mengenal tokoh-tokoh di sekitar Caligula secara dalam dan membuka opini pembaca untuk sekedar menebak berbagai kejadian yang dapat membentuk jiwa unik (kalau tidak ingin dibilang sadis) karakter si Caligula. Transformasi Caligula yang mulanya hanya pria kecil penghibur yang ceria menjadi pria dewasa yang menyimpan dendam dan level kegilaan yang amat sangat ini memang patut disimak. Jujur, setelah membacanya saya jadi ingin mengenal kisah romawi secara dalam. Jaman dimana manusia masih hidup dengan tingkat kebinatangan sesungguhnya.
Kaisar gila. Diangkat umur 25 dan dibunuh umur 28 oleh orang-orang yang gak suka sama kekejamannya. Bahkan, konspirator utamanya adalah sahabat deketnya sendiri, Chaerea. Sedih ya dikhianati sahabat sendiri, tapi ya mau gimana lagi, emang Caligula ngaco.
Awalnya, Caligula adalah pemimpin baik dan bijak. Suatu hari dia sakit (kemungkinan hipertiroidisme, penyakit yang memicu ketidakstabilan mental karena perubahan hormon). Ketika sembuh, dia berubah jadi pemimpin gila dan mengaku sebagai dewa.
Cuma merintah 3 tahun, tapi kisah pemerintahannya kayak baca gabungan buku horror (karena kekejamannya) plus komedi (karena logika keputusannya yang absurd abis). Misalnya, dia ngangkat kudanya sendiri jadi senat (semacam DPR gitu). Kan sedeng...
Ini adalah buku sekilas tentang CALIGULA dan serba-serbinya. Dan buku ini *mikir mau nulis apalagi, tentunya buku ini *mikir mau nulis apa lagi, yang jelas buku ini tentang Caligula.
Berhubung sudah nonton filmnya yg produksi Penthouse (sebenarnya lebih seperti film bertema biografi berbalut 'softcore' *ifuknowhatimean), lalu penasaran baca deh. Sebenarnya aku lebih suka baca literatur yang berbahasa inggris karena umumnya lebih relevan dan lengkap however this book is good enough for 'beginner' but not for 'scientific' research source :D
P.S Sempat share di nulisbuku kalau baca ini buku, eh di RT penulisnya, padahal nggak mention.
Sebenarnya tidak ada yang gila dari sejarah Romawi, huru hara pembunuhan selalu saja mengikuti sejarah para raja-rajanya. Namun Caligula cukup unik, melalui Caligula, cukuplah kita tahu bahwa tirani, keserakahan, pengecut dan kesewenangan tentu saja sulit untuk hidup di atas bumi ini. Ia akan menemukan jalannya sendiri untuk diprotes, ditindak, ataupun dibunuh.