Jump to ratings and reviews
Rate this book

Nathan: Mimpi Merah Muda

Rate this book
Nathan Moeuhane mampu memasuki mimpi orang lain. Namun, menjelajahi mimpi ternyata bukan Cuma bersenang-senang. Nathan mulai sering diganggu mimpi buruk, tentang anak lelaki yang dijatuhkan kuda bengis. Yang telah meresahkan Nathan, mimpi buruk itu seolah menjadi kenyataan. Dua orang anak tertidur panjang setelah jatuh dari kuda dan harus dirawat di rumah sakit. Nathan mencari anak-anak itu di dalam mimpi masing-masing. Tetapi, Dunia mimpi tampaknya begitu luas dan dihuni makhluk-makhluk misterius yang belum tentu baik hati seperti Isio.
Apa sebetulnya yang terjadi pada kedua anak itu? Dapatkah Nathan menyelamatkan mereka? ikuti petualangan Nathan yang semakin seru di buku kedua ini.

168 pages, Paperback

First published February 1, 2012

3 people are currently reading
19 people want to read

About the author

Ary Nilandari

63 books145 followers
Ary Nilandari was currently honored as IKAPI Writer of the Year 2022, and her Garuda Gaganeswara won the IBBY Honour List of 2022 for its high quality in writing. She is the author of over 70 books, in which she celebrates diversity and universal values and promotes Indonesian cultural heritage. Some of her works won national and international awards. She was once a freelance translator and editor for a decade before focusing mainly on children/teen content. She is one of the advisors of Forum Penulis Bacaan Anak, the biggest online community of Indonesian children’s book creators. She has worked with national institutions, such as Komisi Pemberantasan Korupsi, Indonesian Commission of Corruption Eradication, to develop a series of children’s books on integrity and anti-corruption values; also with IKAPI, the association of Indonesian Publishers, as a speaker/trainer on editing and writing craft. Her passion and goal are to see Indonesian children have fun reading more quality books written primarily about them and for them.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (52%)
4 stars
6 (31%)
3 stars
2 (10%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (5%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Ahymda.
13 reviews
March 29, 2019
Bagus banget, mulai dari alur hingga bahasa tertata apik. Buku yang bisa dinikmati oleh banyak kalangan.
Rekomendasi penuh!
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,461 reviews73 followers
December 26, 2018
Akhirnya aku tergerak juga untuk menuntaskan membaca buku kedua dari serial Nathan Sang Penjelajah Mimpi ini. Dalam buku keduanya, misteri dunia mimpi dengan segala lapisannya mulai dikuak. Isio si monyet misterius mendapat porsi tampil lebih banyak di sini sebagai pembimbing Nathan di dunia mimpi. Misi Nathan kini lebih menantang. Jika pada buku pertama ia harus menghadapi Didu si tukang bully, maka kini ia harus menghadapi makhluk aneh di dunia mimpi demi membangunkan dua orang anak lelaki yang sedang dalam kondisi koma setelah kecelakaan terjatuh dari kuda. Lompatan misi yang super sekali, kan?

Si Pinky Pinkan di sini tetap tampil menggemaskan dan kocak, dengan keceriaan dan kecerewetannya yang membuat Nathan kewalahan. Tentu saja, sayangnya Nathan masih terlalu muda untuk menyadari betapa beruntungnya dia. Hahahaha...

***

Kisah dibuka dengan Nathan yang melihat seorang anak lelaki yang mirip dirinya jatuh dari punggung seekor kuda yang bengis. Benar-benar pembukaan yang mencekam. Mengingatkan pada adegan film-film fiksi fantasi anak ala barat.

Karena kepikiran dengan mimpi tersebut, Nathan jadi menggambar seekor kuda bertampang bengis yang menghadang seorang anak laki-laki dalam pelajaran menggambar. Gurunya, Pak Andry, tampak kaget melihat gambar itu. Pak Andry lalu bercerita bahwa keponakannya yang bernama Ridwan sedang koma setelah terjatuh dari kuda. Sebelumnya, di jam pelajaran menggambar yang sama, Si Pinky Pinkan mengoceh tentang anak tetangganya, Bian, yang juga koma setelah jatuh dari kuda. Benar-benar kebetulan yang membingungkan.

Di rumah, Nathan lalu menanyakan apa arti kata Moeuhane yang jadi nama belakangnya. Tadinya kukira ini semacam marga orang Indonesia Timur atau gimana. Ternyata diambil dari bahasa Hawaii, loh. Nama ini ternyata punya sejarah menarik. Sebelum Nathan lahir, ayah dan ibunya mengunjungi Hawaii. Bunda Nathan senang mengunjungi sebuah toko cinderamata yang unik. Penjaganya adalah seorang wanita tua yang ramah. Sang penjaga toko memiliki kakak lelaki yang berprofesi sebagai kahuna atau dukun di Hawaii. Tiba-tiba Kahuna itu menunjuk-nunjuk perut bunda Nathan sambil berseru "Mouehane". Artinya "Menjelajahi Mimpi".

WHOA. Talking about a coincidence. Entah apakah konsep asli serial ini ada hubungannya dengan mitos tentang mimpi ala Hawaii. Aku menemukan ini di Google Books waktu mencari tentang arti Mouehane:

https://books.google.co.id/books?id=E...

***

Dalam dunia mimpi, Nathan kemudian bertemu lagi dengan Isio. Ia belajar lebih banyak soal lapisan dunia mimpi, termasuk Mieristus, lubang gelap tempat orang-orang yang tak sadarkan diri karena cedera kepala atau sakit yang parah. Ya, tempat kesadaran orang-orang koma berada. Sekali terjebak di dalamnya maka kecil kemungkinan untuk kembali. Nathan merasa ia harus menyelamatkan Ridwan dan juga Bian. Ia sempat protes pada Isio yang tak membantunya. Tapi kata Isio, Nathan harus mencari jawaban atas masalahnya di dunia nyata. Begitulah, meskipun buku ini bergenre fantasi, Nathan tetap harus berpijak pada dunia nyata untuk memecahkan konflik yang ia hadapi.

Nathan pun mendatangi rumah Ridwan bersama Pinky dan banyak anak lainnya agar bisa berbicara dengan anak itu dan menghapalkan wajah Ridwan supaya ia bisa masuk ke dalam gelembung mimpinya. Katanya satu-satunya indera yang tak pernah berhenti bekerja adalah pendengaran. Jadi dalam keadaan tak sadar pun telinga masih bisa mendengar. Ini adalah metode yang sering digunakan untuk membantu pasien koma sadar, dengan mengajaknya terus berbicara.

Buatku anak seusia kelas 1 SD seperti Nathan yang diceritakan bisa punya empati sebesar ini sungguh luar biasa, masyaallah. Apalagi dia mampu menggerakkan banyak orang sekaligus untuk ikut membantu seorang anak yang mungkin bahkan tidak terlalu mereka kenal. Saat akhirnya berhasil masuk ke dunia mimpi Ridwan, Nathan dibuntuti oleh bayangan aneh. Tak hanya itu, ia juga dibuntuti oleh sosok serupa kelelawar yang begitu liar, yang kemudian mengejar dirinya dan Ridwan yang berusaha lolos dari tempat itu. Pada saat genting seperti itu, Nathan malah terinspirasi oleh hobi Pinkan memakai benda-benda merah muda untuk melawan sosok itu. Dengan segera suasana tegang dan mencekam berubah jadi kocak. Haha.

Berikutnya Nathan harus menyelamatkan Bian, dan entah bagaimana kondisinya berbeda dengan saat ia mendatangi gelembung mimpi Ridwan. Nathan merasakan ketakutan yang tiada tara melihat lorong gelap Mieristus menuju tempat Bian mungkin berada. Apalagi sosok yang menghadang Nathan tampaknya jauh lebih ganas. Bisakah ia menyelamatkan Bian dan kembali dengan selamat dari dunia mimpi?

***

Yang menarik adalah bagaimana buku ini tampaknya memasukkan secara halus pengetahuan agama tentang setan yang mengganggu manusia di dalam tidur. Setan-setan yang membuat manusia jadi malas bangun dan akhirnya terlambat solat subuh serta melakukan aktivitas lainnya. Setan-setan itu disimbolkan dengan makhluk-makhluk berbentuk bayangan yang mengintai dalam mieristus. Nathan pun selalu diperlihatkan berdoa sebelum memulai aksinya di dunia mimpi. Buku ini juga secara halus mengajarkan mudharatnya tidur terlalu dini hari. Sayangnya, aku baca buku ini justru dalam keadaan bioritme terbalik. Halah...halah... XD

Yang paling kusayangkan dari buku ini adalah... begitu seluk-beluk dunia mimpi dibuka, serial ini malah berhenti di buku kedua alias nggak ada kelanjutannya. WHAT??? Aku beneran menjerit habis selesai baca buku ini. Kenapaaa...??? This could be our next Harry Potter, Ya Rabb. Mungkin ini kekurangan para penerbit kita. Mereka kurang serius dalam mengemas dan memasarkan buku-buku anaknya. Buku-buku anak banyak yang dibuat dan dikemas dalam format yang seolah hanya ditujukan untuk anak-anak. Padahal, banyak karya sastra dunia yang justru berasal dari genre children literature. Sebut saja The Hobbits, Harry Potter, Lima Sekawan, Mortal Engines, dan banyak lagi. Meski untuk anak-anak, buku-buku itu berhasil memikat remaja dan orang dewasa di seluruh dunia dari lintas zaman.

Dari segi penulisan, buku ini jelas nggak kalah dari Harry Potter dkk. World building fantasinya menjanjikan dan tampaknya bisa sangat luas kalau dieksplor. Apalagi keberadaan Somnus, sahabat Isio, yang sudah disebut-sebut sejak buku pertama belum dimunculkan juga di sini. Nathan juga belum bertemu dengan para penjelajah mimpi yang lain. Sayangnya dari segi kover dan ilustrasi masih kurang. Mungkin dari segi promosi dan marketing juga. Nggak heran kalau buku ini jadi terkesan tenggelam di tengah lautan buku anak lainnya yang terbit di Indonesia. Ya ampuuun...

Aduuuh, apa tak ada penerbit yang berminat menerbitkan ulang buku ini? Biar Mbak Ary bisa meneruskan lanjutan dari serial fantasi yang berpotensi bakal jadi sangat epic ini? Huhuhu...

***

Aku mendapatkan buku yang tergolong langka ini dari Mbak Betty. Kalau tertarik untuk mendapatkannya, coba saja hubungi: Keo&Noaki Shop di: https://www.instagram.com/keonoakishop/ atau di: https://www.tokopedia.com/keonoaki.


Dan buat yang penasaran untuk membaca buku-buku anak Mbak Ary Nilandari lainnya (yang keberadaannya mungkin sudah sangat langka), sudah diposting secara bertahap di Wattpad beliau. Nama naskahnya: Treasure Box of Souls: https://www.wattpad.com/story/1695733.... Baca juga serial Darmawangsa International School dan Hexotic Cafe di sana, ya!

Chao

Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.