Apalagi kalau semua itu dilakukan oleh pacar kita…boro-boro mikirin jenjang yang lebih serius, melewati hari demi hari aja rasanya kayak di neraka!
Rasanya ingin deh lari ke hutan, ke gunung, atau ke pantai…
***
Berbeda dengan kariernya yang semakin melejit, hubungan asmara Ayesha dengan Rizky justru semakin memburuk. Di mata Rizky, selalu saja Ayesha yang salah. Kesabaran dan beribu kata maaf pun sama sekali tidak membuahkan hasil, Rizky tetap cuek dan tak pernah mengerti Ayesha.
Mampukah Ayesha bertahan? Ataukah hati dara cantik itu akan berpaling pada Rey dan Kafka?
Rey, fotografer muda yang telah memendam perasaan kepada Ayesha…bahkan sejak mereka berdua masih duduk di bangku SMA. Kafka, pengusaha sukses yang mencintai Ayesha pada pandangan pertama… saat gadis itu terbaring lemah karena sebuah kecelakaan mobil…Dicuekin itu sama sekali nggak enak.
Nggak dianggap ada itu benar-benar menyakitkan.
Apalagi kalau semua itu dilakukan oleh pacar kita…boro-boro mikirin jenjang yang lebih serius, melewati hari demi hari aja rasanya kayak di neraka!
Rasanya ingin deh lari ke hutan, ke gunung, atau ke pantai…
***
Berbeda dengan kariernya yang semakin melejit, hubungan asmara Ayesha dengan Rizky justru semakin memburuk. Di mata Rizky, selalu saja Ayesha yang salah. Kesabaran dan beribu kata maaf pun sama sekali tidak membuahkan hasil, Rizky tetap cuek dan tak pernah mengerti Ayesha.
Mampukah Ayesha bertahan? Ataukah hati dara cantik itu akan berpaling pada Rey dan Kafka?
Rey, fotografer muda yang telah memendam perasaan kepada Ayesha…bahkan sejak mereka berdua masih duduk di bangku SMA. Kafka, pengusaha sukses yang mencintai Ayesha pada pandangan pertama… saat gadis itu terbaring lemah karena sebuah kecelakaan mobil…
Mencintaimu memang menyakitkan, namun hanya itu yang bisa kulakukan. Cadas. Satu tagline yang mewakili Karina A. Pradita bertutur mengenai bifurkasi rasa dalam novelnya, Chiffon Cake.
Ayesha. Chef yang tidak hanya mengerti bagaimana cara membuat cake tapi juga mengerti perihal sabar dalam kadar berlebihan dalam menghadapi lelakinya, Rizky. Rizky yang selalu ingin dianggap ada padahal sebenarnya tidak, yang selalu ingin dimengerti padahal dia sendiri kurang peka, yang selalu ingin dianggap benar padahal nonsense. Sampai dimana terjadi percabangan, pembandingan, dan pembenaran antara Rizky dengan Kafka dan Rey oleh Ayesha. Sebuah bifurkasi empat hati, menjelaskan kerumitan di setiap potongan-potongannya, terkisah manis, semanis tiap cake yang sengaja disuguhkan di tiap segmen.
Suka sekali menikmati tiap karakter pada masing-masing tokoh yang dimunculkan. Deskripsi yang tidak kurang dan tidak berlebihan dalam penggambaran tokoh, pas. Alur cerita cukup rapih, bagian flashback yang membuat penasaran, dan chapter terakhirnya mengutuhkan.
Cerita mengalir dengan sederhana dan manis. Sederhana karena interaksi antartokohnya alami dengan pemahaman-pemahaman yang tidak dipaksakan. Manis oleh suguhan narasi mengenai betapa istimewanya setiap cake di tiap chapter.
Sebuah kisah panjang yang banyak menuturkan tentang manisnya persahabatan dari dua karakter yang berbeda, tentang cinta yang harus bersabar dan bertahan dalam penekanan, tentang cinta dalam diam, tentang rasa yang terbentuk oleh pertemuan dan perpisahan serta pembelajaran di antara keduanya.
Poffertjes, Eclair, Tiramisu, Cannoli, Croissant, dan juga Chiffon Cake, semuanya… untuk siapapun yang mau merasai sampai akhir.
Bagus sih. Tapi, tapi, kurang suka dan beneran ga cocok sama endingnya! >.< Oya, yang agak lucu, mungkin bahasanya yg Jogja banget tapi settingnya Jakarta :3 Selain itu, bahasa dan cerita yg membius ada di bagian pertengahan dan hampir akhir, sebelum dan sesudahnya agak gimana gitu... Over all, selamat tetap semangat berkarya, Mbak! Tapi teteup, saya masih lebih favorit baca semua kata dan cerita yg di tumblr :3
as her effort to finish this book, i gave her applause.. :D *coz i know how hard to finish a long story when you use to write a short one...
tapi jujur saja, saya jauh lebih suka isi tumblr Karina Pradita ketimbang novelnya kali ini. Permainan katanya di postingan Tumblr-nya lebih terasa berasa… :) coba saja dicek di http://karinapradita.tumblr.com/ :b
semoga novel-novel Karina selanjutnya bisa lebih terasa ‘lebih’… :)
Entah kenapa lebih suka tokoh Rizky daripada Kafka atau Rey.. hehe The best part (menurut gue) : First meetingnya Rizky sama Ayesha(pernah ngalamin yang kayak gini juga, walopun yg jadi objeknya bukan payung dan hujan, tapi National Geographic dan tempat peminjaman buku :D)
"Kalau saat itu tidak hujan, saat itu kamu tidak melihat dari kejauhan, saat itu aku lebih memilih menggunakan payungku sendiri, apa mungkin kita kaan bertemu?" -p. 152-