Jump to ratings and reviews
Rate this book

Mustika Zakar Celeng

Rate this book
“Tidak bisakah kau bertahan sedikit lebih lama, Kang? Setidaknya sekali dalam hidup, aku ingin merasa dipuaskan.” Pengakuan mencengangkan Nurlela ini membuat Tobor hancur. Pernikahan berusia sebelas tahun mereka berada di tubir perpisahan oleh perkara hubungan badan. Nurlela didera ragam penyesalan, sedangkan Tobor mencoba beragam cara agar urusan ranjang ini terselesaikan. Mulai dari yang medis, hingga mistis. Termasuk mencari sosok mitos Ratu Siluman Celeng dan meminta kesaktikan dari mustika berbentuk zakar.

“Mustika Zakar Celeng sepertinya hendak melakukan rekonsiliasi antara realitas sosial dengan mitos, komik dengan tragedi, realisme dengan surealisme. Isu seksual dikembangkan menjadi isu sosial, lalu menjadi isu politik yang menggambarkan kesia-siaan tokohnya yang mencari kekuasaan tapi berakhir pada ketidakberdayaan.” JURI SAYEMBARA NOVEL DEWAN KESENIAN JAKARTA 2021

232 pages, Paperback

Published June 6, 2023

10 people are currently reading
96 people want to read

About the author

Adia Puja

6 books16 followers
ADIA PUJA adalah mantan seorang jurnalis yang terus menulis. Lahir di Bandung tahun 1989, dan kini menetap di Bogor.

Pada 2018, dia menerbitkan karya fiksi pertamanya, Konspirasi Hujan, yang diikuti dengan karya lainnya, Orang Gila yang Ingin Menjadi Pohon (2020), Makan Tahi (2020), Jemantik: Nama-Nama Celaka dan Kisah yang Belum Selesai (2022), dan Kisah Satu Hari yang Berakhir dengan Putusnya Alat Kelamin (2023).

Naskah Mustika Zakar Celeng (2023) dianugerahi sebagai salah satu naskah yang menarik perhatian juri pada Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2021. Tidak ada yang membuatnya keranjingan selain teh manis dingin, karya fiksi, dan The Beatles.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
36 (22%)
4 stars
79 (48%)
3 stars
39 (24%)
2 stars
7 (4%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 66 reviews
Profile Image for Rachel Yuska.
Author 9 books245 followers
August 23, 2023
I sold my soul for money❌
I sold my soul for fame ❌
I sold my soul for prolonged erection✅

Warning: novel ini untuk dewasa. Di cover belakang ada tulisan +21. Topiknya seputar urusan ranjang pasutri Nurlela dan Tobor.

Nurlela menikahi pria pujaannya, Tobor, dan mendapati kalau suaminya tidak bisa memuaskannya di ranjang. Pernikahan mereka yang sudah berusia 11 tahun terguncang karena pengakuan Nurlela tersebut.
Sebagai laki-laki, tentu saja kejujuran Nurlela melukai harga diri Tobor. Sebagai suami dia gagal membahagiakan istri di ranjang. Tobor mencari cara untuk bisa menyelesaikan persoalan yang sangat memalukan tersebut. Hingga dia berkenalan dengan Kang Kopral yang mengenalkannya pada mustika zakar celeng.

Novel ini memuat isu tentang budaya patriarki dan Nurlela adalah contoh istri yang 'mendobrak' budaya tersebut dengan mengikuti napsu dan kata hatinya. Tobor adalah simbol suami yang bernasib tragis demi membuat kejantanannya berfungsi normal.
Salah satu bukti bahwa kelamin pria adalah otak kedua.

Novel ini memadukan misteri, supranatural, mitos, dongeng dan kehidupan masyarakat desa di era orde baru. Unsur sosial politik juga diselipkan dengan apik. Sedikit mengingatkanku dengan 'Cantik Itu Luka' mungkin karena sama-sama memasukkan dark humor.

Secara keseluruhan aku cukup terhibur dengan novel ini.
Profile Image for Amaya.
759 reviews58 followers
August 31, 2024
Peringatan: Buku ini mengandung muatan dewasa, jangan memaksa baca jika belum memenuhi batas usia minimal 21 tahun.

Mustika Zakar Celeng semacam cerita absurd, tapi banyak mengandung kebenaran bagiku. Tema mencari "ilmu" atau kesaktian untuk meningkatkan kekayaan atau yah hanya supaya sakti saja banyak dipakai sebagai tema cerita horor. Tapi, soal selakangan? Wah, ini yang baru.

Nurlela sudah lama tidak merasa puas dengan performa ranjang suaminya. Setelah sebelas tahun, akhirnya dia memuntahkan keluhannya. Keinginannya untuk ngencrit sudah mencapai bibir jurang. Namun, naas, kejujurannya jelas menyakiti hati sang suami, Tobor. Harga diri Tobor jatuh. Hal-hal yang membuatnya selama sebelas tahun pernikahan merasa cukup dan baik, malah berbalik menjadi sesuatu yang sama sekali tidak bisa dia terima.

Niat Tobor memperbaiki rumah tangganya justru membawa dirinya bertemu dengan pentolan preman sekaligus pemilik Kembangan. Berawal menjadikan pelacur paling tidak diminati di Kembangan sebagai "latihan", berakhir mencari mustika zakar celeng yang konon bisa memberikan kepuasan dan keperkasaan. Tobor menerjang segala kesulitan demi menyenangkan istrinya di atas ranjang. Sungguh romantis cita-citanya, sampai terasa begitu naif.

Sepertinya semua orang setuju, karakter Tobor ini amat lugu. Niatnya sangat baik, bahkan rela mengorbankan diri sendiri demi kebahagiaan istrinya, Nurlela. Sifatnya santun dan kata mertuanya, nggak neko-neko, tapi sayang, hanya karena urusan ranjang, hidupnya jadi runyam.

Mustika Zakar Celeng menunjukkan isu sosial yang kental serta kandungan protes yang dilayangkan lewat karakter Nurlela. Pemikiran seorang istri yang "harus selalu menurut, tidak boleh menuntut" mencoba diperlihatkan bahwa pada saat itu, ada seorang istri yang mempertanyakan apakah adil jika seorang perempuan hanya sepatutnya menerima, diperlakukan layaknya sandal jepit; siap pakai dan harus selalu nyaman ketika dipakai?

Permasalahan seksual bisa merembet ke bagian-bagian yang sensitif serta menyeret akal sehat untuk menempati urutan kesekian setelah kepuasan.

"Menuntut tidak boleh. Menolak tidak boleh. Protes tidak boleh. Berontak pun bisa jadi tidak boleh. Jika dirinya tak terpuaskan, lelaki bisa mengancam akan lari dengan perempuan lain. Keegoisan macam apa? Di mana posisi seorang perempuan di dalam rumah tangga? Jika menginginkan istri yang bebas diinjak tanpa boleh melawan, sebaiknya para lelaki menikah saja dengan sandal jepit." - pg. 29


Ini bukan hanya soal rumah tangga Nurlela dan Tobor yang terkena imbas dari tidak maksimalnya performa ranjang, tetapi menyerempet ke banyak hal lain. Salah satunya mengenai bisnis prostitusi. Kembangan merupakan satu dari sekian tempat pelacuran yang dikembangkan karena dampak dari menghilangnya satu tempat sehingga penghuninya mengharuskan berpindah ke daerah lain. Hal yang membuatku geram adalah sosok si kepala daerah baru dengan kebijakan sok agamisnya memberantas bisnis ini.

Well, dibahas dari sisi agama memang tidak baik atau malah tidak bagus, tapi ini bukan soal penghakiman siapa yang menjadi pendosa dan siapa yang nantinya bakal masuk surga. Pemikiran si karakter kepala daerah yang mengharuskan "meratakan" bisnis-bisnis prostitusi agaknya tidak bisa diterima begitu saja. Daerah sebelum para penghuhinya lari ke Kembangan juga bukan sepenuhnya tanpa persetujuan warga sekitar, kan? Apalagi bisnis seperti ini biasanya memiliki daerahnya sendiri yang mana tetangga "sok alim" tidak bakal tiba-tiba muncul sambil membawa sumpah atas nama Tuhan.

Ada "komentar" di sampul belakang jika buku ini menyangkut isu politik juga. Kukira soal si karakter pejabat ini maksudnya, tapi ternyata lebih dari itu. Perjuangan Tobor untuk menyenangkan sang istri soal urusan ranjang sampai mencari mustika zakar celeng pun termasuk isu politik. Saat membaca ini, situasi politik di Indonesia sedang memanas. Pemimpin negara yang hampir lengser itu membuat ulah lagi. Banyak hal yang akhirnya menjadi bahasan di media sosial, termasuk "pegangan" apa yang dipunya oleh sang pemimpin. Somehow, langsung mengingatkanku soal buku ini, terlebih perjuangan Tobor sendiri.

Ah, hal-hal mistik seperti ini memang panjang pembahasannya. Bagi beberapa orang, hal-hal klenik di dunia modern tidak rasional sama sekali dan sudah tidak sesuai dengan perkembangan teknologi, tapi kita tidak pernah tahu dapur mereka yang tetap memercayai atau bahkan tetap mengamalkan atas dasar turun-temurun semata atau malah sebagai salah satu jalan agar tetap melanggengkan sesuatu.

Sama halnya dengan kisah rumah tangga Nurlela dan Tobor. Masalah ranjang bisa menyeret akal sehat pada hal-hal yang mustahil untuk dipercayai.

Yang usianya sudah mencukupi, harus banget baca ini!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Alexandra.
2,098 reviews125 followers
April 15, 2025
Pengakuan Nurlela setelah sebelas tahun menikah membuat harga diri Tobor sebagai suami terluka. Sebagai suami yang sangat mencintai istri, dia merasa gagal sebagai lelaki karena tak mampu memuaskannya secara seksual. Problemnya kesadaran ini, tanpa arah dan bimbingan yang benar justru membawanya ke cara penyelesaian absurd yang makin membuatnya kehilangan identitas.

Novel yang underhype ini mengangkat topik yang menyindir budaya patriaki dari level yang paling sederhana, melandaskan kelaki-lakian hanya sebatas isi celana. Nurlela yang digambarkan punya rasa keingintahuan besar, gigih dan kritis sejak masa remaja seharusnya bisa menjadi kunci kehidupan pernikahan bahagia yang setara. Dia tahu apa yang dia inginkan dan cara mendapatkannya. Dia juga selalu mempertanyakan keadilan dari ajaran bahwa istri harus pasrah dan cuma menerima segala keinginan suami. Kenapa wanita tidak boleh memperjuangkan kepuasan seksual dari suaminya sendiri?

Gaya berceritanya lugas dan mudah diikuti. Dialognya terasa familiar dan kental dengan unsur mistik/ kepercayaan klenik terutama di masyarakat desa. Aku kurang suka dengan background berlebihan dari beberapa karakter pendukung yang membuat ceritanya terlalu melebar. Beberapa adegan yang melibatkan hubungan dengan binatang sangat distrubing untukku dan endingnya sungguh tak terduga.

IPN RI
PD BB
Profile Image for Happy Dwi Wardhana.
245 reviews40 followers
January 22, 2024
Tema lokalitas, diksi sastrawi, dan cerita saru adalah unsur-unsur untuk suatu novel bisa kuberi bintang 5. Mustika Zakar Celeng tentu memenuhi ketiganya.

Banyak novel lain dengan cerita berkisar selangkangan, tapi Mustika Zakar Celeng adalah salah satu yang bukan stensilan. Kelihatan benar setiap kata dipikirkan masak-masak, dialognya luwes, dan narasinya tak bertele-tele.

Bagiku, obrolan Kang Kopral dan Rosalinda adalah bagian terbaik. Membuat ngakak tak berkesudahan.
Profile Image for Aisha Baisa.
52 reviews16 followers
October 13, 2023
its been a while since i really enjoy reading Indonesian Literature, and this one was an enjoyable read, not dismissing that theres a sadist murder scene in the story *violence warning*. but other than that, the story itself is super enganging and made you curious to keep reading till the end. i love the magical realism and the traditional folklore and myth that is a big element of the story. this is the reason i love reading Indonesian Lit so much.
Profile Image for Panca Erlangga.
116 reviews1 follower
January 24, 2024
Semua bermula dari pengakuan Nurlela kepada Tobor yang tidak pernah merasakan kepuasan atau orgasme dalam berhubungan seks selama sebelas tahun pernikahan mereka. Yang sangat disayangkan dari novel setebal dua ratus halaman ini adalah ketika pada paruh pertama penceritaannya terlalu detail dengan sisipan latar belakang karakter yang penuh dan liat, tapi di sisi lain penuturan di paruh ketiga terasa berjalan dengan cepat.
Profile Image for KHAIR: .
65 reviews6 followers
August 22, 2024
Mustika Zakar Celeng: Sebuah ulasan berdasarkan pandangan pribadi (4/5)

Jika anda adalah salah satu penikmat novel karya Ayu Utami, Cantik Itu Luka, dan novel-novel sastra wangi lainnya, Mustika Zakar Celeng hadir sebagai pelengkap. Lokalitas, sastra, dan didominasi dengan banyaknya adegan dewasa membuat novel ini dapat bersaing dalam jajaran novel terbaik yang saya baca di tahun ini. Idenya sangat-sangat fresh, dan terkesan cukup unik. Hangatnya kisah romantis yang dibalut dengan sedikit fantasi misteri. Dimana di beberapa adegan sukses membuat pembaca bergidik ataupun merasa jijik secara bersamaan.

Diawali dengan kenyataan pahit yang harus diterima Tobor atas ketidakpuasan Nur terhadap kegiatan ranjang mereka membuat konflik yang disajikan di novel ini menjadi sedemikian rumit. Bagaimana tidak? Saya tidak habis pikir novel yang saya kira akan menghadirkan konflik seputaran rumah tangga malah menjadi salah satu novel yang membuat saya menganga. Demikian juga rasa penasaran saya atas pemilihan judul novel ini terjawab dengan absurd-nya alur yang ada. Betul, hadirnya Ratu Celeng sebagai puncak konfliknya.

Bagi saya, novel ini tidak serta merta menceritakan tentang pentingnya hubungan ranjang yang dapat menggoyahkan pernikahan. Tapi lebih banyak makna tersirat yang disampaikan penulis dalam setiap konflik yang dihadirkan. Oh, dan sebagai orang Jawa, saya cukup dibuat tertawa dengan dialog dalam Bahasa Sunda dalam novel ini, terlebih adegan saat Boreh dan Tobor bertemu :-D (silahkan dibaca sendiri~)
Profile Image for Matchanillaaa.
94 reviews1 follower
November 27, 2024
Gimana perasaanmu waktu tahu suami tiba-tiba menghilang hampir tiga bulan. Saat memutuskan untuk cerai sepihak, tiba-tiba dia pulang lewat pintu belakang dalam keadaan bugil? 🤣
Adalah Tobor. Laki-laki gagah yang memiliki masalah reproduksi dimana Mr. P nya ga bisa dipake untuk berperang lebih dari 1 menit. Hal itu membuat sang istri ga pernah merasa puas ketika berhubungan badan selama 11 tahun pernikahan.
Segala cara sudah Tobor lakukan. Menggunakan jamu, obat-obatan bahkan datang ke Kembangan (komplek pelacur) untuk menyewa seorang PSK. Namun nyatanya usaha Tobor tetap sia-sia.
Karena rasa cinta yang begitu besar pada sang istri, Tobor memutuskan untuk melakukan 'kadugalan' pada siluman celeng (babi). Dia meminta kekuatan selangkangan dengan kesaktian biji zakar celeng. Namun tentu harga yang harus dibayar oleh Tobor tidak main-main.

(⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)⁠♡

Mengangkat seksualitas yang mengandung isu sosial. Kisah-kisah yang bersinggungan dengan mitos dan magis ini sering kita lihat di sinetron azab. Tapi rasanya beda banget saat dikemas ke dalam karya sastra. Dari perjalanan Tobor melewati gunung hejo, Leuweung hieum serta berhadapan dengan siluman celeng terasa mitos, fiksi, tapi dekaaat banget dengan budaya orang terdahulu yang masih menganut ilmu hitam. Bagi masyarakat yang masih percaya, rasanya related.
Banyak karya sastra yang mengangkat seksualitas, tapi pengembangan isu sosial di novel ini mudah dipahami. Dialog dialognya kaya akan dinamika sosial. Pembaca bakal dihadapkan dengan ending yang menyayat hati. 🥹
Profile Image for Ayu.
73 reviews4 followers
September 29, 2023
Act 3.5/5⭐

Review lengkap akan aku up di akun bookstagramku @booksfairy__
Profile Image for Hirai.
208 reviews5 followers
December 8, 2025
“Bagaimana jika sebuah ekspektasi tidak diimbangi dengan pengetahuan dan pemahaman akan sebuah konsekuensi?”

Saat membaca judul buku ini pertama kali yang terlintas dalam pikiran adalah mungkin isinya berupa persekutuan dengan siluman celeng (babi), penumbalan dan sejenisnya untuk kebutuhan ilmu kanuragan maupun kekebalan diri dan pesugihan. Ternyata aku salah besar, sebenarnya salah sendiri karena tidak membaca blurb sekilas dari bukunya langsung terjebak dengan judul. Mustika Zakar Celeng menghadirkan cerita lebih luas dari sekejar persekutuan dengan siluman celeng. Buku ini menguak bobroknya pemikiran, pekatnya patriarki, pembelajaran seks yang tabu, perspektif terhadap harga diri perempuan termasuk keperawaran dan keperjakaan seorang pria. Dibandingkan membicarakan refleksi diri atas kehidupan yang sudah dijalani mereka justru berlomba-lomba mengunggulkan pengalaman di atas ranjang sebagai sesuatu yang membanggakan. Semakin puas di atas ranjang mereka merasa bisa berdiri tegak saat sekelompok orang membuka topik tersebut.

Sederhananya buku ini menceritakan kisah Tobor yang sakit hati karena kejujuran Nurlela (istrinya) yang tak merasa dipuaskan saat bercinta. Dari situ Tobor mencari berbagai solusi mulai dari mengkonsumsi obat herbal maupun jamu sampai berlatih dengan pelacur. Sayangnya semua itu gagal total. Aku suka bagaimana cara penulis mendeskripsikan setiap situasi, konflik maupun penyelesaiannya. Gaya bahasa juga langsung pada tujuan tidak bertele-tele. Menurutku di sini penulis juga sangat lihai dalam memasukkan kritik sosial dan fakta yang mungkin tertutup seperti asal muasal prostitusi yang sulit diberantas sampai dengan sisi gelap pengalaman buruk para pekerja prostitusi setiap harinya. Bukan hanya ancaman dari pihak luar namun juga dari pihak dalam selaku pengelola tempat tersebut. Apa yang bisa diharapkan dari pelatihan sekilas tanpa kematangan? Skill biasa-biasa saja pasti kalah dengan yang sudah profesional belum lagi tak semua orang memahami teknik berjualan. Lalu, apa yang bisa mereka lakukan setelah dilepaskan dari rehabilitasi? Prostitusi tentu menjadi jalan terbaik bagi mereka, seolah kembali tenggelam ke dasar jurang setelah diangkat ke atas.

Dari keseluruhan cerita, penulis seolah ingin memasukkan semua unsur menonjol dalam satu alur yang menyambung. Sayangnya justru terlalu banyak sisi menonjol itulah membuat sisi utama yang menggotong judul utama dari buku menjadi kurang dijelaskan. Aku banyak berharap sisi Mustika Zakar Celeng itu lebih ditekankan lagi, ternyata barulah di halaman 111 kita bisa menemukannya sementara 100 halaman pertama masih berkutat pada keterbelakangan pemikiran masyarakat sekitar, kebimbangan Nurlela dan gelapnya prostitusi yang ditunggangi oleh pihak yang menginginkan keuntungan. Sebenarnya buku ini tidak mengecewakan apalagi bahasannya juga menyambung meski memasukkan banyak unsur di dalamnya namun kalau berkaca dari judul memang seolah tidak sesuai untuk mewakili keseluruhan konflik di dalamnya. Buku ini lebih dari sekedar pemahaman mistis namun realita kehidupan masyarakat kita sampai saat ini.

Tentang Seks, Parameter Kebahagiaan, Patriarki dan Keterbelakangan Pemikiran
Mustika Zakar Celeng mengulik anggapan mengenai seks yang dianggap tabu sehingga tak pernah ada pembelajaran bagi pasutri maupun remaja menjelang usia dewasa. Mereka dilepaskan begitu saja dengan bekal cerita-cerita bualan orang terdahulu kemudian setelah waktunya tiba mereka kecewa karena ekspektasi yang didapat dari cerita bumbu-bumbu tersebut. Banyak pasutri yang hanya berpakem pada kepuasan seks sebagai parameter kebahagiaan seolah membutakan kelebihan lain yang dimiliki pasangan. Buku ini juga lekat membahas patriarki mengenai anggapan sisi keperawanan perempuan dan keterbelakangan pemikiran masyarakat mengenai pernikahan. Bagi mereka menikah itu hanya sekedar suka dan bisa mencicipi selangkangan, bukankah realita tersebut cukup mengerikan?

Gelapnya Kekuasaan, Dunia Malam dan Realita Kehidupan
Ada bagian dari buku ini yang menguak sisi gelapnya kekuasaan, mengapa harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan aliran listik, prostitusi yang sulit diberantas, peredaran miras dan juga kemiskinan struktural tanpa ujung. Masih banyak masyarakat yang tak mengerti pentingnya sekolah, mereka hanya ikut arus. Jadi kalau teman sebayanya menikah ya mereka akan menikah, kalau sebayanya pacaran tentu saja mereka akan melakukannya juga. Realita kehidupan yang pahit tanpa mengajarkan pentingnya refleksi dan komunikasi dalam sebuah hubungan memang mengerikan.

Sentuhan Mitos, Konsekuensi dan Pelajaran Hidup
Mustika Zakar Celeng membawa unsur siluman celeng yang bisa memberikan keabadian, kekuatan dan ilmu kanuragan lainnya. Banyak orang gelap mata tak mencari tahu lebih lanjut mengenai konsekuensi dari tindakan persekutuan dengan setan sehingga akhirnya hanya tersisa penyesalan. Berkaca dari Tobor, apa yang akhirnya didapatkannya? Perjuangan tanpa arah itu pada akhirnya justru memisahkannya dengan sang istri tercinta. Lalu, benarkah yang dilakukannya karena sayang atau hanya memenuhi egonya yang sempat terluka karena tidak bisa memuaskan Nurlela di atas ranjang?

Point Menarik dan Unggul dari Buku:
• Mustika Zakar Celeng membawa banyak fakta dan kritik sosial secara halus disisipkan ke dalam cerita utama sekaligus sebagai alasan mengapa terjadi hal semacam itu pada Tobor, Nurlela maupun masyarakat lainnya.
• Buku ini banyak membahas anggapan tentang seks, kepuasan, parameter kebahagiaan yang palsu sampai dengan patriarki yang masih kental terhadap penindasan perempuan. Mengapa perempuan seolah dipaksa menjaga keperawanan sementara tak ada yang mempertanyakan keperjakaan seseorang?
• Ceritanya memang cukup kompleks namun tetap mudah dipahami sampai akhir, meskipun sempat jauh berkelana dari topik utama namun pada akhirnya penulis tetap menjabarkan nasib akhir dari tokoh utama secara gamblang.

Tokoh, Alur dan Pengembangan Karakter
Kita akan bertemu dengan Nurlela dan Tobor sebagai tokoh utama yang membawa keseluruhan konflik dan cerita secara berkesinambungan. Sebenarnya inti dari cerita ini adalah terlukanya ego Tobor akibat kejujuran Nurlela yang tak puas saat bercinta. Dari sana Tobor akhirnya berkelana mencari cara terbaik untuk memuaskan istrinya. Alurnya maju, lurus bercampur dengan kilas sebab akibat dan sejarah terjadinya sebuah peristiwa penting termasuk pertemuan Tobor dengan Kang Kopral. Sayangnya pengembangan karakter ini tak berujung ke arah lebih baik bahkan semakin buruk. Bukannya memperbaiki komunikasi dan mencari solusi bersama baik Tobor maupun Nurlela justru semakin gelap mata.

Penekanan Konflik dan Eksekusi Konsep Cerita
Sayangnya, tidak seperti judul utama dari buku yakni Mustika Zakar Celeng ternyata penulis terlalu banyak memasukkan konflik dan fakta sosial di dalamnya. Sehingga unsur penting sebagai kunci dari cerita justru kurang disentuh. Meskipun Mustika Zakar Celeng ini menjadi pilihan terakhir dari semua cara yang sudah dilakukan Tobor namun pembahasannya justru sangat minim dibandingkan konflik lain yang ditonjolkan penulis. Eksekusi pengembangan cerita dari konsep utama buku sangat kurang namun bisa dimaafkan dengan keunikan penulisan kisah sampingan dari bukunya.

Penyelesaian Cerita dan Ekspektasi Pembaca
Aku suka bagaimana penulis tetap mengutamakan penyelesaian cerita ironi sebagai tamparan dan jawaban apa yang didapatkan dari orang-orang yang bersekutu dengan setan tanpa paham konsekuensinya. Baik Tobor maupun Nurlela sama-sama salah dan keduanya mendapatkan ganjaran setimpal. Jujur saja semua ini sangat pas dengan ekspektasi pembaca meskipun masih menuntut penjabaran kisah Mustika Zakar Celeng yang lebih panjang.

Seberapa Jauh Buku Ini Mencapai Tujuannya?
Mustika Zakar Celeng mampu mencapai tujuan cerita sebanyak 60% selebihnya masih kurang karena banyaknya bahasan yang dimasukkan ke dalamnya. Andaikan penulis fokus pada salah satu konflik saja dari buku aku rasa ceritanya justru menarik dan mengganti judulnya lebih general untuk mewakili semua hal yang masuk dalam cerita. Penulis bisa memilih mau tetap fokus pada Mustika Zakar Celeng dengan mengurangi basa-basi di bagian awal, patrarki atau justru fokus pada hubungan ranjang yang dianggap sebagai pencapaian ini.

Apa yang Kurang dari Buku?
Buku ini kurang dalam penekanan konflik cerita utama dari judulnya justru lebih menekankan fakta maupun kritik sosial yang melekat pada keseluruhan cerita. Konsep yang dibawa sudah sangat menarik dan menggugah minat pembaca untuk memilih bukunya. Sangat disayangkan cerita tentang Mustika Zakar Celeng kurang mendominasi. Jadi, pemilihan judul dan keseluruhan cerita kurasa kurang sesuai. Meskipun begitu, jangan khawatir buku ini masih sangat menarik dibaca sampai tuntas.

Pelajaran yang Diberikan dan Sasaran Pembaca
Pentingnya komunikasi antar pasangan apalagi sudah berumahtangga. Soal urusan ranjang harusnya cukup dibicarakan berdua, diskusi saja apa dan bagaimana baiknya untuk mengatasi masalah tersebut. Kitapun harus paham tak ada pasangan sempurna semua punya kelebihan dan kekurangan yang seimbang jadi jangan hanya bisa menuntut namun harus berdampingan. Apapun masalahnya tetap harus mengutamakan jalur aman tanpa menambah masalah.
Buku ini cocok dibaca untukmu yang suka cerita sentuhan mitos, mistis dan juga banyak memuat fakta maupun kritik sosial di dalamnya.
Profile Image for fara.
284 reviews43 followers
March 23, 2024
Kehidupan pernikahan Tobor dan Nurlela berada di ambang kehancuran karena selama belasan tahun, Nurlela pandai menyembunyikan ketidakpuasannya akan permainan Tobor di atas ranjang. Tobor, suami terkasih yang begitu dicintainya, nggak bisa membuat Nurlela ngencrit sebagaimana laki-laki di Haursepuh yang dengan beringas menggauli istri-istri dan perempuan-perempuan Kembangan. Kejantanan Tobor bisa mengeras dan mengacung tegak, tapi nggak bertahan lama. Pada suatu malam selepas percintaan mereka yang sama sekali nggak nikmat, akhirnya Nurlela menyampaikan kegelisahan yang dipendamnya seorang diri pada Tobor. Setelahnya, Mustika Zakar Celeng menyajikan petualangan Tobor dalam mengatasi permasalahan tersebut demi kebahagiaan Nurlela.

Saya berpikir sangat keras (dan lama) untuk memberi nilai Mustika Zakar Celeng berdasarkan durasi membacanya yang sekali duduk tetapi begitu sulit dirampungkan karena nggak cukup page turner. Akhirnya, sekalipun nggak sempurna, saya memutuskan memberi bintang empat karena saya dapat mencatat satu hal yang (sepertinya) jarang disorot oleh pembaca lain: kritik terhadap belenggu maskulinitas. Awalnya saya juga nyaris luput menyadarinya kalau saja benar-benar terlupa pada karya sastra lain yang hampir serupa, Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas garapan Eka Kurniawan yang juga membahas masalah selangkangan. Walau berbeda dalam beberapa aspek (utamanya karena Tobor dapat 'ngaceng' dan Ajo Kawir tidak), relasi Tobor dengan Nurlela dan Ajo Kawir dengan Iteung cukup mirip: pihak perempuan nggak mendapat kepuasan, dan sekalipun sudah berusaha untuk menerima keadaan tersebut mati-matian, kebutuhan seksual yang nggak terpenuhi membuat banyak intrik muncul di kemudian hari.

Saya memahami beberapa hal terasa cukup dipaksakan karena segala hal soal perempuan yang dinarasikan oleh penulis laki-laki memang nggak pernah terasa utuh tanpa cela. Namun, Adia Puja cukup jelas soal keberpihakannya di sini; terlebih adegan ketika Nurlela hendak menikah dan diberi wejangan ini-itu oleh perempuan lain untuk menjadi istri yang taat dan melayani suami bahkan tak boleh menolak permintaan suami soal urusan ranjang kecuali satu keadaan yakni ketika haid. Pertanyaan-pertanyan keheranan Nurlela merupakan satire yang mendobrak konstruksi patriarki yang masih tumbuh subur dalam masyarakat perdesaan. Bahwa dalam Mustika Zakar Celeng laki-laki gagal menjadi laki-laki apabila nggak bisa memuaskan perempuan dengan kelaminnya, juga hal yang kontradiktif dengan keputusan berani Iteung dalam mencintai Ajo Kawir—bahwa dengan jarinya saja, Ajo Kawir tak perlu bisa 'ngaceng' untuk disebut laki-laki.

Sayangnya, seratus halaman pertama benar-benar membuat bosan (saya nggak tahu kenapa, padahal dengan kalimat pembuka yang ciamik, penceritaan latar belakang yang kuat pada tiap-tiap tokoh dengan mengindahkan tiap detail babakan kehidupan, hingga diksi yang selalu tepat pada tempatnya tanpa dilebih-lebihkan, seharusnya mampu membuatnya 'menahan' pembaca sedemikian rupa). Bahkan, saya merasa Mustika Zakar Celeng baru memulai segalanya pada halaman ke-113 (saya sampai mengingat dengan baik bagian yang membuat saya berteriak, "Akhirnya seru juga ini cerita!"). Mungkin karena penempatan alur (tapi saya nggak begitu yakin karena setelah saya pikir-pikir lagi, urutan penceritaan sudah sangat runtut dan sesuai porsinya), atau juga karena Adia Puja terlalu banyak berkutat pada deskripsi daripada penulisan aksi.

Menuju penghujung novel, saya jadi lebih bisa memahami mengapa Adia Puja memilih untuk membuat kisah latar belakang tiap tokohnya dengan begitu cermat dan telaten—tentu saja agar pembaca dapat mengenali dengan baik karakter ciptaannya (dari Kang Kopral yang cukup dominan hingga Kang Rustam yang macam tempelan), bahkan sampai mengingat tiap-tiap perjalanan hidup masing-masing dari mereka sehingga kausalitas dalam Mustika Zakar Celeng selalu masuk akal, tanpa ada lubang, tanpa ada yang rancu. Selebihnya, soal lokalitas, mitos, kepercayaan, dan hal magis yang dibersamai konflik rumah tangga, perselingkuhan, pelacuran, bumbu politik, sampai penyiksaan dan pembunuhan, sudah memenuhi elemen-elemen favorit juri DKJ yang membuat Mustika Zakar Celeng memang 'DKJ-able' (entah apalah sebutan yang tepat untuk ini).
Profile Image for Yaya.
4 reviews
September 20, 2025
spoiler banget inii, lebih ke resensi. yang belum baca mending baca dulu, seru polll







dari ketidakpuasan istri kepada suaminya sampai pejabat yang berambisi menghapus tempat pelacuran, buku ini nyenggol sana nyenggol sini. agak ngeri sih.
pertama, ada sudut pandang si istri, anak orang kaya di kampungnya yang jatuh cinta pada seorang petani yatim piatu yang sehari-harinya menggarap sawah (btw si laela ini agak hmmm, pergaulannya juga hmmmmmmmmmm).
menikahlah kang tobor sama nurlela ini. gede-gedean. pasti. tapi, setelah 11 tahun pernihkahan nurlela speak up kalau si kang tobor ini mengecewakan. kang tobor yang biasanya ngendon doang di rumah pun galau, pergilah dia ke warung kopi, disana temannya menyerankan untuk latihan dengan pelacur di kembangan. tempat pelacuran paling yahut di kabupaten itu. dulunya ada tempat pelacuran juga yang terkenal banget, tapi ditutup. engga. dimusnahkan dor dor dor, atas perintah dari walikota ini. ehhh muncul lagi. yang punyanya preman yang dipercaya kebal bin sakti mandraguna. katanya dia ga bisa mati meski dikeroyok belasan orang. mulanya dia bikin sepetak kamar kos kosan dengan kasur dan bantal tipis yang lama kelamaan kebayang jugaa baunyaaaa. sampai bikin tempat karoke kecil kecilan yang ga pernah sepi setiap harinya.
disatu sisi, ada sudut pandang dari seorang pelacur ga laku di kembangan itu. dia datang dari kampung, berniat untuk membantu perkonomian keluarganya. berbekal sedikit uang dari ibunya, ia merantau ke kota. setelah di kota selama sebulan ia belum juga mendapat pekerjaan. uangnya menipis. tak lama ia mendapat kabar dari kampungnya, kalau bapak ibunya meninggal tertimbun longsor. stress banget. pasti. tetangga kosnya mendengar tangisnya, dan menawarkan untuk menjadi pramusaji di sebuah klub malam. btw ibunya pernah bilang untuk cari kerja yang bener bener aja dahhh, tapi ya gimana, hidup harus tetap berjalan. pada akhirnya dia menerima pekerjaan itu. dari pramusaji lahhh ujung ujungnya jadi pramunikmat. bayarannya mantep banget itu, sampai-sampai dia bisa beli baju dan tas-tas branded yang dulu ia impi-impikan.
one day, tempat kerjanya digusur walikota kann, dia harus turun derajat dengan nongkrong-nongkrong di jalan bersama dengan pelacur-pelacur lainnya. padahal dulu yang ia layani orang-orang penting. hadehhh karena kepentok ekonomi, mau gimana lagi. sampai ia berakhir di kembangan. hari berganti hari, tahun berganti tahun. tubuhnya tidak sebagus dulu lagi.ia lebih memilih untuk mengurung diri di kamar kosan di kembangan. sampai suatu hari si kang tobor yang payah ini datang untuk memakai jasanya. buat latihan katanya. kang tobor ini sebenarnya hanya ingin memuaskan istrinya, tapi caranya haduhhhh ga sewa pelacur juga kangggg. karena si kang tobor ini sesering itu nyewa perempuan ini, si empunya kembangan penasaran, kenapa kang tobor memilih perempuan tua ini daripada perempuan lain yang masih muda-muda cakep-cakep. curhatlah si kang tobor ke kang kopral ini. kang kopral ngasih tau, kalau dia kebal karena bantuan mustika zakar celeng yang ia dapatkan setelah semedi di dalam gua di tengah hutan. semedilah dia berhari hari sampai dapetlah itu mustika.
di sisi lainnnn, si nurlela ini selingkuh allahu akbarrrrr. sama kang jahit pula. kalau ga salah 3 kali mereka berbuat. sampai si kang jahit ngajak nikah. galau lah si nurlela ni. setelah sebulan lebih ngilang dari rumah, nurlela penasaran kemana si kang tobor ini. dicarilah kesana kemari sampai ia tau kalau si kang tobor suka pergi ke kembangan. hah puyeng ga tuh. long story short pulanglah si kang tobor. diintrogasi lah ia sama istrinya. kang tobor yang biasanya lemah lembut soft spoken, tiba tiba kerasukan atau gimana ya, dia mukul istrinya pakai ulekan batu, innalillahi, si istripun meninggal. puyenglah si kang tobor, ia pun memilih untuk menjadi celeng. warga dateng, ditangkep si celeng itu. kang tobor pun berakhir di lapangan adu bagong. tamatttt
puyeng banget puyeng bangetttttt.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Luv.
110 reviews1 follower
December 15, 2025
Andai aja komunikasi yang bener, maka TIDAK ADA CELENG DI ANTARA KALIAN T___T

Setelah Nurlela jujur kepada suaminya, Tobor, bahwa selama sebelas tahun pernikahan, ia tidak terpuaskan di ranjang, harga diri Tobor pun hancur. Demi rumah tangga dan cinta nya pada Nurlela, Tobor melakukan semua hal mulai dari minum jamu, berlatih dengan pelacur, hingga atas ucapan Preman Bentol, Tobor pun mencari keberadaan Mustika Zakar Celeng.

BROO THIS BOOK IS DISTRUBING AF t___t

Pertama, rating 21+ aja ga cukup, karena sebagai cewek 25th yang ga familiar dengan obrolan kehidupan sex dan jauh dari bacaan atau info semacam itu, bacanya gelisah banget. Aku merasa seperti terkurung di situasi lagi istirahat, di kantor bareng boomer, dan mereka mulai becandaan urus selangkangan. Kek aku mau nyingkir, tapi kagak bisa t____t

Kedua, ga seperti judul nya, justru si celeng celeng ini nongol ntaran di belakang. Di awal, kita disuguhkan dengan kehidupan pedesaan yang masih tertinggal. Tertinggal secara fasilitas dan pola pikir masyarakat nya (well karena latar nya di jaman dulu, ya jadi itu kondisi normal saat itu)

Aku sepanjang baca rasanya mau nampol satu satu orang di situ pake sandal.

Tobor dengan lugu lugu sialannya sok sok an mau menjaga keperawanan Nurlela. Apakah terdengar sweet? Naah cz di pikiran mereka, keperawanan adalah hal tersuci yang harus dijaga. Tapi ngomong gitu kek kagak ciuman dan grepe grepe ja__- lagi pula, sebel banget tiap baca konsep bahwa keperawanan harus dijaga tapi keperjakaan bisa diobral.

Kenapa hal itu bisa terjadi, ya karena patriarki yang kuat di sana.

Actually, buku ini ga cuma bahas selangkanan, tapi justru banyak isu sosial politik yang dibaha. Kemiskinan struktural, prostitusi, perselingkuhan, pengaruh tingkat pendidikan terhadap pola pikir masyarakat juga.

Bahkan, bobroknya dari program "penertiban tempat prostitusi" pun bikin ngelus dada, how the gov cuma pencintraan ngilangin tempat tanpa mikir gimana para psk itu harus dibekali untuk hidup yang harus berjalan. Dan ya, lagi lagi kemiskinan struktural yang bikin prostitusi sulit diberantas.

Di sini, aku rasanya dilihatkan dunia baru yang ga pernah aku lihat. Yang bikin aku berpikir kalau aku tinggal di lingkungan oke, karena dari standar moral ku, orang orang di sini sangat ga tertolong.

Nah lanjut, meet the Ratu Celeng WKWK

Ya, tanpa melupakan judul yang mengarah pada hal mitos dan klenik. Kang Tobor ini dengan gigih melewati hutan berhari hari sampai bisa menemui Ratu Celeng demi mendapatkan Mustika Zakar Celeng. Untuk apa? Ya biar bisa memuaskan istrinya di ranjang.

Well, ya tujuan Tobor ini ga salah sih. Tapi eww Kang, you're so tolol.

Pertama, lu tuh jadi laki, jadi kepala keluarga, ga ada komunikasinya sama sekali. Istri mana yang tahan ditinggal pergi suaminya tanpa kabar gitu aja?

Kedua, lu ga mikir, kekuatan si mustika ini kan aktif saat berwujud celeng, lu pikir cewek waras mana yang mau having sex sama fuckass CELENG??

Well, ngomong ngomong celeng. Super bikin aku mual ketika ada scene Rosalinda hs sama celeng. And, girl deserve better ehhh 🥀🥀

Sebelumnya, aku awalnya merasa ceritanya terlalu bertele tele, background check untuk para tokoh pendukungnya nya terlalu panjang dan sempet bikin ragu buat maju (yess aku menunggu si celeng ini ambil bagian banyak di cerita, tapi ternyata enggak).

Tapi, ketolong sama ceritanya yang, idk asik(?) gaya penyampaian ceritanya tuh ringan dan gampang nyantel gitu. Tiap kalimatnya gampang buat dibaca, jadi walau rasanya udah jalan jauh, enggak bosen dan tiba tiba nyampe.

Tapi, ide ceritanya aku suka. Cukup unik. Ya setidaknya menunjukkan kalo urusan selangkangan emang bisa bikin orang kehilangan otak.

Anw, Kang Tobor mati konyol.
Profile Image for Day Nella.
266 reviews5 followers
November 5, 2024
"Kehidupan rumah tanggaku tergantung pada buah zakarmu." - Hal 151
-
Mustika Zakar Celeng
Adia Puja
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Edisi Digital, 2023
Tebal 236 Halaman
Baca di Ipusnas
Personal rate 4,8/5⭐
-
Miris. Bukan untung malah buntung. Padahal semua bisa diselesaikan dengan menurunkan ego. membuka komunikasi dan mencari jalan keluar. para pria dan egonya memang sulit dipisahkan setidaknya andai rasa penasaran nggak membuatnya terjerumus makin dalam mungkin hal ini nggak akan terjadi.
-
Tobor merasa terhina ketika Nurlela, istrinya memuntahkan keresahannya selama sebelas tahun pernikahan tidak pernah merasa puas dengan kehidupan ranjangnya bersama Tobor. Nasi telah menjadi bubur. Nurlela tidak dapat menarik kembali ucapannya dan Tobor menjadi berubah dingin setelah ucapan yang dilontarkan istri tercinta. Masalah pangan dan papan bisa diatasi Tobor. Akan tetapi, bila keperkasaanya nyatanya tidak memuaskan istrinya diranjang dia merasa telah jatuh sejatuh-jatuhnya. Kenapa baru sekarang semua keresahan itu ditumpahkan dan tidak sejak masih awal-awal pernikahan.
-
Jalan menuju Roma masih panjang. Sayangnya Tobor tinggal di sebuah desa yang nggak ada rumus lain selain jajan, mencoba mengasah kemampuannya. Maksudnya mengasah keperkasaanya. (Ya Allah Tobor. Mesti gitu jajan di luar demi keperkasaan, preet? Mode pembaca julid) coba ke Mak Erot? Eh salah juga ya? Cus lanjut.
Setelah sekian purnama tidak membuahkan hasil. Dapatlah masukan dari salah seorang yang merasa iba pada Tobor. Dan hal itu memang dilakukannya demi Nurlela. Namun, lagi-lagi semua hal yang berbau mistis nggak hal baik yang mengikutinya. Seakan menjadi senjata makan tuan.
Nurlela sebagai istri pun tidak bisa mengendalikan dirinya, meleng dikit mikir kepuasan lagi.
Jujur sebal sama keduanya. Manusia itu nggak ada yang sempurna, Nur. Keduanya juga sama-sama mendapatkan ganjaran yang setimpal. Seandainya lagi mereka bisa saling berkomunikasi dengan baik. Hubungan pernikahan itu pasti akan awet meski ada kerikil-kerikil lucu di dalam kehidupan mereka yang bikin rada oleng, tapi masih kuat bertahan. Tapi kalau mikirnya selangkangan mulu. Ya apa kabar duniaaa? (Mode gedeg bin emosi baca kisah mereka tuh).
-
Aku suka sama cara penulis menyisipkan cerita para tokoh yang berputar pada keduanya. Bagaimana kelam kehidupan mereka sampai pada akhirnya ada yang bahagia, dan ada pula yang menderita. Semua begitu realistis karena apa yang kamu tanam itulah yang kamu tuai. Jadi kalau kata orang hukum karma jelas ada. Nah buktinya ada di dalam novel ini.
Andai dalam buku ini ada kitab menjadi celeng. Yakin semua orang yang memiliki niat jahat akan belajar jadi celeng biar hidup nggak oleng dan melenceng 😬😆
Gokil aku suka banget semua ganjarannya pas dan oke. Meski di awal temponya lambat seolah penulis ingin pembaca mengenal lebih dekat kedua karakter ini dan berhasil. Penyelesainnya nggak terburu-buru. Konfliknya cukup berat, dan dieksekusi dengan ringan. Alurnya rapi bener sampai nggak sadar udah kelar. Kalian mesti baca yang suka tentang mistis, urban legend, romantisme, tapi ingat hanya untuk 21+ ya.
Profile Image for Oktarina Nurfazriani.
97 reviews
April 21, 2025
𝐈𝐦𝐩𝐚𝐬! 𝐀𝐦𝐩𝐚𝐬! 𝐇𝐄𝐌𝐏𝐀𝐒!

Mungkin kalau buku ini milikku sendiri, sudah aku lempar ke dinding setelah membaca akhir ceritanya. Bukan. Lebih tepatnya, di satu bab sebelum benar - benar tamat.

Memang, rating di buku ini tidak mengada - ada, dibutuhkan usia dewasa (21+) dan matang untuk memahami persoalan selangkangan yang pelik ini, selain dari bahasannya yang tabu, konflik batin dalam rumah tangga sejoli ini pun, mungkin hanya bisa benar - benar dipahami manusia manusia pertengahan dua puluh (yang tentunya, sudah mengecap lika liku pernikahan agar lebih dan benar benar 'sepaham').

'ᴜʀᴜꜱᴀɴ ꜱᴇʟᴀɴɢᴋᴀɴɢᴀɴ ᴀᴊᴀ ᴊᴀᴅɪ ɴɢɢᴀᴋ ʙᴇʀꜱʏᴜᴋᴜʀ'
Yah, terkadang memang permasalahan sensitif ini tak ayal jadi salah satu penyebab keretakan kasih sayang antar suami istri dan kadangkala berujung pada : pengkhianatan, bahkan perpisahan, dan tentu saja akan mengakibatkan luka menganga dalam catatan hidup perjalanan seseorang.

𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 dimulai dari sebuah malam yang seharusnya penuh kehangatan, tapi malah berujung perang dingin karena salah satu pihak tak pernah berhasil puas di ranjang. Dari kemelut yang menghinakan tersebut, kita diajak berkenalan dengan Kembangan : pemuas dahaga kelamin yang kelaparan. Tak ayal akan membuatmu heran : ide siapa yang mengatasi masalah dengan menambah masalah?

Tentu saja, sedari awal penulis panjang lebar menjabarkan latar belakang pendidikan dua sejoli ini untuk memberitahukanmu satu hal : pemikiran mereka tentu tak akan sebanding dengan pikiran lain yang sudah berkelana mengenal banyak ilmu, mengecap pengajaran guru yang bertingkat - tingkat atau berkeliling di banyak cakrawala pikiran. Di titik ini, aku memahami satu hal : bagaimana pun, belajar itu bukan hanya demi seonggok ijazah, sepanjang panjang gelar atau setinggi tinggi prestise. Sesederhana, untuk belajar memahami dan menajamkan pikiran : untuk memilah mana yang baik dan mana yang buruk, serta konsekuensi atas segala pilihan atasnya. Bukan aku mengatakan pikiran para tokoh di buku ini pendek, tapi mungkin saja, mereka terbiasa untuk mengambil keputusan demi saat ini, dan luput memperhitungkan konsekuensi.

𝑫𝒂𝒏, 𝒅𝒆𝒎𝒊𝒌𝒊𝒂𝒏𝒍𝒂𝒉 𝒌𝒂𝒘𝒂𝒏, 𝒉𝒂𝒓𝒈𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒉𝒂𝒓𝒖𝒔 𝒅𝒊𝒃𝒂𝒚𝒂𝒓 𝒌𝒆𝒕𝒊𝒌𝒂 𝒍𝒖𝒑𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒆𝒏𝒅𝒂𝒍𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒂𝒌𝒂𝒍 (𝒔𝒆𝒓𝒕𝒂 𝒏𝒂𝒇𝒔𝒖).

Satu pesan lagi, apapun yang terjadi di balik bilik kamarmu : Tolonglah, 𝐛𝐞𝐫𝐤𝐨𝐦𝐮𝐧𝐢𝐤𝐚𝐬𝐢 yang baik dan benar dengan pasanganmu! Manusiakan mereka seperti kamu ingin dimanusiakan (dan dicintai!).
Profile Image for Kianthera Bloom.
5 reviews
December 5, 2025
Bagus!!! Di pertengahan sampe ending baru berasa serunya. Pace nya enggak lambat meskipun detail. Menarik banget karena perihal seksual bisa dikembangin jadi isu sosial begini.

Aku juga menyoroti bentuk feminisme dari tokoh Nurlela yang pengen punya kebebasan, enggak mau terkekang dan terus menanyakan banyak hal tentang kesetaraan gender. Meskipun entah kenapa selalu berakhir dengan tindakan seenaknya. Jadi celah feminisme menurutku.

Aku ngiranya pencarian mustika zakar celeng itu bakalan langsung muncul di awal dan bakalan ada masalah besar yang mengikutinya. Ternyata baru nyari di pertengahan dan dijadiin klimaksnya.

Apa ya, meski surealis, konfliknya tetap dibuat realistis. Tokoh utama, si Tobor bahkan belum nyoba kesaktiannya itu, tapi udah menanggung konsekuensi yang begitu pelik. Langsung dikasih tunjuk kesengsaraan yang nyata dengan bersekutu ke iblis enggak bakal ngasih kamu kesenangan. Bahkan silumannya udah ngewanti-wanti loh, tapi manusia yang dibutakan dengan urusan duniawi enggak peduli akan hal itu.

Mau sebaik apapun, bersentuhan dengan iblis bakalan bikin hatimu jadi jahat meskipun kamu enggak menghendaki demikian.

Tapi masalah sebenernya itu komunikasi sih! Kritik sosial juga buat pelaku rumah tangga yang enggak bisa menyelesaikan masalahnya dengan komunikasi. Padahal kalo dari awal Nurlela jujur, andai aja Tobor juga enggak lari dari masalah, pasti endingnya enggak bakalan setragis ini. Nurlela meninggal, Tobor jadi celeng. Di antara keduanya, enggak ada yang impiannya tercapai. Nurlela enggak jadi menikah dengan Bentol, lelaki yang dia cintai, dan Tobor enggak bisa memperbaiki masalah rumah tangganya. Dia bahkan belum nyoba kesaktian mustika itu. Kek Ya Allah sia sia aja perjuangannya. Dan itu terjadi karena dia diam dan berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri. Padahal kan menikah itu tentang dua orang, masalah itu juga melibatkan dua orang, kalian udah buka bukaan loh, tentang perasaan masing-masing aja masa enggak bisa terbuka juga? Harusnya ini juga dicari solusinya bareng-bareng baik Nurlela maupun Tobor. Mereka malah bergelut dengan pikiran masing-masing dan malah cari pelampisan masing-masing. Kalo enggak komunikasi, gimana bisa ketemu maunya apa?

Meskipun karakternya ngeselin, it's okay, itu bagian dari ceritanya. Aku enggak kasih nilai 10/10 karena banyak typo yang cukup mengganggu sampe ada bagian yang bingung maksudnya gimana. But so far, ini bagus sih.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Meta Morfillah.
679 reviews23 followers
August 27, 2025
Judul: Mustika zakar celeng
Penulis: Adia Puja
Penerbit: GPU
Dimensi: 224 hal, cetakan pertama Juni 2023, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786020670744

Tobor terkejut saat Nurlela, istrinya, mengaku tidak pernah puas saat berhubungan suami istri. Sebelas tahun ia memendam ketidakpuasan itu. Sebagai lelaki, masalah kejantanan adalah harga diri. Tobor pun berusaha dengan segala cara, mulai dari medis, berlatih dengan pramunikmat di Kembangan, dan terakhir hal mistis yang diberitahukan Kang Kopral: mustika zakar celeng. Setelah perjuangan panjang menemui ratu siluman celeng, Tobor terkejut dengan syarat dan ketentuan yang diberikan. Bahwa kekuatan itu hanya akan bekerja dalam wujud celeng dan saat mati ia akan menjadi hamba sang ratu celeng. Cintanya pada Nurlela membuat Tobor menerima hal yang dilarang agamanya itu. Akankah rumah tangganya terselamatkan dan Nurlela terpuaskan?

Saya tertarik membaca buku ini sebab ada kalimat "naskah yang menarik perhatian juri DKJ 2021". Setelah membacanya, memang menarik. Terutama gaya menulis yang mengalir dan banyak menggunakan flashback untuk pengenalan karakter. Tiap tokohnya memiliki masa lalu yang menarik. Namun saat mendekati ending, terutama gambaran tentang celeng mendominasi, saya agak malas membaca detailnya sebab seperti bertele-tele. Sedih juga saat tahu bahwa kisah ini ternyata sad ending untuk Tobor dan Nurlela.

Buku ini masuk ke dalam sastra novel, tapi tidak serumit buku sastra umumnya. Bahasanya pun masih cukup sopan bagi saya, meski agak vulgar, makanya dibatasi usia 21+.

Cocok untuk yang suka sastra, mitos/klenik, dan romansa pernikahan.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #oneweekonebook #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #mustikazakarceleng #adiapuja #metamorfillah #fiksi #sastra
Profile Image for Mizuoto.
149 reviews1 follower
April 11, 2025
"Mustika Zakar Celeng", novel apik yang membahas sisi mendasar eksistensi perempuan yang–mungkin–luput dari perhatian dan kerap dikesampingkan dalam ranah hubungan seksual suami-istri. Berawal dari perkara domestik, Adia Puja turut menyisipkan persoalan kelas sosial dan melempemnya maskulinitas serta mencampurkannya dengan sentuhan folklor (mitos).

Dalam adat ketimuran yang mengakrabi patriarki, perempuan kerap ditempatkan sebagai makhluk pasif yang hanya manut, nurut, menerima, dan tidak diperbolehkan melayangkan protes terhadap suami—termasuk urusan pemenuhan seksual—dengan dogma agama dan norma kesantunan sebagai pagarnya. Hal tersebut tertuang dalam buku ini. Adia Puja tidak luput menguraikan istri-istri yang kudu patuh terhadap perintah suami hingga rela mendedikasikan dirinya menjadi pihak yang—bisa jadi–dirugikan dalam berumah tangga.

Namun, pada novel ini, Nurlela berhasil melepas stigma tersebut.

Sang tokoh utama perempuan ini menggugat konstruksi sosial yang masih langgeng dan subur di pedesaan tempat tinggalnya. Sebut saja mempertanyakan perempuan yang harus menjaga keperawanan, tetapi lelaki boleh tidak; mengapa darah pada seprai dalam percintaan perdana setelah pernikahan menjadi sesuatu yang kudu ada; merasa keheranan istri bersikap pasrah dan diam dan tidak boleh menolak ajakan suami, kecuali saat datang bulan; dan gongnya yakni tatkala dirinya memperjuangkan kepuasan seksualnya. Nurlela menjadi perempuan tegas dan sadar akan kepentingan seksualitasnya, ingin dipuaskan.

Resensi lengkap bisa dibaca di sini
Profile Image for Sunarko KasmiRa.
297 reviews6 followers
June 24, 2023
Mustika Zakar Celeng karya Adia Puja merupakan novel yang bercerita tentang peliknya kisah Tobor dalam memperjuangkan kejantanannya berfungsi dengan prima demi sebuah hubungan intim yang diidami Nurlela. Pada suatu malam, istrinya tersebut mengeluhkan betapa buruknya kualitas hubungan intim mereka berdua yang sudah mereka jalani selama 11 tahun usia pernikahan. Keluhan istrinya tersebut rupanya begitu menampar harga diri Tobor sebagai seorang suami dan utamanya sebagai seorang pria. Tempat pelacuran pun disambanginya demi melatih kejantanannya kembali berfungsi sebagaimana seharusnya. Melalui perantara Kang Kopral sang preman tempat pelacuran, Tobor mendapatkan informasi tentang kemungkinan ia bisa mengembalikan kelaminnya yang payah tersebut menjadi perkasa seperti yang diingini istrinya. Namun naas, usahanya diartikan lain oleh istrinya. Sehingga tragedi demi tragedi terus saling berkelindan menimpa sepasang suami istri tersebut.

Bagi pembaca seperti saya yang lahir dan tumbuh di pedesaan, cerita Tobor & Nurlela yang terkesan tabu dan diluar nalar menjadi sangat begitu "relate" dan dekat. Dimana dikampung tempat saya tumbuh, kemalangan yang di alami tokoh Tobor sungguh sangat mungkin akan diselesaikan dengan jalur yang mungkin untuk beberapa orang dianggap kurang logis. Melibatkan orang pintar, bersemadi atau melakukan tirakat demi tercapainya suatu hajat dianggap hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat di pedesaan dimana saya tumbuh. Hanya saja hal tersebut pastinya tidak dilakukan secara terang-terangan.

Menurut saya, penulis cukup lihai dengan memilih dan mengembangkan isu keluarga yang kompleks dipadu padankan dengan hal magis. Dimana ada beberapa unsur yang tidak logis menjadi mungkin karena melibatkan hal-hal magis. Bahasa yang digunakan juga sangat mudah dipahami sehingga memudahkan pembaca untuk menangkap makna dari apa yang disampaikan oleh penulis.


Profile Image for Yulio Adi candra.
45 reviews3 followers
February 20, 2025
Mustika Zakar Celeng adalah novel yang berupaya menerobos tabu yang ada pada masyarakat, dengan kehadiaran tokoh Nurlela. Pada suatu malam setelah Tobor dan Nurlela melakukan hubungan badan, Nurlela mengaku bahwa selama ini dia tidak pernah terpuaskan dengan permainan Tobor. Pada kebanyakan masyarakat Indonesia, wanita masih dianggap tabu kalau meminta atau mengakui tidak terpuaskan dengan permainan dari suaminya. Hal ini tergambar jelas dalam novel ini.

Setelah Nurlela mengakui bahwasannya dia tidak terpuaskan selama pernikahannya dengan Tobor, harga diri Tobor tercabik-cabik. Mulailah konflik berkembang, dari Tobor yang akhirnya datang ke tempat prostitusi untuk berlatih agar istrinya bisa terpuaskan, dan Nurlela yang ternyata sudah melakukan perselingkuhan dengan tukang jahit.

Lalu pada suatu waktu Tobor akhirnya bertemu dengan Kang Kopral, dan diberitahulah tentang ajian Mustika Zakar Celeng. Setelah mendapatkan ajian tersebut, bukannya kebahagian yang didapat tobor, tapi peristiwa tragis yang terjadi pada Tobor.

Novel ini tak hanya mengangkat isu seksual, isu sosial, isu politik, novel ini juga memadukan mitos yang berkembang di masyarakat. Setiap tokoh dalam novel ini juga diberikan porsi yang pas untuk tampil. Dengan dialog yang luwes dan narasi yang tidak bertele-tele, novel ini berhasil membuat saya terpukau.
Profile Image for Mira.
49 reviews1 follower
April 11, 2025
Cerita berpusat pada Tobor, seorang lelaki yang merasa harga dirinya hancur karena masalah pada "zakar" (alat kelamin)-nya. Obsesi Tobor terhadap standar kejantanan ini memicu rasa keputusasaan yang mempengaruhi hubungannya dengan istrinya, Nurlaela. Di sisi lain, Nurlaela justru digambarkan sebagai sosok perempuan yang punya pikiran kritis dan keberanian untuk bersuara, walaupun sayangnya komunikasi yang buruk membawa hubungan mereka me arah yang gelap..

Aku suka bagaimana novel ini memotret pesan sosial tentang konstruksi maskulinitas dan peran gender dengan mengalir dan tidak terasa mendikte. Unsur mistik, budaya lokal, sampai kritik sosialnya terasa pas dan nge-blend dengan cerita. Sayangnya, di beberapa bagian aku merasa ada latar belakang karakter yang terlalu bertele-tele dan bikin alurnya agak jenuh. Selain itu, adegan-adegan seksual eksplisit, terutama yang melibatkan binatang, cukup mengganggu buatku pribadi.

Secara keseluruhan, Mustika Zakar Celeng adalah bacaan yang nggak biasa dan cukup reflektif tentang bagaimana konstruksi sosial bisa berdampak destruktif terhadap individu. Mungkin buat pembaca dengan minat novel bertema magical realism / mitologi seperti novel kereta semar lembu, seperti rindu dendam harus dibayar tuntas, bakal suka sih sama novel ini. Novel yang terasa cepat namun punya cukup pesan sosial yang dapat direnungkan.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
September 20, 2023
Tobor dibuat terhenyak mendengar pengakuan istrinya, Nurlela. Istrinya mempersoalkan kemampuan Tobor yang tidak bisa bertahan lama saat bercinta. Nurlela yang sudah mengidamkan surga dari berhubungan badan dengan kekasihnya itu, memendam ketidakpuasan selama lebih dari 10 tahun pernikahan mereka.

Akibat pengakuan Nurlela, harga diri Tobor terkoyak. Dia berusaha mencari jalan keluar untuk bisa memuaskan istri yang dicintainya. Termasuk menyewa pelacur yang paling tidak diminati untuk latihan. Tapi usahanya sia-sia. Sampai dia mendengar tentang Mustika Zakar Celeng.

Novel ini mengingatkan saya pada novel Seperti Dendam Rindu Pun Harus Dibalas Tuntas. Keduanya mengangkat persoalan dimana urusan kelamin menjadi hal yang penting bagi seorang laki-laki. Bahkan dalam novel ini disebutkan bahwa bagi banyak orang bagian kelamin itu adalah otak kedua. Tobor sangat marah karena pengakuan istrinya, tapi tidak tahu kepada siapa kemarahannya ditujukan. Tentu tidak untuk Nurlela, wanita yang dicintainya. Karenanya Tobor mencari jalan keluar sendiri.

Bahasa lugas dalam novel ini membuat kisah Tobor dan Nurlela menarik untuk diikuti. Berhubung novel ini diberi label 21+ maka dibutuhkan kedewasaan berpikir dan mencerna makna dari novel ini.
Profile Image for Tamira Bella.
179 reviews2 followers
January 16, 2024
Buku ini memuat unsur dewasa yang cukup eksplisit diceritakan. Meski begitu, saya suka cara penulis mengemas makna yang hendak disampaikan, dalam hal ini perihal edukasi sex yang mungkin dianggap tabu oleh sebagian masyarakat komunal.

Berlatarkan desa tertinggal tahun 70/80an, cukup banyak diceritakan keadaan ekonomi dan akses pendidikan yang kurang. Kepercayaan adat dan keyakinan akan Tuhan masih banyak dipegang orang-orang, namun bisnis pelacuran dan pergaulan bebas tetap menjamur di kalangan masyarakat sekitar.

Secara garis besar blurb awal Mustika Zakar Celeng menceritakan seorang istri yang mengadu kepada suaminya bahwa dia tidak pernah merasakan "keindahan" saat berhubungan badan selama belasan tahun menikah. Tanpa melakukan spoiler saya sangat menyangkan keputusan kedua belah pihak, baik sang suami maupun sang istri. Lagi-lagi kurangnya komunikasi dan keterbukaan menjadi penghancur terbaik bagi keutuhan rumah tangga yang sedang merenggang.

Buku ini cukup membuka mata bagi beberapa orang yang beranggapan manusia hipokrit banyak di perkotaan, nyatanya di pedesaan pun keberadaan manusia hipokrit tidak akan menghilang. Bacalah buku ini dengan sudut pandang edukasi, dengan begitu akan banyak makna tersirat yang bisa pembaca dapati.
Profile Image for kik.
159 reviews1 follower
January 1, 2024
Bener kata orang2, buku ini sinting dengan ending brutal super ngeri (dan gak ketebak) yang bikin dada sakit saking takutnya. Berasa kayak liat adegan azab neraka. Bener2 kaget endingnya ke arah sana. Dari segi tempo plotnya udah tepat, plus ada background detil untuk setiap karakternya. Semuanya udah lumayan mendalam dan menarik.

Kalau dipikir2, emang sih, keseluruhan cerita ini memang horor. Tapi entah kenapa aku malah ketawa di beberapa bagian, karena, ya, emang ide utama ceritanya tuh SINTING ABIS GA ABIS PIKIR. Ini Adia Puja kok kepikiran sih bikin cerita kayak gini wkwkwk😭😭😭 Masalahnya bener2 kompleks, sampe cuma bisa geleng2 kepala liat tingkah orang2 ini (somehow aku yakin, orang2 di kehidupan nyata juga ada yg bertindak seperti mereka2 ini). Aku juga ngebayangin, kalo aja si Tobor milih pergi ke dokter dan terapi, pasti endingnya gak gini WKWKWKWK *canda 🤣

Asli, Mustika Zakar Celeng ini aku beli awalnya karena iseng aja lagi promo di Gramed. Turns out nggak nyesel sama sekali, tapi tetep aja: "mamah aku TAKUT BANGET abis baca ini" 😭🥲 super recommended!
Profile Image for Aburizal Khatami.
25 reviews
November 10, 2024
Ngecrit jadi satu hal problematik yang sangat serius bagi Tobor, kiranya itu pula yang membawa semua masalah dan membuat hidupnya tak lagi sama. Tobor menjadi begitu gelisah tentang kelakiannya. Ia rela melakukan segala cara untuk membuktikan bahwa Nurlela pantas bahagia dan bangga sehabis seks dengannya, pelbagai cara suami coba: mulai dari pergi ke rumah bordil, berhubungan dengan wanita tua dan keriput, sampai mencari ilmu kanuragan, yang disebut Mustika Zakar Celeng. Adia Puja berhasil mengajak saya untuk immeresed ke cerita dengan menolak berhenti membuka lembar demi lembar sebab petualangan Tobor yang terjal, meskipun akhir novel berujung nestapa. Di samping itu, Nurlela ternyata diam-diam selingkuh, di mata Nurlela, Tobor bukanlah seorang suami setelah memberi tahu bahwa dirinya sudah mendapat ilmu kanuragan dapat berubah menjadi wujud Celeng. Rekonsiliasi antara realitas sosial dengan mitos, diselimuti tradegi dengan komik, serta ambang realisme dan surealisme. Ciamik, bacaan yang renyah!
Profile Image for rr.
36 reviews
December 19, 2025
Jadi, kesimpulannya laki-laki adalah babi.

Dari masalah selangkangan jadi masalah sosial. Nyentil maskulinitas dan ego laki-laki yang tinggi, apalagi tentang "kejantanan" yang ternyata ga jantan itu.

Tokoh laki-laki di cerita ini emang nggak langsung main kasar ke istrinya sesaat setelah istrinya ngaku kalau ga terpuaskan di ranjang. Dia malah berusaha atau latihan biar bisa tahan lama dan nyenengin istrinya, walaupun caranya salah.

Tapi coba bayangin, deh. Kalau dari awal, di masyarakat kita, ga ada narasi "istri harus layanin suami" atau "istri ga boleh ngebantah omongan suami" atau "istri harus manut dan terima suami apa adanya", kayaknya masalah selangkangan nggak bakal seriweh ini.

Istri nggak perlu ngerasa takut durhaka atau bahkan takut suami murka kalau jujur tentang masalah ranjang. Karena suaminya bisa diajak komunikasi, biar sama-sama memperbaiki diri.

Nggak perlu berubah jadi babi biar tahan lama di ranjang. Ada 3 laki-laki yang berubah jadi celeng di cerita ini.

Jadi laki-laki adalah babi adalah benar.
Profile Image for Nike Andaru.
1,648 reviews112 followers
July 5, 2023
54 - 2023

Beli buku ini pas ke Surabaya. Di deretan buku baru rilis di Togamas.
Pas baca bagian belakang, kayaknya menarik dengan cerita 21+ sesuai info di belakang bukunya.
Cerita tentang Tobar yang punya masalah dengan alat kelaminnya. Sebenarnya gak masalah amat ya, tapi setelah Nurlela yang bilang dan sudah 11 tahun itu dipendamnya. Sejak ini Tobar pusing nyari cara. Sampai harus ke Kembangan dan ketemu Kang Kopral.

Perjalanan Tobar ini mengangkat topik maskulinitas yang tabu dibicarakan. Bahkan Nurlela harus bicara setelah 11 tahun. Mungkin gak banyak yang berani bicara seperti Nurlela. Belum lagi pertemuan dengan Rosalinda, kanuragannya Kang Kopral hingga pencarian mustika celeng, cerita yang menyenangkan dan asyik banget dibaca. Saya malah gak sempat tidur di pesawat sampe selesai baca.

Walaupun ini bukan karya pertama Adia Puja, ini yang pertama saya membaca bukunya. Mungkin akan baca lagi karya yang lain.
Profile Image for Mawa.
172 reviews4 followers
September 27, 2023
Urusan selangkangan membuat manusia jadi gila.
Mungkin kalimat inilah yg bisa aku katakan setelah selesai membaca buku ini.
Tobor sangat shock mendengar pernyataan istrinya selama sebelas tahun merasa tidak terpuaskan di atas ranjang.
Dg niat latihan, Tobor berkunjung scr rutin di Kembangan, area pelacuran. Di sana bertemu dg Rosalinda, pelacur yg biasa2 saja malah terkesan sudah kadaluarsa.
Tidak juga berhasil.
Dengan saran dari Kang Kopral, Tobor ke hutan utk mendapat Mustika Zakar Celeng.
Namun apakah dia berhasil memiliki kejantanannya itu utk dipuaskan kepada Nurlaela?
Sungguh kisah yg tragis akibat dari urusan ranjang yg tidak terselesaikan dg baik.
Nurlaela tidak salah mengungkapkan kekecewaannya toh dia juga sudah cukup bersabar.
Banyak adegan persetubuhan di buku ini. 21++
Dari sini kita belajar, urusan kepuasan ranjang itu memang penting, tapi kita juga perlu kewarasan untuk meemukan solusinya.
Profile Image for Astala.
100 reviews
September 5, 2024
Mustika Zakar Celeng
by Adia Puja

⭐4,8
Range usia 21+
Buku yang mengangkat isu seksualitas, isu sosial, patriarki, mistis dan supranaturan yang juga menyinggung beberapa penyelewengan di era² Soeharto.

Padu padan dari bahasan² tersebut terjalin apik dan seru yang membuat ceritanya sangat mengalir untuk dibaca dan dinikmati alurnya. Cukup vulgar namun penggunaan kalimat dan diksinya yang rapi menjadikan buku ini sangat enjoy dihabiskan sekali duduk.

Buatku sendiri, penokohan Nurlela dan Tobor sebagai pasangan suami istri juga digambarkan dengan sangat baik dan sangat plottwist dari penggambaran karakternya di awal. Disinggung pula dengan baik mengenai gambaran istri² yang demi mematuhi perintah suami hingga mengorbankan diri sendiri sampai menjadi pihak yang dirugikan dalam rumah tangga mereka. Dan karakter Nurlela menjadi gebrakan untuk mendobrak hal² yang demikian itu.

Buku yang bagus, dan cukup membuatku tercengang.
Profile Image for Nuri ✨.
82 reviews4 followers
September 10, 2024
Meskipun buku ini tidak terlalu tebal, tapi membacanya menguras banyak sekali energi. Tipikal karya sastra yang ceritanya berat dan rada absurd.
Kekacauan dalam cerita ini dimulai dari satu hal, yaitu kelaminnya Tobor yang payah dalam bercinta. Jika kebanyakan orang bersekutu dengan makhluk ghaib demi mendapat kekayaan, tapi tidak dengan tokoh utama yang ini. Dia bersekutu dengan makhluk ghaib supaya bisa tahan lama di ranjang. 🙂

Membaca buku ini kudu narik napas panjang dulu sebelum lanjut ke halaman lain. Sambil mikir keras, ini di halaman depan bakalan ada kejadian aneh apa lagi? Dan ternyata, ada banyak sekali pemirsa (menghela napas). Part Rosalinda dan Kopral sukses bikin aku jijik dan bergidik ngeri, mendekati ending semakin banyak hal brutal dan puncaknya ada di ending cerita yang begitu asfatwglrpywg!! Kacau!!

Kayaknya ini jadi salah satu buku paling disturbing yang pernah ku baca dan ngga mau reread lagi. Takut banget aaa!! 😭
Displaying 1 - 30 of 66 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.