Jump to ratings and reviews
Rate this book

Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna

Rate this book
Buku tentang semiotika ini dimulai dari sebuah definisi semiotika yang dikemukakan oleh Umberto Eco yang mengatakan, bahwa semiotika "... pada prinsipnya adalah sebuah disiplin yang mempelajari segala sesuatu yang dapat digunakan untuk berdusta (lie)." Definis Eco ini ꟷmeskipun mungkin sangat mencengangkan banyak orangꟷsecara eksplisit menjelaskan betapa sentralnya konsep dusta di dalam wacana semiotika, sehingga dusta tampaknya menjadi prinsip utama semiotika itu sendiri.

Kenapa? Karena, semiotika sebagai satu bentuk representasi pada dasarnya adalah sesuatu yang hadir namun menunjukkan bahwa sesuatu di luar dirinya sendirilah yang coba dia hadirkan. Representasi tidak menunjuk kepada dirinya sendiri, namun kepada orang lain. Karena sifat dasar itulah, maka representasi sering dipermasalahkan ihwal kemampuannya untuk bisa menghadikan "sesuatu" di luar dirinya, karena seringkali representasi malah beralih menjadi "sesuatu" itu sendiri. Jurang yang terbentuk antara representasi dan yang direpresentasikan ini seringkali terlupakan oleh manusia.

Nah, permasalahan "tipuan" seperti inilah yang menjadi landasan pembahasan tentang [hiper]semiotika dalam buku. Inilah buku yang menjadi rujukan wajib bagi para pemerhati semiotika dan cultural studies.


Buku ini sebagai buku utuh, berhasil memperlhatkan secara menyeluruh dan rinci ... [disertai]... Pemaparan deskriptif informatif, bahkan nyaris leksikografis, yang menuntut ketekunan cermat ini, sangatlah berharga sebagai suatu tahapan dasar untuk melakukan refleksi lebih mendalam dan substansial selanjutnya atas kiprah peradaban mutakhir dunia kita ini." ꟷBAMBANG SUGIHARTO

346 pages, Paperback

First published January 1, 2003

16 people are currently reading
195 people want to read

About the author

Yasraf Amir Piliang

19 books36 followers
Yasraf Amir Piliang is a nationally known scholar of cultural studies and postmodernist theories. He has published in journals of cultural studies and social sciences. He has written several groundbreaking books that excite Indonesian humanities community. He finished his bachelor of design degree at ITB and a master’s degree at St. Martin College of Art and Design. His research interests include design and culture, product semantics, design postmodernist theories, and cultural studies.

Bibliography:
* Sebuah Dunia yang Dilipat: Realitas Kebudayaan Menjelang Milenium Ketiga dan Matinya Posmodernisme, Penerbit Mizan , 1997.
* Hiper-realitas Kebudayaan: Semiotika, Estetika, Posmodernisme, LKIS, 1999.
* Sebuah Dunia Yang Menakutkan: Realitas Kekerasan dan Hiperkriminalitas, Penerbit Mizan, Bandung, 2000.
* Hiper-moralitas: Mengadili Bayang-bayang, Penerbit Belukar Budaya, Yogyakarta, 2003.
* Dunia yang Berlari: Mencari Tuhan-tuhan Digital, Penerbit Grasindo.
* Hiper-semiotika: Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna, Penerbit Jalasutra, Yogyakarta, 2003.
* Hantu-hantu Politik dan Matinya Sosial, Penerbit Tiga Serangkai, Solo, 2003.
* Pos-realitas: Realitas Kebudayaan di dalam Era Pos-metafisika, Penerbit Jalasutra, 2004

Journals:
* ‘Terkurung di antara Realitas-realitas Semu: Estetika Hiper-realitas dan Politik Konsumerisme’, Jurnal Ilmu dan Kebudayaan Ulumul Qur’an, nomor 4, Vol. V., 1994.
* ‘Tamasya di antara Keping-keping Masa Lalu’, Jurnal Kebudayaan Kalam, Edisi 2, 1994.
* ‘Estetika dan Abnormalitas: Seni dan Komponen Komoditi’, Majalah Kajian Ekonomi dan Sosial Prisma, LP3ES, No. 11, 1994.
* ‘Merayakan Abnormalitas: Identitas di Zaman Pluralisme Kebudayaan”, Jurnal Kebudayaan Kalam, No. 5., 1995.
* ‘Wawasan Semiotika Posmodernisme’, Jurnal Seni Rupa, Volume I, 1995.
* ‘Etnosentrisme: Isyu Politik Kebudayaan Dunia Ketiga’, Jurnal Seni Rupa, Volume II, 1995.
* ‘Kekuasaan dan Kecepatan’, Majalah Kajian Ekonomi dan Sosial Prisma, LP3ES, No. 8, Tahun XXV, 1996.
* ‘Global/Lokal: Mempertimbangkan Masa Depan’, Jurnal Seni Pertunjukan Indonesia, Tahun X, 2000.
* ‘Fenomena Sufisme di Tengah Masyarakat Pos-modern: Sebuah Tantangan Bagi Wacana Spiritualitas’, Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Islam Al-Huda, Volume 1, Nomor 2, 2000.
* ‘Public Sphere dan Cyber-democracy’, Jurnal Demokrasi & HAM, Vol. 1, Nomor 2, November 2000
* ‘Cyber-space, Cyborg dan Cyber-feminism: Politik Teknologi dan Masa Depan Relasi Gender’, Jurnal Perempuan, No. 18., 2001.
* ‘Posmodernisme dan Ekstasi Komunikasi’, Jurnal Komunikasi Mediator, Volume 2, Nomor 2, 2001.
* ‘Terkurung di antara Ruang-ruang Kegilaan: Ekstasi Kapitalisme, Posmodernisme dan Cyberspace, Jurnal Pemikiran Kebudayaan Insight, Edisi 1, 2001.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
43 (32%)
4 stars
26 (19%)
3 stars
47 (35%)
2 stars
14 (10%)
1 star
2 (1%)
Displaying 1 - 17 of 17 reviews
Profile Image for gieb.
222 reviews78 followers
May 15, 2008
Setelah lewat dari duapuluh tahunan sejak awal kehebohannya, istilah “posmodernisme”, sebagai terminologi, periodisasi ataupun isi gagasan, tetaplah problematis dan penuh kontroversi. Namun, rupanya hal itu tak seberapa mengganggu perkembangan isu dan substansi yang ditawarkannya. Kendati sebagai trend ia boleh jadi sudah kadaluwarsa, dalam berbagai kemasan baru yang berbeda ternyata sebagai substansi ia justru berkembang biak hingga hari ini, seperti sesuatu yang tak terelakkan. Bahkan dari sudut ini, substansi posmodernisme sepertinya justru baru lahir dan berkembang. Hampir di segala lini wacana, dari biologi, fisika, politik, antropologi hingga teologi kini berhamburan kerangka-kerangka pikir baru yang hanya bisa dimengerti bila kita memahami segala isu yang awalnya dilemparkan oleh gejala posmodernisme

Buku ini mencoba menguraikan seluk-beluk semiotika kontemporer dalam perspektif cultural studies, yang ditulis dengan bahasa yang mengalir, dan menjelaskan setiap terminologi secara mudah namun kritis dengan menggunakan sistematika akademis yang ketat namun lincah, dan sangat berguna bagi siapa pun yang ingin belajar memahami dan mendalami semiotika dari seorang pakar semiotika terkemuka di Indonesia.
Profile Image for usman ★.
37 reviews3 followers
June 3, 2016
bisa dijadikan buku yang membantu untuk referensi karena banyak menyebutkan priode sejarah, aliran-aliran pemikiran, nama penulis, dan judul bukunya.
sistematika buku ini disusun cukup membantu memahami maksud penulisnya. tentang hiper-realitas yang sudah lama disinggung, dan mau tak mau menjadikan kajian semiotika dan pengaruh tanda2 menjadi harus dipahami secara tidak biasa.
Profile Image for Hasanul Rizqa.
2 reviews
May 24, 2013
Buku yang bagus sebagai sumber referensi. Piliang menyajikan cakrawala yang luas dalam pemahaman tentang postmodernisme terutama di bidang estetika dan seni. Analisis yang mendalam dan penjelasan yang mudah dimengerti adalah beberapa kelebihan buku ini. Sayangnya, masih banyak kesalahan tulis dalam hal tata bahasa.
88 reviews3 followers
October 31, 2007
Pnejelasan yang menarik karena gaya bahasa Piliang yang provokatif dan hiperbolis. Kalau aku beberapa kali tersenyum sendiri dan menerutkan dahi, itu lebih karena sifat subjek yang sedang dibahas, bukan pembahasnya. Buku ini bagus karena penulisnya.
Profile Image for Darara.
6 reviews
March 19, 2013
gaya penulisan dan pembahasannya enak.
bukan berarti lantas saya jadi ngerti semiotika, hipersemiotika, postmodernisme, dan blablabla. tapi buku ini bagus lah buat nambah wawasan dan cara pandang :)
Profile Image for za.
130 reviews21 followers
September 4, 2007
Wah teler juga baca buku ini. Capek karena terlalu banyak istilah baru bagiku. Aku cuma tahan baca 2 bab dari buku ini, termasuk pengantar. Buku ini aku pinjam dari Didot, temanku anak DKV.
Profile Image for anis Ahmad.
47 reviews13 followers
January 22, 2008
bagus, sebuah bacaan yang mengantarkan kita pada sebuah realitas yang dinamakan dengan posmodern,kalau ga percaya baca sendiri....
Profile Image for Christian Pramudia.
Author 1 book7 followers
June 12, 2014
Buku ini memberi tafsir kultural yang bisa aku mengerti. Menurutku sih, rumit, tapi kalo aku baca-baca lagi, aku bisa ngerti, kok....
Profile Image for mharipin.
86 reviews7 followers
March 29, 2011
sy suka sekali dengan buku ini. pertama baca tahun 2003, edisi pertama. terpana. salah satu edisi 'Yasraf' yg edaan! tak sabar menunggu karya2 lainnya dari dosen FSRD ITB ini..
Profile Image for Ali.
25 reviews
December 26, 2012
cukup cerkas untuk sebagai pengantar semiotika.
Displaying 1 - 17 of 17 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.