Jump to ratings and reviews
Rate this book

Autumn Once More

Rate this book
Cinta < adj >: suka sekali; sayang benar; kasih sekali; terpikat.

Ada bahagia dan kepedihan dalam cinta. Cinta yang terpendam menimbulkan resah, pengkhianatan pun tak lepas dari cinta, atau bahkan cinta berlebihan sehingga menyesakkan. Galau dan rindu pun dituturkan dalam ribuan kata di buku ini.

Autumn Once More membawa kita ke banyak sisi cinta dari kumpulan pengarang, mulai dari pengarang profesional hingga editor yang harus jadi pengarang “dadakan” dan menunjukkan kreativitas mereka dalam tema abadi sepanjang masa.

Inilah tumpahan rasa dan obsesi karya aliaZalea, Anastasia Aemilia, Christina Juzwar, Harriska Adiati, Hetih Rusli, Ika Natassa, Ilana Tan, Lea Agustina Citra, Meilia Kusumadewi, Nina Addison, Nina Andiana, Rosi L. Simamora, dan Shandy Tan.


* Semua royalti buku ini akan disumbangkan ke Dana Kemanusiaan Kompas untuk membantu sesama kita...

232 pages, Mass Market Paperback

First published April 6, 2013

185 people are currently reading
3987 people want to read

About the author

Ilana Tan

16 books1,913 followers
Ilana Tan adalah seorang novelis Indonesia yang dikenal karena menulis 4 novel roman yang masing-masing novelnya disajikan dengan cerita yang latarnya berbeda-beda. Novel Ilana Tan memiliki keunikan, yaitu tokoh-tokoh dari novel yang satu dengan novel yang lainnya saling berkaitan.[1]
Novel pertamanya berjudul Summer in Seoul, novel keduanya berjudul Autumn in Paris, novel ketiganya berjudul Winter in Tokyo dan novel keempatnya berjudul Spring in London. Masing-masing novel diceritakan di kota-kota besar di dunia, yaitu Seoul (Korea Selatan), Paris (Perancis), Tokyo (Jepang), dan London (Inggris). Dan masing-masing novel diceritakan di musim yang berbeda; Summer (musim panas), Autumn (musim gugur), Winter (musim dingin), dan Spring (musim semi).

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
730 (28%)
4 stars
751 (28%)
3 stars
872 (33%)
2 stars
200 (7%)
1 star
53 (2%)
Displaying 1 - 30 of 264 reviews
Profile Image for Yuli Pritania.
Author 24 books286 followers
April 2, 2015
Yah, pas liat jajaran author di cover buku sih lgsg skeptis, karena sering terkecoh dgn novel2 yg memajang nama2 terkenal tp isinya... bleh, g sesuai cover. Makanya petuah 'don't judge a book by its cover' itu patut diacungi jempol bgt.
Dan sesuai perkiraan, buku ini sama sekali g membantu saya mengubah pendapat itu. Awal2 liat jumlah halaman, cuma 232 dan ada 13 author di dalamnya. Alamat ceritanya bkl gantung, g memuaskan, dsb. Seenggak sukanya saya ama sad ending, saya lbh g suka lg dengan ending yg menggantung.
Karena udh agak lama bacanya, jd saya udah lupa sama cerita2nya. Jadi saya cuma review cerita2 yg saya ingat aja.

Pertama,Be Careful What You Wish For - AliaZalea. Yah, Mbak Alea satu dari dua author (satunya lagi Mbak Esti Kinasih) yg msh bikin betah baca novelnya walaupun make bahasa gaul. N seperti yg sudah saya tebak, endingnya gantung abis. Lagian aneh aja gt ya, udh nge-stalk segitunya, trus pas temen si cowok meninggal n si cowok dgn berani meluk si cewek di tmpt umum begitu, eh tiba2 si cowok ngilang gt aja. N pas ending tiba2 nongol lg. Hmmm???

Thirty Something - Anastasia Aemilia. Saya orgnya lumayan suka ama cerita2 persahabatan berubah jd cinta (iya tau, ini klise sekali) dan syaa lumayan suka cerita ini, tp berakhir dgn membiarkan diri saya memaki-maki dlm hati. Hellow, i cowok udh minta tunggu, tp si cewek dgn begonya blg, "Being thirty-something and single is not that easy in my family, Erik. You know that." What is that actually? Karakter ceweknya saya masukin ke gunungan cewek tolol yg milih menderita hidupnya demi menyenangkan hati org lain.

Critical Eleven - Ika Natassa. Jujur saja, cara penulisan Ika Natassa bukan favorit saya. Bahasanya yg campur aduk merupakan suatu masalah. Pengarang lain yg jg kayak gini, Sitta Karina, anehnya malah bikin saya nyaman dgn gaya penceritaannya yg mencampur bnyk bahasa. N Mbak Ika cuma ngegabungin dua bahasa tp saya ngerasa g nyaman. Kembali ke mslh selera sebenarnya. Dan stlh membaca Critical Eleven, yg ada di benak saya hanya, "Udah? Gitu doang?" N walaupun kemudian saya tahu ceritanya akan dibuat dlm bentuk novel, saya putuskan itu bukan bacaan yg akan saya pilih, kecuali ada org yg nawarin baca gratis. Bolehlah untuk membuang2 waktu.

Autumn Once More - Ilana Tan. Ngiranya sih lanjutan novel favorit saya yg Autumn In Paris. Soalnya penasaran aja gimana Tara di kemudian hari tanpa Tatsuya. Jd saat membaca, saya mlh mengernyitkan kening dalam2. Pembaca sudah tahu bagaimana akhir hubungan mereka. Si Tatsuya mati. Haruskah kisha mereka di masa lalu, waktu lg jalan2 diceritakan dlm bentuk sebuah cerpen? Menurut saya itu hanya menambah rasa geram pembaca terhadap ending Autumn in Paris. Dan anehnya, di cerpen ini, saya nggak menemukan sesuatu yg spesial. Mereka menghabsikan waktu berdua, berbincang, tp tidak menimbulkan kesan. Hanya datar.

The Unexpected Surprise - Nina Andiana. Hmmm, between mother and daughter. Cukup bikin terharu. Pengorbanan seorang ibu selalu terasa luar biasa sesederhana apapun itu.

Senja yang Sempurna - Rosi L. Simamora. Wah, yg satu ini, bolehlah saya memberikan tepuk tangan. Kesampingkan endingnya yg sedih, tp narasi dan tata bahasanya... WOW. Sebagai anak sastra yg cinta mati sama narasi n kata2 indah, two thumbs up buat Mbak Rosi. Bahasanya... waduh... penuh seni bgt.

Cinta 2 x 24 Jam - Shandy Tan. Cukup satu kalimat, "Saya benci setengah mati sama cerita gay-lesbian."


Yah, mgkn cuma saya saja yg berani ngasih 1 bintang buat kumcer ini. Tp bolehlah novelnya dibeli, kan royaltinya buat disumbangin. Tp dari segi bacaan, stlh dibaca, novel ini saya singkirkan n stlh itu tidak lg diingat. Tidak ada kesan yg tertinggal. Berlalu tanpa arti.
Mungkin selera saya saja yg aneh.
Profile Image for Lea Citra.
Author 13 books58 followers
April 12, 2013
Selalu memberi nilai 5 untuk setiap buku dimana saya ikutan bersumbangsih. Bukan apa-apa, menulis itu tidak mudah (menurut saya) apalagi menerbitkannya menjadi sebuah buku, apalagi kalau harus melibatkan banyak orang seperti kumpulan cerpen. Ini adalah pengalaman kedua saya bekerja sama dengan beberapa penulis, dan prosesnya memang tidak mudah :)

Project Metropop DKK (Dana Kemanusiaan Kompas) diawali dengan seleksi. Saya tidak tahu persis ada berapa penulis GPU yang men-submit tulisannya, yang saya tahu hanya 13 orang termasuk editor GPU yang akhirnya cerpennya diterbitkan. Buat saya tentunya itu prestasi tersendiri & sangat bangga dengan itu, apalagi ternyata sebuku dengan penulis-penulis TOP MARKOTOP Indonesia ^__^

Cerpen saya sendiri judulnya Her Footprints on His Heart...dengan tag line penutupnya "Heaven Knows What's Best for Us."
Ada orang bilang, kalau kita mau nikah, selalu saja ada ujian yang harus kita lalui sebelum nikah. Kebetulan saya sudah nikah, makanya pernah merasakan itu juga, walau ujiannya tidak seperti yang dialami oleh Ariana dan Rendy, kedua tokoh dalam HFoHH (saya singkat saja ya). Saya tidak mau cerita isi cerpen saya, tapi saya mau cerita bagaimana inspirasi itu muncul.

Behind the story
Lagi stalking group friend jaman sekolah dulu di Facebook. Ketemulah foto pernikahan salah satu teman. Anyway teman saya cowok. Pertama saya baru ngeh kalau nama istrinya sama seperti nama cewek yang dulu waktu jaman sekolah jadi idola. Hampir semua anak cowok naksir dia, kecuali si teman saya ini. Dulu saya sempat bilang, "Masa sih kamu nggak naksir dia?" tapi temanku itu kekeuh kalau dia nggak naksir dengan cewek itu.

Malam harinya setelah saya lihat foto itu, nggak tahu bisa disambungkan atau tidak, tapi saya mimpi tunangan saya (yang kok bisa ternyata mukanya adalah muka teman saya itu *tutup muka*) didekati oleh cewek idola yang jadi obsesinya di masa lalu. Saya dan tunangan masuk ke dalam persimpangan antara masa lalu dan masa depan. Mimpi itu terasa nyata sekali, bahkan saya bangun dalam keadaan menangis.

Saking menohoknya di hati, saya lalu menuliskan apa yang saya lihat di mimpi. Lalu berpikir, kalau misalnya teman saya itu ternyata dulu memang mengidolakan si cewek idola (tapi nggak mau ngaku) terus nikah sama cewek dengan nama yang sama karena dia masih terobsesi dengan cewek idola itu, apa yang akan terjadi ya? Bagaimana perasaan cewek yang sebentar lagi akan jadi istrinya itu? Apa yang akan dia lakukan, katakan?

Itulah yang saya angkat dalam cerpen saya ini, dan nulisnya pakai perasaan haru..huhu.

Iseng-iseng kemudian bikin kuis giveaway kumcer Autumn Once More. Pemenangnya menuliskan hal ini andai saja dia jadi cewek yang akan menikah itu:

"Bohong jika kukatakan aku bahagia asal kau bahagia meskipun tanpaku. Tetapi aku akan lebih tidak bahagia jika kau memilihku tetapi hatimu untuknya." twitter: @RigellaRibka

Sekian deh meracaunya. Buat yang penasaran dan belum baca, cepat beli Autumn Once More. Membeli sekaligus mendapatkan banyak manfaat: hiburan, kepuasan hati, berdonasi untuk Dana Kemanusiaan Kompas dan pastinya berperan serta menjadikan karya penulis Indonesia tuan rumah di negerinya sendiri. Hihi...dibayangkan lagi speech di panggung penghargaan Khatulistiwa Literary Award (benar ada speech di panggungnya kan? :D) *salam kompak markompak*
Profile Image for Halida Hanun.
325 reviews13 followers
April 16, 2013
Suka. Suka. Suka. Sama buku ini. salah satu kumcer terbaik yang pernah saya baca. lah ya gimana nggak suka dan nggak bilang bagus, lah wong jaminannya aja nama Ika Natassa, aliaZalea dan Ilana Tan.

umm, sebenernya beli buku ini karena pengen banget baca critical eleven-nya mbak Ika (which is one of my favorite story in this book). tapi cerita lainnya juga bagus-bagus kok.

apalagi para editor GPU yang selama ini berada di balik layar sebuah buku pun ikut menyumbangkan karyanya.

anehnya ya, dari ketiga nama yang sudah saya sebutkan di atas, cuma karya mbak Ika aja yang saya suka banget. cerita lainnya yang saya suka malah dari penulis-penulis yang bahkan karyanya belum pernah saya baca satu pun.

and here it goes, 5 cerita yang paling saya suka (ps: urutan tidak menunjukkan ranking)
1. critical eleven
2. Love is A Verb
3. Cinta 2x24 jam
4. Jack Daniel's vs Orange Juice
5. Thirty Something

inginnya sih bahas cerpennya satu per satu. mungkin nanti deh posting di blog aja.....kalau nggak males. hehehe

review lengkap di [http://halidahanun.blogspot.com/2013/...]
Profile Image for ijul (yuliyono).
815 reviews971 followers
April 9, 2013
Heaven really knows what’s best for us...

Setahu saya, Autumn Once More merupakan kumpulan cerita pendek (kumcer) bergenre metropop pertama yang ditulis secara keroyokan oleh beberapa novelis metropop dan editor GPU. Sedangkan untuk kumcer metropop sendiri sebenarnya sudah ada sejak Jakarta Kafe-nya Tatyana, sampai dengan serial Metropolitan (Nyonya Besar, Tuan Besar, Roman Orang Metropolitan, dsb) karya Threes Emir.

Daya pikat utama yang membuat kumcer ini istimewa tentu saja jajaran para penyumbang tulisannya. Siapa yang tak kenal nama-nama besar semacam Ilana Tan, aliaZalea, atau Ika Natassa? Ketiga penulis tersebut, menurut saya, termasuk novelis metropop terpopuler yang buku-bukunya superlaris bak kacang goreng di pasaran buku Indonesia. Bahkan, menurut mbak Hetih, salah seorang editor GPU, menyebutkan bahwa novelnya Ilana Tan sudah cetak ulang untuk yang ke-26 kali. WOW.

Beruntung, saya bisa membeli dan membaca kumcer ini lebih dulu dibanding pencinta metropop lainnya mengingat kumcer ini dijadwalkan rilis resmi tanggal 11 April 2013 mendatang, sementara saya sudah membeli novel ini hari Sabtu, 6 April 2013, bertepatan dengan #gatheringGPU yang diselenggarakan Gramedia. Sayang, karena ketersediaan bukunya baru ada sore, saya tak sempat lagi berkeliling mendatangi para penulis yang kebetulan berhadir untuk membubuhkan tanda tangan di kumcer ini. Untungnya masih ada mbak Hetih dan Mei yang bersedia ditodong menandatangani kumcer ini. Alhamdulillah.

Berikut adalah kesan-kesan saya pada masing-masing cerita seusai saya menuntaskan-baca kumcer ini.

#1 Be Careful What You Wish For karya aliaZalea. Tipikal khas tulisan Alia. Seksi, menggoda, dan segar. Penulisnya sendiri mengakui bahwa ia menyukai cowok seksi, jadi tak heran jika lagi-lagi tokoh cowok seksi dihadirkan di cerpen ini. Melalui kelebatan fantasi sang tokoh perempuan yang menyimpan hasrat namun tak sanggup berucap, cinta mengalir dalam tempo cepat dan membius. Sayangnya, karena ruang yang terbatas, fantasi romantis nan seksi itu seolah kurang tersalurkan.

#2 Thirty Something karya Anastasia Aemilia. Huwaaaaaaaa....saya langsung jatuh suka pada cerita ini sejak kalimat pembukanya dengan segala keribetan yang dihadirkan untuk tokoh utama perempuan dalam cerpen ini. Belum lagi pada inti ceritanya yang meskipun lagi-lagi tentang tema klise: soal sahabat yang memendam rasa. Tapi, tema usang itu tetap saja menghipnotis saya. Tak ragu lagi, cerpen ini menjadi salah satu favorit saya di kumcer ini. Ringkas, tangkas, dan dikemas cerdas.

#3 Stuck With You karya Christina Juzwar. Hmm, awalnya sempat mau protes, ya masak lift kantor bisa rusak terus-terusan gitu, sih? Saya berharap itu akal-akalan si tokoh utama laki-laki demi menggaet si tokoh utama perempuan, tapi tidak, itu murni kerusakan, yang agak absurd menurut saya. Yang juga sayang menurut saya adalah tokoh Haris yang tak tergali maksimal, ujug-ujug dia divonis playboy hingga si tokoh perempuan tak lagi mencintainya dan mengalihkan cintanya pada si tokoh utama laki-laki. Tapi, saya merasakan aura romantisme menguar manis di cerita ini.

#4 Jack Daniel’s vs Orange Juice karya Harriska Adiati. Well, definitely, this is my second favorite of this short-story collection. Persahabatan para cowok di kota besar, pasti relatable banget buat saya. Dengan dialog dan kalimat yang efektif, cerpen ini mengalir mulus hingga pada ritme konflik dan solusi yang dipilih untuk mengakhiri konfliknya. Satu kata, SERU!

#5 Tak Ada Yang Mencintaimu Seperti Aku karya Hetih Rusli. Filosofis, dalam, kalimat bersayap, dan membiarkan pembaca menentukan sendiri interpretasi masing-masing. Saya menangkap tema cinta yang posesif, cinta yang cenderung ke arah psikopat. Saya berharap ada lebih banyak interaksi untuk menegaskan ‘cinta yang sakit’ itu.

#6 Critical Eleven karya Ika Natassa. Dari segi gaya menulis, saya sudah takluk pada tulisan seorang Ika Natassa. Sudah pasti saya akan dibawanya hanyut ke mana pun dia menghanyutkan saya. Kalimat modern terkemas manis dalam penggalan kalimat yang menurut saya selalu memiliki makna. Dari cerpen inilah quote-quote keren bisa di-copy paste, jika dibandingkan dengan cerpen yang lain. Saya tahunya, Critical Eleven ini direncanakan untuk menjadi novel, jadi cerpen ini serupa teaser bagi saya, untuk mengenali kedua tokoh utamanya sehingga cukup membuat saya tak sabar menunggu novelnya.

#7 Autumn Once More (Autumn in Paris: Side Story) karya Ilana Tan. Jujur saja, saya mungkin salah satu anomali dari sekian banyak pencinta metropop karena saya sebenarnya tak begitu menyukai karya-karya Ilana Tan, kecuali Winter in Tokyo. Bahkan ingatan saya akan Autumn in Paris pun dipenuhi ketidakpuasan, jadi ketika membaca cerpen yang diangkat jadi judul kumcer ini, saya tak berekspektasi lebih. Memang manis, romantis, dan menyenangkan, tapi terasa biasa saja buat saya. Entahlah, apakah ada yang salah dengan saya?

#8 Her Footprints on His Heart karya Lea Agustina Citra. Bagi saya, berani mencintai seseorang harus juga berani berkompromi dengan masa lalunya. Itulah yang saya tangkap dari cerpen karya Lea ini. Juga soal melimpahkan kepercayaan. Apakah setelah kita saling meneguhkan tekad untuk memercayai pasangan, begitu si dia dekat dengan orang lain, kita langsung terbakar api cemburu dan mendadak berteriak lantang, “Ingin kubunuh dirinyaaa...”? Well, saya suka tema yang diangkat cerpen ini.

#9 Love is a Verb karya Meilia Kusumadewi. Mungkin dari kesemua cerpen yang ada di dalam kumcer, cerpen ini adalah salah satu yang “gue banget”. Jujur, memang bukan tema baru: pasangan yang menuntut perhatian lebih karena selama ini dirasa tak pernah berbicara mesra sedikit pun. Ini pas sekali dengan kondisi saya, yang terkadang tak sanggup merajut kata dan lebih suka mengumbar tindakan. Saya pikir dengan begitu, pasangan akan menyadari betapa besar cinta yang saya semaikan. Nyatanya, manusia itu berbeda-beda, ada pula yang sudah dimanja-manja tetap mengharap seuntai kalimat verbal, “Aku cinta kamu.”

#10 Perkara Bulu Mata karya Nina Addison. Karya debutan Nina, Morning Brew, menjadi salah satu karya perdana yang langsung mencuri perhatian saya. Maka, ketika melihat nama Nina di jajaran penyumbang cerita di kumcer ini, saya bahagia. Dan, benar saja, kisah ringan, segar, dan bernuansa khas metropolis berhasil dihidangkan Nina dengan gaya serial Friends ini dengan apik. Cerpen ini juga relatable banget sama saya karena berkisah soal benih cinta yang tumbuh di antara sahabat dan dikhawatirkan akan merusak persahabatan itu. Sejauh ini, saya setuju dengan ini. Dalam kehidupan nyata, sebisa mungkin saya menghindari jatuh hati pada sahabat. Soalnya jika hubungan tak berjalan, takutnya kami saling menjauhi, padahal kami dalam lingkaran pergaulan yang sama, awkward banget pastinya.

#11 The Unexpected Surprise karya Nina Andiana. Tentang cinta seorang ibu yang tidak berbatas. Meskipun tak diungkapkan terang-terangan, cinta dalam diamnya akan selalu putih untuk anak-anaknya. Nina menghadirkan kisah ini dalam nuansa yang agak datar. Jawaban atas konflik yang dialami tokoh utama agak kurang ‘tak terduga’ menurut saya.

#12 Senja yang Sempurna karya Rosi L. Simamora. Jujur, saya bingung pada cerpen yang ini. Oiya, cerpen ini hampir seluruh kalimatnya bertabur rangkaian kata indah. Namun, justru karena itulah saya merasa cerpen ini ‘nyasar’ di kumcer metropop ini. Kisahnya tentang laki-laki yang baru menyadari bahwa perempuan yang selama ini ada di dekatnya adalah takdirnya, maka ia mencoba memesan senja yang sempurna untuk sang perempuan. Malangnya, ketika pesanan mahal itu ia serahkan padanya, justru perempuan itu berpindah rasa, tetiba ia menyukai hujan.

#13 Cinta 2 x 24 Jam karya Shandy Tan. Well, ini jenis cerita yang dulu pernah ingin saya tulis, hahaha. Tapi, saya tak akan bilang bagian mananya, karena bagian itu yang paling vital, meskipun untuk ukuran cerpen ketika beberapa ratus kata kemudian saya yakin pembaca sudah bisa menduga tokoh utama di cerpen ini itu “apa” dan bukan “siapa”. Soal twist di ending-nya pun sudah terendus di tengah-tengahnya, jadi sisi misterius yang dibangun oleh perasaan melankolis sang tokoh utama hanya bertahan beberapa saat saja, setidaknya bagi saya.

Secara keseluruhan saya menyukai kumcer ini. Paling tidak ada 5 cerita yang menjadi favorit saya: 2, 4, 6, 9, dan 10, dengan cerita ke-2 dan ke-6 menjadi yang terrrrrrfavorit buat saya.

My rating: 4 out of 5 star
Profile Image for Widyanto Gunadi.
107 reviews39 followers
May 15, 2019
Autumn Once More is a collection of short stories composed by many authors compiled in one book. It was published back in 2013 and published by Gramedia Pustaka Utama. I enjoy good romance stories. Ilana, compared to other Indonesian authors of the same genre, utilized polite choice of words to tell the stories in all of her books without hindering the flow of the story. It is compulsively smooth and readable. Regarding the contents of the book, here are my reviews on each story.

Be Careful What You Wish For (aliaZalea) (Score: 3/5): It is a story of a woman who has a secret crush with one guy who worked on the same company as her. It was written with a lot of slang dictions. To be honest, I don’t really enjoy the usage of many slang words in a story. However, for the sake of storytelling purpose, it made the story feels more natural. The stalking part is understandable especially in an era where social media “define” who we are in the eyes of the public. However, stalking is still wrong and I personally prefer to know people better in real life than through social media. The moral of the story is perhaps something that goes like this: If you love someone, tell them, what happens next is for them to decide. Confessing your love for someone is not a crime, after all. You may make them happy actually, no matter what the answer may be in the end. I am serious. If you love someone, you can do crazy things and even throw out your pride just to make that someone knew that you love them.

Thirty Something (Anastasia Aemilia) (Score: 3.5/5): The whole theme of friendship turned to love is maybe the most cliché theme you may ever find in the romance genre. When this is done right, however, it will be great such as this story. Well, I may not be thirty-something of age yet, but I guess, I can imagine how the inner struggle that the female main character must face felt so real and agitating. The ending itself is open enough for more speculations on how the two characters in the story will end up. This is what I like about a short story. The craft is short, but it may leave different interpretation for each reader to think for themselves.

Stuck With You (Christina Juzwar) (Score: 3.0/5): This story may be my least likable story in this compilation. The plot is kind of unnatural and feels forced. The use of the elevator issue as the bridge for the main characters to build up the whole plot is kind of weird. There are enough coincidences to tolerate and this one story has more. One other forced plot development is the part where the other guy being judged as playboy just as he was seen with another girl, thus making the female main character turn her attention immediately to the other male main character, the guy in the blue shirt, she said.

Jack Daniel’s vs Orange Juice (Harriska Adiati) (Score: 4.0/5): The fourth story in, and we are treated with something a bit different from the other preceding stories. It is good to see that the author manages to create a romance story from the point of view of the male character. And it’s very much spot on too, I think, for many guys in a metropolitan setting to think that way about being married. They think being married is something that is very limiting because they still demand and love total freedom of control they have in their own lives before marriage. Our main guy, who has a “wild” free-to-live-as-i-want-to attitude had a crush on a woman who was the daughter of Pak Haji and Bu Hajjah, a very religious family. However, a temporary change of attitude will never work out in the end, right? Again, a moral of the story here: Changes must be real, if they are to be made from your strong resolution for the sake of a better self, rather than to look better in others’ eyes.

Tak Ada Yang Mencintaimu Seperti Aku (Hetih Rusli) (Score: 3.2/5): My another least favorite story in this compilation. The theme of possessive love, with poetic kind of prose that feels kind of exaggerating is definitely not my cup of tea here. The first person point of view made the story falls on the reflective side and does not feel much like a story where the readers would be drawn in and be overwhelmed into the story.

Critical Eleven (Ika Natassa) (Score: 4.2/5): This is one of my two absolute favorites in the book. The story itself as a whole feels just like a teaser to the novel because I know that this Critical Eleven will be a novel-length story. Despite being just like a teaser, the author managed to make me want to read the novel because the way she tells the story was so smooth. The sentences in the story, however, fall into the mixed up category because the proportion of English and Bahasa is kind of like almost 50:50 here. As for characters, I will give the credit for the female lead because she gives a few relatable insights one of which I still remember was about a bookstore. She said that a bookstore is one of the least discriminative places because all genres of books are there under one roof and that everyone can have a good time there and enjoy doing their own things.

Autumn Once More (Ilana Tan) (Score: 4.6/5): This is my most favorite story out of thirteen stories of this book. As I may have said before, I enjoy good romance stories. And I also like my romance to be polite. Ilana Tan is that one author who manages to achieve both and in such a short story format too. I think that’s what I call natural talent as a writer. This is a side story of her novel “Autumn in Paris”, which has been published before this. So, I suggest you read the novel first if you haven’t before you read this one. Tara Dupont or Tara-chan is a girl which I may relate to someone I know (I won’t tell you who she is, I just know one) because of her gregariousness and sense of curiosities and straightforwardness. I like this character of Ilana Tan’s creation a lot. Her chemistry with Tatsuya to feels solid and natural. The plot itself is actually not that amazing; I guess it’s more of a character-driven type of story.

Her Footprints on His Heart (Lea Agustina Citra) (Score: 4.0/5.0): The one story about first love that comes at the wrong time. This make me remember of Winter in Tokyo by Ilana Tan to some extent especially little details such as fine restaurant and Ramen, also the male lead character being a doctor. It feels like the story is set in Japan like the aforementioned novel by miss Ilana Tan. Thankfully, the ending was satisfying and I personally admire the male lead for his loyalty to his woman. Because you see, sometimes first love doesn’t always work out and this fact also makes the whole story feels even more realistic.

Love is A Verb (Meilia Kusumadewi) (Score: 3.6/5): I guess the title really suits the content well. The plot is about a couple who has a quarrel because of their different views on how they should value their relationship. The female lead thinks that she loved her boyfriend because she shows her love for the world to see. She always shows that she cares for her boyfriend through various social media activities she has with him. While, the male lead, on the contrary, shows his love through real actions rather than words, comments, or anything that has to do with virtual media on the net for the world to see. He thinks that he will make her understand the depth of his love for her even if the world doesn’t know. (This mindset too, what I personally try to apply in my real life. It is very relatable for me, the way the male lead acts here.) It’s cliché but in a good way. However, I don’t like the female character much because she was just too overwhelming for me to sympathize with. The use of slang words is also something which I myself don’t really like even if it was necessary to show that the characters’ relationship with one another is close. It’s just doesn’t sound polite to me. I like my romance story told politely.

Perkara Bulu Mata (Nina Addison) (Score: 3.6/5): This is another story with a similar theme of friendship turn to love. Uniquely, this story was told using various points of views from all of the characters involved within it. I score this on par with story number nine because of the choice of words. In addition, I like this one better than Thirty Something by Aemilia. This story feels more realistic. The theme of platonic love turned into romantic love was conveyed more convincingly here even if the determining factor for Vira, one of the female leads, to realize her feelings was a bit funny. You will understand this once you have read it. Romance done in this way (read: a lot of points of views) is a very refreshing take among the other stories compiled here. The ending here is also open enough for the readers to speculate over more than one possibilities on how the characters will actually end up. Will they finally decide to love or keep their friendship? It’s a risky decision, I see.

The Unexpected Surprise (Nina Andiana) (Score: 4.0/5): Familial love is really more beautiful, is it not? This story depicts the love of a single parent and mother for her daughter through her continuous attention for her daughter’s needs. The daughter was somehow ungrateful with her attention and thinks it was just an annoyance because she really feels that she knows more about her world, journalism, better than her mother does. The whole story feels rather flat, to be honest, even if the theme is something a little different compared to the other stories. It may be because there is no real “sharp” conflict involved in the story. I remember, once, I also created a short story with familial love as the core topic that I wanted to present. So, I kind of knows how it was not so easy to create one story like this and in short story format too. Practice makes perfect I guess. This author has potential to be better and big like miss Ilana or Ika Natassa.

Senja Yang Sempurna (Rosi L. Simamora) (Score: 3.3/5): This story is very difficult for me to review since it has a very “poetic” feel to it which I think can have the readers speculate many different interpretations as to the whole meaning of the text. But, as for me, I think this story is a rather sad one because the male lead is a closed individual who secretly loves a woman. The woman was also in love but she thinks that he doesn’t feel the same because of his closed personality. Since he was not brave enough to clear this up, he ended up being disappointed because her love for him has changed. The choice of words is beautiful though it was not very easy to comprehend, and as a standalone story, this one doesn’t really fit the whole Metropop thing and maybe better fitted into a more classic literary compilation.

Cinta 2x24 Jam (Shandy Tan) (Score: 3.5/5): The last story and probably the funniest one in this book. It is a predictable story even the twist at the end does not really surprise me. This is placed as the last story, I think, was a wise choice because after the previous story being really poetic, this one is a really easy story to get into. It was not a really impressive story as a whole, but as a closer, its rather unconventional theme of “love” was memorable enough for me. After all, the author seems like a very experienced writer who has written many stories. These experiences prove their merit in this particular piece of literature.

Finally, to sum it all up, this book really deserves a score of 4 out of 5 from me. This is a very entertaining reading just for that value alone. If you’re looking for something more complex and challenging to read, this book may not be for you. However, if you enjoy something light and especially enjoy romance, you might want to give this one a try!

You can read my review of the book and a few others here: http://simplyreviews101.blogspot.co.id/ Thank you! Happy reading!
Profile Image for Winna.
Author 17 books1,967 followers
May 11, 2013
Jarang menemukan kumcer yang seluruhnya berisi metropop, jadi idenya unik :) Saya cukup menikmati beberapa cerita di dalamnya, tapi ada beberapa juga yang dari segi tema, eksplorasi dan gaya menulis sangat berbeda dibanding kumpulan cerita yang lain. Meskipun memperkaya keseluruhan buku dan melengkapinya, dan tentunya wajar, karena memang penulisnya toh berbeda-beda, kadang terasa agak janggal saat menemukannya kurang senapas dengan yang lain.
Profile Image for Katherine 黄爱芬.
2,424 reviews291 followers
September 14, 2021
Kumpulan cerpen metropop Indonesia yg bikin saya geleng² kepala saking parahnya karakter² mrk.

🍂 Novella pertama di buku ini oleh Aliazalea, author beken. Saya tercengang apa gak creepy gitu tiba² dicium oleh org asing (walau lu ngepens dari dulu). Just like totally falling in love with psychopath.

🍂 Novella kedua juga gak kalah anehnya. Si heroine (bisa ya 🤔) ditunangkan paksa dan masih niat bangettt dgn pria gebetannya spy gak melupakan dirinya. Lu mau yg mana woyyy? Serakah bangettt sih jd cewq 🙄

🍂 Novella ketiga bahasanya kaku. Lagi² heroine yg oon (atau pemalas ya 🤔) udh tau lift nya itu bermasalah banget, tapi teteup nekad menggunakannya sampai 3x stuck di lift. Oh-em-ji 🙄🙄🙄

🍂 Begitu pula novella² lainnya, gak ada yg sreg di hati saya. Rata² galau yg bodoh sekali. Ada yg gara² mantan balik, langsung baper. Ada yg punya pacar gak komen di IG nya langsung galau 🙄🙄🙄 dan banyak ketakutan² perempuan ala sinetron Indonesia, yg gak penting dibesar-besarkan.

Kalau liat kualitas penulis beken aja pd begini, gimana yg gak beken ya 🤔
Profile Image for Ra..
123 reviews14 followers
February 11, 2024
Such a quick read. Karena ini kumcer dan semuanya bergenre romance, jadi cocok untuk mengobati reading slump apalagi yg pengen nyoba baca romance ataupun penyuka romance itu sendiri 🫶

My personal favorite:
- Stuck with You
- Critical Eleven
- Her Footprints on His Heart
- Love is a Verb
- The Unexpected Surprise
- Senja yang Sempurna
Profile Image for ABO.
419 reviews47 followers
April 15, 2013
Buku ini merupakan hasil karya keroyokan dari penulis dan editor yang bercerita tentang sesuatu yang disebut Cinta.
Jujur saja saya tertarik membeli buku ini karena nama Ilana Tan dan Ika Natassa yang merupakan salah dua dari penulis perempuan Indonesia yang saya kagumi karya-karyanya. Apalagi ketika tahu kalau semua royaltinya akan disumbangkan ke Dana Kemanusiaan Kompas.
Okay, izinkan saya untuk mengomentari satu demi satu cerpen di dalam buku ini.

Be Careful What You Wish For (aliaZalea)(3.5/5)
Cerpen ini berhasil membuka mata saya bahwa rasa suka itu kadang bisa lebih menakutkan dari rasa cinta itu sendiri. Karena jika kita menyukai seseorang secara tidak sadar kita nge-stalk (bahkan menguntit) orang itu. Pun begitu dengan hal yang kau harapkan, hati-hati! ;)

Thirty Something (Anastasia Aemilia) (4/5)
Tema klise seperti cinta tak terucap, sahabat jadi cinta dan perjodohan mampu diramu dengan baik oleh pengarangnya.

Stuck With You (Christina Juzwar)(3.5/5)
Saya takut jangan-jangan setelah membaca cerpen ini para wanita single malah rela naik turun lift agar bisa terjebak bareng bos ganteng XD

Jack Daniel's vs Orange Juice (Harriska Adiati) (3.5/5)
Salut buat si pengarang yang mampu membuat cerpen dengan sudut pandang seorang cowok. Keren.

Tak Ada yang Mencintaimu Seperti Aku (Hetil Rusli) (2.5/5)
Cinta memang terkadang bisa membuat seseorang berpikiran di luar akal sehat. Sadis.

Critical Eleven (Ika Natassa) (4.5/5)
And, here it is, cerpen yang merupakan "teaser" dari proyek terbaru Ika Natassa (yang katanya terbit tahun 2015). Kak Ika, kalau untuk urusan membuat pembacanya penasaran kau juaranya!

Autumn Once More (Ilana Tan) (5/5)
Masih ingat Tara Dupont? Tatsuya Fujisawa? Yup, cerpen ini merupakan side story dari salah satu tetralogi musim karya Ilana Tan, Autumn in Paris. Buat yang suka Autumn in Paris pokoknya kudu harus wajib baca cerpen ini! THANK YOU ILANA TAN KAU SUDAH MEMBUATKU MERASA PUAS BISA "BERTEMU" LAGI DENGAN TARA DUPONT!!! *capslock jebol* *peluk Tara-chan*

Her Footprints on His Heart (Lea Agustina Citra) (3.5/5)
Cinta sejati itu tak harus melepaskan. Cinta pertama itu tak selamanya never dies :))

Love is a Verb (Melia Kusumadewi) (3/5)
Kesel sama tokoh utamanya yang terlalu lebay -___- soal like di facebook malah dipermasalahkan.

Perkara Bulu Mata (Nina Addison) (4.5/5)
POV yang banyak tidak membuat pusing malah bikin ceritanya jadi beda, yah walaupun lagi-lagi tema klise. Sahabat jadi cinta eits, tunggu dulu. Yang uniknya lagi, semuanya gara-gara BULU MATA!!!

The Unexpected Surprise (Nina Andiana) (3/5)
Lumayan. Yang beda adalah temanya tentang cinta keluarga.

Senja yang Sempurna (Rosi L. Simamora) (2/5)
Absurd. Maaf, kayaknya otak saya yang nggak nyampe ke inti cerpen ini XD

Cinta 2 x 24 Jam (Shandy Tan)
Cinta yang diceritakan melalui sekuntum bunga mawar. Kocak. Tapi twistnya mudah ditebak. ;)

Secara keseluruhan semua cerpen di buku ini berhasil menghibur saya. Semoga setelah ini nanti akan terbit lagi kumpulan cerpen metropop lainnya.
Profile Image for lily.
101 reviews
January 7, 2017
2.5 stars.

Autumn Once More is a compilation of short stories by different authors. While reading this book, I found that all stories share a common theme: ups and downs of loving someone such as regret of taking other for granted; unreciprocated feeling; how relationship went ugly; etc. All of the stories end in a sad conclusion except for few which implied a little hope for the relationship to go right.

Overall, this book was painfully boring. There are many reasons such as a cliche plot, author's inability to tell the story in just few pages, missing resolution, underdeveloped characters which didn't make me care, or simply because the story is too absurd (I'm looking at you, Be Careful What You Wish For)

Amongst the very-much-so-so stories (which made my standard became low), there are few that managed to stand out and shine: Perkara Bulu Mata & Critical Eleven. Honorable mention to Autumn Once More.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book267 followers
April 18, 2013
Bagaimana rasanya jika penulis dan editor metropop (salah satu genre fiksi terpopuler dari GPU) berkumpul dan menulis bersama dalam satu buku? Jawaban saya hanya satu, “wajib punya buku itu”. Dan begitu bukunya tiba di tangan, saya langsung menyimpan buku lain yang sementara saya baca, dan memulai menikmati buku ini. Sampulnya yang “tidak biasa” saja sudah membuat saya kagum dan sedikit repot ketika harus menyampulnya lagi dengan plastik seperti kebiasaan saya. Warna merah berpadu kuning serta ilustrasi pohon cinta pada sampulnya jelas eye catching.

Dalam buku ini ada 13 cerpen oleh 13 penulis berbeda. Saya akn mencoba menuliskan inti cerita dari masing-masing cerpen tersebut.

1. Be Careful What You Wish For (by AliaZalea). Banyak orang bilang cinta terkdang membuat pikiran tidak rasional. Ketika “aku” berjanji akan segera menyatakan cinta pada cowok yang disukainya ketika bertemu sekali lagi, tanpa disangka alam berkonspirasi membuat mereka bertemu.

“HOLY CRAP, HE’S BACK!!! Are you kidding me?!”


2. Thirty Something (by Anastasia Aemilia). Rachel tidak menyangka dia akan dijodohkan oleh eyangnya dengan seorang pemuda bernama Artha. Sementara dirinya sedang merasakan “perasaan aneh” pada sahabatnya, Erik yang sebentar lagi akan bekerja di luar negeri. Dan Rachel lebih tidak menyangka lagi ketika Erik tiba-tiba mencium bibirnya dan mengajaknya ikut ke Jepang. Apa yang harus dilakukakannya?

“Being thirty-something and single is not that easy in my family…”


3. Stuck With You (by Christina Juzwar). Hari pertama kerja langsung ketemu dengan atasan cowok yang sok ngatur ternyata lebih menyebalkan daripada harus stuck di dalam lift dengan atasan cowok yang sinis itu.

“ternyata terjebak di lift nggak buruk-buruk amat kok.”


4. Jack Daniel’s vs Orange Juice (by Harriska Adiati). Kalau orang tua dihadapakan pada dua pilihan calon menantu, mana yang dipilih, calon menantu yang minumannya Jack Daniels atau orang juice? Kalau orangtuanya Pak Haji dan Bu Hajjah udah jelas kali ya… Tapi bisa-bisanya Dennys khilaf dan berkata,

“Assalamuailaikum, Pak Haji. Mau ke mana subuh-subuh begini? Nggak takut masuk angin, Pak? Ha-ha-ha”


5. Tak Ada yang Mencintaimu Seperti Aku (by Hetih Rusli). Kalimat itu terue menerus berulang di otakku, menggemakan teriakan yang tersumbat di tenggorokanku. Aku mencintaimu penuh ruah, terutama di malam hari.

“Kau selalu bilang aku orang yang terlalu melankolis terlalu banyak berpikir, tapi aku tak berpikir panjang kali ini”


6. Critical Eleven (by Ika Natassa). I have no idea where I’m heading in life. Itulah sebabnya Tanya menyukai bandara dan tiga huruf tujuan yang tercetak di boarding pass. Keren untuk dipamerkan di media sosial tetapi cukup miris mengingat tidak ada tujuan pulang.

“Critical 11 is when the aircraft is most vulnerable to any danger. It’s kinda the same with meeting people.“


7. Autumn Once More (by Ilana Tan). Bagi penggemar novel Autumn in Paris, harus baca yang satu ini. Misteriusnya Tatsuya akan terbuka di sini.

“Tatsuya tidak mungkin mengatakannya sekarang, Kesadaran baru itu juga masih baru baginya.”


8. Her Footprints on His Heart (by Lea Agustina Citra). Kehadiran Rendy di sisi Ariana adalah hal terindah yang pernah terjadi dalam hidupnya. Sejak Anne mencampakkan Rendy sewaktu SMA dulu, Ariana selalu menjadi tempat pelipur lara bagi Rendy. Bagaimana jika Anne hadir lagi, di saat mereka sedang merencanakan pernikahan?

”Heaven really knows what’s best for us“


9. Love is a Verb (by Meilia Kusumadewi). Punya pacar yang ga perhatian? Yang ga pernah meninggalkan komentar di status facebook, atau sekedar “like” salah satu jepretan Instagram-mu? Sementara di status atau instagram milik perempuan lain selalu ada jejaknya? Huh..!!

“Tuhan, kenapa dia begitu sama aku? Aku hanya ingin diperhatikan”


10. Perkara Bulu Mata (by Nina Addison). Siapa sangka hanya dengan memandang bulu mata seseorang kamu bisa suka pada orang itu? Lalu bagaimana jika orang itu adalah sahabatmu sendiri? Tega ga sih mengorbankan persahabatan demi rasa cinta?

“Kalau memang harus kutelan bulat-bulat perasaan ini, well so be it“.


11. The Unexpected Surprise (by Nina Andiana). Pulang ke rumah Mama bukan hal yang menyenangkan bagi Mita. Sejak kepergian Papa, Mama berasa makin ga kompak aja dengan Mita. Mama yang perempuan rumahan tidak akan pernah mengerti kehidupan Mita sebagai wanita karier.

“Embrace the unexpected surprise that life throws you every now and then“.


12. Senja Yang Sempurna (by Rosi L. Simamora). Aku akan memberikan sebuah senja yang kupesan khusus untuk perempuan yang telah bertahun-tahun lamanya mencintaiku. Tetapi siapa sangka saat ini dia justru menyukai selimut hujan yang tebal?

“Meninggalkanmu bukan sesuatu yang mudah, kamu tahu?”


13. Cinta 2 x 24 Jam (by Shandy Tan). Pak Lingga itu lebih cakep daripada Lee Min Ho. Penampilannya membuat cewek-cewek menganga dan melotot. Dan aku punya kesempatan bertemu dengannya hari ini. Tapi bagaimana cara menarik perhatiannya?

“Perpisahan sementara akan kuanggap sebagai bumbu rindu sampai kami bertemu lagi besok pagi”.


****

Bagaimana? Belum puas? Hohoho… saya saja yang sudah baca bukunya belum puas kok.. Rasanya pengen minta tambah lagi. Ada bocoran dari Ika Natassa, kalau cerpennya dalam buku ini adalah pengantar untuk novel yang akan diterbitkannya di tahun 2015 (wuih.. lama banget ya). Yang menarik adalah beberapa penulis dalam buku ini profesinya adalah editor di GPU, seperti mbak Hetih Rusli. Tetapi karyanya layak lho disandingkan dengan penulis yang sudah melahirkan beberapa novel.

Kalau disuruh memilih cerpen mana yang paling bagus di antara ke-13 cerpen di atas, jujur saja susah memilihnya. Tetapi cerpen Her Footprint on His Heart sama The Unexpected Surprise bikin saya nangis pas baca. Trus cerpen yang berjudul Love is a Verb bikin saya senyum-senyum tertohok. Trus yang Thirty Something dan Critical Eleven pesan moral-nya dapat banget.

Jadi… buat yang mengaku penggemar romance apalagi metropop, sekali lagi buku ini wajib kudu dikoleksi dan dibaca. Apalagi semua royalti buku ini disumbangkan ke Dana Kemanusiaan Kompas. Kapan lagi membantu sesama dengan cara yang menyenangkan seperti ini?
Profile Image for Dedul Faithful.
Author 7 books23 followers
October 27, 2015
Ketika di perpustakaan saya bingung memilih buku fiksi yang cocok untuk saya pinjam menemani buku Akuntansi orderan teman berhubung dia gak punya kartu perpus kampus. Saat itu saya melipir ke rak fiksi dan espektasi saya selalu ingin membaca hal-hal baru. Berhubung bacaan Metropop yang pernah saya baca hanya karangan-karangan Ilana Tan, pada akhirnya saya menjatuhkan pilihan kepada buku bersampul merah darah dengan siluet pohon. Yups, Autumn Once More yang sampulnya bisa saja bikin mata terus-menerus merasa teduh.
Ada tiga belas cerpen di dalam buku ini, semuanya bergenre Metropop alias menitikberatkan ke konflik orang-orang dewasa perkotaan. Dibuka dengan cerpen pertama karangan aliaZalea, saya sempat-sempatnya skip beberapa bagian di cerita ini. Judulnya sih Be Careful What You Wish For, ceritanya tentang tokoh wanita yang cinta diam-diam dengan teman pria satu gedung kantornya. Cukup menarik karena cerpen ini mengingatkan saya pada cerita terakhir di buku Berjuta Rasanya Tere Liye yang kebetulan baru saja sebelumnya saya nikmati. Bedanya di cerita ini tokoh wanitanya saja yang rela memendam perasaannya terus-menerus, juga superberat kepo sama pria yang ditaksirnya. Tidak ada hint bagaimana perasaan prianya. Pesan dari cerita ini adalah kadang perasaan lebih baik diungkapkan jika kita memang tidak siap mengetahui apakah hati kita akan kuat atau tidak jika takdir berkata pahit.
Lalu cerita-cerita selanjutnya saya nikmati dengan acak. Beberapa cerita melebihi rasa penasaran saya ketika membaca sehingga saya ucapkan bahwa cerpen-cerpen tersebut berhasil dikategorikan sebagai cerita yang keren. Sebut saja cerita Jack Daniel’s vs Orange Juice karangan Harriska Adiati yang diceritakan dari sudut pandang cowok begajulan yang tiba-tiba tobat karena merasa tertarik dengan tetangga barunya, cewek baik-baik yang islami banget anak pak haji. Ia melakukan banyak perubahan demi agar mendapatkan perhatian, agar bisa mendapatkan jodoh sesegera mungkin. Yang bikin menarik ending dan pengolahan ceritanya itu lho, gak menye-menye gak jelas. Juga satu lagi cerita dari Nina Addison yang berjudul Perkara Bulu Mata, asli ceritanya pake unexpected ending banget-nget-nget. Udah gitu meskipun konfliknya familiar, penulis gak nulisnya pake gaya mainstream gitu. Ceritanya mengenai kelompok pertemanan orang dewasa yang terdiri dari dua pria dan dua wanita. Dan hubungan mereka berempat sedikit goyah karena ada cinta di salah satu dari mereka. Cinta yang ditunjukkan untuk orang di dalam grup itu tentunya.

Untuk cerita-cerita lainnya saya bilang average lah ya. Untuk bisa dibilang sebuah cerita, semuanya rata-rata sudah menenuhi unsur standar cerpen. Kalau saya harus bilang beberapa hal yang membuat saya tidak suka dengan buku ini mungkin karena beberapa cerita ada yang gak selaras tema, dan gak nyambung gaya penceritaannya kali ya, padahal udah pakai label Metropop gitu di bukunya. Sebut saja cerita Senja yang Sempurna karya Rosi L. Simamora sama The Unexpected Surprise-nya Nina Andiana, ceritanya Mbak Rosi nyastra gitu, sedangkan cerita Nina Andiana ngebahas tentang hubungan cewek metropolitan sama ibunya. Sedangkan cerita-cerita lainnya yups, ada juga yang endingnya menyentak contohnya cerita terakhir karya Shandy Tan judulnya Cinta 2x24 Jam. Ada juga yang merupakan side story novel, ada Critical Eleven dan Autumn Once More-nya Ilana Tan, kedunya kalau dibaca akan menimbulkan efek geli sendiri kalau tahu versi novelnya.
Cerita-cerita lain pun tak kalah menariknya. Intinya tiga belas cerita di Autumn Once More bisa lah ya menemani weekend saya yang sendu-sendu-teduh. Saya harapkan GPU ngeluarin lagi dong kumcer dengan genre selaras. Kalau kumcer teenlit udah ada, Metropop ya yang ini, mungkin kumcer Amore barangkali? Atau kumcer YA gitu? Pokoknya ditunggu aja deh ya![]
Profile Image for Lelita P..
632 reviews58 followers
May 5, 2013

Sekarang memang sudah bukan zamannya kumcer seperti pada awal 2000-an. Membaca kumcer memang punya sensasi tersendiri, yaitu harus mau "diajak lompat-lompat". Waktu asyik menikmati cerita yang ini, eh tahu-tahu ceritanya abis dan harus lompat ke cerita lain. Harus kembali berkonsentrasi memahami latar baru, tokoh baru, jalan cerita baru. Makanya, terkadang orang males baca kumcer.

Tapi ... tergantung kumcernya sih. Kumcer yang ini cukup bagus, kok.

Autumn Once More, buku antologi terbitan Gramedia Pustaka Utama yang menyuguhkan cerpen-cerpen Metropop karya penulis dan editor GPU. Cerpen-cerpen ini kebanyakan bertema cinta dewasa, tetapi dikemas dengan ringan dan sarat makna. Bacaan yang ringan dan menghibur, betul-betul bisa dinikmati tanpa terlalu berpikir. Saya terutama menyukai jenis tulisan [font] yang dipilih untuk buku ini. Sepertinya Corbel atau Segoe UI ... saya belum ngecek ke Microsoft Word, tapi yang jelas font itu bagus dan enak dibaca.

Hampir semua cerpen di sini menggunakan kata ganti orang pertama. Ada beberapa yang enggak, sih. Salah satunya cerpen Ilana Tan, yang dijadikan judul antologi ini: Autumn Once More (yang merupakan cerita sampingan dari salah satu karya ybs, Autumn In Paris).

Sebagian besar cerpen di sini mengambil karakter dari kalangan menengah ke atas--budaya eksekutif, orang dewasa di kota metropolitan. Namanya juga metropop... jadi wajar kelas sosial itulah yang mendominasi buku ini. Tapi bisa jadi pembaca yang kelas sosialnya tidak di situ akan merasa agak gimanaaa gitu setelah membaca. Dan beberapa cerita agak pasaran sehingga "kesan FTV" memang jadi cukup lekat di beberapa cerpen.

Namun, di luar kelemahan-kelemahan tersebut, secara keseluruhan membaca kumcer ini sangat menyenangkan karena betul-betul ringan. Yang agak "nyastra" dan butuh konsentrasi lebih cuma dua cerita, punyanya Mbak Hetih Rusli sama Mbak Rosi L. Simamora. Jadi ... kumcer ini cocok banget buat menyegarkan otak yang pengin bacaan untuk hiburan. Ada banyak pelajaran juga yang bisa diambil dari sini, terutama soal hubungan percintaan. :)
Profile Image for Hobby.
1,062 reviews2 followers
June 11, 2013
Judul Asli : AUTUMN ONCE MORE [ Kumcer Metropop ]
Penulis : AliaZalea, Anastastia Aemilia, Christina Juzwar, Harriska Adiati, Hetih Rusli, Ika Natassa, Ilana Tan, Lea Agustina Citra, Meilia Kusumadewi, Nina Addison, Nina Andiana, Rosi L. Simamora, Shandy Tan
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Editor : Tim Editor GPU
Desain sampul : Marcel A.W.
Lay-out : @bayu_kimong
Cetakan I : April 2013 ; 232 hlm
Rate : 3,5 of 5

Cinta (Love) bisa ditemukan dalam berbagai bentuk dan dalam kondisi yang berbeda. Dan bagaimana jika beberapa penulis diminta melakukan sebuah interpretasi akan makna ‘Cinta’ dalam sajian cerita pendek ? Sebuah ‘Badai-Cinta’ akan melanda setiap orang yang membuka buku ini dan hanyut dalam larutan kisah yang memberikan gejolak, kemarahan, kegelisahan, kesedihan, kebahagiaan, kedamaian, ketenangan, rasa gembira hingga ledakan tawa yang mampu menggelitik indera serta kepekaan masing-masing. Disajikan dalam kemasan desain sampul yang simple but quite interesting, tak pelak ini adalah salah satu dari beberapa kumcer yang patut disimak lebih jauh, karena dibalik ‘kesederhanaan’ tampilan serta penuturan para penulis, tersimpan berjuta makna yang sangat dalam.

Cinta adalah Harapan – sebagaimana terangkum dalam perjalanan sosok wanita yang meyukai rekan kerjanya, namun tak memiliki keberanian untuk melangkah lebih jauh hingga sosok yang disukainya pergi ...harapan untuk kesempatan kedua merupakan Impiannya (Be Careful What You Wish For – aliaZalea), dan bagaimana jika kesempatan kedua, ketiga terlewatkan, masihkah Cinta akan setia menunggu sebagaimana senja selalu muncul sesaat menjelang malam tiba ? (Senja Yang Sempurna – Rosi L. Simamora). Harapan juga tumbuh pada diri Tatsuya Fujisawa saat mendapati kenyataan tentang Cinta ketika bersama Tara Dupont, wanita yang telah mengisi hari-harinya belakangan ini (Autumn Once More – Ilana Tan)

more about this book, check on my reviews at here :
http://lemarihobbybuku.blogspot.com/2...
Profile Image for Alvina.
732 reviews119 followers
October 13, 2014

Terdiri dari 13 cerita pendek khas metropop, ringan, kadang diselingi humor, kadang bahasanya tinggi macam pujangga jaman dulu kala. Kalau disuruh memilih yang mana yang merupakan favorit saya, mungkin agak susah karena hampir sebagian besar ceritanya memiliki garis besar isu percintaan yang umum. Tak ada yang spesial.

Tapi nanti resensi saya kayak gimana donk kalau ngga ada yang diceritain? Nah untuk itu saya memilih sebuah karya Christina Juzwar yang berjudul Stuck with You. Berawal dari sebuah kejadian lift yang macet, membuat Lita berjumpa dengan Ares pertama kali. Kesannya? Cowok sinis, selalu jutek dan ngga ramah itu ternyata partner kerja Lita. Yah mau ngga mau Lita harus profesional donk, tapi begitulah, awalnya benci lalu jatuh cinta. Klise. Tapi cara penulis membawakan kisahnya amat ringan dan menarik.

Cerita berikutnya berjudul Jack Daniels vs Orange Juice karya Harriska Adiati. Tentang seorang laki laki yang mencoba mengubah kebiasaannya menjadi seorang laki laki yang baik demi seorang gadis cantik putri pak Haji, tetangga barunya. Hihihi, ceritanya unik karena endingnya makjleb gitu deh. Hal hal seperti ini juga sebenarnya ada di sekitar kita atau malah kita yang ngalamin, rela berubah menjadi lebih baik demi gebetan. Ciyeeh.

“Cewek juga menginginkan cowok baik-baik buat jadi suaminya”- 69

Her footprints on his heart karya Lea Agustina Citra juga berkesan buatku. Semacam kisah cinta seorang gadis pesimis akan kisah cintanya karena cewek idaman pacarnya di masa lalu kembali masuk ke kehidupan mereka.

Sayangnya saya kurang suka dengan dua kisah terakhir, mungkin karena ekspektasi saya terlalu simpel, begitu ketemu cerpen yang bahasanya berbunga bunga malah jadi ngga sreg. Yah, bagaimanapun selera orang ngga mesti sama kan yaaa.

Silakan coba baca untuk tahu lebih lengkapnya ^^
Profile Image for Nina Ardianti.
Author 10 books400 followers
April 21, 2013


Saya sebenernya suka malas kalau baca buku yang terdiri dari kumpulan cerpen. Habisan kan sekarang banyak banget tuh, kumcer yang diterbitin--yang kadang-kadang saya sendiri nggak tahu siapa aja penulisnya dan bagaimana gaya tulisan mereka. Dan karena sering merasa kecewa kumcer itu nggak sesuai ekspektasi (jadinya kan bikin nyesel udah beli), maka itu saya berhenti membeli dan membaca kumcer. Tapi karena kumcer ini kontributornya ada beberapa nama-nama yang saya kenal, yang saya memang menyukai karya mereka, tanpa ragu-ragu saya langsung beli.

Yes, saya adalah orang yang kalau udah menyukai cara bercerita seorang penulis (se-cheesy apapun ceritanya) pasti akan terus menerus ngikutin semua karyanya.

Saya nggak akan membahas masing-masing cerpen satu persatu. Udah banyak yang ngebahas kayak gitu. Jadi palingan singkat aja. Menurut saya, overall, bagus. Cuma ada satu atau dua yang kayaknya nyasar aja kalau dilabeli 'metropop' karena jenis bahasa yang digunakan. Ada satu judul yang rasanya kayak 'mentah' kalau aja saya nggak tahu bahwa si penulis udah pernah nerbitin beberapa buku, saya akan berpikir bahwa cerpen ini adalah karya pertamanya. Ada juga yang emang dasarnya not my cup of tea, jadi langsung saya skip nggak baca, hehehe...

Dari semuanya, saya paling suka adalah Jack Daniel’s vs Orange Juice (Harriska Adiati) dan Critical Eleven (Ika Natassa). Well, kalau Ika Natassa sih, nggak usah diragukan yah. Pinter banget merangkai kata-kata. Tapi ini kali pertama saya membaca karya Harriska Adiati, dan sangat menyukainya. Pertemanan laki-laki, bromance ambience-nya dapet banget padahal pasti susah untuk menuangkan banyak hal dengan space yang terbatas. Ceritanya juga lucu dan nyenengin.

So, lumayan untuk bacaan ringan di sabtu siang.
Profile Image for Abiyasha.
Author 3 books14 followers
July 17, 2013
Menurutku, kumpulan cerpen ini nggak ada yang begitu istimewa. Temanya tentang cinta dan beragam jenis cinta.

Dari 13 cerpen yang ada, menurutku yang paling menghibur adalah Jack Daniel's vs Orange Juice, Perkara Bulu Mata, Cinta 2 x 24 Jam. Sangat menghibur dan ringan. Sedangkan Her Footprints On His Heart and Love Is A Verb, menurutku juga bagus, bahkan mungkin, diantara 13 cerpen yg ada, dua cepren itu yang paling kuat karakterisasinya.

Critical 11 ny Mbak Ika, somehow, karena tahu mau dibuat novelnya, jadi berasa bukan cerpen, tapi potongan bab dari novelnya. Tetep bergaya Mbak Ika dan tetep enak buat dibaca. Nggak pengen terlalu antusias karena novelnya baru dua tahun lagi terbit :) Karena kalau terlalu antusias, jatuhnya nanti jadi nggak sabar dan frustasi sndiri

Ada satu cerpen yang menurutku agak 'off topic', The Unexpected Surprise. Sekalipun di blurb-nya disebutkan "Autumn Once More membawa kita ke banyak sisis cinta", kebanyakan cerpennya berisi tentang 'satu sisi' cinta antara dua orang manusia. Jadi, membaca The Unexpected Surprise serasa tema yg diangkat di cerpen itu, nggak selaras sama cerpen2 lainnya.

Anyway, overall, buku yang menghibur dan cocok buat bacaan weekend
Profile Image for Hayati.
245 reviews
May 18, 2013
waktu pertama liat covernya udah langsung jatuh cinta ditambah penulis favorite aku ikut berpartisipasi jadi semakin niat banget buat bacanyaaaaa!! ngga nyesel bacanya cerpennya bagus2 menceritakan tentang manis, pahit, asem tentang cinta (?)
ada beberapa cerpen yang aku suka dan berharap sangaaaaat di jadikan novel pleasee, wkwk. dan cerpen yang aku harapin itu adalah:
1. Be Careful What You Wish For - aliaZalea, yahh aku penggemar berat mbak alea kokoko dan berharap bisa di jadikan novel wkk
2. Thirty Something - Anastasia Aemilia demiiiii yang ini bener2 jadikan novel dong please penasaran sama kelanjutannya wkwk
3. Critical Eleven - Ika Natassa, aaaahh ale wkwk suka ceritanya hanya saja kurang panjang mbak Ika, jadikan novel aja mbak wkwk
4. Perkara Bulu Mata - Nina Addison, yeahh saya suka sama karya mbak nina yg morning brew dan berharap cerpen ini bisa dijadikan novel hehe
dan untuk karya mbak Ilana Tan, ahh cuma bisa bilang aku kangen tatsuya-tara dan nyaris nangis kalau ingat cerita autumn in paris T-T
Profile Image for Anastasia Cynthia.
286 reviews
May 28, 2013
Pada mulanya sangat excited dengan melihat para pengarang yang ikut berkontribusi di dalamnya, terlebih dengan kehadiran Ilana Tan sebagai penulis utama, tapi justru gue pribad tidak merasakan sesuatu yang spesial dari cerita sampingan Autumn in Paris yang sesungguhnya menjadi sebuah hits dalam dunia metropop. Di lain cerita, entah kenapa gue malah sangat terpukau dengan cara penulisan aliaZalea, yang dulu gue selalu menganggap novel-novelnya terlalu standar. Dan terakhir, gue merasa sangat tidak cocok dengan gaya penulisan Ika Natassa, well, walaupun banyak banget teman yang merekomendasikan buku-buku karyanya sebagai bacaan yang worth-read, tapi entah kenapa gue sangat terganggung dengan aksen bilingualnya di sepanjang cerita. Memang terlihat kalau dia sangat fasih di dua bahasa, tapi... ya di sudut pandang lain, gue malah menangkap narasi yang tidak konsisten dan membutuhkan lebih banyak waktu untuk memahami.

Profile Image for Restu Prianti.
18 reviews8 followers
August 11, 2016
Tertarik beli Autumn Once More sebenernya cuma karena pengen baca cerpen Critical Eleven - Ika Natassa yang ada di dalam buku ini. Tidak berharap terlalu banyak, karena pada dasarnya saya tidak terlalu suka kumpulan cerpen. Tapi setelah dibaca satu per satu, ternyata banyak yang menarik.. Dari semuanya, favorit saya dua :D

Cerita pertama yang saya suka dari buku ini adalah Thirty Something milik Anastasia Aemilia. Kisah tentang dua orang sahabat yang sebenarnya saling mencintai (ah, here we go again). Jenis cerita yang selalu saya suka ;) Cerpennya simpel, ngena, dan endingnya bener-bener bikin susah dilupakan. Really love it.

Cerpen selanjutnya tentu saja Critical Eleven. Selalu suka semua tulisannya Ika Natassa. Dialog yang cerdas, plot yang menghanyutkan, dan ending yang bikin penasaran. Cerpen ini sukses membuat saya semakin tidak sabar menunggu novelnya benar-benar terbit. Fuh.

Intinya kumpulan cerpen ini worth to buy. Apalagi buat pecinta metropop... Yay!
Profile Image for Jaka.
43 reviews3 followers
January 28, 2014
Pada awalnya saya sempat ragu untuk membaca novel ini, untungnya ada seorang teman yang rela meminjamkan buku metropop ini.

Novelnya menarik, cerita-ceritanya ada beberapa yang kurang masuk akal, namun ada pula yang alami. Sebenernya membaca kumcer agak berat untuk saya, karena setelah membaca satu cerita, berpindah ke cerita yang lain agak susah membangun emosinya (ceilah).

Walau bukan genre favorit saya, cerita cinta selalu menarik. Bahasanya tidak sulit, mudah dipahami karena hati yang disentuhnya, bukan pikiran. (ceilah)
Profile Image for Ardina Rahma.
134 reviews14 followers
September 22, 2018
Setelah selesai membaca Perkara Bulu Mata, yang awalnya merupakan cerpen di buku ini, juga setelah mengingat bahwa Critical Eleven pada awalnya merupakan cerpen di buku ini, akhirnya aku memutuskan membaca buku ini.

Autumn Once More merupakan buku yang berisi 13 kumpulan cerita pendek. Menariknya, bukan hanya penulis-penulis beken GPU yang terlibat, tapi juga editor GPU menyumbangkan cerita dalam buku ini.

Selain Critical Eleven dan Perkara Bulu Mata, cerpen favoritku adalah :
Her Footprints on His Heart - Lea Agustina, dan
Love is a Verb - Meilia Kusumadewi
Profile Image for Nadira.
73 reviews151 followers
April 13, 2013
What's better than a novel? An anthology, perhaps. Anthology won't engaged you or dragged you too deep like reading a novel, still it affected you just as much. Anthology is a fun light reading and this one is very, very lovely. This one charges your soul.

My favorite: 'Love is a Verb' by Meilia Kusumadewi (not just because it's inspired by John Mayer's song or anything, but still it's a great +1!)
Profile Image for Annisa Nur Widya.
378 reviews
May 2, 2013
Cerita-ceritanya lumayan.

Berdasarkan Goodreads, bintang dua sama artinya dengan it's okay. Dan buku ini benar-benar okay.

Kumpulan-kumpulan cerita ini memang bagus, saya akui. Saya kasih bintang dua bukan karena jelek. Tapi karena saya memang gak pernah bener-bener bisa "masuk" ke dalam cerita pendek.

Mungkin saya harus banyak belajar membaca cerpen. Tapi kadang saya malas hehehehe.
Profile Image for Delta Yordani.
76 reviews1 follower
August 28, 2013
Paling suka beli novel yang ditulis beramai-ramai oleh para penulis, soalnya bisa tau ciri khas penulis nya yang baru pertama kali dibaca karya nya :D

Dan dari sebanyak karya itu, entah kenapa yang lengket diotak saya hanya cerita nomor 8. Her Footprints on His Heart karya Lea Agustina Citra :D
Terasa maniiis dan "jeees" banget saat dibaca :"D.

Profile Image for Retha Aryudhanti.
253 reviews17 followers
April 9, 2013
Thirty Something wajib dijadiin novel sendiri!! KEREN!
Jack Daniel's vs Orange Juice menggiurkan sekali!
of course CRITICAL 11 YG GA SABAR NUNGGUNYA! 2015 KUDU DIMAJUIN!! *menatap nanar punggung Ale*
Profile Image for Feby Sutiadji.
64 reviews10 followers
April 10, 2013
Keren banget. Ga nyesel beli ini. Sayang cuma cerpen, lagi enak2 baca, udah abis aja ceritanya. Jadi pengen baca smua karya para penulis di buku ini.
123 reviews
March 4, 2016
Tunggu review lengkap di redbluestory.wordpress.comcom
PPaling suka sama cerpen pertama karya Alia. Terus cerpen yang menginspirasi itu karya Lea Agustina Citra. Bikin keingat masa lalu. Huh
Displaying 1 - 30 of 264 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.