Hmm..saya jadi makin berani untuk jatuh cinta..hehe,
Mungkin itu kalimat awal yang dapat saya sampaikan setelah saya selesai membacanya. Karena kesejatian cinta itu akan kembali pada Sang pemberi cinta dan karena pecinta itu ada didalam cinta ^_^
Bagi saya, buku ini mengungkapkan apa arti cinta yang sebenarnya dalam pandangan Gibran terhadap semua obyek yang dicintai, ntah itu Tuhannya, Kemanusiaan, Alam semesta, dan Romantik dan bahkan butiran pasir sekalipun jika dijelaskan secara lebih detil dan luas. Dengan 4 karakter yang menjadi pra syarat pecinta yaitu; Kebebasan, keindahan, ketulusan dan penyucian niscaya akan semakin tersingkap selubung cinta dan menuju ke kesejatian dirinya.
Dan seperti yang disampaikan pada pembuka bahwa buku ini sangat metodologis, mulai dari persoalan definisi cinta, kaitannya dengan ranah filsafat, sketsa kehidupan dan corak pemikiran Gibran serta yang mempengaruhinya.
Dengan pendekatan yang sangat menarik beserta analogi sederhana ke kehidupan nyata membuat saya sering 'nyengir' sendiri ketika membaca buku ini, karena mungkin selama ini sering berada diluar jalur makna sebenarnya tentang cinta ketika mencinta. Bekal komplit pengantar menuju ketengah samudra pergumulan cinta, dan banyak kisah, tulisan, referensi serta dongeng sekalipun tentang percintaan yang juga disenggol oleh buku ini yang tentunya juga tidak terlepas dari makna kesejatian cinta sebagaimana yang dimaksud oleh Gibran sendiri.
"Cinta tidak memberikan apa-apa kecuali hanya dirinya, cintapun tidak mengambil apa-apa kecuali dari dirinya, cinta tidak memiliki ataupun dimiliki karena cinta telah cukup untuk cinta"-Kahlil Gibran, The Prophet (Dunia Cinta Filosofis Kahlil Gibran, hlm 76)
"Saat engkau mencinta, janganlah engkau berkata: "Tuhan di hatiku berada", tapi katakan saja:"Dalam Tuhan aku ada"-Kahlil Gibran, The Prophet (Dunia Cinta Filosofis Kahlil Gibran, hlm 88)