Jump to ratings and reviews
Rate this book

Waras di Zaman Edan

Rate this book
Merenung sambil berhumor atau berhumor sambil merenung? Dua-duanya sama saja. Corak itulah yang mewarnai buku ini. Prie GS mengajak kita mengobrol beraneka macam sendi kehidupan, mulai dari hal ringan hingga berat, yang justru kadang kita lupakan begitu saja. Kita akan menemukan banyak humor, kekonyolan, sekaligus hikmah. Pengalamannya yang unik, mengharukan, mendebarkan, bahkan kadang menggelikan, disajikan di dalamnya.

Buku ini memperlihatkan kelebihan Prie GS dalam merangkai kata-kata menjadi cerita yang ringan dan nikmat dibaca oleh siapapun. Prie GS berucap: “Seluruh hal yang saya tulis di buku ini adalah keasyikan saya menangkap aneka kelebatan itu yang menjadi keasyikan saya sejak lama. Tapi lebih dari itu saya menulis karena saya adalah seorang penulis. Penulis yang tidak menulis sama saja dengan suami yang tidak mencintai anak-anak dan istri.”

Selamat membaca, merenung, dan tertawa riang.

252 pages, Paperback

First published April 1, 2013

8 people are currently reading
89 people want to read

About the author

Prie GS

18 books28 followers
Supriyanto atau lebih dikenal dengan nama populernya yaitu Prie GS (Prie Great Spirit),
lahir di Semarang pada tanggal 2 Februari 1965. Ia menyelesaikan sekolah
menengahnya di SMA PGRI Kendal, kemudian melanjutkan studi perguruan
tinggi pada Program Diploma III Seni Musik IKIP Semarang. Tetapi saat ini ia lebih dikenal sebagai seniman dan budayawan.
Pada tahun
1987 bergabung dengan harian Suara Merdeka sebagai kartunis.
Dalam dunia kartunis, beberapa kali ia menjadi pemenang lomba
kartun, baik nasional maupun internasional. Prie GS juga pernah diundang
Japan Foundation untuk pameran dan berdiskusi tentang kartun di Tokyo,
Jepang. Selain itu, ia juga memperdalam ilmu jurnalistiknya di Lembaga Pers
Dr. Sutomo Jakarta.
Beberapa karya berupa buku yang telah ditulisnya antara lain, Nama
Tuhan di Sebuah Kuis (Solo, 2003) dan Merenung Sampai Mati (Solo, 2004).
Di pertengahan tahun 2005, Prie GS mengeluarkan tiga karyanya; More Than
Love (novel remaja), Just for Love (novel remaja), dan Mari Menjadi
Kampungan (catatan harian seorang budayawan). Jauh sebelum menulis buku,
Prie GS sudah dikenal sebagai kolumnis. Tulisan-tulisan kolomnya sering
dimuat di beberapa media, di antaranya Surat Kabar Harian Suara Merdeka
dan Tabloid Keluarga Cempaka Minggu Ini.
Selain menulis karya, sehari-hari Prie GS adalah Pimpinan Redaksi
Tabloid Keluarga Cempaka Minggu Ini yang masih seinduk dengan Suara
Merdeka Group. Ia juga menjadi penulis Skesa Indonesia dan Smartorial
sebagai salah satu tajuk dalam Radio Smart FM, Host Obrolan Simpang Lima
di TVRI, Walikota Silaturahmi di TV Borobudur.
Prie GS juga dikenal sebagai mentor emosional, yang sering diminta
memberikan dorongan secara emosi dan membangun mental kalangan yang
menekuni dunia entrepreneur agar bangkit dan tidak menyerah. Dengan
beberapa pengusaha Semarang, ia juga mendirikan wadah komunitas para 40
pelaku dunia usaha yang bernama Senity (Smart Entrepreneur Community).
Saat ini, Prie GS, sedang menyiapkan film komedi parodi satir politik yang
bertajuk Negara Kata-Kata untuk dipublikasikan. Intensitas pertemuannya dengan banyak komunitas membuatnya kaya
akan pengalaman menghadapi berbagai macam jenis orang dengan
kepribadian yang bermacam-macam pula. Hal tersebut secara langsung
memberikan pelajaran-pelajaran berharga baginya sehingga mendorong
kematangan emosinya. Saat ini ia menetap di kota yang amat dicintainya, Semarang.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
20 (28%)
4 stars
29 (40%)
3 stars
20 (28%)
2 stars
0 (0%)
1 star
2 (2%)
Displaying 1 - 15 of 15 reviews
Profile Image for Steven S.
706 reviews66 followers
June 15, 2017
Lewat "Waras di Zaman Edan" kita diajak melihat hal-hal sederhana yang sering luput dalam kehidupan.

Di buku ini penulis terkesan lebih bebas mengobrolkan kesehariannya, ini itu diungkap dengan ceplas ceplos khas Prie G.S. Selain itu saya juga terkesan dengan kepiawaian bapak dalam menulis. Hal-hal sederhana mampu dituliskan dengan gaya yang sedemikian menarik. Tampaknya ini adalah bentuk rasa yang dicapai ketika berhasil menulis dengan jam terbang yang tinggi.

Contoh. Ketika Pak Prie menulis tentang kerupuk.

"saya belum pernah menemukan jenis pemekaran yang seagresif kerupuk saat sudah jatuh di bejana penggorengan." hal 217.

Lebih lanjut, kerupuk memang begitu diinginkan seseorang saat makan selain tentunya sambal yang mengigit. Sambal apapun itu. Sambal colo-colo yang diberi perasan jeruk secukupnya. Sambal teri. Sambal cabe hijau sampai sambal terasi brambang tomat ala warung SS.

"Ia memberi sensasi seperti halnya pedas. ia memperdayai dan menipu lidah. itulah kenapa, bagi penggemarnya, gabungan antara pedas dan kerupuk adalah duet yang menggemparkan."

Hingga sampai pada kesimpulannya. Penulis mengajak kita pembacanya untuk tidak berkonsentrasi pada sensasi ala makan kerupuk itu.

"Kerupuk memang sensasional, tetapi satu soal yang harus disepakati: ia ramai di mulut, tetapi rendah di gizi." Nah loh. Mantap kan.

Buku ini sendiri adalah buku kedua Prie G.S yang saya baca. Pertama itu "Menjual Diri: Bertemu Diri. Bertemu Makna. Bertemu Sukses." Bukunya sudah kerap kali saya lihat di tokobuku dekat rumah. Kondisinya sudah tidak disegel. Hingga saat kemarin saya beli, kondisinya sudah menguning, dibungkus tidak terlalu rapi dengan plastik, namun bentuknya masih bagus sekali. Tak tertekuk. Saya kira sampul dengan karikatur penulis tersebut sudah duduk lama menanti pembeli. Yaa, kemarin setelah membeli koleksi tulisan bapak, saya ingat pernah melihat terbitan Bentang ini.

Sore itu meski hujan mengguyur, tak lantas memberi keraguan untuk melihat apa buku Pak Prie masih ada atau tidak. Saya pun boleh dibilang beruntung, buku itu masih tersisa sebiji. Saya segera merogoh kocek dan pulang ke rumah. Setelah sebelumnya mencari dan mengambil "Waras di Zaman Edan" di rak bertuliskan "Humor".
Profile Image for Fitria Mayrani.
522 reviews25 followers
May 16, 2013
Buku Prie G.S. pertama yang saya baca. Oke, buku jenis ini termasuk teman-minum-kopi saya. Isi buku ini bisa dibilang kumpulan artikel yang sifatnya opini si penulis. Buat yang tidak suka jenis buku ini, sudah pasti akan nyerah di awal-awal.

Entahlah, saya harus mulai mereview dari bagian mana. Mereview buku jenis ini sungguh tidak mudah seperti mereview sebuah novel. Buku ini murni berisi opini, pandangan, dan pengalaman (hidup) si penulis. Saya mengakui kehebatan Pak De Prie mengolah kata menjadi sedemikian rupa indahnya. Untuk ukuran otak saya, buku ini tidak terlalu berat. Justru banyak hal-hal remeh yang muncul di sini- yang kembali menyadarkan saya bahwa sekecil apapun urusan, akan menjadi berabe jika kita tidak menaruh perhatian padanya.

Akan tetap menantikan karya-karya Pak De Prie selanjutnya! :)
Profile Image for Lukman Lukman.
Author 10 books2 followers
November 8, 2014
Belum waras => mengenal waras => belajar waras => berlatih waras => mulai sedikit agak nyaris setengah waras => sedikit agak nyaris setengah waras => agak nyaris setengah waras => nyaris setengah waras => setengah waras => waras. (metamorfosa dari edan menjadi waras) hehe...
Profile Image for Rizky Arya.
126 reviews2 followers
April 28, 2022
Suka atau tidak, senyatanya kita memang sedang berada di zaman edan yang katanya kalau tidak ikutan edan maka siap-siap ‘tidak kebagian’, begitulah kiranya gambaran keedanan zaman. Namun, alih-alih ikutan edan, menurut Prie G.S. dengan kewarasan kita tetap bisa survive di zaman edan. Pesan-pesan berisi antitesis dari keedanan zaman itu bisa dipelajari di buku ini.

Oleh karena itu, buku ini cocok sekali dijadikan bahan renungan dan evaluasi tingkat kewarasan diri sendiri wkwk. Sebab, pembaca tidak hanya diajak mengkritisi keedanan zaman dengan cara jenaka, tapi juga ditunjukkan solusi berbagai masalah kehidupan yang sebenarnya sederhana. Kesederhanaan itu yang justru membuat pembacanya tetap waras dan bahkan menertawakan dirinya sendiri, termasuk aku wkwk. Jadi, kalau kamu tertarik untuk merenung sambil berhumor atau berhumor sambil merenung, cobalah baca buku ini!

Next: https://kepinganarya.blogspot.com/202...
Profile Image for Yusuf Ks.
425 reviews53 followers
June 5, 2017
Ini buku pertama mas Prie GS yang pertama saya baca....dan terus terang level opini mas Prie di buku ini menurut saya tinggi, banyak hal yang sulit saya cerna, banyak yang mental, tapi untungnya masih ada sebagian hal yang masuk dan dapat saya pahami :D

Di antara hal yang paling saya ingat dari buku ini adalah mengenai keajaiban doa, ini mengingatkan supaya kita harus terus senantiasa berdoa dan berusaha serta yakin doa tersebut akan dikabulkan, meskipun tidak tahu kapan dikabulkan dan tidak dapat diduga: Banyak doa yang dikabulkan dengan cara yang tak bisa diduga dan pada waktu yang tak bisa ditentukan....maka, berdebarlah menunggu aneka ketakterdugaan dalam hidup hasil dari doa-doamu yang terpendam.
Profile Image for Little Mexiaz.
24 reviews
January 12, 2023
Selalu menarik membaca tulisan-tulisan Prie GS. Beliau menawarkan perspektif - perspektif unik, baru, dan terkadang terkesan asing atas kejadian sehari-hari yang kita alami yang biasanya kita anggap tidak ada yang bisa di pelajari dari kejadian- kejadian tersebut.
Membaca buku ini seperti mendapatkan seorang guru ataupun teman dalam menjalani realita kehidupan yg terkadang manis dan tak jarang juga pahit, yang terkadang terkesan penuh makna dan seringnya juga terkesan tanpa makna.
Hidup ini adalah apa yang kita pikirkan, dan Prie Gs adalah teman yg kita butuhkan untuk melihat berbagai sisi kehidupan yang menarik ini.
Profile Image for Ahmad Fitriansah.
27 reviews1 follower
March 31, 2018
Hal2 yang sering kita lakukan di keseharian, sesungguhnya berada diantara level kewarasan dan keedenan. Terkadang untuk mencapai kewarasan itu kita harus memulai dari setengah waras bahkan terkadang edan dulu. Apapun yang kita lakukan itu afa tingkat kewarasan dan keedanan dengan level atau skala tertentu.

"Jangan menganggap remeh hal-hal yang remeh dan jangan menyepelekan hal-hal yang sepele, tapi juga jangan terlalu menganggap berat hal-hal yang berat."
Profile Image for Edy Susanto.
9 reviews
September 20, 2019
membuat kita mampu mengambil nilai yang berharga dari soal-soal yang sederhana, dari keseharian kita yang sebenarnya mempunyai nilai penting namun lebih sering kita abai dengan soal yang sederhana itu.

lewat buku ini kita akan di suguhkan cerita keseharian yang sering terjadi di sekitar kita namun dengan sudut pandang yang berbeda sehingga kita mampu mengambil hikmah dari kejadian-kejadian tersebut.
Profile Image for Esti Sulistyawan.
67 reviews11 followers
December 12, 2014
Sebenarnya saya agak bingung bagaimana meresensi buku Waras di Zaman Edan. Karena buku ini tidak termasuk novel yang biasa saya baca. Buku ini mungkin termasuk buku motivasi berbalut humor. Asyiknya membaca buku ini kita dapat menikmati setiap tulisan yang disajikan dengan cepat, karena setiap artikel berisi satu topik dan hanya terdiri dari beberapa halaman. Walau pun terkesan melompat-lompat dari satu tema ke tema lain, antar bab terdapat benang merahnya.

Prie GS dikenal sebagai salah satu budayawan yang cukup dikenal. Beliau dikenal sebagai kartunis, penulis dan penutur. Suami saya adalah salah satu penggemar acara radio beliau yang mengudara dengan tajuk, Kabar dari Sedulur. Semula saya sempat heran mengapa suami suka sekali dengan acara ini, hingga suatu kali saya mendengarkannya sendiri. Seingat saya saat itu topiknya tentang malas mandi. Saya sampai terkekeh mendengar penuturan beliau yang sederhana, mengena, penuh humor tapi juga memberi pandangan baru tanpa kesan menggurui. Tema-tema yang diangkat pun tidak jauh-jauh dari keseharian kita.

Dan pada buku ini pun terlihat jelas ciri khas Prie GS. Topik yang sederhana, renungan yang mendalam diimbangi dengan humor-humor cerdas. Saya mengatakan humor yang cerdas karena cara bertuturnya memang berbeda dengan humor kebanyakan. Biasanya kalau dalam tulisan, untuk menunjukan bahwa bahasan itu lucu, ada tulisan berupa 'hehehe atau hahaha' dan sejenis. Tapi dalam tulisan Prie GS ini tidak ada sama sekali, nah disitulah keunggulannya. Tanpa harus ada hehehe, saya sudah bisa tersenyum, entah senyuman mahfum, faham atau merasa tersindir.

Membaca buku ini seakan-akan kita mendengar langsung suara si penutur, tapi memang lebih asyik mendengar siarannya di radio. Mungkin karena kebiasaan kali ya. Kekurangan dari buku ini tidak adanya ilustrasi sama sekali, coba kalau ditambah kartun-kartun lucu ya, bukankah masih ada hubungannya dengan cover buku yang berbentuk kartun juga. But anyway, buku ini bagus untuk kamu yang mencari bacaan enteng tapi sarat makna. Cucok lah ya dibaca sambil minum teh di pagi hari.
Profile Image for Alan Adipraja.
3 reviews3 followers
February 11, 2014
Waras di Zaman Edan adalah kumpulan tulisan oleh Prie GS. Prie menyampaikan kritik terhadap kondisi sekitar. Mulai dari hal remeh, politik, kebersihan dan hal-hal lain di sekitar kita. Setiap bab dalam buku ini mengandung kritik yang disampaikan dengan gaya yang khas, jenaka, bahkan membuat kita merenung. Banyak pengalaman pribadi yang juga disampaikan untuk dijadikan bahan perenungan. Jika kita renungkan, banyak pelajaran yang dapat kita ambil dalam kehidupan sehari hari, namun kita tak menyadari adanya pelajaran dalam tiap kehidupan. Buku ini mengajarkan kita untuk kritis dalam melihat kondisi suatu kehidupan dan mengambil pelajaran dalam berbagai hal kehidupan.

Waras di Zaman Edan, sangat baik untuk bahan perenungan, refleksi diri. Banyak hal jenaka dalam kehidupan. Kita dapat menertawakan siapa saja termasuk diri kita sendiri.
Profile Image for Aprijanti.
139 reviews22 followers
March 8, 2016
Buku pertama yang saya rampungkan di tahun 2016. Alamat tahun ini gak bakal lulus reading challenge lagi deh. -__-

Sejujurnya saya lebih suka catatan Pak Dhe Prie di buku "Catatan Harian Penggoda Idonesia", lebih renyah dan jenaka. Buku ini yang dibagi menjadi bab belum "waras" sampai bab "waras" terasa lebih berat. Mungkin upgradenya, bisa jadi. Pas untuk jeda bacaan fiksi yang dibaca sambil minum kopi.
Profile Image for Roo Caprisella.
1 review
May 7, 2014
mengkritik dengan cara humor dan memberikan solusinya dengan cara yg sangat sederhana dan bijak. penuh dengan isnpirasi-inspirasi baru dan mengubah pola pikir sang pembaca. memotivasi dengan kata-kata humor dan sederhan tapi langusng mengena.

buku yg pas dibaca sambil ngopi :)
Profile Image for Novan Atmaja.
5 reviews7 followers
May 15, 2013
bahasanya sangat ringan tapi pemikirannya cukup mendalam dengan sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan orang
Displaying 1 - 15 of 15 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.