Dalam hidup, kita selalu ingin bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi, baik menyangkut keuangan, jodoh, jabatan, dan keluarga. Cukup menekan tombol ON saja, kita sebenarnya telah bisa mengatasi segudang masalah. Di buku ini, saya mengusulkan cara menekan tombol ON tersebut. Terbukti dan teruji.
Apabila Anda telah membaca habis seluruh isi buku ini, lakukanlah step ON sepenuh hati, dan jalani selama 30 hari tanpa jeda atau meleset sehari pun. Rasakan sebuah lompatan mental yang akan Anda alami. Saya berdoa, ada sebuah keajaiban terjadi dalam hidup Anda. Catatlah lompatan mental dan keajaiban tersebut, lalu kirim melalui e-mail: JamilManagement@gmail.com. Ada kejutan dari saya menanti Anda!
Sebelumnya saya harus memberitahu, bahwa saya benci pada para motivational speaker, yang menurut saya adalah seorang oportunis; karena hanya demi untuk mendapatkan penghasilan, mereka mengibuli kita dengan cerita mereka tentang dunia mereka yang sempurna, antigagal dan "kalau-kau-mau-pasti-bisa". Akibat hal tersebut, saya selalu menolak menghadiri semua acara yang diisi oleh para motivational speaker atau membaca buku-buku mereka.
Tapi dunia kita memang bukan dunia yang seperti kita inginkan, sesekali saya terpaksa "terjebak" menghadiri ceramah para motivational speaker itu, atau terpaksa membaca buku yang ditulis para motivational speaker (yg paling saya ingat: buku The Secret :-), yang dihadiahkan seorang teman (yang mau tidak mau harus saya baca untuk berjaga-jaga jika si pemberi menanyakan isi dan pendapat saya tentang buku itu)), yah nasib!!! :-) Namun akibat "terjebak" harus menghadiri ceramah seorang motivational speaker pada sebuah acara outing kantor di Gugel (bukan Google... tapi Gunung Geulis), saya jadi bisa mendengar sang penulis buku ini berceloteh. Dan saya terpaksa mengadakan pengecualian, Jamil Azzaini adalah satu-satunya motivational speaker (dia sendiri menyebut dirinya sebagai "trainer" atau "inspirator") yang masih mau saya dengarkan celotehnya. :-) Pertama, dia masih melibatkan peran "Sang Maha Kuasa" dalam hidup ini, Kedua, lelucon yang dia lontarkan kebanyakan lebay dan jayus, persis seperti selera humor saya.
Maka dari itu dapat dipahami kan mengapa saya yg anti motivational speaker ini masih mau membaca buku ini. Tentu saja, dapat ditebak saya suka buku ini. Penjelasan Pak Jamil tentang rencana move-ON dalam 4 tahap ini: visi-ON, acti-ON, passi-ON, collaborati-ON, menurut saya cukup segar, masuk akal dan masih memberikan tempat bagi kegagalan, takdir, peran YANG MAHA KUASA, yang biasanya tidak disentuh para motivational speaker. Leluconnya masih tetap lebay dan jayus seperti dahulu. Dan seperti para motivational speaker lainnya, ia juga sangat ahli bermain kata-kata. Jadi saya "terpaksa" memberi bintang 5 untuk buku ini.
Lalu, saya tidak menganjurkan buku ini bagi pembenci lelucon lebay dan jayus hehehe, dan ... saya serius untuk yang ini.... saya juga tidak menganjurkan umat non-muslim untuk membaca buku ini. Saya tidak bermaksud SARA, dan Pak Jamil juga tidak melontarkan komentar SARA dan sejenisnya di buku ini. Namun Pak Jamil sangat sering mengutip Al Quran dan topik Islam lainnya di buku ini. Secara pribadi saya jarang membaca buku yang banyak mengandung kutipan kitab suci yang bukan dari agama saya, karena menurut saya akan mengganggu tangkapan saya atas isi buku itu karena pada dasarnya saya sudah tidak percaya dengan kutipan kitab suci itu. Tapi jika anda tidak termasuk jenis orang seperti itu, maka anda bisa mengabaikan anjuran saya ini. Gituuu.....
Sekarang buat saya, tinggal apakah saya mau serius menerapkan isi buku ini untuk menjadi manusia yang SUKSESMULIA (ckckck) ataukah buku ini hanya menjadi salah satu buku yang pernah saya baca, dan akibatnya bisa saya sombongkan kapan-kapan ke orang lain. Pilih yang mana ya???? :-)
Saya tidak pernah tertarik membaca buku motivasi apapun, kalaupun baca, hanya sampul belakangnya saja :) karena biasanya sangat sedikit penulis yg melibatkan Sang Maha Kuasa dalam perencanaan hidupnya. Sebagian besar hanya seperti, "biarlah saya berusaha, Tuhan menentukan". So typical. Dan tanpa baca bukupun saya sudah tahu. Hehehe. Tapi buku ini berbeda dan sangat berpengaruh buat saya. Pak Jamil menyampaikannya dengan sederhana, jelas, tanpa perlu berlebay2 dalam merencanakan hidup, dan benar2 menomorsatukan Allah SWT dalam perencanaan hidup. Ini seperti, "apa yang disukai Allah SWT lah yang akan saya usahakan."
Sangat direkomendasikan buat semua usia, apalagi kalo mahasiswa2 yang labil bingung menentukan arah hidupnya kaya saya #tsah. Buat siapapun dari segala umur. Karena ga ada kata terlambat kan untuk menjadi lebih baik? :D
Alhamdulillah buku setebal 280 hlm ini akhirnya selesai juga dalam waktu 4 hari (lambat bgt ini mah). Ini pertama kali aku baca karya Jamil Azzaini, dan akhirnya terdorong juga keinginan tuk baca buku-buku beliau yang lain. Itu semua karena aku jatuh cinta dengan gaya bercerita beliau yang mengalir, mudah dipahami, dan tidak berbelit-belit. Buku ini adalah jenis buku motivasi. Dan isinya berupa pengalaman hidup penulis, tentang bagaimana cara beliau move ON dalam kehidupan. Rumus Move ON tersebut adalah: Visi-ON Acti-ON Passi-ON Collaborati-ON
Kelebihan buku ini adalah, motivasi-motivasi yang diberikan cukup masuk akal dan mudah dipraktekkan asal kita mencoba dengan serius. Pas bab Visi-ON, aku mulai sadar (walaupun agak telat) kalau hidup ini harus punya visi yang jelas antara visi dunia dan akhirat. Pas bab Acti-ON, diberikan nasehat kalau punya visi cuma ditulis itu percuma, makanya harus dilanjutkan dengan aktivitas mewujudkan visi itu. Istilahnya jangan NATO (no action talk only). Pas bab Passi-ON, aku benar-benar tertampar, karena bab ini mendorong kita tuk menemukan passion kita dalam bekerja itu apa?. Hal ini sedang aku alami, yaitu terkadang masih mikir, pekerjaan apa yang benar-benar ingin aku geluti dan aku senang menjalaninya. Alhamdulillah, setelah baca ada pencerahan yang aku dapat. Pas bab pamungkas yaitu Collaborati-ON, merupakan tahapan paling tinggi ketika kita sudah move on. Maksudnya jika 3 langkah sebelumnya akan membawa kebahagiaan pribadi, nah langkah terakhir kita akan membawa kebahagiaan itu juga ikut dirasakan orang lain. Aku terharu pas baca "maunya suami" dan "maunya istri", hehehe.
Di akhir bab, penuls membuat kesimpulan dan menantang para pembaca tuk mempraktekkan rumus Move ON tersebut selama 30 hari tanpa jeda. Insya Allah kek Jamil Azzaini berdoa akan terjadi sebuah lompatan mental dan sebuah keajaiban terjadi dalam kehidupan pembaca. Aamiin ya Allah.
Buku yang saya dapat dari hasil "merampok" teman saya. Dia yang beli saya yang baca :D Dan ini juga pertama kalinya saya tahu bahwa ada seorang motivator yang namanya Jamil Azzaini. Isinya hampir sama dengan buku motivasi lainnya. Karena itu terkadang saya malas membaca buku motivasi karena sebenarnya prinsipnya hampir sama. Yang diperlukan adalah action untuk menjalani apa yang termaktub dalam buku tersebut. Kenapa saya lanjut membaca buku ini karena dari halaman awal ada yang sama dengan yang saat ini saya pikirkan. Tentang visi dunia dan visi akhirat. Bagaimana kita membangun impian tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk kebermanfaatan masyarakat luas. Yang pada akhirnya kebermanfaatan tersebut bisa menjadi bekal untuk perjalanan ke akhirat. Dan alasan kedua saya membaca buku ini adalah...joke-joke nya yang unpredictable. Saat sedang serius-seriusnya membaca tiba-tiba bisa ngakak sendiri :D Well, intinya setelah membaca buku ini action yang diharapkan dalam 30 hari adalah sebagai berikut
MOVE ON VISION -> Visi Akhirat Visi Dunia Resolusi ACTION -> Kerja Keras Kerja Cerdas Kerja Ikhlas PASSION -> Mesin Kecerdasan Apa Yang Dicintai Ingin Dikenal Sebagai Apa COLLABORATION -> Partner Kinpin (orang yang berpengaruh dalam suatu kelompok) Community
Pada hakekatnya kehidupan yang sedang kita jalani ini hanyalah sebuah perjalanan,,, dan setiap orang mempunyai waktu tersendiri untuk menyelesaikan proses pengembaraan mencari bekal sebelum berpulang ke rumah keabadian.
Seberapa lamakah perjalanan kita???? hanya Tuhan yang tau.
Di buku ini dibahas langkah2 di mana kita harus selalu ON untuk meraih kehidupan sukses mulia, menjadi sebaik baik manusia yaitu manusia yang bermanfaat bagi sesamanya. Untuk menunjukkan kesungguhannya, sang Author Kek Jamil Azzaini menyediakan lembar pelatihan yang harus kita lakukan dengan sungguh sungguh selama 30 hari, sehingga terjadilah lompatan lompatan dalam kehidupan kita.
Ada 4 ON yang harus benar benar kita implementasikan,,,, apa saja itu???? silakan baca ya... teman2,,, klo g bisa beli mending pinjam deh,, jangan beli bajakan!! oke....
KEREN! Dengan bahasanya yang mudah di cerna, seakan-akan Jamil Azzaini berbicara, bercerita langsung kepada pembacanya. Begitu banyak rumusan hidup yang begitu sederhana dan langsung bisa diaplikasikan. Jadi, dengan menekan tombol ON dalam kehidupanmu, maka bekerjalah semuanya dengan sukses dan mulia. Aamiin.
ON merupakan buku inspirasi yang sengaja ditulis untuk orang-orang yang ingin berubah kea rah yang lebi baik. ON yang dimaksud adalah Visi-ON, Acti-ON, Passi-ON, dan Collaborati-ON). Adapun syarat untuk menjadi baik itu sendiri harus dimulai dari diri sendiri dengan mekukan Move-ON.
Move on yaitu bergerak, berpindah dari sebuah situasi ke situasi yang lain. Semua yang ada dalam diri dan di sekitar berubah begitu dinamis dan cepat, apabila tidak move on, maka akan tertinggal dan dilindas perubahan itu sendiri.
Dalam buku ini dijelaskan dengan sangat rinci dan detail. Sehingga pembaca sangat menikmati. Yang harus dilakukan agar bisa berhasil mengatasi perubahan yang akan datang, yaitu :
Mendeteksi diri, maksudnya di sini adalah kita harus mampu mendeteksi diri bagian mana yang harus diubah untuk yang lebih baik. Oleh karena itu, kita harus mengenali diri sendiri. Set up ulang. Begitu sudah mengetahui bagian mana yang harus diperbaiki, maka di atur kembali diri kita secara perlahan-lahan. Untuk mencapai hidup yang lebih baik, maka setiap orang harus memiliki VISI-ON. Visi-on itu merupakan tujuan sesungguhnya hidup kita. Sebagai manusia yang percaya akan Tuhan, maka buatlah visi-on yang tujuannya adalah surga, karena kehidupan dunia hanya sementara dan akhirat kekal abadi. Hidup pada hakikatnya sedang mengumpulkan bekal menuju kehidupan yang abadi. Olehkarena itu, vis hidup sesungguhnya adalah bahagia di kehidupan abadi.
Selain itu, yang buat menarik buku ini adalah disuguhi kisah-kisah nyata inspiratif. Sepertinya pada sesi ini, penulis menyuguhkan kisah Muhammad Alfatih yang memiliki visi menuju surga dengan cara yaitu dengan penaklukan Konstantinopel.
Visi yang benar adalah ketika mampu membuat visi akhirat dan visi dunia. Mulai sekarang, buatlah visi hidup yang jelas dan menantang. Visi yang tidak jelas dan terlalu normative tidak akan memiliki pengaruh apapun di dalam hidup.
Untuk menjadi orang yang visioner, maka harus hati-hati dengan kata-kata. Pastikan lebih sering mendengar kata positif. Perhatikan apa yang kita ucapkan karena ucapan itu adalah doa.
Setelah semuanya sudah mantap dan ada niatan untuk memberbaiki diri, maka gorenglah visi itu. Cara menggoreng visi, yaitu :
Menyusun visi dengan kesadaran diri dan kerangka yang benar dalam membuat visi Perhatikan 3 pertanyaan dasar. Saat membuat visi, coba tanyakan dalam diri
Apa keuntungan saya jika visi ini tercapai? Siapa saja pemetik manfaat? Apa ketercapaian visi hidup ini akan membuat masuk surge? Buat kata-kata semangat. Buat tulisan di dinding atau pajang foto sukses misalnya. Sampaikan visi tersebut kepada keluarga, orang terdekat, orang sekitar. Apapun respin yang diterima, hadapi dengan kesabaran Deklarasikan dalam doa. Jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Sang Maha Pemberi. Karena semua adalah berkat izinnya. Buat resolusi tahunan. Agendakan setiap kegiatan yang akan kita lakukan dengan rinci dan baik. Ketika memiliki visi yang benar, jangan lupa mengajak keluarga melakukan hal yang sama agar mereka tidak ketinggalan atau malah menjadi penghambat bagi kita.
Setelah VISI-ON tersusun dengan rapi, maka langkah selanjutnya adalah ACTI-ON.
Dalam action, harus memahami skala prioritas. Ada 4 skala prioritas, mulai dari yang prioritas yaitu, WAJIB, SUNNAH, MAKRUH, MUBAH. Ini yang harus dipahami. Sudah jelas jika wajib berarti itu harus dikerjakan, karena jika ditinggalkan akan berdosa. Sunnah tidak harus dikerjakan, tapi jika dikerjakan berpahala. Makruh jika dikerjakan tidak apa-apa, namun jika ditinggalkan berpahala. Mubah boleh dikerjakan boleh tidak.
Atau secara versi lain adalah kerjakan hal yang PENTING-MENDESAK, TIDAK PENTING-MENDESAK, PENTING-TIDAK MENDESAK, TIDAK PENTING-TIDAK MENDESAK.
Dalam menjalankan action harus ingat rumus 3 AS, yaitu : Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas. KERJA KERAS akan mendatangkan rezeki, KERJA CERDAS akan melipatgandakan rezeki, KERJA IKHLAS akan membuat rezeki jadi berkah.
Kerja keras yaitu dengan perkuat myelin. Myelin adalah sumber dari segala talenta yang dibentuk melalui latihan yang terprogram. Kerja keraslah sesuai kemampuan dan bakat kita agar kita menjadi expert dan ahli di bidang tersebut. Begitu sudah mengetahui bakat dan kemampuan, maka hal yang dilakukan adalah dengan mengasahnya.
Kemudian, kerja cerdas yaitu dengan mengasah Brain Memory. Langkah-langkahnya, yaitu :
Ciptakan jalan yaitu dengan melakukan suatu hal dengan gagasan-gagasan inovatif dan semenarik mungkin. Berubah menjadi lebih baik dan berbeda dari lainnya. Sesuaikan action dengan vision. Jangan sampai action kita lari dari vision yang telah dibangun di awal. Selanjutnya adalah kerja ikhlas dimana apapun yang kita kerjakan harus libatkan Tuhan agar apa yang kita kerjakan menjadi berkah dan tiket untuk mencapai surga-Nya kelak. Langkah-langkahnya,yaitu :
Bertaqwa, Bertobat, Dhuha dan tahajjud Sedekah Hindari maksiat kecil. Terkadang kita sepele dengan maksiat kecil, padahal bisa jadi ini yang akan menghalangi kita menuju surga-Nya kelah. Oleh karena itu, mulailah untuk menghindari maksiat kecil. Supaya hasilnya lebih maksimal, maka lakukan semua hal sesuai PASSI-ON kita. Passion itu adalah bangun cinta. Cintai profesi yang sedang digeluti hingga kita menjadi expert. Tanyakan pada diri, apakah kita menikmati pekerjaan ini? jika kita menikmati, maka itulah passion kita. Bekerja sesuai dengan passion akan meningkatkan kepercayaan diri, sehingga seolah-olah sedang berada di karpet merah sambil berjalan kemudian disambut banyak orang.
Bukti bila sudah berada di jalan passion, yaitu :
Sesuai passion, menikmati pekerjaan dan hal yang sedang digeluti. Selalu ada progress, selalu ada capaian yang dicapai. Ada pengakuan dan penghargaan dari orang lain atas pekerjaan yang kita lakukan. Orang yang tak punya passion itu ibarat “Meludah di sumur yang sama” artinya kita bekerja atau belajar disitu, dapat penghasilan di situ, berprestasi di situ tapi kita juga masih menjelek-jelekkan institusi tempat kita bekerja. Ini adalah cirri yang tak mensyukuri, apabila tidak senang, lebih baik pergi dari institusi tersebut.
Selanjutnya adalah jadikan to be sebagai kemudi passion. To be yaitu menjadi ya ng berpangaruh ke masyarakat. Kemudian, agar passion benar-benar terwujud adalah dengan mengoptimalisasi mesin kecerdasan, yaitu Sensing, Intuiting, Thinking, Feeling, dan Insting.
Dan yang terakhir dari move on adalah Collaborati-ON. Dibanding sendiri, kolaborasi bisa membuat tenaga yang dikeluarkan jadi berkurang, hasilnya berlipat, dan berkah bertambah. Dalam berkolaborasi ada tiga saringan, yaitu :
Prioritaskan Allah. Niatkan semua karena Allah. Tentukan visi akhirat. Siapa partner kita. Pastikan partner yang sesuai dengan visi kita, jangan sampai salah pilih. Kolaborasi dimulai dari rumah. Mulai kolaborasi dari keluarga istri, anak-anak. Syarat untuk mampu berkolabolari dengan baik tentu harus bantu orang lain untuk maju, tentukan partner sukses, memancing di kolam yang tepat, bergaul dengan gaya kingpin yang mampu mempengaruhi orang lain.
Adapaun etika bergaul adalah :
Hindari tanya yang menyiksa. Misalnya, sudah menikah belum, sudah berapa jumlah anak, berapa gaji. Jangan mudah menghakimi Sok kenal sok deket. Bergaul itu harus sok kenal sok deket sehingga akan terkesan ramah. Hindari penyakit 3 M, yaitu menyalahkan, membandingkan, membanggakan diri. Ketika 4-ON sudah ada, langkah selanjutnya adalah Concluti-ON. Jalani prosesnya dan nikmati prosesnya. Jadilah seperti buah kelapa. Kita harus memahami proses yang dialami buah kelapa ketika dibutuhkan saripatinya. Proses yang begitu berat hingga akhirnya menghasilkan sesuatu yang sangat berharga.
Sebagai manusia yang hidup di zaman yang sangat cepat berubah, maka kita harus segera melakukan MOVE-ON agar kita tidak terlindas oleh zaman.
Belajar banyak banget terkait menentukan tujuan hidup, untuk apa hidup, dan bagaimana selayaknya kuta sebagai makhluk hidup. Membahas terkait Move-On, Passi-On, Acti-On dkk. Recommended banget.
Buku ON yang saya pegang saat ini adalah cetakan ke-5 bulan Juli 2013, padahal cetakan pertamanya terbit bulan April 2013. Sangat cepat sekali cetak ulang ya untuk ukuran sebuah buku yang baru terbit. Pak Jamil, trainer yang sering menulis di blognya yaitu www.jamilazzaini.com merupakan salah seorang penulis yang konsisten menulis tema tentang karakter building. Sejak saya sering mengunjungi blognya dan membaca Makelar Rezeki, saya jadi tahu bahwa Pak Jamil memang aktif menulis dan memiliki target menulis buku best seller.
Lalu apa yang membuat buku ini menarik? Saya tertarik dengan buku ini karena sering lihat testimoni di twitter tentang isi buku dan perubahan yang dialami oleh pembaca setelah melakukan yang dianjurkan buku ini. Berbekal rasa penasaran saya pun membeli buku ON.
Buku ON membahas tentang prinsip MOVE ON dengan 4 ON. Apa saja 4 ON yang dimaksud? Yaitu : Vision, action, passion dan collaboration. Dengan visi orang akan mudah menemukan tujuan hidupnya lalu beraksi (action) sesuai visi tersebut. Jika ingin perubahan yang drastis dalam 30 hari, maka dianjurkan untuk melakukan perubahan sikap dan perilaku yang seringkali menghambat terjadinya perubahan dalam diri. Kita bisa menentukan action dengan passion yang sesuai. Karena, pekerjaan yang bisa melesatkan kita pada pencapaian terbaik adalah pekerjaan yang sesuai dengan passion.
Passion bisa kita temukan dengan mengenali diri sendiri. Passion adalah segala sesuatu yang kita sukai dengan rasa cinta yang dalam. Kita pun harus mengenali apa saja kekuatan diri, apa saja kelemahan kita. Berfokus pada kekuatan akan membuat kita lebih menonjol dari orang lain. Inilah alasan mengapa Move ON dengan cara mengenali passion bisa membuat kita jadi lebih baik lagi.
Lalu berikutnya adalah colaboration. Kita memerlukan kolaborasi dengan orang lain dengan komunitas. Karena kita adalah makhluk sosial.
“Dibandingkan sendirian, kolaborasi bisa membuat tenaga yang dikeluarkan menjadi berkurang (-), hasil usaha menjadi berlipat(kuadrat), dan berkah melimpah(+)” (halm 193)
Kolaborasi bisa dilakukan dari rumah dengan mengajak keluarga kita untuk berbenah diri pula, melakukan Move ON dengan bersama-sama. Maka kita akan menemukan partner sukses saat berproses tersebut. Saat berkolaborasi ada etika yang harus diketahui, jangan sampai menyinggung perasaan orang lain dengan pertanyaan yang menyiksa. Ah, saya jadi ingat pertanyaan teman tentang “Kapan kamu menikah?” pertanyaan yang berulang yang kadang membuat saya pun bertanya, apa tidak ada pertanyaan lain selain itu untuk memulai percakapan? :D
Yang saya suka dari buku ini adalah bahasanya yang mengalir dan khas Pak Jamil, ada bumbu-bumbu canda tawa di tengah pembahasan serius. Hehe. Mungkin jarang ada trainer yang seperti ini ya? Pak Jamil mengetengahkan tema dengan studi kasus yang menarik perhatian pembaca, menelaah lebih detail dan memberi point penting apa saja yang harus dilakukan untuk bersegera melakukan perubahan. Hanya saja, saya agak kesulitan membaca buku ini karena highlight dan huruf-huruf yang dicetak untuk menunjukkan point penting justru diberi warna merah, rasanya mata saya pedas jika membacanya. Mungkin bisa diganti warna lain yang lebih soft dan nyaman buat mata ya? :)
Oke, kita sampai pada kesimpulan dari bahasan di buku ini, Move ON memang membutuhkan proses yang panjang, butuh konsistensi. Dan Pak Jamil sukses membuat saya percaya bahwa Move On bisa dilakukan asal mau berupaya dengan bekerja lebih keras dan bekerja cerdas dari sebelumnya. Karena Tuhan tak akan mengubah keadaan kita sampai kita yang mau mengubahnya! :)
Yang saya suka dari buku ini adalah bahasanya yang mengalir dan khas Pak Jamil, ada bumbu-bumbu canda tawa di tengah pembahasan serius. Hehe. Mungkin jarang ada trainer yang seperti ini ya? Pak Jamil mengetengahkan tema dengan studi kasus yang menarik perhatian pembaca, menelaah lebih detail dan memberi point penting apa saja yang harus dilakukan untuk bersegera melakukan perubahan. Hanya saja, saya agak kesulitan membaca buku ini karena highlight dan huruf-huruf yang dicetak untuk menunjukkan point penting justru diberi warna merah, rasanya mata saya pedas jika membacanya. Mungkin bisa diganti warna lain yang lebih soft dan nyaman buat mata ya? :)
dapat buku ini gratis di acara seminarnya yg bertajuk sama dg judul bukunya: move-ON. jadi, dg skimming super cepat, anggap saja saya sudah menamatkannya :)
bedanya dg motivator lain adalah: uraiannya memberi gambaran dasar peta hidup seorang manusia (Muslim), untuk mencapai kelayakan menjadi manusia sukses-mulia, dunia-akhirat. jadii, ga melulu soal mencari kekayaan dan kesuksesan duniawi.
karena berisi gambaran dasar, sebetulnya bisa berlaku universal. tp krn penulisannya bersendikan referensi Islam, jd sasaran utamanya mungkin lebih ke Muslim.
cukup simpel dan realistis. manfaat utamanya buat saya, jd menegaskan kembali jalan2 mana yg harus ditempuh.
Baru seperempat baca buku ini, sudah banyak *Jleb moment. Hal-hal yang secara langsung menohok. Jadi tersadar2 untuk kembali menganalisa apa sebenarnya visi kita. Apa yang sebenarnya kita inginkan "To be" mau jadi apa kita. Apa Passion kita, dan bagaimana mencapainya. Tersadar hidup gak boleh begini-begini aja, kita harus move on. Selamat pak Jamil Azzaini anda baru menambah satu orang lagi yang terinspirasi oleh anda :)
Ini dia buku motivasi yang ringan, renyah dan nagih buat dibaca! Meskipun saya pernah membaca buku motivasi sejenis, dan kelima ON yang ditawarkan penulis bukan hal baru, tapi setiap paragraf yang disampaikan terasa memotivasi, menyengat bahkan menampar saya. Saya jadi tertarik dengan karya Bung Jamil lainnya.
Ini buku pertama hasil rekomendasi dari goodreads.com yang saya baca. Buku inspiratif bagi yang ingin move ON dengan cara visi ON -> acti ON -> passi ON -> conclusi ON. Ini juga terbitan mizania (menerbitkan buku-buku panduan praktis keislaman) pertama yang saya baca. Bahasanya mudah dimengerti dan isinya berkualitas
Buku bagus..memotivasi pembaca untuk melakukan saran2 didalamnya. Cocok untuk semua jenis kalangan dan sungguh menggerakkan jiwa untuk "move on" Isinya sistematis, tidak rumit dan mudah dimengerti. Selesai baca menggugah kita untuk beraksi..ditambah ada kisah2 lucu yang di selipkan sebagai hiburan.. So recommended deh..selamat membaca!!
ON ternyata adalah benang merah dari 4 kunci sukses dalam buku ini: Vision, Action, Passion, dan Collaboration. Ringan, santai, dan enak dibaca, juga inspiratif. Cuma mungkin selipan humor di sela-sela pembahasan agak mengganggu fokus penyampaian materi, selain paparan yang diselingi 'hehehe' untuk menimbulkan kesan santai. Entahlah, mungkin hanya preferensi pribadi.
4 langkah On untuk move on: vision. passion. action. collaboration. buku yang sangat bagus.. sayang kalau gak di praktekin. *mudah-mudahan bisa istiqomah praktekin isi dalam buku ini* 30 days remaining. :D
buku motivasi gado gado, cocok untuk keluarga, anak, orang tua, para pelajar yang masih bingung mau menentukan arah pendidikannya kemana. disajikan dengan gaya bahasa kek jamil yang sedikit humoris, menjadikan buku ini tidak kaku dan lebih renyah untuk di pelajari. 2 jempol untuk kakek.
Saya baca buku ini setelah ikut seminar-nya di Inspirasi Muda Mulia. Membaca buku rasanya lebih rame dari gado-gado dicampur nano-nano. Jleb-jlebnya ada, gelitiknya ada, haru, berasa ditampar, semangat, de el el, de el el. Jadi diingatkan kembali apa makna hidup ini (terutama buat saya):)
Buku bagus, recommended. Beberapa yang disampaikan ada yang sudah saya baca atau dengar, tetapi cara penyampaian penulis membuat kita untuk segera melaksanakannya. Bukan hanya sekedar tahu atau dishare kata-katanya di media social.
Rumus 4-ON yang ditawarkan, menurut saya, benar-benar dapat membawaa seseorang menjadi pribadi yang lebih terarah dan bermanfaat. Semoga saya salah satunya..