Jump to ratings and reviews
Rate this book

Cerita dari Stockholm

Rate this book
Cerita-cerita dari berbeda jenis dan waktu di antologi ini merupakan prosa Strindberg yang pertama terbit di Indonesia. Cerita-cerita ini agak padat dan singkat. Padat dan singkat belum berarti sastra yang besar, tapi bisa menjadi satu indikator dalam genre cerita pendek. Cerpenis terkenal E. A. Poe pada masanya memegang pandangan bahwa setiap kata harus memiliki fungsi dalam komposisi dan bahwa totalitas efek adalah tujuan utama sebuah cerpen. Cerita Strindberg di sini tidak jauh dari gambaran itu. Semuanya tidak meledak bagai gaya cerita Chekov, tapi lebih menerangi sebuah masalah kehidupan atau menggambarkan sebuah nasib manusia. Strindberg pasti punya gaya dan ciri khas tersendiri.

Strindberg menguasai bahasa Jerman dan Prancis dengan lancar, dan beberapa karyanya pun ditulisnya langsung dalam dua bahasa Eropa itu. Seniman tulen dengan jiwa yang bebas ini tidak pernah berpihak pada partai atau aliran tertentu, walaupun dari waktu ke waktu terlibat debat politik.

Cerita dari Stockholm berisi sembilan cerita pendek: Jubal Tanpa Aku, Di Kantor Loteng, Sebuah Pemakaman, Separuh Lembar Kertas, Kurang Pengertian, Adegan dari Neraka, Fotografi dan Filsafat, Penjahit Mengadakan Dansa, dan Harus. Prosa pendek dalam antologi ini sarat dengan alegori dan filosofi. Lebih dari itu, Cerita dari Stockholm menawarkan banyak permenungan tentang peristiwa dan kehidupan manusia.

110 pages, Paperback

First published April 1, 2012

4 people want to read

About the author

August Strindberg

1,940 books777 followers
Johan August Strindberg, a Swede, wrote psychological realism of noted novels and plays, including Miss Julie (1888) and The Dance of Death (1901).

Johan August Strindberg painted. He alongside Henrik Ibsen, Søren Kierkegaard, Selma Lagerlöf, Hans Christian Andersen, and Snorri Sturluson arguably most influenced of all famous Scandinavian authors. People know this father of modern theatre. His work falls into major literary movements of naturalism and expressionism. People widely read him internationally to this day.

https://en.wikipedia.org/wiki/August_...

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
4 (40%)
3 stars
4 (40%)
2 stars
2 (20%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Sutresna.
225 reviews14 followers
February 22, 2017
Jelas sudah Strindberg punya gaya khas sendiri dalam bercerita. Bagus!

Jubal tanpa Aku, memiliki narasi latar belakang yang amat bagus, dengan ending yang meyakinkan.
Di Kamar Loteng, membawa saya memikirkan cara bercerita yang bisa begitu beda, dgn hanya sedikit paragraf
Sebuah Pemakaman, lebih gila lagi, cerita tentang seseorang yang dibangun dari obrolan orang2 lain di sebuah bar, saya terperangah
Separuh Lembar Kertas, menyajikan sebuah memento dari sebuah kertas akan suatu masa yang terlewat tapi penting pula
Adegan dari Neraka, adegan singkat tentang hubungan suami istri yang (mungkin) sudah bercerai dengan anaknya
Kurang Pengertian, oh tulisan singkat yang memberi banyak pencerahan
Fotografi dan Filsafat, semacam obrolan antar profesi!
Penjahit Mengadakan Pesta, membuat saya terbawa ke desa dengan karakteristik khusus, pesta, gadis2, orang2 dermaga, penjahit merangkap pemilik kebun, oh seru!
Harus, cerpen terpanjang di kumcer ini,menghidangkan cerita kejiwaan dan tanda tanya yang sering terbesit di pikiran saya, juga pemikiran soal perkawinan.
Profile Image for Iyas Utomo.
586 reviews10 followers
July 15, 2018
Buku pertama dari karya Strindberg yang saya baca. Ada kendala dalam teks terjemahan, atau entah memang gaya Strindberg yang seperti itulah ketika ia bercerita.

Dari 9 cerita yang ada, cerita favorit saya adalah cerpen 'Kurang Pengertian', yang lebih mirip dengan aforisme. Tapi, dari cerpen paling pendek inilah saya menemukan titik temu baru pada pergaulan manusia.
Profile Image for Epicure of Literature.
41 reviews17 followers
July 7, 2014
August Strinberg adalah salah seorang penulis dan pelukis yang berpengaruh di Swedia. Ia merupakan pelopor seni teater modern.

"Saya tidak mempunyai kepala yang paling tajam -- tapi api; apiku adalah yang terbesar di Swedia, dan jika anda ingin saya akan membakar seluruh sarang celaka ini."

Buku ini berisi 9 cerpen yang tergolong unik dan memuat pemikiran tentang kehidupan manusia, beberapa di antaranya yang paling kusukai adalah:
1. Jubal Tanpa Aku : Kisah seorang pria yang masa kecilnya tidak memiliki identitas keakuan dan keinginan akibat kekangan ayahnya, kemudian setelah dewasa ia menjadi seorang penyanyi opera terkenal, saking terkenalnya hingga ia kehilangan dirinya sendiri.
Berikut ini kutipan yang berkesan:
a. "Kamu harus bilang: saya mau! dan kamu akan bisa."

b. "Kalau ada seseorang yang bertemu pandang dengan tatapannnya, maka orang itu seperti tidak melihat ada pandangan sama sekali. kalau ada yang mau mengenalnya, dia hanya berbicara tentang benda saja, tidak tentang dirinya atau orang lain. Dan tidak pernah menggunakan "saya" atau "saya pikir" tetapi "sepertinya".

c. "dia percaya akan semua yang dikatakan orang tentangnya, sementara dia sendiri tidak tahu siapa dirinya.


2. Di Kantor Loteng : Kisah seorang pria yang mengenang kembali kematian istri dan anak-anaknya dalam kecelakaan kapal melalui benda-benda yang berhasil diselamatkan dari kecelakaan tersebut.
Berikut ini kutipan di akhir cerita yang menunjukkan kepedihan sang suami betapa kehidupan istri dan anak-anaknya berakhir begitu saja dalam kecelakaan kapal, sementara barang-barang bawaan yang turut mereka bawa dalam kapal itu terselamatkan.

"kenyataannya barang-barang itu tidak mati, tapi hidup! itu yang tidak bisa dirubah dan dipungkiri; dan semua ini bukan barang peninggalan, tapi benda yang datang dari laut!"

3. Kurang pengertian: cerita ini sebenarnya tidak memiliki ciri-ciri cerpen, lebih menyerupai aforisme.

"ketika dua manusia yang memiliki latar belakang ilmu yang sama menginginkan sebuah diskusi yang menyenangkan maka mulailah mereka menemukan ketertarikan dan dukungan masing-masing yang sama, hingga terjadilan kontak...Tukar pikiran hanya peribahasa sebab siapapun tidak menggant pikirannya dengan pikiran lain..Saat akan berpisah mereka masih sama pintarnya seperti semula, dan tetap tidak memagami yang lainnya....karena dia menarik semua pemahaman ke arah pemikirannya sendiri, menafsirkan pernyataan saya untuk kepentingannya sendiri, menggunakan pencerahan saya sebagai bukti bantahan, dan menganggap diamnya saya yang sopan sebagai dukungan; lalu dia pergi sembari mengatakan bahwa kita sependapat. Rupanya betul, tidak ada dua manusia di dunia ini yang saling mengerti, dan karena itu dunia begitu penuh salah paham dan kebohongan."

4. Fotografi dan Filsafat : Kisah yang paling menarik tentang seorang fotografer yang mengganggap dirinya seorang filsuf dan memiliki pandangan bahwa dunia ini terbalik.

"Dunia ini terbalik. Jelas kelihatan dari proses pencucian, ketika film sedang dikembangkan. Sesuatu yang kanan di manusia menjadi kiri, sesuatu yang gelap menjadi terang, bayangan mulai bersinar, biru menjadi putih, dan tombol perak menjadi kelabu seperti besi. Terbalik."

"Dia punya rekan seorang yang biasa saja, tetapi penuh dengan keanehan kecil! Contohnya dia menghisap tembakau seharian, tak pernah bisa belajar menutup pintu dengan benar, memasukkan pisau, bukan garpu, ke mulut, memakai topi di dalam rumah, menggosok kukunya di atas lantai studio dan malam hari dia harus dapat tiga gelas bir. Dia punya banyak kesalahan.
Filsuf sebaliknya, dia tidak punya kesalahan dan memendam ketidaksukaan kepada saudaranya yang jauh dari sempurna, dan ingin berpisah darinya. Akan tetapi tidak bisa, karena usaha mereka saling terikat. mereka terpaksa bersama terus dan perasaan negatif filsuf mulai berubah menjadi kebencian.
Ketika musim semi telah tiba mereka merasa perlu mencari hiburan buat musim panas..pada suatu sore di hari sabtu mereka pergi berlayar dengan kapal uap...Dia sangat gemuk dan menderita beberapa penyakit....Akhirnya, mereka tiba di tempat tujuan dan mendarat di dermaga...Mereka berjalan di atas sebuah jalan setapak yang ada banyak akar pohon, hingga berhenti di depan dinding batu yang mengelilingi sebuah rumah. Mereka memanjatnya...Lalu mereka pergi berenang dalama rti filsafat. Yang ada hanya batu dengan lumpur.Setelah berenang filsuf mau minum segelas air dari sumur. Airnya cokelat karat dan rasanya pahit. Kurang baik. Tidak ada yang layak. daging tidak bisa dibeli, yang ada hanya ikan...Dia terpaksa tinggal disitu dan rekannya kembali ke kota untuk mengurus usaha selama dia berlibur.
Enam minggu telah lewat ketika si rekan datang kembali kepada filsuf.
Di dermaga berfiri seorang pemuda langsing, wajahnya merah dan lehernya cokelat. Itu filsuf, tambah muda dan cinta kehidupan.
"Dinding batu-batu memakan segala lemak di badanku, lumpur menjadi pemandian yang menyembuhkan rematikku, makanan yang miskin menyembuhkan hatiku, hutan cemara menyembuhkan paru-paruku, dan bisa kau bayangkan, air karat yang pahit itu mengandung besi, justru apa yang saya perlukan!"

"Ya, kau filsuf," kata rekan. Dari piring negatif kita dapat piring yang positif, di mana bayangan menjadi terang lagi. Kalau kamu membuat piring seperti itu dari saya, dan melihat kesalahan apa yang saya tidak punya, kamu tidak akan membenci saya. Hanya berpikir: saya tidak minum sampai mabuk, dan karena itu saya bisa mengurus usaha kita, saya tidak mencuri, saya tidak pernah menjelekkan kamu dengan kata, saya tak pernah mengeluh, saya tidak pernah membuat putih menjadi gelap, saya selalu sopan kepada pelanggan, saya bangung pagi-pagi, saya memelihara kuku saya supaya alat pencuci film tetap bersih, saya selalu menggunakan topi untuk menghindari rambut jatuh ke piring, saya merokok tembakau untuk membersihkan udara dari uap beracun, pintu saya biarkan terbuka untuk mengurangi bunyi dari studio, saya minum bir malam hari supaya saya tidak jatuh ke whiskey dan saya memasukkan pisau ke mulut supaya tidak tertusuk oleh garpu."


Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.