Aku mempunyai sebongkah harapan bernama kejujuran. Kejujuran yang nyata-nyata kian langka dan jarang berdiam di lautan hidup serba manipulatif. Aku bosan dan aku mengutuk penuh pada sesiapa saja yang berani bicara dusta!
Tapi aku bisa apa jika ternyata aku adalah bagian dari koloni bernama rekayasa. Aku, kamu, dia, mereka tak lagi bisa membedakan siapa di antara kita yang sesungguhnya bicara benar, karena ternyata kita telah begitu terbiasa dengan dusta!
Aku tak mau bicara dusta, meski pada satu titik aku tersadar, dalam alur cerita cinta kita, akulah yang paling piawai menyembunyikan fakta. Akulah seorang yang pa;ing pintar menyimpan satu rahasia: Aku mencintai pria yang "salah"!
Hidup bagaikan lembaran-lembaran kertas polos. Pada akhirnya akan habis dan yang tersisa hanya kenangan. Menulis adalah bagian dari upaya menjaga kenangan dan sekaligus deretan jawaban dari serangkaian pertanyaan dalam diam.
Tulisan yang pernah dipublikasikan dalam bentuk buku antara lain: Lorong (2011), Kusebut Kau Perempuan Tanah (2012), Beautiful Goodbye (2013), Love Lies Loss (2013), Petualangan Seru Dinosaurus Karnivora (2014), Denting Piano Pukul 11 Malam (2015).
Novel pertama Kunthi Hastorini ini menarik sejak judulnya terbaca: Beautiful Goodbye. Benarkah ada perpisahan yang indah? Kalau benar ada, akan seperti apa? Pertanyaan ini paling tidak mengemuka dan secara tidak langsung membuat pembaca ingin segera mengetahui jawabannya dengan mulai membaca novel ini.
Novel ini berkisah tentang Freya, anchor acara "Berita Pagi" di stasiun televisi Actual TV, yang menjalin hubungan cinta dengan Kevin. Di awal novel, Freya dan Kevin harus "berpisah" karena Kevin ingin bekerja di perusahaan yang jauh dari ibukota dan bahkan mengharuskannya tinggal di sana selama minimal satu setengah tahun. Namun perpisahan Freya dan Kevin ini bukan hanya karena jarak, tetapi karena keputusan ini diambil Kevin secara sepihak tanpa mencoba mendengar keberatan dari Freya.
Terpisah dari Kevin, maka mulailah dunia Freya goncang. Teror pertama datang dari Erik/Ethan kembar pembunuh berantai yang ia wawancara di acara "Berita Pagi" yang kemudian menghantui gerak-gerik Freya. Tapi teror yang lebih hebat, datang dari terungkapnya kasus korupsi pembangunan The Academy Art yang melibatkan ayah Kevin dan ayahnya sendiri nantinya. Keduanya bagian dari konspirasi memanipulasi biaya pembangunan hingga melibatkan menteri.
Saat demikian, Freya butuh pegangan. Tapi dengan tiadanya Kevin di sisinya, Freya rapuh. Saat rapuh inilah, sosok Eros Agastya menjadi penyelamat. Berawal dari pertemanan biasa, perlahan di hati Freya dan Eros tumbuh rasa saling suka. Namun Freya hanya mampu menyimpannya dalam diam. Bagaimanapun sukanya ia pada Eros, Freya masih mencintai Kevin. Lagipula Eros adalah pria pemimpin LSM Anti Korupsi yang justru menyebabkan orang tuanya dan Kevin menjadi tersangka dan dipenjara.
Kevin akhirnya mencium ada ketidakberesan dalam hubungannya dengan Freya. Tetapi ia tidak menduga Freya akan menjalin hubungan dengan Eros. Kevin merasa Freya berubah dan memilih pergi.
Freya berada dalam dilema, memilih menyusul Kevin atau menemui Eros yang terkapar di RS karena dipukuli preman-preman suruhan orang. Freya memilih yang pertama, tetapi belakangan ia tahu itu pilihan yang salah. Kevin juga akhirnya merelakan dan mengucapkan perpisahan. Akhirnya Freya menemui Eros karena satu alasan: harapan.
Novel ini memiliki potensi cerita yang kuat. Baik plot utama maupun membangun dua sub plot yang berkelindan di antara kisah cinta antara Freya dan Kevin, sama-sama punya daya tarik yang akan membuat pembaca enggan melepaskan novel ini hingga selesai. Belum lagi, detil kerja jurnalistik televisi yang dikuasai oleh penulis serta pemaparan jalan korupsi yang dilakukan para tokoh. Hal-hal ini menunjukkan bahwa penulis telah lebih dulu melakukan riset yang memadai sehingga fakta yang tersaji tidak terkesan artifisial.
Mencuatnya persoalan korupsi dan idealisme anti-korupsi dalam novel ini mengingatkan saya pada Ladang Perminus karya Ramadhan KH tentang korupsi di Pertamina. Bahwa penulis memilih untuk membungkusnya dengan kisah cinta, bagi saya bukanlah persoalan. Karena yang disajikan bukan model kisah percintaan biasa. Nyaris bisa dibilang, kisah tentang konflik cinta jauh lebih dominan di dalamnya.
Novel ini cukup intens menjaga ritme baca pembaca dengan terus-menerus menyajikan persoalan demi persoalan hingga akhir. Bahkan menyempatkan pembaca turut masuk ke false resolution yang dilakukan Freya. Hingga akhirnya diakhiri dengan rapi oleh penulis dengan bersatunya Freya dan Eros.
Akan tetapi novel ini juga menyisakan kelemahan. Pertama, mengenai sampul buku yang sama sekali tidak relevan dengan isi. Kalaupun kamera adalah metafora dari kerja jurnalistik Freya, tetapi pilihan menggunakan kamera lomo Holga tidaklah tepat. Kedua, banyaknya kesalahan cetak dan penulisan bahasa Inggris yang tidak tepat. Ketiga, kurang diperas dan dipertajam lagi cerita sehingga barangkali beberapa tokoh seperti satpam, Davin, Disti, bisa disisihkan untuk memperkuat bangunan cerita.
Bagaimanapun, novel ini tetap mencuri perhatian saya, terlebih dengan pilihan garapan tema yang tidak biasa.
Sebenarnya berharap banyak loh sama buku ini. Tadinya ngirain bakal berbalut thriller. Ide ceritanya bagus, hanya saja di eksekusinya banyak detail yang kurang diperhatikan. Ada beberapa bagian yang seperti kelebihan penjelasan, di bagian lainnya malah kurang detail. Banyak part yang gak make sense. Pengulangan kalimat seperti nyata-nyata, dan orang itu adalah.....dsb. Penyebutan orangtua dengan nama bahkan setelah di tengah hingga akhir cerita agak mengganggu ya. Karena seperti menjadikan banyak sekali karakter disana. Part Erik dan Ethan tidak jelas. Karena tidak diberitahu kegunaan part itu di dalam cerita tersebut. Tapi suka ide ceritanya, covernya dan tagline nya :)
Ga nyangka! Dari cover depan yg cute, isi layout yg juga cute, ternyata ceritanya ga cute!
Aku pikir: ahh paling cuma cerita cinta doank ini mah. Lumayanlah bisa menghibur. Ehhh ternyata ada bumbu thriller nya juga! Sumpah sampe merinding ngebayangin erik si stalker!
~~ spolier alert~~
Cerita akhirnya yg bikin tambah merinding. Jadi si erik itu berjalan MENDEKATI freya? Ato cuma stalking aja??
Sebenarnya sedikit bingung ama jalan ceritanya. Terlalu banyak kejutan yang akhirnya justru gak mengejutkan dan mengganggu, seperti memberi kejutan dgn nama tokoh baru. Kan pembaca gak terkejut, toh pembaca belum tau tokoh itu siapa.
Suka ama sinopsisnya, bagus kata-katanya :) Suka juga ama covernya :)
karakter-karakter tokohnya yang kuat adalah salah satu daya tarik dari buku ini. meski penulis kurang memperhatikan beberapa detil, yang kalau misalnya tidak terlewatkan akan lebih membuat novel ini jadi lebih keren, tapi untuk sebuah permulaan menurutku buku ini keren. semangat terus mbak Rini!
keren banget! ini romance sedikit thriller sedikit action. konfliknya banyak bgt ngena banget bikin kesel bikin deg2an bikin terenyuh. novel paling 'kaya' yg pernah ak baca!
Gak ngerti mau ngomong apa. Sampai akhir cerita berasa kosong banget. Kalau begini apanya yang beautiful goodbye. :( Terlalu cepat. Terlalu pendek. Perpisahan yang diwakilkan sama beberapa kalimat ga cukup buat dibilang beautiful goodbye. :( Selain itu, aku salut sama penggambaran karakter Freya ini. Jelas banget. Salut karakter satu ini bisa bikin aku pen remes-remes buku nya. Kalau penulis emang pengen bikin pembaca gemes, selamat, penulis sangat berhasil. 😂