What do you think?
Rate this book


312 pages, Paperback
First published September 1, 2006
Walaupun bentuknya megah seperti pintu-pintu di istana, tapi pintu ini juga mirip pintu Ke Mana Sajanya Doraemon karena pada kenopnya terdapat angka-angka kecil. Kuharap aku menemukan kamar tidurku yang sederhana di balik pintu ini alih-alih hutan berisi Pteranodon atau Tyranosaurus.
.. bersumpah akan menyuruh Ayah untuk membuang pintu itu dan kembali menggantinya dengan gordin. Maksudku, siapa, sih, yang mau kamarnya dipasangi pintu kedap suara? Kalau tiba-tiba kebakaran dan aku sama sekali tak tahu keadaan di luar bagaimana? Oh, ya, tenang. Pintu itu, kan, kedap segala macam. Aku akan aman di dalam kamarku, asyik mendengarkan iPod sementara para tetangga menyirami rumahku dengan air dari ember.
Barbie sepertinya mendengar kami, karena dia berhenti dan memandangi kami dengan sinis. Geng-nya secara otomatis mengikuti setiap gerkannya. Mungkin mereka ditanami chip atau apa. Kok, bisa-bisanya menoleh nyaris berbarengan seperti tadi?
Barbie tertawa mengejek setelah mendengar kata-kata VVidi. Seluruh geng-nya ikut tertawa secara otomatis. Aku sampai bergidik mendengar suara tawa yang sepertinya dimulai dari kunci G dengan birama empat per empat itu.