Jump to ratings and reviews
Rate this book

Love Command: The First Fall

Rate this book
Wasiat sang bunda dan bros pemberian Ayi—bocah dari ingatan masa kecilnya—membawa Shilla ke Jakarta, tempat kehidupannya berubah. Siapa sangka ia malah terdampar di kediaman mewah keluarga yang kaya raya, dan akhirnya bekerja di sana? Hari-hari Shilla pun tambah berwarna berkat kakak-beradik Luzardi: Arya yang tampan dan baik hati serta selalu ada untuknya, dan Ryo yang arogan dan suka seenaknya. Belum lagi perseteruannya dengan Bianca “Queen Bi”, yang selalu menganggap Shilla saingan terberat dalam memperoleh perhatian Ryo.

Ketika mendapati lambang di rumah keluarga Luzardi serupa dengan brosnya, Shilla yakin bahwa Ayi-nya berada di sana. Namun siapa di antara kakak-beradik itu yang merupakan Ayi? Dan kini di tengah pencariannya, Shilla malah dihadapkan pada perasaan tak menentu terhadap keduanya...

272 pages, Paperback

First published May 23, 2013

29 people are currently reading
334 people want to read

About the author

Janice Nathania

3 books66 followers
Janice Nathania is currently writing for teenlit - romance genre under Gramedia Pustaka Utama publisher.
She made her debut with Love Command : The First Fall on May 2013, followed by it's sequel, Love Command: The Second Chance on November 2013 and Love Command: The Final Fight on September 2015.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
115 (35%)
4 stars
75 (23%)
3 stars
90 (28%)
2 stars
26 (8%)
1 star
14 (4%)
Displaying 1 - 30 of 35 reviews
Profile Image for Daniel.
1,179 reviews852 followers
February 4, 2016
Jangan ketawa begitu tahu saya baca novel bersampul merah jambu nan unyu ini. Ini buat sesuatu yang lebih besar yang tak dapat diselami oleh pikiran manusia.

Novel ini memecahkan rekor rolling eyes saya sampai-sampai saya takut kalau bola mata saya meloncat keluar.

Tapi saya sangat terhibur membaca novel ini.

Katanya ini dari sebuah post di blog penulisnya, ya? Katanya ini fanfiction, ya? Hum, saya enggak tahu fanfiction dari apa? Ada yang bilang Boys Before Flower di review lain. Saya belom nonton, jadi saya tak tahu. Tapi buat saya ini mirip Kitchen Princess, terutama bagian memento yang ditinggalkan si Pangeran, kedua sifat pangeran, dan sekolah mewahnya. .

Sebenarnya, apa, sih, kekuatan dari cinta masa kecil? Kenapa para cowok suka meninggalkan sesuatu ke cewek waktu kecil? Seinget saya, saya enggak pernah. Saya justru pernah utang lima ratus perak ke temen saya cewek dan belum saya balikin. Dan macem-macem aja barang yang ditinggalin: sendok kayak di Kitchen Princess, tongkat gula kapas di Cotton Candy Love by Priscila Stevanni , dan bros di novel ini. Yah, at least bros ini lumayan lumrah lah.

Jadi, sepeninggal bunda Shilla, ia mendapat wasiat untuk pergi ke Jakarta dan menemui teman SMA Mama-nya. Saya penasaran ke mana ayah Shilla, tapi mungkin ternyata ayahnya adalah direktur perusahaan multinasional. Coolest Dad evaahh. Ternyata, temen SMA ibunya Shilla itu adalah ibu suri dari keluarga kerajaan Lazurdi. Hah? Lo enggak tahu Lazurdi? Ya Tuhan! Lo ke mana aja? Salah satu keluarga terkaya versi majalah Forbes? Huft. Di sana, tak disangka-sangka bros yang ditinggalin pangeran Shilla yang bernama Ayi adalah lambang keluarga Lazurdi. OMG! What a surprise! Terus, tanpa dinyana-nyana si Shilla ini direkrut menjadi pembantu di rumah keluarga tersebut dan bertemu dengan dua putra mahkota kerajaan Lazurdi: Sora dan Daichi Arya dan Ryo. Kehidupan Shilla berubah, apalagi setelah ternyata ia mendapat kesempatan untuk bersekolah di sekolah yang sama dengan Ryo, dan bertemu dengan sahabat baru dan musuh baru bernama Bianca. Siapakah Ayi? Apakah Shilla akan bertemu dengan Ayi? Atau malah Shilla berpaling ke lelaki lain?

Plotnya terdengar familier, bukan? Kalau saya mau jahat, ini klise. Cliche dengan e accute. Tapi saya terhibur dengan novel ini. Shilla ini mungkin karakternya tipikal cewek-cewek yang awalnya sok-sokan kebal sama pesona kedua pangeran Lazurdi. Been there, read that. Satu aksi yang saya suka banget adalah waktu Shilla melumurkan seragamnya ke wajah Bianca. Wuhu~ Saya suka karakter Ryo waktu lagi awal-awal, waktu dia masih galak. Itu win banget. Apalagi waktu dia minta minum, terus disiapin minum mulai dari air putih, es teh, kopi, soda, dsb. dalam satu nampan. Dia OOC waktu dia mulai bersikap baik hati dan perhatian, terutama di akhir buku. Meh.. Arya karakternya baik hati yang membosankan. Oh, Patra juga karakternya oke, meski saya enggak suka waktu dia mulai menye-menye dan dialog Patra sama Shilla yang keju. Saya bukan antipuisi, tapi, God, have mercy on me itu bukan dialog yang oke. Kalau saya lagi jahat, saya skip dialog mereka, dan saya seringnya lagi jahat.

Elipsisnya banyak banget kayak lagi pawai, dan waktu saya nyari nama editor di depan bukunya, hum, saya enggak menemukannya. Hum, mungkin saya kurang teliti waktu bacanya.

Ini menghibur banget buat saya. Bacaan ini termasuk guilty pleasure dan saya cukup belajar banyak dari novel ini. Belajar apakah? Hum, ini untuk sesuatu yang lebih besar pada akhirnya.

Profile Image for Annelice.
200 reviews8 followers
February 9, 2023
Bintang 3!!

Ceritanya lumayan seru tapi drama banget di beberapa plotnya. Terutama latar belakang Ryo.

LC : The First Fall, buku pertama dari trilogi Love Command yang menceritakan tentang Shilla, si gadis kampung dari desa yang ditinggal bundanya untuk selama-selamanya. Sebelum meninggal, sang bunda memberi wasiat kepasa Shilla untuk pergi ke Jakarta menemuni salah satu teman beliau untuk dimintai pertolongan sekaligus mencari Ayi, anak laki-laki yang menyanyikan lagu dan memberinya bross saat jatuh.

Di Jakarta ia terdampar di kediaman keluarga Luzardi, keluarga konglomerat yang sangat kaya raya. Keluarga tersebut memiliki 2 orang anak laki-laki bernama Arya dan Aryo. Kedua kakak-beradik itu sangat bertolak belakang. Arya si baik hati dan suka tersenyum, sedangkan Aryo alias Ryo si congkak yang suka seenaknya sendiri. Shilla jatuh cinta pada salah satu dari mereka, tapi siapakan Ayinya?

Hmm.. entah mengapa si Ryo ini sedikit banyak mengingatkan saya akan tokoh Goo Jun Pyo ya. Dari latar belakang hingga wataknya. Ryo si anak konglomerat sukses yang orang tuanya selalu ada diluar negeri, memiliki rumah super mewah berlantai 4 dengan halaman depan, samping dan belakang yang amat sangat luas, memiliki puluhan pembantu, puluhan mobil mewah dan barang mahal alias branded yang terkira jumlahnya. Ryo memiliki watak congkak, angkuh, dingin dan seenaknya sensiri. Tak ada yang berani melawan Tuan Muda Luzardi tersebut. Pembantu melakukan kesalahan sedikit, langsung dimaki-maki. Sifatnya sangat ketus dan tak ingin terkalahkan. Tapi tapi tapi walaupun wataknya terbilang jelek, fans dia bejibun boooo. Hampir semua anak perempuan mengidolakanya, mengingikan dekat dengannya. Dan tentu saja menjadi pacarnya. Dia selalu dieluh-eluhkan karena fisiknya yang sangat rupawan. Coba, kurang Goo Jun Pyo apa??

Dan Shilla, of course Geum Jan Di nya. Si pembantu yang disukai Ryo, dikasini Arya dan diinginkan Patra. Si miskin yang sekolah di sekolahan super elite, ditaksir cowok-cowok kaya dan dimusuhi ratu sekolah, Bianca.

Novel ini sebenernya drama abis sih. Jujurly yang membuat saya suka dengan ceritanya adalah bullying Bianca terhadap Shilla, bukan kisah cintanya. Karena kisah mereka udah pasti ketebak ya. Shilla, gadis desa yang selalu dihina Bianca habis-habisan bukalah tipe gadis seperti di sinetron yang menye-menye, cengeng dan pengalah. Dia adalah sebaliknya. Melawan bullying dengan tindakan yang sama. Iya dia itu suka balas dendam. Ia bahkan tidak segan untuk membalas perlakuan Bianca dengan perlakuan yang sama.
Seperti saat Bianca mengotori seragamnya dengan sampah, Shilla dengan berani melempar seragam baunya itu ke muka Bianca dan menggosok-gosokan sampai cewek itu shock. Atau saat Bianca memaki gadis itu dan ia balas memaki Bianca. Kaya seru aja gitu wkwk.

Untuk konflik sebenernya standar aja ya, namanya juga teenlit. Intinya tentang cinta, tentang siapa yang sebenarnya Shilla suka.

Oh iya, ada beberapa hal yang menurut saya kurang sesuai dengan blurpnya.
Pertama tentang bu Romi, sahabat bundanya Shilla. Sampai terakhirpun Shilla nggak ketemu dengan Bu Romi itu, jadi sampai kapan dia bakal jadi pembantu tanpa pernah memberi tahu Bu Romi tentang siapa dirinya?
Kedua tentang Ayi, jadi siapa Ayinya Shilla sebenarnya?
Ketiga, tentang Mai, siapa Mai, apa latar belakangnya?
Keempat, ini nggak ada hubunganya sama blurp sih, cuma mengganjel otak saya aja. Shilla itu kan dikeluaraga Luzardi sebagai pembantu ya, tapi kok dia kaya majikan. Masuk rumah dibukain pintu sama Bi Okki, bebas kemana aja hingga larut malam, dianter jemput sama cowok-cowok bermobil mewah, kagak pernah kerja pula. Dan heranya pembantu-pembantu yang lain kaya biasa aja, nggak ada rasa iri dengki karena rekanya amat sangat beruntung dan terlalu bebas. Aneh banget kan?
Kelima, ini juga nggak ada hubunganya sama blurp. Tentang karakter Bianca. Dia itu kan Queen Bi ya, ratu sekolah, cantik, kaya raya, sempurna. Tapi kenapa dia segitu norakanya kalau sama Ryo sih? Kaya nggak pernah liat laki-laki aja ya ampun. Padahal dia kan femess, otomatis banyak cowok yang ngedeketin dia juga dong, tapi kalau udah liat Ryo, idih kaya cewek murahan. T.T

Netx, saya bakal baca sekuel keduanya. Semoga menjawab hal-hal yang nggak dijelasin di buku pertama.
Profile Image for Dinur A..
258 reviews97 followers
July 21, 2016
Oke. Pertama-tama, saya pengin membahas beberapa hal yang membuat saya kurang nyaman/sreg saat membaca buku ini (yang bikin saya merasa seperti lagi menonton BBF);


Tokoh Ryo dan Arya di cerita ini digambarkan sebagai anak-anak dari keluarga yang amat-sangat-very kaya raya. Yang dimaksud dengan kaya-raya itu betul-betul kaya raya. Terbukti dari penjelasannya yang bilang bahwa keluarga mereka termasuk dalam 10 keluarga terkaya di Indonesia, dan termasuk dalam jajaran 150 keluarga terkaya versi majalah Forbes. Yah, untuk yang ini memang bukan masalah buat saya. Tapi pas dijelasin bahwa rumah mereka se-waw itu (4 lantai), saya bengong. I mean, really? 4 lantai? Nggak salah? Di kompleks mana tuh? Sama kayak sekolah saya dong? Err... Ya setidaknya yang satu ini cukup nggak logis buat saya.

Lalu urusan sekolah. Di Jakarta ini memang ada sekolah-sekolah yang beurukuran sebesar yang digambarkan di cerita ini (fasilitas super-eksklusif merangkap kolam renang, lapangan-lapangan jumbo, lift, dll), tapi apakah seragamnya berupa blazer? Ini Indonesia bro! Memangnya nggak panas ya...

Terus perihal Ryo waktu dia berniat mengajak Shilla ke Dufan, itu menurut saya nggak masuk di nalar banget. Masa iya, semudah itu dia menelepon bawahannya dan bilang, "Kosongin ya, Dufan-nya."? Ya memang nggak exactly seperti itu, yang jelas intinya dia meminta supaya Dufan-nya dikosongin karena dia mau main. Apa mungkin saya yang belum tahu bahwa di sini ada kebijakan seperti itu? Bahwa kalau misalnya presiden mau bertandang ke Dufan, Dufan-nya bisa dalam sekejap dikosongkan? Yeah, masalahnya kan si Ryo ini bukan presiden.

Pada waktu akhirnya Dufan-nya nggak jadi dikosongin, mereka disambut pakai red carpet dari luar gerbang sampai ke dalam Dufan (dijelaskan seperti itu di narasi). Wow. Baru minggu lalu terakhir saya ke Dufan, dan saya ingat jarak dari luar ke dalam itu jauh, berarti seberapa panjang red carpet-nya? Dan sekali lagi, memang iya ya kalau ada pejabat penting berkunjung begitu, harus disambut pakai red carpet? Serius, saya nggak tau.

Nah, trus ada lagi. Jadi ceritanya keluarga Luzardi yang ultra-supa-dupa kaya itu memiliki lambang keluarga mereka sendiri, dan lambang itu ada di mana-mana. Contoh: di pin resmi keluarga mereka, di pagar rumah, di air mancur, bahkan di peralatan dapur seperti nampan... lah, serius tuh? Nampan? Nampan?

Beberapa adegan juga berbau-bau sinetron abis. Like, really. Yah, tapi kalau yang satu ini memang nggak bisa disalahkan sih, namanya juga novel, dan di beberapa tempat, novel butuh adegan-adegan dramatis yang mendukung kan...

Lalu, karakterisasi tokoh Shilla di sini agak kurang menurut saya. Seharusnya dia bisa dibuat menjadi lebih kampungan lagi. Iya sih, dia memang nggak mengerti cara megang HP dan bahasa-bahasa gaul Jakarta, tapi entah kenapa kurang kampungan aja bagi saya. Gerak-gerik dan polahnya agak terlalu 'orkay' aja untuk ukuran anak kampung yang nggak pernah ke Jakarta sama sekali seumur hidupnya.

Nah, terus si Shilla ini menurut saya agak-agak bego dan dungu. Kenapa sih, kayaknya susah banget buat bilang tentang wasiat ibunya semenjak dia datang ke kediaman Luzardi? Dengan begitu kan, dianya juga nggak jadi repot dan nggak harus end up menjadi pembokat. Ya, tapi ini terserah penulisnya sih. Karena kalau nggak dibuat begitu, ceritanya nggak bakal mengalir. Cuma saya agak terheran-heran aja...

Ada juga beberapa hal yang janggal buat saya. Jadi, sekolahnya si Ryo dan Shilla ini menggunakan sistem pengabsenan murid-muridnya dengan ID card yang ditempelkan ke mesin. However, di sini ada juga adegan dimana si guru mengabsen murid-muridnya secara manual. Nah, bukannya sistem ID card itu diciptakan agar absen murid-muridnya lebih valid sekaligus meringankan tugas mengabsen manual? Apa mungkin penulisnya memang menginginkan kayak begitu? Tapi kalau menurut pengalaman saya sih, harusnya nggak seperti itu. Yeah, I'm speaking from my own experience.

Terus, ada adegan dimana saat Arya meminta dibawakan aspirin padahal ia tidak sedang terbaring sakit atau apa. Nah, yang satu itu nggak dijelaskan lebih lanjut apakah memang Arya sedang sakit atau bagaimana.

Lalu yang lumayan bikin nggak nyaman saat membacanya adalah, semua kata batin tokoh-tokohnya nggak menggunakan italic. Itu lumayan mengganggu konsentrasi membaca saya.


Ok. Enough for the negatives.

Membaca buku ini mengingatkan saga pada teenlit lain yang berjudul Kupu-kupu Salju karangan Felice Cahyadi, karena keduanya membuat saya merasa seperti lagi nonton BBF. Tapi tenang, ceritanya berbeda kok. Dan saga suka dengan teenlit itu.

Bahasa penulis dalam mengisahkan cerita ini menurut saya agak 'berat' untuk ukuran teenlit. Tapi bukan berarti aku nggak suka, malah saya sangat suka karena bahasa puitisnya itu 'ngena' walaupun terkadang rasanya lebay untuk ukuran cerita remaja.

Salah satu scene yang menjadi favorit saya adalah pada saat Ryo dan Shilla bermain-main di Dufan, saat mereka berdua di Bianglala (ya, mengesampingkan segala kekurangan yang saya sebutkan di atas), itu secara tidak langsung membuat saya kembali mengingat-ngingat acara perpisahan kelas saya di Dufan... Curhat.com.

Instead of Ryo or Arya, tokoh favorit saya di buku ini justru adalah Patra. Saya selalu menyukai karakter cowok macam dia yang rela berkorban walaupun hal itu juga ikut mengiris perasaan saat membacanya. He's definitely the real gentleman. Semoga porsinya akan lebih banyak lagi di buku selanjutnya.

Dan, yang membuat penasaran adalah, sosok Mai dan Ayi belum terungkap di buku ini, dan saya berharap eksekusinya bakalan bagus di buku selanjutnya. Dan juga Arya yang masa depannya belum jelas, saya harap juga semakin banyak perannya di buku selanjutnya. Dan semoga sekuelnya itu nggak akan lama-lama banget.

Satu lagi, kalimat terakhir yang menjadi ending buku ini sukses membuat saya jleb. After a tiring and boring journey of reading, finally I could feel something thru that ending. Like, this is it!

Ini ada sepenggal paragraf yang bikin saya cringe abis-abisan;

Cinta. Hal yang dikecap rasa, namun tak teraba raga. Ia datang tak bersuara. Tanpa berita, ia ada. Merasuki sukma dan pandangan mata.

Sunyi, bukan berarti tak bebunyi. Hening, bukan berarti bergeming. Dengar kesunyian itu sejenak dan kau akan tahu sebuah rasa tengah berarak. Secara perlahan, namun tak tertanggungkan. Karena cinta adalah hakiki. Sebuah misteri yang akan sesuai perjalanan hati.

Ia berteriak dalam hati pada titik-titik air yang mencumbu bumi. Entah dari mana asalnya pengetahuan ini datang. Mungkin dari bisikan alam yang tiba-tiba ditiupkan hujan. Atau dari desah yang melalui jantungnya yang perlahan dilingkupi jalar kehangatan. Tapi satu yang jelas ia tahu; tampaknya ia jatuh cinta pada gadis dalam pelukannya ini.


Lebay? Iya, banget. Jangan ngebayangin dua anak ABG pas lagi baca line yang itu. Wkwkwk.


Profile Image for Fhily.
Author 1 book44 followers
May 25, 2013
Ashilla Rayanda seorang gadis belia yang tinggal di sebuah Desa sepeninggal Ibunya merantau ke Jakarta. Berbekal sebuah alamat yang ditinggalkan berserta bross pemberian Ayi—teman masa kecilnya. Awal pertama ke Jakarta ia malah terdampar di sebuah rumah milik keluarga Luzardi dan harus menerima kenyataan menjadi “Babu” di rumah seseorang yang arogan bernama Aryo atau yang biasa dipanggil Ryo. Tuan muda yang satu itu angkuh, sombong dan lain sebagainya. Apalagi first meet-nya dengan Shilla sangat buruk. Shilla menjadi “babu” karena tidak ada pilihan lain. Jadi babu atau terlantar di Jakarta. Karena ia sendiri belum mengerti kenapa ibunya memberikan alamat itu padanya.

Shilla baru saja menyadari kalau ternyata bross pemberian Ayi itu sama seperti lambang yang dikenakan oleh seluruh pembantu, bahkan seragam yang diberikan padanya. Berarti Ayi-nya ada di situ? Untuk apa Ayi di situ? Bukankah ini seperti neraka? Tinggal serumah dengan cowok arogan seperti Ryo?

Di sisi lain, ketika Deya—teman pembantunya menyuruhnya membawakan handuk kepada Tuan mudanya Shilla merasa takut. Karena akan berhadapan dengan Ryo lagi. Tapi... ternyata Shilla malah berhadapan dengan Arya sosok tuan muda yang berbanding seratus delapan puluh derajat dengan Ryo. Arya omongannya lebih halus dan terutama murah senyum.

Semakin lama di rumah keluarga Luzardi menghadapi sikap dua orang yang berbeda ini. Membuat Shilla terperangkap pada sebuah gejolak aneh. Apalagi ketika Shilla harus satu sekolah dengan Ryo (karena perkataan Arya yang katanya pembantu dibawah umur harus mengecap pendidikan itu aturan turun-temurun di keluarga Luzardi). Satu demi satu masalah mulai muncul. Apalagi ketika si Bianca yang mungkin bisa dikatakan Ryo versi wanita. Sang ‘drama queen’ dengan barang-barang bermerk mengelilingi tubuhnya. Yang memuja Ryo mati-matian tetapi selalu tidak mendapat tanggapan dari Ryo. Hadirnya Shilla membuat dia merasa terancam untuk mendapatkan Ryo!

Arya harus kembali ke Paris (karena mandat dari orang tuanya, dan orang tuanya juga tinggal di Paris) membuat Shilla dengan sebuah perasaan yang sedang tumbuh pada Arya menjadi galau. Menyadari bahwa sebentar lagi ia tidak akan melihat senyum Arya lagi. Menerima kenyataan bahwa ia harus hidup dengan wajah arogan Ryo! Siapa sangka kepergian Arya malah membuat babak baru pada Ryo dan Shilla. Sebuah momen di atas bianglala dimana Shilla menangis dalam rengkuhan Ryo untuk Arya. Menyadarkan Ryo bahwa ia memiliki perasaan lebih untuk gadis yang sedang berada di dalam rengkuhannya itu. Dan untuk pertama kalinya ada gadis lain, selain Mai—seseorang yang mengajarkannya pada “kasih” karena dia memang kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya—menyusup ke dalam hatinya.

Lalu bagaimana dengan Arya? Bagaimana dengan perasaan Shilla dan bagaimana kelanjutan perasaan Ryo pada Shilla? Dan... bagaimana jika seseorang bernama Patra datang menyusup ke kehidupan Shilla? Patra seorang teman baru bagi Shilla yang dikenalkan oleh Devta dan Ifa—teman-temannya semenjak masuk sekolah. Patra yang selalu memberikan lelucon dan pengandaian untuk Shilla. Namun diam-diam menyimpan perasaan kepada Shilla. Tapi juga yang membuat Shilla mampu menerjemahkan “Ombak dan Badai” untuknya dan Ryo.

Lalu kepada siapakah “firs fall” Shilla. Apakah Arya, Ryo, atau Patra? Atau mungkin kepada sahabat kecilnya “Ayi”?

***

Awal ceritanya sih klise seperti “Si Kaya” dan “Si Miskin”, Penolong masa kecil, Lelaki tampan disekitar yang membuat dillema, seorang gadis antagonis yang merasa dia penganggu. Katakanlah banyak novel/film/sinetron semacam itu saat ini. Kata penulisnya juga memang terinspirasi dari K-Drama BBF dan Kitchen Princess ceritanya. Jadi jangan heran jika kalian menemukan agak sedikit kemiripan. Karena udah baca versi fanfictionnya jadi udah gak ke-ikut lagi dalam tebak-tebakan siapa “Ayi” itu. Mungkin buat yang biasa baca cerita model begini bakal ketebak dari awalnya walaupun belum baca ff-nya. Hm... tapi katanya ini bakalan dijadikan trilogi yah? Karena ceritanya belum sampe setengah part versi ff-nya. Di Novel yang pertama ini Ayi belum terbongkar, Arya gak jelas nasibnya. Walaupun ... tapi saya tahu itu belum eksekusinya.

Sebenarnya rada kaget juga pas ini genre-nya teenlit karakternya emang cewek yang masih tergolong teen. Tapi... hmm... tapi gak tahu ding. Hehehe. Pas lihat pertama kali di GR halamannya cuman 200-an agak kaget. Secara di-blog penulisnya sampe part 35 masa cuma 200-an lembar? Saya kira triloginya bersambung pas di-ending ff itu. Jadi kehidupan setelah menikah makanya gak nyambung sama genre teenlit. Namun setelah novelnya keluar... oh. Ternyata 35 part itu dibagi menjadi 3 bagian.

Kalau menurut saya (pribadi—dan tanpa bermaksud menjatuhkan atau apa) bahasanya mungkin agak “sedikit” berat untuk kaum teen. Soalnya pada first fall ini ‘lumayan’ banyak kata-kata hiasan/hiperbola pada kalimat normal(?)—apalagi seri selanjutnya (yang saya baca juga banya kata-kata hiasan meski gak sebanyak Raksasa dari Jogja (?)). Dan saya orang yang “tidak terlalu menikmati hiperbola”—kecuali saat-saat tertentu. Jadi satu kalimat itu kadang harus saya baca dua kali untuk pemastian (atau mungkin karena otak saya sedang tidak prima). Tapi tidak apa, mungkin itu bisa jadi ciri khas penulis.

Sama seperti saya tidak begitu menyukai novel teenlit fenomenal seperti Trilogi Jingga Untuk Matahari. Saya juga sekarang sedang tidak berminat pada novel teenlit. Mungkin lebih ke penasaran dengan wujud fisik novel yang berawal dari ff ini. Makanya membaca novel yang satu ini. Apalagi penulisnya memakan waktu 2 tahun (kalau gak salah) menyelesaikan novel ini dengan tuntutan tetek-bengek dari para pembacanya tentu merasa tertekan—saya juga merasakannya #abaikan. Saya cukup menikmatinya (tapi tetap saja masih banyak pertanyaan di dalamnya)

Untuk first fall, saya suka Patra dengan segala pengandaiannya yang berbobot (?)—tapi tidak mengalahkan jagoan-jagoan “badboy” di fiksi dewasa #abaikan #nggakpenting waks. Saran aja sih buat penulisnya, kan mereka kakak-adik Arya sama Aryo. Kenapa Ryo harus dipanggil Ryo? Dan Arya gak disingkat agak ganjal sih. Ary misalnya. Supaya jadi Ary dan Ryo ;;) supaya pembaca lebih bingung menentukan Ayi sebenarnya siapa (?) *lho.

Well 3 stars ;)
1 star buat usaha penulisnya yang udah menyelesaikan novelnya karena saya tahu menyelesaikan novel itu nggak gampang + 2 stars standard bintang buat teenlit yang cukup suka :) hehehe.
Profile Image for Ega.
63 reviews1 follower
June 25, 2013
Jujur deh, saya sering tergoda kalau melihat buku dengan cover yang bagus. Lihat aja nih, novel Janice Nathania yang judulnya The First Fall. Lucu kan. Warnanya pink, trus awan-awannya itu imut. Hahahha...

Novel ini bercerita seorang gadis bernama Shilla yang ibunya baru saja meninggal karena sakit asma. Praktis, Shilla menjadi yatim piatu. Sebelum meninggal ibunya meninggalkan surat wasiat kepada Shilla yang isinya meminta Shilla pergi ke Jakarta untuk menemui Ibu Romi, teman SMA ibunya Shilla.

Shilla yang lahir dan tumbuh besar di kampung, tentu nyalinya ciut membayangkan akan pergi ke Jakarta, kota besar yang asing sekali baginya. Namun demi wasiat bunda, Shilla menguatkan hati dan berangkat menuju Jakarta.

Sampailah Shilla pada alamat yang dituju. Ternyata rumah yang didatangi Shilla adalah rumah mewah yang besaaaaarrr sekali. Tapi Shilla tak bertemu dengan Ibu Romi. Yang ada dia malah diminta jadi pembantu rumah tangga di rumah tersebut. Selain pembantu yang jumlahnya banyak, di rumah ini tinggal Arya dan Ryo, anak dari keluarga Luzardi, sang pemilik rumah. Arya ini baiiikk sekali pada Shilla. Shilla diminta melanjutkan SMA, bahkan disekolahkan di sekolah mewah, tempat Ryo juga bersekolah.

Namun sayang, berbeda dengan kakaknya, Ryo ini amit-amit nyebelinnya. Shilla sering dibuat jengkel oleh ulahnya. Hari-hari Shilla di sekolah pun sering tidak menyenangkan karena Shilla bermusuhan dengan Bianca, cewek populer di sekolah itu, yang naksir berat sama Ryo. Untung saja Shilla punya dua sahabat, Ifa dan Devta. Oh iya, tentu saja Shilla harus merahasiakan statusnya sebagai pelayan di rumah keluarga Luzardi.

Gawat! Arya harus pergi ke Paris atas perintah orang tuanya. Dan parahnya dia menitipkan Shilla pada Ryo. Asli, Shilla galau banget tuh. Bayangin, dia harus sering berurusan sama si sombong Ryo. Eh tapi bener sih ya kata orang, cinta sama benci itu bedanya tipiiiiiisss banget. Seiring waktu, benih-benih cinta (ciiieee.....) antar Ryo dan Shilla tumbuh. Namun, itu semua tidak terlalu mulus, karena kemunculan Petra, seorang cowok baik hati yang sedikit mencuri perhatian Shilla, dan tentu saja membuat Ryo cemburu berat.

Dan, ada satu teka-teki masa lalu yang masih disimpan Shilla, dan ternyata itu berkaitan dengan salah seorang anggota keluarga Luzardi. Apakah itu? Terus, Shilla jadiannya sama siapa? Saatnya kamu temukan sendiri jawabannya yaaa.... Meeeoooowwwwww.... ^^

-o00o-

Uwuwuuuuuu... saya senyum-senyum sendiri baca novel ini. Seperti covernya, novel teenlit yang satu ini sweet alias maniiiiss banget. Pertengkaran Ryo-Shilla itu sering bikin gemes. Rasanya pengen jitakin mereka satu-satu. Ih tapi, juga emosi banget tuh liat Bianca. Ada ya cewek super sombong kayak gitu. Teman-teman jangan kaya Bianca deh, ntar ngga ada yang mau nyayangin loh.

Bahasa novel ini enak kok untuk diikuti. Alurnya juga enak, ngga terlalu lambat dan mengalir begitu saja membuat ngga sadar terus balik-balik halamannya sampai habis. Karena suka banget sama jalan ceritanya, saya nyelesein novel ini cuma 1 hari looohh... Oh ya, novel ini nggak sampai di sini aja. Tapi nanti, ada lanjutannya. Wiiiiihh.. nggak sabar! Teman-teman, buruah gih baca novelnya ya..
Profile Image for Yovano N..
239 reviews14 followers
September 5, 2014

Bisa juga dibaca di sini: http://kandangbaca.blogspot.com/2013/...

Denger-denger, novel teenlit karya Janice Nathania ini tadinya adalah fanfiction dari salah satu drama Korea (K-drama) terkenal. Tapi saya nggak tahu K-drama yang mana. Kita juga nggak bisa lagi membaca fanfiction tersebut, sebab blog tempat penulis mem-posting ceritanya telah dihapus oleh yang bersangkutan. Ah, sayang sekali, padahal saya penasaran ingin membacanya. Bisa dimaklumi apabila alasan penulis adalah agar orang-orang membeli dan membaca bukunya, dan bukan membacanya secara gratis di internet. Penulis nggak mau rugi dong. Apalagi Love Command: The First Fall direncanakan akan dijadikan trilogi, padahal fanfiction-nya sendiri aslinya sudah tamat. Bila pembaca telah membaca versi fanfiction-nya, ngapain juga beli bukunya kan? Hehe.

Baiklah. Mari kita abaikan info di atas dan mulai membahas novelnya. Love Command: The First Fall berkisah tentang Shilla, gadis desa yang baru saja kehilangan ibunya. Dalam surat wasiat sang ibu, beliau berpesan agar Shilla menemui Ibu Romi dan suaminya, yang adalah teman ibunya semasa SMA, yang tinggal di Jakarta. Berbekal surat dari sang ibu dan bros perak pemberian Ayi, seseorang dari masa kecilnya, gadis itu pun berangkat ke ibu kota.

Di Jakarta, terjadi hal di luar dugaan yang menyebabkan Shilla bukannya bertemu dengan sahabat sang ibu, tapi malah berakhir menjadi pembantu di rumah keluarga Luzardi, yang adalah keluarga milyuner, ralat: SUPER-BILYUNER. Oke, mungkin saya yang lebai, tapi beneran kaya raya loh. Keluarga Luzardi punya usaha di mana-mana, bahkan hingga ke mancanegara. Rumahnya saja besar banget, memiliki empat lantai. Saking luasnya, dipake jogging keliling dua putaran aja udah ngos-ngosan. (Hehe, yang terakhir itu saya yang nambahin, nggak ada deskripsi kayak gitu kok di novelnya). *dikemplang*

Di rumah megah itu, Shilla harus melayani kakak-beradik Luzardi (orang tua mereka jarang berada di rumah). Arya Luzardi, 21 tahun, adalah pemuda yang baik dan penyabar. Atas pesan mendiang sang kakek, Arya menyekolahkan setiap pembantu yang bekerja di rumah keluarga Luzardi, tak terkecuali Shilla. Saking kayanya, keluarga Luzardi sampai punya sekolah sendiri loh. Di situlah nanti Shilla akan bersekolah. Anak kedua adalah Ryo, yang sangat bertolak belakang dengan Arya. Cowok itu berusia 16 tahun, sebaya dengan Shilla. Ia adalah cowok angkuh yang suka bersikap seenaknya kepada pembantu. Ia sering mengganggu Shilla secara verbal. Untunglah Arya lumayan perhatian kepada Shila, sehingga Shilla dapat bertahan selama berada di rumah itu. Yang masih menjadi misteri adalah: salah satu dari kedua putra Luzardi kemungkinan besar adalah Ayi, yang pernah memberikan bros kepada Shilla. Mengapa Shilla begitu yakin akan hal itu? Karena lambang pada bros pemberian Ayi, adalah lambang keluarga Luzardi!

Shilla pun menjalani perannya sebagai pembantu sekaligus murid sekolah elit milik keluarga Luzardi. Diam-diam, gadis itu mulai menyukai Arya loh. Keadaan di sekolah sendiri tidak mudah, sebab Shilla harus merahasiakan identitasnya sebagai pembantu. Shilla juga harus berhadapan dengan Bianca, cewek kaya menyebalkan yang keluarganya punya sebagian saham di sekolah. Oleh suatu sebab, kedua gadis berbeda latar belakang tersebut menjadi semacam musuh bebuyutan. Saat Arya berangkat ke Paris, hati Shilla hancur. Ryo yang nggak tega melihat kesedihan Shilla, perlahan-lahan mulai menaruh perhatian khusus kepada gadis itu.

Ingin tahu bagaimana nasib Shilla si pelayan seksi? Ikuti kisahnya dalam novel teenlit Love Command: The First Fall karya Janice Nathania.

***

Membaca novel ini nggak ubahnya menonton serial drama Korea. Meski saya nggak tahu persis K-drama yang menginsipirasi penulis untuk menulis fanfiction novel ini, saya dapat menduga bahwa K-drama tersebut adalah Boys Before Flowers (juga dikenal dengan sebutan Boys Over Flowers). Suasana sekolah, seragam, hingga segala atribut di dalam sekolah mengingatkan saya pada serial BBF. Apalagi tokoh utamanya yang dihadapkan pada dua pilihan: cowok baik hati dan perhatian, atau cowok badboy yang charming dan sulit untuk ditolak. Sebenarnya nggak hanya BBF sih. Nuansa K-drama-nya terasa sekali dalam setiap adegan. Adegan Ryo marah-marah ke Shilla mirip dengan Lee Yong-jae yang marah-marah ke Han Ji-eun dalam K-drama Fullhouse. Namun terlepas dari banyaknya aspek K-drama yang hadir dalam novel ini, saya sangat menikmati membaca Love Command: The First Fall.

Tapi bagaimanapun sukanya saya pada cerita dalam novel ini, banyak bagian cerita yang terasa janggal. Misalnya nih ya, Shilla itu ke Jakarta untuk mencari rumah teman ibunya kan? Dalam novel ini Shilla kok seolah-olah lupa dengan tujuannya? Saya juga merasakan unsur fanfiction yang sangat kental, terutama dari segi karakterisasi. Sebagai mantan penulis fanfiction, saya mencium aroma Mary Sue (untuk tokoh cowok, biasanya disebut Gary Stu), yang mana hal tersebut sebisa mungkin dihindari oleh penulis fanfiction. Tidak ada larangan sih untuk menulis karakter Mary Sue. Hanya saja, kesannya jadi ngayal banget. Ambil contoh si Shilla: Gadis miskin dengan profesi sebagai pembantu, kebetulan punya wajah manis, kebetulan dikelilingi cowok-cowok ganteng (kebetulan juga cowok-cowok itu menyayanginya), kebetulan punya temen yang baik tiada tara, kebetulan punya rekan-rekan kerja sesama pembantu yang kooperatif, kebetulan punya rival yang jahatnya amit-amit (tapi sang tokoh utama nyantai banget menghadapi rivalnya tersebut). Sewaktu galau, kebetulan datang tokoh pelampiasan hawa nafsu yang, catet ya: baik, ganteng, sabar, pengertian. Akhirnya sang tokoh utama jadi lupa daratan kemudian ngelunjak. Mbak, mbak, lupa ya, situ cuma pembantu? ("Yeeee... Sirik aja nih, yang nge-review!!!" Haha.)

Ya habis begitu sih ceritanya. Tapi namanya juga penyuka romens ya, se-nggak mungkin-nggak mungkin-nya adegan romens dalam cerita ini, teteup aja suka. Bacanya sambil ngiler pula. Itu lho, waktu si Ryo ngajak Shilla ke Dufan demi melenyapkan kesedihan gadis itu pasca ditinggal pergi Arya (padahal pacar juga bukan, cuma diberi perhatian doang sebagaimana majikan yang baik bersikap ramah kepada pembokat—ya ya ya, saya emang SIRIK sama Shilla). Jadi ceritanya gini: demi ngajak ke Dufan, si Ryo menelepon pihak Dufan untuk mengosongkan tempat tersebut karena dia ingin main-main ke sana. Terakhir kali Dufan dikosongkan adalah ketika Ryo masih kecil. Can. You. Believe. THAT? Saya pernah membaca entah di mana, kalo nggak salah Stephen King yang ngomong (cmiiw): "Dunia nyata boleh tidak masuk akal, tapi fiksi harus masuk akal." Er... kebayang nggak sih, caranya ngosongin Dufan? Memang pada akhirnya Dufan nggak jadi dikosongin, sebab Shilla melarang (heeeh, pembokat! Sape lo, pake larang-larang majikan lo segala? *siapapun, tolong tendyang saya yang semakin nyinyir inih*).

"Sebenernya kamu suka nggak sih novel ini, Pan? Dari tadi protes melulu!"

Saya jujur suka kok novel ini. Suer, beneran! Andai saja buku ini beneran fanfiction, bisa jadi saya malah nggak akan protes sama sekali. Untuk ukuran novel remaja, bahasa yang digunakan penulis bisa dibilang nggak kacangan. Banyak metafora-metafora menarik dalam rangkaian kalimat di novel ini. Konfliknya sendiri, lumayanlah, khas remaja gitu deh (setidaknya nggak se-flat novel metropop yang saya review sebelumnya). Salah satu konflik yang cukup seru, yaitu saat Shilla berhadapan dengan Bianca. Biasalah karakter queen bee model begini, sifatnya nggak jauh-jauh dari sombong, arogan (sama aja ya? hihi), dan doyan merintah-merintah anggota gengnya. Saking gemasnya, saya berkhayal menampar cewek ini demi ngebela Shilla (tuh kan, saya nggak benci Shilla kan? KAN?). Sayangnya Shilla nggak butuh bantuan orang lain untuk menghadapi Bianca, jadi saya pun cuma bisa kalem sambil terus membaca novel ini. Ngomong-ngomong, kenapa ya nama Bianca dalam novel-novel maupun sinetron selalu identik dengan tokoh antagonis? Siapapun yang punya nama Bianca di luar sana, saya cuma mau bilang, “Yang tabah ya, Dear... *makin ngelantur*

Sebaiknya saya segera mengakhiri review ini (kalo bisa disebut review juga). Overall, novel ini seru kok. Cover-nya juga kece badai. Sayang logo teenlitnya lumayan ganggu. Yang doyan romens boleh banget baca novel ini dan ikut merasakan sensasi-sensasi menyenangkan yang dihadirkan dalam setiap adegan di dalamnya. Untuk ukuran buku pertama dari sebuah trilogi, ending buku ini nggak menggantung. Tapi saya tetep kepingin tahu kelanjutan kisah Shilla si pelayan seksi. So, I will definitely buy the next book. ;)

Oh ya, yang sudah baca novel ini, minta komentarnya dong. Saya penasaran K-drama apa yang menjadi dasar cerita novel ini, yang sebelumnya berbentuk fanfiction.

***
Profile Image for Jessica Ravenski.
360 reviews5 followers
January 19, 2018
Jadi... Saya tuh excited banget sama novel ini. Karena sempet baca2 review di GR & google, series ini semacam fanfic drakor BBF. Fyi, setahun lalu saya nonton BBF dan sampe sekarang itu drakor nongkrong di list drakor favoriiiiiit saya. Drakor yang membuat saya giggle2 sendiri, stress, emosi pokoknya. Makanya saya berharap banget novel ini bisa menyamai sensasi yang saya rasakan waktu nonton BBF, hahaha. (Atau sensasi saat saya baca teenlit CinderAna on Duty deh. Saya girang banget baca teenlit itu.)

Dengan ekspektasi bakal suka berat dengan novel ini, mulai deh saya baca, tapi ternyata hasilnya gak terlalu memuaskan saya. Saya gak suka sejak apa ya... Mungkin sejak Shilla gak langsung bilang dia ke Jakarta buat nemuin Bu Romi, sih, saya mulai capek sama Shilla. (baru mulai langsung capek) Yaelah, Shilla, kamu dudung amat sih, terpaksa jadi pelayan kan di situ.

Trus, kemunculan Patra yang (menurut saya) agak tiba-tiba. Dan langsung suka Shilla pula.

Trus, dengan banyaknya kata-kata puitis (yangcukup melelahkan) di novel ini. Yaampun, saya jadi keseringan nge-skip kata2 puitisnya (maafkan saya, author). Karena menurut saya kepanjangan dan anak SMA rasanya aneh tiba-tiba suka ngomong puitis tentang alam, badai, endebrei, endebrei, endebrei. Kata2 puitis ini kayaknya cukup banyak menjelang ending dan karena itu, endingnya saya baca sekilas sretttt cepet aja.

Jadi, begitulah.

Oh ya, saat baca novel ini, ketimbang keinget BBF, saya malah keingetan sama sinetron Candy-nya Rachel Amanda mulu, hahaha. Yaampun ini super ga penting sih, maaf.

2.5 bintang.
123 reviews
December 13, 2017
Baca ini, awalnya malesin, udah ketebak bakal kayak apa, tapi penasaran aja sama karakter cowoknya. Tetep😏

Aku lebih suka penggambaran cinta sekaligus keinginan lewat capung ini daripada badai.

"Dont judge a book by its cover" ada lanjutannya lho! Jadi jangan keburu ngomong satu kalimat itu sebelum "Dont, until you know its content"
Profile Image for steff.
144 reviews58 followers
January 17, 2024
just read this karena keinget pas awal baca dari fanfiction, its the type of book that becomes your guilty pleasure tapi feel seneng bacanya gak bakal hilang :D
Profile Image for Riyan Raditya.
Author 2 books
June 18, 2013
Nostalgia. Satu kata yang dapat saya berikan ketika membaca kembali cerita Love Command ini. Cerita Shilla yang "terdampar" di kediaman keluarga Luzardi dan menjadi seorang pembantu. Wasiat Ibunya membuat dirinya tak tahu harus melakukan apa di kediaman Luzardi tersebut. Hingga akhirnya ia berniat berada di dalam kediaman Luzardi saat menyadari lambang keluarga Luzardi sama dengan bros yang diberi Ayi, seseorang yang menolongnya di masa lalu. Ayi berada di keluarga Luzardi. Shilla tak tahu di mana atau siapa Ayi di dalam keluarga Luzardi. Ryo yang menyebalkan kah atau Arya yang baik hati. Dari situlah cerita dimulai, kehidupan Shilla yang menjadi pembantu di keluarga Luzardi dan mencari-cari Ayi yang sebenarnya.

Ya, seperti yang saya katakan di atas, saya bernostalgia. Saya membaca kembali cerita bersambung Janice dalam bentuk buku (Novel). Love Command ini salah satu dari beberapa fanfiction yang menggerakkan saya untuk menulis. Melihat sudah menjadi sebuah novel tersendiri membuat saya iri sekaligus bangga. Saya dibuat terkejut karena ternyata novel yang saya baca ini belum tamat dan baru saya ketahui Love Command ini dibuat trilogi.

Setelah saya membaca ulang Love Command ini saya beranggapan bahwa cerita ini seperti drama-drama Korea. Yang dimaksud di sini adalah alur dan tokoh yang saya lihat mirip dengan standar cerita-cerita di drama Korea. Mungkin penulis memang terinspirasi atau sering menonton drama-drama Korea. Tak ada yang salah dari itu semua, saya melihat karya ini fresh di genre teenlit.

Dari situlah faktor mengapa beberapa adegan banyak yang tidak logis di masyarakat Indonesia. Kediaman Luzardi yang megah dan dapat clear-in Dufan hanya dengan menelepon pengurus/pemilik Dufan. Kedua contoh itu mungkin masuk akal di drama Korea, tapi tidak di masyarakat Indonesia. Saya juga menemukan adegan Ryo yang notabenya keluarga Luzardi kaya raya itu masih mendownload lagu gratis di internet. Kalau saya jadi Ryo saya langsung membeli album atau lagunya di i-tunes.

Walau begitu cerita ini mengundang rasa penasaran yang ingin tetap membalikkan lembar per lembar halamannya. Seperti saya menonton drama Korea yang penasaran bagaimana ending dari para tokoh-tokohnya. Mungkin saya bisa bilang novel ini bergenre teenlit rasa drama Korea. Di seri pertama ini kalian belum akan menemukan jawaban siapakah Ayi tersebut? Ini yang menurut saya pintar karena membuat saya ingin membeli seri keduanya. Walau saya menunggu seri ketiganya karena saya lupa dan tidak membaca part akhir cerbung fanfiction tersebut.

Harapan saya semoga para penulis fanfiction favorit saya mengikuti jejak Janice. Begitu pula dengan saya yang dapat melihat novel saya tersusun di rak toko buku nantinya. Love Command ini recommended untuk bacaan ringan anda para pembaca. I give 3 stars for this book.

Review dapat dilihat di: http://gallerywords.wordpress.com (http://wp.me/p1r5Ad-by)
Profile Image for W. Ong.
111 reviews35 followers
December 23, 2014
Akhirnyaaa!! dapat juga teenlit yang sesuai dengan selera. sejak lulus SMA, saya mulai pindah haluan ke arah new adult dan atau contemporary romance. tapi karena sudah sekian lama - hampir 4 tahun - gak ketemu teenlit yang keren dan berkualitas lagi, saya putus asa. putus asanya karena saya mikir mungkin selera saya sudah berubah karena umur saya juga udah bertambah. karena itu juga setiap kali saya mulai ngelirik teenlit karena kangen masa SMA, jaraaaang sekali saya nemu teenlit yang sama bagusnya seperti teenlit di masa-masa SMP dan SMA saya dulu. #curhat
Tapi untungnya ada adik bungsu saya yang masih demen sama yang namanya teenlit. iseng-iseng saya coba baca, dan voila! saya sukaaaaa banget sama novel ini.
kalo ditanya masalah cerita, sinopsis nya di atas menurut saya udah menggambarkan isi buku ini. saya ga nulis jalan ceritanya lagi karena nanti pasti banyak spoilernya. #halah #tetepngeles #bilangajamalas
oke, bicara saya ngelantur mulu.
buku ini mengingatkan saya banget sama yang namanya drama Korea. denger-denger juga sih kalo ini sebenarnya adalah fanfic. tapi buat saya fine-fine saja. terserah deh idenya dari mana, asal yang penting nggak nyontek aja. soalnya saya suka sama style menulis si penulis. mengingat novel teenlit sekarang rata-rata ga ada mutu semua. penulisannya kacau balau kalau saya bilang. jadi pas baca teenlit ini, seakan diberi angin segar diantara pilihan bacaan saya yang isinya tentang orang dewasa mulu.

well, intinya karena saya udah baca buku ke2nya juga, saya cuma berharap yang ke3nya cepet kelar. wkwkwk.
yang jelas, buku ini recommended buat orang-orang kayak saya, yg dulunya suka teenlit tapi kecewa dengan kebanyakan teenlit sekarang yang ga sebagus dulu, juga bagi kalian2 para abege yang seneng baca teenlit dan nonton korea drama!! wajib punyaaa!!
cheers,
w.o
Profile Image for Mita Oktavia.
Author 1 book10 followers
December 2, 2013
Beberapa kali mau mulai baca tapi begitu buka halaman pertama lagi-lagi langsung males seketika, kenapa coba tulisannya kecil-kecil banget kayak semut? Bikin sakit mata, tapi....... ya saya berusaha menabahkan hati saya untuk membacanya karena penasaran juga sih.

Satu halaman berlalu, dua halaman berlalu, dan seterusnya hingga akhirnya saya mulai menikmatinya. Ini adalah buku dengan genre teenlit, tidak, saya bukannya benci sama genre teenlit tapi saya cuma merasa "Ini bukan saya banget" secara kalau kisah teenlit itu kisaran usia-usia sekolah, yang kisahnya masih picisan sekali.

Saya mulai jatuh cinta dan makin betah saat saya menemukan tokoh Arya dan Ryo, ya saya memang selalu berhasil takluk dengan tokoh novel yang misterius. ditambah petra yang tiba-tiba hadir menjadi "Si tuan penyelamat"

Maaf, mungkin saya akan sedikit 'jahat' tapi menurut saya ada terlalu banyak hal yg rada gak masuk akal didalam buku ini semacam dongeng yang berusaha dibuat nyata tapi jatohnya jadi gagal dan maksa, seperti perubahan sikap shilla yg begitu cepat, dari gadis desa yg polos menjadi gadis metropolitan, semacam plin-plan jadinya. Belum lagi soal dufan yg dikosongin dan adanya karpet merah itu? Rasanya-rasanya agak lucu dan terkesan lebay. Terus juga soal kebetulan yg ada, kenapa bisa coba Shilla nyatanya dateng ke tempat dimana Ayi berada? juga soal hubungan Shilla dengan Ryo dan Arya, Petra, Ifa dan Devta yang rada gak masuk akal. Masa iya, Shilla seberuntung itu dengan waktu yg cepat bisa jadi kayak upik abu yg jadi ratu sehari.

Ceritanya sih gak jelek, cuma mungkin masalah selera aja sih ya, dan ini bukan selera bacaan saya. Akan lebih cocok dibaca untuk teen, usia-usia anak sekolah gitu kali ya :D








Profile Image for Aulia Aziza.
32 reviews3 followers
September 10, 2014
Pertama-tama, hai!
Sebenarnya, aku emang penggemar tulisan kamu. Hehe, halo, pals. Aku jg Onkey Shipper dan SHINee World. Aku emang demen sama gaya tulisan kamu yg penuh metafora, lembut, rapi, dan romantic.
Udah lama pengen baca buku kamu yg ini, tapi baru kesampean akhir2 ini.
okay, that's all basa-basinya. Ngomong-ngomong, aku emang suka sama ceritanya. Meskipun tipikal teenlit, ceritanya emang soooo korean hehe sorry. Kemudian, emang banyak sih kata "memutar bola matanya" di buku ini dan sempat capek? Oh ya, kayaknya ini satu2nya novel teenlit yang paling banyak metaforanya yang pernah aku baca. Sehingga (sorry) aku mesti banyak skip kata-katanya. Karena menurutku, perumpaannya terlalu berat untuk sebuah novel teenlit. Meskipun aku suka sama gaya tulisan kamu, tapi rasanya tetap aja agak capek bacanya karena dari awal aku expect-nya jalan cerita ringan dengan bahasa ringan. Tapi tenang aja, aku ga terlalu kecewa sama novel ini. 3 bintang sangat lumayan, bukan? Itu karena aku emang suka sama gaya tulisan kamu.
Ah, sure, I'm gonna read the second book ^^
Profile Image for Ayu.
5 reviews
June 2, 2013
Hm... gimana ya...? Novel ini hampir sama kayak kupu-kupu salju sama-sama BBF wannabe. Jadi terasa seperti Jan Di dan Jun Pyo versi Indonesia disini, namun agak sedikit dipaksakan. Aku sbg pecinta BBF sih sebenarnya fine mgkn penulis terinspirasi dari sana. Cuma aku udah rada gimana gitu pas baca awal-awalnya, terasa banget unsur BBFnya.
Ryo = Jun Pyo, Shilla = Jan Di, Arya = Ji Hoo. Mungkin soal selera, aku bukan penikmat kata-kata lebai yg berlangsung hampir di semua narasinya. Itu membuat konsentrasiku pecah. Berusaha menikmati tapi kutakbisa jadi sori to say cuma ngasih bintang 1.
Oh ya soal keluarganya Ryo dan Arya seketika membuat saya teringat pada Keluarga Bakrie =)) =)) keluarga Bakrie kalau ke Dufan aja gak dikosongin kan? *LOL atau gak Keluarga Cendana gitu disambut pake Red Carpet (?) eh rumahnya keluarga Bakrie 4 tingkat juga gak ya? =)) wkwkwkwk
Profile Image for Dhea Safira.
Author 8 books2 followers
May 8, 2016
Aku suka dengan novel ini ^^
Tak apalah katanya mirip BBF, yang penting ceritanya bagus dan menghibur.

Aku suka bahasa yang digunakan dalam novel ini, luwes dan rapih.
Tapi kalau sudah urusan badai, aku nyerah -__-
Dari dulu kalimat puitis penuh metafora adalah kelemahanku.

Meskipun ada Arya yang baik, entah mengapa aku lebih suka Ryo ^^
Kayaknya dimana-mana bad boy lebih difavoritkan, eits kecuali di BBF sih, aku lebih suka Jihoo ketimbang Junpyo *oke, lupakan*

Geregetan pake bingit sama Shila. Kok ya plin plan sekali jadi cewek?

Hmm....... agak nggak nyangka juga bagaimana penulis mendeskripsikan keluarga Luzardi yang super duper kaya, juga segala kemewahan yang ada dalam cerita.

Rusa di sekolah?
Itu sih benar-benar, Wow. Emang ada?
Bahkan sekolah Shinhwa pun seingetku nggak punya rusa di sekolah.

Overall, i love this novel ^^
Profile Image for Hale.
16 reviews1 follower
April 16, 2014
I've always loved the book - ups, the story.
Iya, awalnya gue suka karena tokohnya. Tapi toh Kak Janice memang berbakat sehingga cerita ini bisa rampung dan disukai banyak orang.
Susah juga sih ngasih opini yang pure mengenai buku ini, karena gue sudah tahu keseluruhan cerita dan buku ini cuma sepertiganya. Cuma prolog. Konflik yang sebenarnya belum disinggung. Makanya nggak bisa nyalahin juga kalau banyak yang bilang ceritanya sedikit flat, soalnya ya itu tadi, masih prolog.
Kalau ada yang sedikit kecewa karena begitu sedikit yang terkuak di buku ini, kalian bener-bener harus beli buku kedua dan ketiganya.
Profile Image for Leana.
15 reviews
September 4, 2014
Tau cerita ini sebelum jadi novel adalah ff idola cilik lovers. Iya... idola cilik yang tayang di RCT* itu. Kok ceritanya cinta-cintaan? namanya juga ff. Oke, kembali ke topik, cerita ini kayaknya cerita sejuta umat ICL yang akhirnya jadi novel. Kalau ga salah ini cerita pertama ff ICL yang jadi novel dgn diubah "sedikit" nama pemainnya. Cukup waw kalau dia tetap menjadi ff tapi untuk jadi novel sepertinya masih banyak yg perlu dibenahi. Cukup biasa dan masih banyak pengaruh ffnya. yang kedua semoga lebih baik dan berkembang.
Profile Image for nasya.
830 reviews
January 5, 2026
di paragraf pembukaan, aku udah suka dengan diksinya, kata2nya indah sekali. tapi kok semakin dibaca, aku jadi semakin inget sama sinetron di indonesia ya? gadis desa yang pergi ke kota kemudian hampir tertabrak oleh orang kaya yang songong dan ternyata keduanya akan saling terhubung oleh sesuatu (kalau disini, si gadis itu menjadi pembantu di rumah si kaya yang songong) dan adegan si gadis dan desa bertabrakan dengan most wanted di kantin dan bikin makanannya jatuh. tapi teka-teki soal ayi juga cukup membuat penasaran, karena aku nggak ada clue, siapa itu ayi
Profile Image for fica.
23 reviews1 follower
July 12, 2013
Meskipun alur ceritanya nyerempet ke Korean drama wannabe (banyak plotnya mirip) , aku tetap ngasih jempol karena Janice sebagai penulis mampu merangkai kata dan metafora dengan indah. Sekali baca, bagi yang suka romance pasti addicted deh.
Kayaknya novel yang diangkat dari fanfiction ini bakal punya kelanjutan berikutnya untuk nyeritain siapa ayi dan mai itu sebenarnya dan gimana kelanjutan kisah cinta segitiga Shilla, Arya, dan Ryo.
Profile Image for Northe Made.
34 reviews1 follower
August 13, 2020
Bacanya agak *the hell, those things would never happen in the bloody real world* but seru sih. Tangan tu rasanya kayak terus-terusan nggak sabar buka halaman selanjutnya. Nggak sabar lihat drama-drama yang bakalan terjadi di antara para pemainnya. Yah, drama banget sih. Banget. Tapi at all ratingku tinggi sih buat kategori hiburan di waktu luang
Profile Image for Mesy putri.
18 reviews
November 14, 2013
ini cerbung yang dari dulu aku tunggu jadi novel,dan ternyata berhasil. jadi novel yang luar biasa kerenya,yang luar biasa bikin jatuh cinta, bahasa nya yang remaja banget,alur yang nyatuh sama pemeran nya, suka banget sama novel ini,lagi nunggu lagi untuk kelanjutnya.
Profile Image for putri.
274 reviews45 followers
September 13, 2019
The life we all dreamed of is here, exist in a form of Luzardi's family. I've read the original story of this book hundred of times but it never bores me, knowing how magical Shilla's life has become.
Profile Image for Destamika P.
56 reviews1 follower
July 11, 2013
ceritanya kayak drama korea tapi aku suka sama novel enteng kayak gini
Profile Image for Pricillia A.W..
Author 10 books85 followers
April 7, 2014
Semakin ke belakang, semakin penasaran sama buanyaknya misteri masa lalu Shilla di sini. Suka sama pembawaan Janice yang puitis. Serasa masuk ke dalam cerita:)
Profile Image for Ima Nurcahyanti .
25 reviews
February 11, 2015
3 bintang untuk kerennya. Setengah bintang untuk kecewanya.
alurnya menarik, dwilogi yang ceritanya nyaris sulit tertebak.
hanya saja, penguatan karakter sedikit berkurang..
all over its good!
Displaying 1 - 30 of 35 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.