Buku ini membahas seputar problem makna dan bagaimana hermeneutika berperan dalam bahasa komunikasi dan proses berpikir yang menyangkut persoalan identifikasi, memahami, ataupun meyakini bahwa makna muncul saat bahasa dipergunakan. Beberapa filsuf seperti Schleiermacher, Dilthey, Gadamer, Habermas, Ricoeur dan Derrida menjadi fokus utama pembahasan. Dengan pendekatan yang berbeda, para filsuf tersebut tetap berakar pada hermeneutika sebagai (metode) pembahasan filsafat yang open-minded yang dapat diartikan penafsiran atau interpretasi (hermeneia).