Lontara adalah novel yang pasti sangat menarik bagi kalian yang ingin mengeksplorasi cerita baru. Lontara menawarkan kebaruan dengan mengangkat tema mitologi Bugis, sehingga menjadikannya representasi keberagaman budaya Indonesia, melawan mainstream yang menggunakan budaya Jawa. Dengan bertemakan mitologi Bugis tersebut, novel ini menceritakan sebuah kisah cinta yang penuh lika-liku dan emosi. Alurnya akan membuatmu berdebar dan terus penasaran untuk mengetahui akhirnya. Walaupun latar waktunya ada dua: abad ke-15 dan tahun 2022, pembaca tidak akan terasa risih dengan pergantiannya yang bolak-balik. Bahkan, Windy Joana mampu merangkainya sehingga membuat jalan cerita terasa seru.
Akan tetapi, masih banyak sekali typo dan tata kalimat yang berantakan sehingga bisa membuat kalian risih ketika membacanya. Aku merasa geregetan sekali karena cerita sebagus ini penulisannya tidak rapih. Namun, kalau kalian bisa mengabaikan itu, kalian akan mendapatkan sebuah kisah cinta luar biasa. Ceritanya ini tidak sekadar tentang usaha dua orang untuk bersatu setelah gagal di kehidupan lampau. Lontara juga memberi kritik terhadap keserakahan manusia, memberi pesan spiritual, serta mengeksplorasi makna cinta yang lebih mendalam. Buku ini patut dibaca siapapun, terutama yang suka dengan kisah-kisah romantis.
"Lontara bukan hanya aksara, bukan hanya media perantara, Ia juga saksi sebuah sejarah dan kutukan cinta"
Kalimat di atas adalah blurb dari buku Lontara. Buku ini ber-Genre History Fictional yang menceritakan tentang sejarah suku Bugis-Makassar yaitu mengenai Raja Riampulung (Nama daerah di Sulawesi Selatan sebelum berubah menjadi Wajo) yaitu Puang Riampulung yang memiliki nama asli Sailendra dan makhluk langit yang diturunkan ke sebuah wilayah di Sulawesi Selatan yang disebut To Manurung yang diberi nama Mabello untuk mendamaikan wilayah tersebut.
Turunnya manurung ke daerah Riampulung tidak disambut baik oleh para penghuni kerajaan terutama 4 orang kaki tangan Puang Riampulung, To manurung ingin bertemu dengan sang Raja namun berakhir disembunyikan oleh para keempat kaki tangan sang Raja.
Konon katanya pula apabila To Manurung tidak berhasil menjalankan tugasnya dan menjadi wangsa maka ia tidak akan bisa membumi dan hidup abadi hingga ia menemukan takdirnya kembali.
Ah iya buku ini memiliki alur maju-mundur yaitu 15 Masehi dan Tahun 2022. Tapi itu gak bakalan ngebingungin pembacanya kok karena jelas tertera kapan waktu kejadian di buku tersebut.
Yang aku suka dari buku ini adalah - Alur ceritanya yang selalu buat aku penasaran, pengen cepet cepet sampai ke last page dan pengen tahu gimana akhir dari cerita Mabello ini? ya walaupun aku selalu merinding tiap baca buku ini :D - covernya yang cantik dan aesthetic banget🥺 - Aku juga suka banget sama Aru ga tau kenapa hehehej :D
sayangnya di buku ini aku nemu banyakkk typo :< tapii ya tetep ga bakalan ngeganggu ceritanya kokkkk
lontara by windy joana (4,8/5) ⭐️ Historical fiction, romance, dan fantasy campur jadi satu!!!? 🫣🥶 KERENNN BGT!!!
karya ke2 kak jo yg aku baca, dulu titik nadir, dua-duanya gaada yang gagal buat aku jatuh cinta. well, semua org harus baca novel ini minimal sekali seumur hidup.
historical fiction yg berlatar sejarah bugis. Fokus cerita ini tentang To Manurung/Mabello (makhluk langit) yg turun ke bumi utk membantu satu kerajaan yg lagi bermasalah. di kerajaan itu manurung ketemu sama Sailendra (Raja Ri Ampulung), mereka jatuh cinta, dari sini konflik-konflik gila itu mulai muncul. dan bener-bener nguji kesabaran waktu bacanya.
Ada banyak tokoh dinovel ini yg bikin aku geleng2 kepala, tiap tokohnya tuh punya karakter sendiri, apalagi penokohon reinkernasinya (ini sih yg bikin aku suka banget kayakk beda aja sm novel2 lainn). one of my fav chara is La Galigo.
Aku suka banget sama alur ceritanya, apalagi gabungin antara 15 masehi dan tahun 2022 pasti struggle banget, kak jo patut di apresiasi nihh, karena berhasil bikin narasi tahun 15 masehi, dan tahun 2022 sesuai dgn keadaan, kalo di masa lalu bahasanya lebih baku, kalo tahun 2022 lebih lugas dan santai jadii tetep enjoy bgt loh menyesuaikan, kitanya juga kebawa suasana.
plotwist dan ending yang gak ketebak, apalagi alurnya yg gak pasaran, semua hal yg terjadi di tahun 15 masehi, tentang semua kisah cinta, persahabatan, keluarga, penghianatan, kemunafikan, dan banyak hal lain yg bikin aku pengen cpt2 tau endingnya.
kurangnya menurutku ada banyak typo di tiap kalimat, ada salah ejaan, beberapa kata yang terbalik juga, actually its fine tp lebih keganggu aja sih, hehe. oiya satu lagi, ada yg kurang mantep, yaitu part tentang makarasseng/marcello,aku kira bakal ada sesuatu yg lebih gila di marcello masa depan, tp ternyata cuma muncul dikit bgt, jatuhnya kurang klimaks aja gitu, cz dia kan villain di masa lalu heuheu
mungkin sebagian org bakal bilang ini sad end or happy end, but for me this is perfect ending. Tentang keikhlasan, karena semua hal nggak harus dipaksakan, dan bukti kalo semua perjuangan nggak akan ada yg sia-sia.
“Pergilah, bertahanlah, jika memang benar jika tanah ini dan aku ditakdirkan untukmu, maka garis takdir dari Dewata memanglah demikian. Aku dan tanah ini tidak akan ke mana-mana Mabello.”
Historical fiction dari tanah Bugis Makassar, ada sentuhan fantasi menjadikan buku ini jadi salah satu favoritku. Mengangkat mitologi La Galigo, karya sastra yang ditulis diatas daun lontar dengan aksara Bugis yang dikenal dengan Lontara. Setelah baca buku ini, pasti penasaran lagi dengan mitologi daerah lain di Indonesia yang sangat beragam.
Makhluk langit yang diturunkan ke bumi oleh Dewata UsewaE’ (Tuhan yang maha Esa) untuk menghentikan kekacauan di tanah bumi. Sosok manusia surgawi itu dipanggil to manurung, elok parasnya, pandai dan bijaksana. Dimana mereka diturunkan maka tanah tersebut ada kedamaian.
Suatu ketika di tanah Puang Riampulung diturunkan to manurung, dibawah kepemimpinan Puang Riampulung daerah tersebut damai dan tentram. Ia cukup terluka Dewata tidak menganggapnya cakap hingga mengirimkan to manurung. Ia tidak sudi bertemu dengan to manurung, dan hanya dijadikan pajangan di istananya.
Puang Riampulung beserta orang kepercayannya menyembunyikan dan menutup jejak seakan tak pernah ada to manurung yang turun di tanah itu. To manurung tidak akan mati hingga tujuan Dewata UsawaE’ terpenuhi.
Sejak 15 Masehi hingga 2022 to manurung atau dipanggil Mabello Cantika Kaliangga menunggu takdirnya hingga kesempatan itu datang membawa mereka terlahir kembali kemasa sekarang. Apakah Mabello dapat menuntaskan misi sang Dewata, menemukan cintanya atau mengulang kembali kisah tragis mereka?
Alurnya maju mundur abad ke 15 Masehi dan tahun 2022, perpindahan cerita mulus banget bahkan saling mengisi. Tahun 15 Masehi penuh dengan kata-kata baku bahkan puitis, pada tahun 2022 bahasanya casual. Plot twistnya! gak akan ketebak, tarik ulur ceritanya bikin penasaran. Para Karakternya 🔥
Secara fisik buku ini selesai, secara emosional mungkin tidak akan selesai.
Sayangnya ada beberapa typo dan pengulangan kata tapi overall ini ceritanya bagus banget. I would rate 4.5⭐
Lontara mengisahkan tentang Abel yang merupakan to manurung atau utusan dari langit yang hidup abadi karena misi dari langit belum ia tuntaskan. Diceritakan Abel ini jatuh cinta sama puang Riampulung, tapi kisah mereka di kehidupan lampau itu belum selesai dan mereka dipertemukan lagi di masa kini dan kira-kira bisa nggak ya, mereka bikin happy ending buat kisah mereka? (kayak ini gess, drama korea Moon Lovers). Jujur pas baca ini, langsung suka karena udah lama cari novel yang ceritain tentang reinkarnasi atau bahas tentang manusia yang bisa ingat hidup lampaunya dan thankfully bisa ketemu si Lontara ini.
Dari segi narasi, bagus banget dan bikin aku penasaran sama buku ini karena huah benar-benar emosiku dibuat naik turun baca ini. Marah iya, nangis iya, senyam-senyum cengir juga iya. Dari segi penokohan, jelas banget sih. Di sini kalian bisa liat banyak POV dari tokoh-tokohnya jadi makin deket sama mereka wkwk. Terus dari segi alur, ini alurnya maju-mundur dan jujur saking rapinya narasinya jadi gak bingung sama sekali, malahan asyik berasa lagi nonton film 😌 terus aku suka konfliknya, menurutku ini keren sih dan pas aja konfliknya, ga too much, malahan konfliknya buat jadi seru wkwk. Terus romance juga gak usah diraguin, sanggup kok buat para pembacanya cengir sendiri terus dibuat nangis nyesek juga iya😫🫶🏻
Ya walaupun awal-awalnya aku masih pusing karena banyak istilah daerahnya tapi lama-lama paham juga dan super enjoying this book, aku mau re-read lagi deh. Asli dah gak bisa move on sama cerita Mabello & Sailendra + Laut Aru. This book owns a place in my heart! ✨️
Sampai mati pun, meski di dalam surat Mabello berikrar dia mencintai Aru. Enggak. Jawabannya itu enggak. Mabello cuma nyaman dan capek sama semua benang takdirnya yang gak selesai-selesai.
Sampai mati pun, dia masih menyimpan Lendra. Lendra pun ikut egois karena merasa tidak sanggup kehilangan dan akhirnya mengorbankan perasaan lain untuk mewakili kehilangannya.
ARGHHHHH. Kzl. Kesal banget sama semua dua tokoh utama cerita di Lontara.
Sekali lagi, terima kasih sudah menulis dan memerkenalkan hal-hal yang sebelumnya tidak diketahui dengan cara yang seru buat Kak Winjo!
Lagi-lagi aku dibuat jatuh cinta sama karakter di cerita Kak Winjo yang pakai faceclaim Jaemin. HAHAHAHA. Bukan karena memang biasku, tapi karakter dia di cerita Kak Winjo selalu buat jatuh hati.
Mengingat itu memang menyakitkan. Jatuh cinta pun demikian. Kalau aku jadi Aru, aku lebih baik memilih lupa dan tidak jatuh cinta karena pada akhirnya dia hidup hanya untuk mewakili kehilangan seseorang.
Mungkin Aru bilang itu karma karena serakahnya? Tapi, menurutku Lendra dan Mabello pun ikut serakah. Mereka semua serakah di porsinya masing-masing.
Keseluruhan cerita selalu bagus. Aku suka sama cara penyampaian penulis soal ide ceritanya yang kurang lebih selalu di luar pikiranku. Apa lagi, aku sedikit tahu soal Lontar. Tapi lagi-lagi aku cukup dibuat kecewa dengan banyaknya typo.
Kuharap, aku bisa bertemu kembali di rumah yang lebih nyaman lagi untuk kujemput. Semoga bisa membumi.
This entire review has been hidden because of spoilers.
i AM crying out loud right now and i am not even exaggerating. Lontara adalah buku pertama yang aku beli dari penulis Windy Joana, dan sejak pertama kali aku lihat sinopsis yang beliau unggah di sosial media aku langsung jatuh cinta. it felt like one of those rare moments ketika kamu baca satu paragraf aja dan hati kamu langsung bilang "this is it!". Lontara juga jadi buku fiksi histori pertama yang aku punya, dan jujur aku langsung terpikat. penulisannya itu luwes, puitis, dan somehow mampu menarik pembaca masuk begitu dalam ke dalam dunia cerita sampai rasanya sulit bernapas.
yes, ada beberapa kesalahan penulisan di dalam buku, but honestly it doesn’t take away the soul and the emotion of the story at all. bukunya udah lama selesai aku baca, tapi emosinya masih terus berkelana di dalam hati dan pikiranku. ada sesuatu dari cara Windy Joana menuturkan sejarah, cinta, dan tragedi yang terasa begitu intimate sekaligus grand, seakan kisah itu masih menggema lama setelah halaman terakhir ditutup.
Laut Aru, Sailendra, dan Mabello… betapa indah dan betapa naas kisah mereka. a story so beautiful yet so heartbreaking that it stays with you far longer than you expect.
novel tentang sejarah selalu jadi favoritku, dan baca novel ini sangat sangat menyenangkan, meskipun sempat bingung sama benang takdir diantara mabello dan lendra.
aku suka banget kak winjo mengusung tema seperti ini, dan risetnya bener-bener rinci & gak ngasal. jujur secara keseluruhan novel ini udah bagus sekali sih. dari segi cover, penulisan, dll.
tapi sayangnya ketika baca, chemistry antara dua tokoh utama terlalu abu-abu untuk aku, jadi kurang ngena aja. dan ada beberapa part yang agak ambigu. mungkin nanti aku akan baca ulang agar lebih mendalami lagi.
dan mengenai ending, dua tokoh utama ini agak nyebelin jujur hahaha. kurang sreg sama endingnya dibuat kayak gitu, bisa aja mereka emang gak bersama, tapi (menurutku) endingnya jgn dibuat begitu, sorry kak jo. jadi bintang 4 dulu dari aku
tapi dari segi sejarahnya novel ini sangat sangat bagus daan recommended deh, pecinta novel history HARUS baca deh.
Novel ini berlatar di Suku Bugis. Tempat kelahiran sang penulis. Aku pun sebagai pembaca, pernah tinggal di Pulau Sulawesi selama kurang lebih lima belas tahun. Aku tumbuh besar di sana. Menyatu bersama makanan, alam dan budaya yang ada di Sulawesi. Jadi, membaca novel ini membuatku merasa seperti pulang kampung. Segala ingatan mengenai Sulawesi, teringatkan kembali. Namun meski begitu, aku baru tahu tentang epos I Lagaligo (yang menjadi inspirasi pembuatan novel ini) yang ternyata menjadi epos terpanjang yang mengalahkan epos Mahabarata. Sayangnya hal tersebut hanya populer di kalangan sastrawan luar negeri. Bahkan beberapa epos I Lagaligo berada di Perpustakaan Nasional Leiden, Belanda. Bercerita tentang Syailendra dan Mabello. Yang berkali-kali bereinkarnasi.
Dua kata yang bisa saya ucapkan setelah baca novel ini. Keren banget... rate dari saya 5/5. Awalnya, agak bingung karena istilah2 bugis yang asing di telinga. Tapi setelah lewat beberapa halaman malah ketagihan buat terus baca. Kagum sama kemampuan penulis buat bikin alur cerita yang rapi dan menarik, flashback ke masa lalu di abad 15 sampai ke masa ini. Idenya unik, bagaimana penulis memilih topik reinkarnasi, dan keabadian yang dikombinasikan dengan fiksi sejarah. Diksinya juga gak perlu diragukan, bagus banget. Salah satu novel yang harus dibaca sihh buat para penggemar genre romance, historical fiction, dan fantasy.
Suka jatuh cinta kalo udh Fantasy+Historical Romance dicampur jadi satu! Overall puas bnget sama jalan ceritanya apalagi teruntuk aku yang orang Makassar, wah gila ini keren banget sih.
Walaupun kapal aku ga berlayar (huhuhu TT), yang penting Abel mendapatkan ending yang terbaik untuk dirinya dan kehidupannya.
Buku ini tebell banget dan desain hardcovernya impressive, Cantik poll! Pastinya butuh waktu agak lama buat aku namatin buku ini dengan emosi yang kegonjang ganjing sana sini tiap Babnya yg bikin greget!!
alurnya maju mundur, 2022 - 15 Masehi jauh kannn, iya ini cerita tentang reinkarnasi dan to Manurung yang gak bisa mati kecuali dia 'membumi'.
jujur walopun penasaran banget tp aku baru baca sekarang karna banyak yang bilang ini buku bikin merinding. dan bener bikin MERINDING apalagi di part balik ke masa lalunya. alurnya keren bangettt, salah satu genre favoritku dan baru nemu yang ceritanya diangkat dari sejarah kerajaan gini. dan amaze banget sama cara mereka menyampaikan rasa cintanya.
di 15 Masehi 'Pallawa berharap dia bahagia meski sesekali berdoa agar bisa bertemu' sampai akhirnya di penghujung hayat keinginan terakhirnya dapat terwujud, dia bertemu dengan cinta abadinya.
Ini genrenya historical fiction, romance, fantasy dicampur jadi satu jadinyaaa KEREEEN SEKALI WEHH
Suka banget sama ceritanya, alur maju mundur yang ga bikin bingung, ngalir aja gitu bacanya. Baca ini juga menguras emosi, senyum-senyum ke org gila juga iya, salting parah juga iya, marah, nangis, kek gado-gado lah campur aduk. Terusss endingnya juaraaaaaa, ga ketebak, tentang keikhlasan, ga semua harus dipaksakan.
Tokoh favoritku Hamish, tapi menuju ending kepincut mas Laut Aru💕
Pas aku nonton film "Sore Istri dari Masa Depan" aku mikir 'kayanya daripada ngulang terus mending abadi deh', tapi setelah baca buku Lontara ini bisa banget buat aku jadi mikir, malah abadi itu lebih menyakitkan daripada hidup yang terus terusan ngulang kaya Sore. Sebenernya punya buku ini udah dari awal rilis, tapi baru ada mood baca kemarin-kemarin. Baca ini bikin aku nangis sekejer mungkin, bahkan 8 bulan terakhir aku gapernah nangis kaya gitu untuk diri aku sendiri.
Dialog tag dlm buku ini salah semua dari awal. Aku sempat mikir, ini kayaknya gak lewat tgn editor. banyak kesalahan tata penulisan yg harusnya di revisi tpi gk ada samsek.
WB historicalnya juga minim. Ada kalimat yang salah dan ambigu, kalimat yg di kasih koma malah diterabas.
This book already has a soul. Even with the messy grammars and typo, the sould of the story still manages to give a strong impression. The book just needs a damn good editor! Grammars aside, there are parts that I feel could be filled in or taken out or shorten which will help readers to have a more immersive reading experience.
Sebuah novel berlatar belakang mitologi suku Bugis. Beberapa minggu ini buku yang saya baca kebanyakan berlatar belakang budaya Jawa. Tiba-tiba saya lihat buku ini di marketplace, dan langsung tertarik karena penasaran sama kebudayaan Bugis / Makassar. Awalnya jujur masih kurang peduli sama tokoh-tokoh di sana. Saya pun lebih suka waktu menceritakan pada masa 15 Masehi-nya. Tapi makin ke belakang.... hmm... plot twist! Perasaannya jadi kayak, gila.... kok ada ya orang yang setulus itu??? Makin ke belakang makin seru. Sangat recommended! Walaupun banyak typo, tapi masih bisa dimengerti kok!
"Iya, aku abadi. Namun, kau tidak pernah tahu kata mati terasa lebih indah dibanding abadi, sebab mati bisa dilakukan semua orang namun abadi hanya aku yang bisa melakukannya, menyebalkan... Sebab aku hanya ingin jadi 'semua orang' itu."
BAGUS BANGET, KEREN BANGET, ⭐5 😭😭😭😭😭😭😭 Ini fiksi sejarah pertama yang aku baca pas lagi ada di latar tempat ceritanya, jadi merindinggg kebayang banget 🙃
Kisah reinkarnasi seorang pemimpin di Sulawesi Selatan dengan seorang to manurung yang pernah diturunkan di tanah pimpinannya. Di masa ini mereka dipertemukan pada proyek penelitian naskah La Galigo yang selanjutnya membawa mereka pada ingatan masa lalu.
Alur yang dipakai pada cerita ini adalah alur maju mundur, tapi gak bikin bingung sama sekali, malahan tambah bikin emosi dari ceritanya semakin kerasa, dari yang gemes-gemes, senang, sedih, marah, bahkan deg-degannya juga kerasa banget, tapi kalo aku kayaknya banyak nangisnya alias sediiih 😭
Fiksi sejarah, romansa, fantasi, semuanya jadi satu 😨🤯 Ini buku kak Winjo yang pertama aku baca, dan ternyata aku sukaa banget gaya penulisannya 🥺💖 Apalagi cerita ini pengembangan dari naskah La Galigo dan para tokoh utamanya juga adalah filolog, sesuatu yang menarik banget bagi aku!!!
Kebetulan yang bagus juga, sehari setelah aku selesai baca buku ini, ada seminar tentang naskah La Galigo di kampus 😆 Senangnyaaa++++++💃💖
This entire review has been hidden because of spoilers.
Buku Lontara ini karya yang menarik karena berhasil mengangkat keindahan sejarah dan budaya Indonesia. Lewat buku ini, saya baru sadar kalau Indonesia punya epos yang termasuk salah satu karya sastra terbesar di dunia. Saya meyakini penulis sudah melakukan riset yang cukup mendalam, apalagi buku ini bergenre fiksi historis.
Tapi, sayangnya, alur cerita di buku ini terasa antiklimaks. Saat ceritanya mulai berada di puncak, alurnya sering tiba-tiba maju atau mundur, yang membuat mood saya ikut berubah. Selain itu, ada beberapa hal teknis yang cukup mengganggu pada buku ini, mulai dari kesalahan penulisan yang tidak sesuai EYD, penggunaan bahasa yang tidak konsisten terutama pada kalimat langsung, sampai perubahan sudut pandang mendadak yang membuat saya harus membaca beberapa bagian berulang kali agar paham.
Meski begitu, Lontara tetap patut diapresiasi karena berhasil membuka wawasan tentang salah satu warisan budaya besar Indonesia yang mungkin belum banyak dikenal. Dengan beberapa perbaikan, novel ini punya potensi jadi karya yang lebih berkesan dan seru.
sebagai orang bugis asli, jujur rasanya kayak.. BANGGA BNGTT❗🤭 ada novel yang isinya tentang kebudayaan, culture, dan cerita mitologi kuno bugis, secara nda langsung ini bisa meningkatkan pengetahuan orang" tentang suku bugis, 🤩I FALL IN THIS BOOK 📖📚 betul" bagus alurnya💯, walaupun maju mundur, tapi mudahh skali untuk di pahami, dan betul" serangkai setiap cerita dan maknanya🌟🌟🌟