Lankester Merrin, seorang arkeolong sekaligus mantan pendeta. Ia kehilangan keyakinan pada Tuhan semenjak peristiwa beberapa tahun silam. Ia dibujuk oleh seorang laki-laki untuk mengawali sebuah situs penggalian gereja di Afrika Utara. Yang membuat Merrin tertarik adalah, keberadaan gereja tersebut yang diduga sudah ada pada abad ke-5. Padahal menurut catatan vatikan, agama kristen mulai masuk seribu tahun setelahnya. Belum lagi penemuan salib raksasa terbalik menjadi pertanda buruk bagi dirinya. Juga bagi semua orang.
Baca novel ini gabungan antara nonton film Constantine (yg main Keanu Reeves) dan film Dan Brown. Sejarah-sejarah terbentuknya gereja di Afrika utara menjadi hal paling menarik di dalam cerita ini. Disertai dengan misteri-misteri terkuburnya gereja tersebut seolah-olah menyembunyikan sesuatu.
Teror mulai terjadi. Horor dalam novel ini mencekam. Semuanya terjadi begitu buruk. Semua orang terkena imbas dari "sesuatu" yang jahat yang bangkit dari gereja tersebut. Dan Merrin, yang imannya telah luntur mencoba memahami semua ini dari sisi arkeolognya. Mencoba memperbaiki keadaan. Sampai akhirnya ia harus mengulang lagi tragedi keji yang menimpanya. Tragedi yang harus membuatnya menjauh dari Tuhannya.
Bagian terbaik dari novel ini adalah gabungan antara sejarah dan mistis yang mencekam dipadukan menjadi dua titik klimaks yang mencengangkan. Setelah cukup terkagum-kagum sama sejarah yang dipaparkan, kita dibawa untuk terhempas menyaksikan iblis yang meneror warga sekitar. Membunuh tanpa ampun menyebabkan lautan darah.
Dari Merrin aku belajar, manusia tidak akan bisa jauh dari Tuhannya. Apapun keyakinannya, kepercayaannya, Tuhan adalah satu-satunya yang dapat diandalkan ketika manusia jatuh terpuruk. Satu-satunya penopang dan satu-satunya yang berhak menentukan hidup dan mati seseorang. Apapun rencana-Nya itulah yang terbaik.
Cat: adegan berdarahnya bikin ngilu. Hati-hati ya hehe