Satrio dan Dimas adalah dua pencuri yang menggunakan perhitungan teori numerologi dalam setiap aksi mereka. Semua selalu berjalan mulus, hingga suatu ketika mereka mencuri di rumah seorang mafia bernama Benny Chandrawangsa. Dimas melakukan kesalahan yang berakibat fatal bagi keduanya. Tak hanya berisiko kehilangan nyawa akibat diincar mafia, mereka juga bisa mendekam di penjara karena polisi mulai mengendus aksi keduanya. Dan yang paling parah adalah impian Satrio untuk membiayai operasi mata adiknya pun juga terancam sirna.
📗 Get Ready ✍️ Al Wijaya 🖨️ @elexmedia ⏳ 2022 📑 240 hlm 📖 dibaca melalui @gramediadigital
"Orang jahat terlahir dari orang baik yang tersakiti. Tersakiti oleh kehidupan. Tersudutkan oleh kenyataan. Terombang-ambingkan oleh ketidakadilan"~hlm.1
🔢 Novel ini mengisahkan tentang aksi pencurian Satrio bersama rekannya Dimas. Satrio yang sedari kecil telah ditinggalkan orang tua, sementara adiknya perlu biaya besar untuk melakukan operasi mata, maka jalan mencuri itulah yang dipilihnya untuk mengumpulkan uang. Mulanya semua aksi pencurian selalu lancar, karena Satrio dalam aksinya selalu melakukan perhitungan berdasarkan teori Numerologi. Naas ketika targetnya adalah kediaman Benny Chandrawangsa, Dimas melakukan suatu kesalahan fatal. Polisi pun mulai mengendus aksi mereka. Lantas bagaimanakah akhirnya?
🔢 Serius! Berasa lagi nonton film jadinya baca ini, kalau difilmkan bakal lebih bagus lagi deh soalnya aksi yang dilakukan dgn rumus integral di aku susah ni diimajinasikan detail langkahnya. Tapi ide aksinya ini keren dan sangat menarik. Pembaca jelas disini akan dibuat memihak kepada tokoh pencuri, terutama si Satrio. 😳
🔢 Gaya tulisan dgn alur yg maju mundur ini nyaman untuk diikuti. Suasana tegang yang hampir ada di sepanjang cerita menambah rasa penasaran untuk terus membacanya, hingga sampai di halaman akhir benar-benar g' ketebak deh ceritanya. 😯
🔢 Pesan moralnya 🌵 √ Cobalah hidup untuk tidak menyakiti orang lain ya meski kita juga pernah disakiti, karena orang jahat bisa lahir akibat perbuatan kita yg menyakitinya. √ Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga, jadi dari pada kelebihan yg dimiliki dilakukan untuk aksi kejahatan, mending dioptimalkan dgn jalan kebaikan sesuai moral dan agama. √ Jgn terlalu percaya sama rekan kerja, saudara kandung aja bisa berkhianat kok. 😁
Recommended utk kamu yg suka kisah aksi dan misteri. ❤👍
#jejak_sibuku
This entire review has been hidden because of spoilers.
Judul: Get Ready Penulis: A. L. Wijaya Penerbit: Elex Media Komputindo Dimensi: 21 bab (epub), cetakan pertama 2022, edisi digital RBK ISBN: -
Satrio memiliki bakat dalam menghitung. Ia selalu merencanakan aksi pencuriannya dengan teori probabilitas dan numerologi. Bersama Dimas, ia mencuri dari orang kaya yang memiliki harta kotor dan mengumpulkan biaya operasi mata untuk adiknya, Rinjani. Nahas, kejadian saat Dimas tidak sesuai prosedur yang dirancang dan mengakibatkan terbunuhnya seseorang, membawa rentetan kegagalan dalam aksinya. Hingga ia berakhir di penjara.
Saya antre buku ini di RBK sebab tergolong new book. Namun setelah menamatkannya, rasanya seperti mengawang. Idenya seru, bayangan seperti di film action atau semacam money heist. Tapi, dasarnya kurang kuat untuk motif dan karakter. Seperti apa yang dilakukan Handoko? Kronologis ia dijual oleh orangtuanya? Penyelesaian saat Handoko mati, masak iya bebas gitu aja? Karakter Satrio sebenarnya, sayang atau tidak sama adiknya? Untuk apa uang banyak dikumpulkan tapi hidup tetap biasa? Too much kejanggalan bagi saya. Belum lagi motif Benny, Nadine dan juga Dimas yang dangkal. Semoga penulisnya lebih memerhatikan kekuatan karakter dan motif yang bila diperbaiki pasti akan keren banget ceritanya.
Cocok untuk yang suka action pencurian, perhitungan matematis, dan strategi dibalut fiksi.
Satrio dan Dimas, kedua sahabat ini sudah 3 tahun melakukan aksi pencurian Dalam setiap aksi pencurian nya Satrio selalu menggunakan teori numerologi dan perhitungan matematika dengan tujuan menguji rencana mana yang memiliki resiko paling kecil.
Alasan Satrio melakukan aksi pencurian adalah untuk membiayai biaya cangkok kornea Adiknya, Rinjani. Dan tentu saja aksi pencurian selama ini yang dilakukan bersama Dimas dirahasiakan dari Rinjani.
Ada bagian flashback yang menceritakan masa kecil Satrio dan rinjani ditinggal ibunya di terminal dan kemudian di bawa oleh Handoko. Ternyata ibu mereka menjual anak²nya kepada Handoko karena mempunyai banyak hutang.
Menurutku buku ini punya pace yang cepat dengan alur yang seru banget dari awal sampai akhir jadi bisa dibaca dalam sekali duduk.
pesan moral yang aku dapet sih bahwa satu kebohongan akan melahirkan kebohongan² lain yang lebih besar ya Kebohongan hanya akan menyelamatkanmu sementara. Seperti kebohongan yang dilakukan Satrio kepada Rinjani. dan Jangan mudah percaya dengan orang lain, Seperti Satrio yang sudah menganggap Dimas saudara pun bisa mengkhianatinya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Ide aksinya menarik banget karena pakai teori numerologi atau rumus integral walaupun aku susah buat imajinasiin gimana detail langkahnya aksi Satrio dan Dimas tapi tetap menurutku idenya keren.
Alur maju mundurnya nyaman buat diikuti dan dibaca, ketegangan yg terasa tiap lembarnya bikin aku sebagai pembaca tenggelam dalam ceritanya berasa lagi nonton film aksi yg seru dan menegangkan.
Meskipun ide dan konsepnya keren sekaligus jalan cerita yg anti- mainstream sayang eksekusi nya masih kurang. Ada beberapa bagian yg dipaksakan dan beberapa hal kurang dijelaskan secara detail. Oiya, bagian puncak cerita juga sukses bikin aku emosi kayak kok bisa Dimas kayak begitu🤬
But overall I really enjoyed it, kalian yg suka cerita aksi dan misteri boleh banget tambahin buku ini ke list tbr kalian.
"Sebab dunia itu tidak selalu tentang hitam dan putih. Ada bagian abu-abu yang hanya bisa dilihat oleh dua sudut pandang tergantung tempat kita berdiri. Di bagian abu-abu ini tak ada yang mutlak hitam ataupun mutlak putih. Semua tergantung pada cara menyikapinya"
This entire review has been hidden because of spoilers.
secara konsep dan ide cerita ini sebetulnya oke dan keren banget, berbeda dari cerita-cerita yang biasa aku baca. puncak masalahnya juga sangat sangat bikin emosiiii sampe rasanya pengen nonjok dimas. tapi sayangnya, beberapa hal dalam cerita ini kurang diperjelas detailnya, seolah-olah itu jadi hal yang biasa, yang pembunuhan anak buah benny, terus pemotongan jari itu menurutku detailnya kurang, soalnya kayak sulit membayangkan kaca bisa motong jari. terus bagian nadine suka sama dimas itu juga menurutku kurang dapet, karena dari pov-nya nadin, dia seperti belum sepenuhnya percaya sama dimas. dan oh ya, aku lihat di akun instagramnya penulis, bahwa buku ini target bacanya 13+, tapi menurutku ini harusnya 17+ sih
This entire review has been hidden because of spoilers.
not my cup of tea, banyak plot hole. endingnya terkesan "dipaksakan" banyak hal yang belum dijelaskan dengan baik. character development-nya nanggung, hampir gak bisa dimengerti. salah satu alasan yang membuat aku bisa selesai baca ini karena karakter Nadine yang kuat & keras kepala saat mau membunuh Yongki, tapi langsung kecewa sama keputusan dia yang berkaitan dengan Dimas. penjelasan setiap karakternya sangat dangkal.
inginnya sih Nadine & Dimas juga ikut diadili, tapi sayangnya gak ada scene seperti itu. aku rasa epilog yang menceritakan kehidupan mereka berdua setelah menjerumuskan Satrio ke penjara akan jadi menarik. ya, selebihnya ini hanya bacaan santai yang isinya perampokan dengan mengandalkan peluang dari setiap perhitungan yang dilakukan.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Cerita tentang pelaku-pelaku yang terdesak oleh keadaan lalu terjerumus dalam kejahatan yang terpaksa dilakoni terdengar klise namun bila diolah dengan situasi seperti Satrio yang piawai dengan numerologi dan tarik ulur perasaan akan kesembuhan adiknya Rinjani yang buta membuat Get Ready terasa kisah yang istimewa dan manusiawi sekali.
Alurnya lumayan, cuma ada plot hole antara Handoko dengan Satrio tentang permainan yang kerap mereka lakukan. Kurang detail sih menurut saya. Namun demikian ceritanya keren.
ini cerita sebenarnya idenya menarik dan anti mainstream, cuma eksekusinya kurang banget. banyak plot yang kesannya maksa, tapi yah terbantu sama jalan ceritanya yang anti mainstream.
This entire review has been hidden because of spoilers.