Buku ini menuturkan kisah anak muda enerjik, Ken Dean Lawadinata, dalam mengartikan kesuksesan dan bagaimana meraih keberhasilan dalam mengembangkan Kaskus. Dengan semangat muda dan cara berpikirnya yang sering berbeda, Ken membuktikan bahwa sukses dalam kehidupan tak melulu harus dilalui dengan pola yang baku.
Rr. Alberthiene Endah Kusumawardhani Sutoyo, better known as Alberthiene Endah, is an Indonesian biographer, novelist, and journalist. She is known for her in-depth biographies of Indonesian celebrities, such as Chrisye and Krisdayanti. She has been called "the most sought after biographer in Indonesia.
Kerja keras. Memangnya apalagi? Kerja keras adalah Kunci sukses bagi seseorang untuk menaklukan bidang apapun.
Ken sedari kecil hidup di keluarga pekerja keras. Hidup sederhana dan etos kerja tinggi. kakek dan papinya mengajarkan kegigihan. Ken secara akademis tidak berprestasi, kegigihan dan kerja keras melunasi semua hutang ketidaksusesannya dalam bidang akademis Ken.
Kisahnya sama seperti Apple berdiri. Steve Wozniak menciptakan komputer yang hebat dan Steve Jobs menjualnya. Andrew Darwis membuat Kaskus dan Ken Dean Lawadinata membisniskannya. Saya bisa tiru jua cara seperti ini. Saya tinggal mencari orang yang karyanya hebat dan saya mengatur soal bisnis. tapi memangnya bisa kamu mengatur bisnis nan? hehe belum bisa sih.
Ya mau bagaimanapun orang kaya adalah orang kaya. Ken Dean sekolah di Australia dari umur 12 tahun. SMA di Jakarta lalu kuliah di Seattle. pasti pengalaman luarbiasa. Dia mendapat banyak bantuan finansial dari ayahnya. Tidak semua orang bisa begitu. Ken Dean bisa sukses karena beruntung punya papi kaya. Yang mesti jadi catatan adalah, ORANG KAYA AJA KALAU MAU SUKSES MESTI KERJA KERAS, BEGADANG SEMALEMAN, PANAS-PANASAN, NGERASAIN GAGAL, CAPE, LETIH. LAH APALAGI LO YANG PAPINYA KERE?!
Pernah terpikir atau terangankan tentang sebuah buku yang dapat mengakomodir pecinta buku dan pecinta kaskus? Jika kamu pecinta keduanya, buku biografi Ken & Kaskus yang ditulis oleh Alberthiene Endah ini patut untuk kamu baca. Sekilas, apabila melihat judul dari buku yang bercover kuning menyala ini, yang terbayangkan hanyalah sebuah buku yang bercerita tentang Ken Dean Lawadinata, salah seorang owner kaskus selain Adrew Darwis. Walaupun terus terang saja, kaskuser mungkin masih agak asing dengan sosok Ken, karena begitu dominannya sosok Andrew sebagai founder dan pemilik kaskus. Tentu saja, harus dibaca lagi judul buku ini dengan seksama, Ken & KASKUS, maka akan terungkaplah bahwa buku ini tidak sekedar bercerita tentang Ken, tetapi juga tentang kaskus, serta sejarah berdirinya kaskus, tentu saja dari sudut pandang Ken.
Ken dan Andrew bertemu di Seattle pada sekitar tahun 2005. Pada saat itu, kaskus telah mulai terkenal di Indonesia. Ken, yang semula tak tahu bahwa Andrew adalah sepupunya, semakin terkejut ketika mengetahui bahwa Andrew ialah pendiri kaskus. Ken pun mulai mengikuti Andrew mengelola kaskus meski secara tidak resmi, lama-kelamaan, Ken pun mulai terobsesi dengan kaskus, dan mulai berpikir dari segi bisnis, bahwa kaskus suatu saat akan menjadi besar dan berpotensi memberi keuntungan yang luar biasa. Atas dasar kecintaan dan potensi bisnis itulah Ken mulai “merayu” Andrew untuk ikut berpartner dalam kaskus meski dengan usaha yang sangat keras karena Andrew sangat berhati-hati dalam menangani “bayi”-nya tersebut, ya, kaskus.
Buku setebal 320 halaman ini selain bercerita tentang petualangan Ken dan Andrew dalam membesarkan kaskus juga berisi sejarah hidup Ken, mulai dari zaman ia sekolah, hingga ia menjadi CEO termuda. Di awal-awal buku, Ken yang memang mempunyai jiwa kritis sangat mempermasalahkan sekolah di Indonesia. Ya, ia sangat tidak menyukai sekolah dengan sistem yang ada seperti saat ini, pakaian harus seragam, murid harus menurut pada guru, sampai mengenai banyaknya teman-teman Ken yang berlomba-lomba untuk mejadi nomor satu di sekolah. Bahkan, Ken sendiri bersekolah hanya untuk memenuhi harapan orangtuanya, yaitu asal sekolah selesai dengan nilai yang cukup, dan hal itu pulalah yang dilakukan oleh Ken terhadap sekolahnya. Hal lainnya, ken pula bercerita tentang laar belakang keluargaya, bagaimana Kakek dan Ayahnya ialah pebisnis sejati yang merintis karier dari bawah,dan hal ini pulalah yang menjadikan motivasi dalam diri ken untuk mengikuti jejak mereka.
Kaskus pun tak luput dari hal yang diceritakan di buku ini. Awal mula berdirinya kaskus, terjeratnya kaskus dengan UU ITE, hingga serangan DDOS yang menimpa kaskus pada tahun 2008. Semua diceritakan dengan gaya bahasa yang enak untuk dibaca. diceritakan pula “markas” kaskus dari awal berdiri di kawasan Kota, Melawai, hingga mempunyai kantor baru di kawasan Kuningan. Bagaimana kaskus berbisnis pun diungkap disini, mulai dari susahnya mencari karyawan dan iklan, hingga akhirnya kaskus sebagai media online mulai dilirik perusahaan-perusahaan besar untuk bekerja sama.
Judul lengkap buku ini sendiri ialah: Ken & Kaskus, Cerita Sukses di Usia Muda. Sayangnya, buku ini tak dilengkapi dengan biodata Ken sendiri, sehingga judul buku yang memuat kata-kata “Usia Muda” cukup mengganjal, karena bagaimana kita tahu ken menjadi CEO pada usia muda, padahal data dirinya sendiri pun tidak tahu. Mungkin biodata diri dari Ken bisa dicantumkan untuk setidaknya memberi gambaran seperti apa Ken itu sebenarnya, dan hal-hal kecil menarik apa yang dapat pembaca tarik kesimpulan dari data dirinya tersebut. Namun overall, buku ini enak untuk dibaca, terutama bagi pecinta kaskus yang penasaran bagaimana kaskus berdiri dan bertumbuh besar, walaupun dari buku ini sendiri sosok Ken masih agak misterius untuk para kaskuser sendiri. Suatu karya yang indah dari Alberthiene Endah, suatu karya bintang lima.
The story of Ken was brought in a simple language and more to the inspiration. It is recount the story of Ken as the co-founder and ex-CEO of Kaskus from Indonesia. He is the type of business person that very skillful in selling, negotiate, and other chief executive would handle of. He was very lucky to meet his friend (later he knew him as his kinsfolk) in the United States back then. The struggle their faced together from the "artificial child" of Andrew Darwis to become one of the largest portal in Indonesia right now. However, despite of the light-telling story this book were not give the readers more specific things about Kaskus journey then because after several years, Ken decide to resign from the "baby" he raised. The point of view is more to the business strategy of how Ken do the operational things instead how the technological sides handled by Andrew. We can also know the influence of family in business decisions of Ken family either, from his grandfather goes to his father and him. This book was good for the startup savvy who are very challenged to start their own story.
Buku yang menarik & ringan untuk dibaca. Membuka pemikiran saya tentang apa itu kesuksesan yang sesungguhnya. Satu kutipan yang saya suka banget dari buku ini : “Sukses itu bahagia, kalo gak happy itu artinya kita belum sukses”. Thanks buat sharingnya, Agan Ken! :)
Saya tidak terlalu suka gaya penulisan di buku ini, monoton dan membuat sering skip halaman. Namun, semangat dan kegigihan Ken untuk hidup sesuai dengan pilihannya sendiri bisa menjadi semangat untuk anak muda lainnya.
Saya malah lebih tertarik gimana si ken nyeritain si andrew yg menganggap kaskus adalah bayinya si andrew, sampai akhirnya bisa jadi perusahaan. Ken nya sendiri menurut saya "hanya" seperti kisah pebisnis lain pada umumnya
Recommended sekali ! Buku ini menceritakan asal mula perjuangan para pendiri KasKus. Banyak orang Indonesia yang sudah sering dengar portal website forum ini. Bahasa yang disajikan juga asyik dan mudah dimengerti, seakan-akan kita sedang mendengar Ken nya sendiri yang berbicara. Terima kasih buku ini memberikan saya motivasi dan semangat yang baru dalam mengembangkan bisnis.
gue inget pertama kali baca buku dan dalam waktu sehari langsung tamat itu novel Om Tere Liye, Negeri Para Bedebah. beberapa bulan setelahnya, novel heksalogi Tante Dee yang terkenal, Supernova. waktu itu baru rilis sampai seri 4.
ini adalah buku jenis biografi pertama yang berhasil memecahkan rekor gue. buku non-fiksi yang tamat dalam sehari gue baca. bener-bener seru bener. asli. banyak pembelajarannya, nilai-nilai, prinsip. gue rasa semua anak muda harus ngebaca buku ini. an enlightenment.
Akhirnya kesampaian membaca buku ini lewat meminjam di Bookfest. Sebagai seorang kaskuser saya amat penasaran dengan perjalanan portal kaskus dan this is it! lewat buku ini kita bisa mengetahui cerita mimin yang mengawali portal buat berbagi cerita mahasiswa Indonesia di Amrik, awalnya dari tugas kampus hingga jadi megaportal paling famous di Indonesia. Semua yang dibutuhkan buat masuk kategori buku yang bagus terpenuhi antara lain penulis biografi kondang Alberthiene Endah yang juga doglovers #Salute, cerita pengalaman @Kendeanlaw sang CEO dalam jatuh bangun membesarkan Kaskus, tidak kalah menarik adalah cover dan endorsement yang luar biasa.
Bagi anda yang takut buat bermimpi besar, sukses di usia muda mending nggak usah baca buku ini. Sehabis membaca buku Ken & Kaskus saya hampir nggak bisa tidur dan terus berpikir bagaimana bisa mengeruk uang lewat dunia online. Luar biasa menginspirasi kita buat menekuni dunia bisnis online.
Ken & Andrew Darwis pencipta Kaskus
Jadi apa aja yang bisa kamu dapetin di buku ini? pertama kita bisa dapetin di balik layar cerita berdirinya Kaskus. jangan ngaku kaskuser bila nggak baca perjalanan awal mimin Andrew dengan mainannya tiap malam saat itu adalah passion Ken. Keberanian Ken di usia muda buat terjun di dunia bisnis online yang masih belum "jelas" peruntungannya. Pokoknya cerita di balik kesuksesan megaportal Kaskus diulas tuntas disini dengan tulisan yang sangat menarik khas @AlberthieneE. Disini kita serasa diajak bicara empat mata, dan pengalaman berharga tersebut dengan lancar dapat kita serap. Tulisan yang menyentuh perasaan membuat kita bisa merasakan pahit getirnya usaha kaskus di awal pindah di Indonesia, usaha Ken yang pantang menyerah buat meyakinkan Andrew buat jadi pemegang saham, kesenangan investasi Ken yang berbuah luar biasa ketika salah satu anak Grup Djarum, Global Digital Prima (GDP) masuk sebagai investor buat mengembangkan Kaskus.
Selain pengalaman diatas, di akhir buku ini Ken mencoba berbagi kepada para pembaca khususnya yang pengen terjun di ladang basah, bisnis online. Pertama Jangan takut memulai, Mahasiwa, berpotensi sukses!, kemudian pasang mimpi yang besar, uang bukan tolak ukut sukses (disini ditekankan bagaimana kita mengelola uang tersebut), peluang jangan dicari, tapi dipancing. Gagal? Tak perlu gentar!
"Jika ditanya apa itu sukses, saya selalu mengatakan: When I've found my happiness, jika kita telah meraih kebagiaan."
Info terbaru menyebutkan kedua founder kaskus sudah menyerahkan operasional Kaskus kepada partner yang mampu membawa Kaskus sebagai perusahaan internasional. Ken saat ini berposisi sebagai chairman dan Presiden Komisaris dan sedang menjalankan bisnis online perlengkapan bayi bernama Tororo. @SukanMakmuri yang sebelumnya menjabat sebagai COO berganti posisi menjadi CEO Kakus.
Buku ini layak dibaca bagi anda para kaskuser maupun orang yang haus inspirasi buat sukses di usia muda, orang yang ingin belajar pengalaman berbisnis online.
buku pertama yang mendapat 5 bintang dari saya dalam kategori buku motivasi.
gila sih. saya suka cara bercerita yang dipakai. saya pikir, buku ini bakalan kayak bukunya yasa singgih, bahasanya ''agak'' sombong gitu. tapi ternyata enggak. di beberapa halaman malah saya kayak ngerasa lagi ngobrol sama mas Ken-nya (sok kenal)
trus ya, selesai baca ini bikin saya jadi makin takut nikah aja sih, kayak, takut aja saya nggak bisa mendidik anak saya dengan benar untuk bisa menghadapi dunia 200k di masa depan nanti hwhwhw
hal lain yang membuat saya cukup kagum dengan keluarga mas Ken, dari semua pihak keluarganya ternyata memang sudah ada darah bisnis, sikap ulet dan kerja keras, jadi kayak menurun gitu. saya bisa meniru gak ya hhhh
ada banyak kutipan kesukaan yang menampar saya. yang bikin saya mikir ''ah, kenapa gue gak kayak gitu'' atau hal2 seperti itu. tapi ada yang paling saya ingat banget
hidup adalah sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan
kondisi sulit dalam hidup bukalah sesuatu yang stagnan. manusia bisa membuat perubahan-perubahan karena hidup menawarkan banyak kesempatan dan tantangan. orang susah nggak akan terus menerus jadi orang susah jika bekerja dengan keras.
makanlah teratur, olahragalah untuk mencegah sakit karena kalau sakit, kamu tidak bisa bekerja, waktumu terbuang sia-sia. disiplin lah pada diri sendiri dan tubuhmu.
ini langsung bikin saya merasa ''DEG'' banget karena dari November lalu saya udah beli set peralatan lari lengkap tapi sama sekali belum pernah tersentuh buat lari beneran HHHH
Akhirnya selesai juga baca buku ini. Bukan karena isi bukunya berat, sih. Tapi lebih ke waktu guenya yang susah. hehe..
Ini buku biografi pertama yang gue baca. Menceritakan tentang Ken Dean Lawadinata dari kecil, remaja hingga kuliah di Seattle dan bertemu Andrew Darwis yang ternyata sepupu jauhnya. Ken dan segala kebandelannya. Ken yang nekat berhenti kuliah. Ken yang nekat meminjam dana dalam jumlah besar ke papanya untuk berinvestasi di Kaskus. Ken dan Andrew yang berjuang dengan tekun dan gigih untuk membuat Kaskus lebih besar.. besar.. dan terus berkembang hingga sekarang. Ken yang akhirnya mendapatkan impiannya.
Kisah yang inspiratif. Penuh motivasi. Dengan gaya bahasa yang ringan, gue seakan mendengarkan langsung Ken Dean bercerita saat membaca buku ini.
Tapi masih ada yang luput dari mata editor nih, di halaman 248 paragraf terakhir tertulis "Kejutan kemudian datang ketika pada awal Januari 2011, Martin Hartono memastikan GDP jadi berinvestasi di Kaskus!" sedangkan di halaman sebelahnya, 249 paragraf terakhir juga, tertulis " Di bulan Januari 2012 itu, saya dan Andrew berada di ruangan kantor Djarum di bilangan Slipi,...."
Jika buku ini sebagai biografi bisa benar, tapi menurut saya ini buku parenting, hampir separuh buku ini berisi teladan cara mendidik anak badung seperti Ken, si Kritis yang mungkin bagi sebagian orang tua disebut kurang ajar. Jujur saya sudah lama suka dengan cara pola pikir orang tua Ken, dan buku ini meyakinkan saya bahwa sikap ini terbukti berhasil, minimal jika suatu waktu diamanahi generasi yang terlampau kritis seperti Ken ini. Buku ini tidak menggurui, dan cenderung mencontohkan, segaris dengan apa yang saya pikirkan bahwa hidup itu sebab akibat, konsekwensi, dan demokratis.
Jika anda aktivis pendidikan, pendidik, guru, orang tua yang konsen dengan pendidikan, buku ini saya rekomendasikan untuk dibaca.
Ada bagian yang bikin saya berhenti bernafas, yakni saat Ken dan Andrew pergi ke ATM untuk mengecek saldo, ketika Djarum resmi memiliki kaskus, noraknya saya jadi kepikir, emang angka nol-nya cukup?
Bagi saya buku ini banyak memuat kisah father & son dan brotherhood yang tinggi. Bukan sekedar buku motivasi atau kisah sukses tapi juga kegagalan, konflik dan segala rasa batin yang berkecamuk. Terselip pula pemahaman Ken Dean Lawadinata mengenai sekolah (pendidikan di Indonesia). Pemikirannya sama denagn saya saat dulu SD; mengapa harus memakai seragam, dsb. Buku ini memberi semangat dan bukan sekedar kisah sukses dan teori belaka. Ada provokasi dan segala cerita baik. Albertiene Endah menuturkan dengan 'enak.'
Biografi yg cukup ringan, saya melahapnya dalam semalam. Ditulis dari sudut pandang Ken, investor pertama Kaskus yang juga sahabat Andrew Darwis (pendiri Kaskus). Lumayan jujur, tidak soksokan. :) Membuka wawasan. Paling suka bagian Ken dan Andrew semasa di Seattle. Ketika Kaskus belum sebesar sekarang. Ketika bahkan Andrew harus membiayai Kaskus, dengan harus bekerja jadi pelayan di resto Burger. Bisnisnya yang bukan demi keuntungan semata.
ceritanya tentang ke dean lawadina sang CEO dari kaskus yang bercerita ketika ia bersama pendiri kaskus si adrew darwis bersama-sama mengemangkan kaskus sampai sukses seprti sekarang ini. Dari cerita yang dipaparkan si ken memiliki jiwa petualang dan pebisnis yang handal.Buktinya dari banyak kegagalan yang mereka rasakan samapai kahirnya kaskus dipindahkan dari USA ke Indoneisa serta ganguan-gangguan lain, toh mereka berdua etap konsisiten dan tak berhenti mengembangkan kaskus.
biografi yang cukup 'ringan' yet still valuable. mba ending cocok banget make bahasa yang ga terlalu formal seperti biografi kebanyakan. mungkin juga karena narasumbernya memang masih muda, jadi pembawaan ceritanya santai. a must read buat developer muda Indonesia, mahasiswa yang lgi merintis start-up, dan masyarakat umum yg tertarik bagaimana memanfaatkan internet untuk bisnis dan kehidupan sehari-hari
Ini buku seru banget gimana @kendeanlaw nyeritain hidupnya& kaskus, gimana ia mulai nyakinin mimin @adarwis buat invest dan ngembangin kaskus, nyari advertiser dll, pesan penting dr Ken ttg kesuksesan adalah memperoleh kebahagiaan dan waktu adalah modal paling berharga ngena banget. Thank Kaskus sudah ngasih bukunya dan pak Boss atas inspirasi dan ttd di bukunya :malus
Jangan dilihat dari penggunaan ejaan disini, jelas beberapa kali terlihat kesalahan penulisan ejaan. Satu hal yang saya apresiasi dari buku ini adalah nilai nilai kehidupan yang dibagikan oleh Ken, didalam mewujudkan mimpinya.
Ceritanya isnpiratif, perjuangan anak muda yang berjalan sukses seiring dengan bertentangannya seorang ken yang harus menjadi penerus perusahaan ayahnya yang sudah maju, tetapi malah memilih untuk membangun kaskus yang belum maju dan masih tahap awal
acak banget emang kehidupan si Ken, agak2 mirip si Jobs dalam cerita Apple. Buku ini asyik apalgi ditulis sama sang maestro mbak Alberthiene Endah kalo nggak mau disebut bahwa cerita intinya tentang pendiri "asli" KASKUS si Andre -lah yang jadi "pemeran utama" sebenernya...
This book is really great. It tells about first time How that two of young men who passionate about one thing can make that one thing really big and famous?. And they make it happen