Dunia arisan Jakarta berubah dengan terbitnya KOCOK! The Untold Stories of Arisan Ladies and Socialites. Hal-hal yang selama ini terlewatkan mata telah diungkap di depan khalayak. Fakta-fakta yang semula hanya menjadi topik bisik-bisik, bahkan tabu dibicarakan, disingkapkan secara gamblang.
Kali ini Joy Roesma dan Nadia Mulya menghadirkan KOCOK! Uncut—segala hal yang tadinya ditahan-tahan untuk tidak diungkapkan dalam edisi pertama, kini dibeberkan apa adanya... Lebih banyak Arisan Darlings, lebih banyak desas-desus kalangan tertutup, dalam edisi yang lebih lengkap, dan lebih juicy tentunya.
Ternyata tuebeel booooo bukunya. Tapi jadi lebih tahu sih kehidupan sosialita. Hidup memang keras, jendral!
*review lengkap menyusul ah*
---------------------------------------------------------- Kocok! Uncut sebenernya udah lama pingin aku baca. Mau beli tapi kok ya mihil. Mau minjem kok ya temen sekota ngga ada yang punya. Beruntung kemaren pas iseng, nemu deh di IJakarta. Stok masih banyak, apalagi pas mau liburan, alhasil ya didonlodlah. Lumayan buat bacaan sambil ngepantai gitu deh modusnya.
Kenyataannya?
Baru kemaren saya selese bacanya. Itupun di kamar sambil ngelonin si adek yang rewel karena demam. Multitasking? Yeah. You name it.
Singkat cerita, buku ini berisi tetek bengek perihal arisan dan sosialita. Mulai dari sejarah arisan, suka duka bandar, serta bocoran curhat para orang yang terlibat dalam arisan. Ada curhat para pesertanya, tukang foto yang dipanggil di tiap event arisan, para suami yang istrinya doyan arisan sampai pelayan restoran yang sering dimintain tolong buat jadi fotografer dadakan tiap ada arisan di tempat dia kerja.
Yang menjadi bonus dari cetakan kedua ini adalah adanya bab tambahan tentang Arisan urban legend part deux, yaitu "hal hal ajaib" yang menurut saya ada di sebuah arisan. Bayangin aja, mulai dari arisan brondong sampai puber kedua para peserta arisan. Selain itu ada juga para arisan darlings, yaitu mereka mereka yang terkenal di kalangan sosialita dan arisan. Dan ngga cuma dari Jakarta aja yang dibahas, mulai dari Medan sampai Bali juga ada loh para arisan darlings ini.
Buat saya sih, buku ini nambah pengetahuan saya tentang sosialita dan sekutu sekutunya. Terus jadi tahu juga bahwa kehidupan glamour yang sering kita lihat itu belum tentu semuanya asli, bisa jadi cuma pulasan aja di depan umum.
Lumayan sih dibaca meski lama lama saya bosen juga baca arisan darlingsnya XD
Buku yg cukup informatif, yg ditulis dengan gaya yg asik, seperti menggosip *halah* Berkat buku ini, gw jadi tahu apa itu sosialita, social climber dan beda antara keduanya. Dan jadi tahu bahwa arisan jaman sekarang sudah bukan sekedar ngocok. Dan (lagi) jadi tahu bahwa ada arisan yg kocokannya elit, pake berlian (dan brondong)!! Bye bye arisan panci dan sprei...
KOCOK! Mendengar namanya pasti kita dah tau dengan jelas bahwa ini adalah arisan. Apalagi kalau yang ditanya adalah kaum hawa. Dari buku ini, saya mempelajari banget tentang arisan, yang selama ini saya tau hanya ketemuan, ngobrol, investasi, dan tentu saja gosip! Tapi di buku ini ternyata arisan lebih dari itu. Ada tiga type arisan: The Good, The Bad and The Ugly Arisan. The Goodnya, kalo arisan yang kita ikuti memiliki manfaat buat kita, entah itu bersosialisasi dan investasi. Sedangkan The Badnya adalah kita menjadi korban gara-gara arisan. Seperti ingin tampil keren di arisan, pasti kita butuh pakaian bagus, dandanan rapi, barang bermerk. Yah..bisa dibilang jadinya besar pasak daripada tiang. Nah, kalo The Ugly Arisan, udah pasti tuh yang ga bener. Ga enak juga jelasinnya di review, jadi mendingan baca aja langsung bukunya.
Intinya, bagaimana kita menyikapinya dan menerima arisan yang kita ikuti itu seperti apa, connect ga ke kitanya. Tapi terus terang saya salut aja sama kaum hawa yang bisa mengikuti arisan sampai 22 arisan! Wow...ga kebayang bagaimana dia arrange waktunya.
Salah satu buku yang saya baca dalam hitungan jam. Walaupun terlihat tebal tapi sebenarnya isinya tidak padat. Ilustrasi memenuhi buku ini dari halaman pertama hingga akhir. Cerita tentang kehidupan yang kadang bikin miris dan tertawa sendiri. Enjoy dibaca dengan sense of humor and open mind. Realita bahwa ada sekelompok orang ultra kaya yang belanja tasnya seharga 1 rumah ya miris memang dengan keadaan rata-rata orang Indonesia. Tapi ya saya membacanya sebagai hiburan semata. Ingin hidup seperti mereka? I don't think so..
Kalau ada rating "meh", saya pilih rating itu deh. Biasa aja. itu pendapat saya soal buku ini. Selain soal info ulang tahun+arisan, yang mewahnya ngalah-ngalahin ulang tahun anak-anak selebritis endonesa, gak ada informasi baru di buku ini. Sebagian besar informasi sudah pernah dibahas sama film Arisan dan Arisan 2, plus infotainment, dan sosial media. Kalau bukan orang kaya dan bukan teman-teman penulis, gak perlu lah beli buku ini. Numpang baca aja di Gramedia atau di toko buku lain, seperti saya.
'kocok: uncut' was a book that contained full insight of a phenomenon called 'arisan' in indonesia. it was well-written book. it used light words to describe the topic.
well... the book itself can be read in just a couple days because it had so many illustration which made the book... hmm... colorful. if there's no illustration i would be bored reading it. so... it was a good book.
Buku ini mengisahkan tentang fenomena arisan sosialita Ibukota, tidak hanya di ibukota Jakarta ternyata arisan pun booming di daerah laen. Sebenarnya tidak ada informasi yang begitu penting dari buku ini. Setelah baca buku ini kira-kira beginilah ungkapan saya "oh..." Awalnya ga ada niat buat beli buku ini, nyari bukunya Indra Herlambang tapi lagi kosong.
One star may seem too cruel, so I'll give it two. Sebenarnya secara konten sangat informatif ya, covernya juga bagus. Tapi gaya bercerita penulisnya agak menjemukan. Ada beberapa bagian yang terasa sangat membosankan saat dibaca. Sorry.