Nh. Dini (Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin) started writing since 1951. In 1953, her short stories can be found in most of national magazines like Kisah, Mimbar Indonesia, and Siasat. She also writes poems, radio play, and novel.
Bibliography: * Padang Ilalang di Belakang Rumah * Dari Parangakik ke Kampuchea * Sebuah Lorong di Kotaku * Jepun Negerinya Hiroko * Langit dan Bumi Sahabat Kami * Namaku Hiroko * Tirai Menurun * Pertemuan Dua Hati * Sekayu * Pada Sebuah Kapal * Kemayoran * Keberangkatan * Kuncup Berseri * Dari Fontenay Ke Magallianes * La Grande Borne
Saya sangat senang ketika menemukan buku ini terdapat didalam rak perpustakaan kemendikbud karena buku ini dan Dari Parangakik Ke Kampuchea adalah dua buku dari koleksi seri kenangan Nh Dini yang belum berhasil saya dapatkan dimana-mana. Jadi sementara yasudah saya meminjam dahulu dari perpustakaan dan buru-buru ingin membacanya karena penasaran bagaimana perjalanan hidup Nh Dini dengan suaminya yang diplomat perancis pindah dari jepang sekarang ke Perancis, Belanda hingga Filipina.
Saya dibuat terkesan dengan perjalanan beliau bagaimana deskripsi mulai dari Fontenay (Perancis selatan), Amsterdam (Belanda) hingga Magallianes (Filipina) yang sangat apik seakan-akan kita juga berada disana. Dibuku ini juga Lintang sudah mulai tumbuh menjadi anak-anak dan sudah lahirnya Padang (Tahu kan Mr. Pierre Padang yang salah satu creator animasi Minnions)
Tetapi sayangnya perjalanan Ibu Nh Dini disini dinodai dengan adanya ceritanya perselingkuhannya dengan Bagus, seorang Kapten Kapal yang diam-diam selalu ia temui dibelakang suaminya. Ampun sudah dengan adegan seksnya yang eksplisit saya salah satu wanita yang tidak menganut paham setuju dengan perselingkuhan dan poligami makanya saya tidak bisa memberi minimal bintang tiga untuk buku ini. Saya paham betapa perlakuan Suami dari Nh Dini yang pemarah, tukang mencela, terlalu perhitungan akan duit, sabtu minggu hanya dihabiskan dengan memutar musik piringan hitam sekeras-kerasnya dan melakukan hobi fotonya sehingga anak istrinya tidak diperhatikan membuat beliau sangat kesal. Tetapi menurut saya kenapa tidak dari awal saja dilakukan perceraian dan menikah secara sah dengan Bagus? Ahh sudahlah saya juga bukan siapa-siapa hanya penikmat cerita dari ibu Nh. Dini
Terimakasih Perpustakaan Kemendikbud atas peminjaman bukunya
Ini cerita kenangan Nh. Dini yang paling gw gak suka, soalnya temanya menggambarkan ketidakbahagiaan hidupnya terutama kehidupan perkawinannya... udah gitu dia juga banyak bercerita tentang perselingkuhannya dengan cukup vulgar,
tapi anehnya dia sama sekali ga ngerasa berdosa dan kesan yg gw tangkap dia malah menganggap selingkuhannya sebagai 'karunia'dari tuhan atas pernikahannya yang tidak bahagia... ow ow...
Lagi, kisah perjalanan pernikahan Dini dengan seorang Diplomat Perancis, pria pilihan hatinya. Bersama pria pilihan hatinya, Dini bertahan hanya demi anaknya. Mereka berdua hidup dalam sebuah pernikahan yang sah. Namun hati dan perasaan diserahkan kepada orang lain.
Dini masih berusaha bertahan dalam rumatangganya yang kehilangan perasaan.
Pertama kali membaca buku karya Nh. Dini ketika saya masih duduk di bangku SMP. Buku pertama itu judulnya "Pada Sebuah Kapal". Kemudian saya membeli lagi beberapa buku beliau dari marketplace karena sekarang buku-buku karya beliau sudah langka. Senang sekali bisa kembali membaca karya-karya Nh. Dini karena gaya penulisan beliau lugas dan sesekali diselingi humor.
Dari Fontenay ke Magallianes: Buku ini mengisahkan tentang lika-liku kehidupan beliau sebagai seorang istri diplomat Perancis. Beliau menceritakan secara detail kehidupan yang dijalani selama berada di Fontenay, Amsterdam, dan kemudian Magallianes (Filipina). Sebagai seorang istri diplomat beliau berpindah-pindah lokasi mengikuti dinas suaminya. Di Fontenay beliau singgah di rumah temannya yang bernama Mireille. Mereka sudah seperti keluarga dan banyak membantu keluarga Nh. Dini, salah satunya pernah menjaga Lintang (anak sulung dari Nh. Dini).
Di buku ini Nh. Dini juga banyak bercerita tentang bagaimana beliau mengasuh Lintang dan juga Padang (anak bungsu beliau). Saya terkesan karena beliau mampu mengasuh dan mendidik kedua anaknya sebaik mungkin. Walaupun demikian, Nh. Dini juga mengalami masa-masa sulit menjalani kehidupan bersama suami nya. Beliau menuturkan bahwa suaminya adalah sosok yang sangat keras kepala, egois, dan pelit. Di sisi lain, karakter Nh. Dini menurut pengamatan saya adalah sosok tegas, cerdas, dan teratur. Beliau selalu menyebut suaminya dengan sebutan 'lelaki pilihanku'. Saya mengamati bahwa suaminya memiliki kepekaan (empati) yang kurang sehingga banyak perkataan yang menyakiti hati Nh. Dini. Hal ini menyebabkan sering terjadi pertengkaran dan perdebatan di keluarga mereka. Bisa dilihat kurangnya komunikasi yang baik dari keduanya serta kurang memahami perasaan kedua belah pihak. Di sisi lain, keduanya tidak mau saling belajar untuk terbuka dan mengkomunikasikan hal-hal yang penting dalam suatu hubungan.
Dari berbagai konflik yang ada, saya melihat karena banyaknya hal yang dipendam oleh beliau sehingga seringkali meledak kemarahan terhadap suaminya. Sementara itu, beliau juga pada akhirnya memiliki affair dengan seorang kapten kapal berkebangsaan Perancis bernama 'Bagus' (kemungkinan ini memang nama samaran). Diceritakan bahwa Bagus adalah seorang lelaki yang lembut, penyayang, sabar, murah hati, dan penuh perhatian. Mungkin ini adalah karakter yang tidak dimiliki suami beliau sehingga beliau merasa nyaman dengan kapten kapal tersebut.
Terlepas dari affair mereka, Nh. Dini juga banyak membahas tentang sejarah suatu tempat yang beliau kunjungi dan juga tentang masalah-masalah sosial seperti patriarki. Beliau juga banyak menyematkan istilah-istilah dari bahasa Jawa dan bahasa Perancis. Menurut saya ini sangat menarik karena beliau menggabungkan kedua budaya berbeda dalam penulisan literatur.
Terakhir kali saya bertemu beliau dalam salah satu acara di Insitut Perancis dan beliau bersedia membubuhkan tanda tangannya di buku original 'Pada Sebuah Kapal'. Buku pertama saya ini pemberian dari tante saya yang juga gemar membaca sastra dan literatur Indonesia.
Ini buku Nh.Dini yang pertama kubaca. takjub dan (ehem...) shock! :D yang ada, setelah baca buku itu daku jadi penasaran bianget ama sosok penulisnya, AlhamdulilLah ada suatu tekhnologi yg bernama Internet, especially mbah google, searching deh....^-^ mungkin kalo bacanya dari dulu pas masih tinggal di pogung dah langsung sepedaan deh ke sendowo :)
Kalau memang bener buku ini memoir, wow... NH Dini ternyata nggak hanya penuh kejutan karena novel-novelnya mengandung pandangan-pandangan yang cukup permisif untuk masanya, tapi ternyata kehidupan nyatanya memang sangat menarik juga ...