Jump to ratings and reviews
Rate this book

Beauty Sleep

Rate this book
Tuan Putri,

Kita berasal dari tempat yang berbeda.

Aku berasal dari Amerika, sementara dirimu gadis Indonesia penyuka bunga matahari. Kita dipertemukan oleh surat-surat dan kartu pos dari ibumu yang berhasil diselamatkan dari sebuah Kantor Pos yang terbakar. Setelah itu, hari-hari kita lebih berwarna, meski matamu hanya melihat kegelapan.

Namun kini, aku bahkan tak bisa melihatmu tersenyum. Dirimu disekap tidur panjang tanpa tahu kapan akan membuka mata.

Aku merindukanmu, Putri. Kumohon, bangunlah!

220 pages, Paperback

First published June 10, 2013

10 people are currently reading
177 people want to read

About the author

Amanda Inez

1 book19 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
51 (25%)
4 stars
77 (37%)
3 stars
58 (28%)
2 stars
12 (5%)
1 star
6 (2%)
Displaying 1 - 30 of 62 reviews
Author 1 book19 followers
July 1, 2013
Well, well, well... What can I say? This is my first published novel ever of my life, out of so many other novels I have written before. This novel tells you a story that is very much simple. About a boy and "his sleeping princess" in real world.

I used second point of view narrative style, because I heard it is the hardest challenge. So I took the chance, and it turned out pretty well. I kind of like it now.

Since I'm not good at writing in slank Indonesian, I chose to write using formal Indonesian. Which is why I took a foreigner as the main male character. I thought it would be better if I didn't try writing in slank.

The plot is kind of messed up. You really have to keep reading till the end and figure out the whole story. That is one of my strategies to gain interests of my readers. I hope I did it well.

Last but not least, this story will teach you about second chances, hope, faith and love. For what is life without them?

Enjoy reading, and don't lose hope!

Love,
Amanda Inez
Profile Image for Dyah.
1,110 reviews63 followers
April 20, 2018
Sebenarnya 2.5 bintang saja... tapi karena aku lagi baik, jadi dibulatkan ke atas.

Roman lokal. Kisah diceritakan dari sudut pandang seorang pria berkebangsaan Amerika. Detail lainnya lebih asyik jika dibaca dan diterka-terka sendiri. Dari blurbnya juga kelihatan sih.
Tapi aku ngga ngerti soal sub-judul di sampul depan.. Kayaknya ngga nyambung sama ceritanya.
Buku ini sarat kata-kata bijaknya. Agak kesal karena seolah dicekoki nilai-nilai moral. Wajib dibaca orang yang merasa dirinya bejad.
Udah ah, kok kayaknya aku melantur...
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
July 4, 2013
Ini novel pertama penulis yang kubaca dan sebagai novel debut, aku cukup terpukau dengan gaya menulisnya.

Sebenarnya ceritanya sangat sederhana, tentang seorang cowok yang menamakan dirinya Si Bodoh dengan gadis yang istimewa yang suka dipanggilnya Tuan Putri

Walaupun sejak awal sama sekali tidak diperkenalkan nama tokohnya, Si Bodoh dan Tuan Putri ini cukup menghipnotisku, aku suka dengan penuangan perasaan Si Bodoh terhadap Tuan Putri yang kebetulan sedang tidur panjang sementara "koma". Kita akan dibawa dengan kisah Si Bodoh saat masih kecil dipanti asuhan, persahabatannya dengan Zach, hingga momen ketika dia datang ke Indonesia untuk pertama kali. Sebagai orang asing di negara yang asing, dan sebuah kejadian yang akhirnya membawanya untuk bertemu dengan Tuan Putri, sosok yang istimewa.

Walaupun Tuan Putri ini sama sekali tidak ada interaksi secara langsung dengan Si Bodoh, hanya berupa cerita-cerita yang ditulis oleh Si Bodoh tentang segala kisahnya dan kenangannya tentang Tuan Putri sebelum Tuan Putri tertidur cukup lama. Aku bisa merasakan perasaan yang mendalam Si Bodoh terhadap Tuan Putri begitupun sebaliknya.

Belajar banyak hal, tentang kehidupan, penerimaan akan takdir, bersyukur dan bahagia. Tuan Putri mungkin bukanlah manusia yang sempurna, dia pun punya titik jenuh, tidak selamanya bisa bersikap ceria dan optimis dalam hidup. Ada sisi gelap lain, yang membawanya kepada tidur panjangnya itu.

Hingga akhirnya aku menutup halaman terakhir dari epilog, aku bisa tersenyum bahagia. Walau memang aku mengharapkan ada sedikit narasi tentang nasib buku yang ditulis oleh Si Bodoh tentang kenangan mereka sepanjang menemani Tuan Putri yang koma, yang kemudian harus kembali ke negaranya. Apakah buku itu bisa membuat Tuan Putri tersadar atau seperti apa? Overall, aku suka dengan cerita yang ringan ini ^^ dan akan menunggu karya penulis selanjutnya =)
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
July 29, 2013
"Tahukah kau berapa tumpuk kebohongan yang kulontarkan kepadamu? Aku bahkan tidak mampu menghitungnya lagi. Terlalu banyak yang kusembunyikan darimu. Terlalu banyak rahasia yang sengaja kupendam begitu saja. Aku ingin sekali menggenggam tanganmu saat ini dan meminta maaf, tetapi sayang, aku tidak bisa. Aku terlalu takut untuk mengakuinya secara langsung kepadamu."

Buku ini adalah sebuah surat yang ditulis oleh seorang lelaki - yang menyebut dirinya Si Bodoh - kepada Tuan Putri-nya yang sedang dalam tidur panjang. Lewat surat itu Si Bodoh menceritakan kisah hidup dan latar belakangnya yang selama ini ia rahasiakan dari Tuan Putri. Masa lalu yang kelam, kehidupannya yang berubah sejak bertemu Tuan Putri-nya, dan semua perasaan ia tumpahkan ke dalam tulisan ini. Semuanya ia tuliskan dengan harapan saat Tuan Putri-nya terbangun nanti, gadis itu dapat mengerti segala harapan dan rasa dalam hatinya....

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2013/0...
Profile Image for Asmira Fhea.
Author 7 books31 followers
March 12, 2015
"Doa yang tulus dengan cinta, adalah kekuatan besar yang bisa menyelamatkan siapa pun, termasuk orang yang mendoakannya."

"Bagaimana perasaanmu sewaktu kau tau kau tidak bisa melihat?" | "Aku berusaha untuk tidak kecewa." | "Benarkah? Walaupun itu berarti kau harus melewatkan pemandangan indah setiap harinya?" | "Apa kau tahu, bahwa hal-hal terindah di dunia ini tidak bisa dilihat dengan mata? Apa kau tahu, bahwa hatimu bisa melihat hal yang jauh lebih indah dari apa pun di dunia ini?"

Sebenarnya, secara garis besar saya memberi 2.5 bintang untuk novel ini.
Pertama, not my style. Suasananya datar.
Kedua, ceritanya ga banyak twist. Dan ini yg menjadi alasan dari statement di atas.
Ketiga, endingnya ketebak.

dan yang lantas membuat saya membulatkan ke atas jadi 3 bintang adalah:
Pertama, konsep covernya unik. Kayak undangan pernikahan. Banyak ornamen yg elegan.
Kedua, ceritanya rapi. Minim typho. Teknis penulisannya yg boleh laaah~~
Ketiga, amanat tersirat untuk menyemangati pembacanya agar senantiasa bersyukur terhadap apa yg dipunya.

sekian, terima kasih.
-AF:)
Profile Image for Muhammad Rajab Al-mukarrom.
Author 1 book28 followers
July 17, 2013
Amanda Inez will be my next favorite author.
saya sangat mengagumi cara Amanda menulis.
ulet, dan eksploratif.

saya juga suka caranya membuka kisah di setiap bab, dan membangun sisi-sisi cerita yang sedih namun juga didampingi dengan sisi-sisi cerita lain yang menyenangkan.

awalnya saya salut dengan pov yang penulis pakai, yaitu pov kedua, namun lama kelamaan saya merasa sepertinya lebih tepat jika dikatakan penulis memakai pov pertama.
karakter tokoh-tokohnya, seperti Si Bodoh dan Tuan Putri, tergali secara mendalam dan terasa riil.

ini merupakan debut novel yang indah.
Amanda tidak hanya berkisah, tapi juga membangun emosi, dan sedikitnya memberikan nasihat sekaligus pencerahan bagi para pembaca.

--sukses untukmu Amanda, dan teruslah berkarya.
Profile Image for Titi Sanaria.
202 reviews37 followers
Read
February 13, 2016
What can I say, I love it. Benar-benar seperti membaca sebuah surat panjang yang merangkum kehidupan seseorang untuk dikisahkan kembali kepada kekasihnya.

untuk ukuran debut, ini karya yang indah. Diksinya kuat, dan meskipun tak memiliki banyak percakapan, sulit untuk merasa bosan. penulis sangat patuh pada outline-nya sehingga kisahnya sangat teratur meskipun pengaturan waktunya melompat-lompat.

Akhir kisahnya sedikit dipaksakan, tapi sesuai harapan. ceritanya sudah mellow dari awal, jadi penutup yang menyenangkan akan membuat kita menarik bibir untuk tersenyum...
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
August 21, 2014
Kalau kita ke toko buku dan mengunjungi rak khusus romance pasti kita akan mendapati berbagai macam sampul buku yang indah, bagus, menarik untuk dibeli. Saya salah satu tipe orang yang 'judge books by it's cover' tapi nggak sampai yang membuat saya kalap membeli semuanya, ada beberapa pertimbangan yang mendukung saya harus membaca buku tersebut. Pertama adalah nama penulis, kalau sebelumnya saya pernah membaca karya penulis tersebut dan suka saya nggak akan ragu untuk membeli atau meminjam teman yang punya, kedua rekomendasi dari orang yang tahu betul genre favorit saya, dan ketiga adalah intuisi pribadi kalau buku tersebut bagus hanya dengan membaca sinopsisnya. Alasan ketiga mempertemukan saya dengan Beauty Sleep.

Waktu itu GagasMedia sedang promo buku coming soon di facebook, seperti biasa covernya indah dengan blurb yang sering menjebak :p. Ada satu buku yang langsung menarik perhatian saya, baik cover ataupun blurb yang tidak seperti biasanya, blurb yang menjelaskan sedikit tentang cerita buku tersebut. Cerita yang seperti dongeng Sleeping Beauty, tentang Si Bodoh dan Tuan Putri.

Perkenalkan, panggilannya adalah Si Bodoh, lahir pada 30 Januari 1986, belum pernah bertemu orangtuanya dan tidak ingin mencari keberadaan mereka, dia tumbuh besar di sebuah panti asuhan yang berada di Amerika Utara. Tidak ada yang benar-benar dekat denganya di panti asuhan, ketika Si Bodoh berjalan-jalan di sekitar 'rumahnya', dia berkenalan dengan orang yang memberikan baju yang sedang dikenakannya saat itu, orang yang menawarinya sebuah permen dan pertemanan, orang itu bernama Zack.
Aku tidak pernah mempunyai cukup uang untuk membeli apa pun yang aku inginkan. Begitulah kehidupan anak-anak di panti asuhan. Tidak punya uang. Hanya kepingan logam pecahan satu sen yang kukumpulkan dengan susah payah, dan kusimpan hati-hati di dalam celengan. Celengan itu kusembunyikan, jauh dari jangkauan siapa pun. Aku takut suatu hari nanti kelompok anak-anak yang lebih besar berhasil menembus pengawasan dan mengambil alih barang-barang berharga kami.
Zack adalah anak orang kaya yang tinggal dekat panti asuhan. Ayahnya seorang bawahan perdana menteri dan ibunya memiliki toko porselen yang laris, orang tua Zack merupakan salah satu penyumbang terbesar untuk panti asuhan. Zack tidak memiliki saudara, dan ibunya sering meminta ijin kepada Suster Kepala panti asuhan untuk membawa Si Bodoh pulang agar anaknya mempunyai teman. Dengan sifat keras kepala, tidak bisa dilawan, dan selalu ingin menjadi pemimpin membuat Zack menjadi tidak pandai bergaul, dan sifat kebalikan Si Bodoh yang sabar dan mengalah menetralkan persahabatan mereka.

Ketika mereka beranjak dewasa, Si Bodoh tahu akan perubahan diri Zack, bisa dibilang mereka tumbuh bersama. Zack sering bersenang-senang menghabiskan uang orang tuanya, belajar merokok dan minum minuman keras. Awalnya Si Bodoh mampu bertahan dari godaan tapi Zack beserta teman-temannya yang berpenampilan aneh menantang dan menguji persahabatan mereka. Zack membuat Si Bodoh kecanduan merokok, Zack membuat Si Bodoh mejadi tameng untuk menutupi keburukan sifatnya dari orang tuanya.
Tahukah kau betapa sakitnya dikhianati oleh orang yang kau anggap sahabat? Tahukah kau hal terburuknya? Seberapa dalam dia menyakitimu, seberapa besar kau ingin membencinya, kau tidak bisa. Dan, hal itu membuatmu terluka lebih dalam lagi karena kau tidak mampu melepaskan rasa marah dan kekecewaanmu begitu saja.
Bahagia adalah pilihan. Tak peduli di mana pun aku berada, aku bisa saja merasa sedih dan tertekan. Namun, setelah itu, aku belajar bagaimana untuk menerima segala sesuatu apa adanya. Aku tidak lagi ingin menyiksa diriku sendiri. Bahagia adalah saat kau membuat segala yang punya menjadi yang terbaik.
Lalu tibalah persahabatan mereka retak, selepas kelulusan, Zack ingin mengikuti jejak pamannya. Dengan sembunyi-sembunyi dia menjual porselen di perpustakaan rumahnya sebagai modal perjalanan. Zack ingin pergi ke Indonesia dan memulai sebuah bisnis haram, narkoba. Ibu Zack tahu kalau anaknya tidak bisa dikendalikan lagi, dia meminta Si Bodoh untuk mengikuti Zack dan berharap bisa menyadarkan Zack agar mau kembali lagi ke Amerika. Zack hanya memanfaatkannya. Setibanya di bandara, Si Bodoh malah ditinggal sendiri dengan tas yang berisi uang untuk bertahan hidup.

Entah sebuah kemalangan atau rasa syukur, kejadian Si Bodoh terlunta-lunta di negara asing malah mempertemukan dirinya dengan Tuan Putri. Seseorang yang diharapkannya bangun dari tidur panjang, mataharinya.
"Aku hanya merasa, ketika mengenggam sekuntum bunga matahari, aku merasa hangat dan tidak kesepian. Kau tahu? Tidak ada satu pun hal di dunia ini yang diciptakan sendiri. Semua mempunyai teman, semua mempunyai lawan," kau mulai membagikan kata-kata bijakmu lagi. "Tapi, mengapa kau begitu ingin mengalahkan lawanmu, kalau bisa menjadi teman mereka?"
Waktu awal baca saya sedikit bingung dengan sudut pandang yang digunakan penulis, antara sudut pandang orang pertama atau kedua, saya menebak orang pertama. Setelah saya konfirmasi langsung ke penulis ternyata pendapat saya salah. Memang beda tipis, saya jarang menemukan cerita dari sudut pandang orang kedua, selain karena sulit, penulis harus pandai merangkai kalimat agar pembaca serasa dilibatkan secara emosional dan menjadi bagian dari cerita, menekankan inti cerita kepada pembaca (saya sampai riset untuk mengetahui perbedaannya di buku Draft1 - Winna Efendi :p). Saya rasa penulis sukses melakukannya.

Secara tidak langsung, pembaca akan berperan sebagai Tuan Putri. Kalau pernah membaca Surat Panjang, sebenarnya cara bercerita penulis tidaklah jauh berbeda, seperti surat. Kalau di buku tersebut tidak ada dialog, di buku ini minim dialog. Alurnya flashback. Jadi, Si Bodoh menceritakan kisah perjalanan hidupnya yang kelam beserta rahasia-rahasia yang belum pernah dikatakannya langsung kepada Tuan Putri yang mengalami tidur panjang. Si Bodoh membuat kisah tersebut menjadi sebuah buku dan berharap ketika Tuan Putri sadar dia akan tahu kemana Si Bodoh terpaksa meninggalkannya.

Minim dialog berarti membosankan? Tergantung cara berceritanya. Itulah kelebihan buku ini. Bahasa yang digunakan penulis sederhana, tidak ada kalimat metafora yang susah dipahami atapun yang mendayu-dayu sok romantis, dengan mengunakan bahasa sehari-hari yang cukup formal cerita bisa tetap terasa romantis dan melankolis. Belum lagi cara bercerita penulis yang melompat-lompat, dalam artian tidak menjelaskan kejadian demi kejadian secara runtut, menjadikan cerita mengandung twist yang manis. Contohnya sejak awal Si Bodoh sudah bercerita tentang Tuan Putri, tetapi setelah mengalami berbagai peristiwa bersama, Si Bodoh baru menceritakan pertemuan pertama mereka belakangan. Cara seperti itu malah membuat pembaca penasaran dan cepat-cepat ingin menyelesaikannya.
"Menurutku, kau adalah orang yang seharusnya bersyukur. Walaupun kau tidak mempunyai apa yang orang punya, banyak orang di dunia ini yang tidak mempunyai apa yang kau punya. Bukankah itu cukup adil?"
"Apa kau tahu, bahwa hal-hal terindah di dunia ini tidak bisa dilihat dengan mata?" Kau bertanya kepadaku dengan tenang, seolah sudah lama sekali kau memikirkannya dan memantapkan dirimu sendiri untuk percaya. "Apa kau tahu, bahwa hatimu bisa melihat hal yang jauh lebih indah dari apa pun di dunia ini?"
Untuk karakternya sendiri, Si Bodoh digambarkan seseorang yang mengalami berbagai cobaan tak henti-hentinya, tetapi dia tidak pernah putus asa dalam menjalani. Besar di panti asuhan membuat dia kuat dan sabar. Sedangkan Tuan Putri sendiri dibalik keceriannya dia menyimpan rasa depresi yang hebat, menjadi keras kepala, tak jarang melukai dirinya sendiri. Walau ada bibi dan kakak sepupu yang sudah menganggap seperti darah dagingnya sendiri dia tetap merindukan sosok orang tuanya, kecelakaan yang merengut ayah dan cahayanya, serta ibu yang sibuk dengan dunianya sendiri sehingga membuat Tuan Putri kesepian. Mereka berdua sama-sama menjalani kehidupan yang pahit, tetapi mereka juga sama-sama menciptakan kebahagiaan untuk satu sama lain.

Bagian yang paling favorit adalah ketika Si Bodoh membacakan surat dari ibu Tuan Putri yang diselamatkannya waktu masih menjadi petugas pemadam kebakaran, surat yang membawanya bertemu Tuan Putri. Menyentuh dan romantis sekali. Melalui surat itu, Si Bodoh membuat Tuan Putri memaafkan ibunya sedikit demi sedikit dan melalui surat itu juga Si Bodoh tahu penderitaan yang selama ini dipendam Tuan Putri sendirian.
Kau mengerutkan kening. "Membalas semua kebaikanmu? Dengan apa?"
Aku terkekeh, mulai memikirkan apa yang ingin kau lakukan untukku. Beberapa ide gila muncul di kepalaku. Namun, ketika aku kembali menatap kedua matamu yang kosong, aku hanya bisa menghela napasku, lalu menjawab, "Dengan tidak berhenti berjuang."
Tuan Putri, kau mengubah hidupku. Kau membuatku ingin menjadi seseorang yang lebih baik, agar aku cukup berharga bagi orang-orang yang kusayangi. Kurasa itu adalah definisi perasaanku kepadamu. Aku menyayangimu sebagai sahabat, karena saat ini, aku hanya bisa menjadi sahabatmu. Mungkin suatu saat nanti, setelah aku berubah, barulah aku ingin mengambil satu langkah lebih maju.
Bagaimana menurutmu? Apakah itu penawaran yang cukup baik?
"Bagaimana nasib setangkai bunga matahari tanpa mataharinya? Dia tidak akan bisa bertahan hidup."
Puas adalah kata yang tepat ketika menutup buku ini. Di epilog teka teki siapa sebenarnya Si Bodoh dan Tuan Putri terungkap, lega rasanya. Penulis juga melakukan sedikit perubahan yaitu menggunakan sudut pandang orang ketiga, jadi pembaca bukan lagi seorang Tuan Putri tetapi menjadi penonton, pas sekali pilihannya. Dari segi kekurangan saya tidak terlalu memperharikan, saya terlalu enjoy membaca cerita bak negeri dongeng ini, saya juga tidak menemukan typo yang keterlaluan :p. Walau pun penulis lebih menonjolkan kedua tokoh utama, tokoh pembantunya pun mendapatkan tempat yang semestinya, porsi mereka tidak berlebihan ataupun sia-sia.

Apakah ciuman Si Bodoh bisa membangunkan tidur panjang Tuan Putri? Cari sendiri jawabannya :p.

Buku ini bercerita tentang kesempatan kedua untuk menjadi lebih baik lagi, tentang harapan yang tak pernah putus, tentang mendapatkan cinta sejati. Recommended buat kamu yang suka cerita dari negeri dongeng versi modern :D

4 sayap untuk kotak kaleng pembawa perubahan.

read more: http://kubikelromance.blogspot.com/20...
Profile Image for R.A.Y.
292 reviews47 followers
October 7, 2018
AKHIRNYA AQ BACA JUGA BUKU INI!!1!1! dulu aq masi kecil uang jajanku terbatas jadi gabisa beli semua buku yg aq inginkan :( trus nemu deh buku ini dengan harga obralan yang sangat murah ufufufufu uhuk oke.

penampilannya cantik banget. mau dibungkus atau ngga, dua-duanya sama-sama cakep. ala-ala sleeping beauty dengan sulur-sulur tanaman (di dalamnya malah ada ilustrasi sulur berduri) dan pilihan font yang berkesan klasik. salah satu buku tercantik yang saya punya. nice.

cerita ini emang jenis cerita yang terasa lambat, ya. soalnya isinya lebih banyak berkisah daripada action (?). maksudnya, lebih kayak baca dongeng tentang hal-hal yang telah berlalu dan renungan ketimbang baca cerita yang filmis abis dengan berbagai tindakan dan peristiwa. yah you know what i mean. daaan saya menikmati itu. udah paham modelannya begitu jadi ngga banyak ngeluh "ih ini kok ceritanya lambat banget sih/gini gini mulu sih/merenung mulu sih/dsb". hamdalah bisa paham karena kalau ngga saya pasti kzl mulu bawaannya :'D

novel ini tuh keunikannya banyak banget, ya. sudut pandangnya sudut pandang kedua (kedua kan ya? yang memosisikan pembaca sebagai "kamu"? cmiiw), nama dua karakter utama ngga disebutkan (sampai suatu titik di akhir), alurnya maju-mundur dan bener-bener kayak cerita super random yang mungkin ditulis seseorang ketika dia lagi nunggu temennya di rumah sakit. i mean, kalau saya yang jadi orang itu sih, ngga bakal saya pikirin juga mau berbagi pengalaman dan renungan dengan alur yang seperti apa. pokoknya tiap kepikiran ya langsung tulis aja, toh emang cuma mau nulis-nulis random, bukan ngarang novel. jadi poin ini jadi poin yang saya suka banget. rasanya penceritaannya Si Bodoh jadi natural banget gitu.

apa lagi ya keunikan yang lain? oh, ya. dengan semua keunikan yang saya sebut di atas, yang bagi saya adalah hal-hal di luar zona nyaman yang hanya mungkin ditulis oleh penulis yang super nekat, atau super cermat, atau super berbakat, unik banget novel ini jadi debutnya Amanda Inez. i read somewhere (dalam salah satu exposure-nya ketika jaman promosi buku ini dulu atau di blognya) that she didn't even like reading. jujur aja, saya tertarik banget sama buku ini juga gara-gara pernah denger kalau penulisnya ngga terlalu hobi baca. beda banget sama penulis-penulis pada umumnya, yang selalu menganggap suka nulis = suka baca. i wanted to know what a writer who is not so keen on reading could write. cerita seperti apa yang bisa ditulis oleh seorang penulis yang ngga suka baca? saya baca buku ini untuk mencari jawaban atas pertanyaan itu. lalu, jawaban seperti apa yang saya dapat? well, saya ngga kecewa. cenderung terkesan malah. ekspetasi saya terpenuhi. mungkin secara teknis emang tulisan Amanda Inez kaku dan ngga variatif (terlalu konsisten dengan model-model kalimat dan penyampaian yang begitu-begitu saja), ngga ada percikan warna yang wah dari diksinya, dan lumayan terpengaruh bahasa inggris (she's living in canada so i get where it came from). sedikit-banyak saya jadi mengaitkan itu ke intensitas membacanya dan lagi-lagi mengerti kenapa bisa begitu. tapi dari segi story-crafting atau story telling-nya, saya jadi dapat pelajaran baru, bahwa untuk menulis cerita yang bagus, kamu gabisa hanya mengandalkan gaya bahasa/gaya menulis yang bagus, sesuai puebi, indah, dsb, tapi juga kemampuan bercerita yang bagus dan menarik.

tapi, walau dengan kemampuan menulis yang pas-pasan secara teknis, mbak penulis punya banyak ruang dalam cerita model begini untuk menampung detail yang dibutuhkan untuk mendeskripsikan hampir segala hal dengan pas. jadi yah. cuma emang mesti sabar aja baca cerita yang slow-paced dengan gaya bahasa yang kaku dan gitu-gitu mulu.

udah, ah. senang akhirnya baca buku yang bisa membuat saya ngasih bintang empat (setelah pengalaman baca beberapa buku sebelumnya yang b aja banget kalau bukan ngeselin). kthxbye.
Profile Image for Ifnur Hikmah.
Author 5 books13 followers
November 7, 2013
Sebut saja namanya Si Bodoh. Karena dia memang memperkenalkan dirinya sebagai Si Bodoh.
Dan, kenalkan Tuan Putri yang sepanjang cerita hanya tertidur. But she’s not Aurora. She just Tuan Putri for Si Bodoh.
Kisah dimulai dengan cerita Si Bodoh yang menuliskan kisah hidupnya di buku sambil menunggui Tuan Putrinya yang tertidur. Perlahan-lahan kita diajak untuk mengikuti kisah Si Bodoh, mulai dari dia kecil dan tumbuh di sebuah panti asuhan di Amerika, persahabatannya dengan anak orang kaya bernama Zack, pengkhianatan Zack berkali-kali sampai akhirnya ke keputusan Zack untuk pindah ke Indonesia dan ikut bisnis pamannya. Si Bodoh pun ikut karena diminta orangtua Zack untuk mengembalikan Zack ke jalan yang benar. Lalu dimulailah petualangannya di Indonesia. Bersama sahabat barunya, Arif. Dan permainan nasib yang mempertemukannya dengan Daniel, lalu membawanya ke Tuan Putri. Hingga akhirnya suatu kejadian memaksanya untuk pergi dari sisi si Tuan Putri.
I found this book quite interesting and page turner. I can’t believe this is Amanda Inez’s first book.
Ini buku pertama yang gue host di Gagas Debut Virtual Book Tour. Ketika membaca list buku pilihan untuk program ini, gue langsung memilih buku ini. Kenapa? Karena Amanda bilang dia memilih PoV 2.
Gue pernah membaca buku yang ditulis dari PoV 2, sudut pandang yang menurut gue sulit banget. Yaitu The Bride Stripped Bare. Awalnya sulit untuk mengikutinya tapi lama-lama gue enjoy. That’s why gue tertarik sama buku yang katanya ditulis dari PoV 2 ini.
Tapi sepertinya ada sedikit kesalahpahaman, deh. Buku ini bukan PoV 2 atau kamu-an, tapi PoV 1 alias aku-an. Hanya saja ditulisnya beda banget dibanding PoV 1umumnya. Di sini si aku memanggil lawannya dengan panggilan kamu. Si tokoh aku literally bercerita di sini dan ditujukan kepada tokoh kamu. Di sini juga hero dan heroine kita nameless. Dikenal sebagai Tuan Putri dan Si Bodoh. Well, ini sepemahaman gue aja, ya. Kalau PoV 2 itu tokoh bercerita tanpa dirinya muncul. Sedang di sini, si tokoh bercerita dan dirinya muncul.
Okay, forget about that.
Karena nyatanya gue suka sama buku ini. Oh salah. Maksud gue adalah suka banget. Jelas yang jadi daya tarik utama adalah gaya menulisnya, which is, gue yakin itu susah banget. And this is Amanda’s first book. Two thumbs up for you, girl.
Buku ini punya alur yang rumit. Flashback di mana-mana. Dan, Amanda berhasil menuliskan flashback demi flashback di tempat yang pas dengan gaya yang enak buat dibaca. Meski alur lompat-lompat, buku ini enggak ngebingungin. Seolah-olah Si Bodoh benar-benar ada di depan kita dan kita adalah Tuan Putri yang lagi didongengin. Yang namanya orang cerita, ya, pasti enggak urut. Apalagi ceritain kisah hidup, ya yang diceritain seingatnya aja. Ingatnya kisah masa kecil, ya ceritain. Lalu loncat ke bertahun selanjutnya, lalu mundur lagi ke belakang, lalu kembali ke masa sekarang. Begitu seterusnya. Dan ini menarik banget.
Amanda menaruh clue di setiap bab. Baca buku ini siap-siap aja jantungan dengan kemunculan clue-clue baru yang menjawab clue sebelumnya. Dan, bikin kita bertanya-tanya tentang banyak hal tapi harus sabar menunggu jawabannya. Makanya, enggak bisa berhenti baca karena penasaran pengin tahu jawabannya apa.
Mungkin yang agak gue sesali adalah di bagian ending. Memang, sih, endingnya bahagia. Tapi, kan enggak mesti harus bikin si Tuan Putri bisa melihat. Maksudnya, dia bangun aja udah cukup, kok. Menurut gue itu udah bahagia juga. Toh, Si Bodoh cuma berharap Tuan Putrinya bangun, kan? Yang bikin gue makin turn off adalah enggak ada penjelasan medis tentang kesembuhan mata si Tuan Putri. Dibilangnya cuma kalau keajaiban itu ada. Yah bagi pengikut setia Niki Lauda yang realistis, menurut gue keajaiban itu terlalu mengada-ada. Menurut gue, happy ending enggak mesti semuanya harus happy sampai-sampai terasa mengada-ada seperti itu. Gue sedikit sedih dengan ending ini karena pengalaman gue membaca dari awal udah enak banget tapi terganggu dengan ending ini.
Dan beberapa typo. Munculnya menjelang akhir cerita. Sepertinya editornya mulai ngantuk, he-he-he.
Overall, dari tiga novel Gagas Debut yang gue baca seminggu terakhir (Selamat Datang Cinta, review di sini dan Lost and Found, review menyusul), ini yang paling memuaskan. Bagi gue, ini novel debut yang berhasil. Karena gue akan menunggu karya Amanda selanjutnya.
Good job, Amanda.
Profile Image for Muhammad Ilhamsyah.
39 reviews5 followers
July 25, 2014
Pertama kali tertarik pada novel ini adalah karena beberapa review menyatakan bahwa Beauty Sleep memiliki penjabaran cerita yang berbeda dibanding novel-novel lainnya. Ya, memang benar. Setidaknya ada tiga hal yang membuat novel ini terkesan unik di luar dari alur ceritanya. Yang pertama, sudut pandang yang diambil adalah sudut pandang orang pertama sekaligus orang kedua. Kedua, meskipun penulis tinggal di Toronto dan tokoh-tokoh di novel ini pun sebenarnya bercakap-cakap dalam Bahasa Inggris, namun penulis justru menahan diri untuk tidak menggunakan bahasa Inggris dan justru menggunakan Bahasa Indonesia yang benar-benar apik. Hampir tidak dapat dipercaya bahwa novel ini ditulis dalam kurun kurang dari seminggu. Yang ketiga, nama kedua tokoh utama terus disimpan sampai epilog di halaman terakhir. Jadi, Si Bodoh dan Tuan Putri terus digunakan sepanjang novel sebagai identitas mereka.
Dan, setelah menyantap habis bacaan ini, saya dengan bangga menyatakan bahwa saya amat takjub dengan kisah juga gaya penceritaan Beauty Sleep. Dari segi alurnya memang sederhana. Cerita dirangkai dari kisah Si Bodoh kepada Tuan Putri yang tengah tertidur. Kisah tentang kehidupannya, kisah bagaimana ia bisa bertemu dengan Tuan Putri, dan kisah bagaimana akhirnya ia harus pergi dari Tuan Putri yang juga masih tertidur. Jadi bisa disimpulkan, novel ini beralur acak. Cerita demi cerita, rahasia demi rahasia dibeberkan secara tidak berurutan namun ajaibnya, justru ketidakteraturan itu menciptakan kombinasi kejutan yang menarik di sepanjang cerita.
Berbicara tentang kemahiran penulis mengolah kata, saya benar-benar dibuat terpana karena setiap goresan tulisan yang diciptakan oleh penulis begitu melankolis, teduh, sekaligus mengiris. Tidak ada jargon-jargon Bahasa Inggris seperti yang sering kita temui di novel-novel young adult lainnya, dan ini membuat Beauty Sleep benar-benar terasa istimewa. Diksi yang dipilih penulis bisa dibilang sempurna dan terangkai manis dengan kata sebelum maupun sesudahnya. Seolah-olah ia harus berkonsultasi dengan thesaurus dan kamus besar Bahasa Indonesia dulu untuk memilih satu kata yang akan diketikkannya di dalam novel ini. Tidak berlebihan jika saya bilang bahwa novel ini justru terlihat seperti novel terjemahan (tahu kan novel-novel luar itu kata dan kalimat-kalimatnya ajaib?).
Speaking of characterisation, baru sekali ini saya membaca novel young adult modern yang tokoh-tokohnya masih peduli pada iman. Ya, kadangkala jika tema yang diangkat sudah tentang cinta, maka Tuhan seolah terlupakan. Tetapi Amanda nampaknya tak ingin tokoh-tokohnya kerontang secara spiritual. Bahkan, Si Bodoh amat tahu diri untuk tidak memegang tangan Tuan Putri karena ia fikir Indonesia bukan seperti Amerika. See? Romansa yang diangkat oleh Amanda adalah romansa yang sehat dan daya majis dan romantisnya tetap terasa kental.
Walau kekaguman saya sudah bulat sempurna pada novel ini, namun tetap ada beberapa aspek yang tidak terlalu mengganggu sebetulnya tetapi mungkin bisa dijadikan sudut pandang lain mengenai opini saya terhadap novel ini. Beauty Sleep memang dikarang untuk menjadi sebuah novel melankolis romantis yang misterius, namun entah kenapa akhir dari novel ini terkesan amat tergesa-gesa. Padahal ini novel tipis. Tambah seratus halaman lagi pun tidak masalah saya rasa. Aspek lainnya adalah dari segi cover novel yang amaaaaaaaat indah jika saja konsepnya tidak seperti itu (tidak tahu istilahnya apa). Perpaduan antara biru dan putih sudah amat mengesankan tanpa harus dikacaukan dengan cover kedua yang ternyata berada di balik cover pertama. Selain itu, jujur saja cover pertama itu amat mudah rusak apalagi pinggirannya karena mengeluarkan dan memasukkan novel ke dalamnya butuh sedikit usaha.
Overall, berkat novel ini, saya jadi menambah satu penulis yang karyanya wajib ditunggu-tunggu, Amanda Inez.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
February 20, 2014
Saya rasa tidak ada orang yang tidak pernah mendengar kisah tentang putri yang tertidur dan menunggu datangnya pangeran yang akan membangunkannya dengan ciuman. Well… dalam novel ini memang ada Tuan Putri yang tertidur, tapi tidak ada pangerannya. Yang ada hanya si Bodoh yang menuliskan surat kepadanya.


Si Bodoh, begitulah tokoh “aku” menamakan dirinya. Dibesarkan sebagai penghuni panti asuhan, dia menyadari bahwa dirinya tidaklah berharga. Setidaknya di mata orang tuanya yang tega meninggalkannya di depan sebuah panti asuhan. Ketika dia mendapatkan seorang teman bernama Zack, dia begitu senang dan bersedia melakukan apa saja demi temannya itu. Namun pergaulan Zack yang buruk membuat si Bodoh semakin jauh dari imannya kepada Tuhan. Ketika Zack memutuskan untuk pergi ke Indonesia, si Bodoh tidak punya pilihan selain mengikutinya. Apalagi ibunya Zack memintanya dengan khusus untuk selalu ada di samping Zack dan membujuknya untuk pulang ke Amerika.

Naasnya, setibanya di bandara di Indonesia, Zack justru meninggalkannya dengan seamplop uang. Hidup si Bodoh semakin tidak menentu, hanya mengandalkan uang pemberian Zack. Ketika uangnya hampir habis, dia bertemu dengan seorang pemuda bernama Arif yang kemudian mengajaknya bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran. Saat bertugas itulah, dia menemukan satu paket berisi kartu pos yang akan mempertemukannya dengan Tuan Putri.

Tuan Putri adalah gadis yang ceria. Dia menghabiskan banyak waktunya di gereja, berdoa untuk banyak orang. Antara Tuan Putri dan si Bodoh terjalin perjanjian. Si Bodoh akan membacakan semua isi kartu pos itu untuk Tuan Putri, yang tidak lain adalah kiriman ibunya yang tidak tinggal bersama Tuan Putri. Di balik sikapnya yang tampak kuat, tidak ada yang tahu bahwa ada kesedihan mendalam dalam diri Tuan Putri. Hingga si Bodoh menemukannya di kamar mandi membentur-benturkan kepalanya dan dalam keadaan kuyup. Malam itu ada si Bodoh yang menolong Tuan Putri. Tapi di malam lainnya, tidak ada yang membantunya. Akibatnya Tuan Putri mengalami koma dan tenggelam dalam tidur berkepanjangan.

Kurang lebih begitulah urutan ceritanya. Sebenarnya dalam novel yang diceritakan dalam bentuk surat dari si Bodoh kepada Tuan Putri, alurnya dibuat maju mundur. Selama membacanya saya selalu bertanya, kenapa begini, ada apa sebenarnya, untuk kemudian menemukan jawabannya di bab berikutnya. Saya memberikan apresiasi untuk penulis dalam hal ini, sepertinya seluruh plot direncanakan dengan baik. Di samping itu pilihan diksi yang indah membuat isi novel ini seperti kumpulan quote. Saya meminjam buku ini dari Sulis, dan saya mendapatkan ada banyak sticknote di sepanjang novel ini. Sepertinya Sulis juga sependapat dengan saya :D Berikut saya kutipkan dua quote yang saya suka dari novel ini.

“Doa yang tulus dan dengan cinta, adalah kekuatan besar yang bisa menyelamatkan siapapun, termasuk orang yang mendoakannya”

“Apabila kau percaya kepada Tuhan dengan harapan bahwa Dia akan mengabulkan permohonan-permohonanmu, kau telah memegang iman yang salah.”

Ada banyak harapan yang diucapkan oleh si Bodoh untuk membangunkan Tuan Putri. Hingga akhirnya dia teringat akan nasihat dari susternya di panti asuhan dulu dan perbuatan Tuan Putri, yaitu berdoa. Berdoa dengan sungguh-sungguh untuk orang lain. Dan doa itu bisa mngubah banyak hal. Saya tidak akan menceritakan akhir kisah si Bodoh dan Tuan Putri. Silahkan membacanya sendiri
Profile Image for ABO.
419 reviews47 followers
June 25, 2015
“Aku selalu berpikir bahwa kau adalah seorang malaikat. Ya, malaikat. Bukan malaikat pencabut nyawa yang ditakuti orang, melainkan malaikat lembut yang menjelma menjadi manusia, dan kehilangan sepasang sayapnya.”

Isi buku ini tak kalah unik dengan bentuk covernya. Mengambil sudut pandang si Bodoh, yang bercerita tentang seorang gadis yang dipanggilnya Tuan Putri.

Si Bodoh merupakan yatim piatu yang tinggal di salah satu panti asuhan di Amerika Utara. Dia tidak mempunyai teman sampai kemudian bertemu dengan Zack. Zack termasuk anak yang beruntung, hidup berkecukupan dan memiliki orangtua yang sayang padanya. Zack dan ibunya pun tak jarang memberikan banyak sekali kebaikan untuk si Bodoh.

Beranjak dewasa, si Bodoh menyadari kalau Zack mulai berubah. Zack mulai bergaul dengan teman-teman yang menurut si Bodoh membawa pengaruh buruk bagi Zack. Dan mau tak mau si Bodoh pun mulai ikut terjerumus dengan pergaulan Zack.

Setelah lulus dari sekolah menengah, Zack mengatakan pada si Bodoh kalau dia ingin ikut pamannya berbisnis di Indonesia. Singkat cerita, si Bodoh memutuskan untuk ikut Zack ke Indonesia. Dengan keputusannya itu, maka dimulailah perjalanan panjang si Bodoh yang akan mengubah hidupnya, yang juga menuntunnya bertemu dengan Tuan Putri. Tuan Putri yang dirindukan si Bodoh kehadiran dan suara tawanya, tapi masih saja terlelap dalam tidur panjang, sekalipun si Bodoh berkali-kali memohon agar Tuan Putri terbangun.

“Kau harus percaya bahwa kau adalah seseorang yang spesial, karena kita semua memang dilahirkan spesial.”

Kesan pertama yang saya dapat ketika memegang buku ini: covernya unik. Bentuknya mirip undangan pernikahan :D serius, saya salut sekali dengan GagasMedia yang selalu berinovasi dan berkreasi membuat cover-cover unik, cantik dan enak dipandang bagi buku-buku terbitannya.

Sudut pandang penceritaannya juga tak kalah unik. Dari cerita-cerita si Bodoh, perlahan-lahan pembaca jadi mengenal dekat sosok Tuan Putri. Selain cerita tentang Tuan Putri, kisah hidup si Bodoh juga tak kalah menarik untuk diikuti.

Selain salut dengan sudut pandang yang digunakan penulis, hal menarik lainnya adalah ketika membaca buku ini, saya seperti sedang membaca buku terjemahan yang terjemahannya bagus dan enak dibaca. Keren!

Awalnya mengira kalau banyak sekali plot hole yang saya temukan di dalam cerita si Bodoh, tapi setelah mengetahui keadaan Tuan Putri, saya baru mengerti kenapa Tuan Putri bisa percaya saja pada si Bodoh.*no spoiler ya ;)*

Konflik yang dibangun penulis rapi, tapi yang membuat bingung adalah alurnya yang maju mundur. Bisa dimengerti sih, karena isi buku ini merupakan cerita si Bodoh, jadi alurnya juga terkadang melompat-lompat.

Soal endingnya, yah walaupun too good to be true, tapi tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini kan? Saya cukup puas dengan endingnya.

Beauty Sleep merupakan karya debut yang menjanjikan. Saya masih akan menantikan karya selanjutnya dari sang penulis :))


eh lupa, untuk review lengkapnya, bisa dilihat di sini: http://ariansyahabo.blogspot.com/2013... *tetep promo blog* xD
Profile Image for Khuliqat Aqna.
70 reviews23 followers
November 3, 2013
"Aku belajar banyak untuk tidak menyesali sesuatu yang sudah terjadi, entah baik atau buruk karena perubahan selalu terjadi. Mungkin sesuatu yang menyenangkan bisa membimbingku pada bencana, dan sebuah bencana bisa membawaku pada kejutan indah. Itu yang kupelajari dari sepanjang usiaku."


Amanda menggunakan sudut pandang orang pertama dalam novelnya yang berjudul Beauty Sleep, dan itu membuat novel ini penuh dengan narasi sedangkan porsi dialognya sedikit sekali. Cara penyampaiannya cukup bagus, penggunaan kalimat demi kalimat yang enak dibaca, walau ada pula penyampaian deskripsi yang sulit kucerna di beberapa bagian.

Tapi, untuk aku yang tidak begitu menyukai novel yang porsi narasinya begitu panjang novel ini sedikit membuatku bosan, kerap kali aku meninggalkan dua-tiga paragraf dan hanya menangkap sedikit maksud dari tiap paragrafnya, mungkin juga karena aku baru pertama kali membaca karya Amanda Inez –aku juga tidak tahu ini novel pertamanya atau bukan, atau ia sudah pernah menerbitkan novel lain sebelumnya- sehingga aku belum bisa sepenuhnya menikmati dan meresapi tiap baris kalimat dalam novelnya.

Novel ini cukup membuatku penasaran dan membuatku terburu-buru ingin tahu tiap-tiap rahasia yang diungkapkan sang tokoh yang sepotong-sepotong. Yah, aku agak bingung menyebut novel ini beralur maju atau mundur, karena keduanya terdapat dalam novel ini, meski begitu, aku bisa mengikutin kemana sang tokoh sentral membawaku pada tiap potongan-potongan memorinya.

Aku berharap di akhir cerita, aku menemukan pesan terakhir Zack –sahabat si tokoh sentral- entah berupa surat atau apapun. Aku berharap ia mengutarakan isi hatinya, apa yang menjadi beban pikirannya, juga mengutarakan rasa sesal karena selama bertahun-tahun bersahabat dengan si tokoh sentral, ia sering kali memanfaatkannya.

Lalu si putri itu, aku agak bingung dengan bagaimana karakternya. Apakah ia sebenarnya memang berhati lembut bagaikan malaikat, dan sifat-sifat buruknya itu ada hanya karena depresinya, atau malah sebaliknya. Di tengah cerita ia berkata tidak berniat mengembalikan penglihatannya karena tidak punya alasan yang cukup kuat untuk melakukannya. Tapi di bagian lain, ia menunjukkan sisi keputus-asaannya karena kehilangan penglihatan bahkan kerap kali membenturkan kepalanya ke tembok.

Dan terakhir, aku merasa janggal pada epilognya. Dari awal cerita, Amanda menggunakan sudut pandang orang pertama, tapi pada epilog, ia merubahnya menjadi sudut pandang orang ketiga. Sungguh itu tidak masalah, hanya saja menurutku itu agak ‘nanggung’ hehe..

but, overall, aku suka kisah Ralph Gregory Phillips dan Elisa Adelyn Wijaya ini. Yah, akhirnya aku tahu namanya di akhir kisah, di bagian epilog.

So, 3 Stars for Beauty Sleep and Amanda Inez :)
76 reviews
April 11, 2016
Beauty Sleep. Judul yang menarik. Cover-nya juga cukup cantik. Saya suka. Tetapi waktu itu saya tidak membaca blurb-nya, saya hanya mengandalkan rating yang cukup meyakinkan dari para pengguna goodreads dan membaca sekilas beberapa review.

Saat membaca beberapa lembar pertamanya, saya kira saya akan bosan, karena nampaknya novel ini akan ada lebih banyak narasi daripada dialog. Tapi karena saat itu memang lagi waktu senggang, saya pun berniat untuk menyelesaikannya. Dan, well, saya tidak kecewa.

Saya suka dengan gaya menulis Amanda. Cantik, apik. Mengingatkan saya akan beberapa penulis novel YA luar yang cenderung menulis dengan puitis. Banyak sekali saya temukan bagian-bagian yang membuat saya mendecak 'Ah...' karena terpana. Dialog yang mengalir antar dua tokoh utama pun walaupun jarang, tetapi berhasil membuat saya seringkali terenyuh. Dan kalau tidak salah saya sempat 3 kali menangis sebentar (oke mungkin saya terlalu perasa; tapi saya menangisnya hanya air mata kok bukan yang tersedu-sedu lebay hahaha) ketika membaca Beauty Sleep ini. Dan apalagi ending-nya. Ah, saya lega telah menyelesaikannya dalam sekali duduk.

Secara keseluruhan, masih ada beberapa hal yang membuat saya bertanya-tanya. Namun saya rasa itu semua tidak terlalu menganggu. Begitu juga dengan typo, tak banyak yang saya temui di dalamnya. Mungkin yang masih disayangkan adalah jalan ceritanya yang menurut saya masih agak monoton. Kurang ada gregetnya hahaha. Dan kalau bukan karena cara menulis Amanda yang ajaib itu, mungkin saya sudah akan mati bosan dan novel ini tak akan saya lanjutkan. Tapi semua itu juga akhirnya tertutup dengan banyaknya pelajaran yang bisa saya ambil dari cerita ini. Tentang harapan, tentang menjadi kuat, bahkan tentang doa, dan masih banyak lagi. Saya harus bilang kalau saya kagum dengan penulis. Apalagi ketika melihat profilnya di cover belakang, wah, rasanya saya jadi ingin kenalan langsung hahaha.

Yah, saya rasa novel ini cukup worth it untuk dibaca oleh kita semua. Menilai dari pendapat pribadi saya, rasanya tak salah bila saya memberikan bintang 3,5/5 untuk Beauty Sleep ini.

Such a pretty one!
Profile Image for Ghyna Amanda Putri.
Author 19 books62 followers
October 31, 2013
Ah, saya suka banget sama novel ini >____<)b
Five stars, worthed banget lah!
Kalau ada novel yang cocok buat saya, ya jelas novel ini. Mungkin karena nama kita sama ya *salamin penulisnya* #bukanoi

Oke berikutnya adalah penjabaran hal-hal menarik dalam novel ini yang bikin saya suka banget. Terlepas dari kehadiran tokoh anak kecil (... oke, cukup) di dalamnya, novel ini memuaskan saya. Nggak kok, sama sekali nggak ada tokoh anak kecilnya, jadi saya bener-bener objektif kali ini.

Pertama cover, bungkusnya bagus. Saya hampir nyomot dari toko buku waktu itu, tapi agak ragu, jadinya minjem dulu #dor (kalau ada rezeki Insya Allah saya beli ><). Kedua walau pada pembuka agak menjemukan karena isinya narasi si tokoh utama, tapi lama-lama saya penasaran juga. Oh oke, ini novel yang bakal bikin saya penasaran (semua pembaca kayaknya) karena apa yang mau diceritain nggak jelas, tokoh-tokohnya nggak jelas, sampai satu hal dan lainnya saling berkaitan. Benang merah, saya dapet banget di novel ini. Nggak ada hal yang sia-sia diceritain. Ketiga, teknik menulisnya. Well, ini subjektif, tapi saya selalu suka sebuah novel yang tidak dulu mengumbar nama tokohnya. Kayak Unforgetabble (Wina Efendi), dan 100kai no Naku. Kira-kira tekniknya kayak gitu. Dan barulah di akhir mereka saling menyebut nama. Bagian tersebut selalu bikin saya doki-doki #gyaaaa. Keempat, penceritaan tiap tokoh, plot yang luar biasa, dan apa ya pokoknya saya suka banget >___< *cung2in jempol*. Terakhir epilognya, yang sederhana, tapi cukup banget buat membulatkan semua kisah di dalamnya.

Kekurangan... hm, beberapa typo aja, selain itu entah deh, saya ngerasa puas dengan cerita sederhana tapi juga kompleks. Mungkin endingnya yang dibuat agak terburu-buru, dan perihal ibu si tokoh ceweknya yang kurang dijelasin juga, padahal saya ingin tahu lebih banyak. Tapi itu nggak bikin ceritanya jadi nggak bagus kok.

Well, saya butuh lebih banyak bacaan kayak gini >w<
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ega.
63 reviews1 follower
September 17, 2013
Cara Amanda Inez bercerita di novel ini menurut saya unik. Kita akan merasa menjadi Tuan Putri yang tengah tertidur namun mendengarkan tokoh yang disebut Si Bodoh bercerita apa saja. Novel ini nggak tebal. Tapi sepanjang membacanya, saya terus merasakan keharuan. Si Bodoh ini tabah sekali menjalani hidupnya yang tak seberuntung anak-anak lain yang punya orang tua. Dikhianati sahabatnya sendiri. Lalu harus pula setia menunggui Tuan Putri yang tertidur tanpa tahu entah kapan akan terbangun.

Setting novel ini awalnya di sebuah tempat di Amerika sana. Tapi Amanda Inez hebat banget nggak mengumbar-umbar bahasa Inggris. Walaupun tetap ada bebarapa kata dalam bahasa Inggris, tapi jumlahnya tidak banyak. Ia tetap memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar. Yeay!

Walaupun memakai tata bahasa Indonesia yang rapi, tapi nggak membuat novel ini jadi membosankan, atau menyulitkan kita untuk memahaminya. Yang terjadi justru saya banget-banget meresapi novel ini.

Dan dari awal kita nggak tahu loh nama asli tokoh utama ini. Karena penulis selalu menyebut mereka dengan Si Bodoh dan Tuan Putri. Kita akan menemukan nama asli tokoh kita di akhir-akhir. Unik :)

Dan endingnya pun membuat hati saya terasa hangat. Manis sekali. Sayangnya novel ini tipis. Jadi cepat habis. Bravo Amanda Inez :D


Selengkapnya di http://bukucingmut.blogspot.com/2013/...
Profile Image for Hayati.
245 reviews
August 4, 2013
"Kekurangan yang kita miliki tidak akan menghalangi kita meraih apa yang kita inginkan, kecuali kau sendiri yang membiarkanya menghalangimu."

Tau novel ini pertama kali saat lagi mau beli beberapa wishlist di gramedia bisa di bilang love at first sigh sama desain covernya yang memikat hati di tambah sinopsis dan judulnya yang menarik. Awalnya niat mau belinya nanti dulu soalnya mau dulukan wishlist yang lain tapi saat buka goodreads responnya positif di tambah rating yang tinggi! alhasil langsung bawa buku ini pulang.
Awal bacanya agak2 bingung karna ini ceritanya seperti baca diari dan ternyata emang diari yang di tulis oleh tokoh cowok saat tuan putri tidur. Makin lama bacanya aku mulai ngerti jalan ceritanya mulai ber 'ahh' 'ohh' ria wkwk dan saat sampai ke epilog aku tersenyum selebar-lebarnya. Kenapa? Karna epilognya nice!! Sukaa sama epilognya dan akhirnya aku tahu juga nama si tokoh cowok + tuan putri karna selama ini nggak di sebutkan nama mereka. Good story with sweet epilog! Epilog yang begini nih yang bikin waktu nutup novelnya masih senyum2 :)

"Doa yang tulus dan dengan cinta, adalah kekuatan besar yang bisa menyelamatkan siapa pun, termasuk orang yang mendoakannya."
Profile Image for Tachi Chyn.
39 reviews15 followers
May 6, 2016
Maaf sebelumnya tapi gue benar-benar nggak bisa menyelesaikan novel ini...

Bukan. Bukan karena novelnya nggak bagus. Cuma emang bukan selera gue aja. Terlalu lamban dan entah gue ngerasa "menye-menye" banget, maap...

Gue juga nggak ngerti sama ceweknya. Katanya mau biarin aja nggak bisa ngeliat gitu tapi kenapa masih jedot-jedotin pala? Bukannya berarti lo nggak terima sama keadaan lo? Terus kenapa selalu ngatain cowoknya "bodoh" bodoh bodoh everywhere. Emang se-bego apa, sih, cowok ini? Ohh bahkan gue nggak bisa mengingat nama mereka....

Duh maaf, ya, gue belum selesai baca tapi udah banyak komen gini. Tapi serius deh ceritanya lamban banget meskipun setiap bab nggak terlalu banyak halamannya. Mungkin kalau gue lanjutin gue bakal nemuin twist atau apalah. Tapi gue belum tau kapan mau lanjutin. Bisa jadi bintangnya bertambah, namun segitu dulu, deh. Maafkeun. Lagi-lagi ini bukan review hanya curcol nggak jelas gue soal buku ini.

Sisi lainnya, sudut pandang cerita yang diambil unik banget! Jujur aja, sih, gue suka cara si penulis bercerita. Jarang, kan, novel-novel kayak begini?

Yasudahlah segini dulu aja. Nggak tau mau ngomong apalagi soalnya belum selesai.........

So sorry
11 reviews3 followers
March 9, 2018
Suka sama novel ini. Kenapa? Pertama, covernya yang manis dan konsepnya unik. Kedua, suka banget sama ceritanya dan POV yang digunakan,(lagi-lagi) unik. Tentang seorang pria yang menyebut dirinya 'Si Bodoh' dan 'Tuan Putri'-nya. Suka banget sama cara kak Amanda menceritakan setiap cerita yang ada, padahal bahasa yang digunakan dalam novel ini sangat amat baku, tapi cara kak Amanda menceritakannya bikin novel ini nggak ngebosenin. Ada juga beberapa part yang bikin aku bingung lalu terjawab di bab-bab setelahnya dan bikin aku ber-"oh" ria.

Tapi kenapa suka aja nggak suka banget?
Well, aku tipe orang yang ngejudge sebuah novel bagus atau enggak dari endingnya. Aku suka sih ending novel ini, bikin kita nutup bukunya sambil senyum-senyum sendiri. Tapiiii, menurut aku endingnya kok ya terkesan terburu-buru? Bikin kurang greget. Kalo ibarat teh manis, kurang manis sedikit dan rasanya tanggung. Sayang banget. Ada beberapa pertanyaanku yang belom terjawab juga. Kayak "Jadi kenapa si Tuan Putri bisa bangun dari tidur panjangnya?", "Kenapa dia bisa lihat lagi? Dapet donor kornea kah?" dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Tapi overall, untuk novel debut, novel ini sangat amat worth reading.
Profile Image for Ilmiah.
2 reviews
December 1, 2013
Beauty Sleep menceritakan tentang seorang pria Amerika yang bersahabat kemudian jatuh cinta dengan seorang gadis Indonesia. cintanya pun di uji dengan kesetiaannya menunggu si gadis untuk bangun dari koma yang panjang. dalam masa penantiannya, si pria menceritakan seluruh kisah hidupnya mulai dari ia kecil yang tinggal di sebuah panti asuhan, yang kerap kali merasakan kesepian dan mencicipi kehidupan kelam yang ia jalani bersama seorang sahabatnya yang kaya raya namun tak pernah memanfaatkan dan mensyukuri cinta orangtuanya dan kecukupan materinya, hingga ia dapat mengembara ke Indonesia dan bertemu dengan si gadis. si pria menceritakan semuanya dalam bentuk buku dan menulisnya sembari menunggu sang gadis di samping tempat tidurnya.

penggunaan diksi dan alur cerita dari novel ini cukup unik dan akan membuat pembaca penasaran mengenai siapa si gadis sebenarnya dan bahkan pembaca akan penasaran dengan nama asli karakter pria dan wanita, karena penulis merahasiakannya dan memberitahu pembaca kisah cinta dan nama kedua karakter di bagian akhir cerita atau epilog.

over all, this book is recommended. selamat membaca
Profile Image for Hendra Laba.
61 reviews6 followers
August 28, 2013
Membaca novel ini menenangkan. Awalnya memang sedikit memusingkan, atau mungkin lebih tepatnya saya yang harus beradaptasi dengan penggunaan sudut pandang yang jarang saya temui. Namun, lama-kelamaan saya mulai menikmatinya.

Kekuatan novel ini mungkin ada pada kerangka cerita yang membuat penasaran, sehingga mau tidak mau pembaca harus berusaha lebih keras membuka halaman per halaman untuk menemukan sesuatu yang akan membawa mereka pada akhir cerita. Luar biasanya adalah Amanda mampu memberi novel ini sedikit demi sedikit kejutan di kerangka cerita. Kalau mungkin Amanda tidak pintar dalam menyusun setiap detilnya, mungkin pembaca akan dibuat bosan dan enggan untuk menyelesaikan novel ini. Nyatanya, tidak. Saya merasakan perlahan tapi pasti, di waktu yang tepat, misteri tentang kedua tokoh ini terbuka. Kedua tokoh yang juga pada akhir cerita baru disebutkan namanya.

Sebagai debut novel, Beauty Sleep cukup baik. :)
Profile Image for Dessy Clark.
36 reviews
March 21, 2016
Aku belajar banyak untuk tidak menyesali sesuatu yang sudah terjadi. Mungkin sesuatu yang menyenangkan bisa bisa membimbingku pada bencana, dan sebuah bencana bisa membawaku pada kejutan indah.
ーPage 63

Aku kasih rating 4.5 deh buat cover sama ceritanya. Wuihh keren banget novelnya. Dari awal emang udah tertarik banget, mulai dari liat covernya, judul, sama sinopsisnya. Daan isi novelnya gak bikin aku kecewa sama sekali. Pokoknya seru abis. Banyak pelajaran hidup yang bisa kita petik di novel ini. Penggunaan bahasa indonesia yang baku bikin novel ini jadi kayak kumpulan kata-kata mutiara. hihi
Aku juga suka sama tokoh-tokoh yang ada di cerita ini. All of them is described perfectly. Aku bener-bener ngebayangin gimana tampannya 'Si Bodoh' ituu. Endingnya cukup memuaskan. Emang agak kurang 'wow' sih. Cuma ya mungkin itu salah satu jalan yang bikin ceritanya jadi happy ending.
Totally GOOD for all.
Profile Image for Jessica Ravenski.
360 reviews4 followers
July 8, 2013
Wah, kayaknya ini buku yang paling beda dari semua buku yang pernah aku baca. Awalnya aku bingung bacanya, ternyata buku ini memakai sudut pandang kedua (diceritakan oleh pemeran utama cowoknya). Dan seolah pembaca dianggap si 'Tuan Putri'.

Tentang 'Si Bodoh', anak yatim piatu dari Amerika. Ia pergi ke Indonesia bersama sahabatnya. Setelah sahabatnya meninggalkannya, ia mengelana di Indonesia sendiri, sampai-sampai ia menjadi seorang pemadam kebakaran. Wow.

Dari situ jugalah, ia secara tidak sengaja bertemu dengan si 'Tuan Putri' yang buta. Nah selanjutnya, berisi cerita-cerita 'Si Bodoh' yang mengisi hari-hari si 'Tuan Putri' yang lagi koma.

Baca buku ini tuh kayak baca buku diary. Cukup unik. Trus covernya. Hmmm. Sempet enggak bisa masukkin bukunya ke dalem tempatnya. Mampet di tengah jalan dan enggak bisa disampul. Lucu sih, kayak undangan. Konsepnya unik :)

4 bintang :) :)
Profile Image for Ruly Marifanti.
61 reviews20 followers
August 14, 2013
Cantik. :)
Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan novel ini.
Amanda Inez menuliskannya dengan rapi. Kata-katanya sederhana, namun meneduhkan. Kejadian-kejadian di dalamnya di tuturkan perlahan-lahan, tidak terkesan terburu-buru. Kalau musik, mungkin ini jenis yang slow dan menenangkan.

Gaya menulisnya juga unik. Aku belum pernah membaca novel yang seperti ini sebelumnya. Aku merasa seperti ikut terlibat di dalamnya, mungkin karena Si Bodoh seolah-olah sedang bercerita kepadaku. Aku merasa bahwa akulah si Tuan Putri.
Aku juga bisa mengambil beberapa pelajaran hidup, dari kata-kata Tuan Putri yang bijaksana.

Karakter favoritku sudah pasti Si Bodoh. Dia sosok yang setia, penyayang, penyabar, dan juga romantis!
Aku iri padamu, Tuan Putri :p
Well, I really love this novel!
Aku tidak akan melewatkan novel karya Amanda Inez yang selanjutnya. ;)
1 review
June 27, 2013
Novel ini mempunyai alur kisah yang berbeda dengan novel-novel yang pernah saya baca sebelumnya. Disajikan dengan ringan dan membuat penasaran karena pada awalnya hanya menyebutkan tokoh aku (si bodoh) dan kau (tuan putri), sehingga untuk dapat mengetahui siapakah tokoh-tokoh tersebut dan apakah yang akhirnya terjadi pada mereka, saya harus membacanya sampai tuntas.

Sebagai karya pertama dari Amanda Inez yang berhasil dipublikasikan, novel ini saya nilai dengan bintang 4, dan saya yakin dengan bakat menulis yang semakin terasah, novel-novel karya Amanda Inez berikutnya sangat mungkin saya nilai dengan bintang 5 !

Selamat atas terbitnya novel pertama ini, saya akan tunggu novel berikutnya ! Semangat !!



Profile Image for Cindy Pricilla.
Author 4 books13 followers
November 2, 2013
Saya memberikan 4 bintang karena sesuai definisi goodreads, saya sangat menyukai buku ini. Mengapa? Karena saat membacanya saya berasa jadi seorang Tuan Putri :)

Ini buku debut Amanda Inez. Menurut saya, untuk ukuran debut, buku ini manis sekali. Bukan hanya covernya saja, cara penulis menulis buku ini nampaknya benar-benar dari hati dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baku tapi tidak kaku.
Beauty Sleep memakai pov ke-2, which is sangat susah menurut saya dan jarang sekali penulis memakai pov 2 ini.

Ceritanya sendiri cukup menghibur, saya dibuat penasaran sama nama asli si Bodoh dan Tuan Putri ini. Penulis pintar membuka rahasia selapis demi selapis.
Banyak wisdom yang bisa diambil dari buku ini.

I'll be waiting for her next novel ;)
Profile Image for Mega Dini.
35 reviews2 followers
January 23, 2015
Baru saja saya selesai menamatkan novel ini, dan saya menyukai ceritanya. Dari awal membaca, saya sudah dibuat bertanya-tanya. Mulai dari alasan Zack ingin ke Indonesia, kenapa Tuan Putri tinggal bersama bibi dan kakak sepupunya dan bukannya tinggal bersama orang tuanya, sampai pertanyaan kapan Tuan Putri bangun dari tidurnya?
Saat membaca bab demi bab, saya menebak-nebak akan kemana alur ceritanya berlanjut. Terkadang tebakan saya benar, tapi banyak juga yang meleset. Saya juga tidak menyangka epilognya akan seperti itu! :)
Menunggu karya penulis yang selanjutnya! :)
Profile Image for Lajeng Padma.
53 reviews
May 18, 2014
Ceritanya manis banget! :3
Kaya didongengin gitu.. Terus berasa aku deh yang jadi Tuan Putrinya :D
Untuk Kak Amanda, keren banget! Walaupun masih debut, bukunya nggak kalah bagus sama buku penulis berpengalaman lainnya. Gaya nulisnya suka banget! Enak banget gitu dibaca, nggak ngebosenin dan bikin penasaran.. Jadi nggak bisa nutup bukunya sebelum selesai hihihi..
Buku ini banyak banget quote-nya. Aku jadi lebih menghargai hidup :)
Aaaa pokoknya bagus! Recommended!
Satu lagi, aku pengen punya kakak kaya Danny :3
Profile Image for Ratna Ayu Budhiarti.
57 reviews3 followers
Read
July 10, 2016
Tamat dalam beberapa jam saja.
Tokoh utama yang bercerita adalah laki-laki, tapi gaya penceritaannya terasa feminin, mungkin karena penulisnya adalah perempuan. Dan seperti kisah-kisah "dongeng" lainnya, happy ending selalu dibuat untuk memenuhi keinginan pasar, dalam hal ini pembaca pada umumnya. Sayang, ada sedikit "cacat" ketika "mu" menjadi "ku", meskipun tidak merusak keseluruhan cerita. Cocok untuk yang otaknya sedang butuh santai, bacaan ringan, dan cerita romantis. Pesan moral dalam inti cerita dikemas cukup baik.
Displaying 1 - 30 of 62 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.