Sebagai seorang pujangga komik, MAN tak pernah berhenti. Bahkan, di usianya yang tahun 2013 ini menginjak 67 tahun, ia masih tegar berkarya dan produktif. Karyanya diterbitkan beberapa lembaga resmi pemerintah. Ia juga melayani permintaan membuat komik dari penggemarnya. Sejumlah karya barunya memperkaya dan ikut menggeliatkan komik hari ini. Karya anyarnya yang telah terbit seperti Tumbal, Roseta, Bunuh Mandala, Pedang Mercu Buwana, mendapat apresiasi hangat dari pencintanya.
Tahun ini, bersamaan dengan pameran Retro Man yang digagas penggiat komik untuk mengapresiasi ketokohannya, sejumlah karyanya akan terbit bersamaan. Salah satunya adalah komik Dia yang sekarang ini ada di tangan Anda. Lewat Dia, MAN kembali membuat komik horor. Hanya saja, berbeda dengan karya sebelumnya, horor MAN tidak lagi menceritakan hal-hal gaib. Ia menempuh jalan berbeda, komik mencekam di luar konteks "hantu-hantuan".
Silakan pembaca menikmati komik dalam sebuah lukisan yang menawan ini: karya dari seorang pujangga komik yang sudah mencapai tahap empu.
Gambar Pak Man keren, sperti biasanya. Ketegangan diramu dengan cermat. Dibandingkan dengan 'Neraka Borneo', yang terbit bersamaan, DIA disusun dengan alur dan eksekusi yang tidak tergesa-gesa. Tema dan cerita hampir sama dengan 'Neraka Borneo'. Entah siapa yang terpengaruh siapa :) Satu yang agak mengganjal: di akhir cerita semua anggota ekspedisi mati dimangsa siluman hutan. Pertanyaannya: bagaimana kisah ini bisa diceritakan kembali? Hmm...