Anna Swan adalah seorang Frontliner di sebuah hotel berbintang yang terkenal di Indonesia. Ia sibuk wara-wiri menanyakan kebutuhan para tamu kelas VIP dan membuat mereka merasa menjadi tamu istimewa. Baginya, customer adalah raja. Tapi itu semua tidak mudah. Anna harus bisa menjaga langkah kaki seanggun mungkin, dengan hak belasan sentimeter, mengelilingi area hotel yang luasnya berhektar-hektar. Belum lagi tamu-tamu aneh bin ajaib yang datang silih berganti. Unik, penuh kejutan, dan mengocok perut. Inilah sisi lain hotelier yang tak pernah kita sangka
pengalaman-pengalaman anna yang dituangkan dalam buku ini, layak dikasih bintang 4. sebab saya selaku "orang luar hotel" merasa terhibur dengan kisah-kisah anna selama kerja di dunia perhotelan. beruntung anna punya teman seperti takita. hanya saja, dari cara penulisannya, saya duga anna kok doyan banget ngomel-ngomel hahahahaha padahal saya sih melihat itu sebagai keseruan saja. bukan hal yang harus dikeluhkan.
Dari awal saya membaca sinopsis buku ini saya langsung tertarik untuk membacanya. Beruntung di Google Play sudah ada versi digital atau e-booknya.
Bahasa yang digunakan Anna membuat buku ini asik dibaca sampai halaman terakhir. Belum lagi kekocakan-kekocakan yang dialaminya saat magang serta bekerja yang membuat saya tersenyum sampai terpingkal-pingkal.
Buku ini memberi sudut pandang serta wawasan baru bagi sebagian besar pembaca yang merupakan pengunjung hotel. Kita jadi mengetahui seluk-beluk dunia perhotelan serta mendapat banyak informasi detail mengenai istilah-istilah perhotelan lainnya.
Saya tidak sabar ingin membaca lanjutan Hotelicious karangan Anna Swan :)
Waktu dulu beli buku ini, kukira fiksi, eh ternyata nonfiksi. Tapi, ngga nyesel, soalnya bukunya menarik, ceritanya seru. Buku nonfiksi pertama yang saya baca sampai tuntas waktu SD.
Perlu waktu lama bagi gw menyelesaikan buku yg nggak terlalu tebal ini. Bukan karena topiknya gak menarik, tapi kayaknya gaya penceritaannya yg kurang luwes. Jadi, bisa bikin boring di beberapa chapter terutama di awal-awal.
Gw salut sama perjuangan Mba Anna Swan dalam ngadepin tamu rese sampe gempor ngeladeninnya. Kalo gw rasanya gak bakalan mampu karena stok sabar gw gak sebanyak itu. Dan chapter sebelum Epilog itu...hiiiiiihh...lumayan bikin merinding *mana gw bacanya malem-malem lagi T___T
Kerja di perhotelan ternyata SANGAT JAUH BERBEDA dengan nginep di hotel *ya iya lah. Namun, dari buku ini kita jadi tau, jika suatu hari pas lagi nginep di hotel ada masalah-masalah tehnis yg kita alami, sebaiknya kita gak langsung komplen dan meremere sama staff di hotelnya, mentang-mentang kita tamu (dan katanya tamu adalah raja) dan membayar. Kalo bisa sih...
Salah satu bacaan ringan tentang sebuah profesi hotelier. Recommended buat yang lagi pengen bacaan ringan yang bikin ketawa atau minimal senyum. Cuma bab kedua terakhir not recommend buat dibaca waktu malem2 apalagi sendirian. Sumpah nggak nyangka ada cerita horornya, jadi langsung aku skip bacanya (dan sampe sekarang masih belum aku baca jadi nggak tau ceritanya).
Overall ceritanya menghibur dan bener-bener ringan. Efeknya jadi pengen nginep di hotel di bali (>o<) Tak, please be my friend~
The exact opposite story of the ho[s]tel, trapped in the hotel gives some information about career in hotel, or how to become a hotelier, complete with the education and training system. Told in a funny, simple and easy to understand language, Trapped in the hotel is a buck for a book reads, worth to read, but not good enough to be included in a private library, except if you need constant escape from stressful days
Bacaan ringan yang cukup menghibur & menambah ilmu. Buku ini menceritakan pengalaman Anna ketika magang & bekerja di hotel. Beberapa bagian sampe bikin aku ketawa karna kocaknya pengalaman Anna menghadapi tamu-tamu hotel yang aneh-aneh. Satu hal yang kurang adalah teman Ana, yaitu Tak, yang kurang menyatu dengan keseluruhan cerita, kurang banyak mendapat porsi cerita. Tak disini seperti hanya pelengkap, padahal menurutku perannya cukup penting.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Ada bagian-bagian segar dan lucu yang membuat saya bisa ketawa dan membagi cerita lucu itu kpd teman-teman, terutama tentang turis-turis dengan bahasa Inggris yang nggak universal, yang hanya mereka sendiri yang paham. Hehe.... Selainnya, buku ini cenderung membosankan. Apalagi dengan pencerita "saya" yang terkesan formal.
Woh, ternyata buku tentang suka duka Anna Swan sebagai hotelier mau dibikin berseri. Itulah kelebihan bekerja di bidang yang banyak 'ceritanya', pengalaman kerja 1-2 bulan pun kalau diceritakan bisa berlembar-lembar.
Lucu cerita ceritanya. Si penulis menceritakan dari sisi yang indonesianis banget. Gak kenyang makan roti lah, makanan western lah, dan ditambah penulisannya yg polos dan gak dibuat jaim. Like it.
Sbagai orang yg kerja di hotel juga. Jadi bisa nambah ilmu2 yg gak harus gw alamin dgn sendirinya
Buku ini nyeritain ttg gadis, Anna yg ingin bekerja di bidang perhotelan. Anna ini punya klien dulu yg menjadi sahabatnya, Tak. Gak ada romance disini. Pure tentang gimana kehidupan Anna bekerja di berbagai hotel ternama.
Ceritanya bagus, menarik dan lucu. Suka duka Anna saat kuliah, magang, kerja di berbagai jenis penginapan. Pengen banget baca 2 buku berikutnya. Penasaran ! Hehehe :)