Sadarkah kau, sejak pertemuan tak sengaja itu kau telah mengacaukan segalanya? Kau meruntuhkan segala dunia yang telah mati-matian kususun setelah kepergianmu. Dengan mudahnya kau masuk kembali, memporak-porandakan pikiranku, dan menjungkir balikkan cintaku. Aku baru menyadarinya, bahwa kau masih menempati ruang di hatiku. Ruang yang terlampau luas.
Seharusnya kau pergi, hilang dari peredaran bumi sejak kita memutuskan untuk tidak lagi sejalan bertahun-tahun lalu. Pergi saja dan tak usah kembali.
Hanya sedetik kemunculanmu, kau berhasil membuatku memikirkan ulang tentang lelakiku kini. Kau bilang, Tuhan pasti punya rencana dengan segala pertemuan kita ini. Kurasa kau benar. Aku tidak pernah benar-benar melupakanmu.
Namun, tidak bisa melupakan, apakah berarti aku harus bersamamu?
Hhhhh... Selesai juga aku baca ini. Nit my cup of tea aja, sih.
Rasanya ingin mencaci maki semua tokoh di buku ini. Cweknya, Gia, leor, first lead, Aga, (aku anggap aja dia, karena di blurb jelas buat dia, dan emang bnyakan scene dia sama Gia) brengsek, trus si second lead-nya, Arya, pengecut. Enggak ada yang benerlah pokoknya. Sepanjang bku ingin mencaci Gia-Aga. Arya awalnya asal lewat aja aku juga nggak peduli dia, terus menuju ending dia ngelakuin itu, ih enggak sukalah akhirnya aku sama mereka bertiga ini.
Kaget juga aku nggak beresin ni buku. Walaupun rada kepo apa di karyakarsa endingnya diperpanjang atau enggak, tapi aku nggak yakin mau tahu juga. Gimana nanti aja. Yg jelas ending versi buku kentang.
Membeli novel atas hasil mengintip GR teman, sebutlah namanya retha :D
AAHHHH GUE BENCI! KENPA TOKOH NOVEL ITU SELALU TOO GOOD TO BE TRUE! Kaya si arya ini, gue ngefans sama doi tapi ditengah novel gue pengen maki dia "loe cemen amat cuma gara2 pacar ketemu mantan terus loe mau give up gitu aja?" Eh tp batal marah setelah dibagian..... :)))
"Memaafkan itu mudah, Tapi melupakan? Itu lain cerita" . . Apa jadinya kalau seseorang berpisah dengan kesalahpahaman dan konflik yang belum usai? Ga bisa move on? Menyimpan rasa amarah bertahun-tahun? Yah kurang lebih itu yang terjadi pada Gia ketika mencoba berpisah dari sang mantan . . Walau kali ini Gia telah memiliki Arya, namun ketika masa lalu datang, memori itu pun kembali . . Gw suka dengan gaya penceritaan di #Fallinginyou yang mengusung alur maju mundur. Jadi menimbulkan beragam tanda tanya dan rasa penasaran dari setiap lembar halaman kisah Gia ini . . Karakter Gia ini emang unik banget, demikian halnya Arya. Cuma agak disayangkan kisah ini terlalu fokus dengan Gia dan masa lalunya, jadi seolah Arya ini kurang di eksplore . . Sementara karakter Aga? Wah.. Entah ya gw agak kurang suka wakakaka kalo gw jadi Gia pun gw akan melakukan hal yang sama . . Selain para tokoh utama ini, karakter pendukung yaitu Akbar dan Yasmin menarik.. Fun banget malah.. Pasti seru deh kalau ada spin off kisah mereka. . . Overall Falling In You ini asik buat dibaca, simple juga kisahnya, novelnya pun tipis banget, jadi cepet kelar deh. . . . Cumaaa gw berharap endingnya bisa agak dipanjangin si. Karena mulai bagian akhir agak terlalu dipercepat gituuuu kesannya.. Padahal masih mau bareng Arya wakakak . . #TeamArya
Jujur, aku kesel bgt baca ini astagaaa. Kirain tulisan kak pradnya yg bikin aku kesel sekesel keselnya sampe pengen nampol karakternya itu cuma waktu baca TKYTMMSS (pengen nampol jagad sekeluarga wkwk). Tapi pas baca ini gila sih, ngeselin bgt sumpah deh. Semuaaaaa tokohnya, kecuali Arya tentunya, ya walopun dia juga agak ngeselin pas itu (iykyk). Tapi tetep aja, aku menyetujui tindakannya HAHAHAHA biar balas dendam.
Biasanya aku tuh suka bgt sama karakter cewek di cerita kak pradnya, walopun kadang emang agak ngeselin juga, tapi masih batas normal menurutku. Kalo si Gia ini, aduh kelewatan sih. Aku benci bgt gatau kenapa. Bego bgt dia, sori😭🙏🏻 tapi beneran.
Aku itu jarang memaki orang kecuali kalo emang udah kelewatan bgt. Nah baca buku ini, aku jadi sering memaki (astagfirullah maafkan hambaMu ini ya Allah). Kesel deh intinya. Bagus bgt kok, tapi emang gondok aja bacanya. Buat yang mau baca, tolong siapkan hatinya, supaya tegar untuk tidak merobek buku ini.
Dan bingung juga mau rate 3 kok kayaknya kekecilan. 4 juga gimanaa gitu. Tapi untuk Gia, Aga, Dena, dan semua sahabat Aga, bapaknya Aga, dan juga Yasmin bahkan pengen aku kasih nilai 1 sebenernya. Tapi Arya 10/5. Jadi yaudah, actual rate 3.5 aja deh.
Novel ini bercerita tentang Anggia yang mendadak bertemu lagi dengan mantan pacarnya di bangku SMA, yaitu Aga. Memang ada yang belum selesai di antara mereka lima tahun lalu. Makanya, Aga terus menerus mendekati Gia. Padahal sekarang Gia sudah punya pacar, seorang pentolan organisasi PALA sekaligus part time chef bernama Arya. Gia pun berada di persimpangan: menyelesaikan apa yang terjadi di masa lalu atau melanjutkan apa yang ada sekarang.
Eh sumpah seru banget deh novelnya, konfliknya nggak berat sama sekali, pas asyik-asyik baca nengok halaman udah mau ending. Aku paling suka momen waktu Gia sama Yasmin kompak naik gunung, somehow mengingatkanku sama scene novel favoritku juga karya Esti Kinasih yang judulnya Cewek!!!. Di adegan itu beneran kayak EXCITED bangettt, kayak mikirin perasaannya si Arya gimana sebenernya gimana wkwk. Walau sebenernya aku penasaran itu Lia emang pure adek tingkat atau saudaranya si Arya sih (aku membuat kesimpulan itu wkwk).
Konfliknya lumayan, baca cerita mereka itu menggebu-gebu gituu... cuman aku kurang sreg sama karakter karakternyaa.. Penyelesaiannya menurutku muter-muter, dan Gia terlalu plin-plan caranya mengambil keputusan. Ada sih emg org seperti itu.
Novel Falling In You merupakan novel pertama yang saya miliki. Novel ini tidak sengaja saya temukan sewaktu saya mengunjungi pameran buku yang diadakan oleh gramedia. Cover yang unik serta synopsis yang dipaparkan membuat saya tertarik untuk memiliki novel ini. Klise, masa lalu yang kembali menjadi konflik utama dalam novel. Ceritanya menarik secara keseluruhan, namun alur atau plot yang berganti-ganti secara terus-menerus dimulai sejak Gia-tokoh utama- dan Aga-si masa lalu-bertemu kembali membuat saya agak terganggu. Akan lebih baik jika plot yang membahas masa lalu dijadikan satu sehingga pembaca tidak merasa ditarik ulur. Ada beberapa bagian cerita yang seakan hilang,yang menjadi pertanyaan pembaca. Misalnya, bagaimana Yasmin ikut andil dalam menjodohkan tokoh Arya dan Gia? Atau mengapa Yasmin seolah ikut pindah rumah ketika Gia terpaksa pindah ke Jakarta mengikuti ayahnya? Selain itu, kata umpatan banyak terdapat dalam percakapan sehingga mengganggu kenyamanan pembaca. Hal yang paling menarik dari novel ini adalah Pradnya Paramitha berhasil menciptakan tokoh Arya dan Aga sebagai lelaki idaman perempuan. Tidak heran jika banyak teman saya yang merasa baper (bawa perasaan) setelah membaca novel ini. Overall, dibalik semua kekurangan yang ada, novel ini cukup bagus dibaca oleh para pembaca remaja yang tidak menginginkan konflik yang berat dengan gaya penceritaan yang ringan.
Ini novel keduanya Pradnya, dan novel kedua seumur hidup saya yg pernah saya baca. Suka sama alurnya buku ini. Cuma ada pertanyaan penting yg sangat mengganggu di pikiran saya. Sejak kapan gunung Bromo dan TN Karimun Jawa menjadi wisata pendakian bagi anak-anak Mapala? :D
Gunung Bromo emang didaki, tapi mendaki tangga yg disediakan dan dibuat oleh masyarakat tengger sekitar. Dan mungkin yg bisa didaki di Karimun Jawa hanya tangga kapal feri saat menyebrang dari pelabuhan. Karena disana lebih banyak pantai dan pulau yang indah dibanding gunung. Darisini terlihat penulis tidak terlalu melakukan obervasi saat pembuatan karakter dan setting. Baik itu observasi langsung, atau bahkan sekedar observasi google.
Selain itu penggunaan judul dalam bahasa inggris yg umum dipakai sepertinya membuat buku ini kehilangan eksklusifitasnya. Yah mungkin emang udah standarisasi novel atau teenlit jaman sekarang judulnya pada pake English, yah saya kurang ngerti juga. Tapi saya bersedia menambah 1 bintang pada rating jika saja novel ini menggunakan judul dalam Bahasa Indonesia.
Yah mungkin itu aja kritiknya. Sisanya novel ini bagus, tapi mungkin endingnya bisa lebih didramatisir dengan halus. Saya yakin novel berikutnya bakal lebih keren. Udah deh..itu aja. :D