Qoshidah Burdah ditulis oleh Muhammand bin Sa’id bin Hammad bin As-Shonhajy Al-Bushiry, yang dikenal dengan Imam Al-Bushiry. Lahir di Bathim, Mesir pada tahun 608 H/1212 M dan meninggal di Iskandariyah, Mesir pada tahun 696 H/1296 M.
Burdah terdiri dari 160 bait syair yang indah. Nilai-nilai estetikanya menjadikan Imam Al-Bushiry, penyair yang tak tertandingi sepanjang sejarah. Burdah senantiasa dilantunkan di berbagai penjuru dunia. Itu karena Imam Al-Bushiry menulisnya dengan sepenuh hati. Kecintaannya terhadap Allah SWT dan Rasulullah SAW mampu mengesampingkan cintanya terhadap yang lain. Bahkan kekuatan cinta akan ikut mengalir pada siapapun yang meresapi kedalaman maknanya. Rindu selalu membuat orang berharap kehadiran sang kekasih. Dan Burdah pula yang akhirnya mampu menghadirkan sang kekasih Rasulullah SAW, dalam mimpinya. Sehingga penyakit lumpuh yang dideritanya menjadi sembuh. Alunan Burdah juga mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Sehingga Burdah sampai saat ini masih terus disenandungkan oleh kaum muslimin, di sebagian negara-negara Islam bahkan negara-negara di dunia sampai ke Amerika.