Setelah sekian lama enggak baca teenlit ;)
Well, sebelumnya thanks dulu buat Mas Gulam atas buku gratisnya, buku ini aku dapatkan karena berhasil menarik hati Mas Gulam dengan cerpen berjudul Puzzle beberapa waktu yang lalu :p
Ini cerita dengan tokoh utama cowok yang unik. Nggak kayak cerita-cerita lain yang tokoh cowoknya sempurna. Tapi, entah kenapa aku nggak ngerasa terlalu berkesan bacanya. Ceritanya bagiku pribadi terlalu monoton. Belum lagi beberapa hal yang menurutku agak aneh seperti: percakapan "lu-gue" ketika Sasa dan Dion masih SD. Emang anak SD di kota besar udah ngomong pake lu-gue, ya? AKu sendiri tinggal jauh dari kota besar jadi kalau emang di kota besar anak kecilpun udah ngomong pakai lu-gue, berarti itu salah aku.
Trus ada di halaman 86, waktu ceritanya si mbok lagi nyetrika di teras belakang, kok tiba-tiba Dion bisa pamitan? Padahal posisi Dion dan Sasa sudah di ruang tamu (atau ruang tengah?) dan nggak ada ceritanya kalau Si Mbok masuk ke dalam rumah.
Dan terakhir, bagaimana dengan Mei? AKhir cerita si Mei bagaimana? Masa tiba-tiba hilang begitu aja? Itu bikin aku sebagai pembaca kurang puas dengan endingnya.