Jump to ratings and reviews
Rate this book

Russia Dies Laughing: Jokes from Soviet Russia

Rate this book
Buku ini menghimpun 200 lelucon Rusia sekitar tema politis, sampai rumah tangga.

126 pages, Hardcover

First published January 1, 1982

22 people are currently reading
479 people want to read

About the author

Z. Dolgopolova

3 books2 followers
Zhanna Dolgopolova (Жанна Долгополова) graduated Herzen Pedagogical University, Department of Russian Language and Literature (St. Petersburg, Russia, 1971) and received doctoral degree at The University of Melbourne, Department of Slavonic Studies (Melbourne, Australia, 1983). She has taught Russian language and literature in universities of Israel (Jerusalem), Australia (Sidney, Melbourne and Canberra) and the USA (Lexington, Virginia and Atlanta, Georgia).

She published many papers on linguistics; book "Russia Dies Laughing" (Andre Deutch, London, 1983), translated in German, Finish and Japanese; and anthology "Russkie razgovory" ("Russian Talks"), Hermitage, USA, 1992.

For many years, Dolgopolova has translated in Russian Australian and American prose writers and published essays and reviews in Russian-language magazines (including internet ones) in USA, Europe, Ukraine and Russia.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
75 (26%)
4 stars
102 (36%)
3 stars
80 (28%)
2 stars
17 (6%)
1 star
6 (2%)
Displaying 1 - 30 of 38 reviews
Profile Image for aldo zirsov.
494 reviews34 followers
March 5, 2009
Buku anekdot ini saya ketemukan sewaktu ngubek-ngubek kardus buku di rumah. Kaget tidak menyangka, buku ini ada, dan waktu melihat halaman pertama-nya tertera tanda tangan kakak saya D. Zirsov dan tanggal pembelian November 1986, serta stiker harga di cover belakang senilai Rp2.000,-
Terbayang lamanya perjalanan buku ini untuk bisa bertahan sejak pembelian tahun 1986 sampai diketemukan kembali tahun 2009, walaupun halaman-halaman terakhir buku ini sudah hilang tersobek-sobek zaman.
Buku ini dibeli kakak saya sewaktu kuliah di Yogyakarta tahun tersebut, dan sudah melanglang buana dipinjam orang-orang baik di Djogja sendiri, berlanjut ke Jakarta dan terus dibawa pulang ke Padang. Saya sendiri pernah membeli buku ini di Padang dan ditinggalkan disana sebagai koleksi buat rumah di Padang, sedangkan buku yang berada di tangan saya saat ini, saya sendiri lupa kok bisa terbang kembali ke Jakarta dan masuk ke dalam tumpukan kardus buku yang menggunung di kamar.
Membaca kembali halaman demi halaman, tidak kuasa untuk menahan geli untuk setiap cerita, anekdot maupun lelucon yang terdapat di dalamnya. Teringat kembali saat pertama membaca buku ini, sempat kebingungan untuk mengartikan atau memaknai kelucuan yang hendak disampaikan oleh anekdot atau lelucon yang ada, maklum mungkin saat itu baru menamatkan SD sehingga pikiran dan nalar belum menyentuh hal-hal tersirat, yang justru menjadi unsur penting dalam kelucuan buku tersebut.
Diakui buku ini ikut menjadi pendorong saya untuk giat membaca dan belajar mengenai negara lain, politik, suku bangsa, budaya, kebiasaan dan psikologi manusia. Dengan lebih banyak membaca dan belajar hal lain, akhirnya saya bisa tertawa belakangan saat membaca ulang anekdot dan lelucon buku ini. Ini buku memang ndak ada matinya...!!
Buku Mati Ketawa Cara Rusia (Russia Dies Laughing) ini terbit tahun 1982 oleh Unwin Paperbacks, London. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Batara Sakti dan diterbitkan oleh PT Pustaka Grafitipers Jakarta Maret 1986. Buku yang saya pegang ini merupakan cetakan kedua April 1986.
Buku setebal 129 halaman ini diberi pengantar oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) serta introduksi dari editornya Z. Dolgopolova yang berdomisili di Victoria, Australia.
Berikut saya tampilkan pengantar dari editornya, dan selamat menikmati cuplikan-cuplikan humor ini yang akan saya posting di komen-komen review ini.
Selamat tertawa dan geli bareng.....

Introduksi

Di tengah istirahat sebuah pertemuan tingkat puncak di Helsinki, Finlandia, Presiden Carter bertanya kepada Brezhnev, apakah pemimpin Kremlin itu mengumpulkan cerita-cerita jenaka mengenai dirinya sendiri.
"Tentu saja," jawab Brezhnev.
"Banyakkah cerita-cerita itu?" tanya Carter
"Dua kamp penuh," sahut Brezhnev.

Cerita di atas tentu saja sebuah lelucon. Brezhnev belum sampai memenjarakan orang karena anekdot. Sebelum dia, Kruschev membebaskan banyak warga negara Soviet yang, hanya karena kegemaran melucu, mendapat imbalan lima atau sepuluh tahun di kamp kerja korektif di masa Stalin.

Ancaman terhadap sikap berterus terang memang mengalami perubahan. Orang-orang Rusia menciptkan gelombang lelucon tidak putus-putusnya mengenai kehidupan pribadi dan kehidupan kemasyarakatan mereka yang disetir ketat. Begitu rupa, sehingga lelucon-lelucon itu sendiri, akhirnya, menjadi semacam "kebudayaan".

Cerita jenaka, atau anekdot, mampu mencairkan kesungguhan yang mencekik dari suatu tatanan resmi, tempat bahkan hal-hal yang "tidak terlarang" dianggap "tidak diperkenankan". Ia menciptakan antidunianya sendiri, tempat hal-hal terlarang menjadi sah adanya.

Tatanan normal dijungkirbalikan: rapat partai berubah menjadi rumah bordil, slogan berkobar-kobar dikalahkan dengan hanya sepatah kata empat huruf. Dalam dunia (anekdot) ini, tiap orang bebas berkata dan berbuat hal tidak terduga: Kosygin bercita-cita minggat dar Uni Soviet, Brezhnev mendoakan umr panjang bagi para penyalur bahan pangan kapitalis Rusia, dan Karl Marx meminta ampun kepada kaum proletar sedunia. Ankedot melucuti para pahlawannya dari pakaian seragam dan tanda kebesaran: mereka malah dibawa berkelana ke rumah pemandian, kakus umum, rumah minum - tempat mereka menjadi setara dalam kedudukan, dan berbicara dalam kebenaran yang telanjang.

Kendati secara resmi bisa ditanggapi secara serius, pada dasarnya semua anekdot itu tidak bermaksud lain kecuali memancing tawa, dengan tujuan meredam ketakutan dan merangsang keinginan berpikir.

Buku ini diangan-angkan di sekitar meja dapur ruang belakang rumah Rusia yang kecil, tempat ngobrol "standar" kelompok-kelompok para sahabat. Di antara maraton anekdot itu, terselip diskusi-diskusi yang lebih serius. Disini terlibat tiga sekawan - seorang arsitek, seorang seniman, dan seorang penulis - yang tidak pernah kering dari perbendaharaan lelucon, dan yang memiliki ketrampilan seorang raconteur - penutur anekdot.

Pita rekaman yuang digunakan menyimpan maraton itu tentu tidak mampu menyajikan kembali gaya penuturan yang langsung dan hidup, mimik, tekanan suara, dan gerak-gerik ppara penutur. Karena itu, yang tertinggal di sini sepenuhnya bergantung pada ketrampilan seorang penerjemah, dan ketanggapan serta selera humor Anda, Sidang Pembaca!

Z. Dolgopolova
Victoria, Australia
Profile Image for Alish.
114 reviews63 followers
August 11, 2021
روس‌ها چه شوهرخاله‌هایی بودند
Profile Image for Hippo dari Hongkong.
357 reviews197 followers
November 25, 2008
duuh, gara2 cewe tukang lulur yang maksa gue nginget2 joke di buku ini jadi pengen bikin review-nya. gue takutnya semakin inget joke di buku ini si leli tambah yakin kalo gue lagi megang bukunya:D btw, bintangnya tambah lagi deh biar pol, ehehe.

buku ini bisa disebut sebagai pionir kumpulan humor yang meledak di indonesia. nyaris semua orang (setidaknya gue ama temen2 sekolah) memperbincangkan buku ini dan masing2 rebutan nyeritain bagian favorit mereka. buku ini secara tidak langsung menyadarkan kita bahwa masyarakat russia (uni soviet waktu itu) yang pada saat itu dikenal sebagai orang2 yang kaku, robotis dan atheis ternyata punya sense of humor juga ditengah cengkraman represif rezim komunis. meski nyaris semua humor yang disajikan berupa humor satir yang justru menambah kelucuan buku ini.

buku ini gue baca ketika "cold war" antara soviet dan amrik lagi anget-angetnya. terus terang dulu gak semua joke di buku ini bikin gue ngakak, ada beberapa humor "politis" yang bikin gue garuk2 jidat. sepertinya ada beberapa joke yang membutuhkan "kecerdasan" tersendiri dari pembacanya untuk bisa tertawa. misalnya ini.. ada seorang pegawai kedutaan amerika yang baru saja ditugaskan di moskow. malem2 ia kedinginan dan memutuskan untuk keluyuran cari "hiburan". dijalan ia bertanya kepada seorang penduduk yang kebetulan lewat. " Bisakah anda memberi tahu dimana bar terdekat dari sini?"
"di helsinki." jawab penduduk itu sambil terus ngeloyor

gue inget seharian buka atlas nyari kota helsinki di peta soviet untuk ngukur sejauh mana jarak antara moskow dan helsinki. sebuah pekerjaan sia-sia, ampe monyet bisa terbang juga kagak bakal nemu helsinki di peta soviet. hahahaha... dasar bego! besoknya ketika ditanya, bokap langsung ngejitak pala gue ngasi tau kalo helsinki itu adanya di finlandia, "dasar bego." gitu katanya :))
joke lain yang bikin kening berkerut *dulu bacanya masih kecil sih*
ada seorang perwira militer dari cekoslowakia (dulu blom dibagi) yang berkunjung ke kremlin untuk mengajukan usulan kemungkinan cekoslowakia mendirikan departemen angkatan laut. Kruschev tentu saja kaget mendengar permintaan nyeleneh ini dan dia menjawab
"kamu sudah gila? buat apa? cekoslowakia kan gak punya laut?!"
perwira militer ini dengan polosnya menjawab
"lah, soviet sendiri punya departemen kebudayaan."

sumprit, dulu waktu SD bengong pas baca joke ini, hehehe

oke lah, memang ada (banyak) joke yang bisa langsung "ditelan" oleh orang awam dan bikin ngakak TAPI bila anda mengerti situasi pada saat itu spt latar belakang sejarah soviet, para pemimpin mereka, komunisme, situasi dunia politik pada saat itu, dan ketertindasan rakyat soviet dijamin tawa anda akan lebih kencang lagi. Anda akan mengerti kenapa seorang Nixon dan Kruschev selalu jadi korban ledekan dalam buku ini.

Sepertinya nama pengarang Zhanna Dolgopolva kudu diganti namanya nih jadi Zhanna DOGOL Polova, wekekekeke


PS: buat leli, sumpaaaaaaah! lo kudu percaya kalo gue dah gak punya lagi bukunya.
Profile Image for Palsay  .
259 reviews38 followers
November 25, 2008
waaahhh....buku ini kubaca pertamax saat masih di SD, punyanya si bokap....
banyak lelucon yang ga kumengerti secuarrraaa....dewasa bener isinya...
tapi pas dibaca lagi saat ku SMA...tertawa terpingkal-pingkal....oh ternyata saat itu aku sudah cukup dewasa....huahuahuahahahahhaha..

ini salah satu joke yang lucu:

ada seorang yahudi dan seorang rusia sedang bepergian naik kereta api. si yahudi membawa bekal makan siang berupa ikan salmon, sementara orang rusia membawa bekal daging babi asap. lalu si Rusia bialng ke Yahudi,"eh, katanya orang yahudi tuh pinter-pinter yah..." sambil ngeliat makanan yang dibawa si yahudi.
trus kata si yahudi,"oh ya, karena kita selalu makan ikan" kata si yahudi bangga.
"oh ya?" si rusia penasaran
"kalo ga percaya, cobain aja" kata si yahudi. si rusia karena pingin ikut pinter juga, jadi tergiur juga sama ikan salmon.
akhirnya mereka bertukar makanan.
setelah selesai makan, tiba-tiba si rusia mengeluh.
"aku sudah makan ikan, tapi tidak kenyang nih"
lalu si yahudi menjawab,
"tapi kamu sekarang lebih pintar, kan???"

huahuahuauauhuhauahuahua....

ada yang punya ga? gw pinjem lagi dooooong....punya bokap udah hilang ntah kemana....
Profile Image for Lelyana's Reviews.
3,412 reviews400 followers
December 7, 2018

Lucu banget parah. Bukunya hilang kemana ya? Bacanya seribu tahun yg lalu keknya ini.
Profile Image for "Mhd Haikal".
41 reviews51 followers
November 28, 2008
Masih inget salah satu leluconnya. ada seorang peramal (tetapi dia buta) yang dia bisa tau siapa namanya hanya dengan memegang tengkorak kepala mereka... dua orang telah di tebak dengan benar (lupa siapa namaya) akhirnya dikasih pantat kuda, lalu dia tebak bahwa ini Stalin hehehe....

Saya baca buku ini smp/sma tapi sudah mengerti stalin, seorang diktator rusia dengan menyebarkan faham stalinisme-nya... kenapa ya sepertinya anak sekarang jarang mengerti sejarah dunia...
Profile Image for Stephen Coates.
370 reviews10 followers
May 24, 2021
As with "Hammer and Tickle", this is a book of jokes told in the then Soviet Union with the humour particular to life as it was in that country at that time. For example, Brezhnev and Napoleon meet in the next world and Brezhnev says "I’ve long been an admirer or you. If we’d had a commander like you, Hitler’s troops wouldn’t have got past Kiev", to which Napoleon replied, "merci, merci, and I’ve long been an admirer of you". "Really, and why so?" "If we’d had a newspaper like Pravda, no one would have heard about Waterloo!” Jokes such as this abounded in the Soviet Union and Eastern Europe at the time but were often told by persons in crowds or queues to others nearby after which the teller would quickly depart lest one of the audience members was a police informant.

On the whole, the jokes are better than those in "Hammer and Tickle", although some have nothing to do with life in the then Soviet Union. Nonetheless, it was an enjoyable read.
Profile Image for Agung Wicaksono.
1,089 reviews17 followers
February 23, 2019
Cukup menghibur dengan lelucon-lelucon satire tentang kondisi Uni Soviet zaman dulu.

Bagi yang membaca buku ini tapi masih awam dengan kondisi sosial dan politik pada zaman Uni Soviet, diharapkan untuk rajin mencari nama tokoh-tokoh terkenal yang terlibat di dalam cerita supaya jadi "nyambung". Karena dari beberapa leluconnya, saya memang harus mencari informasi dulu di Google beberapa tokoh politik Uni Soviet yang baru saya tahu di sini.
Profile Image for Rido Arbain.
Author 6 books98 followers
October 16, 2017
Seorang lelaki berlarian di jalan raya Kota Moskow, dan berteriak "Krushchev babi!"

la ditangkap, diadili, dan dijatuhi hukuman 21 tahun. Setahun untuk penghinaan, dan 20 tahun untuk "membocorkan rahasia negara".
Profile Image for Noe.
119 reviews
October 13, 2018
The socio politics jokes is my type. The rest feels too sexist.
Profile Image for Lelita P..
629 reviews60 followers
May 5, 2013
-Review pindahan dari blog, tertanggal 22 Februari 2009-

Buku ini pertama kali saya baca pas kelas 1 SD, dan cuma beberapa lelucon yang saya ngerti, terutama lelucon-lelucon yang ditulis Gus Dur di sini (soalnya di buku ini, Gus Dur ngasih pengantar). Tapi tiap tahun saya baca minimal satu kali, dan lama-lama ngerti semuanya, dan saya baru nyadar, kok dari kecil saya udah baca ginian sih? ^_^

Buku ini adalah kumpulan humor seputar Rusia, saat masih bernama Uni Soviet. Tema humornya bermacam-macam, ada yang tentang politik, agama, kehidupan mahasiswa, hubungan pria dan wanita, hubungan orangtua dan anak-anak, dll. Intinya, bener-bener menggambarkan keadaan Rusia saat itu, yang masih Uni Soviet.

Walaupun waktu kecil saya gak ngerti baca buku ini, tanpa sadar buku ini udah menambah wawasan saya tentang keadaan politik dunia saat itu, tentang perang antara Timur dan Barat, dan terutama tentang Uni Soviet (makanya, dari dulu saya udah tertarik sama Rusia...)

Buku ini menghibur, menyajikan humor-humor yang intelek dan gak garing, tapi sering menyinggung unsur SARA.

Saya tulisin beberapa humor dari buku ini.

Dua saudara bertemu, seorang warga negara AS dan satunya lagi warga negara Uni Soviet.
Pada suatu hari, warga negara Amerika itu menganggur dan kelaparan.Tetapi ia punya gagasan; ia pergi ke gerbang Gedung Putih, duduk di tanah, dan mulai makan jerami. Kennedy datang dan bertanya, "Mengapa Anda makan jerami?"
Orang itu menjawab, "Saya lapar, dan saya tidak mempunyai pekerjaan."
Kennedy terkesima. Orang itu diberi makanan dan sejumlah uang. Setelah itu, ia masih ditanyai, "Apa lagi yang Anda inginkan?"
Orang itu menjawab lagi, "Sebuah tiket ke Rusia, untuk menjenguk saudara saya," katanya.
Ia mendapat tiket, dan bertemu dengan saudaranya yang kebetulan juga sedang kelaparan di Rusia. Pendatang dari Amerika itu tertawa. "Saudaraku," katanya, "dengarkanlah nasihat berharga ini. Pergilah ke Kremlin, duduklah di tanah dekat gerbang, dan makanlah jerami. Kalau Krushchev melihatmu, ia pasti iba, kemudian menghadiahimu apa saja."
Orang Rusia itu pergi ke Kremlin. Di depan gerbang ia duduk dan mulai mengunyah jerami. Krushchev keluar dan segera bertanya, "Mengapa engkau makan jerami?"
"Saya lapar dan tidak mempunyai uang," jawab orang itu.
"Bodoh!" kata Krushchev. "Sekarang ini musim panas. Lebih baik engkau makan rumput. Jerami bisa disimpan untuk musim dingin nanti..."

@@@

Yang lainnya:

Kennedy menghadap Tuhan dan memohon, "Tuhan, berapa lama lagikah baru rakyatku berbahagia?"
"Lima puluh tahun lagi," kata Tuhan.
Kennedy menangis, dan berlalu.
De Gaulle menghadap Tuhan dan memohon, "Tuhan, berapa lama lagikah baru rakyatku berbahagia?"
"Seratus tahun lagi," jawab Tuhan.
De Gaulle menangis, dan berlalu.
Krushchev menghadap Tuhan dan memohon, "Tuhan, berapa lama lagikah rakyatku berbahagia?"
Tuhan menangis, dan berlalu.

@@@

Humor-humor di sini rata-rata menyindir dan menjelaskan tentang pemerintah komunis Rusia (Uni Soviet), dan memberi kita gambaran betapa sulitnya kehidupan masyarakat Rusia saat itu (lihat humor yang kedua). Tapi ternyata, sekarang Negeri Beruang Merah mulai bangkit, dan mulai menapak kembali jalan menjadi salah satu negara maju yang disegani di dunia.

Seharusnya kita bisa mencontoh Rusia.

Kembali ke buku ini: bagi Anda yang menyenangi humor politik ringan penuh ironi, buku ini bisa menjadi pilihan yang bagus (tapi, kalo masih ada di pasaran ya!)
Profile Image for Jimmy.
155 reviews
August 6, 2008
Seorang penghuni rumah sakit jiwa menganggap dirinya segenggam jagung, dan selalu khawatir bila ia dimakan ayam.

Melalui pengobatan yang panjang, ia akhirnya dianggap sembuh, dan diwawancarai sekali lagi sebelum dipulangkan.

"Bagaimana perasaanmu sekarang?" Dokter bertanya.
"Sangat baik. Terima kasih, Dokter."
"Apakah engkau sekarang masih menganggap dirimu segenggam jagung?"
"Tidak lagi, Doker."
"Bagus! Kalau begitu, engkau sudah boleh pulang."

Pasien itu segera mengemasi barang-barangnya, minta diri, kemudian siap untuk berangkat. Tetapi, di pintu, ia tertegun, dan kembali menemui dokter.

"Dokter, saya tahu bahwa saya sekarang bukan lagi segenggam jagung. Tetapi, apakah ayam-ayam itu juga tahu?"

----
"Bagaimana caranya menghentikan merokok?"
...Nyalakan rokok itu pada kedua ujungnya...

"Siapakah yang layak disebut sebagai gentlemen sekarang ini?"
...Orang yang mencabut rokok dari mulutnya, ketika ia mencium tangan seorang wanita...

"Apa yang harus dimakan di atas kapal yang sedang dipermainkan badai?"
...Menu yang paling murah...

----
Saat mandi para prajurit di medan perang. Terdengar pengumuman tentang penggantian pakaian dalam: "Penghuni Barak 2 silahkan berganti pakaian dalam dengan penghuni Barak 6...."
Profile Image for Yudha.
7 reviews9 followers
June 5, 2009
Buku buku abadi dan "bermanfaat" buat rakyat jelata kaya' kita gini kenapa ngga dicetak ulang ya ma Grafiti.
Flashback mode on:
nyuri" ngebaca buku ini,karena udah diultimatum ma bapak,kalo masih nekat ngebaca juga,jatah buat pinjem pilem Goggle V di rental pideo dekat rumah ngga bakal dapet approval,kenapa dilarang?
katanya,di dalem buku itu banyak gambar aduhainya.
bapak nih lucu juga,udah ngelarang tapi naroh bukunya sembarangan,jadi pulang sekolah belom ganti baju,masih pake sepatu warrior aspal ngembat ni buku trus ngumpet dekat kandang ayam.
hasilnya,cekikikan ngga abis" tapi sambil mikir,mana gambar yang aduhainya ya?
sekarang setelah agak gedean dikit malah hobi ngeliat yang aduhai aduhai.........hehehe.

Udah nyari kesana kemari ngga ketemu juga,sodara" masih ada yang punya?
bagus lagi kalo Mati Ketawa Cara Rusia 2 juga punya.

ato kita bikin petisi aja ke Grafiti biar dicetak ulang?
who's with me?
Profile Image for Nenangs.
498 reviews
February 3, 2009
Gila...
Orang-orang masih pada inget dgn detil gitu ya joke2 yang ada di dalem buku ini...
Gua mah udah lupa apa aja isinya. Paling2 kalo ada yg ngejoke ngutip buku ini baru inget, "oh...kayaknya joke dia ada di buku mati ketawa cara rusia deh...dasar ngga kreatip." Hehehehe...
*belagu mode on*

Yang paling gue inget cuman buku ini kayak jadi pencetus ide untuk "mati ketawa cara bla-blabla..." lainnya, juga bermacam2 buku humor dari berbagai negara untuk diterbitin di indonesia. Dan buku ini super laris banget nget nget, at least hampir semua orang (yg tinggal di bandung, gue ngga ngomongin orang yg tinggal di pedalaman borneo atau papua) yang gue kenal tahu dan pernah baca buku ini.
Profile Image for Tomi Pakei.
54 reviews2 followers
July 5, 2013
Gerutuan ala Sovyet bagi dunia
Pada masa Perang Dingin, ini adalah buku yang luar biasa lucu. Dan kini pun masih (meski gelegarnya mungkin tak sedahsyat dulu), karena kelakarnya tetap relevan. Yang menjadi bahan olok-olok mungkin memang [orang] Uni Sovyet, akan tetapi permasalahannya universal. Represi pihak yang kuat terhadap yang lemah, ketidakberdayaan, manipulasi/monopoli informasi dan sebagainya, semua ada di sini.

Sebuah collector's item. Sudah punya? Jangan dibuang!
Profile Image for kinu triatmojo.
288 reviews3 followers
July 31, 2008
akibat pergaulan dengan anak2 mahasiswa di dekat rumah, saya membaca buku ini, ketika duduk di bangku SD. untuk tema-tema "tertentu" saya agak paham. tapi untuk tema politik -yang sayangnya paling banyak, dan paling lucu!- perlu beberapa buku, beberapa ratus jam pelajaran sejarah, dan beberapa tambahan usia.
1 review
December 31, 2009
aku baca waktu SMA kelas 1. Aku mulai mengenai sisi lain Gus Dur. Buku yang syarat dengan humor berat tentang suasana Rusia, yang kayaknya pas buat kita waktu itu. Humor buku ini juga banyak dimodifikasi Gus Dur dalam beberapa acara di TV. JUga ada guyonan Warkop DKI, ntah mana yang duluan aku lupa juga
26 reviews5 followers
November 28, 2008
kalo ada yang bilang banyolan klasik. maka saya bilang banyolan cerdas yang everlast. guyonan yang menerabas semua hal, agama, tuhan, ras, gaya hidup, tata krama,dsb dan tetap berhasil menyentil hingga ngakak dan ngikik tumpah...



Profile Image for Nara.
23 reviews3 followers
December 28, 2012
Gila, ini buku lawas yang saya denger dari mulut ke mulut.
Nemunya juga di toko buku bekas di FB. Meskipun harganya lumayan, tapi demi sisi historisnya, langsung saya ambil aja.

Komentar untuk isinya cuma satu : HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!
Profile Image for Cassandra.
347 reviews10 followers
July 31, 2013
Another collection of humour from the Soviet Union, which I read as part of following the bibliography of Francis Spufford's Red Plenty.
Profile Image for Ari.
7 reviews4 followers
October 2, 2007
Belum pernah kutemui buku humor yang secerdas dan selucu buku ini. Sekarang susah nyarinya, kecuali mau menelusuri loakan-loakan buku.
142 reviews
November 30, 2008
Seneng kalo bisa mati sambil ketawa.... Buku ini sangat menghibur. Mengawali terbitnya buku-buku serupa di Indonesia.
Profile Image for Ali.
Author 10 books10 followers
December 14, 2008
Ini bukunya orang gilaaa !!

Gara-gara buku ini joke orang Indonesia selalu bernasib naas di mulai...hahaha
Profile Image for Tarum.
365 reviews29 followers
December 17, 2008
Lucu abiss,
Waktu jaman2 reformasi, banyak joke-jokenya di adaptasi dgn kondisi Indonesia, dengan tokoh-tokoh orde baru, dan konteksnya ternyata bisa kena juga.
Displaying 1 - 30 of 38 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.