"Toshi dan Hisha mengajak pembaca untuk berpetualang bersama mereka berkeliling Jepang sambil menikmati suasananya yang sedang semarak. Bagaikan sebuah travelling note yang dibalut manis oleh kisah dua anak manusia, Haru No Tabi memberikan pengalaman pribadi yang tak terlupakan; lucu, manis, dan haru. Toshi to Hisha, anata wa airashidesu!"
Yep. That was my endorsement in this book. Proud? Of course. Saya sudah baca duluan sebelum terbit, jadi banggalah :p
Novel ini adalah salah satu naskah terbaik lomba novel Jepang 2013 yang diadakan oleh DIVA Press. Sebagai juara dua, tak heranlah mengapa Haru No Tabi dipilih jadi salah satu yang terbaik. Membaca novel ini nggak kerasa sedang membaca novel. Kesannya, saya sedang baca manga cewek dengan karakter utama yang sangat manis dan khas. Hisano Hayashi ini karakternya lucu dan saya menyelesaikan novel ini dalam waktu sangat singkat. Meski udah baca duluan, setelah dikirimi oleh si penulisnya langsung, Ghyna Amanda, #uohok saya tetap sempatkan baca lagi. Soalnya baca yang udah berbentuk buku emang sensasinya beda. Apalagi saya suka banget sama covernya yang manis sekali dan membuatku ingin disuntik insulin (...oke, lebay). Meski endorsement saya terkesan seperti teriakan seorang fangirl, tapi sesungguhnya saya suka Hisa. Kalau Toshi... hm, berhubung itu OC milik Orinthia Lee di salah satu forum dan katanya visualisasinya Siwon SuJu, saya agak sedikit... apa, ya... pokoknya saya lebih suka bayangin Toshi itu aktor Jepang aja. Jangan Siwon pokoknya, jangan. Gak tau kenapa feelnya jadi beda kalau bayanginnya muka Korea. Daaan, ternyata memang di dalam novel dideskrip kalau muka Toshi mirip artis Korea dan I was like... okay. It's her character, so as the writer says.
Gaya bahasanya ringan, ngalir, dan asyik. Deskripsi tempatnya juga bagus. Banyak banget hal-hal yang dimasukkan Ghyna ke dalam novel ini. Hal-hal sepele semacam tarif kereta, bis, atau harga makanan di Jepang yang dimasukkan menambah detail latar tempatnya. Jadi, betul-betul seperti travelling note. Katanya, sih, memang dilakukan research tersendiri untuk tahu detail-detail itu. Saya yang belum pernah ke Jepang jadi bisa bayangin, juga bisa jadi motivasi kalau seandainya suatu saat dikasih rezeki buat ke sana... saya udah tahu beberapa hal kecil dari kota-kota yang dikunjungi Toshi dan Hisa dari novel ini. Jumlahnya ada tujuh kota, loh. Ada juga yang ternyata pengalaman pribadi penulis, jadi soal setting tempat alalala dsb itu nggak usah diragukan lagi, lah, ya.
Soal pacenya yang pas, saya juga suka. Nggak bertele-tele. Dan saya juga sambil belajar waktu baca novel ini. Soalnya Ghyna bisa nyelipin monolog yang lucu meski Hisa lagi sendirian di awal-awal. Meski, kadang saya nemuin masih banyak diksi yang diulang-ulang dalam satu paragraf. Nggak masalah, sih... tapi mengurangi keindahannya aja. Cuma untuk ukuran novel yang selesai dalam seminggu, ini udah bangus bangeeet. Salut deh buat Ghyna yang nulisnya cepet banget, kayak pakai jemari gurita. Hehe.
Four stars? Yes, let's celebrate Ghyna's first baby. Cheers!