Bagi yang sudah membaca buku Food Combining Itu Gampang, membaca buku ini, terutama 3/4 awal, sama saja dengan membaca ulang. Tentu saja, pembaca buku ini rupanya diasumsikan belum pernah membaca buku Food Combining manapun sehingga perlu diberikan dasar-dasar teorinya lagi. Inti buku ini yang sesuai judul buku hanya di 1/4 akhir.
Jadi bagaimana cara food combining di bulan puasa?
Hampir tidak ada bedanya, cuma seperti layaknya puasa ramadan, kita harus bangun lebih pagi, karena saat sahur dimulai dengan mengonsumsi buah segar, lalu menunggu setengah jam sebelum mengonsumsi menu pati/nabati. Yap, inti food combining memang kombinasi pati/hewani adalah BIG NO, sedangkan yang ideal adalah kombinasi pati/nabati atau nabati/hewani, meskipun konsumsi protein hewani tidak terlalu disarankan, apalagi kalau berlebihan. Saat berbuka pun tentu saja sangat tidak disarankan menu kalap by lapar mata.
Kalau menu lalap plus sambal pedas sesuai hobiku, sepertinya masih boleh #penting!
Buka Puasa identik dengan makanan dan minuman manis. Aplikasinya pun ketika buka puasa banyak yang makan dan minum-minuman manis seperti teh dan sirup ditambah goreng-gorengan dan tinggi akan prosesan pun dilahap. Benar-benar merusak sistem pencernaan yang baru saja beristirahat selama lebih dari 12 jam terganggu (shock) dengan makanan dan minuman yang masuk ke sistem cerna.
Gak jarang banyak orang ketika sehabis menyantap menu berbuka akan merasa begah/sebah (perut kembung/kenyang palsu), dan ada juga yang malah jadi ngantuk dan gampang cape. Aneh kan? :D
Nah di buku ini kita akan menemukan banyak kesalahan pola makan yang selama ini kita anut saat sedang berpuasa. Intinya selama menjalankan Ibadah Puasa ketika Sahur dan Berbuka idealnya makanan yang dimakan tidak memberatkan sistem cerna.
Sahur hanya dengan eksklusif buah-buahan pun bukan hal yang mengerikan dan mengkhawatikan selama menjalankan Ibadah Puasa.
Tahun lalu ketika belum membaca buku ini dan sangat-sangat belum mengenal apa itu FC dan turunannya pun sempat engga percaya apa iya sahur cuma makan buah bisa kuat sampai nanti menjelang maghrib?
Tapi ternyata setelah iseng-iseng mencoba hanya makan buah dan banyak minum air putih puasa pun menjadi tidak terganggu. Kalo dulu pasti bawaannya dikit-dikit ngeliat jam berapa jam lagi ya menuju maghrib padahal baru jam dua siang hahaha..
Dan selain kuat menahan lapar selama berpuasa kita pun jadi bisa menjalankan Ibadah lainnya tanpa terganggu masalah stamina tubuh yang gampang cape dan kawan-kawannya. Oke selamat membaca untuk kawan-kawan lainnya yang ingin Ibadah puasanya engga kayak dulu lagi :D (gampang laper dan cape). Oh iya FC itu sendiri juga membuat tubuh menjadi ringan ketika dicoba untuk berjalan kaki dan energi yang dikeluarkan engga terkuras hanya untuk memproses makanan dalam tubuh. Tapi malah banyak digunakan untuk beraktivitas dan ga gampang capek.
Untuk buku sekecil n setipis itu, isinya cukup lengkap dan padat. Informatif tentu saja. Bahkan disertai contoh varian menu FC di bulan Ramadhan. Bacanya ga ribet, design isinya juga ga monoton, cukup bagus deh :)