Lari dari masa lalu memang melelahkan. Apalagi buat Early yang nekat melarikan diri ke sebuah kota yang sama sekali tak dikenalnya. Bergantung pada Marco, lelaki tampan yang baru dikenalnya, justru membawanya ke dunia yang jauh lebih indah. Early sangat menikmati hidupnya. Tapi tiba-tiba pekerjaaan mengharuskannya kembali ke kota tempat masa lalu menghantuinya.
Ternyata masa lalu memang masih mengejarnya. Manto, yang berusaha dienyahkannya dari mimpi buruknya, sudah menyiapkan rencana jahat untuk Early. Sementara ibunya sendiri sama sekali tak mampu melindunginya.
Sementara Mitha, yang pernah sangat baik dan banyak membantu Early, sedang jatuh cinta.
Bagaimana kelanjutan hubungan Early dengan Marco? Siapa yang dicintai Mitha? Apakah Early bisa berdamai dengan masa lalunya dan menerima Asnia kembali dalam hidupnya? Bagaimana Early melindungi dirinya dari Manto?
Ternyata akan lebih mudah jika masa lalu dihadapi dan diterima… bagi seorang Early sekalipun.
Setelah saya baca buku ini saya inget kenapa udah lama banget saya gak baca metropop dan teenlit : karena ketidakmungkinan tokoh-tokohnya.
Sebenernyabjujur aja sih, ini juga gak tamat bacanya keburu pengen nyinyir. Saya baru baca satu bukunya Syafrina Siregar. Tapi saya udah bisa mengklasifikasikan stereotype tokoh-tokohnya. 1. Tokoh utama wanita : super cantik, super menarik, super baik. Bisa kece bawaan tanpa usaha ekstra. Tapi ya gitu. Needy, insecure, minder dan bikin cewek-cewek pembaca pengen gebok saking sempurna nya tapi saking kufur nikmatnya. Macem si Bella Swan gitu lah. Dia disakiti pria bernama Manto. Omnya. Terus TTMan sama majikannya yang namanya Marko. ITS TOO CLOSE RIGHT??? I MEAN MARKO, MANTO.... Oke lupakan. Terus dia ini ya, doyan banget cengok & ngelamun kayak orang bego. Dan dengan segala keterbatasannya (bahasa inggris gak bisa, sekolah gak lulus, kebanyakan cengo kayak orang keterbelakangan mental) dia bisa ngurusin manajemen hotel internasional bintang lima. Whew. Dunia macam apa setting nove ini?
2. Tokoh utama pria : Bule, ganteng, super baik hati, super kaya, super sukses, super sabar, super pengertian dan mencintai wanita cuma satu seumur hidup, as they don't have any pressure from their balls. Coba lu pikir (pake gaya Ahok) hare gene ada laki macho, ganteng, bule di metropolitan Indon yang baeknya kebangetan? Don't think so. Di saturnus kali ade. Spesial di setting delusional ini, nama cowoknya adalah Marco Gibraltar. Iya nama selat itu. I mean, WTF kind of surname is that? Pretty much sounds like gay porn actor to me (--,)
Dan btw kedua tokoh di novel itu saling tarik ulur, mau-malu najong gimana gitu terus prenjonan level kumpul kebo. TOP OF THE TOP BIYCHES.
Well, gitu aja sik. Cukup satu bintang kali gak bisa dikasih seperempat bintang.
Early sudah mempersiapkan segalanya untuk kabur dari rumah hari ini. Ranselnya berisi beberapa barang yang harus dia bawa. Kali ini rencananya tidak boleh gagal. Jika gagal, Early tidak tahu bagaimana masa depannya nanti. Syukurlah keberuntungan berpihak padanya, dia bisa kabur ke bandara Polonia. Early belum pernah naik pesawat sebelumnya. Tapi dia harus pergi sejauh mungkin dari Medan.
Di bandara itulah Early bertemu dengan Marco pertama kali. Early tidak sengaja menabrak Marco, dan ternyata mereka menggunakan pesawat yang sama menuju ke Batam. Dengan bantuan Marco, hidup Early berubah. Tujuh tahun kemudian Early sudah menjadi tangan kanan Marco mengurus sejumlah pembangunan mall di Indonesia. Salah satunya di Medan, kota yang ingin dihindari Early. Tapi Early tentu saja tidak bisa menolak saat diperintahkan Marco untuk berangkat ke Medan. Apa yang disembunyikan Early di masa lalunya?
Jarang sekali saya menemukan #novelMetropop yang mengambil setting kota di luar Jakarta. Novel ini terbit pertama kali di tahun 2013, saat bandara Medan masih di Polonia. Tema prostitusi menjadi benang merah dalam novel ini. Saya tertarik dengan konflik keluarga Early, terutama ibunya Asnia yang terpaksa harus menjual diri demi menghidupi dirinya atas desakan kakaknya. Dan betapa naifnya si paman ketika dia merasa masih bisa mengendalikan hidup Early yang sdah kabur selama 7 tahun darinya.
Ada juga kisah asmara antara Early dan Marco, yang sayangnya mulai dari awal sampai berakhirnya kisah dalam novel ini nyaris tidak mengalami perkembangan. Lalu ada juga pihak ketiga, Mitha, yang hanya sekadar tempelan. Padahal kalau konflik antara Mitha dan Early lebih dibangung bisa menjadi cerita yang menarik.
193 halaman buku ini, bahagianya cuma di akhir doang. sepanjang cerita nggak ada adegan yang bahagia. tapi nggak cocok disebut buku yang "dark" juga sih. dan alurnya juga kecepetan. o ya, tokohnya juga ga banyak
Early adalah novel ke-2 penulis yang kubaca setelah April Cafe, yang katanya novel ini adalah novel pertama setelah rehat yang cukup lama sang penulis ^^
Early dibuka dengan prolog kisah pelarian sang tokoh utama, Early. Ya, ternyata judul novel ini diambil dari nama tokoh utamanya. Early, gadis yang masih polos, berusia 20tahun memutuskan untuk kabur dari rumahnya di Medan, dengan berbekal uang yang pas-pasan dan sebuah tiket tujuan ke Batam, kota yang sama sekali belum pernah dia kunjungin. Dipikiran Early hanya satu, melarikan diri sejauh-jauhnya dari sang paman, Manto dan ibunya, Asnia.
Dibandara Medan itulah Early tidak sengaja bertabrakan dengan Marco, pengusaha kaya pemilik jaringan mall yang cukup sukses, seseorang yang akhirnya malah sangat berjasa dalam hidupnya, yang mengubahnya menjadi seseorang wanita yang mapan dan jauh berbeda dari masa lalunya.
7tahun kemudian, Early telah bermetamorfosis menjadi wanita yang sangat cantik dan anggun, telah menjadi orang kepercayaan Marco. Dan Marco, yang sedang membangun mall baru diMedan malah mengutus Early untuk menangani proyek mall itu. Early awalnya enggan bahkan sangat menghindari untuk kembali ke kotanya, Medan. Kota yang membawa kenangan masa lalu yang cukup pahit, yang selalu ingin dihindarinya.
Walau Early dan Marco adalah atasan dan bawahan, tapi mereka cukup dekat, waktu 7tahun ternyata tidak meruntuhkan benteng masa lalu di diri Early. Marco tidak pernah tahu ada alasan apa dibalik kaburnya Early 7tahun silam dan Marco tidak ingin terlalu mencampuri. Walau jauh didalam lubuk hatinya, Marco ingin menjadi seseorang yang special dihati Early, karena Early telah memikat hatinya saat pertemuan pertama mereka dibandara Medan 7tahun lalu.
Kembalinya Early ke Medan ternyata membuka lembaran kisah masa lalunya, Early bertemu kembali dengan Manto, pamannya yang ternyata masih mengingatnya dan punya niat "terselubung" kepadanya. Sosok Early yang memikat dan sekarang kelihatan mapan, membuat Manto mengatur strategi untuk menjebaknya. Dilain sisi, Asnia ibu kandung Early ingin memperbaiki semua kesalahan masa lalunya, ia ingin melindungi Early dari kakaknya, Manto.
Novel setebal 200halaman ini sebenarnya menarik, ide yang ditawarkan cukup memikatku, namun entah kenapa penyelesaian dan konflik yang coba diangkat terkesan terburu-buru dengan keterbatasan halaman yang ada. Banyak hal yang jika dijabarkan lebih lanjut malah akan menambah warna dalam kisah kehidupan Early ini, terutama masa lalunya yang menjadi awal cerita ini.
Diceritakan dengan sudut pandang Early dan Asnia, ibunya kita coba diajak menyelami pikiran mereka, walau memang porsi Early cukup besar karena titik sentralnya adalah kisah hidup Early sendiri. Hingga akhir cerita, sesuai dengan bayangan dan tebakanku, walau ada 1 part yang buat aku cukup terkejut, tentang siapa yang sebenarnya dicintai oleh Mitha, asisten Marco yang membantunya selama ini.
Ending yang coba ditawarkan pun menurutku kurang begitu "nendang", aku mempunyai ekspektasi yang cukup tinggi mengenai hubungan Marco dan Early, aku ingin sesuatu yang lebih "special" dan "personal" tapi hingga aku menutup halaman akhir tidak ada yang terlalu "wow", jadi kurang berasa "romance"nya. Mungkin penulis ingin mengambil sisi lain dari novel ini, tentang "berdamai dengan masa lalu".
Overall, novel ini cukup ringan dan menghiburku. Dan aku masih ingin membaca karyanya yang lain.
"3 bintang kusematkan untuk novel "comeback"nya penulis ini."
Early adalah sebuah novel yang tidak pernah aku pikirkan untuk dibeli atau pun dibaca. Aku nggak baca atau denger info rencana terbitnya di Twitter atau web penerbit. Novel ini ada begitu saja di tumpukan novel baru di Rumah Buku. Novel ini langsung menarik perhatianku dan masuk ke barang belanjaanku hari itu. Selain harganya yang terjangkau untuk ukuran novel Metropop, judulnya juga mirip dengan nama blogku hahahaha. Alasan yang aneh ya. Tapi cukup ampuh untuk membuatku membawanya ke kasir ;)
Early menceritakan tentang seorang wanita usia 27 tahun yang bernama Early. Dia tinggal di sebuah rumah mewah di Batam berkat karirnya yang sukses. Padahal tujuh tahun yang lalu, dia baru lari dari rumahnya di Medan tanpa bekal atau persiapan yang matang. Untungnya dia bertemu dengan Marco, seorang pebisnis dari Kanada yang mau membantunya dan membuat hidup barunya di Batam serba tercukupi. Tujuh tahun kemudian, Marco menugaskan Early untuk meninjau rencana bisnis mall barunya di Medan. Early agak ogah-ogahan kembali ke kampung halamannya itu tapi akhirnya tetap pergi juga. Marco yang sejak lama menyimpan perasaan khusus pada Early agak heran sekaligus penasaran dengan masa lalu Early. Apalagi seorang lelaki bernama Manto dan seorang wanita yang sangat mirip Early bernama Asnia tak hentinya muncul di sekitaran hotel dimana Early dan dirinya sendiri menginap.
Early menawarkan kisah yang cukup kompleks dalam jumlah halaman yang singkat. Terlalu singkat mungkin. Banyak hal yang tidak dibahas atau tidak dikembangkan. Penjelasan tentang masa lalu setiap tokoh memang dijelaskan. Tapi masa lalu itu dijelaskan dalam deskripsi yang begitu padat. Mungkin maksudnya ingin terlihat misterius dan mengundang rasa penasaran pembaca. Sayangnya deskripsi yang padat itu membuat aku pusing :O
Pertama-tama saya ingin mengucapkan “Welcome Back!” kepada mba Syafrina Siregar. Empat tahun vakum dari dunia menulis, akhirnya salah satu penulis Gramedia kesukaan saya ini kembali dengan karyanya. Dan sepertinya bertahun-tahun vakun dari dunia menulis (dan fokus di dunia kue) tak berpengaruh banyak pada tulisan Syafrina Siregar. Tulisannya tetap nyaman dibaca dan memiliki ciri khasnya tersendiri.
Untuk Early sendiri, sebenarnya ia memiliki ide cerita yang cukup menarik. Sayangnya konflik yang ditawarkan pada novel ini terkesan nanggung dan penyelesaian pun terlihat terlalu mudah. Selain itu, hubungan antara Marco dan Early pun tak terlalu digambarkan dengan detail di novel ini. Mungkin jika konflik-konflik yang ada serta beberapa kisah masa lalu Early dan tentunya hubungannya dengan Marco digali lebih dalam lagi, akan membuat novel ini sedikit lebih menarik.
Terlepas dari beberapa kekurangannya tersebut, bagi saya Early tetaplah sebuah karya yang menarik dari Syafrina Siregar. Semoga setelah ini mba Syafrina bisa terus menelurkan karya-karyanya (dengan tokoh yang tentunya inspiratif) kembali. Sekali lagi, “Welcome back!”
I don't know... mungkin orang menganggap cerita novel yang ringan itu menghibur, tapi kalo terlalu RINGAN jatuhnya juga maksa. Konfliknya memberi kesan ribet, tapi sebenernya bnr2 kelewat ringan. Si Paman alasannya apa maksa mereka jadi pelacur? Cuma karena balas budi udah ditolongin? Klise banget. Kalo mereka beneran nggak mau digituin, kabur aja kan mudah. Mikirin apa, sih? Nggak ada uang? Kabur dulu yang penting, uang kan bisa ngemis-ngemis atau apa kalo emang beneran nggak mau jual diri. Trus si Early, bisa aja kan ngasih tau Marco tentang masa lalunya? Mereka udah bareng 7 tahun gitu, dan Early bahkan belum sempet dijadiin pelacur, dia cuma malu ama ibunya sendiri. Trus Early ini bego atau apa mau-mau aja diperalat pamannya untuk kali kedua cuma karena takut rahasianya terbongkar? Ringan, tpai dibikin berbelit. Berbelit, tapi dibikin ringan. Seharusnya saya curiga dari awal melihat ketipisan novelnya. Saya nggak pernah suka novel tipis.
satu bintang untuk hm.... untuk apa yah? kalo untuk keinginan saya punya buku ini jahat ga? -___- kalo dari ide cerita mungkin bagus yah, tapi entah kenapa meski lumayan cepet menyelesaikan buku ini tapi ngga nemu rasa interest terhadap nih buku
I just think that Early was not the character names, haha... Because the center of this story was Early. Early was really short story for me. it makes me know that we shouldn't run away for our live. just face it and we know how to deal with it. good!