Early adalah novel ke-2 penulis yang kubaca setelah April Cafe, yang katanya novel ini adalah novel pertama setelah rehat yang cukup lama sang penulis ^^
Early dibuka dengan prolog kisah pelarian sang tokoh utama, Early. Ya, ternyata judul novel ini diambil dari nama tokoh utamanya. Early, gadis yang masih polos, berusia 20tahun memutuskan untuk kabur dari rumahnya di Medan, dengan berbekal uang yang pas-pasan dan sebuah tiket tujuan ke Batam, kota yang sama sekali belum pernah dia kunjungin. Dipikiran Early hanya satu, melarikan diri sejauh-jauhnya dari sang paman, Manto dan ibunya, Asnia.
Dibandara Medan itulah Early tidak sengaja bertabrakan dengan Marco, pengusaha kaya pemilik jaringan mall yang cukup sukses, seseorang yang akhirnya malah sangat berjasa dalam hidupnya, yang mengubahnya menjadi seseorang wanita yang mapan dan jauh berbeda dari masa lalunya.
7tahun kemudian, Early telah bermetamorfosis menjadi wanita yang sangat cantik dan anggun, telah menjadi orang kepercayaan Marco. Dan Marco, yang sedang membangun mall baru diMedan malah mengutus Early untuk menangani proyek mall itu. Early awalnya enggan bahkan sangat menghindari untuk kembali ke kotanya, Medan. Kota yang membawa kenangan masa lalu yang cukup pahit, yang selalu ingin dihindarinya.
Walau Early dan Marco adalah atasan dan bawahan, tapi mereka cukup dekat, waktu 7tahun ternyata tidak meruntuhkan benteng masa lalu di diri Early. Marco tidak pernah tahu ada alasan apa dibalik kaburnya Early 7tahun silam dan Marco tidak ingin terlalu mencampuri. Walau jauh didalam lubuk hatinya, Marco ingin menjadi seseorang yang special dihati Early, karena Early telah memikat hatinya saat pertemuan pertama mereka dibandara Medan 7tahun lalu.
Kembalinya Early ke Medan ternyata membuka lembaran kisah masa lalunya, Early bertemu kembali dengan Manto, pamannya yang ternyata masih mengingatnya dan punya niat "terselubung" kepadanya. Sosok Early yang memikat dan sekarang kelihatan mapan, membuat Manto mengatur strategi untuk menjebaknya. Dilain sisi, Asnia ibu kandung Early ingin memperbaiki semua kesalahan masa lalunya, ia ingin melindungi Early dari kakaknya, Manto.
Novel setebal 200halaman ini sebenarnya menarik, ide yang ditawarkan cukup memikatku, namun entah kenapa penyelesaian dan konflik yang coba diangkat terkesan terburu-buru dengan keterbatasan halaman yang ada. Banyak hal yang jika dijabarkan lebih lanjut malah akan menambah warna dalam kisah kehidupan Early ini, terutama masa lalunya yang menjadi awal cerita ini.
Diceritakan dengan sudut pandang Early dan Asnia, ibunya kita coba diajak menyelami pikiran mereka, walau memang porsi Early cukup besar karena titik sentralnya adalah kisah hidup Early sendiri. Hingga akhir cerita, sesuai dengan bayangan dan tebakanku, walau ada 1 part yang buat aku cukup terkejut, tentang siapa yang sebenarnya dicintai oleh Mitha, asisten Marco yang membantunya selama ini.
Ending yang coba ditawarkan pun menurutku kurang begitu "nendang", aku mempunyai ekspektasi yang cukup tinggi mengenai hubungan Marco dan Early, aku ingin sesuatu yang lebih "special" dan "personal" tapi hingga aku menutup halaman akhir tidak ada yang terlalu "wow", jadi kurang berasa "romance"nya. Mungkin penulis ingin mengambil sisi lain dari novel ini, tentang "berdamai dengan masa lalu".
Overall, novel ini cukup ringan dan menghiburku. Dan aku masih ingin membaca karyanya yang lain.
"3 bintang kusematkan untuk novel "comeback"nya penulis ini."