Jump to ratings and reviews

Hawa

Empat tahun menjalin hubungan tidak menjamin Hawa berjodoh dengan Abhirama. Hubungan mereka luarnya saja tampak mesra, padahal mereka dua orang yang memaksakan saling memahami, tapi sayangnya tak berhasil. Akhirnya, Hawa membatalkan sepihak rencana pernikahannya dengan Abhirama.

Karena sedih, malu dan kecewa, Hawa menenangkan diri ke rumah Omanya di pedalaman Kalimantan Barat.

Di situlah Hawa bertemu dengan Landu, polisi yang bertugas di Kapuas Hulu. Perjumpaan mereka yang berawal dari kejadian tidak mengenakkan lambat laun menumbuhkan bibit cinta. Perlahan, kehadiran Landu yang pendiam tapi dewasa menyembuhkan luka hati Hawa.

Tetapi, sanggupkah Hawa menerima cinta Landu pada saat Abhirama menyusulnya dan memintanya kembali ke pelukannya?

254 pages, Mass Market Paperback

First published July 1, 2013

Loading...
Loading...

About the author

Riani Kasih

2 books

Ratings & Reviews

What do you think?

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (5%)
4 stars
7 (10%)
3 stars
23 (33%)
2 stars
28 (41%)
1 star
6 (8%)
Displaying 1 - 27 of 27 reviews
Profile Image for Fardelyn Hacky.
19 reviews2 followers
November 14, 2014
Novel berjudul Hawa adalah novel Amore kedua yang saya baca setelah “Mahogany Hill”. Berbeda dengan kesan buku Juara 1, yang saya lumayan suka, namun tidak saat saya membaca “Hawa”. Terasa membosankan dan banyak bagian yang harus saya lewatkan. Sorry to say…

Hawa adalah nama seorang gadis yang kemudian dijadikan sebagai tokoh sentral dalam novel ini. Diceritakan bahwa Hawa adalah gadis yang frustasi karena dicuekin kekasihnya pada hari menjelang pernikahan mereka. Karena salah paham, Hawa terpaksa membatalkan secara sepihak pertunangannya dengan Abhirama. Sudah menjadi kebiasaan, ketika putus cinta, seseorang akan berusaha menghindar dari orang yang tidak ingin dilihatnya, kalau bisa pergi sejauh mungkin, ke tempat yang tak mungkin terlihat. Di tempat Hawa menenangkan diri di pedalaman Kalimantan Timur, Hawa malah bertemu dengan laki-laki lain, yaitu Landu, seorang polisi yang bertugas di kampung tersebut. Dan bisa ditebak, hadirnya orang ketiga biasanya akan membawa cerita baru, kisah cinta yang baru. Dan yang terjadi kemudian adalah sulitnya menentukan pilihan setelah terjebak antara dua cinta.

Harus saya akui, ekspektasi saya yang besar terhadap novel berlabel ‘Amore’ hasil sebuah kompetisi cukup tinggi, setelah saya membaca “Mahogany Hills”. Jika “Mahogany Hills” sangat layak menduduki juara pertama, namun tidak untuk “Hawa” yang didaulat sebagai juara kedua. Tanpa maksud merendahkan atau sejenisnya, namun saya rasa, cerita yang disuguhkan “Hawa” adalah cerita roman untuk kategori terbit regular, bukan buku terbitan hasil lomba. Semua hal dalam novel ini T-E-R-L-A-L-U biasa.

Apa yang membuatnya demikian? Let’s check it out!

- Saya tak menemukan chemistry of love dalam kisah cinta di novel ini, baik antara Hawa dengan Landu maupun Hawa dengan mantan tunangannya, Abhirama. Ibarat menonton film, “Hawa” adalah film yang sangat membosankan dengan menghadirkan pemain-pemain baru yang begitu kaku. Aktingnya kaku, dialog-dialognya tidak hidup, konfliknya datar, dan jalan menuju ending mudah ditebak serta terlalu mudah. Waktu-waktu yang tidak terlalu banyak yang dihabiskan Hawa dan Landu di pedalaman Kalimantan adalah waktu yang berjalan lambat dengan interaksi dua orang yang membicarakan entah apa dan tujuan pembicaraan entah ke mana. Sama sekali tidak jelas dan tidak menarik. Dengan susah payah saya mencoba mencari titik temu antara (calon) pasangan kekasih ini, namun titik tersebut terasa jauh panggang dari api. Hubungan antara Hawa dan Abhirama apalagi, selain sangat sedikit info tentang bagaimana hubungan mereka sebelumnya, mereka berdua adalah pasangan yang aneh.

- Diceritakan bahwa Landu adalah seorang polisi yang bertugas di sebuah pelosok desa, yaitu Desa Sejiram. Sebut sajalah Landu itu bertugas di unit terkecil bagian kepolisian, yaitu Polsek. Polsek biasanya bertempat (kantor) di pusat kecamatan dan bukannya di sebuah desa yang pelosok dan dengan hutan yang masih perawan. Namun dalam “Hawa” digambarkan bahwa kantor Landu ada di desa Sejiram. How come?

- Alasan Hawa membatalkan pernikahannya dengan Abhirama tidak masuk akal, apalagi yang membatalkan adalah pihak perempuan, yang notabene jika ditilik secara budaya timur, perempuan akan lebih berat menanggung malu karena gagal menikah. Hanya karena calon suaminya lupa acara foto-foto pre-wedding? Ini terlalu dibuat-buat dan saya nggak dapat logika ceritanya. Lebih tidak masuk akal lagi, setelah membatalkan pernikahannya sendiri, Hawa malah digambarkan seperti orang frustasi, yang seolah-olah dia baru saja ditinggal kekasih. Bagaimana bisa dia yang memutuskan kemudian dia yang frustasi?

- Oleh penduduk desa Sejiram, Hawa dipandang sebagai perempuan yang seperti orang gila. Bagaimana bisa dia dikatakan ‘seperti orang gila’ sementara sama sekali tidak ada penjelasan tentang itu? Di awal-awal, digambarkan bahwa Hawa adalah gadis yang jutek, kurang ramah, pendiam, pokoknya ciri-ciri gadis yang terluka. Hanya dengan karakter-karakter Hawa yang begitu di bagian awal, dengan seenaknya penulis mencap dia ‘seperti orang gila’. Tega sekali, melakukan sesuatu tanpa penjelasan yang logis.

- Di antara pasangan ini, tidak ada yang saya suka karena karakter mereka aneh. Jadi polisi kok makin ke sini makin centil? Hawa makin ke sini karakternya berubah. Abhirama yang tiba-tiba jadi pecundang dan makin ke sini dia lenyap tanpa kabar. Karakter Luna, adik Hawa, aneh. Masih kecil tapi bahasa-bahasa yang digunakannya dalam dialog adalah bahasa orang dewasa. Karakter Papa Hawa dan Oma Hawa lebih aneh lagi. Terlalu bijaksana seperti halnya Mario Taguh.

- Tanpa angin tanpa hujan, tiba-tiba Abhirama dan Landu adalah dua sahabat dekat. Ini aneh. Tampak sekali penulis berusaha mengkait-kaitkan sesuatu, ingin membuat benang merah antara ketiga orang ini, tapi penulis gagal melakukannya.

- Setelah ending yang terlalu mudah itu, penulis sepertinya gamang cerita ini mau dibawa ke mana. Mau diakhiri terus, tapi lembarannya masih terlalu tipis, dan tanpa konflik yang berarti sama sekali, tiba-tiba saja Hawa dan Landu menikah. Mungkin, atas dua pertimbangan tersebut, penulis lalu membuat bagian kedua novel ini agar terlihat klimaksnya. Namun, justru konflik di bagian ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan potensi konflik di bagian sebelumnya. Saya sebut ‘potensi konflik’ karena seharusnya penulis bisa lebih menggali konflik di bagian pertama dan bukannya menciptakan konflik yang berbeda di bagian kedua.

Well, sepertinya komentar saya untuk novel ini bernada negatif semua yak. Lalu kenapa saya harus terus membacanya? Saya selalu penasaran dengan sebuah tulisan hasil sebuah lomba. Saya ingin menemukan sesuatu yang membuat tulisan menjadi pemenang. Namun bahkan sampai ke halaman terakhir, saya tidak menemukan sesuatu yang istimewa sebagaimana buku yang didaulat sebagai juara pertama.

Namun demikian, saya tetap mencoba mencari hal yang positif yang bisa diambil pembaca. Bagaimanapun, sebuah karya milik anak bangsa mesti kita hargai karena hadirnya akan memperkaya khasanah dunia perbukuan Indonesia. Mungkin saya bisa mengatakan bahwa penggambaran tempat yang unik dengan profesi tokoh seorang polisi, yang jarang diangkat ke dalam novel, yang membuat novel ini memiliki nilai lebih. Meski tidak begitu detail menggambarkan nuansa lokalitas daerah tersebut, namun inilah ciri khas Harlequin, menyuguhkan cerita dengan latar tempat-tempat indah di dunia, yang mungkin tak terbayangkan sebelumnya oleh pembaca.

Harapan saya, semoga ini bukan buku terakhir Riani Kasih. Dan semoga saya tidak kecewa dengan buku-buku Amore selanjutnya :D
Profile Image for Biondy.
Author 9 books239 followers
July 31, 2013
Judul: Hawa
Penulis: Riani Kasih
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 254 halaman
Terbitan: Juli 2013

Setelah membatalkan pernikahannya dengan Abhirama, Hawa dan keluarganya pindah ke pedalaman Kalimantan karena Hawa merasa malu. Di sana berbagai kenangan masa kecilnya muncul. Kenangan ketika ibunya masih hidup. Tertekan karena kegagalan rencana pernikahan serta nostalgia masa lalunya, Hawa pun mengurung dirinya di kamar dan hidup bagaikan zombie, sampai dia membuka dirinya pada Landu.

Landu yang berprofesi sebagai polisi mampu membuat Hawa merasa hidup kembali. Bersamanya Hawa mampu menjalani hari-harinya dan merasakan cinta sekali lagi. Akankah Hawa menerima cinta Landu, ketika Abhirama menyusulnya dan memintanya kembali?

Review

Oke, sebelumnya saya sudah pernah baca novel dari lini Amore dan saya harus bilang, saya gak gitu suka. Dari 1 buku itu sih saya merasa kalau mungkin saya gak cocok dengan lini satu ini. Apalagi mengingat dia mengambil konsep Harlequin gaya Indonesia. Kenapa? Soalnya saya gak gitu suka Harlequin. Tapi lalu saya pikir, kalau untuk romans, saya lebih suka roman Indonesia ketimbang barat. Lebih cocok aja. Makanya saya pengin baca beberapa buku Amore lagi sebagai pembanding. Makanya saya memutuskan untuk mulai lagi dengan 3 besar lomba menulis Amore.

Terus kenapa mulai dari juara 2? Kenapa bukan dari yang juara 1?
Soalnya mulai baca dari yang juara 1 sudah terlalu mainstream *dikeplak

Lalu apakah novel ini mengangkat nilai lini Amore bagi saya? Jawabannya ya, tapi tidak terlalu naik juga.

Saya suka dengan penggunaan setting pedalaman Kalimantan yang Riani Kasih gunakan di sini. Salah satu karakteristik Harlequin, yang pernah saya baca di internet, adalah penggunaan latar tempat yang eksotik. Hal itu ada di buku ini. Saya suka penggambaran tempatnya dan saya pengin suatu hari bisa tinggal di lingkungan seperti itu.

Saya juga cukup suka dengan bagaimana Landu dan Hawa bertemu. Memang tipikal kesan pertama tidak begitu menggoda, tapi gak pakai acara tabrakan terus berantem atau kecipratan air kubangan.

Yang saya kurang gitu suka adalah konfliknya. Konflik antara Hawa dan Abhirama, yang selanjutnya akan saya sebut Abi, karena namanya susah banget diketik, tidak terlalu dalam. Ya, saya tahu pernikahan mereka batal. Ya, saya tahu Hawa yang ngebatalin. Ya, saya tahu Hawa ngebatalin karena Abi lebih peduli sama kerjaannya, tapi saya tetep merasa aneh dan tidak begitu bisa bersimpati sama Hawa.

Kayaknya sih penyebabnya karena masalah mereka kurang digali. Penjelasan pertengkarannya mereka aja cuma makan 2-3 halaman.

Terus soal Landu. Dia ini sebenarnya kerjanya apa sih? Dari mengurus kecelakaan lalu lintas, sampai ke patroli dengan speedboat, sampai bantuin orang ambil madu dari sarang lebah semuanya dilakonin. Oh, tambah lagi dia sering banget keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah.

Cuma dia emang romantis sih, dan juga berbodi oke. Tapi apakah banyak pembaca wanita yang klepek-klepek padanya? Saya serahkan itu pada para pembaca wanita :))

Hal lain yang saya gak suka adalah penyelesaian masalah antara Abi dan Hawa. Dude, masalah sebesar itu penyelesaiannya secetek itu? Di mana janji di blurb soal Hawa yang bingung antara Landu atau Abi? Pilihannya sudah jelas.

Lalu soal "Bagian 2" di novel ini. Saya merasa bagian itu ada plus-minusnya sendiri. Plusnya: saya suka bagian itu karena bagian itu mempertunjukkan sisi tidak bahagia dari sebuah kisah roman. Minusnya: saya merasa tiba-tiba dilempari sebuah konflik baru yang diselesaikan dengan buru-buru. Secara keseluruhan pendapat saya agak tercampur soal bagian ini.

Soal typo, ada beberapa yang saya catat.
- kata 'laka' di halaman 18 dan 21. Ini sebenarnya lebih ke arah bertanya sih. 'Laka' itu suatu kata sendiri (dialek bahasa daerah?) atau typo dari kata 'luka' yah? Saya bingung.

- kata 'pada' yang terketik ganda di hal. 44

- typo kata 'kembari' pada hal. 52

"Hawa" bagi saya jelas lebih bagus daripada Amore yang sebelumnya saya baca. Saya bisa melihat kenapa dia bisa sampai juara di lomba ini. Sekarang saya penasaran bagaimana juara 1 dan juara 3 lomba Amore akan menghadirkan ceritanya.

Buku ini untuk tantangan baca:
- 2013 New Authors Reading Challenge
- 2013 What's in A Name Reading Challenge
- 2013 Indonesian Romance Reading Challenge
Profile Image for Tirta.
252 reviews38 followers
July 15, 2013
Review originally posted at I Prefer Reading

Sejujurnya setiap kali saya baca buku hasil menang lomba yang diadakan oleh sebuah penerbit, biasanya lebih sering kecewa daripada setuju dengan pilihan juri. Lagipula saya belum pernah baca genre Amore. Tapi karena ini diadakan oleh Gramedia dan disebut-sebut di twitter editor kebanggaannya, saya penasaran juga.

Apa yang saya suka dari kisah Hawa?
1. Fisik dulu ya. Covernya cantik! Manis, pink pula. Tadinya saya niatnya cari Mahogany Hills (yang menang pertama Lomba Amore ini), tapi karena kebetulan adanya Hawa dan covernya attractive, jadi saya beli deh ;)

2. Latar cerita yang nggak biasa dan world build-up yang kuat. Sejiram, Kalimantan Barat digambarkan dengan baik oleh Riani Kasih. Suasananya, kehidupan para masyarakatnya. Hal-hal yang dilakukan Hawa dan Landu di kencan-kencan mereka juga asyik euy: sepedahan bareng kemudian nonton sunrise, belajar naik speedboat, panen madu. Jadi semacam great escape dari buku-buku lain yang kebanyakan nyeritain kisah-kisah berlatar kota metropolitan.

3. Kisah Landu dan Hawa ini berproses. Mungkin karena saya kebanyakan baca YA dimana *uhuk* insta-love udah nggak asing lagi *uhuk*, Landu dan Hawa yang awalnya nggak suka satu sama lain ini jadi 'wah' buat saya. Iyalah, belum apa-apa Hawa udah ngelempar kaleng minuman ringan aja ke Landu. Landu nganggepnya Hawa cuma cewek angkuh, Hawa juga berpendapat bahwa Landu aneh. Baru setelah beberapa kesempatan, mereka akhirnya lebih tau pribadi asli masing-masing.

4. Landu si polisi yang romantis ini.... Likeable banget deh ((senyum-senyum menye)). Berdedikasi terhadap pekerjaan, baik, ramah, penyayang pula. Rasa sayangnya Landu buat Hawa itu kerasa banget, terutama di bagian kedua dimana hubungan mereka bener-bener diuji.


Apa yang saya nggak suka dari kisah Hawa?
1. Typo :( Lumayan banyak nih typo-nya. Saya biasanya bukan orang yang rewel soal typo, tapi kali ini lumayan heran, karena kan, harusnya udah di-edit ya sebelum dibukukan? Semoga bisa diperbaiki di cetakan-cetakan berikut, ya.

2. Bahasa percakapan yang kaku... Kadang nggak masalah buat beberapa cerita. Apalagi dengan gaya penceritaan Riani Kasih yang khas ini. Tapi ketika cerita itu diselingi adegan-adegan konyol dan humor, rasanya agak aneh kalo bahasa kaku-nya tetap dipaksain. Juga, rasanya geli aja baca Landu ngucapin kata-kata gombal pake bahasa percakapan yang kaku gitu, hihihi.

3. Sayangnya, penyelesaian masalah Hawa-Landu-Abhirama justru terkesan antiklimaks. Karena udah di build-up sedemikian rupa dari awal cerita, waktu baca resolutionnya yang cuma begitu malah bingung sendiri: "Udah, segitu aja?"
Dari situ cerita juga terasa di-rush, pindah ke bagian kedua yang gap-nya lumayan jauh dan tiba-tiba ada konflik baru. Perpindahan antara satu adegan ke adegan lain jadi seolah dipaksain dan nggak ngasih kesempatan pembaca buat memproses ceritanya dulu.

Tapi secara keseluruhan, saya bisa ngerti juga sih kenapa cerita Hawa dipilih jadi pemenang kedua. Faktor terbesar rasanya dari gaya penceritaan Riani yang khas dan penggambaran latar/suasana Sejiram yang kuat. Mereka yang suka bacaan-bacaan ringan dan romantis akan suka sama Hawa. Cuma kalau diliat dari sisi bahwa ini pengalaman pertama saya baca Amore, I can't say that I'll love this genre but I still appreciate it. I'll prefer Metropop next time, though.
Profile Image for Ayu Fitri.
Author 8 books13 followers
August 31, 2014
Meh.
2 bintang aja dari aku.
Dari halaman awal sampe halaman akhir, aku hampir nggak suka semua hal di novel ini.
Maaf ya, mbak Riani.

Menurutku temanya oke.
Setting-nya juga oke banget karena jarang dipake.
Aku suka aku dapet wawasan baru soal tempat-tempat di pedalaman Kalimantan Barat.
Terus beberapa filosofi di novel ini juga bagus.
Aku suka filosofi soal bunga dandelion, menua bersama pasangan, dll.

Tapi.................
Aku nggak suka gaya penulisan mbak Riani yang menurutku kacau.
Logika di novel ini juga kacau banget menurutku.
Hawa itu kan perempuan dewasa, jadi masa cuma gara-gara masalah 'itu' sih dia ngebatalin pernikahan?
Mana main kabur aja, nggak konfirmasi baik-baik ke Abhirama.
Terus sikap Hawa di Bagian 2 juga lebay banget deh menurutku.
Dari hasil pengamatanku selama baca, si Hawa ini selalu ngerasa dia yang paling sengsara se-endonesa.
Reaksinya terhadap segala hal bisa kubilang berlebihan dan nggak dewasa banget.
Meh.
~_~

Dialog-dialog di novel ini juga hambar aja menurutku.
Datar.
Nggak bisa membuatku sebagai pembaca merasa ikut simpati atau empati ke karakter.
Aku malah nggak suka dan enek banget sama semua karakter di novel ini.
Serius.
Nggak ada satu pun karakter yang aku suka.
Maaf lagi, mbak Riani.

Soal filosofi yang bagus... sayangnya filosofi itu nggak dieksekusi dengan bagus.
Asal ditempel aja di cerita, nggak dibarengi logika yang oke jadinya ya... menurutku pribadi sih sangat mengecewakan.

Aku agak kecewa novel ini dapet juara 2.
Dan aku jadi curiga... apa novel-novel lain yang jadi peserta lomba emang buruk banget ya?
Dan novel ini yang paling 'lumayan' makanya bisa dapet juara 2?
Sekali lagi maaf, mbak Riani, atas semua review dan prasangka burukku.

http://thecloudsinautumn.tumblr.com/p...
Profile Image for summerreads ✨.
110 reviews
January 18, 2023
Re-read setelah bertahun-tahun. Sebenarnya premis ceritanya menarik, tentang seorang perempuan yang patah hati lalu melarikan diri ke rumah Omanya di pedalaman Kapuas Hulu. Jarang juga aku tau ada penulis yang mengangkat latar daerah terpencil di pedalaman Kalimantan Barat. Penulisannya juga enak dibaca dan ringan, tapi tetap manis.

Hanya saja, menurutku beberapa konflik di dalamnya dan bagaimana reaksi tokohnya menghadapi konflik agak kurang masuk akal. Agak gak make sense juga seorang perempuan melarikan diri dari rencana pernikahan —ayahnya dan neneknya membantu serta membiarkan ia melakukan itu. Ditambah lagi, calon suaminya gak kenal neneknya dan nggak tahu di mana neneknya tinggal. Agak rada janggal ya, sebenarnya.

Detail tokohnya cukup bagus tapi aku merasa tokoh Landu makin hari makin narsis, padahal Landu yang stay cool rasa-rasanya sudah cukup bikin penasaran pembaca. Selain itu, aku nggak tahu ya seharusnya bagaimana, tapi aku merasa Landu terlalu ‘lowong’ waktunya sebagai seorang Polisi. Apa memang kalau di daerah terpencil, hidup semua orang lebih berjalan lambat. Entahlah

Tapi aku angkat topi untuk penggambaran setting dan deskripsi tentang pengalaman mengendarai speedboat serta mencari madu ala masyarakat lokal. Semoga nanti ke depannya semakin banyak novel fiksi yang tetap eksplor wilayah-wilayah terpencil alih-alih kembali mengangkat setting kota besar atau ibukota. :”)
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ifnur Hikmah.
Author 5 books13 followers
July 29, 2013
Hawa membatalkan pernikahannya hanya karena tunangannya, Abhirama, membatalkan sesi foto pre wedding mereka di Bali dengan alasan kesibukan. Hawa menyadari kalau selama ini Abhirama selalu menomorsatukan pekerjaan ketimbang dirinya. Untuk mengobati patah hati, Hawa dan keluarganya—ayah dan adiknya, Luna—pindah ke Desa Sejiram, ke rumah Oma-nya, tempat dia menghabiskan masa kecil dulu. Tanpa sengaja Hawa bertemu Landu, polisi yang bertugas di sana. Pertemuan pertama mereka berlangsung kurang menyenangkan tapi mereka tidak bisa menolak takdir yang seolah menyatukan mereka. tapi, Abhirama kembali ke hidup Hawa.
Ini novel juara dua Lomba Penulisan Novel Amore Gramedia. Dengan embel-embel juara dua dan Gramedia, gue berkespektasi tinggi terhadap novel ini. Apalagi blurb-nya sangat menjanjikan sebuah drama. Tapi, gue serasa jatuh dari ketinggian seratus meter karena ekspektasi gue ketinggian.
Gue kecewa dengan buku ini.
Karena gue antimainstream, gue mau mulai dari kenapa gue kecewa dengan buku ini.
Konflik: enggak jelas. Dari blurb, gue menangkap akan ada drama antara Hawa-Landu-Abhirama. Tapi, enggak ada, tuh. Gue merasa karakter Abhirama ini hanya tempelan. Alasan pembatalan pernikahan Hawa dan Abhirama enggak terlalu dieksplor, hanya dibilang karena Abhirama terlalu sibuk. Bahkannnnn sampai akhir gue enggak tahu apa pekerjaan Abhirama sampai-sampai dia jauh lebih sibuk dari presiden. Harusnya pertemuan mereka kembali bisa menimbulkan konflik luar biasa, ditambah twist yang dikasih penulis kalau Abhirama ini teman SMA Landu—jujur, gue terganggu dengan twist ini—tapi malah enggak ada konflik. Penyelesaiannya udah gitu aja. Abis Hawa menolak Abhirama, dia ke rumah Landu karena bingung. Ngapain bingung coba, lha dia udah mutusin buat jalan sama Landu. Dan, udah, nikah aja gitu.
Cewek yang batal menikah enggak akan semudah itu untuk mau menikah, apalagi dengan cowok yang baru ketemu 3-4 kali dan menghabiskan satu kali weekend saja. Dia sama Abhirama pacaran empat tahun, lho. Cuma karena diajak naik speedboat dan memanen madu, lalu itu berarti Landu is the one? Mana chemistry-nya? Interaksi di antara mereka enggak menumbuhkan chemistry itu. Fiksi pun harus realistis, tapi ini enggak realistis sama sekali.
Oh, ada bagian kedua. Dan… apa hubungan bagian kedua ini dengan bagian pertama? Dear Riani Kasih, kalau gue jadi elo, gue akan mengeksplor kemungkinan konflik di bagian pertama, menambah interaksi Hawa dan Landu, dan juga memperkuat karakter Abhirama dan enggak hanya bikin dia kayak tempelan, dan membuang bagian kedua ini. Enggak guna dan enggak ada hubungan dengan bagian pertama. Kalau masih mau ada bagian kedua, please, kuatin dulu bagian pertama.
Gaya menulis seperti ini bikin gue ingat The Choice Nicholas Sparks. Ada dua bagian juga. Tapi, Sparks memulai dengan sedikit inti bagian kedua, yaitu si istri kecelakaan. Lalu perlahan-lahan pembaca diajak mengikuti kisah pertemuan kedua tokoh sejak awal sampai mereka menikah, dengan konflik yang pas dan interaksi yang pas, lalu masuk ke bagian kedua, pembuktian cinta sang suami. Tapi, di novel Hawa ini kehadiran bagian kedua terlalu tiba-tiba di seperlima akhir dan enggak ada hubungan dengan pertama.
Intinya, konflik kurang tergali dan banyak kemungkinan drama malah dibuang.
Karakter: enggak jelas. Awalnya gue memikirkan akan menemukan another-Tucker Matthew seperti yang dihadirkan Rachel Gibson. Polisi di kota kecil yang suka sama tetangganya. Tapi… karakter Landu kurang kegali. Awalnya dia dihadirkan sebagai sosok polisi muda yang serius, lalu di tengah-tengah jadi centil, dan di belakang jadi pede jaya dan gombal. Hawa lumayan tergali meski gue merasa banyak self insert penulis di sini. Kebanyakan penulis pemula memang suka self insert. Hawa yang baru lulus kuliah, sudah menerbitkan antologi pertama, dan penulis novel, persis sama dengan biodata penulis. Enggak masalah, sih, cuma ya paling enggak kasih tahu gitu dia umur berapa. Ini enggak ada, dan ciri-ciri fisik juga enggak disebutin. Yang paling kasihan adalah Abhirama. Udah cuma jadi tempelan, eh enggak dikasih tahu lagi fisiknya kayak apa. Cuma dibilang super sibuk tanpa tahu kerjaannya apa.
Karakter lain juga mengganggu. Praba, bokap Hawa, terasa feminin banget. Gue merasa Hawa malah ngomong sama mamanya ketimbang papanya. Oma Naning juga terasa mirip Praba. Enggak ada pembeda yang jelas. Buku ini mengambil PoV3 dan seolah-olah penulis mau masukin semua yang diketahui tokoh. Perpindahan antartokoh kurang smooth. Dan, yang paling ganggu adalah detail enggak penting seperti nostalgia Praba tentang almarhum istrinya yang panjang banget dan enggak ada hubungannya dengan kisah Hawa.
Chemistry: minus. Gue rasa ini karena prosesnya terlalu cepat jadi kurang tergali sifat masing-masing tokoh yang mampu memunculkan chemistry. Itulah kenapa gue bilang di awal kalau saja konfliknya lebih dimatangin, mungkin chemistry bisa terbentuk dengan sendirinya.
Lalu, kenapa buku ini bisa jadi juara dua?
Gue rasa karena idenya fresh. Desa Sejiram yang thank to this book karena kalau enggak gue enggak akan tahu ada desa ini. Juga Danau Sentarum yang indah banget. Riani Kasih benar-benar juara menggambarkan deskripsi tempat ini. Adegan naik speedboat di sini manis banget. Coba adegan manis ini ditambah, dan interaksi ditambah, deegan mengeksplorasi daerah lain di Kapuas Hulu, pasti makin oke.
Dan, polisi. Ini menurut gue jadi salah satu nilai plus. Tokoh polisi jarang diangkat di novel roman lokal, enggak kayak novel roman luar yang polisi bisa jadi romantis atau bahkan kinky. Sebuah angin segar aja menurut gue.
Lalu, gaya menulisnya? Ini subjektif karena gue enggak suka gaya yang mendayu-dayu seperti ini. Gue malah suka interaksi Landu dengan anak-anak local dalam bahasa local.
Sebagai pemenang lomba, jujur gue kecewa kenapa ini bisa jadi pemenang. Well, bukan berarti gue merendahkan Riani Kasih, ya, cuma rasanya ini kurang aja untuk jadi pemenang kedua. Gue malah prefer Heart Quay, yang jadi pemenang ketiga. Buktinya, gue masih bisa mengingat dengan jelas seperti apa Kenneth Yang. Sedang gue udah lupa Landu kayak apa padahal baru baca semalam, kecuali dia suka banget keluar dari kamar mandi dengan rambut basah.
That’s it.
Dan, ini jadi buku pertama yang gue banting begitu abis baca karena emosi saking kecewanya.
Profile Image for Just_denok.
366 reviews7 followers
January 7, 2014
Sudah lama novel ini nangkring di rumah. Tahun lalu sudah sempat baca bagian awalnya, tapi nggak diterusin karena sibuk dan tergoda dengan novel2 lain. Dan sekarang memutuskan untuk melanjutkan membaca. Agak sedikit kaget sih ngeliat ratingnya di GR, secara novel ini masuk 3 besar lomba novel Amore.

Hawa menceritakan tentang kehidupan gadis bernma Hawa. Seorang penulis fiksi. Dia baru saja membatalkan rencana pernikahannya dengan Abhirama, karena Hawa merasa bahwa Abhirama sudah tidak memprioritaskan pernikahan mereka. Karena malu dengan gagalnya pernikahan itu, Hawa memutuskan untuk pindah ke tempat tinggal neneknya di Sejiram. Dan disana lah dia bertemu Landu, seorang polisi yang bertugas di Sejiram. Keduanya bertemu di keadaan yang membuat Hawa kesal pada Landu. Tapi lama kelamaan, seiring berjalannya waktu, interaksi yang terjadi diantara keduanya, Hawa mulai menyadari bahwa Landu tidak semenyebalkan yang ia kira. Ketika akhirnya Landu menyatakan perasaannya kepada Hawa, dan Hawa memutuskan untuk membuka hatinya kepada Landu, datanglah Abhirama dengan segala penyesalan atas apa yang telah dia lakukan. Dan siapa sangka, jika Abhirama adalah sahabat Landu. Lalu keputusan apa yang akan diambil Hawa?silahkan baca novel ini dey :).

Saya suka cover bukunya. Lucu. Sayangnya saya nggak suka quotes di covernya, yang mengatakan bahwa hidup Hawa seperti dandelion, tumbuh dan mekar kemanapun angin menerbangkannya. Filosofi hidup Hawa itu saya artikan kalau dia tidak memiliki kemampuan untuk mengatur hidupnya sendiri. Memang semua ada di tangan Tuhan, Sanga Mahakuasa, tapi manusia kan di wajibkan berusaha. Ya,itu pandangan pribadi saya sih. Saya agak tidak suka dengan pribadi Hawa, dia terlalu labil. Masih kekanakan. Saya malah merasa Luna adiknya itu lebih dewasa ketimbang Hawa. Luna bisa menyikapi suatu keadaan dengan tenang dan baik. Sedang Hawa, tampaknya dia lebih meledak-ledak, herannya kok Hawa berasa nggak suka sekali dengan sikap Luna itu. Harusnya dia bisa mencontoh sikap tenang dan friendly nya Luna. Apalagi pada orang yang baru dikenal seperti Landu. Landu okey sih, walau karakternya nggak terlalu kuat, saya suka penulis bisa menjabarkan sikap dan tanggung jawab seorang polisi yang benar.

Hal yang menurut saya agak aneh di novel ini adalah ketika Hawa memutuskan untuk menikah dengan Abhirama diantara banyak hal yang ia tidak mengerti tentang lelaki itu. Lalu tiba2 memutuskan untuk membatalkan pernikahan karena Abhirama membatalkan acara prewed mereka. Di novel ini dijelaskan bahwa Hawa bosan selalu dinomer sekian kan oleh Abhirama, sehingga memutuskan untuk membatalkan pernikahannya saja. Harusnya nggak semudah itu, Hawa memutuskan menikah, dan mengakhirinya begitu saja tanpa penjelasan yang baik. Pernikahan kan hal yang besar, harusnya sebelum memutuskan menikah Hawa sudah tahu lah kalau Abhirama sering menomerduakannya, maka tidak jauh kemungkinan setelah menikah sikapnya tetap sama. Kalau dari awal Hawa tidak suka dan tidak bisa mengerti, untuk apa memutuskan menikah dengan Abhirama. Kurang bagus rasanya memaksakan untuk mengerti jika pada akhirnya kita tetap tidak mengerti. Lalu konflik di bagian dua dari novel ini, menurut saya terlalu dipaksakan untuk ada. Jadinya saya nggak sreg bacanya.

Novel ini alurnya lambat buat saya, tapi ceritanya tenang. Bahasanya ya standar sih khas amore, lembut dan tidak ceplas ceplos. Interaksi antar tokohnya okey sih, walau rasanya agak flat tapi saya masih bisa mengikutinya. Saya kagum pada penulis dengan kemampuannya menciptakan serta menceritakan kondisi tempat yg menjadi setting di novel ini. Penulis juga pandai menyelipakan keindahan alam yang bikin saya bener2 mupeng pengen main ke Kalimantan. Keindahan sungai di hutan, tenangnya suasana Danau, udara pedesaan yang segar, dan indahnya sunrise bikin saya bisa menikmati novel ini walaupun saya nggak dapet nyawa dari ceritanya. Saya selalu suka dengan penulis yang bisa bikin saya ngerasa jalan2 saat membaca novelnya :).

Well, dua bintang untuk jalan cerita dan satu bintang untuk penggambaran suasana yang bikin saya mupeng mau kesana. Tiga bintang untuk novel ini :)
Profile Image for Natha.
780 reviews73 followers
July 15, 2013
Err, belum apa-apa, aku sudah secara ekstra tidak suka dengan tokoh utama perempuan yang menjadi judul buku ini. Jadi, jangankan melanjutkan... =.=a

----------------------------


Akhirnya kelar jugaaaaaa.!
Motivasi utama mengelarkan adalah aku penasaran apakah yang membuat kisah ini mendapatkan peringkat lebih baik daripada Heart Quay, karena jelas buku yang itu jauh lebih aku suka, tapi tentu tidak mengharapkan sebaik Mahogany Hills, itu buku terlalu keren untuk dikalahkan yang lain. :))
Well, agaknya aku sependapat dengan beberapa yang pernah berkata kepadaku tentang buku ini. Hmm, tidak akan membahas tentang typo tentunya, aku hanya membahas tokoh dan alur ceritanya.

Tokoh ya, aku sejujurnya tidak mengerti dengan pekerjaan Landu, apakah polisi memang pekerjaannya serabutan begitu? Atau memang ini hanya terjadi di sebuah novel saja? Yang pasti aku hanya menangkap dia itu polisi, namun pekerjaannya ngapain saja, tidak jelas. Karena bisa dibilang dia selalu ada di mana pun Hawa ada. Dan kenapa sifatnya jadi beda jauh antara awal dan akhir buku? Apa itu karena cinta mengubah kepala jadi kaki dan kaki jadi kepala? *siyulsiyul*

Lalu Hawa, astaganaga, aku mengerti kalau anak sulung yang beda usia dengan adiknya terlalu jauh biasanya cenderung bersifat manja. Tapi yang ini manjanya keterlaluan. Hei, dunia tidak berputar di sekitarmu dengan kamu sebagai pusatnya! Plis deh. Itu keluargamu khawatir denganmu, tapi boro-boro berusaha untuk bersikap kuat, malah sebaliknya. Bahkan Luna saja masih lebih dewasa. Dan terkesan terlalu gampang memutuskan sesuatu. Oke, calon suami si Abi itu mengabaikanmu, tetapi langsung memutuskan tak akan menikah? Sepihak pula. Manja. Persiapan sudah rampung, lalu mendadak batalin nikah, uangnya nggak balik lho. Apa nggak sayang? Oh, mungkin yang keluarin uangnya Abi x ya, makanya bisa dibatalin begitu saja. Lagipula, Hawa khan tahu Abi gila kerja, koq mau diajak nikah? Seharusnya sudah ngeuh dong kalau pasti dijadikan urutan kesekian dalam hidup Abi. Khan hubungannya sudah empat tahun, bukannya main pergi lari dari kenyataan begitu saja. Mirip abege labil. Bilang dulu keq sama Abi, ngegantungin orang tuh kasihan sama yang digantungin.

Abi, mantan tunangan Hawa, mungkin kamu memang workaholic, tapi konflik antara kamu dengan Hawa dan Landu jadi terkesan tempelan. Karena saat Abi minta balik dengan Hawa, Hawa dengan gamblang pasti memilih Landu lha. Dari awal tidak ada kenangan bahagia macam apa pun yang dikisahkan antara Abi dengan Hawa, Hawa tak perlu sesusah yang dibayangkan dalam sinopsis untuk memilih Landu. Dan hubungan Landu dengan Abi sebagai teman masa sekolah itu bikin aku ngarep ada konflik lainnya dan keinget dengan buku amore lain karya Shandy Tan. Sayangnya eksekusi dalam calon konflik ini tidak ada.

Lalu, lagi-lagi Hawa bersikap tertutup saat ada masalah lain di bagian kedua. Aku malah lebih setuju Landu meninggalkan Hawa. :)) Oh, aku memang pembaca yang sadis. Kamu terlalu baik untuk Landu, Hawa! Dia layak mendapatkan yang lain. Ckckck. Yah, tapi kisah roman khan harus berakhir bahagia, so, mereka bahagia koq. Dan aku juga bahagia karena akhirnya selesai baca juga.

Waktunya baca yang lain.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
July 9, 2013
Mungkin karena ini juara ke-2 penulisan Amore, aku jadi berekspektasi tinggi terhadap novel ini dan ketika aku menutup cerita ini, jujur aku tidak bisa terlalu menikmati novel ini. Membaca novel ini terkesan perpindahan alur cerita begitu cepat sehingga konflik yang ditawarkan pun menjadi tidak terlalu "mengena".

Novel ini bercerita mengenai kisah hidup Hawa, yang sedang patah hati karena rencana pernikahannya dengan Abhirama, kekasihnya yang telah dipacari beberapa tahun terakhir dan akan segera menikah harus batal, dan bukan Abhirama yang memutuskan untuk berpisah tapi Hawa sendiri yang membatalkan secara sepihak dan kemudian menghilang begitu saja dari kehidupan Abhirama.

Sampai disini, ketika mengetahui alasan batalnya pernikahan mereka, aku merasa Hawa terlalu berlebihan, hanya karena Abhirama membatalkan agenda pemotretan pre-wedding mereka, Hawa langsung memutuskan untuk berpisah, haloooo ini bukan hanya pacaran tapi rencana pernikahan loooooh!!! Tidak main-main, walau karena alasan itu Hawa merasa bahwa kesabarannya sudah habis karena selama ini selalu dinomersekiankan oleh Abhirama karena kesibukannya selama ini.

Kemudian, Hawa dan keluarganya akhirnya pindah ke desa Sejiram, tempat tinggal omanya, tempat dimana banyak kenangan masa kecil Hawa dengan ibunya. Semua itu dilakukan untuk menyembuhkan patah hati Hawa. Tapi, kemudian keadaan berbalik, Hawa bertemu dengan Landu, dan rasanya terlalu cepat sekali Hawa move-on kemudian mereka jatuh cinta dan bahkan menikah. Rasanya alur ceritanya terlalu kecepatan, apakah mungkin karena keterbatasan halaman atau memang penulis memang bercerita seperti itu.

Yang jelas, novel ini dibagi dalam 2 Bagian, before and after Hawa bertemu Landu dan setelah mereka menikah. Belum sampai disitu saja, ternyata penulis mengagetkanku dengan kejadian yang menimpa Hawa dan Landu, rasanya bagian kedua ini hanya untuk memanjang-manjangkan cerita, jujur aku tidak bisa mendapatkan chemistry diantara para tokoh.

Kelebihan novel ini adalah aku masih sanggup menyelesaikan hingga halaman terakhir, karena aku penasaran mau dibawa kemana akhir kisah Hawa? Untungnya, novel ini menawarkan setting suasana pedesaan yang memukau, sehingga aku masih bisa sedikit membayangkan keindahan setting yang ditawarkan ^^
Profile Image for Inge.
150 reviews3 followers
October 5, 2013
Karena buku ini menjadi juara 2 dr lomba penulisan novel Amore oleh Gramedia, mungkin membuat ekspektasi agak lebih tinggi, sehingga setelah baca sedikit menuai kecewa.

Hawa, tokoh utama di buku ini bisa dikatakan cepat sekali move on. Berawal dengan keputusan sepihaknya mengakhiri hubungan dengan kekasihnya walau pernikahan tinggal menunggu bulan untuk dilaksanakan. Aneh ketika keputusan itu diambil hanya karena rencana pengambilan gambar pre-wed yang batal karena kekasihnya sibuk bekerja. Kenapa baru sekarang protes, lebih lagi protesnya langsung dengan pembatalan rencana pernikahan. Mungkin ini yang disebut memendam masalah itu seperti menanam bom yang tinggal menunggu waktunya untuk meledak.

Kemudian sosok ayah dan nenek Hawa yang mungkin dimaksudkan menggambarkan sosok yang pengertian tapi jadinya (sekali lagi) aneh!

Semua serba cepaaaat... Belum lagi ada "bagian dua" yang seperti menghindari... "looooh kok tiba-tiba"
Apa karena keterbatasan halaman? Dibandingkan dengan juara 1 buku ini lebih tipis, jadi kenapa tidak dibuat runtut mengalir saja, kenapa tiba-tiba langsung bagian 2??

Tadinya kasih 2,5 bintang terlebih endingnya cukup manis... tapi karena ngerasa dari halaman awal banyak keganjilan buatku... jadi 2 bintang deh.
Profile Image for Rose Gold Unicorn.
Author 1 book146 followers
April 16, 2014
sebenarnya saya mau kasih bintang 1. tapi janganlah. kok kesannya buku ini gak layak baca banget.

serius lho, saya kesel setengah mati sama tokoh utamanya yang luaaarrr biasa childishnya. mutusin batal nikah cuma gegara si cowok gak dateng ke acara launching buku pertama pacarnya, karena si cowok sibuk kerja. du rasanya pengin ngelabrak si tokoh utama terus bilang "eh mbak! masih untung kali laki lu kerja bukan selingkuh!"

setelah empat tahun pacaran terus batalin nikah sepihak sampe akhirnya disamperin sama mantan tunangannya jauh-jauh ke kalimantan masih lho ga bikin si tokoh utama luluh atau apalah itu. gila. gak punya hati banget ni cewek. malah tetap menjalin hubungan sama pak polisi yang baru dikenal. gampang banget sih situ move on-nya???!!!

ga ngerti kenapa bisa menang juara dua lomba amore. atau memang amore itu semenye-menye ini yah? aduh janji deh kalau gitu ini kayaknya amore kedua sekaligus terakhir yang saya baca. ga kuat buat ga nyinyir bo!

tapi di ending si tokoh utama akhirnya buta. *ketawa setan*

tambahan: kaver bukunya juga jelek bahannya (bukan desainnya lho ya). terbuat dari kertas karton yang terlalu kaku. gampang keliyatan lecek meskipun terlipat sedikit.


Profile Image for Yuliana  Permata Sari.
208 reviews12 followers
August 26, 2013
http://thelittlepresent.blogspot.com/...

So, did I like this book or not?
Absolutely No!
Sorry to say..

First: Karena ini POV orang ketiga, tapi kok rasanya karakter semuanya nyaris sama?
Contoh ayah dan nenek Hawa, saya tidak tahu bagaimana mengatakannya. Tapi rasanya kalau punya ayah seperti ayahnya Hawa, kayaknya agak aneh.
Terlalu feminim, sepertinya itu...

Second: Inti ceritanya apa?
Hawa yang mutusin Abi? Rasanya konfliknya kurang kena? Hanya karena sibuk trus batalin pernikahan? Kok bagi saya...

Lalu tiba-tiba buku ini punya cerita bagian kedua yang makin bikin meh. Sekedar saran sih, daripada di kasih bagian kedua kenapa bagian pertamanya gak di matengain dulu sih?

Third: I don't like them.
Yes, Landu and Hawa. Kisah cinta mereka ter...
Profile Image for Devya Widhiyanti.
62 reviews3 followers
September 20, 2013
udah baca lama tapi baru ingat belum ngereview-_-
pemenang novel amore kedua ini berasal dari daerah saya sendiri yaitu kalimantan barat. saya heboh sendiri pas tau hahaha.
hawa yang memutuskan pernikahannya dengan abi pergi mengasingkan diri ke kapuas hulu, tempat ia dibesarkan dulu. di sinilah ia bertemu dengan landu dan mulai menyukainya. tapi ternyata landu adalah sahabatnya abi yang berhasil menyusul hawa ke kapuas hulu.
aku benar-benar kagum dengan deskripsi yang ada di novel ini. apalagi kencannya ditempat-tempat yang anti mainstream banget buat di novel-novel. selain itu jarang juga aku membaca novel dengan tokoh seorang polisi. anti mainstream deh ini novel.
walaupun diawal-awal halaman aku merasa bosan dan percakapannya yang menurutku agak kaku. novel ini worth to buy kok. dan novel ini bakal buat kamu kepengen ke danau sentarum!
Profile Image for Fitria Mayrani.
526 reviews25 followers
August 3, 2013
Suka sama setting tempatnya. Suasananya mengingatkan aku pada novel Tere Liye dan Gege Mappangewa. Ya, aku terlalu jenuh dengan suasana metropolitan.

Amore kali ini lumayan bagus. Sebelumnya aku sempat membaca Amor namun aku sangat gak suka sama cerita yang isinya berantem melulu. Amor kali ini adalah hasil kompetisi jadi ku pikir ceritanya akan ciamik.

Meski berakhir happy ending, aku agak gak suka sama nasib tokohnya. Aduuhh yang bener aja, kayaknya malang bener gitu nasibnya si Hawa. Beruntung dia punya suami dan keluarga yang teramat menyayanginya. :D
Profile Image for Pattrycia.
351 reviews
July 7, 2013
Ide ceritanya sebenarnya bagus, namun penulisannya masih mentah dan banyak typo. Ada beberapa bagian yang terkesan lompat2, tapi sejauh ini masih bisa dimengerti. Konflik di antara Landu, Hawa dan Abhirama juga tidak berkepanjangan karena sang penulis lebih memfokuskan cerita ke Landu dan Hawa. Cerita cinta Landu dan Hawa juga simple & kurang berkesan. Overall the story is good, just not the best.
Profile Image for Desy Miladiana.
Author 10 books15 followers
July 22, 2013
For me, It was ok, but the way the author tell story make me cant close the book so, I give 3 star of 5 :)

Salut sama Landu, tapi serius ya -_- konfliknya kurang, masa adegan berantem sama Abi cuma 2 halaman doang. Terus ya, bukannya sebagai seorang dokter dia gak akan mau menerima donor apapun dari orang yang masih hidup, serius ya ini dokter kenapa coba -_-. Terus ya, lumayan lah, so sweet gitu, tapi kurang greget.
Profile Image for Delisa sahim.
274 reviews13 followers
August 2, 2013
2,5 bintang. Dan cukup bagi saya.

Suka sih dengan rangkaian kalimat-kalimatnya. Dan suka dengan keadaan pedesaannya. Terlebih madunya. Jadi kepengin.. *penulis, tanggung jawab!!, hehehe*

Agak tega juga ini penulis,
Masa bikin tokoh utamanya buta..
*spoiler*

Terus, pekerjaan Hawa apa dong?
Bukannya Hawa itu pekerjanya sebagai penulis,ya?

Sepele sih tapi bagiku itu membuat kesel.
Endingnya pun walaupun bagus tidak kena bagiku.

Terima kasih :)
Profile Image for dea arief.
39 reviews4 followers
Read
September 21, 2013
Cukup lama waktu yang saya butuhkan untuk menamatkan satu novel ini, entah terkendala kesibukan atau memang kurang menariknya novel ini untuk ditamatkan dalam waktu singkat. Tapi ya setidaknya pada akhirnya saya berhasil menamatkannya *huff*
2 bintang deh buat novel ini
Tema nya menarik sih, cuma bagi saya alur ceritanya terlalu cepat
Ya masa baru kenal bentar udah ngajak nikah aja sih

So, 2 bintang nya buat cover nya yang manis dan buat akhir cerita nya yang agak mengejutkan
Profile Image for Fitria.
23 reviews30 followers
October 21, 2014
Selamaaat... Riani!
Sesama warga Kalbar ikut bangga karena berhasil menembus penerbit besar sekelas Gramedia.
Suka dengan ide ceritanya. Sebagai orang yang lahir d Pontianak, sy belum pernah menjelajahi kabupaten paling jauh dari ibukota propinsi. Lumayan menambah keinginan sy tuk mengunjungi danau sentarum.

Ditunggu karya selanjutnya Riani :-)
Profile Image for Marista yunis.
67 reviews15 followers
April 30, 2014
setelah baca Mahogany Hills yg jdi juara Amore dan ternyata ga mengecewakan, lgsg berburu yg juara kedua, dan ternyata sdikit kecewa. ceritanya sult diikuti, alurnya cepat... dan maslah diending itu agak maksa ya,,
Profile Image for Fradita.
84 reviews2 followers
September 3, 2015
Aku suka setting dan keseluruhan ide cerita. Akhirnya ada yang nulis setting di Kalimantan yaaaay. Tapi sayang eksekusinya makin lama makin lemah. Terlalu mendayu dayu (atau itu emang ciri khas novel Amore ya?) Yang jelas bukan seleraku deh.
Profile Image for Titi Sanaria.
202 reviews37 followers
Read
February 23, 2016
Berharap lebih dari embel-embel gelar juara yang dipromosikan di sampulnya yang manis, tapi mungkin karena soal selera, agak kurang dapat feel-nya.

Dan kenapa juga ending yang seharusnya sudah manis harus ditambahkan ekstra part yang malah bikin depresi sih?
Profile Image for Merry.
29 reviews2 followers
July 12, 2013
kurang klimaks.. tp adegan harunya sangat menyentuh dan membuatku berkaca-kaca..
cinta itu memang butuh bukti, bukan cuma kata-kata, janji..
Profile Image for Dyah.
1,110 reviews62 followers
July 26, 2013
There are just ... too many aspects I don't like, from the cover art to the content ...
I can only frown.
Profile Image for ahmad.
188 reviews4 followers
May 4, 2014
menurutku buku ini asik - asik aja namun kurang "menggigit" saja untuk jadi juara 2 masalahnya yang pemenang berbakat dan finalis ada yang lebih keren... (menurutku)
Profile Image for Putri Ananta.
Author 1 book12 followers
February 9, 2016
actually 2.5 of 5 stars.
Terlalu banyak deskripsi, jadi sering loncat-loncat.
Review panjang menyusul kalau tidak lupa.
Displaying 1 - 27 of 27 reviews