Rin Amami, a street dancer, has dreamed of being a singer, but his frog-like voice has always embarrassed him and convinced him that he didn't stand a chance, until he meets the Beatmen.
Wuhuuuuu~~~ My boy Rin is still as cute and sexy as eveeerrr!! Yaampun, gak nyangka di sesi re-read ini si Gie bakal jejeritan manggil Rin "my boy", "my baby", "anakku" wkwkwkwk~ Yaampun, zaman emang udah berubah, selera cowok (fiksi) juga (sedikit) berubah. Btw, sampai sekarang pun si Gie gak bisa ngebayangin Shino itu masih SMA, lho. Seenggaknya dengan sifat yang sangat dewasa itu, dia cocoknya jadi mahasiswa, atau bahkan udah kerja. Waktu pertama baca dulu juga kayaknya si Gie gak nganggap Shino masih belasan tahun lol. Anw, kesulitan baca komik tentang musik itu selalu sama: gak bisa ngebayangin suara/musiknya. Begitulah. Dari dulu si Gie bertanya-tanya, suara Rin kalau di kenyataan bakal kayak gimana. Untuk saat ini, yang baru kebayang sama si Gie itu suara Yuhgo dan Shino. Sisanya masih blur.
The battle between the Beatmen and their rivals gets more personal! Plus, our lead is developing both his musical and his interpersonal skills. I liked that this volume ended at a good stopping point, instead of on a cliffhanger.