Jump to ratings and reviews

Blackjack

Cantik, kaya, dan baik hati adalah modal bagi Ashlyn untuk mendapatkan lelaki yang sempurna. Lelaki yang mencintainya. Namun jalan hidup berkata sebaliknya.

Ashlyn jatuh cinta setengah mati pada Jaeed, sesama mahasiswa Indonesia di Newcastle, Inggris. Jaeed-lah yang memperkenalkan Ashlyn pada permainan roulette, slot machine, dan permainan kartu blackjack. Jaeed-lah yang mengeruk uang Ashlyn untuk membayar utang judinya. Dan Jaeed pula yang mempermainkan cinta Ashlyn.

Mampukah Ashlyn bertahan ketika akhirnya judi merampas seluruh hidupnya? Membuatnya terlunta-lunta di London?

Diangkat dari kisah nyata, cerita Ashlyn adalah kisah yang bisa terjadi pada setiap perempuan.

...Because life is not a gamble.

320 pages, Paperback

First published August 1, 2013

Loading...
Loading...

About the author

Clara Ng

75 books302 followers
Clara Ng adalah pengarang sejumlah novel dewasa dan juga buku anak-anak. Ibu muda berbintang Leo ini lahir di Jakarta tahun 1973. Lulusan di Ohio State University jurusan Interpersonal Comunication ini tidak pernah bercita-cita jadi penulis, namun kini karya-karyanya mengalir tanpa henti.
Novel-novel dewasa yang sudah diterbitkan adalah Indiana Chronicle: Blues, Indiana Chronicle: Lipstick, Indiana Chronicle: Bridesmaid, The (Un)Reality Show, dan Utukki: Sayap Para Dewa.
Buku anak-anaknya yang sudah terbit adalah Seri Berbagi Cerita Berbagi Cinta.

Ratings & Reviews

What do you think?

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
17 (10%)
4 stars
34 (20%)
3 stars
56 (33%)
2 stars
45 (26%)
1 star
17 (10%)
Displaying 1 - 30 of 50 reviews
Profile Image for Anggi Hafiz Al Hakam.
335 reviews5 followers
August 12, 2013
“Kamu tertipu karena dibutakan cinta. Dari segala kebodohan, kebodohan cinta adalah kebodohan yang paling bodoh."

Kalau kau masih penasaran bagaimana cinta membutakan segala yang ada pada dirimu, sila baca sendiri kisah Ashlyn yang cinta setengah mati sama Jaeed, kekasihnya. Perlakuan spesial Jaeed pada Ashlyn sejak pertemuan pertama mereka meninggalkan kesan yang dalam. Ashlyn pun menerima Jaeed untuk menjadi kekasihnya. Jauh di suatu negeri dimana Ashlyn pernah dijanjikan Mamanya untuk bertemu seorang pangeran.

Tidak ada yang tahu pasti siapa itu Jaeed. Andrew jelas sudah memberi sinyal lampu kuning pada Ashlyn. Begitu pun sahabatnya, Laura. Ashlyn sendiri jelas membela dirinya dengan memberi pembenaran bahwa semua pikiran mereka tentang Jaeed adalah salah. Ashlyn mulai terlibat lebih dalam dengan perasaannya sementara kedok Jaeed belum jelas benar.

Sekali, Ashlyn pernah mengikuti Jaeed ke Kasino. Itu pun terpaksa karena ingin membuktikan bahwa Jaeed membohonginya. Semakin lama, Ashlyn semakin jatuh cinta. Sedang, Jaeed mulai menampakkan dirinya. Berkali-kali Jaeed memaksa Ashlyn untuk meminjaminya uang. Dengan alasan yang nampak masuk akal bagi Ashlyn. Tidak ada yang mampu menghalangi orang yang sedang jatuh cinta. Apapun akan dilakukan walau harus mengorbankan uang jatah kuliah.

Hal itu terus berlanjut hingga akhirnya Jaeed menghilang dan meninggalkan hutang yang tak terbayar. Tidak hanya pada Ashlyn, Jaeed berhutang pada hampir semua mahasiswa Indonesia yang dikenalnya. Ashlyn mulai menyadari kesalahannya. Apalagi, setelah sahabat terbaiknya, Laura dan Adel pulang ke Indonesia usai meraih gelar sarjana. Berkat pertolongan Tante Erly, Ashlyn tidak lagi menggelandang.

Hidup nampaknya akan lebih mudah setelah pertolongan itu tiba. Namun, sekali lagi Ashlyn tidak mampu membedakan cinta. Usai dijebak oleh Tante Erly, Jaeed yang memang terpojok mengakui bahwa ia hanya memanfaatkan Ashlyn belaka. Sayangnya, Ashlyn kembali terbujuk ketika Jaeed menghubunginya kembali. Jaeed berhasil memanfaatkan butanya perasaan Ashlyn untuk mengadu keberuntungan. Ia memakai uang jatah kuliah Ashlyn untuk berjudi. Tragis. Jaeed kalah. Jaeed pergi meninggalkan Ashlyn yang harus kembali menggelandang.

..bahwa seburuk apa pun situasimu, ketika sahabatmu mendampingimu, kamu akan tahu bahwa semuanya bisa menjadi lebih baik.

Kepahitan hidup di jalanan membuat Ashlyn harus memutar otak untuk bertahan hidup. Segala kemungkinan diusahakannya. Termasuk, menghubungi sahabatnya, Adel. Keajaiban itu ada bahwa Adel akhirnya membantu Ashlyn menemukan jalan keluar.

Walau bayangan tentang Jaeed masih enggan pergi Ashlyn berhasil meraih impian yang jadi landasan mimpinya untuk pergi sejauh itu. Ashlyn semakin menyadari kesalahannya ketika Mama mengetahui semuanya. Ibarat pepatah, kasih Ibu sepanjang masa. Mama tidak kecewa pada Ashlyn, bahkan mereka saling menyalahkan diri sendiri.

Ashlyn kembali ke Indonesia beberapa bulan sebelum upacara wisuda. Ashlyn mewujudkan hidup barunya di Jakarta dengan bekerja pada sebuah perusahaan multinasional. Entah bagaimana, takdir mempertemukannya lagi dengan Jaeed. Jaeed diterima bekerja di perusahaan yang sama dengan Ashlyn. Dengan meja kerja yang berjarak 10 meter itu.

Seperti biasa, seakan tidak terjadi apa-apa. Jaeed mulai berusaha mendekati Ashlyn kembali. Bayangan itu kembali menyergap. Kali ini, Ashlyn sudah merasa cukup. Hingga ia hanya bisa tersenyum saja ketika melihat teman-temannya menjadi korban Jaeed.

Catatan Seorang Kolumnis Dadakan

Personally, saya mengenal Northumbria University dan London Metropolitan University dari beberapa sesi pertanyaan dengan representatives mereka setiap UK Education Fair digelar. Begitu pun dengan Newcastle yang sudah lebih dulu akrab karena sebuah klub sepakbola bertajuk Newcastle United. Sayang, karena beberapa hal saya urung mendaftar kesana. Kisah petualangan Ashlyn di Inggris bagi saya sudah cukup memberikan gambaran tentang kehidupan perkuliahan disana.

Membaca fiksi yang diangkat dari kisah non-fiksi membawa suatu nuansa realitas yang begitu kental dalam setiap detail cerita. Yang membuat saya tidak ingin beranjak dari pembacaan Blackjack adalah ketegangan-ketegangan yang turun naik sejalan dengan alur cerita. Walau terkesan dimulai dengan alur flashback namun ketegangan yang naik kadang turun dengan sendirinya membuat semakin penasaran menuju akhir cerita. Barangkali, Blackjack sendiri merupakan biografi fiksi yang sangat personal sehingga berbagai konflik didalamnya terasa lekat dengan keseharian kita.

Lebih jauh, walaupun Blackjack masih mengandalkan tema cinta, namun ia kembali membuat kita percaya bahwa hubungan persahabatan tidak pernah akan pudar. Sahabat bukanlah seseorang yang selalu ada menemanimu, tetapi mereka ada untukmu. Mereka akan datang pertama kali padamu saat seluruh dunia meninggalkanmu.

Geregetan? Ya. Kesal? Pasti. Yang jelas, detail dalam buku ini nampak nyata dan hidup. Blackjack tidak hanya menawarkan pengalaman Ashlyn dalam mencinta tapi juga pengalaman memaknai perjalanan hidup.
Lalu, kau masih percaya kalau cinta itu buta?

Full blog read here http://selendangwarna.blogspot.com/20...
Profile Image for Elsita F..
120 reviews6 followers
March 28, 2018
Buku ini adalah buku yang menitikberatkan poin pada hal kepercayaan. Ashlyn, sebagai orang baru di Inggris, memang tidak seharusnya gampang terpikat oleh pesona pria yang walaupun tampan dan sama-sama dari Indonesia, masih tergolong orang asing yang baru dikenal.

Jujur saja, buku ini memuat banyak sekali pelajaran dan contoh kebodohan cinta. Dan, saya selalu gemas-pengen-jambak Ashlyn tiap kali dia masih ngarepin Jaeed bahkan masih mau-maunya percaya bahwa laki-laki itu bisa berubah. Ashlyn tidak polos, tapi ia bodoh. Dan, yang makin mirisnya adalah karena buku ini dari kisah nyata, saya jadi nggak habis pikir sama Ashlyn. Kok ada ya perempuan begonya dipelihara bahkan dikasih makan sampai segitunya?

Selain memuat pelajaran tentang rasa percaya agar tidak mudah disalahgunakan apalagi ditipu, buku ini juga menyinggung sedikit perihal materi parenting. Dimana dalam buku ini, Mama Ashlyn diceritakan sebagai sosok wanita yang sangat keras dan tegas dalam urusan pendidikan. Ashlyn harus belajar, harus pintar, harus mendapat nilai bagus supaya bisa kuliah di Inggris. Sejak kecil ia sudah dicekoki dengan Inggris sehingga besarnya ia jadi tidak bisa membuat keputusan untuk diri dan masa depannya sendiri. Yang memutuskan agar Ashlyn kuliah di Inggris adalah Mamanya, yang membuat Ashlyn mati-matian belajar agar bisa kuliah di Inggris adalah Mamanya. Sehingga, ketika di Inggris ia dihadapkan pada pilihan untuk mempercayai Jaeed lagi atau tidak ketika pria itu jelas-jelas menipunya, Ashlyn jadi tidak punya pendirian yang kuat. Karena memang sudah seperti itulah pribadi yang ditanamkan orangtuanya sejak kecil. Dalam setiap hal yang berkaitan dengan hubungannya dengan Jaeed bahkan untuk hal uang, Jaeed selalu memegang peran. Karena Ashlyn tidak terbiasa berperan untuk ceritanya sendiri. Menurut saya ini adalah salah satu hal penting yang harus menjadi perhatian.

Singkatnya, buku ini akan bikin yang baca sebal dan malas pada tokoh utamanya, bukan kasihan. Saya cuma bisa kasih rating 3 karena buku ini jujur saja bukan genre favorit saya, terus karena buku ini diberi judul Blackjack, ekspektasi saya adalah petualangan di beberapa kasino. Memang sih ada bagian itu tapi cuma sekali. Dapat dimaklumi karena cerita ini ditulis berdasarkan sudut pandang Ashlyn saja yang dikibuli habis-habisan soal usaha Jaeed dan investasinya. Tapi walau nggak sesuai ekspektasi buku ini sangat layak dibaca karena ada banyak pelajaran hidup yang berharga di dalamnya. Judi, nggak akan pernah jadi solusi :))
Profile Image for Nita.
5 reviews
January 5, 2014
Saya pikir dua penulis berduet akan menghasilkan novel bagus dan mengesankan. Ternyata saya salah. Kedua penulis gagal mengeksplor cerita yang meyakinkan. Novel ini jadi mirip kisah "Oh Mama Oh Papa". Saat dikunyah seperti kerupuk, kriuk kriuk, gurih sedikit, masuk ke perut dan hilang begitu saja. Kosong. Sayang sekali.

Dari segi EYD, novel ini cukup rapi. Narasi sederhana, ringan, mudah dipahami. Prolog dan bab 1 cukup menjanjikan. Tapi bab 2 dan selanjutnya ... ah.

-Terlalu banyak telling. Showing-nya mana?

-Kurang pendalaman karakter. Mengapa Ashlyn bisa begitu lemah dan lugu, gampang ditipu seorang cowok? Bagaimana latar belakangnya, masa kecilnya, dll hingga sikapnya seperti itu? Tak ada penjelasan memadai.

Lantas mengapa Jaeed si penjudi & penipu itu bisa bersikap seperti itu? Bagaimana sih latar belakang hidupnya sehingga ia jadi individu egois dan tidak bertanggung jawab? Lagi-lagi tidak ada penjelasan memuaskan.


-Kedua penulis gagal menggambarkan setting dengan meyakinkan. Hingga akhir cerita, hanya sedikit yang saya tahu tentang Newcastle. Mengapa penulis pelit berbagi deskripsi tentang kota yang jadi setting utama cerita itu?

Saya juga tidak mendapat gambaran memadai tentang suasana kasino dan benda-benda di dalamnya termasuk mesin-mesin judi itu. Bukankah judul novel ini Blackjack dan salah satu karakternya penjudi yang main judi di kasino? Ayo dong, jelaskan lebih detail seperti apa kasino itu, jangan cuma jadi tempelan. Seperti juga Newcastle itu, cuma jadi aksesoris tak berarti.

-Ending terasa mengada-ada: Ashlyn kembali ke Indonesia dan ternyata ia sekantor dengan Jaeed. Tak lama, Jaeed menghilang, resign dari kantor hingga orang-orang kantor panik sebab Jaeed belum melunasi utangnya pada mereka.

Embel-embel "inspired by a true story" di cover novel sepertinya menawarkan kisah seru. Tapi kenyataannya berbeda. Ceritanya banal banget. Apakah sebelum terbit tidak ada masukan dari editor supaya ceritanya lebih gres?
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Yuliana  Permata Sari.
208 reviews12 followers
January 31, 2014
http://thelittlepresent.blogspot.com/...

Ahh.. gue emang gampang ketipu banget ya.. >,<

Okelah nama Clara Ng emang jadi penjual utama novel ini, ditambah gambar Jack dan As di depan itu.. bikin ni buku minta dibaca banget!

Tapi oh tapi... buku ini jauh dari harapan saya, awalnya karena buku ini tentang gambler saya kira settingan meja judi dan kasino akan menghiasi lebih dari lima puluh persen buku ini. Atapun tentang trik-trik judi..

Sayangnya, buku ini hanya bercerita tentang Ashlyn si malang yang tolol!

Atau emang cinta bisa bikin orang jadi benar-benar buta?

Kisah ini bercerita tentang,,,, [silahkan baca sinopsinya... ] ^^v

Jadi ya di awal-awal si Jaed ini emang manis banget ama si Ashlyn, dibeliin ini dan itu, di hujanin semua gombalan, segala yang bisa bikin cewek meleleh, hingga akhirnya mereka resmi jadian.

Kemudian tak lama setelah mereka jadian si Ashlyn mulai merasa ada yang aneh dengan Jaed, tapi si Jaed ini selalu pintar mengelabui Ashlyn. Bahkan Ashlyn lebih percaya Jaed daripada sahabatnya sejak kuliah di Jakarta, dulu..

Sampai titik itu saya merasa nyaman membacanya, apalagi sewaktu Jaed mengajak Ashlyn bermain Roulette untuk pertama kali, saya kira sejak saat itu akan banyak kisah di meja kasino. Ternyata...

Dan setelah ketauan Jaed itu penjudi, kisah tentang Jaed yang menipu Ashlyn ataupun teman-temannya yang lain semakin sering bermunculan. Dan saya mulai bosan. Tapi tetap saya baca karena saya berharap akan ada ending yang manis,.. Dan di akhirnya saya tetap dikecewakan.

Baiklah.. That's the end of this revew. :-p
Profile Image for Ega.
63 reviews2 followers
August 14, 2013
Gregetaaaaann banget sama si Ashlyn tokoh utamanya. Kok ya dia itu oon banget sih. Bisa-bisanya jadi gelandangan 2 kali gara-gara kehabisan duit, ketipu ama pacarnya yang tukang maen judi. Padahal si Ashlyin kuliah di Inggris karena udah cita-cita ibunya dan dia sedari kecil. Tapi ya gitu, gara-gara cinta Ashlyn jadi ngga bisa mikir bener.


Novel ini berkisah soal cinta, perjuangan hidup di negeri orang, dan persahabatan tentu saja. Dan novel ini juga berdasarkan kisah nyata loh. Jadi penasaran, siapa sih Ashlyn ini yang sebenarnya. Wuih, pasti perjuangannya dulu berat banget deh ya, ngadepin pacar tukang maen judi yang suka ngutang sana-sini.

Yah novel ini lumayanlah. Tapi mungkin karena proyek duet, jadi saya kurang ngerasain 'taste'nya Clara Ng sih. Di akhir-akhir beberapa paragraph sering saya lewati supaya cepat selesai aja. Hahaha.. nggak sabar. Bosen dan bete aja sama tokoh utamanya. Untuuung endingnya lumayan.

Oh ya, nemu beberapa typo sih di sini. Dan lagi, saya lebih setuju novel ini masuk ke young adult deh.

Tapi overall, novel ini oke. Suka. :)
Profile Image for Syifa Adiba.
140 reviews22 followers
July 30, 2013
Dari segala kebodohan, kebodohan cinta adalah kebodohan yang paling bodoh." --p.206


BODOH!

Itu adalah kata-kata yang gue pikirkan sepanjang membaca buku ini. Buku yang sudah lama saya telantarkan karena banyak buku menarik lainnya yang lebih menggoda saya.

Berkisah tentang Ash, gadis Indonesia yang kuliah di Inggris. Akan tetapi, terjebak cinta buta dengan Jaeed, pacarnya yang tergila-gila dengan judi.

Dan, Ash. Dengan bodohnya tertipu dengan segala ucapan manis Jaaed.

Sumpah ya. Sepanjang baca buku ini, gue ngedumel-dumel. Kesel. Kok ada cewek sebego ini? Bego banget mau ditipu cowok model begitu? Udah gitu cowok model Ar**. Semakin ilfil deh gue sama cowok jenis itu.

Bahasa tulisannya sebenarnya bagus. Tapi ya itu. Cerita terlalu mainstream dan menurut gue, mengada-ada.

p.s : buku ini cocok untuk dibaca ketika sedang kesal, marah, ataupun bete. gue menyelesaikan tak kurang dari 2 jam.
Profile Image for Lila Cyclist.
867 reviews71 followers
December 26, 2015
Hmmmm.... Mungkin saya mhttp://justaveragereader.blogspot.co.... kurang cucok dengan Clara Ng, karena saya kurang begitu suka dengannya di Dimsum Terakhir. Melihat satu nama lain di novel ini, saya berpikir saya mau mencoba lagi karya Clara Ng yang lain, siapa tahu saya bisa berubah pikiran. Ternyata sama saja.

Dari lembar awal saja, bagian Prolog, saya sudah skip skip bagian yang harusnya menarik pembaca untuk menentukan membaca atau tidak. Ini cerita apa sih? Kenapa ni cewek bego bangettttt??? Well, mungkin saya termasuk golongan masokis dengan melanjutkan membaca novel ini dan disuguhi serangkaian adegan kebegoan seorang Ashley, mahasiswi yang besar dengan impian kuliah di Inggris, cita cita Mamanya. Naif, bagi teman2 Ashley, tapi banyak komentar pembaca di Goodreads yang mengatakan ni cewek guoblok atau kena pelet atau gendam si pacar. Geblek segeblekngebleknyah.... :/

Review misuh saya ada di blog...
Profile Image for Jessica Ravenski.
360 reviews5 followers
July 28, 2013
Ini salah satu (atau mungkin satu-satunya) buku yang bikin aku emosi sendiri. Rasanya pengen banget noyor atau genyeng-genyeng kepala si Ashlyn ini. Cinta sih cinta, tapi ga bego-bego amat kali -_- [review ini dibuat masih sambil marah-marah sendiri].

Cerita ini tentang seorang mahasiswa yang terbang ke Inggris buat kuliah. Nah dia ketemu cowok yang bisa bikin hatinya cenat-cenut. Trus dia dibego-begoin gitu deh. Diutangin mulu. Udah ketauan cowoknya sering boongin dia, masih aja tetep bego. Gimana ga kesel coba -____-

Karena ini kisah nyata, maaf ya mbak yang aku kata-katain tadi. Aku kesel sendiri sama kisah hidup mbak. Semoga mbak bisa dapet cowok yang nggak bego-begoin mbak lagi ya.

Sekian.
Profile Image for Rizki.
4 reviews
August 22, 2013
Ini kedua kalinya saya membaca buku karya Clara Ng, setelah Tea For Two. Di novel ini mbak Clara dan partnernya benar-benar membuat saya, si pembaca barunya, geregetan sekali dengan wanita bernama Ashlyn. Cintanya yang begitu besar kepada Jaeed benar-benar membuat dia menjadi wanita bodoh, logikanya menguap begitu saja ntah kemana dan sengaja membohongi kedua orangtuanya.
Saat membaca buku ini, ingin rasanya saya bertanya langsung kepada sosok Ashlyn dan bertanya "Anda berapa kali sih pacaran?", "Apa Anda belum pernah jatuh cinta?" dan beberapa pertanyaan pribadi lainnya.

Over all, mbak Clara dan partner sukses membuat pembacanya kebawa emosi melihat Ashlyn dan jengkel melihat Jaeed.
Profile Image for Inge.
150 reviews3 followers
September 12, 2013
Bener-bener dibuat gemes ama tokoh Ashlyn nih... Nih orang beneran polos, atau begonya nggak tanggung-tanggung yak? Duuuh! Bisa sekolah sampe keluar negeri tapi kok bisa dibohongi sedemikian mudah ama cowok. Cinta... ah cinta yang membuat bodoh?

Dan Jaeed nih beneran pinter nipu atau keberuntungan aja karena dapetin Ashlyn yang gampang bgt dibohongi?

Trus temen-temen Ashlyn yang meminjamkan uangnya saat Jaeed menggunakan nama Ashlyn untuk meminjam uang, apa gak ada cek dan ricek dulu gt??

Dan ini berdasarkan kisah nyata???? Duuuuh, jd pengen ketemu tokoh Ashlyn aslinya #loh
Profile Image for bey.
13 reviews46 followers
March 1, 2014
Based on true story--tertera di cover novel ini, membaca novel ini rasanya sedikit berbeda dengan membaca novel dari Clara Ng lainnya. Kesan sinetron cukup kental terasa saat membaca novel ini, meski demikian cerita yang diangkat dari kisah nyata ini cukup membuat pembaca berpikir bahwa sungguh kehidupan yang direfleksikan di sinetron memang sungguh terjadi di kehidupan ini.
Profile Image for Fahrul Khakim.
Author 9 books98 followers
May 30, 2017
Karakter Ashlyn dan Jaeed cukup kuat. Gemas dengan mereka berdua, terutama Ashlyn yang goblok tapi selalu bertemu kawan-kawan yang baik hati membantunya. Klimaksnya mengetarkan. Twist-nya cukup sempurna. Ending-nya bikin ternganga. Tapi penggambaran pergolakan emosi masih kurang kuat.
Profile Image for Melinda.
174 reviews5 followers
February 9, 2018
Entahlah bagaimana cara menggambarkan buku ini. Biasanya saya cukup suka dengan buku-bukunya Clara Ng. Tapi yang satu ini rasanya.... agak ‘ngambang’ ya? 😅
Profile Image for Ardelia Trouerbach.
44 reviews1 follower
December 23, 2023
Enggak banget sama storytellingnya. Padahal 2 penulis loh duh.. Apalagi sekelas Clara Ng. kok bisa?
Profile Image for Gadis Pena.
1 review
January 26, 2017
IDENTITAS BUKU
Judul : Blackjack
Nama Pengarang : Clara Ng & Felice Cahyadi
Nama Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tempat : Jakarta
Tahun Terbit : Juli 2013
Jenis Buku : Fiksi
Jumlah Halaman : 320 hal


Cantik, kaya, dan baik hati adalah modal bagi Ashlyn untuk mendapatkan lelaki yang sempurna. Lelaki yang mencintainya. Namun jalan hidup berkata sebaliknya.

Ashlyn jatuh cinta setengah mati pada Jaeed, sesama mahasiswa Indonesia di Newcastle, Inggris. Jaeed-lah yang memperkenalkan Ashlyn pada permainan roulette, slot machine, dan permainan kartu blackjack. Jaeed-lah yang mengeruk uang Ashlyn untuk membayar utang judinya. Dan Jaeed pula yang mempermainkan cinta Ashlyn.

Mampukah Ashlyn bertahan ketika akhirnya judi merampas seluruh hidupnya? Membuatnya terlunta-lunta di London?

Diangkat dari kisah nyata, cerita Ashlyn adalah kisah yang bisa terjadi pada setiap perempuan.

...Because life is not a gamble. (less)



Tema buku ini yang mengambil tema percintaan sangatlah cocok dengan alur didalamnya. Buku ini juga mengambil tema perjudian, namun itu hanya tergambar di akhir cerita.
Para tokoh juga sangat kuat karakteristiknya.
Ashlyn : pintar, tidak suka dengan dunia malam yang buruk, simple, antusias untuk bersekolah di Inggris.
Jaeed : pintar bicara, pembohong, sifatnya terlalu halus untuk mengelabui seluruh temannya, licik.
Laura : ketus, ceplas-ceplos, pinta, dan suka dunia malam.
Adel : tidak terlalu pintar, polos, dan mengikuti alur hidupnya.


KELEBIHAN
1. Buku ini mampu menghidupkan emosi diriku saat baru membaca Prolognya saja, dan itu terjadi juga saat memasuki beberapa bab kemudian
2. Para penulisnya, sangat apik menyusun kalimat demi kalimat sehingga konflik dalam buku seperti benar-benar nyata.
3. Bahasanya pun masih ringan dan dapat mudah dipahami oleh pembaca awam.
4. Karakteristik Ashlyn dan Jaeed juga sangat kuat dan konsisten.
5. Banyak suasana dalam novel yang digambarkan singkat namun bisa dibayangkan dengan cukup jelas.

KEKURANGAN
1. Bagian Prolognya, sudah menggambarkan sikap buruknya Jaeed. Jadi, menurut saya, itu membuat saya malas baca bab-bab selanjutnya.
2. Cover bukunya pun tidak cukup menarik
3. Harganya pun terlampau mahal


Semua terjadi pada saat acara kampus yang mengumpulkan seluruh mahasiswa untuk bisa mengenalkan mahasiswa lain yang berasal dari negaranya masing-masing.
Jaeed, laki-laki jangkung yang di penuhi dengan brewok nan tampan juga keren, mendekat pada Ashlyn yang juga memerhatikannya sejak awal.
Jaeed bukan orang baik, namun Ashlyn tidak mau mendengarkan teman-temannya. Uang kiriman orang tua Ashlyn habis karena Jaeed punya masalah, dari di tangkap polisi sampai harus operasi jantung. itu semua Ashlyn lakukan karena baginya, Jaeed segala-galanya.
Prasngka teman-temannya pun tidak terbukti, dan membuat Ashlyn semakin percaya bahwa Jaeed memanglah bukan orang yang seperti apa teman-temannya pikirkan.
...
Hngga sampai suatu hari, pengakuan teman-temannya yang juga diperlakukan sama dengan dirinya--dibohongi. Ashlyn mulai mencari akar dari perbuatan Jaeed yang sedikit demi sedikit mulai ia ketahui.
Akankah dia menemukan semua jawaban dari semua perilaku Jaeed yang aneh dan juga penuh rahasia?
Benarkah tuduhan-tuduhan temannya terhadap Jaeed?
Mungkinkah Jaeed mempunyai alasan untuk itu semua?
Profile Image for Adelia Ayu.
147 reviews1 follower
July 9, 2014
“Kamu tertipu karena dibutakan cinta. Dari segala kebodohan, kebodohan cinta adalah kebodohan yang paling bodoh."

Membaca kisah yang based a true story itu memang kadang kadang membuat kita berkenyit heran ya. Seperti membaca serial kedai 1001 mimpi dan sama halnya dengan membaca surat kecil untuk tuhan, kening saya langsung mengernyit heran, "Beneran nih kisah nyata?! Beneran?! Kok tragis ya Allah:(" Tapi, bukannya memang itulah hidup? Hidup itu seperti melewati sepak terjangnya bebatuan yang benar benar sakit. Tergantung kita bisa melewatinya apa tidak. Tapi, bukannya setiap bebatuan dalam kehidupan pribadi masing-masing itu berbeda? :) So, yang ngga percaya kalau ini kisah nyata karena memang terlihat seperti drama banget, coba deh berpikir ulang :) Kak Clara dan Kak Felice memang penulis fiksi, yang mungkin karakter sebagian dari novel ini juga fiksi, tapi ngga mungkin kan beliau berdua membohongi kita kalau cerita ini sebenarnya juga fiksi? :) Penulis fiksi hatinya juga ngga fiksi fiksi amat, kali :)) Apa perlu kalian mengalami ini dulu baru percaya? :) Think again, Guys! Because life is not a gamble! :)

So, kalian tanya kalau novel ini bagus? Ya, sangat bagus, kedua penulis berhasil menulis dengan hebat. Ini ditulis dengan sudut pandang yang sama, ngga gampang lho 2 penulis bisa menulis dengan begitu cocoknya sehingga pembaca tidak bisa membedakan, yang mana yang tulisan Kak Clara, yang mana yang tulisan Kak Clara. Ups, apa memang aku doang yang ngga bisa membedakan? :))v

Kedua penulis juga bisa menguras emosi pembaca. Mengaduk ngaduk perasaan pembaca dengan hebat. Oh ya, setauku bukannya Kak Felice penulis novel teenlit ya? Kok bisa berhasil menulis duet dengan Kak Clara yang notabene penulis metropop ya :) Ups, apa aku salah lagi kali ini, kalau sebenernya Kak Felice itu juga penulis metropop? :))v Auk ah, kurang informasi wkwk! :))v

Oh ya, kenapa alasanku cuma memberi bintang 4, kalau saya tadi bilang bahwa novel ini sangat bagus? Begini...,

Yang pertama, novel ini diberi judul blackjack, yang notabene dilakukan di kasino. So, kenapa penggambaran kasino sangat sangat kurang? Kenapa ngga diberi judul "Gila Judi" aja? Wkwk maafkan ketololanku, Kak :))v

Yang kedua, saya rasa ada bagian cerita yang kurang dituntaskan penjelasannya lagi, selain kasino tadi, yaitu Om Ahmed yang tiba tiba tau Ashlyn beserta no hapenya. Memangnya Jaeed pernah mengenalkan Ashlyn kepada ayahnya ya? Bukannya Om Ahmed sudah muak dengan Jaeed? So, kalau memang iya, kenapa tidak dijelaskan secera singkat aja? Setidaknya pembaca jadi tau, kenapa tiba tiba Om Ahmed jadi mengenali Ashlyn.

Yang ketiga, ada typo nih di 176.
"Pacarmu--Jaeed Hassan, nggak tidak punya kasus kriminal."

Tapi yah, maklum lah, buatan manusia memang tidak bisa selamanya sempurna, right? :)
So, hm kesimpulannya, yang penasaran dengan ketololan Ashlyn dan keberengsekan Jaeed, silahkan baca sendiri, ngga akan nyesel kok, apalagi para wanita muda yang mempunyai banyak uang :)

Oh iya, saya pengen kenal dengan Ashlyn di dunia nyata secara langsung nih! Pengen mewawancarai secara langsung :D Dear Kak Ashlyn dunia nyata, beneran kerja di Jakarta nih sekarang? Ngga berniat main ke Surabaya ketemu aku, Kak? Pengen kenalan nih hehe :))v
Profile Image for Jenny Faurine.
Author 18 books180 followers
August 24, 2013
Oke, sebenernya tau novel ini dari postingan blognya Mas Ijul. Jadi penasaran juga sih ya, kayak apa duet antara Clara Ng dan Felice Cahyadi--yang dari dulu aku tahu dia itu kan penulis Teenlit. Pengen liat metamorfosis tulisannya, hihihi.
Nggak usah diceritain deh ya, cerita keseluruhannya? Pegel deh ngetiknya, hehehe. Maklum, nulis review ini kan di sela-sela jam tidur yang terpaksa di singkat. *kok malah jadi curhat gini?*
Oke, meet Ashlyn and Jaeed, dua tokoh yang bikin geregetan, kesel, seneng, sedih dan pengen teriak: "kok lo bego banget siiiih?"
Khusus teriakan itu, untuk Jaeed yang nipu dengan nggak ada otaknya. Hih! *sensi abis*
Udah lah, rasanya nggak ada abis-abisnya ngomongin tokoh-tokoh di sini. Suka sih dengan penokohannya, tapi yang paling saya suka ya Adel dan Laura--dimana keduanya benar-benar menjadi sahabat bagi Ashlyn, walaupun Ashlyn udah berkali-kali nggak ngedengerin omongan mereka.
Ya, that's what friends are for, right?
Jadi, apa menurut kalian novel ini masih kebawa unsur-unsur "Teenlit"-nya?
Gue pribadi sih, nggak ya. Memang, isinya tentang impian si Ashlyn untuk kuliah di Inggris yang dipertanyakan oleh si Ashlyn sendiri--apa ini impiannya atau impian sang Mama? Tapi, unsur seperti "mencari jati diri"-nya ini nggak terlalu Teenlit, lah. Secara, dari gaya bahasanya juga udah dikemas dengan bahasa Metropop--yang jelas beda dengan gaya bahasa Teenlit.
Katanya, cerita ini terinspirasi dari kisah seseorang ya?
Untuk sang penginspirasi cerita ini, gue berharap semoga Anda nggak ketemu lagi dengan orang kayak Jaeed ya. Walaupun menurut siapapun dia itu pendampingmu--your spade Jack card--tapi gue nggak yakin kalau dia bisa jadi benar-benar pendampingmu. Cukup sekali ya, ketemu sama orang kayak dia. Dan semoga buku yang ceritanya kayak gini lagi nggak bakal terbit--maksudnya, kalau sampai ada cerita kayak gini yang berdasarkan kisah nyata, kan kasihan si narasumbernya yang harus mengalami cobaan kayak gitu.

My favorite quote!
"Kamu tertipu karena dibutakan cinta. Dari segala kebodohan, kebodohan cinta adalah kebodohan yang paling bodoh."
--Bab 12, halaman 206--
Profile Image for Puji Rahayu.
19 reviews
April 16, 2016
Blackjack adalah permainan kartu yang terkenal dengan sebutan twenty-one. Pemain dan dealer bertarung untuk mendapatkan jumlah angka terbesar dengan As yang memiliki nilai satu atau sebelas. Kartu As sekop berpasangan dengan Jack sekop akan membentuk istilah blackjack.
Konon kata Ashlyn, As untuk Ashlyn dan Jack untuk Jaeed.
Blackjack bercerita tentang kisah cinta setengah mati Ashlyn pada si berengsek tukang judi, Jaeed Hassan. Sudah bisa dibayangkan seperti apa? Yakk, Ashlyn mencintai Jaeed tapi Jaeed lebih mencintai sekotak tempat bernama kasino.

*****

Akhirnya selesei juga. Sebenernya di tengah - tengah saya mau drop novel ini. Menyerah dengan kelakuan Ashlyn yang (maaf) bodoh banget. Geregetan. Kok bisa yaaa ada orang senaif itu? Kok bisa yaaa cewek yang katanya cantik, pintar dan kaya raya itu bisa dengan mudahnya tertipu berkali kali? Kok bisa yaa saya baca sampe akhir? -___-
Kenapa saya baca sampai akhir semata mata selain karna biar nggak nimbun juga karna saya pengen tau si cowok gak tau malu itu berakhir dimana. Dan ternyata, yaaahh begitulah.
Bisa dibilang dari awal udah gemess sama Ashlyn ini, mulai dari cara dia 'memaksa' kawan kawannya untuk mengalihkan mimpi mimpinya hanya agar supaya Ashlyn tidak sendirian ke London. Egois banget sihh menurutku.
Sampai dengan kisah cinta Ashlyn dan Jaeed yang kurang berasa setengah matinya selain dari cara Ashlyn menyerahkan nasibnya pada meja kasino demi Jaeed. Akan lebih bagus kl ada hal - hal kecil yang menunjukkan cinta mereka.
Ini bukan buku pertama Clara Ng yang saya baca, tapi ini buku duet pertamanya. Cukup bagus untuk novel yang baru pertama saya kenal tulisannya. Dan saya suka ada selipan - selipan keterangan tentang permainan Blackjack, seenggaknya jadi nambah pengetahuan, nggak ngedumel teruss karna Ashlyn. hehe ^^
Profile Image for Launa.
253 reviews50 followers
November 25, 2013
Rating: 2.5/5 (karena engga bisa 2.5 jadi terpaksa ngasih 3 bintang)

Kisah ini merupakan kisah seorang perempuan bernama Ashlyn yang kuliah di Newcastle, dan kemudian jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan seorang lelaki bernama Jaeed Hassan — yang juga merupakan seorang warga negara Indonesia sama seperti dirinya. Sayangnya, lelaki yang dicintainya tersebut bukan seperti lelaki yang Ashlyn bayangkan selama ini. Dan sayangnya lagi, Ashlyn selalu saja luluh pada kata-kata yang diucapkan Jaeed dan hal-hal yang dijanjikan olehnya.

Cukup heran juga sih ternyata orang seperti Ashlyn itu benar-benar ada. Kedua penulis telah berhasil membuat saya kesal sendiri dengan sikap Ashlyn yang terus saja menuruti permohonan Jaeed dan selalu tidak percaya pada nasehat juga ucapan Laura — salah seorang sahabatnya — mengenai Jaeed. Bahkan Ashlyn sendiri pun pernah melihat Jaeed masuk ke sebuah kasino. Masih engga habis pikir saja kok bisa-bisanya Ashlyn (masih) tetap percaya pada Jaeed dan selalu termakan oleh janji manis yang diucapkan Jaeed.

Kalau dicermati, hampir tidak ada sikap baik yang benar-benar bisa dicontoh dari seorang Jaeed. Jaeed memiliki sikap yang seenak jidat, tidak tahu diri, tidak peduli pada akibat yang telah Ia lakukan terhadap Ashlyn, dan hanya bisa menyalahkan orang lain atas apa yang telah diperbuatnya. Jaeed bersikap baik bila ada perlunya saja. Terlihat dari sikapnya terhadap Ashlyn ketika dirinya mau meminjam uang atau memanfaatkan (entah) kebodohan atau kepolosan Ashlyn.

Review lengkap: http://coretanlauna.wordpress.com/201... :)
Profile Image for Viona.
185 reviews6 followers
December 31, 2013
Sangat kecewa dengan Clara Ng dan Felice Cahyadi. Seharusnya,novel metropop duet bisa menghasilkan sebuah karya yang amazing, but tidak dengan novel yang satu ini.

Novel ini dicampur adukan seperti melodrama.

Novel yang satu ini pokoknya drama banget!

Why?

Pemeran utamanya lohhhh!! bikin naik darah.

Ashlyn jatuh cinta pada pria yang salah, Jaeed. Jaeed merupakan seorang penipu ulung, selama ini Jaeed hanya memanfaatkan ‘uang’ Ashlyn. Jaeed itu suka berjudi. Dan ini— itu—..

Karena kebodohan Ashlyn, ia sekarang lontang lantung di negara orang. (Kasihan banget!)

Okay, yang membuat saya naik darah adalah…

Si Ashlyn yang bodohnya mengalahkan orang idiot #berlebihan. Dia berkali-kali sudah tertipu oleh Jaeed, Ashlyn meminjamkan uangnya kepada Jaeed yang tidak dibayar-bayar (Ya iyalah! orang kalah berjudi, emang mau dapet duit dari mana mbak? Nunggu Hujan duit dulu~)

“Kamu tertipu karena dibutakan cinta. Dari segala kebodohan, kebodohan cinta adalah kebodohan yang paling bodoh.”

Dannn….

Endingnya menggantung banget! Gak jelas pada akhirnya Ashlyn sama siapa.

Yang bagus dari buku ini adalah..

COVER-nya! Interest banget! gambar kartu-kartu gitu.. hehe #otakkotor.

Sebenarnya novel ini cukup bagus dibagian penulisan, prolog yang cukup menjadikan, kejadian-kejadian yang detail dan bahasanya mudah dipahami.

Pertanyaan penting:

- Kenapa kok saya bisa tertarik dengan buku ini?

Jb: Embel-embel inspired from true story-nya loh! Bikin Greget, apalagi ditulis oleh Clara Ng, salah-satu penulis Fav saya.

Dan…

Baca di http://starlibrary.wordpress.com/2014...
Profile Image for yani.
97 reviews4 followers
December 8, 2013
akhirnya....kelar juga ini novel..
aslinya udah males banget, tapi begitu ingat klo dapat novel ini karena nyewa, di bela2in diselesain deh..

mungkin karena ga ada bahagia2nya kali ya..makanya aku males bacanya..padal dgn halaman yang hanya 320, 1 hari pun cukup..lah ini sampai berhari-hari..

ashlyn sebenarnya pintar, tapi hanya pintar secara akademis aja..untuk yang lain enggak. dia sudah dibutakan oleh cintanya sendiri kepada seorang laki-laki yang ternyata penipu ulung. tdk hanya ashlyn yang dianggap sebagai pacarnya, tapi juga orangtua *bener ortunya bukan ya?habisnya meragukan sih* ,
teman-teman jaeed dan juga teman-teman ashlyn. siapapun yang berpotensi ditipu, maka bakalan dimanfaatin habis2an. bahkan sampai ending cerita pun jaeed masih bertahan dengan sifatnya.
sedang ashlyn sdh mulai berubah, walaupun belum sepenuhnya move on :p

senangnya cuma kisah persahabatan ashlyn dengan laura dan adel. laura yang cablak *ngomong blak2an* dan adel yang lebih kalem.

satu lagi..dengan kondisi apapun, ternyata orangtua/rumah adalah tempat kembali yang paling nyaman, dari segala hiruk pikuk kehidupan di luaran..

segala sesuatu yang sudah menjadi cita-cita harus diraih apapun yang terjadi. seberat apapun rintangan yang harus dihadapi.

begicuuuuuu :)
Profile Image for Fakhrisina Amalia.
Author 14 books201 followers
August 16, 2013
Yaelah bok, speechless banget gitu baca buku ini. Aku emosi buanget sampai rasanya pengen menujes-nujes si Jaeed pake pisau. Cowok cakep, arab, kind of romantic person tapi ternyata pecundang banget. emagowd, aku nggak ngerti kenapa bisa ada cowok kayak begitu di muka bumi.
Btw, selain bikin emosi, aku suka sekali cara penceritaannya yang apa adanya, tanpa drama, flowing, dan pastinya I learned a lot dong selama baca buku ini. Tentang gambling dan bahkan tentang Inggris. And I learned a lot about friendship and family. Oh astaga, have I told you that I've been speechless?
Cuma ya agak nggak ngerti aja sama Ashlyn yang kok bisa-bisanya berkali-kali kemakan tipu rayu si Jaeed? But, yes, indeed, namanya udah cinta ya memang enggak bisa diapa-apain, sih. Tapi tetep aja sih, duit segitu banyak dari ortu buat biaya kuliah. Helooo Ash? Like, really?
Overall buku ini bagus dan recommended sekali, deh. Sempat nggak tertarik, tapi ternyata I was sooo into this book. Thanks for the story :)
Profile Image for Asmira Fhea.
Author 8 books32 followers
January 4, 2015
Mengutip dari sinopsisnya; "cerita Ashlyn adalah kisah yang bisa terjadi pada setiap perempuan."

Dan sebagai reviewer ke-100 novel ini di sini, saya akan mulai dari;
-cerita: konfliknya sederhana. Di prolog, cerita disuguhkan tentang dunia perjudian. Sesuatu yang tidak begitu saya tahu. Dan saya berpikir, cerita ke sananya akan berkutat di dunia judi. Nyatanya bukan (saya sempat sedikit kecewa :( ). Lebih banyak cerita tentang Ashlyn--si tokoh utama.
-desain karakter: karakter tokoh didesain dengan baik dan konsisten. Bikin pembaca gregetan dengan super kebodohan Ashlyn saat menghadapi Jaeed.

Singkatnya, saya merekomendasikan buku ini utk perempuan2 supaya--setidaknya--bisa menyaring ucapan lelaki. :P Buku ini memberi cerminan real supaya bisa diambil pelajarannya dari kisah Ashlyn.

-AF:)
Profile Image for Karina Pradita.
Author 3 books15 followers
September 13, 2013
Penyampaian yang baik tentang suasana Inggris oleh Clara dan Felice mampu sejenak membuat pembaca melupakan bahwa ini novel indonesia. Penuturan dan alur yang rapi, membuat pembaca pun seperti tengah menonton film. Based on true story membuat novel ini semakin mempunyai daya tarik tersendiri. Keotentikkan ide cerita yang menggabungkan dunia mahasiswa yang mengambil sekolah di luar negeri, lika liku kehidupan mahasiswa yang bekerja part time di luar negeri, kisah percintaan dua sejoli, hingga perkara judi, kasino dan sebangsanya, membuat decak kagum tersendiri karena keempat poin tersebut mampu disinkronisasikan dengan matang dan dalam porsi yang seimbang. :)
Profile Image for Annies Shafira Asyarie.
70 reviews8 followers
January 28, 2014
Sorry bgt buat mbak Clara atas rating yang aku kasih, meskipun aku suka bgt karya-karya mbak Clara lainnya, tp untuk yang satu ini, so sorry, jauh dari harapan aku.

Mungkin gak beda jauh ama kesan yang uda baca lainnya, pasti banget greget ama sikap si Aslyn. Masih gak percaya aja, ada gitu cewek yang dibutakan oleh cinta sampe segitunya, greget bgt sumpah, being fooled over and over again, kalo cuman fiksi, masih masuk akal sih, tapi based on a TRUE story, hahaha, unbelievable.

I don't think it's one of book you want to have in your Book shelf, haha, sekali lagi sorry buat mbak Clara :D
Profile Image for Vindri Prachmitasari.
Author 3 books6 followers
August 1, 2013
arrrgggghhhh!!!!
sumpah.. sama sperti review2 yg lain di goodsread.. tokoh ceweknya b*doh seb*dohnya! bikin emosi! dan emank.. novel ini berrhasil bikin sy emosi. berasa pgn jedokin kepalanya dinding saking kesalnya. how come!! tapi emank gt sih ketika cinta sudah membutakan semuanya, logika bs berkata apa? cinta..cinta.. ih cinta.. deritanya tiada akhir heheh..

terlepas dr itu semua novel ini keren karna mampu mengaduk aduk emosi dan ini emosi marah dan sedikit membuka pikiran bhw cinta bisa membutakan mata dan logika ^^
Profile Image for Sofi Meloni.
Author 8 books92 followers
September 7, 2013
Fiksi yang ditulis berdasarkan kisah nyata.
Bahkan kalau fiksi aja susah percaya ada tokoh yang se'polos' Ashlyn... dan ternyata memang ada di dunia nyata..

Membaca fiksi biasanya membuat jantung berdebar-debar... hanyut dalam fantasi yang kadang nggak realistis. Novel ini mengingatkan saya kalau cinta itu nggak selamanya indah.
Nggak selamanya Happy Ending.

Ashlyn, terima kasih sudah membagi cerita kehidupan kamu.
Mba Clara Ng & Felice Cahyadi, terima kasih atas tulisannya yang begitu indah.


Profile Image for Mandewi.
582 reviews10 followers
February 28, 2014
Konflik utama novel ini disajikan di depan, jadi pembaca tidak perlu repot menebak-nebak ceritanya akan seperti apa. Nikmati saja ceritanya yang amat sangat mengalir.

Yang paling membuat saya senang membaca novel ini adalah penggambaran tokoh Ashlyn dan Jaeed. Clara Ng & Felice Cahyadi sukses membuat saya geregetan dengan Ashlyn yang bodoh banget (karena cinta) dan Jaeed yang menyebalkan banget.

Sekali lagi Clara Ng (& Felice Cahyadi) membuat saya bahagia membaca sebuah novel.
Displaying 1 - 30 of 50 reviews