Tsauban seorang pembantu nabi, suatu hari nampak sangat bersedih dan wajahnya murung sekali. Kemudian Rasulullah bertanya, kenapa Tsauban? Lalu Tsauban berkata dengan nada penuh iba.
"Jika engkau wafat nanti, duhai nabi Engkau akan diangkat ke surga oleh Yang Mahatinggi, kemudian engkau akan dikumpulkan dengan setiap para nabi. Sementara aku hanya pembantu sederhanamu. Mungkinkah kita bertemu lagi?"
Tsauban sudah merindukan nabi bahkan saat dia belum berpisah lagi. Tsauban takut tak akan berjumpa lagi, meski saat itu masih bersama beliau! Lalu Rasulullah mendoakan Tsauban memasuki surga dan berkumpul kelak bersama Rasulullah.
Duhai Rasulullah, kami juga ingin bersamamu, mungkinkah?
Untuk pemula yang ingin tau sekilas tentang Rasulullah ﷺ bisa membaca buku ini. Muhammad Al-Mustafa menceritakan tentang peristiwa yang Nabi Muhammad lalui berikut tanda-tanda kerasulannya dimulai dari beliau kecil hingga dewasa dan meninggal. Tiap bagian ceritanya singkat, mudah dipahami, dan mengandung nilai-nilai pelajaran yang bisa diterapkan. Penggambaran Rasulullah ﷺ dapat dipahami secara jelas melalui sejarah dan sifatnya.
Tetapi, banyak kekeliruan tentang data yang ada: misalnya, hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dicantumkan disini 9 Rabiul Awwal (sedangkan pengetahuan umum 12 Rabiul Awwal) dan Mahr yang diberikan Rasulullah kepada Khadijah saat menikahinya—yang dikatakan di dalam buku ini sebagai baiknya panutan kaum muda saat menikah adalah mampu secara finansial seperti nabi yg memberikan mahr 100 unta kepada Khadijah. Sedangkan faktanya, 100 unta dihibahkan oleh Khadijah kepada Abu Thalib. Namun, saat Nabi menikah dengan Khadijah, karena Khadijah dianggap sebagai orang terpadang, maka Abu Thalib menghibahkan unta tersebut kepada Nabi yang kemudian dijadikan hadiah kepada Khadijah saat pernikahan. Selain itu, runutan pembahasan tiap BAB terkesan tidak direncanakan dan dibatasi poin yang akan di bahas. Sehingga, buku ini terlihat seperti curahan tulisan biasa, bukan sebuah karya tulis. Mohon maaf terhadap komentar saya yang terkesan sok tau, tapi komentar ini hanyalah berupa masukan. Karena, awalnya saya berharap menemukan sesuatu yang menarik, dengan alur yang jelas dan berpoin pembahasan yang terbatasi dengan baik. Wallahu Alam.
Saya inget banget membeli buku ini di IBF di awal tahun 2013. Dan sampai baru selesai buku ini justru di penghujung tahun 2013, kenapa Ziy?? #selftoyor
Seperti The Secret of Heaven dan Living Islam, Herry Nurdi berhasil menuliskan sirah Nabi secara singkat dan padat dengan penulisan yang indah. Di tambah lagi, sang penulis menyelipkan tulisan reflektif yang bersifat kontemporer di sela-sela perjalanan hidup Nabi. Seolah membandingkan umat kini dengan umat yang hidup di zaman Nabi.
Sayangnya, masih banyak typo dan ada kesalahan layouting seperti 1-2 halaman kosong dan bahkan saya mendapati paragrafo yang terpotong. Di mana mestinya paragraf tersebut harusnya menjadi pembuka di bab berikutnya malah berada di akhir bab sebelumnya.