Judul : Since We Meet
Penulis : Pricillia A.W
Penerbit : Gradien Mediatama
.
Nyaris ku berteriak!
Bahkan aku kelepasan tertawa diantara sepertiga malam menjelang subuh. Entahlah, ada sebuah kelegaan, kegeliaan, kebahagiaan, serta kesenangan wkwk
.
Yang pertama lega, kelegaan karena cerita ini tidak mengecewakan. Banyak hal yang baru kusadari, bahkan kuiyakan seperti itulah seharusnya terjadi.
.
Aku suka cara Timothy sabar menahan diri, suka Kelcia yang tenang dengan perasaannya tanpa ada amarah serta memisahkan diri, Suka Reisha yang dewasa dan selalu mengertu serta pemerhati teman-temannya. Hansel yang konyol namun tulus, Rainer yang kocak juga penyanyang. Serta Freiya yang kepala batu namun tidak egois.
.
Mereka berenam seperti bintang. Berpisah di ujung tetapi berpusat pada satu titik di tengah saling terkait. Begitu adanya kisah mereka, meski merenggang namun tak pernah lepas dari pusatnya.
.
Meski beberapa kalimat saltik, kesalahan penyebutan atau memang disengaja, tidak membuat membaca novel ini terhenti.
.
Karena cinta memang begitu adanya, persahabatan memang seharusnya begitu adanya. Saat keduanya bersatu memang begitu adanya untuk seharusnya.
.
Terimakasih Kak Pricillia, yang kudapat adalah tidak ada yang salah ketika cinta bertepuk sebelah tangan, ketika cinta itu segitiga, ketika cinta itu hanya dalam diam, ketika temen menjadi demen hingga rasa menjadi asa. Begitulah adanya dan seharusnya terjadi. Tetap satu hati yang kembali menjadi satu.
.
Meski dalam persahabatan itu timbul rasa, tak seharusnyalah saling iri lalu membenci. Yang ada adalah menyatu dan berpadu seiring dulu.
.
blurbnya sudah pernah aku share di pstingan sebelumnya yaaa.
.
Full review ada di blog : phasafairyland.blogspot.com