Seorang barista, seorang penggila café au lait, dan seorang lain yang masuk ke kehidupan mereka. Pesanan rutin café au lait setiap pukul 3 sore di Dream Coffee-House, memancing setitik keingintahuan Hee Jung, barista di tempat itu. Pemesannya ternyata adalah Jin, anak SMU tanggung yang sangat tergila-gila akan rasa gurih campuran sederhana espresso dan susu panas. Tragedi yang tidak mengenakkan justru membuat hubungan mereka semakin dekat. Ghun hadir di tahun ke-3 pertemanan Hee Jung dan Jin. Sebagai orang spesial bagi Hee Jung, Ghun menuding Jin memanfaatkan label ‘teman’ di depan namanya dan melakukan segala cara untuk memisahkan mereka berdua. Sayang, perumpamaan yang Ghun pakai, memiliki dua makna yang baru ia sadari belakangan. Partikel gula akan menghilang di kelamnya kopi, namun akan membuat kopi terasa manis sampai tetes terakhir. Itulah Jin bagi Hee Jung dan Ghun tahu ada saatnya ia harus mundur.
Suka sih dengan cerita2 ala drakor gini. Tapi sempet ngebingungin karena ternyata diceriainnya dengan POV yang berbeda2. But overall oke lah, cukup menghibur dengan memberikan imajinasi karakter Jin yang super ganteng.
Di sini saya merasa cukup senang dengan cara penulisan narasi. Tentang si penggila kopi dan kisah cinta yang rumit. Walau sedikit dibuat bingung tentang alurnya, saya tetap bisa mengerti tulisan penulis. Suka sekali!
Hebat! Tulisannya gaya terjemahan banget dan aku selalu suka sama novel-novel kayak gini. Tak bisa banyak berkata-kata karena terlalu suka dan terlalu tebal hahaha. Cara penyampaiannya jelas dan aku agak nggak rela karena kim siapa itu namanya aku lupa sahabat kecil si peran utama cowoknya malah nggak sama si peran utama cowok. Karena aku udah nebak dia pasti punya rasa sama cowok ini.