KOTAK mimpi Isabella Larissa tak pernah kosong. Meski Patrick mencampakkannya di hari pertunangan mereka, Isabel masih berjuang meraih mimpinya sebagai penyanyi. Dibantu Arya sebagai produsernya, Isabel sukses besar. Ketika kotak mimpi Isabel menuntutnya untuk berganti karier sebagai pencipta lagu, Arya tetap mendukung sebagai manajer eksklusif Isabel.
Bertahun-tahun kemudian, Patrick sang model kembali hadir dalam kehidupan Isabel. Bersama kekasihnya, Noreen, pewaris jaringan TV swasta ternama, ia ingin Isabel menciptakan lagu untuk mereka nyanyikan berduet. Noreen jelas-jelas tertarik pada Arya dan berusaha mendapatkannya dengan cara apa pun. Isabel yang menaruh hati pada Arya bertekad tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Namun mendadak beredar foto-foto mesum Isabel di dunia maya, membuatnya harus mengevaluasi lagi mimpi dan tujuan hidupnya. Apa Isabel rela membiarkan nama baik Arya rusak karena skandal ini? Apa benar itu semua foto Isabel? Kalau demikian, siapa lelaki yang berada dalam foto itu bersamanya, dan mengapa Isabel tidak dapat mengingatnya?
Call her Donna or Angela, she might respond with a smile. This Indonesian writer divides her time juggling to make ends meet, writing, balancing her attention between her partner (Isman H. Suryaman) and children, managing the household, and of course, occasionally sipping earl grey tea to keep her sane. She has written twenty books so far, popular fiction, in Gramedia Pustaka Utama (GPU). Her newest book, Candrasa, is published in August 2017.
Her passion for new experiences propels her to seek new chances to meet more people. Enthused for fresh inspirations, she longs to join multicultural events, collecting data and broadening her horizon.
She claims to be unique, independent and strong. She dreams and imagines a lot. "But what is love, and what is life, if you do not let yourself live?"
Nggak tahu dengan yang lain, tapi kalau aku, aku mau kasih bintang lima buat buku ini. Ceritanya mengalir dan meski temanya udah cukup umum dan sering aku baca di cerita lain, Kakak penulis ini benar-benar pintar meramunya. Dari awal sampai akhir fokus ceritanya konsisten dan gaya penceritaannya santai, tetapi nggak kelewat formal. Meski banyak yang billing tokoh utamanya, Isabella terkesan suka menilai sendiri, entah kenapa aku malah relate sama diriku sendiri wkwkwk, nggak salah kok ada orang jenis gini karena masa lalu yang kurang manis. Dan tokoh Arya, aku suka banget, meski di awal dingin, jenis dinginnya Arya ini nggak lebay dan sok sok misterius gt, jadi aku suka banget sama perilaku dia yang pada akhirnya terbuka dan manis sekaliiih... Endingnya juga asyik dan memuaskan. Gara-gara buku ini kayaknya aku bakalan baca buku karya Kak Primadonna Angela lainnya deh
Primadonna Angela. Setidaknya namanya sudah menjadi jaminan sebuah novel. Kali ini gue membaca Kotak Mimpi, sebuah novel yang sudah agak lama. Kotak Mimpi bercerita tentang Isabella Larissa, seorang pencipta lagu terkenal yang menyadari dirinya jatuh cinta pada manajernya sendiri, pria yang selama ini selalu ada untuknya dan membantunya bangkit dari saat-saat terendah dirinya, tapi juga dikenal sebagai Si Anti Komitmen, Arya. Namun di sisi lain, Bella juga bertemu kembali dengan Patrick Senjaya, model has been yang juga mantan pacarnya dan membuat Bella berada di titik terendah. Patrick memintanya menciptakan lagu untuk dibawakan duet dengan Noreen, si sosialita putri pemilik jaringan televisi terbesar, si perempuan plastik. Meski gondok, Bella menciptakan lagu untuk mereka di villa Noreen di Bali tapi anehnya, Noreen malah gencar mendekati Arya. Arya sendiri sikapnya juga aneh. Ketika baru saja Arya dan Bella mengungkapkan isi hati mereka, tiba-tiba ada berita yang mengejutkan keduanya dan membuat Bella kembali drop. Well, ceritanya seru sih—dengan latar belakang musik yang kebetulan pas banget karena sekarang gue juga lagi nulis novel berlatar musik—dengan gaya penceritaan Mbak Donna yang mengalir. Hanya saja, mungkin ini karena nama kali ya, I found that Bella is so gengges. Just like Bella Swan, the most gengges-ies girl I’ve ever met. Dan Isabella Larissa ini juga gengges. Bikin gemas karena sikap-sikapnya. Suka memikirkan yang nggak-nggak. Apalagi menjelang ending. Bukannya mencari penyelesaian, eh ini malah lari dan menimbulkan masalah baru. Meninggalkan Arya membereskan semuanya sendiri. Untung Arya cinta banget sama dia jadi mau-mau aja nyelesaiin masalah Bella. Bella juga suka menyimpulkan sendiri tanpa bertanya dan kesimpulan yang diambilnya itu cuma berdasar ke perasaannya. Seolah-olah dia cewek paling menderita sedunia. Come on, pengen gue jitak deh si Bella ini biar kuat dikit. Gue memang sulit suka ke tokoh cewek yang oh-so-miserable dan hanya berharap bantuan dari orang lain atau kabur dari masalah. Bella memang nggak berharap bantuannya Arya, tapi dia kabur dari masalah. Untung gaya penceritaan Mbak Donna begitu mengalir dan Arya yang gorgeus jadi gue bisa bertahan dengan sikap gengges Bella. Hanya saja endingnya terlalu cepat menurut gue. Ya itu tadi, Bella nggak usaha apa-apa untuk menyelesaikan masalahnya. Kalau boleh memberi saran, akan lebih bagus kalau tiba-tiba Bella berjuang melawan Noreen-Patrick. Nggak capek apa seumur hidup menderita gitu? Lagian, ini nama besar dia loh yang rusak, masih aja nggak mau speak up. Malesin banget deh si Bella ini, hihihi. Biasanya, seseorang akan memiliki kekuatan begitu saja, kekuatan yang selama ini terpendam, ketika berada di saat terdesak? Well, Bella nggak tuh. Dia malah diam bersembunyi. Untung aja Arya benar-benar cinta sama dia jadi Arya balik ke dia. Well, mulai saat ini gue nggak akan mau memakai nama Bella untuk karakter gue karena sepertinya kata Bella sudah bersinonim dengan kata gengges *lol*
siapa yang nggak tau Primadonna Angela?? Kayanya jarang deh… udah pada kenal kan sama salah satu novelis Indonesia ini? Udah banyak kok karya nya, Belanglicious, Kintaholic, Big Brother Complex, Quarter Life Fear, dan masih banyak lagi.
Kotak Mimpi adalah salah satu buku terbarunya. Menceritakan tentang Isabella Larissa, seorang penulis lagu, yang berusaha untuk mewujudkan isi kotak mimpinya, dibantu oleh managernya, Arya. Sudah sejak lama Isabel memendam perasaan sama Arya, tapi dia merasa kalo Arya hanya menjadikannya sebagai alat pencetak uang.. Arya pun begitu. Dia memendam perasaannya pada Isabel karena merasa kalau Isabel masih cinta pada mantan pacarnya, Patrick.
Bertahun-tahun kemudian, Pat kembali hadir dalam kehidupan Isabel dan mengganggu ketentramannya. Dia ingin Isabel membuatkannya lagu untuk berduet bersama kekasihnya, Noreen. Tapi itu semua hanyalah kedok agar Noreen dan Pat bisa menjatuhkan Isabel. Noreen sangat tertarik dengan Arya dan berusaha mendapatkannya dengan cara apa pun. Kemudian beredar foto-foto mesum Isabel di dunia maya, untuk menjatuhkan nama Isabel, dan juga agar Arya jatuh ke tangan Noreen.
Novel yang cukup bagus menurut gue.. karena benar-benar menggambarkan salah satu sisi kehidupan manusia. Siapa sih yang nggak berusaha untuk mewujudkan isi kotak mimpinya masing-masing? Novel ini ngebuat kita untuk mengkaji ulang mimpi-mimpi kita, dan juga bagaimana kita mewujudkannya. Jangan hanya bermimpi, lalu dilupakan begitu saja.
Jangan menjadi seperti kutipan dibawah ini
"Setiap manusia memiliki mimpi. Ada yang mengejar dan mewujudkannya. Ada yang mundur dan membuangnya. Ada pula yang diam dan hanya manyimpannya sepanjang sisa hidupnya. (Alya – Cinta Pertama)"
Yhaaa... Begini deh kalo udah dapet bacaan yang cucok, rela ga tidur biar bisa kelar sampe ending. Worth it lah yaa dibelain ga ngorok dari abs sahur.
Sebenernya idenya simple yah, kejebak friendzone nih si Mas Arya, wkwk. Dan karena gamau jadi rebound buat Bella—duh Isabella banget namanya, w keinget Bella Swan—dan Bella juga menegaskan kalau hubungan mereka murni professional, ngebuat Arya rela nunggu sekian lama sampai akhirnya detonator-nya dah mau meledak. Dan seakan moment dan segalanya pas, Bella-pun akhirnya “nyadar” kalo dia juga cinta Arya. Eh tapi nggak semulus itu sih perjalanan mereka, tanjakan dan terjalannya mayan juga.
Anyway we suka banget sama Kotak Mimpinya Mas Arya yes, romantis sekali 🖤
Suka dengan karakter Arya. Tipikal manajer yg ga hanya sekadar bertangan dingin tapi juga berparas dan bersikap dingin pada setiap pria yang mendekati Larissa, artisnya. Namun di balik perilakunya itu, tersembunyi rasa yang mendalam dan siap meledak kapan pun. Istimewanya lagi, setiap adegan yg melibatkan mereka berdua berasa nyata.
Plot-nya sederhana. Namun sayangnya, kisah ini terlalu cepat dipaksa berakhir. Padahal masih mau ngikuti perjuangan Arya meraih Larissa kembali
Gaya bercerita penulis benar-benar mengalir. Pembaca bisa menikmati tanpa perlu mengernyitkan dahi. Penggambaran tentang profesi tokoh utama sebagai pencipta lagu yang tak hanya sekadar tempelan, menjadi keunggulan tersendiri. Melalui sudut pandang orang pertama, Bella, emosi sang tokoh cukup mendominasi jalan cerita. Agak kecewa dengan cara penyelesaian masalah yang terkesan begitu saja dan terburu-buru. Empat bintang.
Novel kotak mimpi ini, saya habiskan sehari karena penasaran sekali dengan ending nya. Agak sedikit ngegantung sih menurut ku walaupun happy ending.
Sangat menginspirasi kita untuk terus bermimpi apa yang kita inginkan. Bella mengajarkan, karena dengan mimpi dan berharap kita bisa melanjutkan hidup.
Sifat Arya yang cuek dan seakan-akan gak peduli terhadap Bella padahal cinta, rela tidak menerima tawaran pekerjaan dengan artis lain sangat manis.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Suka sama pendeskripsian kerjaan Isabella sbg pencipta lagu Bener2 ga cuma jadi pajangan doang Cukup bikin betah bacanya Tapiiii kok merasa blurb-nya itu jadi spoiler ya? Jadi sayang gtu efek kejutannya gak maksimal gara2 udah baca blurb-nya dulu Well, ini buku kedua yg kubaca dr Mbak Primadonna dan aku lbh suka yg ini 😍
Wohohooo lagi lagi iseng baca buat nambahin reading challange. Apa aku kelewatan ngasih dua bintang buat novel ini? Awalnya aku mau ngasih 4 bintang sama kayak novel magnet curhat yg kemaren kubaca. 4 bintang untuk arya, bella yg nyadar kalo patrick itu busuk, isi cerita yg bikin aku pengen baca ulang dan beberapa kalimat yg bgs dijadiin quote of the day hehe tapi alih alih 4 bintang kok sekarang malah jadi 2? Apa bintangnya membelah diri? Ups ga lucu sorry. 2 bintang itu lenyap gara-gara karakter utamanya, isabella. Ohhh damn ada apasih dgn dia? Kenapa otaknya dipenuhi hal negatif tentang lelaki yg dia cintai? Ngeselin ish! Jelas jelas arya pengertian gitu, terus ayo kita balik halaman bagian tengah, brp kali arya ngucapin "aku mencintaimu bella" sedangkan bella cuma ngejawab "aku mencintaimu juga arya" sekali! Damn it! Padahal dia yg kasak-kusuk sama perasaanya sendiri sepanjang cerita (jelas aja kan ini pake sudut pandang pertama). Pas di akhiran udah ga paham lg aku maunya si bella ini apa. Sok sok menjelekkan diri sendiri ya ampun itu bego banget. Yang bikin aku tambah jatuh cinta sm karakter arya ini,dia malah bilang "aku percaya padamu bella,semua pasti ada penjelasannya" GITU! Padahal apa yg dia liat? Foto mesum bella sm cowo (walaupun memang bella gatau apa apa soal itu). Udah tau! Udah keliatan arya sayang beneran,mrni sayang dari hati sm dia eh dia msh sempet berikiran negatif. Ya ampun kapan berhentinya sih berpikiran negatif?!!!! Hufff yah beginilah jdnya 2 bintang hilang gegara pikiran bella yg negatif itu. Walaupun gitu,aku masih tetep patah hati pas novel ini ternyata udah habis. Ga paham lg kenapa novel novel jenis metropop gini suka bikin karakter cowo yg loveable sedangkan cewenya berpikiran negatif dan insecure. Magnet curhat jg gitu tapi karena ga separah yg di kotak mimpi ini jd msh tetep aku ksh 4 bintang.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Yang bikin novel ini unik adalah profesi tokoh utamanya, pengarang lagu. Rasanya aku belum pernah menemukan novel lokal yang mengangkat profesi ini. Salut juga dengan detil perjalanan Bella ke Amerika, lengkap dengan ruangan pesta dan detil pertunjukannya. Kurasa detil seperti ini yang membedakan kualitas penulis sekaliber mbak Donna dengan penulis lainnya. Aku suka juga dengan profesi teman Bella yang nggak umum, pawang hewan. Akan lebih keren kalau ada lebih banyak porsi dunia kebun binatang di sini (sedetil pertunjukkan di Amerika) karena aku penasaran juga dunia di balik kebun binatang itu seperti apa.
Ini hanya masalah preferensi pribadi saja, tetapi aku tidak terlalu jatuh hati pada tokoh utamanya, Bella. Aku suka gaya sinisnya tetapi IMHO Bella terlalu lama galau dalam hubungannya dengan Arya.
Aku juga berharap Bella lebih obyektif pada karakter patrick atau Noreen. Maksudku, seplastik-plastiknya orang tetap manusia biasa, kan? Tetapi Mungkin karena ia pernah dicampakkan Patrick, ia jadi bitter, sama sekali tidak memperlihatkan alasan mengapa Bella dulu kok bisa-bisanya sampai tunangan (tunangan, lho bukan pacaran) dengan Patrick. Apa sama sekali gak ada sisi baik the man that she used to love?
Overall, ceritanya cukup unik dan menarik. Aku berharap banyak penulis lain yang terpacu untuk membuat riset dan detil lebih kaya setelah membaca novel ini. Aku yakin fansnya mbak Donna nggak akan kecewa karena Kotak Mimpi tetap layak untuk dibaca hingga selesai. Aku selesai membaca dalam 2 jam sekali duduk.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Barangkali hal yang kita anggap kecil, di masa depan akan memberikan dampak luar biasa.
Review kali ini sepertinya tidak usah menggunakan behind the book, karena sinopsis sudah memberikan informasi yang cukup buat isi novel :p Langsung aja ke pendapat ya :p Review kali ini sepertinya tidak usah menggunakan behind the book, karena sinopsis sudah memberikan informasi yang cukup buat isi novel :p Langsung aja ke pendapat ya :p Kotak Mimpi memiliki 90% nama-nama berbau bule atau kedengaran blasteran, atau apapun istilahnya. Isabella Larissa (nama depannya mengingatkan aku kepada lagu melayu itu *plak*), Patrick (yang begonya, aku bayangkan sekilas di awal sebagai Patrick Star :| *ditoyor*), Noreen, dan satu-satunya yang terdengar Indonesia sekali adalah Arya (aku membayangkan tokoh ini….. Arya Wiguna:|*kali ini digetok palu*). Kalau Arya itu Arya Wiguna, berarti Noreen apa dong? Dewi Sanca? :)) Hahaha lupakan!:D Kotak Mimpi memiliki 90% nama-nama berbau bule atau kedengaran blasteran, atau apapun istilahnya. Isabella Larissa (nama depannya mengingatkan aku kepada lagu melayu itu *plak*), Patrick (yang begonya, aku bayangkan sekilas di awal sebagai Patrick Star :| *ditoyor*), Noreen, dan satu-satunya yang terdengar Indonesia sekali adalah Arya (aku membayangkan tokoh ini….. Arya Wiguna:|*kali ini digetok palu*). Kalau Arya itu Arya Wiguna, berarti Noreen apa dong? Dewi Sanca? :)) Hahaha lupakan!:D
Buku ini menginspirasi saya dngan keteguhan dan keinginan untuk mencapai mimpi yg dimiliki Isabella Larissa. Saya mendapat suatu plajaran penting, bahwa kita harus bermimpi untuk membuat hidup semakin berwarna, dan janganlah kamu takut menjadi pemimpi, semua hal besar diawali oleh 1 kata dan 1angan yg disebut mimpi dan semua itu butuh 1dorongan kuat yg bernama "tindakan" untuk membuat mimpi itu nyata. Saya disini suka sekali dengan karakteristik Arya, ia menerima kekurangan kelebihan seorang isabella, bahkan sampai foto2 itu tersebar, ia tetap dalam 1 komitmen untuk menemani isabella. Hal yg tentunya jarang dimiliki oleh setiap lelaki bukan? Dan jika didalam dunia nyata, beruntunglah Isabella dapat memiliki Arya yg juga ia sayangi bhkan cintai. Kotak mimpi kecil yang dapat memuat seluruh mimpi2mu untuk membuatmu berani menantang hidup ini. Saya juga akan mulai membuat kotak mimpi saya sendiri, untuk membuat kehidupan didepan mata menjadi lebih baik krena saya sudah menyiapkannya. Bacalah buku ini ;) buku yg akan menginspirasimu untuk meraih mimpi sekonyol apapun itu :)
Dan, selesailah membaca novel yang satu ini. Ternyata hari ini hampir 2 tahun dari tanggal yang tertera pada halaman akhirnya. Tidak ada hubungannya sih, lol Sudah lama sekali sejak pertama saya membaca novel yang satu ini. Dan entah kenapa tergoda untuk membacanya lagi. Tidak membosankan. Sama sekali tidak membosankan. Masih tetap membuatku bersemangat mempertahankan mimpi-mimpi di dalam kotak mimpiku sendiri. Terutama mimpi untuk bertemu Arya-ku. Bukan Arya yang seorang manager -karena aku bukanlah composer ataupun singer-. Bukan pula Arya yang di cintai Isabella. Tapi Arya-ku sendiri. Terdengar jelas seperti mimpi indah seorang wanita ya? But, well, memang begitulah isi novel ini. Cerita tenang cinta yang datang dan pergi hanya untuk membimbingmu bertemu dengan orang yang tepat. Sulit atau mudah, itu hanya jalannya. Semakin keras takdir menyerangmu, percayalah ia hanya sedang mempersiapkanmu untuk mendapatkan hadiah terindah.
Dapat gratis dari sayembara yang diadakan pengarang di FB. :) Makasih ya, Don.
Saat awal membaca, yang kebayang adalah duh... kok deskriptif begini, plotnya lebih banyak menggambarkan Arya yang guanteng. Walaupun saya ga nolak sih. Hihihi. *ganjen* Sayang kalo disorong balik ke tumpukan "nanti saja". Setelah kerjaan ngecek terjemahan sekitar 40 ribu kata selesai, saya ambil lagi dari samping bantal.
Baca, masak, makan, mandi, baca, masak, makan, begitu terus. Datar... sampai halaman 161. Dari situ, waduh kayak petualangan seru. Senang bacanya sampai akhir. Sayang pembukanya tidak terlalu menarik.
Yang jelas saya lebih menikmati karya-karya pengarang di genre Teenlit. Atau mungkin karena faktor U? :))
aku suka banget alur hubungannya Arya ama Isabella.. bikin dag dig dug.. sering main tarik ulur, dan endingnya emang oke banget. rada gak suka sih pas isabella yang terlalu mandang picik ama perasaannya arya. padahal kan arya emang cinta dia apa adanya..
gak suka karakternya patrick. gila nih cowok, tukang jilat ludah sendiri, trus suka manfaatin. gak nyangka si isabella pernah ketipu ama kelicikan dia..
pas awal ceritanya aja aku dah suka.. isabella yang bisa bersikap dingin ke patrick. kan jarang2 tuh di novel, tokoh cewek bisa sedingin itu ke mantan pacarnya yang konon pernah snagat dia sukai..
Nama tokoh utamanya Bella, Isabella... dan seperti Bella dalam Twilight, Bella yang ini juga labil banget... sigh... Sorry, menurutku loh ya. Bella adalah seorang penyanyi sekaligus pencipta lagu bertaraf internasional, karyanya bahkan telah dipentaskan di Broadway, New York. Tapi deskripsi karakter Bella gak menggambarkan seorang artis internasional yang bermental kuat. Kesan yang ku dapat malah seperti karakter Isabella Swan.
Deskripsi dalam novel...ulala... banyak kali... bahkan sampai detail gak penting yang gak berhubungan ma jalan cerita.
Konfliknya terlalu lama muncul, lalu penyelesainnya juga terlalu cepat.
Awalnya, karena nama dari salah satu tokohnya (hehehehe, oopsie!), novel ini kayak, 'Oh, you really have my attention.' Tapi, terus hilang, terus ilfeel sama semua tokohnya (terutama, ya, yang utama, sih...), terus nggak mood lagi baca, terus kuselesaiin aja secara cepet (cuma biar tau jalan ceritanya). Anyway, untungnya, ketemu sama novel ini pas acara obral buku gramedia yang heboh itu, jadi nggak nggetuni belinya (pengalaman, cukup bikin getun dan kejadian 2 kali pula, I was such a stupid). Ya, sudah, berarti langsung masuk rak khusus, deh, novel ini...
Saya juga nggak ngerti kenapa saya suka banget sama novel ini, padahal biasanya saya kurang begitu suka sama novel-novel Primadonna Angela. Saya suka banget sama Arya (meskipun sepertinya dia too perfect too be true ya) dan hubungan serta interaksi antara Arya dan Bella itu benar-benar tipe novel yang saya suka, jadi rasanya click sama selera saya dan benar-benar membawa perasaan saya mengalir bersama cerita.
"But what is love, and what is life, if you do not let yourself live?"
Tapi gue suka pemilihan kata-katanya, walaupun logika ceritanya berantakan dan sinetron banget. Endingnya juga, nggak nendang, plus, menurut gue judulnya ujung-ujungnya jadi kayak cuma tempelan dalam cerita. Sama sekali gak mencerminkan isi novel.
Ceritanya simpel aja yah, tentang artis yang jatuh cinta sama managernya sendiri. Ditambah konlfik pada beberapa bab menjelang akhir, konflik yang cukup menegangkan juga, foto bugil sang artis menyebar secara online. Dari penggambaran karakter menurutku nggak cukup kuat. Gaya bahasanya bolehlah. Temanya oke, Plotnya juga oke.
Terlalu deskriptif dan naratif. Ide ceritanya pun berkesan sinetron. Tokoh-tokohnya juga. Satu hal yang saya suka, ini pemberian langsung dari penulisnya, jadi dapet tanda tangan eksklusif dari beliau. Alhamdulillah ya. \o/