Jump to ratings and reviews
Rate this book

Orang-Orang Tanah

Rate this book
Dalam Orang-Orang Tanah, seorang gadis kecil akan melakukan apa saja untuk merebut kembali kasih sayang ayahnya, dan dia mendapatkan bantuan dari sumber yang tidak terduga.

Dalam Bulan Merah, hanya hewan, dan makhluk setengah hewan, yang mampu meraba terjadinya bencana dan menghindar. Namun kali ini tidak ada makhluk hidup yang akan selamat.

Dalam Pelarian, Lara siap mengabdi kepada orang yang memberinya kehidupan, sampai ibu kandungnya mengungkapkan hal yang akan membuat Lara mempertanyakan pilihannya selama ini.

200 pages, Paperback

First published August 1, 2013

25 people are currently reading
293 people want to read

About the author

Poppy D. Chusfani

84 books191 followers
Poppy first became a translator and an editor before releasing her own books. Between her job and the responsibilities of being a housewife and a mother, she continues to write fantasy. She lives in Bogor with her husband and son.

Contact: bookaholic.hobbit@gmail.com

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
36 (15%)
4 stars
118 (50%)
3 stars
70 (29%)
2 stars
8 (3%)
1 star
4 (1%)
Displaying 1 - 30 of 68 reviews
Profile Image for liez.
180 reviews20 followers
February 6, 2017
Beberapa hari ini aku merasa gloomy dan lelah, jadi aku putuskan untuk membaca buku sebagai pelarian dan agar aku tetap waras. Aku butuh buku yang dark, tragis, sedih dan semacamnya. Karena membaca buku yang manis aku akan berakhir lebih menyedihkan. Ada semacam perasaan bahagia jika aku membaca kisah2 yang jauh dari happy ending dan suram. Setelah beberapa buku yang aku baca tidak selesai2, aku menemukan kumcer ini, yah walau moodku tidak terlalu membaik setidaknya aku merasa lega dan tidak menyesal menyingkirkan bacaanku.
.
Buku ini terdiri dari 9 kisah (fantasi) yang hampir semuanya memiliki ending yang tak tertebak, beberapa lagi seperti retelling dari kisah lama dan Aila di Orang-Orang Tanah mengingatkanku pada Ava di Tanah Lada (yah, walau aku nggak terlalu kaget dengan endingnya tapi tetap saja aku meringis dengan ide Aila menyingkirkan perempuan yang tak mau dipanggilnya ibu)
.
Kisah2 seperti inilah yang membuatku menyadari bahwa hidupku jauh lebih baik dan tidak terlalu menyedihkan :D

review selengkapnya di blog
52 reviews7 followers
March 21, 2022
Gelap. Kelam. Membuat perasaan tidak tenang.

Itu yang dapat digambarkan dari buku ini. Kumpulan cerita berbagai latar, namun mengangkat rasa yang sama : takut dan keberanian. Kisah mereka semua aneh. Rasa terkejut karena akhir cerita, ataupun tema yang diangkat selalu hadir setiap saya baca bab baru.

Tidak menyangka akan temukan buku yang tidak bisa dijelaskan ini. Bukan yang paling direkomendasikan, hanya saja buku ini memiliki nuansa berbeda. Bahkan ada beberapa lembar yang membuat saya merinding berkepanjangan, dan bukan karena menyeramkan.

Bab yang paling saya suka : Pelarian (sebab saat membacanya akan merasa ada dalam dunia berbeda), Pondok Paling Ujung (sebab kengerian yang ditimbulkan masih membekas sampai sekarang), Sang Penyihir (ending dan jalan ceritanya sudah tertebak namun marah dan putus asa tersampaikan dengan baik) dan tentu saja Orang-Orang Tanah (meski tidak sajikan hal baru, saya dibuat cukup terkejut dengan tindakannya).
Profile Image for ruan.
46 reviews1 follower
March 21, 2022
✨ 4,8/5

Satu kata, seram. Buatku, cerpen-cerpen di sini isinya cukup menyeramkan apalagi kalo dibaca malam-malam sendirian, mungkin feel seremnya lebih dapet. Tapi, ada sih yang sedikit mengahangatkan. Beberapa cerpen yang ada di dalam buku ini, dari yang aku simpulkan, tokoh utama seperti memiliki dendam terhadap sesuatu. Dan ada topik yang mirip antara cerita A dan cerita B. Seperti, rasa dendam kepada ibu tiri, atau seorang ibu yang memperlakukan anaknya tidak dengan sayang.

Cerita yang paling seram menurutku pada bab 'Orang-Orang Tanah'. Akhir dari cerita ini sudah tertebak. Tetapi, tetap saja membayangkannya aku bergidik, ditambah dibaca malam hari.

Overall, cerpen-cerpennya bagus dan worth to read. Apalagi gaya penulisannya menurutku enak dibaca, mengalir gitu aja.

Oh, dan aku sempat tertipu sama sampulnya 😀. Aku awalnya mikir dengan sampulnya yang berwarna ceria, mungkin isinya ngga jauh beda—kebetulan aku nggak terlalu memperhatikan sinopsis, jadi hanya mengandalkan ekspektasi, haha. Lain kali mungkin aku akan mencari tahu isi suatu buku terlebih dahulu.

Dan, kayanya, ini akan menjadi penutup bacaan di bulan februari. Menutup bukan Februari dengan kesuraman 😶😗.
Profile Image for Eva.
Author 24 books121 followers
February 18, 2018
Menyelesaikannya dalam 2 hari.

📚 Ketika melihat cover-nya, saya merasa seperti sedang berada di negeri mitos yang keberadaannya dikubur dengan sengaja. Kesannya manis namun dingin dan penuh rahasia.

📚 Buku ini berisi 9 cerpen yang mengantarkan rasa berbeda, meski kesemuanya kelam dan gelap. Ada kisah yang realis, ada bagai dongeng, lainnya fantasi.

📚 Mbak Poppy merupakan pendongeng ulung. Caranya bercerita, teknik penulisan, pemilihan kata, deskripsi tempat, sampai narasinya berhasil menghidupkan kisah.
Saya dibuat terpukau dengan imajinasi yang tercipta dalam benak ketika membacanya.

📚 Cerpen pertama berhasil menyedot perhatian. Emosi saya terasa diaduk-aduk.
Masuk ke cerpen kedua yang terasa amat panjang, saya sulit masuk ke dalam cerita.
Kekurangan kumcer memang memungkinkan tidak semua cerpen disukai pembaca.
Kelebihannya, tiap kali selesai membaca satu kisah, pembaca dapat rehat sejenak tanpa memutuskan emosi bacaan, karena memang nuansa tiap cerpen berbeda.

📚 Tokoh utama cerpen-cerpennya didominasi perempuan. Beberapa cerpen terasa seperti ada aroma sindrom queen bee.
Kemudian dari segi cerita, saya paling menyukai cerpen 'Lelaki Tua dan Tikus', baru kemudian 'Jendela'.

📚 Pemilihan ending dalam cerpen-cerpennya variatif dan memuaskan. Meski sebagian besar dapat saya duga akhirnya. Dan kepuasan itu bukan datang dari 'karena berhasil menebak' tapi karena 'sesuai harapan' saya akan nasib akhir tokohnya.

📚 Berikut kutipan kalimat favorit saya.

Ia tidak iri melihat anak-anak sepanjang gang berjalan menuju sekolah setiap pagi, sementara ia sendiri baru hendak tidur sehabis terjaga semalaman menunggu Ibu pulang. Ia hanya ingin ibunya, tidak ingin apa-apa lagi. (hal 13)

🌟 3 dari 5
Profile Image for Lina Maharani.
274 reviews15 followers
November 7, 2019
Cocok dibaca ketika merasa hidup terlalu baik-baik saja. Sesekali perlu tahu bahwa tidak banyak yang bisa kita lakukan ketika dihadapkan pada kondisi tanpa daya lawan. We just adjusted, never changed.
Profile Image for raafi.
930 reviews452 followers
October 27, 2013
Awalnya aku berpikir bahwa karya yang direkomendasikan oleh orang lain tidak dapat aku dapatkan walau aku sangat ingin. Tapi bagaimana jika itu bukan prioritas, bukan sesuatu yang masuk dalam list yang penting? Hingga pada suatu saat ada orang yang memberikan karya itu secara cuma-cuma. Sehingga aku berpikir my dream comes true.

Karya itu adalah Orang-Orang Tanah, bahkan sang Penulis pun membubuhkan tanda tangan dengan namaku terpampang di halaman pertama. Terima kasih.

Jujur, ini adalah kali pertama aku memiliki kumpulan cerita pendek yang dijadikan satu, bukan novel, bukan komik. Jadi, bagaimana baiknya? Apa baiknya aku me-review satu per satu dari setiap cerpen atau di-review sekaligus? Aku punya pilihan di sini. Mungkin beberapa judul saja yang akan aku komentari karena ceritanya yang sangat berkesan. Dan akan sangat singkat mengingat malam ini tim jagoanku akan berlaga. *abaikan*

Aku pilih tiga judul: Pelarian, Dewa Kematian, dan Orang-Orang Tanah. (Setelah aku crosscheck lagi, ternyata dua dari tiga judul itu ada dalam sinopsis cerita di sampul belakang. Sangat kebetulan?)

Pelarian.

Ide cerita yang sangat bagus. Maksudku, kisah fantasi tentang seorang anak perempuan yang pandai berenang karena memiliki insang dan selalu menjadi perhatian di lingkungan kerajaan, itu pasti sangat revolusioner untuk menjadi entitas fantasi yang baru. Mungkin bisa jadi Manusia Setengah Salmon. Oh, come on, that's so mainstream! Apapun nama entitas baru itu, harusnya dia juga menjadi keturunan Poseidon dan berkerabat dekat dengan Percy Jackson.

Barangkali sang penulis mau meriset mengenai hal ini, mungkin memang benar ada entitas seperti itu di dunia dan pasti akan sangat membantu untuk memperpanjang cerita dan menjadikannya sebuah novel. Biarkan aku memberi masukkan tentang judul novelnya: Half-Blood Princess Conspiracy atau Daughter of Poseidon.

Dewa Kematian.

Jujur aku merenung cukup lama untuk memahami kisahnya. Masih bingung dengan kata ganti orang kedua tunggal untuk menjadi subjek utama. Sangat baru, tapi sangat membingungkan. Maksudku bingung yang baru. Ya... baru bingung. Oh... Shut up!!! Tapi, serius, aku baru baca kisah dengan kata "kau" sebagai pemeran utama. Untung saja ini hanya beberapa halaman. Dan judul ini menjadi urutan pertama dalam blacklist pengembangan cerpen menuju novel. What did I say?

Oke. Jadi aku harus mengganti setiap kata "kau" menjadi "aku" atau "dia" untuk sekejap. Ceritanya sangat menyentuh. Terang saja, beberapa hari yang lalu Ayahku meninggal karena hal yang tidak diduga, yang tidak nyata. Aku terus membaca dan ada satu kalimat yang aku ingat dalam cerpen ini: "Kenyataan tergantung dimana dirimu berada..." Itu sudah cukup untuk membuatku bangkit.

Dan selamat kepada Penulis karena bisa mempengaruhi pembaca karena karyanya. (Bukankah itu yang diidam-idamkan setiap Penulis?)

Orang-Orang Tanah.

Bagus. Sangat spooky. Penempatan yang tepat di akhir karena citra tentang perempuan yang terhisap oleh tangan-tangan itu pasti terngiang di kepala para pembaca. Lagi-lagi aku berharap ini diperpanjang menjadi sebuah novel dengan cerita keganasan sang ibu atas anaknya, macam Carrie atau The Conjuring gitu.... Hihihi.... Keep up!

Overall, semua kisah sungguh menarik. Berisi tentang kehidupan kelam beberapa wanita (by the way, hampir semua tokoh utamanya itu wanita) yang penuh dengan kesengsaraan hidup, penindasan, dan kekalahan atas gender yang dibungkus secara simpel dan indah. Ada beberapa kisah yang membuatku masih bertanya, kenapa hal-hal aneh selalu menjadi hal yang menarik untuk diketahui lebih dalam?

Selamat malam....
Profile Image for MAILA.
481 reviews120 followers
June 28, 2016
gila.

ini buku kumpulan cerpen pertama yang akhirnya saya baca lagi setelah beberapa terakhir baca buku sekuel, novel dan komik terus. kangen banget baca kumpulan cerita begini wq

saya tau dan penasaran dengan buku ini juga dari kuis yang ada di goodreads. beberapa kali nemu di toko buku bekas tapi harganya nggak masuk akal, sampai kemarin nemu yang murah dan tanpa pikir panjang langsung beli.

saya sangat menyukai buku ini meskipun menurut saya beberapa ceritanya sangat menyeramkan dan terdapat banyak halaman yang saya baca cepat-cepat karena saya merasa jijik dan takut. beberapa cerita di buku ini juga seperti buku dongeng. penggabungan antara hewan, kehidupan desa dan mitos dalam masyarakat, jarang sekali saya menemukan buku yang seperti ini meskipun saat saya membaca ini saya teringat dengan karya mas Yusi, Rumah kopi singa tertawa.

bila ketika membaca karya Dee dan Rowling saya membayangkan imajinasi macam apa yang mereka miliki, maka ketika membaca karya mbak Poppy ini saya membayangkan pengalaman hidup apa yang bagaimana yang bisa membuat ia menuliskan cerita seperti ini.

cerita-ceritanya 'gelap' dan sedih semua tapi saat saya membacanya terasa sangat hidup. bahkan saya bisa merasakan dengan jelas menjadi seekor serigala(?) dalam cerita Bulan merah.

saya ingin cerita seperti ini lebih banyak lagi :3

oh, satu lagi yang menarik dari buku ini, saya hampir tidak bisa menebak dengan benar bagaimana dari ending setiap cerita. benar-benar membangun rasa penasaran saya dengan baik, dan saya benar-benar diajak memutar pikiran dengan cepat.

cerita kesukaan saya?

Bulan merah dan Sang penyihir
Profile Image for Mita.
134 reviews23 followers
October 31, 2013
I made the mistake of reading the book at night before bed. I live alone. In an old building.

Book freaked me out like nobody's business.

Apart from getting very cranky and sleepy at work the next day, I felt curious. I wanted to read more and read it all quick, but there was no way I'm reading this after dark. Granted it doesn't take much to scare me, but I felt I haven't been that spooked for a while.

I don't know what it is. Could be the writing. It creeps up on you building this believable yet slightly out of this world atmosphere. Or it could be that deceivingly benign first impression that catches you unaware into these spooky, supernatural worlds.

Whatever it is, it works. I would've loved longer stories, to get more into the heads of the characters, but considering that I now live on coffee IV thanks to active imagination and no sleep, the book's good the way it is!!
Profile Image for Astrid Lim.
1,329 reviews46 followers
January 27, 2014
When most Indonesian books are dominated by romance and love stories, this short stories collection feels really different. Wonderful magical stories, with dark fantasy element, I love this book from the beginning until the end. Some of the background plots are indeed pretty predictable (evil stepmother, abusive husbands, etc), and the main theme (revenge) is quite cliche, but the whole book has a perfect vibe for all fantasy lovers. My personal favorite is "Pondok Paling Ujung". It's beyond scary, it's delicious :)
Profile Image for Darnia.
769 reviews113 followers
January 20, 2016
Kumcer yg satu ini bisa dibilang cukup unik. Bagi yg terbiasa membaca kisah-kisah fantasi atau bahkan manga misteri, nggak bakalan terlalu asing dengan kisah-kisahnya. Favorit gw tentu saja "Orang-orang Tanah" dan "Lelaki Tua dan Tikus", namun pada dasarnya, gw suka semua kisah dalam kumcer ini. Belum lagi sketsa illustrasi untuk masing-masing cerpen. Well done, Mbak Poppy!

Terima kasih Ijak atas pinjaman bukunya
Profile Image for Dyah.
1,110 reviews63 followers
January 15, 2014
This book is a collection of short stories, and the story that I like most is "Lelaki Tua dan Tikus" (The Old Man and Mouse). I like that it has a happy ending. The other stories are also nice and some have twists. Overall, the stories have kind of dark atmosphere, but are still fun to read (at least for me).
Profile Image for Bunga Mawar.
1,356 reviews43 followers
October 25, 2016
Kumpulan cerpen, cuma 200 halaman, pinjam dari iJak.

Di antara latar cerita2 yang seperti berselang-seling zaman sekarang di "Indonesia" yang kita kenal, dengan zaman antah berantah di dunia fantasi, saya lebih suka cerita dgn latar belakang yg saya kenal.

...sambil membayangkan orang2 tanah akan kembali.
Profile Image for Puspa.
168 reviews2 followers
August 10, 2020
Membaca kisah-kisah karya Poppy D. Chusfani dalam "Orang-orang Tanah", membuatku merasa bergidik. Apalagi aku membacanya hingga dini hari saat suasana Jakarta telah sepi. Kisah-kisahnya bernuansa mistis dan misteri, dimana di antaranya bisa saja terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Cover kumpulan cerpen yang dibuat Anne M. Oscar ini indah dengan sosok anak perempuan di dekat sebuah pohon besar menjadi sentral. Warna-warninya lembut dan indah, membuatmu seolah-olah menyangka ini dongeng anak-anak. Percayalah ini bukan buku buat anak-anak atau remaja. Buku ini lepas pas dibaca kaum dewasa.

Ada sembilan cerita dalam kumpulan cerpen. Kisah pertama "Jendela" bercerita tentang seorang anak yang dikucilkan karena ibunya seorang kupu-kupu malam. Ia tidak punya teman dan setiap anak di sana diminta orang tuanya menjauhinya. Hanya ibunya kawannya. Si Ibu menasihatinya untuk menjauh dari jendela. Si anak sendiri merasa ada sesuatu yang akan terjadi jika ia membuka jendela tersebut.

Ia selalu merasa sedih ketika ibunya nampak kelelahan. Ia dan ibunya bakal was-was dan ketakutan jika datang seorang pria berbadan besar dan pemabuk. Ia selalu merampas uang ibunya dan memukulnya. Hingga suatu saat si anak tersebut tak sanggup melihat ibunya tersiksa.

Cerita yang memikat berjudul "Pondok Paling Ujung" dimana pondok di dalam hutan tersebut mendapat tamu seorang penulis. Penulis wanita itu merasa gundah karena naskahnya sudah harus disetorkan. Ia merasa bakal bisa produktif bila mengasingkan diri.

Tapi sejurus kemudian keanehan demi keanehan terjadi. Ia juga bermimpi buruk. Ada sesuatu mengerikan di dalam dan sekitar pondok tersebut.

Cerita mistis, makhluk-makhluk aneh yang biasa hadir di mimpi buruk pun dihadirkan. Pada "Pintu Kembali" aku merasa mimpi burukku dihadirkan. Sebuah mimpi yang seolah tak kunjung berakhir. Kisah "Lelaki Tua dan Tikus" memiliki twist yang asyik. Sedangkan cerita andalan Poppy berjudul Orang-orang Tanah sayangnya kurang berhasil membuat penasaran dan agak mudah tertebak. Agak kurang mencekam dibandingkan "Pondok Paling Ujung". Orang-orang Tanah" berkisah tentang seorang anak perempuan yang rela melakukan apa saja demi merebut kembali kasih sayang ayahnya. Dan, ia berhasil mendapat pertolongan.

Favorit saya pada kumpulan cerpen ini adalah "Pintu Kembali". Saya membacanya dan mengimajinasikan kisahnya. Ada unsur kisah seperti di Goosebumps berjudul Horrorland, tapi tetap misterius dan membuat pembaca penasaran bakal seperti apa akhir kisahnya. Kisah "Pondok Paling Ujung" mengingatkanku pada film horor khas Hollywood dengan latar utama pondok. Ada sentuhan Cabin in The Wood dengan cerita yang berbeda.

Cerita-ceritanya mencekam sekaligus bikin penasaran. Aku bayangkan alangkah menariknya jika cerita-cerita dalam buku ini dibuatkan omnimbus film horor. Hantu-hantu atau sosok menyeramkan tidak banyak ditampilkan tapi nuansa dan atmosfernya akan membuatmu tegang dan merasa was-was.

Ulasan di: http://www.keblingerbuku.com/2017/07/...
Profile Image for Kiyanadhira Aryienno.
12 reviews8 followers
August 15, 2017
Tertarik baca buku ini sejak pertama kali muncul di toko buku karena... Mba Poppy is my all-time-favorite translator. Udah banyak novel kesayangan saya (Barty! Lockwood! MaxRide!) yang diterjemahkan Mba Poppy dengan sangat sukses, lololol, makanya saya pikir pasti banyak influence dari para author itu di tulisan-tulisannya Mba Poppy.

Well, my guess ain't completely wrong.

I'd say that I have mixed feeling for this book. Kisah-kisah di buku ini bikin saya meringis dari awal sampai akhir; cover art-nya yang manis penipuan banget, lol, untungnya ada summary yang ngasih tau kalau genre cerpen-cerpen di dalamnya itu dark. Certainly not for children, or anyone seeking a peace of mind (try Pondok Paling Ujung, lol).

Plot-nya sebenarnya ngga istimewa banget sih, bahkan sebagiannya predictable -TAPI gaya penulisannya enak, karakterisasi oke, bangun atmosfernya mantap, dan itulah yang bikin kumpulan cerpen ini enjoyable dan ngga ada bagian yang minta di-skip. Favorit saya sih jelas cerpen paling akhir yang sekaligus jadi judul buku ini: Orang-orang Tanah. How creepy.

Keep on writing (and translating!), Mba Poppy :)
Profile Image for Nanny SA.
343 reviews41 followers
February 13, 2020
Ternyata ini kumpulan 9 cerita pendek.
Gambar covernya sesuai dengan jalan cerita ada kesan muram dan misterius.

Ada 9 judul cerita :
1. Jendela
2. Pelarian
3. Pondok Paling Ujung
4. Bulan Merah
5. Dewa Kematian
6. Pintu Kembali
7. Lelaki Tua dan Tikus
8. Sang Penyihir
9. Orang-Orang Tanah

Ceritanya membuat orang menebak- nebak di awal, dan membuat kejutan di akhir, ada juga yg membuat merinding kalau membacanya sendirian 😊



-review lengkap menyusul.
(Kalau sempat)
Profile Image for Maximus Corner.
17 reviews
November 30, 2023
awalnya bingung cari referensi cerpen buat tugas b.indo, akhirnya coba nyari di ipusnas dan ketemulah buku ini. ga disangka bisa sesuka itu. cerpennya bagus semua, gaya penulisannya juga bagus banget kayak lagi baca buku terjemahan. semua ceritanya ngasih nuansa kelam dan endingnya seru semua. kalau ada kesempatan mau re-read sih
Profile Image for Mila.
37 reviews
May 5, 2025
I think this is what the phrase 'don't judge a book by its cover' looks like. This is a collection of short stories with dark fantasy elements, I loved this book from the beginning to the end. But sadly, there are some parts that I can't understand, but overall this is a good book. My personal fav is Orang-Orang Tanah.
Profile Image for monita.
153 reviews5 followers
December 30, 2023
Cakep bangettt. Paling suka bab Pelarian. Tapi kayak butuh buku sendiri tuh karena pengen tahu kelanjutannya 😭
22 reviews
June 11, 2024
Covernya gemes kayak gulali, isinya domestic violence bjir
Profile Image for Muhajjah Saratini.
289 reviews9 followers
October 15, 2016
Terlambat.
Betapa mengerikannya kata itu.
Terlambat berarti kau tidak lagi bisa memilih, terlambat berarti satu hari, satu jam, satu detik telah berlalu tanpa kausadari.
Terlambat berarti kau tidak bisa kembali.
[cerpen "Dewa Kematian"--p. 103]


Butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan gaya bercerita Poppy dan kisah2 yang dia sajikan.

Sebagian memang bukan selera saya.
Sebagian lagi mengesankan.

9 cerpen. Isinya variatif.
Displaying 1 - 30 of 68 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.