Maya sengaja berlama-lama kuliah di London. Tapi kini ia terpaksa pulang ke Jakarta, kembali ketemu panas, macet, dan orangtuanya yang sudah menyiapkan perjodohan untuknya.
Sebaliknya, Maia seumur hidup tinggal di Tulungagung. Ini kali pertamanya ke Jakarta demi mencari kerja. Dia gugup setengah mati di kereta menuju Stasiun Senen, dan sampai di sana malah bertemu Jonathan, bukan Joni.
Walau bernama mirip, Maya dan Maia, punya rencana yang berbeda, dan urusan cinta sama-sama tak ada dalam rencana itu. Apalagi soal punya hidup yang tak sengaja tertukar.
Maya yang biasa hidup serba-ada mendadak kini bersama Joni yang tukang reparasi komputer. Sementara Maia yang tidak mengerti apa-apa soal Jakarta, kini diantar Jonathan untuk tinggal di apartemen mewah.
Ini adalah cerita soal hidup, cinta, dan kebetulan. Dan pertanyaannya: Percayakah kamu dengan kebetulan?
Lulusan studi Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Airlangga, Surabaya. Saat ini bekerja sebagai seorang pegawai lembaga publik negara dan tengah melanjutkan studi masternya di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta dan University of Melbourne, Australia.
Untuk berteman: twitter: @Dannesya email: annesya.devania@gmail.com FB: Devania Annesya
Setelah kemarin sukses menjadi makhluk paling ngga jelas di HeartChime: GIVEAWAY DIBUKA!!! Dung tak dung tak jes! dengan hadiah novel Maya Maia, akhirnya malam jum'at 26-27 September aku berhasil menjadi kuntilanak semalam huahahah :uhuk .
Bisa dibayangkan, betapa gejenya aku ketawa tengah malam di kamar. Santai bok! Aku ngga sendiri. Ada Phi, teman tidur yang juga lagi baca novel lain :smile .
Baiklah, mari kita kenalan sama Maya Maia, salim-salim dulu gih :hepi .
Judul : Maya Maia Penulis : Devania Annesya Penerbit : PlotPoint No. ISBN : 9786029481501 Cetakan Pertama : Juli 2013
Baca sekilas judulnya, kaya nama penyanyi yak? Tapi jangan salah, ini ngga bahas Maya-Maia yang itu. Sama sekali!
Jadi, itu ceritanya gimana dong kakak? :wek
Mau tahu atau mau tahu banget? :uhuk
Jadi, ceritanya begini #PasangMukaJutek :jiah .
Maya, anak gahul nan somse ini sengaja kuliyah [Baca : kabur] ke London dan berlama-lama di sana. Karena si Maya ini ngga kelar-kelar kuliyahnya, orang tuanya pun berang dan memulangkannya dengan paksa untuk segera di tunangkan dengan seorang bernama Jojo, teman kecil Maya [Ralat : anak cowok yang suka dijaili Maya]. Dasar Maya yang memang geje, dia ngga pulang langsung ke Jakarta tapi malah transit ke Tulungagung, rumah Anisa sahabatnya.
Maia, cewek alim, lugu banget nan ndeso. Dia sama sekali belum pernah ke Jakarta. Niatnya, mau kerja sama keponakan teman Bu liknya bernama Jojo. Begitu sampai di Stasiun Pasar Senen, muka melasnya kelihatan banget. Kaya mukaku yang unyu tanpa dosa :shy .
Joni-Jojo, tukang reparasi komputer. Gayanya slengekan, jarang mandi. Tapi entahlah, kenapa aku mendadak terpesona dengan sifatnya yang absurd ngga jelas gitu. Menarik kan? Ngangguk ajalah :uhuk . Dia ini calonnya Maia.
Jonathan-Jojo, si cowok tampan, tampan banget dah. Direktur utama bok. Calon suami idaman deh ya. Cuma, dia ini Gagal Move On. Duh! Mas tampan ini. Cantikan juga aku :smile . Nah! Si Jojo yang ini bakal calonnya Maya.
Cerita berawal dari insiden Pasar Senen di mana masing-masing penjemput -Jojo-Jojo- salah jemput orang. Maya bertemu Jojo-Joni sedangkan Maia bertemu Jojo-Jonathan. Kehidupan pun berubah, semua berubah menjadi tidak biasa. Maya yang serba ada mendadak jadi babu di rumah Jojo. Sedangkan Maia, hidup seadanya malah dibawa ke apartemen mewah.
Semua berjalan di luar kewajaran. Beberapa waktu berlalu, atas dasar ini itu, Maya akhirnya mengetahui bahwa jodohnya telah tertukar.
Pertanyaannya, apa yang akan dilakukan Maya? Bagaimana dengan Maia di sana? Joni-Jonathan, bagaimana sikap mereka? Apakah semua hanya kebetulan semata?
Aku sendiri berkeyakinan bahwa tidak ada yang namanya kebetulan. Teori Kosmos yang diagungkan itu sama sekali tidak berlaku.
Tidak seorang wanita pun di dunia ini yang suka menjadi yang kedua kalau masih memiliki kesempatan menjadi yang pertama dan satu-satunya. 83
Mana yang lebih menyakitkan, mereka yang memiliki kenangan lalu kehilangan atau mereka yang kehilangan tanpa memiliki kenangan? 129
Novel ini, ngga melulu membahas tentang jodoh mereka yang tertukar. Banyak bagian yang kusuka. Ada Mamanya Maya yang gahul abis bikin ketawa. Ada juga Putri, adik Joni yang geje abis. Dan ya, ada beberapa makhluk lagi yang bikin nyengir kuda. Kelakuan Joni-Jojo yang bikin aku keki setengah mati. Sampai-sampai bengong, narik napas, ih wow, arghhh :jiah .
Mungkin ada sesuatu yang tidak perlu diucapkan untuk didengar, mungkin ada sesuatu yang tak perlu disampaikan untuk dipahami. Mungkin ada sesuatu yang tak perlu disemai untuk kemudian tumbuh, bersemi. Rumit..., tetapi sederhana untuk sekedar dimengerti. 202
Bagaimana mungkin kamu pergi begitu saja setelah semua hal yang terjadi? Kamulah yang terburuk! Karena kamu datang serupa angin, mengisi ruang yang hampa untuk kemudian pergi begitu saja, seakan tidak terjadi apa-apa. 211
Ini tentang hidup, cinta dan kebetulan. Hidup, tentang arti keluarga, orang tua, sahabat dan juga cinta. Kalau baca bagian Joni dan Putri, mendadak ingat Kakak :hwa . Nangis bombay karena sering ngrepotin dia :hiks .
Dan kau hadir merubah segalanya Menjadi lebih indah Kau bawa cintaku setinggi angkasa Membuatku merasa sempurna Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup Berdua denganmu selama-lamanya Kaulah yang terbaik untukku Adera - Lebih Indah
Sering kali hidup tidak berjalan seperti yang kita inginkan. Bukan Tuhan tidak mau memberikan. Hanya saja, kadang Tuhan menunda atau bahkan memberikan yang lebih baik dari apa yang kita minta. Berkaca pada masa lalu, bahwa memang ada timbal balik atas apa yang kita lakukan.
Dia, adalah jodoh yang Tuhan ciptakan. Kau hadir, merubahku menjadi seseorang yang lebih baik. Seseorang yang bisa membuka diri dengan cinta. Seseorang yang bisa lebih kuat. Seseorang yang lebih menghargai orang lain. Cinta, tidak ada yang keliru atau kebetulan tentang ini. Jiah~
"Tidak seorang wanita pun di dunia ini yang suka menjadi yang kedua kalau masih memiliki kesempatan menjadi yang pertama dan satu-satunya. Maya ingin dicintai dengan cara begitu. Ia tidak ingin menjadi pengganti seseorang dalam kehidupan seseorang juga. Itu menyebalkan!"
Sepulang dari London, Maya berusaha menolak perjodohan yang dirancang oleh orangtuanya. Mulai dari kabur ke rumah temannya sampai berpakaian layaknya orang kampung saat menunggu untuk dijemput calonnya di Stasiun Senen. Joni, seorang tukang reparasi komputer, mengira Maya adalah Maia, gadis kampung yang berencana mencari pekerjaan di Jakarta dan dijodohkan dengannya. Maya akhirnya pulang bersama Joni.
Sementara itu Maia yang asli sedang kelimpungan karena barang-barangnya raib dicuri. Dia menghubungi pusat infomasi dan memanggil penjemputnya dengan nama ‘Jojo’. Nathan, yang memang dulu dipanggil Jojo, menjawab pengumuman tersebut. Nathan semula akan menjadikan perjodohannya sebagai pelarian dari sakit hatinya terhadap perempuan masa lalu, mulai berubah pikiran saat melihat kepribadian Maia.
Butuh beberapa hari untuk menyadari bahwa posisi Maya dan Maia saling tertukar. Ketika menemui Maia, Maya meminta pertukaran ini tetap berjalan karena dia mendengar tentang mantan Jonathan dan juga untuk membantu Maia memperoleh gaji yang tinggi. Selain itu Maya mulai menikmati kehidupan sederhananya bersama Joni dan adiknya, Putri.
--
Maya Maia punya cerita sangat sederhana yang dituliskan sangat lucu. Gaya menulisnya sudah bagus dan enak dibaca, banyak kalimat yang quotable, hubungan Maya dan Joni cukup berbekas dan ada twist. Hmm, untuk twist itu sepertinya aku saja yang telat nyadar, hahaha. Tapi tetap saja, aku kaget dan tidak menduganya sama sekali. Sayangnya semua itu tidak bertahan saat cerita mulai menyentuh konflik utama dan drama-drama lainnya. Maya yang angkuh, Joni yang cuek, Maia yang polos dan Nathan yang berusaha move on hanya menghasilkan tawa di seratus halaman pertama. Halaman-halaman berikutnya terjadi transisi antara komedi dan drama yang tidak mulus. Seratus halaman terakhir yang merupakan puncak dan penyelesaian konflik terasa seperti potongan dari novel lain. Lelucoan yang ada jadi kurang ampuh dan malah salah tempat.
Awalnya lagi butuh buku yang ringan buat meringankan kejenuhan nyekripsi. Setelah pertimbangan agak lama akhirnya dipilihlah buku teenlit ini.
Cerita nya sinetron banget,tapi gak gampang ketebak. Kenapa saya cuma kasih 2 bintang?bukan karena bukunya gak menarik,tapi karena saya gregetan sendiri melihat kejadian2 di buku yang harusnya gak se-klise itu,hehe
Tetap saja,ini buku yang menarik untuk dibaca. At least baca dulu sampe chapter 5 nya,dijamin penasaran dan pengen cepet2 ngabisin isi bukunya.
Satu kata buat novel ini, BRILIAAAN!! Bikin cekikikan sendiri di dalem kamar malem-malem lagi. Ceritanya tuh ngalir apa adanya, parah keren abis. Agak lebay ya.. Tapi trust me, worth to read banget '-'9
Saya seseorang yang jarang sekali membeli novel karya dalam negeri apalagi yang teenlit. Saya akui saya agak skeptis ma teenlit - maafkan saya yg sepertinini. Makanya saya sering membeli buku hasil transliterasi dari luar negeri seperti Julia Quinn dan Nora Roberts - dua novelis kesukaanku.
Namun, sahabat saya penulis yg baru mengeluarkan bukunya, teenlit, berjudul Ubur Ubur Kabur. Sebagai apresiasi kepada sahabat saya ditambah saya ga pernah suka menerima buku gratis, maka saya membeli novel dia yang pertama itu. Alhasil, saya ketawa ngakak dan untuk pertama kalinya terhibur dengan cerita pendeknya. Sejak saat itu, saya diam diam mulai menggemari gaya penulisannya yg lugas dan sarat humor.
Hal yang paling saya sukai dr sebuah novel adalah saya memang orang yg ga suka ada orang lebai jahat dan lebai baik seperti di sinetron2 lebai di tv swasta Indonesia. Dan saya bersyukur, dapat menemukan hal itu dalam tulisan baik Ubur Ubur Kabur yg diterbitkan oleh penerbit Andi dan Maya Maia yg baru saja diterbitkan penerbit Plot Point.
Sisi yg saya sukai dari penulis ialah, ia dapat mengkolaborasikan ide cerita dengan sangat baik -penulis dapat menyampaikan selera humornya yg bagus proper dan acceptable. Saya bahkan tidak menyangka dia akan menulis sebaik itu dalam novel Ubur Ubur Kaburnya yang ia akui ditulis pada saat ia masih SMA.
Bagi anda yang belum membaca, saya sarankan membaca Ubur Ubur Kabur, itupun terserah Anda sih, atau Anda dapat langsug membaca novelnya Maya Maia.
Ubur Ubur Kabur itu lucu banget, di akhir cerita anda pasti berharap agar ia menulis ubur ubur kabur 2, karena penulis berhasil membuat kita berharap ada cerita tambahan atau versi lanjutannya.
Berlanjut ke karyanya yang kedua, Maya Maia, yang baru saja dirilis dua hari yang lalu. Saya langsung mendatangi toko buku Togamas di Surabaya. Karena saya penasaran dengan ide ceritanya, bagaimana sih cerita dalam novel keduanya ini. Saya pun mulai membacanya.
Saya tipikal orang yang gampang bosan dan seringkali meletakkan buku segera setelah lembar pertama saya baca. Tetapi saya akui, saya terkejut beberapa saat kemudian saya sudah mencapai ⅓ buku. Amazing, menurut saya. Dan novel itu habis saya baca dalam semalam.
Seperti yang saya duga, penulisnya mampu menyeimbangkan bobot cerita, karakter, dan klimaks dengan baik. Dan hal kedua yang saya sukai adalah beberapa kutipan, yg cocok untuk dijadikan beberapa lirik lagu - jika saya terlahir memiliki bakat penulis, hehehe.
Anda mungkin akan mengalami pengalaman membaca seperti saya. Awalnya saya memang ga suka ma spoiled kid, Maya, tp di akhir cerita entah sejak kapan Maya menjadi karakter yg saya sukai. Gaya bicaranya. Yg ceplas ceplos, dan saya senang dengan reaksinya menghadapi masalah atau menyadari ada pertukaran identitas yg tidak disengaja antaranya dengan Maia.
Tokoh kedua yg saya sukai adalah Jojo, sepertinya Maya berhutang pada Jojo. Tanpa Jojo, Maya akan jadi sangat membosankan. Dan saya berterimakasih, ada Maia dan Nathan. Mereka berkolaborasi memberi ide tentang pasangan yg manis dan agak klise. Novel ini memiliki ending yang tidak mengecewakan. Keluarga mereka juga menjadi dasar mengapa ending yang seperti itu layak diterima. Overall, saya suka dengan keunikan penulis. Ia bisa menyuguhkan cerita yg ga lebai, ga cemen, dengan karakter yg dewasa khas dan sedikit aneh. dan tidak ada karakter yg tidak berguna disini, semua punya relasi yg tidak saya duga. Pokoknya, ga ada spoiled karakter, semuanya menjalankan perannya dengan baik. selama membaca novel ini, saya dapat membayangkan adegan serie drama korea romantik komedi berputar2 di kepala saya. menyenangkan sekali.
salah satu kutipan favoritku halaman 211, Bagaimana mungkin kamu pergi begitu saja setelah semua hal yang terjadi kaulah yang terburuk - (saya sgt familiar dengan kalimat ini)
karena kamu datang serupa angin mengisi yg hampa, untuk kemudian pergi begitu saja, seakan tidak terjadi apa2 (ini bagian paling hurt antara jojo dan maya) < seneng banget
seharusnya kubangun jeruji rapat pemecah nada, beserta tembok tinggi penghalau kata, agar kupastikan harapan kosong itu tak datang membujuk, membiarkan si bodoh membuka sebagian ruang di bagian dasa. seharusnya si bodoh belajar berhenti berhadap, selain dari apa yg ia dapatkan. sebab si bodoh, tak pandai berhayal terlalu tinggi
menurutku, keren.
Saya berharap akan ada lebih banyak novel yg ia tulis ke depannya. Saya akan selalu menunggu novel2 berikutnya.
Jodoh selalu saja menjadi perkara yang dirumit-rumitkan. Biar dikata sudah ditentukan oleh-Nya, tetap saja ada orang tua yang memaksa seperti dialami Maya. Tokoh Maya dalam novel ini anak orang kaya.
Dia kuliah di luar negeri dan sengaja berlama-lama buat menghabiskan uang orang tua. Dia enggan pulang ke Indonesia. Maya benar-benar membuat ibunya berang dan ingin memaksa menjodohkan. Sementara itu, tokoh lainnya, Maia, adalah gadis desa yang dianugerahi kemampuan dapat membaca pikiran jelek orang.
Pada suatu hari, untuk pertama kalinya, Maia datang ke Jakarta. Dia menunggu tunangannya, Joni, menjemput di Stasiun Pasar Senen. Namun, Maia tertidur di stasiun tersebut dan tasnya raib. Celakanya, petugas keamanan tak mau peduli nasib Maia karena menurut mereka tas tersebut barang tak berharga. Ini berbeda sekali dengan keadaan Maia ketika di desa. Barang hilang akan dicari sama-sama sampai dapat.
Tokoh lain yang tak kalah penting adalah Joni dan Jonathan. Joni, tak lain, merupakan tunangan Maia, sementara Jonathan pun akan dijodohkan dengan Maya. Joni berpenampilan asal-asalan dan slengekan. Beda dengan Jonathan. Namun, nasib Jonathan sedikit kurang beruntung. Setelah patah hati dengan Denisha, dia malah dipaksa mamanya untuk menikah dan menjodohkan dia dengan Maya.
Maya dan Maia akan dijemput jodoh yang direncanakan keluarganya. Maya meninggalkan penampilan Londonnya dan memilih menggunakan baju Alisa sahabatnya sehingga tampak kucel seperti gadis kampung. Maya ingin membuat calon tunangannya itu kabur dan membatalkan perjodohannya. Tapi, siapa sangka, Maya dijemput Joni, bukannya Jonathan, sedangkan Maia yang kehilangan akses untuk bertemu dengan calon tunangannya itu memilih menginformasikan lewat pengeras suara stasiun dan Jonathan pun menjemputnya, bukan Joni.
Maka semuanya berawal dari kebetulan, nama yang mirip, tak saling kenal, keduanya memiliki rencana yang berbeda, bahkan cinta bukan bagian dari rencana keduanya.
Joni dengan segala aktivitas kesehariannya sebagai tukang reparasi komputer mampu membawa hari-hari Maya terisi, sedangkan Jonathan, pemilik toserba, harus menjaga keliaran pikirannya.
Keanehan-keanehan pun mulai dirasakan Maya. Dia seharusnya berada di apartemen, bukan di rumah reparasi komputer. Pikirannya mengantarkan Maya ke apartemen. Dia menduga ada wanita lain dan, benar saja tebakannya, perempuan lain itu sedang menggantikan posisi dirinya.
Namun demikian, Maya membiarkan Maia tinggal dan berhubungan dengan Jonathan yang ternyata adalah teman masa kecil. Maya pun tahu kisahnya dengan Denisha. Ketika Maia bertanya, "Mbak, kenapa sih nggak mau balik ke sini? Emangnya Mas Jonathan kurang ganteng?" Jawaban Maya membuat kisah tertukar ini terus berlanjut menjadi kebohongan. "Ganteng-ganteng kalau nggak bisa move on buat apa?" (hal 117).
Kisah Maya dan Maia bertukar cinta. Keduanya sukses meninggalkan kisah yang membekas kepada pembaca. Di dunia ini tidak ada hal kebetulan karena Tuhan sudah mengatur. Mereka sudah ditakdirkan untuk tertukar, jatuh cinta, dan itulah rencana Tuhan mempertemukan jodoh.
Dua orang perempuan bernama mirip, Maya dan Maia (seingat saya, dalam pelajaran bahasa Indonesia, kasus seperti ini namanya homofon), bukan kebetulan, tertukar nasibnya. Maya, cewek manja yang adalah anak orang kaya, terpaksa pulang ke Indonesia, karena perjodohan yang sudah disiapkan orangtuanya. Sengaja, orangtuanya melakukan itu karena selama ini Maya tidak pernah memberi kabar ketika kuliah di London, dan nampaknya anak semata wayang itu hanya bermain-main saja di sana, karena belum lulus jua. Sebelum pulang ke Jakarta, Maya melarikan diri ke Tulungagung, menginap di rumah Annisa, sahabatnya. Hingga orangtua Annisa meminta Maya untuk pulang ke rumahnya sendiri, lantaran ia terlalu manja dan tidak tahu diri #LOL.
Lain cerita dengan Maia. Gadis sederhana dan lugu asal Tulungagung itu bertolak ke Jakarta untuk mencari kerja. Emaknya telah meminta seorang laki-laki bernama Jojo, untuk memberinya pekerjaan. Jojo ini adalah cucu sahabat eyang Maia, yang telah cukup sukses bekerja di Jakarta. Pertama kali pergi ke Jakarta membuat Maia gugup, belum lagi barang-barangnya raib dicuri orang.
Sewaktu membaca sinopsis di belakang buku,saya langsung berpikir "wah tipikal cerita FTV banget nih..." "halah,palingan ceritanya klise banget nih,kurang meyakinkan" tapi ujung ujung nya saya malah membeli buku ini karena membayangkan Maya yang harus tinggal bersama Jojo yang tukang reparasi itu dan penasaran bagaimana deskripsi lebih lanjut mengenai karakter Jojo.
Dan jeng jeng jeng....saya jatuh cinta dengan buku ini.Maya dan Jojo memiliki chemistry yang unik,saya tidak bisa membayangkan jika seandainya Maya benar benar jadi sama Nathan.Karakter favorit saya tentu saja si godrong lusuh yang jarang mandi,Joni a.k.a Jojo.Tanpa kehadiran Jojo,novel ini menjadi sangat membosankan dan eksistensi tokoh Maya menjadi kurang greget tanpa kehadiran Jojo.Karakter yang kurang saya sukai tentu saja Nathan.I don't know,he's kind of boring to me.Terlalu baik baik dan kurang "nakal".
Salah satu alasan tidak penting lainnya mengapa aku begitu mencintai novel ini,karena Jojo mengingatkan saya dengan seseorang...uhmmm uhmmm uhmmm.
Overall,saya sangat menikmati membaca "Maya & Maia",hanya saja menurut saya kurang tebal dan permasalahannya masih kurang digali lagi.
Maya dan Maia, terdengar sama, namun punya penulisan yang berbeda. Maya datang dari keluarga berada, berlama-lama menetap di London, tetapi kini terpaksa pulang ke Jakarta demi perjodohan ala Siti Nurbaya. Sedangkan Maia datang dari dusun di Tulungagung, berpakaian sederhana, dan misi kedatangannya ke Jakarta adalah untuk mencari kerja.
Pesan emak, seseorang bernama Jojo akan menjemput Maia di Stasiun Senen. Tapi, celakanya Jojo yang ia kira bukan bernama lengkap Joni, tapi bernama Jonathan yang bersikeras ingin dipanggil Nathan. Maia bertemu dengan Jonathan dan Maya malah bertemu dengan Joni, si Kain Pel yang gemar merokok di atas pohon mangga. Maia takjub setengah mati saat mendapati Jonathan memiliki toserba dan mengantarnya ke sebuah apartemen mewah; Maya panik bukan kepalang menelepon mamanya kalau Joni menyuruhnya kerja di toko servis komputer.
Kejadian ‘jungkir balik’ itu bisa dibilang sekadar kebetulan. Memang lucu adanya, tapi apakah selucu jodoh mereka yang kebetulan tertukar?
alhamdulillah nemu buku ini pas lagi sale, awal ekspetasi gw buku ini bakalan biasa aja atau malah tidak meng-impress sama sekali (soalnya Dari beberapa toko buku yang gue datangi, buku ini selalu ditempatin di daerah teenlit literature ((karena sudab bukan remaja lagi, jadi kalo baca teenlit suka merasa 'is this kind of jokes?!')) tapi karena Maya Maia sempat beberapa bulan jadi best seller di toko2 buku tsb, jadilah gw penasaran.
ternyata emang nggak diduga ceritanya. gue suka banget pengambaran Maya yang anak orang kaya yang awalnya bukan siapa2 (gimana ya ngejelasinnya, yg jelas gw suka bgt background Maya). after all, buku ini one of a kind lah. nggak menjual 'fairytail' bgt, but just sooo close to reality.
cuma yg agak aneh kenapa orangtua nya Maya nggak curiga anaknya protes melulu, kuliah asal2an di London, bukannya disusulin malah cuma disuruh pulang -_- hahahaha
Lucu dan asyik banget bacanyaaaaa! xD memang akhir-akhir ini aku lagi butuh novel-novel romance komedi yang ringan dan bikin ngakak kayak gini.
Cuma, memang ada beberapa hal yang kurang memuaskan. Mungkin kalau lebih difokusin ke satu tokoh saja, aku akan lebih bisa menikmati. Karena aku adalah tipe pembaca yang paling nggak suka kalau di dalam sebuah novel, tokoh utamanya itu ada lebih dari 1 orang. Walaupun di sini memang lebih mengeksplor Maya, tetap saja aku merasa kurang karena banyak sekelebat-sekelebat tentang Maia ;p (yahhh memang ceritanya sudah disetting gitu, ya. Ini cuma pandangan subjektifku aja huehehe). Dan, oh iya! Klimaksnya juga rada kurang nendang sih hehehehe ;p
Tapi untuk yang sedang mencari novel romcom yang ringan, novel ini sangat recommended untuk dibaca!
Dan aku suka banget kekonyolan antara Maya dan Jojo di sini♥♥♥ LOL><
Novel ini ditulis dari sudut pandang orang ketiga, mungkin untuk mengakomodasi ke-4 pemeran utama yang namanya mirip2 itu. Saya katakan 4 pemeran utama karena meskipun judulnya "Maya Maia" namun justru prolog dan chapter 1-nya dibuka oleh Jojo dan Nathan - dan seterusnya pun cerita berganti2 main character sejalan dengan pergantian chapter.
Gaya berceritanya cukup lucu, kisahnya mengalir dengan banyak unsur komedi di dalamnya. Itulah mengapa meskipun ada beberapa elemen plot yang membuat saya berpikir "he? kok bisa gitu sih? masa sih kayak gitu?" (terutama untuk urusan nama tertukar dan mereka sempat lama sama2 gak tahu kalau tertukar), somehow jadi termaklumi karena saya anggap memang tujuannya adalah untuk lucu2an saja.
Baca lebih lengkap review novel ini di blog Putri Review
dapat novel ini dari Blended LitBox-nya Mbak Ika Natassa. dan.... bisa selesai dalam satu hari. :D baca novel ini serasa lagi nonton ftv atau sinetron. banyak bagian klise, bagian-bagian yang kebetulannya sungguh keterlaluan. plotnya terasa terlalu cepat. tapi semua kurangnya itu tertutupi beragam kelebihannya. gaya bahasa si penulis menurutku lucu dan di beberapa bagian sukses bikin ngakak. kadang agak nyeleneh, dan cukup menarik minatku untuk terus baca sampai selesai, tanpa melewatkan satu paragraf pun. aku harap Mbak Devania mampu mengembangkan gaya menulisnya lebih baik lagi. karena menurutku dia punya bakat untuk membuat tulisan yang menarik. thanks for the fun read!
Lumayan lah baca ini kalo lagi mau baca yang ringan-ringan. Sebenernya cocok sama diksi yang monolognya, tapi kurang sreg sama dialognya. Berasa gak match aja.
Saya agak terganggu sama penggambaran orang kampung di novel ini. Apakah iya orang kampung emang selugu dan sekudet itu? Apa saya aja yang sensi gara-gara kampung di novel ini adalah Tulungagung yang notabene adalah kampung halaman saya dan saya gak ngrasa orang-orang di kabupaten saya sekudet itu.
But overall, jalan ceritanya ringan tapi menarik. Ada beberapa quotes yang relate juga sama kehidupan kita, kayak tentang kehilangan dan teori kosmos yang disampein di novel ini.
Mungkin bakal coba baca juga judul-judul lain dari penerbit Plotpoint.
novel ini membuat saya percaya bahwa sebuah novel lahir dari obsesi seorang penulis.
hemmmm agak sulit menulis komentar panjang, karena: 1) saya tidak bisa komentar panjang lebar di Goodreads 2) khawatir susah untuk objektif
bisa dikatakan bahwa gaya sesungguhnya Devania Annesya dalam menulis nampak pada novel ini. Dia tumbuh bersama tulisannya. Ubur-ubur kabur hanyalah awal pencarian identitas. Dan Maya Maia adalah seperti gadis berumur 20an yang sudah cukup matang.
Pas liat sinopsisnya sempat menduga ini novel pasti sinetron deh dari premisnya aja ketahuan. Bakal banyak drama lebay. Tapi pas udah dibaca tiba2 whoooshh! udah nyampe setengah part aja. Emang bener sih premisnya agak sinetron. Tapi cara penulisnya bercerita itu loh. Mengalir. Percakapan dan bahasanya juga ringan. Karakter2nya juga pas. Nathan yang gentle, Maya yg carefree, dan Maia yg lucu dan Joni yg tengil (my favorite). Ada juga tante Delia (mamanya Maya) yang suka gak nyambung kalo diajak ngomong. Overall I LOVE this book ;)
Found it for sale at last week IIBF, and I decided to give it a shot. I have read a few of Annesya's book and here I could see both her "signature" and how she's been improving since this book was written. Maya Maia is, stealing a term used by a friend of mine, sinetroniyah, FTV-ish. That kinda book that you wanna read just for fun on a laid-back Sunday morning. But what makes difference is the way the author wrote it. Predictable indeed, but I still could enjoy the story to get there.
BAGUS BANGETTT! penulis bisa-bisanya memikirkan jalan cerita "bertukar jodoh". kreatif! dan dibalik semua rencana ternyata tersimpan sebuah kebetulan. kebetulan yang merupakan takdir. saya sangat menyukai buku ini karna jalan pikir sang penulis sangat kreatif. membaca satu halaman saja sudah membuat saya tidak sabar untuk melanjutkan ke halaman berikutnya. sukses terud Devania Annesya. semoga bisa menulis dan menerbitkan buku-buku dengan jalan cerita yang lebih kreatif lagi!
meskipun ditulis dengan bahasa yg ringan, tema yg begitu sinetron (tentang kekeliruan penjemputan dan akhirnya jodohnya tertukar) tapi buku ini sangat menarik. devania mampu membuat alur yg memikat dan memberi banyak sekali kejutan di tiap bab yg makin bikin penasaran. harus baca!!
lucu! gak nyesel beli buku ini setelah baca sinopsis. tapi ya emang si klise banget haha ketebak tapi tetep aja penasaran sampe cepet-cepet mau nyelesaiin bukunya. (fyi gua baca sehari doang wow)