"Aku juga berharap ini hanya cerita di dalam novel" Kenyataan yang harus kita tahu meski tidak menyenangkan!
Tidak salah tinggal di sebuah officetel sendirian. Namun, perempuan yang tinggal sendiri harus selalu waspada.
Si Perempuan yang baru saja pindah merasa waswas dan ketakutan oleh suara bel pintu setiap dini hari. Dari lubang intip, tampak laki-laki berpakaian tertutup yang terus menekan bel sambil mengecek ponselnya, hingga akhirnya memutuskan pergi. Namun berbeda hari, berbeda laki-laki. Ia harus bangkit dari ketakutannya dan mencari jalan keluar dari situasi ini.
Para Pengunjung Dini Hari merupakan salah satu dari 5 kisah yang ada dalam buku ini. Setiap kisah menonjolkan situasi perempuan,
bagaimana mereka merasa terkucilkan dan disudutkan hanya karena mereka perempuan. Kelima kisah diceritakan dengan apik dan mendalam, seakan pembaca ikut merasakan yang dirasakan si tokoh. Apakah kalian sedang berada dalam situasi seperti mereka? Ceritakanlah kisahmu!
Kumpulan cerpen yang memusatkan kisah-kisah dengan tokoh utama perempuan. Perempuan yang mencoba menghilangkan ketakutannya, perempuan yang mencoba kokoh dengan pendiriannya.
Kumpulan cerpen ini berisi 5 cerita dengan perempuan sebagai tokoh utamanya. Pada cerita #1 ada "Perempuan" yang memotret wajah para pria yang mengunjunginya pada dini hari lewat sebuah videophone. Di cerita #2 ada "Aku" yang berani melawan atasannya tapi kemudian diberhentikan. Cerita #3 ada "Aku" anak SMA yang menjadi groupie dari seorang anggota band. Cerita #4 ada "Bora" yang berjuang untuk kebenaran politik. Cerita #5 ada "Aku" yang ditinggalkan oleh pacarnya karena berhenti bekerja setelah mengalami pelecehan seksual.
Kelima cerita ini menangkap pengalaman relasi antara pria dan wanita, baik itu tentang komitmen maupun seksual yang dialami oleh masing-masing tokoh perempuan tadi. Kelima cerita tadi kemudian dijelaskan dalam bagian epilog yang berjudul Meolak Kebisuan dan Kekuatan Super. Pastikan membaca bagian epilog dari kumcer ini supaya mendapatkan gambaran besarnya.
(1) Para Pengunjung Dini Hari Kisah tentang seorang perempuan yang tiba-tiba mendapatkan bel nya berbunyi mendekati tengah malah. Kejadian rutin dan orang yang melakukan ada laki-laki yang berbeda-beda. Sebagai wanita 30 tahun dan hidup sendiri hal itu cukup membuat takut dan was-was. Kemudian, setelah diusut ternyata gedung yang ia tinggali adalah kembar persis dengan sebelahnya. Seperti copas. Hanya berbeda sedikit saja. Para pemencet bel dini hari itu disangka salah mendatangi gedung yang seharusnya di sebelah. Perempuan itu mencoba mancari tahu ke gedung sebelah, namun ternyata hal mengejutkan didapatkannya.
Pelajaran dari cerita ini: Masih banyak perempuan di luar sana, yang sebenarnya tidak ingin melakukan pekerjaan menjijikkan dan dianggap sampah oleh masyarakat, terpaksa menjalani karena demi kehidupan. Kalo bukan dirinya sendiri yg berjuang, siapa lagi? Hidup adalah tanggung jawab setiap individu yg bernyawa. Orang menganggap perempuan sebagai layanan yg dapat dibeli. Membayar perempuan untuk berhubungan seks. Jangan perlakukan orang itu sebagai manusia!
(2) Lulu dan Lala Kisah seorang pasangan yang awalnya Damai kemudian akhir-akhir ini bertengkar karena masalah pekerjaan. Namun, dalam cerita ini yang sebenarnya diangkat adalah tentang Lulu. Perempuan yang tinggal di gedung yg sama bahkan umurnya sepantaran dengan mereka. Bagaimana diceritakan Lulu sebagai orang yang muram, pendiam, dan jika jalan dengan suaminya maka ia di belakang. Dengan pandangan menunduk. Ternyata, Lulu memiliki anak yang jika masih hidup berusia 7 tahun. Namun, sang suami mengharuskan dia melupakannya. Dan selalu menyebut putri keduanya nya sebagai sulung. Dia hanya dapat mengingat putrinya dengan duduk di halte bus memandang anak-anak SD yang bermain di lapangan sekolah. Pelajaran yang saya dapat: Seseorang bagi orang lain terkadang menjadi simbol keputusasaan. Namun, juga dapat berubah menjadi nyanyian penghibur dan pengingat keberanian. Dan dalam cerita diatas, beberapa orang telah mendengar nyanyiannya.
(3) Baby Groupie Pelajaran yang saya dapat: - Terkadang perempuan rela melakukan operasi plastik, mengubah tubuhnya hanya untuk dipuji, disanjung-sanjung - Jangan sampai kita menjadi orang manipulatif - Jangan percaya ucapan pria yg mengajak berhubungan badan tanpa pengaman
(4) Penjahat yang Sopan Kisah tentang cinta dan kebencian diantara 2 perempuan. Pelajaran yang saya dapat: Jangan pernah menumpang di kehidupan orang lain!
(5) Siapa Kamu? Kisah tentang perempuan yang mengalami pelecehan di kantor nya. Namun, sang pacar memarahi karena ingin keluar dan kenyurhnya menanggapi itu seperti angin lalu. Kemudian mereka putus, tapi karena punya rekening bersama dengan nama si pacar, maka uangnya habis. Kemudian ia mencuri ke rumah tetangganya. Seorang laki-laki. Selain mencuri ia juga melecehkan laki-laki tsb yang sdang tidur atau tidak sadarkan diri. Pelajaran yang saya dapat adalah penulis ingin menyampaikan pesan kepada lelaki bagaimana rasanya menjadi objek yang dipandang lemah. Karena hampir sebagian besar korban pelecehan adalah perempuan.
EPILOG: Menolak Kebisuan dan Kekuatan Super Berisi semua hal yang ingin disampaikan oleh para penulis melalui cerita mereka! Lengkap bgt disini! ✨
Recommended ⭐🔥 Cerita Favorit: Para Pengunjung Dini Hari Siapa Kamu?
📍Versi digital ada di PlayBooks (beli), RBK (free), & Gramdig (beli satuan)
“Di depan kondisi-kondisi dasar kehidupan yang tidak boleh ditutupi dengan menggunakan kekuatan super atau kebisuan, saya mengambil napas dalam-dalam. Sekarang, di manakah saya harus memulai cerita saya.”
Catatan dari kritikus sastra Jang Eunyeong di akhir buku ini jadi refleksi mendalam bagi saya. Kumpulan cerita pendek yang merefleksikan dunia perempuan-perempuan Korea Selatan yang pengalamannya sebenarnya sangat universal. Di mana isu kelas, privilase, seksualitas, dan gender yang tertuang di buku ini juga dialami perempuan di belahan dunia lain, tentu dengan konteks sosial berdasarkan geografis dan nasionalis yg berbeda. Ketika perempuan dipaksa untuk terus memaklumi kondisi tidak ideal yang di luar kemampuan mereka kemudian dicap sebagai sosok “super” adalah eksploitasi yang diperhalus. Shadow work yang dinormalisasi atas nama kasih sayang. Perempuan yang kemudian kehilangan ke-aku-annya ketika menikah, mengandung, dan melahirkan sampai tidak lagi memiliki ruang untuk dirinya sendiri. Aktivis sosial gemar coli intelektual yang sebenarnya sangat bias kelas dan tak sadar privilase adalah “penjahat yang sangat sopan”. Sungguh begitu banyak kisah dan isu yang dikumpulkan masing-masing cerita. Tentu membuat saya geram setengah mati, terkejut, gamang, frustrasi, bingung lalu frustrasi lagi, apalagi semua karakter laki-laki di buku ini adalah predator abang-abangan tukang tipu.
Without reading its end cover, I actually thought the story would be about a terror in terms of women's view. As you see, the book consists of (around) 5 short stories which each of them obviously shoots women as the main character with different problems are faced by them--safety issue, red flag relationship, career, incompetent, injustice and jealousy.
One story sounds like the writer tends to throw a sarcastic by twists the gender act as it is painful how the opposite identity (yeah, some of them not every men) still values woman as an object of desire in spite of human being. On the other hand, the writer also can describe that sometimes it is not only about male vs female, but also how girls can hurt each other indirectly so that they leave other girl questioning her existence.
All in all, I am not sure whether the stories are only giving votes for women or talking about feminism implicitly by telling unfortunate conflicts although in the last chapter, the writers elaborate what behind all 5-story is based on their thought. Apart from that, I just can't stop wondering how women in every countries are. Are they safe? Are they in freedom? Are they intimidated by people? Have they walked off from their pain? To read this kind of story can leave us puzzled rather than being entertain by it :D
Judul: Para Pengunjung Dini Hari Penulis: Ryujin Jang, dkk Rate: 4.3/5
Kumpulan cerpen karya penulis-penulis wanita Korea ini bertema feminisme dan berpusat pada kondisi dan situasi yang dialami oleh perempuan. Karena setiap cerita ditulis oleh orang berbeda, penilaian pun saya berikan masing-masing.
- Para Pengunjung Dini Hari (Ryujin Jang): 4.3/5 - Lulu dan Lala (Yuji Ha): 4.8/5 - Baby Groupie (Jihyang Jeong): 4.2/5 - Penjahat yang Sopan (Minjung Park): 3.0/5 - Siapa Kamu? (Hyeon Kim): 5/5 - Epilog: Menolak Kebisuan dan Kekuatan Super (Eunyeong Jang): - Penilaian rata-rata: 4.26 ~ 4.3/5
Penjahat yang Sopan mendapat nilai rendah karena ceritanya membingungkan, latar belakang tokohnya tidak jelas, dan pesan yang dituju penulis sulit ditangkap. Selain cerita tersebut, kisah-kisah lainnya ditulis dengan baik dan menarik.
novel ini terdiri dari 5 cerpen. yg semuanya itu pokoknya ngegambarin gmna perlakuan diskriminasi ke perempuan dan perempuan yg suka dijadiin objek seks. dan dari kelimanya,gue paling suka 'Para Pengunjung Dini Hari'. bukan bisa relate tapi emosinya dapet banget. perasaan jijik dan ngeri krn cwo2 sialan ini hidupnya cuma buat ngeweee aja. saking doyan ngewe,sampe banyak banget jenis2 tempat prostitusi dan ada juga buka siang hari. bayangin,jam istirahat bukannya makan,malah dipake buat ngewe hadeuhhhh. susah emang kalo otak selangkangan.
cerita terakhir 'siapa kamu?' juga bagus. mungkin awalnya pas baca ini bakal mikir "kok gak sesuai ya sama tujuan dari ditulisnya novel ini." tapi sebenernya,itu tuh mirroring. selama ini or kebanyakan kasus pelecehan seksual dilakuin sama cwo. kayak yg gue bilang di awal,cwe suka dijadiin objek seks. nah di sini,kebalikannya. penulisnya sadar,yg baca buku ini kemungkinan besar cuma cwe. tapi kalo ada cwo yg baca ini,dia pengen ngasih tau "gmna? seneng dijadiin objek seks?" dan di situ gue langsung tercerahkan.
dan meskipun gue bukan cwo,gue ketawa. meskipun apapun tindak pelecahan seksual,mau siapa korbannya itu gak bisa dibenarkan. tapi krn cwo2 sialan ini suka liat cwe sebatas objek seks aja,bahkan berani2nya bilang "lo harus bersyukur kalo dilecehin. itu pujian. artinya lo cantik." nah sekarang gmna kalo reverse gender? cwo korbannya? masih bisa lo bersyukur?
untuk tiga cerita lainnya gue rada susah buat enjoy bacanya krn bahasanya ngebingungin. meskipun gue ngerti intinya tentang apa. dan untungnya,di epilog dijelasin dengan bahasa yg ringkas jadi lebih paham.
"...di depan sosoknya yang bahkan cemas untuk meminta orang jangan merokok di area dilarang merokok. saya tahu,kalau untuk hal sekecil ini saja ia harus mengeluarkan keberanian yang besar,berarti hidupnya tidak sesederhana dan tidak semudah itu. Mengucapkan kalimat pertama setelah berhenti diam bukanlah perkara mudah. karena itu,lihatlah mereka yang akhirnya berbicara kepada kita dengan meminjam cerita."