Al Hikam dipandang sebagai kitab kelas berat bukan saja karena struktur kalimatnya yang bersastra tinggi, melainkan juga kedalaman makrifatnya yang dituturkan lewat kalimat-kalimatnya yang singkat. Ia menjadi kitab yang penuh rima tetapi juga kaya makna.
Buku ini ditujukan terutama kepada para 'Salik'(Penemnpuh jalan iman dan ibadah ) untuk mencapai sang khalik. ...tinggi banget ya ... tapi tidak ada salahnya dibaca oleh yang berminat mempelajari dan merenungkan kata-kata bijak dan penjelasannya yang disajikan dengan kalimat tinggi dan kedalaman arti.
Terbagi dalam 30 bagian, disertai ulasan yang mencerahkan.
"Siapa yang tidak mensyukuri nikmat berarti menginginkan hilangnya.Dan siapa mensyukuri-Nya , berarti telah secara kuat mengikatnya." -hal. 77
-Syukur adalah sarana untuk memanfaatkan dan memelihara karunia-Nya. Orang yang telah memperoleh pencerahan batin selalu bersyukur, baik ketika memperoleh nikmat ataupun tidak.
"Bisa jadi engkau memperoleh tambahan karunia dalam kesukaran, apa yang dalam puasa dan salatmu tidak engkau dapatkan." hal. 196
Penderitaan adalah akibat dari keinginan yang tak terpenuhi. hal. 243
Buku ini harus dibaca berulang-ulang untuk dapat pemahaman yang lebih dalam.
Baca buku ini rasanya campur aduk. Mempertanyakan diri sendiri mengenai ibadah dan penghambaan kita pada Allah swt. selama ini. Banyak pelajaran baik mengenai tasawuf yang saya dapat. Buku ini harus dibaca lagi setelah selesai supaya iman dapat bertambah dan terjaga. Thank you so much for creating this amazing book Sir Ibnu Athaillah As Sakandari.
Cukup ramah pembaca awam, karna syarh/ penjelasan dari syekh fadhlalla sedikit (karna rata² syarh kitab ini bukunya tebel²). Kemarin beli & baca karna sebatas ingin tahu pemaknaan singkat dari untaian Ibn Athaillah. Meski ada bbrp syarh yg mengena maknanya, tapi karna syarh yg singkat (padahal sejatinya kalimat² Ibn Athaillah sangat dalam makna), jadi menurutku lbh afdol kalau baca syarh yg versi panjang hehe. 😇