Bintang 2
Maaf Kak Luna, saya adalah penggemar berat karya-karyamu tapi mungkin tidak untuk novel kali ini.
Novel yang terbit tahun 2006an dan baru dibaca setelah 16 tahun berlalu haha. Sebenarnya saya sudah punya novel ini dari tahun 2014 atau 2015-an tapi entah mengapa malass sekali mau baca. Dan akhirnya setelah dianggurin selama 7 tahun, baru kali ini saya mau baca.
Well, seperti novel-novel karya Luna yang lain yang sangat khas dengan ciri / karakter wanita yang selalu lebih kuat atau dominan dibanding laki-laki, tangguh, berjiwa sosial tinggi, gemar menolong, tegar, tidak cengeng dan "superhero". Victorypun tak ubahnya seperti karakter-karakter cewek tangguh lain seperti Vira di Lovasket, Fika di D'Angel, dan siapa lagi di Mawar Merah, Beauty and the Best, Love Detective yang saya sudah tidak ingat lagi nama-namanya karena saking banyaknya novel-novel tersebut bersekuel atau berseries.
Victory bercerita tentang seorang gadis yang benama seperti judulnya "Victory Febriani" alias Oty. Gadis yang wataknya saya sebutkan diatas itu adalah gadis yang cuek namun sangat mementingkan kebahagiaan orang lain. Dia adalah gadis yang tomboy, keras kepala dan sedikit sulit diatur. Namun walaupun begitu dia adalah pemenang dari kontes kecantikan SMA se Indonesia! Dia bahkan mengalahkan Revi sang kakak kelas yang juga merupakan seorang model.
Raka, kakak tiri Oty yang merupakan penyiar radio. Dia adalah orang yang mandiri, nggak neko-neko dan sangat sayang pada adikya, Ai. Dia juga sangat sayang pada Oty, tapi rasa sayang yang ia rasakan berbeda seperti rasa sayangnya pada Ai.
Revi, geng Fiesta (chicken nugget wk) yang beranggotakan 4 orang gadis populer yaitu Revi, Rida, Wida dan Ami. Mereka adalah geng paling ditakuti di sekolah. Menurut gosip siapapun yang berurusan dengan Fiesta akan kena balasannya.
Ticka dan Laras, sahabat Oty uang setia yang selalu bersama Oty disaat senang maupun susah.
Untuk pengenalan tokoh mungkin hanya itu yang bisa saya simpulkan karena jujur saja, saya tidak begitu menikmati kisahnya. Baik dari segi persahabatan, kekeluargaan dan apalagi cinta. Amat sangat kaku! Saya nggak dapat feel antara Raka-Ajeng, Bayu-Oty maupun Raka dan Oty. Hubungan mereka hambar seperti kisah yang dipaksakan.
Belum lagi ditambah ketimpangan dibeberapa bagian cerita seperti :
Pertama, saat Revi cs mengerjai Laras di kantin atau lebih tepatnya saat Rina menjagal kaki Laras saat membawa baki yang berisikan kopi panas untuk dibawakan kepada para guru.
Sebentar, sejak kapan para guru mulai memperbudak para anak didiknya untuk membawakan minuman? Bukankan ditiap sekolah selalu ada pegawai yang dikhususkan untuk membantu para guru atau kepala sekolah untuk menyediakan makanan dan minuman? Dan lagi sejak kapan minuman itu diambil dari kantin? Setiap sekolah pasti memiliki ruang atau dapur khusus yang difungsikan untuk pegawai tersebut menyiapkan minumanya atau snack untuk disuguhkan kepada para guru.
Kedua, ketika akhirnya terjadi keributan karena Oty membela Laras. Para guru hanya melihat muridnya bertengkar dari ruang guru tanpa berusaha melerai. Kan aneh, sebagai guru melihat muridnya berselisih kok malah ditonton bukanya dipisahin.
Terus lagi, sejak kapan ruang guru dekat dengan kantin?? Aduhh sepertinya Kak Luna kurang reset tentang ini. Ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang Tata Usaha, dan ruang-ruang penting lainnya pasti berada di depan! Begitu kita masuk gerbang sekolah disitulah kita bisa langsung melihat ruang guru.
Sedangkan kantin itu letaknya pasti agak menjorok ke belakang, biasanya bersebelahan dengan area parkir. Saya heran banget sih begitu membaca keterangan bahwa guru di ruang guru bisa langsung melihat perkelahian di kantin. Oh mungkin mereka jajanya di depan gerbang kaya anak SD kali ya?
Ketiga, saat Oty kecelakaan. Disitu diceritakan bahwa ia baru saja makan malam dengan Raka. Berarti kejadianya malam dong ya, lalu dia ditabrak mobil dan masuk rumah sakit. Setelah itu dia dioperasi selama kurang lebih 2 jam. Otomatis masih malam dong.
TAPI ketika dokter bertanya pada Raka kapan orang tuanya akan sampai, Raka justru menjawab "paling cepat nanti malem sampai Dok" sedangkan posisi kedua orang tua Raka di London. LONDON guys bukan Cibaduyut?! Memang jarak London ke Bandung berapa jam sampai Raka bisa bilang bahwa kedua orang tuanya akan datang paling cepat nanti malam? Sepertinya naik jet pribadipun juga butuh waktu banyak, yah kecuali kedua orang tua Raka itu naik roket atau Buraq T.T
Untuk hal-hal yang lain masih bisa saya terima, seperti alur yang cepat, cerita Bayu-Revi yang entah bagaimana akhirnya dan juga alasan Riki cs si preman itu tiba-tiba menyerang Revi yang sama sekali tidak ada penjelasan namun saya terima karena mereka bukan pemeran utamanya.
Terakhir untuk Oty-Raka, maaf kisah cinta kalian berdua tidak berhasil masuk dalam otak saya karena saya tidak dapat feel perasaan kalian berdua sama sekali. Walaupun kalian berpelukan dan berciuman romantispun rasanya tetap saja datar dan kaku.