Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Gogons: James & the Incredible Incident

Rate this book
Mereka awalnya berenam!
Dipertemukan tak sengaja oleh takdir huruf pertama.
Bertabiat laksana bumi dan langit.

Mereka sekarang tetap berenam!
Cowok-cowok metroseksual dengan masalah superserius!
Riang-tertawa menjalani manis persahabatan.

Yang tidak pernah mereka sadari,
Persahabatan itu mulai menembus batas-batas rasionalitas.

Ketika satu per satu berguguran oleh tragedi menyakitkan yang sulit dimengerti. Ketika persahabatan menuntut lebih dari sekadar kebersamaan.

Mereka awalnya berenam!
Entah menjadi berapalah di ujung cerita!

288 pages, Paperback

First published February 1, 2006

35 people are currently reading
1781 people want to read

About the author

Tere Liye

70 books13.6k followers
Author from Indonesia.

"Jangan mau jadi kritikus buku, tapi TIDAK pernah menulis buku."

"1000 komentar yang kita buat di dunia maya, tidak akan membuat kita naik pangkat menjadi penulis buku. Mulailah menulis buku, jangan habiskan waktu jadi komentator, mulailah jadi pelaku."

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
173 (30%)
4 stars
170 (30%)
3 stars
133 (23%)
2 stars
53 (9%)
1 star
30 (5%)
Displaying 1 - 30 of 64 reviews
Profile Image for Sweetdhee.
514 reviews115 followers
September 1, 2010
"Kamu sangat berarti, istimewa di hati, slama nya rasa ini
Jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing, ingatlah hari ini"


Lirik lagu Project Pop diatas saya baca di halaman ucapan terimakasih dari bundelan skripsi Ima yang sedang saya arrange di atas meja penguji sidang skripsi nya
Saat membaca itu, ada rasa sesak yang langsung saya simpan dan coba lupakan saat itu. Saya harus fokus memberikan dukungan semangat buat Ima menjelang sidang. Ima berada diurutan kedua dari kami berenam yang berhasil menyelesaikan skripsi nya.

Setelah selesai sidang, saya dan Yanti duduk termenung ditangga depan lobi jurusan..Sambil menatap Ima dan Ari memasukkan peralatan ke mobil Ami, aku menghela nafas panjang..
"kenapa, Diet?"
"nggak...kok kayaknya gue ngerasa nyesek yaa?padahal khan harusnya seneng liat ima lulus..seneng sih, tapi nyesek..boleh ga?"
"entah iri atau ngerasa ditinggalin yaa?"
"mungkin.."
dan kami pun terdiam cukup lama..dalam diam tersebut, hati kami saling menepuk bahu..memberikan semangat dalam diam.."pasti kita bedua bisa nyusul Ima..pasti.."
persis seperti the others nya Azhar dan Dahlia di novel ini..diam tapi saling berbicara..

Kami berenam..Nina, Ima, Anin, Ian, Yanti dan Saya
Begitu juga tokoh utama cerita ini..mereka awalnya berenam..James, Adi, Ari, Azhar, Dito dan Diar

Awal buku ini menceritakan pesta pernikahan Adi, yang pertama diantara mereka, yang diadakan di Bali. Ini yang membuat saya befikir, "ok, ini novel komikal..saya akan terhibur dengan dialog2 lucu mereka nampaknya.."
Dan cerita awal ini mengingatkan saya akan pernikahan Nina di Solo, yang pertama diantara kami

Kisah ttg 6 orang sahabat yang sama dengan kisah kami..
Yang bisa saling mendengarkan saat tak ada kata yang mampu terucap
Yang kadang terlalu banyak bicara sehingga konflik yang terjadi tak mudah terselesaikan

Tapi tampaknya novel ini tidak selucu itu..
Tragedi demi tragedi terjadi dlm jalinan persahabatan The Gogons..
Diar yang tidak mampu menerima 'manis'nya hidup yang dia jalani. Azhar yang susah berfikir panjang kalau sudah menyangkut soal Dahlia, pujaannya. Ari yang sangat tergantung akan persahabatan the Gogons demi menjaga kadar serotoninnya. Dito yang terobsesi dengan cewek bule tapi lalu terjebak dalam kesetiaan semu. Dan James, cowo playboy yang kelimpungan mencari Weni dalam mimpi jingga beraroma Melati..
Kejutan demi kejutan dalam tragedi mereka membuat saya bersyukur 6ers tidak harus menjalani konflik setragis itu

Dan pada akhirnya, saya harus meminta pertanggungjawaban Bang Tere Liyekarena saya tidak terima digantungkan seperti ini..
Buku kedua, tetap saya tunggu!!
Kapan pun itu..

PS:
I dedicate this review to my beloved girls (and their family)..
Kita memang belum cukup tua, gals..tapi sepertinya kita sudah mulai hidup kita masing-masing..
Gue bakal inget hari-hari itu..waktu poto bareng distudio Kaliurang (apa ya namanya, aye lupa), kesibukan di BEM dan KKN..belajar lagu Kahitna buat rencana kejutan Anin yang dirusak Oscar..waktu kalian menyidang and many of them..
Senangnya kemarin bisa ngumpul lagi.. hayyyo, yang lengkap dooonk

Profile Image for Chichi.
13 reviews2 followers
November 21, 2008
Buku pertama Tere Liye yg gue baca. Ga seperti kebanyakan orang lain yg mengira bahwa Tere Liye tuh perempuan, lewat buku ini gue langsung bisa menyadari klo penulisnya laki laki hehehe. Bukunya tentang apa y.. lupa! uda lama c bacanya. Tentang persahabatan n cinta klo ga salah. Tapi gue langsung suka lho ma buku ini pas baca. itu pertanda klo buku ini bagus heheh.. :review yg ga jelas:
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
August 22, 2016
Pernahkah ada yang bilang kepada kalian bahwa hidup di dunia ini tidak ada yang tidak penting – sekecil apa pun kejadian itu? Semua kejadian yang ada membentuk rantai penjelasan yang melingkar, saling melilit. Sayangnya kita baru tahu dan menyadarinya setelah semuanya selesai dan sempurna membentuk lingkaran tersebut. Atau bahkan kita sama sekali tidak mengerti penjelasannya, meskipun keseluruhan kejadian tersebut sudah terangkai lengkap

Ini bukan hanya tentang kisah persahabatan tentang 6 orang, tapi diluar itu ada banyak hal yang saling kait mengait. Sebab-akibat. Mereka yang awalnya dipertemukan tak sengaja oleh takdir huruf pertama, karena sama-sama mempunyai nama lengkap yang dimulai huruf a, yaitu Azhar Kuntoaji (Azhar), Adi Surya (Adi), Ari Nur Rahman (Ari), Ahdi Ardli Budi Asmoro (Diar), Anandito Budi Nugraha (Dito) dan A. James (James). Mereka yang pertama kali bertemu saat ospek, dan akhirnya terus bersama-sama hingga tahun ke-7, saat mereka sudah sama-sama bekerja dan merintis karier masing-masing. Ya, mereka menamai pertemanan mereka dengan “The Gogons”.

Ada yang bilang kita tidak bisa memilih takdir, kepada siapa kita berteman dan akhirnya seperti apakah hidup kita nantinya? Disinilah cerita itu bermula. Mereka berenam dengan karakter yang unik dan berbeda bisa berteman dengan karibnya, James yang playboy sejati, Diar yang belum punya pacar dan pengen banget punya pacar bule (namun belum kesampaian), Diar yang hobi nyela dan sangat suka semuanya yang manis, Ari yang paling pintar dan sistematis, Azhar yang sering sial, dan Adi yang paling beruntung diantara mereka semua. Dan ternyata tragedi-tragedi menyakitkan yang sulit untuk dimengerti mulai bermunculan, datang dengan sekejab dan menghancurkan pertemanan mereka.

Dimulai dari mimpi-mimpi buruk James, yang selalu bertemu dengan gadis berambut kepang dua, suasana jingga, lubang menganga, suara-suara yang menakutkan hingga kutukan yang “tidak pernah diingat oleh James ketika dia tersadar” hingga pertemuan dengan seorang di masa lalu. Apakah ini semua hanya kebetulan belaka atau memang ini takdir? Dan bila diruntut semua kejadian yang terjadi dalam hidup dan James selalu ada gadis di masa lalu itu.

Ya, pertemanan yang awalnya manis itu akhirnya porak poranda, satu demi satu kejadian terjadi. Diar yang selalu mengatakan dirinya sehat dan tidak pernah terlalu peduli dengan kesehatannya, akhirnya harus menerima kenyataan mengidap diabetes tingkat akut dan akhirnya berujung komplikasi, Azhar yang kecelakaan hingga merusak separuh wajahnya, Dito yang akhirnya dipenjara karena membawa heroin titipan dari bule yang sangat dia cintai (namun selalu menyangkal bahwa dia bukan dimanfaatkan), Ari yang akhirnya harus kembali masuk “asylum” karena sudah depresi berlebihan, pernikahan Adi yang diujung tanduk, dan James yang kembali bertemu dengan cinta pertamanya “Weni/Jasmine” yang mengidap skizofrenia tingkat akut. Dan kejadian demi kejadian itu apakah benar akibat masa lalu James? Janji masa lalu James dengan gadis yang hilang dari ingatannya? Ataukah itu memang hanya takdir saja? Seperti apakah akhir dari cerita pertemanan mereka? Baca saja kisah mereka sendiri ^^

Well, membaca novel ini membuatku deg-degan. Perasaan bak roller coaster, karena awalnya kupikir ini hanya kisah persahabatan 6 orang yang disebut “The Gogons” tapi lebih dari itu. Tragedi demi tragedi yang mengoyak pertemanan mereka, mimpi buruk James, pertemuan dengan gadis beraroma Jasmine, Asylum dan lain-lain membuat terus bertanya-tanya dan penasaran hingga diujung cerita. Tidak menyangka kisah ini tidak sesederhana itu. Dan akhirnya pun belum diketahui, entah seperti apa jadinya hidup personil “The Gogons”.

Ya, novel ini sudah lama banget kucari. Karena ini satu-satunya novel penulis yang belum kupunya dan kubaca. Dan sekali lagi aku dibuat terpesona dengan cerita yang berbeda dari yang lain. Mungkin bisa dikatakan membaca novel ini seperti melihat tayangan film “Final Destination”, karena kejadian buruk demi kejadian buruk terjadi. Namun tidak berakhir seperti film tersebut.

Sayangnya agak kecewa karena awalnya novel ini akan dibuat menjadi 6 novel seperti jumlah “The Gogons” sayangnya hingga sekarang judul kedua “Dito & Prizon of Love” tidak pernah terbit, dan kata penulisnya entah apa akan ada lanjutannya atau tidak. Mencari novel ini saja susahnya bukan main, mengingat novel ini pertama kali terbit 2006 dan termasuk kategori “langka”.

Dan aku penasaran seperti sinopsis di back cover “entah menjadi berapa lah di ujung cerita”....
46 reviews
August 15, 2010
Buku Tere-Liye yang pertama ku baca. aku suka cerita tentang persahabatan dan ajaib ini persahabatan tentang cowo2.. uhuhuhu.. suka dengan alurnya yang tidak berkesudahan konflik2 nah..

abis membacanya langsung meluncur ke toko buku mencari apakah ada buku lanjutannya.. namun hingga kini memang blum ada yah.. *sigh..
Profile Image for ijul (yuliyono).
815 reviews971 followers
March 20, 2010
Gimana ya, nyesek deh abis baca nih novel. Bukan kecewa tapi malahan putus asa. Loh? Apaan sih? Maksudnya, nih novel sukses ngaduk-ngaduk emosi gua. Tragedi demi tragedi yang diciptain ama pengarangnya berhasil menjerat gua. Terutama kata keramatnya "sebuah siklus pengorbanan yang indah". Keren.

Gua kadang dibikin ngikik geli (baca sendirian gak berani ketawa, ntar dikira gila kan berabe), kadang dibikin pengin nangis (sumpah!!) dan kadang dibikin ngikik geli plus mewek (serius). Sekaligus. Deuu...segitunya. Tapi bener kok. Tau yak, gua orangnya emank gampang banget kebawa perasaan, gampang kepengaruh, terutama ama kata-kata yang bagus.

Awal baca gua rada gak respect sebenernya. Bahasa yang standar, dialog yang kadang datar, bahkan cerita yang (menurut gua) nggak logis (bener nggak sih ada orang yang tinggal beberapa meter aja dari komodo buas nan ganas bisa lolos?? Will you say it's a miracle?). But, pelan tapi pasti gua mulai kesedot ama critanya. Konflik yang sambung menyambung (mumet juga sih) bikin gua (yang notabene suka novel full-konflik kek gini) nggak bisa berenti baca, sampai akhir tentunya. Ngeri sebenernya. Gua yang juga punya genk, lima orang juga, nggak pengin lah dapet masalah "superserius" kek gitu. Nggak ngerti deh gimana bisa ngatasinnya.

Benang merah nih novel adalah sobatan lima orang yang diiket gara-gara inisial nama depan mereka yang kesemuanya "A" (sebagian nama panggilan). James, Ari, Diar, Adi, dan Dito. Sorry ya gua lupa penjelasan penulis tentang keterdekatan inisial "A" dengan tokoh James, Diar dan Dito. Ntar deh gua klarifikasi lagi. Hehehe.....

Mereka segenk gila-gilaan sejak kuliah. Yah untung aja, kadar gila mereka nggak sampai menjerumus ke hal-hal yang negatif. Semuanya lurus aja. Kekompakan mereka nggak diragukan lagi. Diibaratkan mereka dah mengenal luar-dalam satu sama lain, katanya (nyatanya rahasia masing-masing tetep menjadi rahasia sendiri). Adegan dibuka dengan hiruk pikuk kedatangan gerombolan the gogons (oh ya the gogons sendiri itu sekadar nama saja, tapi biasanya digunakan untuk memanggil satu sama laen. Kalo jamak, semua anggota, disapa Gons. Kalo tunggal, satu anggota, disapa Gon) ke Bali untuk menghadiri resepsi pernikahan Adi (istri Adi namanya Made, anak seorang konglomerat di Bali). Ada Dahlia dan Citra yang juga menyertai mereka. Perasaan seneng bisa ke Bali akhirnya bikin keki the gogons, soalnya secara sepihak Adi menunjuk mereka menjadi pagar bagus. Awal yang ceria inilah yang bikin gua sedikit canggung untuk melanjutkan membaca novel dari genre Metropop keluaran Gramedia ini. Untung gua paksain karena selanjutnya satu demi satu kejutan mengerikan berdatangan. Secara berurutan. Seperti emank sudah ada daftar antreannya. Mulai dari Diar yang meninggal akibat diabetes stadium lanjut, Azhar dan Dahlia yang kecelakaan (padahal saat itu cinta mereka mulai mekar sempuna), Dito yang ternyata diperalat kenalan cewek bulenya untuk membawa paket heroin seberat 4,9 kg (gila.....dahsyat banget konflik yang ini), Adi yang terus saja bersitegang dengan mertuanya karena ngotot pindah ke Jakarta, Ari yang merupakan anggota the gogons paling cakap, pintar, mendadak jadi gila, dan James yang terbelit untuk kembali menelusuri masa lalunya. Masa lalu cinta pertamanya, dengan Weni. Hoaoaoahh.....gua sampai ngelus dada di endingnya. Merinding euy.

Tapi, kisah-kisah menyedihkan ini belumlah berujung. Penulis memang menargetkan novel ini untuk berseri. Seri berikutnya, sesuai catatan di epilog, mengambil tajuk Dito & The Prison of Love. Berarti Dito yang nanti bakal lebih sering disorot, setelah yang pertama ini James. *diedit, ternyata mpe sekarang novel sekuelnya gak pernah terbit, too bad*

Sisi lemah novel ini cuman di editannya yang kurang rapi. Beberapa kata salah cetak. Dan beberapa kalimat terasa janggal. Seperti yang ini "Apakah semua maksud ini?" (gua lupa ada di halaman berapa). Apa nggak sebaiknya "Apakah maksud semua ini?"?...

Tapi mau nggak mau gua ngasih bintang empat buat serentetan konflik yang pasti bagi gua gak pernah kepikiran sebelumnya.

Congratz

----------copas dr blog*chuckles*
Profile Image for Adelia Ayu.
147 reviews1 follower
October 18, 2013
BAGUS BAGUS BAGUS!

Daya tarik utama novel ini buatku adalah masalah psikologis yang digalih dengan begitu dalam oleh sang penulis. Semua masalah-masalah yang terjadi pada awalnya seperti tidak ada kaitan dan hanya kebetulan samata namun ketika menuju ending-nya dibukalah semua rahasia dan keterkaitan di antara masalah-masalah tersebut.

Ada beberapa bagian di dalam novel ini yang berhasil buatku menangis karena tersentuh oleh kuatnya persahabatan di antara anggota The Gogons ini. Aku emang suka banget novel-novel yang bercerita tentang persahabatan dengan konflik di dalamnya. Kita bisa mengambil hikmah dan belajar dari masalah-masalah mereka. Bagian yang mencengangkan juga ada, yaitu saat rahasia gelap tentang masa lalu Weni terungkap. Nggak menyangka jika gadis secantik Weni itu ternyata seorang… baca sendiri aja deh! Muehehe.

Novel ini sebenarnya akan dibuat serial karena memang ceritanya belum tamat di buku pertama. Untuk buku pertama, tagline-nya adalah James and The Incredible Incidents, sedangkan lanjutannya adalah Dito and The Prison of Love. Sayangnya lanjutannya tersebut tidak pernah terbit sampai sekarang dan aku masih penasaran pengin baca kisah selanjutnya kayak gimana. Epilognya itu bikin penasaran banget. Semoga aja jika Tere-Liye baca review ini dia mau kasih penjelasan kenapa nggak dilanjutin novel serial The Gogons ini. Sayang banget sumpah kalo ngga dilanjutin!

Oh iya, banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari novel, diantaranya;
Sometimes you just don't need any explanation.
Tuhan tak pernah menciptakan kejadian sia-sia... pasti ada alasannya. Sekecil apapun alasan tersebut.
Marah tidak bisa menyelesaikan masalah.
Perangai, tabiat, atau karakter manusia dibentuk oleh lingkungan sekitar
4 reviews1 follower
September 4, 2008
pertanyaan terbesar di gw adalah kapan keluar sekuelnya nich???

Cerita manis yg penuh tragedi, berani ngebunuh tokohnya di setengah atau 3/4 cerita yach?? (lupa). Menurut gw terobosan baru ajah, berani cerita tentang tragedi, kebutaan cinta, walaupun itu...kadang banyak diluar rasionalitas...sedikit hiperbolik..

Tragedi yang rumit tapi masih masuk akal, yg ga abis pikir adalah...mereka pada dosa apa sich?? bisa segitu terkutuknya??
Profile Image for Mei Hidaningrum.
26 reviews19 followers
December 1, 2013
salah sangka kalau tere liye itu identik dengan kisah yang mendayu-dayu! jika kamu beruntung cobalah membaca buku ini. kenapa aku katakan beruntung? karena buku ini sudah tidak dicetak ulang dari cetakan pertamanya di sekitar tahun 2006-2007 lalu entah karena kendala produksi atau apa. awalnya pergi ke tempat penyewaan buku di kota kecil caruban, niat pertama ingin pinjam komik conan ataupun naruto. ehsampe sana iseng melihat deretan novel. dan mata terbelalak seketika melihat nama tere liye terpampang disana. hanya satu buku saja. dan how lucky i am buku itu adalah buku the gogons, yang dulu mau di share secara gratis sama bang tere eh tapi gak jadi karena satu dan lain hal --' cukup mahal harga sewa novelnya yaitu 4000 untuk dua hari. tapi alhamdulilah, dua hari pula saya tuntas mengikuti kisah seru james dan teman-temannya. betapa rentetan kehidupan yang ternyata menyatu karena ikatan persahabatan cowok2 metro seksual. mereka berenam masing-masing mengalami masalah kehidupan yang berbeda-beda. namun pembaca pasti galau dengan nasib kelanjutan mereka. ciri khastere liye mungkin membuat kisah dengan ending yang penuh tanda tanya. yah mungkin maklum saja karena sebenarnya the gogons ini akan dibikin semacam heptalogi yang sedikit dijanjikan di tulisan tamabahan di akhir buku.yah biarpun sampai sekarang kelanjutan sekuelnya belum muncul maka apa boleh buat , semua kembali ke kita sebagai pembaca . karena tere liye yakin imajinasi dari tiap2 kita jelaslah berbeda-beda
Profile Image for Iqbal.
42 reviews8 followers
Read
January 4, 2011
Masih khas ter liye. Ya, begitulah. Jika kalian rajin membaca buku-buku tere liye, maka akan dengan mudah untuk bisa menyimpulkan kalau tulisan ini kental sekali Tere Liyenya, meski dengan judul yang tak biasa untuk karya-karyanya : The Gogons james & the incridible incidents.

Bergenre metropop, atau seperti itulah yang tersebut dalam cover novel setebal 285 halaman ini. Sebuah genre yang wajar oleh sebab buku ini tak diterbitkan oleh Republika, penerbit yang selama ini kerap menerbitkan karya-karyanya dengan tema yang lebih religius (meski sering kali ditolak sendiri oleh penulisnya). Kalau dilihat pertama kali terbitnya, 2006, maka buku ini terbit setelah buku sensasionalnya yang kemudian melejitkan namanya : Hafalan Shalat Delisa.

Bercerita tentang sebuah geng persahabatan. The Gogons nama geng tersebut. Terdiri atas enam cowok metroseksual yang dipertemukan oleh abjad pertama nama mereka. Persahabatan yang bermula dari bangku kuliah yang berlanjut hingga pasca kuliah saat mereka telah mapan dengan hidupnya. Enam tahun persahabatan yang diisi dengan hal-hal konyol dan gila. Untungnya, kekonyolan dan kegilaan tersebut tak menjurus ke hal-hal negatif.

Ari, James, Azhar, Adi, Diar, dan Dito. Itulah nama keenam anggota geng The Gogons itu. Ditambah Citra dan Dahlia yang menjadi anggota tak resmi geng tersebut. Tak resmi, sebab hanya sekali-kali saja mereka berdua bergabung dengan acara geng tersebut. Cerita bermula ketika geng tersebut berkunjung ke Bali untuk menghadiri pernikahan salah satu anggotanya, Adi. Awal yang ceria, begitulah yang tertangkap. Kelucuan, kekonyolan, serta candaan khas sebuah persahabatan memenuhi awal novel ini. Sampai sejauh ini cerita sepertinya bakal datar-datar saja. Sebuah persahabatan yang indah dengan segala bumbu-bumbu kekonyolannya. Di awal-awal inilah, karakter masing-masing tokoh perlahan diperkenalkan.

Masalah itu bermula dari sebuah mimpi aneh James, si cowok play boy anggota geng tersebut, saat berada dalam penerbangan Bali-Jakarta. Sebenarnya, ini bukan mimpi aneh nan menyeramkan yang pertama, di pembukaan novel ini sudah disebutkan tentang James yang mimpi aneh juga. Mimpi aneh yang segera terlupakan saat James terbangun, meski di mimoi itu jelas-jelas ada kalimat ‘terkutuklah!’. Nah, di penerbangan itulah, setelah bangun dari mimpi, saat James menyadari ternyata penerbangan telah berakhir, tak terduga James bertemu dengan Weni. Seseorang dari masa lalulnya. Seseorang dari masa kanak-kanaknya yang seketika mampu menerbangkannya kembali ke masa kanak-kanak, yang seketika mampu mendesak-desak keluar tabiat playboynya dari pikirannya.

Tentu saja ini tak berlanjut datar-datar saja. Pertemuan itu tak berakhir dengan saling tukar nomor Hape atau bertanya alamat, atau bahkan sekedar bertanya tentang bagaimanakah mereka setelah belasan tahun berpisah. Tidak! James lupa untuk menanyakan hal tersebut bahkan ketika mereka akhirnya berpisah. Kelupaan yang kemudian merepotkannya, sebab di kemudian hari dia lah yang blingsatan mencari keberadaan Weni.

Dan tragedi pun dimulai. Satu persatu masalah superserius menggerogoti pertemanan mereka. Bermula dari Diar, si cowok manis yang ternyata divonis menderita diabetes (‘lihatlah, bagaimana mungkin hal ini datang saat ia menapaki karir menjanjikan untuk membuktikan banyak hal pada ayahnya yang selalu menomorsekiankan dirinya’). Bukan diabetes yang biasa sebab itu sudah mengalami komplikasi. Kemudian Azhar yang mengalami kecelakaan parah saat berboncengan dengan Dahlia (‘lihatlah, bagimana kecelakaan itu justru terjadi saat pertama kali mereka kencan –itu jika berboncengan pulang di sebut kencan. Setelah enam tahun yang malu-malu’). Juga Dito yang tertangkap membawa heroin di bandara Soekarno-Hatta. Juga Adi yang terancam mengakhiri pernikahannya dengan sebuah perceraian. Juga Ari! Ari yang mempunyai penyakit mental bawaan, yang selama enam tahun belakangan ini menemukan comfort zonenya lewat persahabatan The Gogons, seketika kembali tertekan oleh rentetan kejadian yang mencabik-cabik persahabatan mereka; menjadi gila.

Dan tentu saja James. James yang terpenjara oleh masa lalunya. Tentang Weni yang selalu muncul secara tiba-tiba, dan seringnya sekelebatan, di hari-hari tak mengenakkan. Juga tentang lelaki dengan wajah menyenangkan. Lelaki dengan wajah menyenangkan? Hei, jika kalian pembaca buku-buku Tere Liye maka kalian akan menemukan kosakata yang sama di buku Rembulan Tenggelam Di Wajahmu.

Tapi tentu saja Tere Liye tak hanya menyajikan tragedi demi tragedi:

“Kau lihat, kehidupan telah menghianati. Semuanya sia-sia. PERCUMA. Dan kenapa harus terjadi sekarang, kenapa tidak dari dulu saja, sebelum semuanya menjanjikan banyak hal.”

Diar menggigit bibir.

Matanya mulai berkaca-kaca.

Azhar menengadahkan mukanya ke atas.

“Tidak, Yar! Tidak ada yang sia-sia. Tidak ada yang percuma! Bukanlah kau-lah yang selama ini bilang hidup ini berarti, sekecil apapun itu. Bukankah waktu kita bertengkar di Bali kau berkata, kehidupan ini adalah rangkaian pengorbanan yang indah......Tak peduli harus terjadi dulu, atau sekarang, tak pedulu kecil atau beaar....”

Percakapan itu terjadi di hal 147-148. Antara Diar dan Azhar di sebuah kamar rumah sakit tempat diar dirawat. Rangkain pengorbanan yang indah, sikulus sebab akibat, itulah dua hal yang memang kerap mengisi halaman-halaman buku tere liye. Juga termasuk buku ini. Maka buku ini menyajuikan lebih dari sebuah novel metro po biasa. Beberapa kali perlu merenung larut dalam cerita. Beberapa kali harus berkaca-kaca (Tere Liye tetap saja jago dalam hal ini. Dengan kata-kata sederhana tetap saja ia mampu membawa kita dalam perasaan si tokoh). Beberapa kali bahkan tersenyum agak tertahan.

Namun, seperti halnya novel-novel Tere Liye yang lain, memang seringkali ada kebetulan-kebetulan yang sering, ketakbiasaan-ketakbiasaan. Kadang itu mengganggu. Tapi entahlah. Seperti halnya di buku-buku yang lain, ketakbiasaan itu, kita (-atau saya-) terima sebagai sebuah kelumrahan. Perkara ini, mungkin dipengaruhi oleh bagaimana seorang penulis membawakan ceritanya.

Hanya saja endingnya yang kemudian sedikit menggantung. Ada pencerahan, tapi belum sebuah penyelesaian. Hal yang kemudian sedikit dimaklumi mengingat novel ini diniatkan untuk bersekuel. Sayangnya, sekuelnya sampai saat ini belum juga diterbitkan. Kita tunggu saja.

Profile Image for Asma Zakiyah.
190 reviews5 followers
May 19, 2020
Ternyata deeeeep banget ini novel. Potongan narasi awalnya buat aku menyangka ini adalah novel yang berkisah muda mudi yang yah romansa aja seputaran ceritanya. Tapi ternyata! sebagai fans Bang Tere, ku bersyukur berhasil membaca novel awal2 debut Bang Tere ini meski dalam bentuk e-book. Meski gaya berceritanya berbeda dari novel2 kekiniannya (iyalah novel kekinian kan udah di editing segala macem), tapi feelnya tetap Bang Tere!
1 review
Read
April 12, 2021
Untuk pertama kali nya kenal tere liye lewat buku ini, mulai dr lembaran pertama sdh bikin jatuh cinta. Sdh lebih dr 10th tp crta ny msh sangat membekas sperti bru di baca kemarin. Dan sya penasaran sm series the gogons lain nya. Mohon info dmn sy bisa membeli nya?
Profile Image for Titi Estiningrum.
39 reviews
March 25, 2011
akhirnya selesai juga membaca the gogons. buku terakhir dari buku buku tereliye yang aku belum baca. dan belum punya. Karena stok di TBO kosong dan nyari di toko buku juga udah susah, aku mendapatkannya dengan cara meminjam dari temanku di Jakarta. (niat banget yak ?)

Ceritanya enak, seputar anak muda gitu..
Adalah tentang the Gogons, sebuah genk 6 cowok yang sudah menjalin persahabatan selama 6 tahun. Nah di tahun ke 6 itulah berbagai cobaan menerpa persahabatan mereka.
Masalah dimulai ketika Adi menikah dan ternyata keluarganya tidak harmonis
Kemudian Diar sakit, dan ternyata sakit diabetnya udah parah
Lalu Azhar yang kecelakaan justru di hari bahagia karena dia udah berani ngajak pulang bareng cewek yang udah lama ditaksirnya
Kemudian Dito, pacaran sama bule Australia dan dijadikan carrier narkoba
Ari, yg ternyata sebelumnya telah menjalani terapi psikologi jadi terpukul dan kambuh lagi gangguan mentalnya.
Terakhir tentang James, yang ternyata "dihantui" masa lalunya dengan teman kecil bernama Weni.

Kalau aku belum baca semua buku tere kecuali the gogons ini, buku ini asli memukau. Anak muda dihadapkan dengan berbagai problema kehidupan
Tapi berhubung aku udah baca semua buku tere, aku bisa komen bbrp hal berikut :
- Deskripsi tentang "cara operasi telpon seluler" mulai dari BTS ke satelit ke BTS lagi, ada di buku Burlian, eliana dan the gogons ini
- Sedikit deskripsi tentang senja saat the gogons di kuta, kubaca berulang ulang di SBR
- Jalinan kehidupan di the gogons mirip mirip dengan rembulan jatuh di wajahmu
hihi... kayaknya Tere demen sama ketiga hal tersebut.
Tapi apapun tetap buku buku tere menarik dan menantang untuk dibaca. Selalu ada "pesan" yang terselip di setiap ceritanya.

ah ya, kok belum terbit serial the gogons berikutnya ya.. tentang si Dito itu..
Profile Image for raafi.
929 reviews451 followers
October 2, 2014
Dalam setiap agama, bukankah hujan selalu identik dengan kasih sayang Tuhan? Mengapa orangtua harus memarahi anaknya yang bermain-main dengan hujan? Mengapa orang-orang harus menciptakan shelter, payung, jaket, dan lain sebagainya? Mengapa kita berlarian saat hujan mulai tumpah?
(hal.151)

***

Setelah 10 hari lebih, ditemani paper Tugas Akhir yang hingga kini masih berteman, akhirnya selesai juga dengan novel ini. Novel pertama om Tere Liye yang kuselesaikan dengan khidmat setelah tidak selesai membaca "Bumi" yang notabene novel fantasi.

Ceritanya mengalur jelas dan tegas. Aku suka karena tokohnya adalah enam lelaki yang berteman sejak masa kuliah. Aku suka karena mereka tidak bernarasi dengan mendayu-dayu macam Raib di "Bumi". Cerita persahabatannya sangat kental. Bisa belajar tentang arti persahabatan dari novel ini. Buat kalian yang punya krisis persahabatan harus baca novel ini! Serius! Aku pinjemin kalo perlu!

Sangat disayangkan insiden-insiden yang menimpa The Gogons terlalu rushing. Kayak dikejar halaman novel yang kurang dari 300 halaman. Sedikit mengganggu sebenarnya, tetapi teka-teki James dan Weni yang menarik bisa menutupi itu.

Aku membaca di akhir ternyata ada kisah selanjutnya setelah James: Dito & The Prison of Love. Tetapi sepertinya tidak ada suanya hingga sekarang. Mengingat novel ini diterbitkan pada tahun 2006, sedih rasanya mendengar "cukup sampai disini saja cerita The Gogons". Masih banyak yang menggantung, masih belum tuntas, masih ingin menilik kerasnya kehidupan mereka; kehidupan lelaki metroseksual dengan berbagai macam masalah.

Ada rekomendasi novel Tere Liye lain yang tidak "mendayu-dayu"? Tell me!
Profile Image for Jeng Nana.
38 reviews2 followers
March 15, 2013
Sudah beli cetakan pertamanya dan baca buku ini bertahun-tahun yang lalu (nggak terlalu inget) dan baru ngeliat lagi semalem di dalam rak buku. Dengan susah payah mencoba mengingat apa ya isi buku ini?? Karena penasaran jadilah dibawa ke kantor dan dibuka-buka lagi sekilas. Dan akhirnya nemu alasan kenapa buku ini sangat sulit saya ingat apa ceritanya: ada satu detil yang sangat mengganggu. Dan detil itu adalah: Kalau mau ke Pulau Komodo itu menujunya bukan ke arah Pulau Lombok tapi ke Pulau Flores(cerita awal perjalanan bulan madu Adi dan Made). Setelah sampai potongan kisah itu saya langsung berhenti baca, no wonder saya nggak inget gimana isi keseluruhan bukunya Tere Liye yang satu ini. It's me being OCD, wrong detail drives me nuts.
Profile Image for Mei Idda.
1 review1 follower
June 8, 2013
dapet buku ini g sengaja d persewaan buku d kota caruban. mahal jg harga sewanya 4rban/ 2 hari. maka cepat g cepat kudu selesain baca ni novel. dan ternyata selesai juga, ttulisannya hiperbolis bgt. mungkin masih d awal2 kepenulisan bang tere jadi belum semengalir sekarang. keren alurnya, tapi ada satu hal kenapa saya g ngasih bintang 5 ke novel ini: belum ada kelanjutannya sih! good job bang tere,.
Profile Image for Dea.
3 reviews1 follower
September 6, 2008
persahabatan ga selalu seneng2...
yup, ga selalu tentang kebahagiaan
Persahabatan pun bs bikin lo berkorban banyak dan kehilangan banyak

"Karena pertemanan ini berarti banyak buat gue" (Ari-The Gogons)

another Tere Liye's... such a GREAT story
Novel ini absolutely different sama novel2 lain yg pernah gw baca selama ini. MUST READ BOOK
Profile Image for Desi Anita.
Author 1 book18 followers
August 11, 2014
Punya 3 buku Tere Liye..
dan ini satu2nya buku yg tamat bacanya..

Hafalan Sholat Delisa masih belum tamat2 sampe sekarang..
Bidadari2 Syurga belum dibuka keknya sampul plastiknya sejak dapat kado 5 tahun yang lalu :D
4 reviews2 followers
January 14, 2010
Bagus banget, buku untuk genre poplit ini bertutur tentang persahabatan dengan cerita yang gak biasa dan sulit ketebak. Bikin kangen sama jaman2 kuliah. Sebuah bahan refleksi tentang persahabatan yang gak terbatas oleh waktu dan ruang.
Profile Image for Wielda S. Nova.
22 reviews3 followers
January 18, 2010
Buku bergenre metropop. Bout friendship. A unique friendship. tetep sarat makna walaupun gaul ni buku. Like this lah... waiting for kelanjutannya. Ada 6 sekuel rencananya. hahay... jadi hexalogi. Udah ada script-nya, tapi belum masuk penerbitan heuheu...
Profile Image for Speakercoret.
478 reviews2 followers
February 17, 2011
ceritanya sih minjem ma ijul.. dibawain pas acara garuda di dadaku, gw bilang ma ijul, pinjemnya lama yeeee... eh katanya gak usah dibalikin juga gak ap2...

hehehe sering2 aja jul *niat sering2 minjem ma ijul*

Profile Image for aulia biben.
19 reviews
February 15, 2011
buku tere-liye yang pertama kali saya baca dan masih saya tunggu lanjutannya -karena infonya tidak ada penerbit yang bersedia-
untuk mereview tentang cerita agak lupa. tapi buku inilah yang membuat saya selalu memburu buku-buku tere-liye..
Profile Image for Ailee El-mahfudz.
6 reviews
June 9, 2014
Awal2 baca ketawa2 sendiri, bahkan cari tempat yang bisa tertawa lepas. Tapi kok semakin ke belakang bikin nyesek ya.... season katawa ketiwi nya udah selesai...
Tapi tetep seru dg gaya penulisan tere liye yang khas....
Profile Image for tia.
59 reviews4 followers
September 5, 2007
kasihan sama jamesnya yang ternyata jatuh cinta sama cewek yang nggak normal jiwanya. nggak sabar nunggu sekuelnya.
tragis juga cerita james dan teman2nya yang tergabung dalam the gogons
Profile Image for Ihwan.
Author 11 books11 followers
November 21, 2007
its so tragic...hiks
penasaran nunggu sekuelnya yang ga keluar2.
18 reviews2 followers
January 5, 2008
gila
ni buku parah betul
kayaknya musibah tu ga ada hentinya ya???
Displaying 1 - 30 of 64 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.